Salafi Wahabi Digugat Para Ulama dan Kaum Muslimin Sedunia
Berikut ini adalah sebuah buku terbaru karya Syaikh Idahram yang menyorot secara tajam kepada Salafy Wahabi. Sehingga buku ini membuat semakin jelas apa dan siapa sekte Wahabi itu. Buku ini adalah salah satu buku trilogi tentang Salafy Wahabi. Dua buku yang telah terbit dan beredar sebelumnya adalah: “Sejarah Berdarah Sekte Salafy Wahabi” dan “Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik: Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi”. Buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan sekte Salafl Wahabi ini mengungkap terselubungnya tipudaya Salafy Wahabi yang samar-samar menjadi jelas dengan bukti-bukti yang bersumber dari kitab-kitab Wahabi itu sendiri. Mari kita simak sinopsis dari buku: “Ulama Sejagad Menggugat Salafy Wahabi” berikut ini….
Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi

Oleh: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp. 60.000,-
Tebal: 340 Hal.
“Buku ini merupakan sumbangsih tak terhingga dalam memperkaya peta dialektika pemikiran bagi umat Islam Indonesia”. (KH. Munzir Tamam, M.A., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Prov. DKI Jakarta)
“Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus.” (Ust. H. Muhammad Arifin llham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)
“Mereka mengubah nama Wahabi menjadi Salafi untuk mengelabui umat Islam… juga, agar mereka merasa aman dan nyaman dari sorotan masyarakat dalam menyebarkan dakwahnya…”(Prof. Dr. Ali Gomaa, ulama besar Al-Azhar sekaligus mufti Mesir)
“Al-Albani tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam menetapkan nilai suatu hadis, baik shahih ataupun dhaif. la telah mengubah hadis-hadis dengan sesuatu yang tidak boleh menurut ulama hadis…” (Al-Muhaddits Prof. Dr. Abdullah al-Ghimari, Guru Besar llmu Hadis di universitas-univesitas Maroko).
“Maaf, mereka hanya menjadi bencana bagi sunnah dan fitnah bagi Islam secara keseluruhan. Pada kenyataannya, sesungguhnya penyakit-penyakit jiwa ada pada mereka yang sangat fanatik itu…” (Prof. Dr. Muhammad al-Ghazali, dai internasional terkemuka di Timur Tengah asal Mesir)
Di antara ciri sekte Salafi Wahabi yang paling menonjol adalah klaim kebenaran yang mereka sematkan kepada Salafi Wahabi golongan mereka sendiri. Demi menjaga klaim tersebut, apa pun mereka lakukan, termasuk menyerang segala pemahaman yang tidak sejalan. Tak aneh jika kemudian dakwah Salafi Wahabi ditentang di mana-mana, digugat oleh para ulama di setiap masa.
Buku ini memaparkan, secara ringkas dan cerdas berbagai kerancuan dan penyimpangan tokoh-tokoh utama sekte Salafi Wahabi, berikut gugatan para ulama terkemuka Ahlussunnah wal Jama’ah dari berbagai mazhab, dari berbagai generasi, berbagai belahan dunia, dan berbagai bidang keilmuan yang berbeda.
Biodata Penulis
Syaikh Idahram adalah pemerhati gerakan-gerakan Islam, lahir di Tanah Jawa, pada tahun I970-an. Ketertarikannya terhadap fenomena Salafi Wahabi terpupuk sejak ia melanglang buana dan belajar ke Timur Tengah, bertalaqqi kepada para masyayikh di sana dan berdiskusi dengan para ustadz.
Dalam upaya pencariannya itu, penulis pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalam liqa’ PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, pejabat teras ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyup dalam tasawuf dengan berbai’at kepada seorang syaikh.
Maraknya gerakan Islam garis keras di Indonesia, serta dorongan dari berbagai pihak, membuat dirinya memutuskan untuk menuliskan apa yang diamatinya selama ini tentang Salafi Wahabi. Ia sempat ragu ketika beberapa kawan mengingatkannya tentang teror yang kerap kali terjadi terhadap para pengkritik faham ini. Akan tetapi, atas rekomendasi dari para masyayikh, penulis akhirnya memutuskan untuk tetap menuliskan penelitiannya dengan menyiasati penggunaan nama pena, yaitu Syaikh Idahram.
Buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan sekte Salafl Wahabi ini hadir sebagai titik kulminasi dari rasa prihatin penulis terhadap persatuan dan ukhuwah umat Islam yang saat ini sangat meradang dan hanya tinggal wacana. Dia mencoba berpikir keras, dari mana persatuan umat ini harus dimulai. Hingga akhirnya, pencarian dan penelitian yang dilakukannya selama 9 tahun, mulai 2001 s.d. 2010, membuahkan buku sederhana di tangan pembaca ini.
Untuk sementara waktu, penulis hanya membuka ruang dialog melalui media email: salafiasli@yahoo.com. Terimakasih banyak.















wahabi salafi.. atau islam se… / arab saudi itu apa.?
Mas ferry
Benar tuh, ane sambangin isinya fitnah, kalau berani si firanda tanya dulu ke ustad Munzir sebelum tulis artikelnya, kan habib munzir masih hidup, apa susahnya sih tanya dulu sebelum ditulis.
Kan itu bisa jadi disebut prokator umat.
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dia yang aku banggakan , …………………………
Hanya Allah swt yang Maha Tahu dan Maha Penyayang.
Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
لا تجتمع هذه الأمة على ضلا
“Umat ini tidak akan bersepakat diatas Kesesatan.”
(HR. Asy-Syafi’I dalam Ar-Risalah)
http://thesaltasin.wordpress.com/2011/09/12/hadits-tanduk-setan-%E2%80%93-siapakah-salafi-wahabi/
firanda itu gemblung titel….kuliah sampai s3 tapi kelakuan kayak ESDE…
wk wk wk
, komen2 ane habis di firanda.com, padahal ane cuma tanya aja he he he…
sama,..nggak tampil2 dah 2x kirim beda hari…he..he..
Sama dong, dua coment ane jg tak diaprove Firanda. Ya sudahlah, memang itu watak Wahabi demikian. Tak usah heran dg kelukuan Wahabi dlm hal ini. Mereka paling tak suka dikritik, padahal ana cuma bilang sepertinya Firanda salah paham dg apa yg dimaksud Habib Munzir.
Sedangkan di coment yg lain ane cuma bilang bahwa akibat kesalahpahaman yg bersumber dari kebodohan nalar akan menimbulkan fitnah. Terus ane bilang lagi, awas jangan meludah ke langit ntar kena muka sendiri. akhirnya gak diaprove oleh Firanda sampai sekarang. Kayanya dia tdk suka dibilang bodoh dan meludah ke langit, ha ha ha…. gak berani dikatain dia, maunya dijunjung selangi aja, kasihan bener orang seperti ini.
Ane yakin pastilah ini proyek firanda yg bisa ditukar dg fulus Real Saudi.
itulah mas ucep,,
maunya ngeritik, tp nggak mau dikritik, maklum ilmunya dr buku,,,bkn dr guru!!!
ternyata semua blog kaum sawah,..podowae bin saruakeneh ya kang he..he……
akibat salah doktrin menghasilkan salah pemahaman dalam makna jihad, dan akibatnya semua orang yang tidak termasuk dalam golongannya (non islam) harus dibunuh dan dihabisi. ulama dan penyebar islam di tanah nusantara semenjak abad 8 masehi tidak pernah menanamkan bentuk juhad dengan membunuh diri dan membunuh manusia. buktinya pada abad 8 s/d 11 di ACeh dan Malaka terjalin perdagangan dengan negeri arab dan cina termasuk budaya dan agama, disitulah sastra islam (termasuk pengikut imam jafar sodiq maupun pengikut 4 madzab) masuk dengan damai dan mampu mengislamkan nusantara. sejarah juga mencatat perang padri Aceh abad 11 merupakan merupakan perang pemahaman antar islam tekstual (wahabi) dan isalam trdisional.
perang pemahaman dalam agama2 samawi) yang dihembuskan oleh yahudi akan terus berlanjut sampai akhir jaman. terjadinya bom bunuh diri salah satu contoh hasil dari perang pemahaman yang dibungkus agama. perekrutan, doktrinasi, semboyan kembali ke Alquran dan as sunnah, terjemahkan saja adalah merupakan cara2 membypass ummat guna menciptakan militansi. tidakkah kita mampu mecari contoh dari pendahulu kita (wali songo) dalam berdakwah. apakah dakwah mereka (wali songo) sudah tidak bisa sesuai pada saat ini?
bom bunuh diri merupakan hasil pendoktrinan agama secara tekstual. tidak kah kita khawatir dengan pemahaman2 seperti ini? saya sungguh khawatir generasi yang akan datang menajadi militan tanpa ada dasar agama yang rahamatan lilalamin. coba kita renungkan semenjak tk-sd-smp sudah mulai ada pendoktrinan memusyrikkan dan mengkafirkan sesama muslim, dan mulai tidak boleh menghormati bendera dll merupakan cara2 mendidik generasi berikutnya sesauai dengan pemahaman tertentu.
sudah menjadi kewajiban kita memberi peringatan sesama muslim dengan melihat dan mengkaji Al Quran dan Assunnah dengan melihat pemahaman para imam mujtahid melalui bimbingan guru yang memiliki sanad keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
dari kelompok islam manakah yang melakukan bom bunuh diri?
semoga Allah meridhoi dakwah internet ummtati
syukron
Welleh welleh….Firanda !!! Akibat ketidak-cerdasannya telah menebar fitnah darinya kepada Abu Salafy dan terakhir ini kepada Hb Munzir. Firanda akhirnya ketakutan sendiri dg mencabut tulisan2 fitnahnya kepada Hb Munzir. Makanya jadi manusia itu jangan hobby meludah ke langit. Beraninya bacah lulusan Nejd itu meludahi kebenaran. Terus terang aja ane tak suka dg kelakuannya menghantam Hb Munzir dg sebuah hadits Nabu Saw: “Tidak Beriman orang yg tidak amanah”. Bisa jadi itu berbalik ke Firanda sendiri, bocah bodoh yg sok pintar itu.
Ada blog wahabi yang lebih parah lagi dari blog nya kaum wahabi http://www.perpustakaan-islam.com/, isinya total wahabi.
ya dah di hapus kali,di bantahan salafy tobat juga sama dah nggak bisa di buka ,en comment ane dan temen ane di sana kena delet terus,…wkwk
ana illfeel ama bantahansalafitobat, wahabiun yang tidak fair tidak jujur dan terbuka, tidak sesuai dengan as sunnah dalam berdakwah dan jargon2nya. sering kali comment ana nyangkut tanpa sebab artinya dipenjara oleh dmin bantahansalafitobat
ingin rasanya memaki mereka dengan kata2 kotor, namun ana tersadar dan teringat kata2 guru ana berdakwah dan tadzkiro itu dengan hikmah dan perbuatan terpuji.
untuk sahabat aswaja mari kita saudara dan eman kita thd kesesatan faham wahabi ini.
ana illfeel ama bantahansalafitobat, wahabiun yang tidak fair tidak jujur dan terbuka, tidak sesuai dengan as sunnah dalam berdakwah dan jargon2nya. sering kali comment ana nyangkut tanpa sebab artinya dipenjara oleh dmin bantahansalafitobat
ingin rasanya memaki mereka dengan kata2 kotor, namun ana tersadar dan teringat kata2 guru ana berdakwah dan tadzkiro itu dengan hikmah dan perbuatan terpuji.
untuk sahabat aswaja mari kita sadarkan saudara dan teman kita thd kesesatan faham wahabi ini.
Siapa itu Syaikh Idahram al-Majhul? Paling2 keroyokan anggota LBM PCNU Jember yang dapat dana dari Wahid Institute, organisasi pengedar pluralisme agama di Indonesia.
Abu Salafy blog nya udah Gag Aktif lagi… Bukan lantaran mencari nafkah atau lainya… jika lantaran mencari nafkah dia jadi gag aktif.. emang kemaren-kemaren die kemana…??? belum dapet pekerjaan kali yee… jadi dia buat blog penyesat umat.. pas die dah dapet kerjaan die gag update-update dah tuh blognya…
ATAU DIE LAGI KEBINGUNGAN KALI YEE.. DIBANTAH ABIIIS AMA ust Firanda hafizhahullah, ama ust Abul Jauzza, Ama Ust Abu Usaaamah Sufyan, de el el..
ABU SALAFY LAGI BERTAPA..
HUH.. kuq ana memberi kan blog referensi di delete ama server ehmm… jangan-jangan nich server takut pengunjungnya lari ke blog-blog tauhid ya…….
Ibnu Abdillah@
Blog Wahabi kok blog Tauhid? Kalau setahu ane, blog Wahabi Itu sih blog perusak tauhid ! Tauhid jadi hancur gara2 dibagi tiga oleh kaum Wahabi. Masih ngaku-ngaku ahli tauhid kalian Wahabi?
firanda.com
muslim.or.id
qaulan-sadida.blogspot.com
moslemsunnah.wordpress.com
tauhid di bagi 3 ya…sama persis seperti Agama tetangga ane dongg
syiekh Muhammad sapa tong??
generasi Salaf-kah??
Nauduzubillah,
berarti benar perkataan Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. M.A, DR. Harpandi selaku Rektor Universitas Al-Aqidah Jakarta, yang menyatakan bahwa Syaikh Idahram dan penulis ini adalah majhul (tidak dikenal).
Bagaimana dikatakan buku yang ilmiah jika pengarangnya saja majhul? kalo hadist bisa dipastihan hadistnya palsu ataupun palsu. belum lagi matan/isinya. dijamin tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Saudaraku marilah kita berpikir kritis yang sehat dan ilimiah, menjauhkan fanatik dan tahasub buta.
diskusi dan pembahasn buku ini bisa dilihat di :
http://www.belajarislam.com/sejarah-berdarah-sekte-salafi-wahabi/
Semoga bisa sebagai pembanding
balik ke topik awal ini
ada yang tahu nggak kalau ” Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki pun menggelarinya dengan sebutan “Imam at-tauhid wa Ra`su al-Muwahhidin” (pemimpin tauhid dan kepala orang ahli tauhid) dalam kitabnya Mafahim Yajib an-Tushahhah[1] halaman 202
“Inilah dia Imam Tauhid dan kepala ahli tauhid mengatakan ucapannya yang benar dengan hikmahnya yang lurus yang karenanya dakwahnya tersebar di tengah-tengah manusia dan thariqatnya kesohor di kalangan orang khusus maupun orang kebanyakan.”
Nah, siapakah yang yang benar di antara keduanya? Jika Sayyid Muhammad ibn Alwiy al-Maliki benar dalam pernyataannya bahwa Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahhab adalah imam tauhid dan kepala ahli tauhid berarti Syaikh Idahram dan pendukung bukunya adalah “jahil“. Ataukah sebaliknya…?!
Lalu bandingkan dengan gelar yang diberikan oleh Syaikh Idahram dalam buku pertamanya, halaman 31, ia menjuluki Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahhab sebagai “ustadz kampung”!! Maka siapakah yang alim dan siapakah yang jahil? Syaikh Idahram yang masih majhul itu”
link http://alqiyamah.wordpress.com/2011/10/15/bantahan-buku-serial-aurat-buku-syaikh-idahram-2-mereka-memalsukan-kitab-kitab-karya-ulama-klasik-ustadz-agus-hasan-bashori-lc-m-ag/
Resensi tambahan untuk buku Ulama Sejagat Salafy Wahabi, silahkan klik link :
http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/12/34226/Buku/Menelanjangi_Kesesatan_Salafi_Wahabi.html
Maaf salah ketik, bukan : Ulama Sejagat Salafi Wahabi
yang benar :
Ulama Sejagat Menggugat Salafi Wahabi
Mohon maaf copasan lg dari : forsansalaf.com, untuk scan kitab bisa dilihat dulu di link :
Wahabi-Salafi Menentang Syeikh Ibnu Taimiyah
Submitted by forsan salaf on Sunday, 20 December 2009
Tak dipungkiri, banyak umat Islam resah dengan keberadaan Wahabi alias Salafy — demikian mereka menjatidirikan kelompoknya. Cara dakwah yang mereka lakukan, membuat umat Islam gerah. Mereka kerap mencela, bahkan menista ulama besar dan gerakan Islam di luar kelompoknya. Pelbagai tuduhan, hujatan, dan lontaran kata-kata kasar keluar dari mulut kaum Wahabi. Dengan enteng, mereka memberi cap-cap (stigma) buruk dengan sebutan ahlu bid’ah, khurafi, penyembah kubur, gerakan sempalan sesat, kepada tokoh dan gerakan Islam yang bukan kelompoknya. Anehnya, ketika (ulama) wahabi dikritik gerakan Islam lain karena hujjahnya, mereka tidak rela, bahkan menyerang balik habis-habisan para pengkritiknya.
Sebetulnya, kalau mereka mau menelaah ulang kitab para pendahulunya, seperti Ibnu Taimiyah sebagai tokoh sentral mereka. Mereka akan sadar bahwa Ibnu Taimiyah sendiri tidak se-ekstrem kaum salafi sekarang. Peringatan maulid misalnya, Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa merayakan maulid dengan dasar cinta Nabi Saw. adalah bernilai pahala. Kaum wahabi berpendapat sebaliknya. Mereka mengatakan perbuatan itu sebagai bid’ah, kurafat, dan pengkultusan yang ujung-ujungnya adalah syirik.
Bagi masyarakat Muslim, jika ada kelompok yang suka menyalahkan, mencaci-maki dan membid’ahkan amalan-amalan ahlussunnah, cukuplah dijawab dengan dalil-dalil imam mereka sendiri, yang akan kita bahas satu persatu. Dijamin, mereka bakal kelabakan dan diam seribu bahasa. Sebab, nyatanya mereka melabrak pendapat-pendapat para imam mereka sendiri.
Berikut kami tunjukkan beberapa bukti yang shahih.
PERTAMA, tentang maulid. Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, Iqtidha’ as-Sirath al-Mustaqim hal.269 menyatakan bahwa mereka yang mengagungkan maulid mendapat pahala besar karena tujuan baik dan pengagungan mereka kepada Rasulullah Saw..”
Video berikut akan memperjelas buktinya
Terjemah narasi:
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta. Amma ba’du
Peringatan maulid Nabi Saw. itu tergolong bid’ah hasanah. Peringatan semacam ini sudah ditradisikan sejak ratusan tahun lalu. Peringatan ini merupakan kesepakatan yang dilakukan oleh raja-raja, para ulama’, masayikh. Termasuk para ahli hadits, pakar fikih, orang-orang zuhud, para ahli ibadah dan berbagai individu dari kalangan awam.
Di samping itu, peringatan ini punya dasar kuat yang diambil dengan cara istinbath seperti telah dijelaskan Imam al-Hafid Ibnu Hajar dan para ulama ahlussunnah lainnya.
Diantara bidah dan kesesatan para penentang tawassul, mereka mengharamkan maulid dengan ekstrem. Bahkan seorang tokoh mereka, Abubakar Aljazairi –semoga Allah memberinya petunjuk- menyatakan, sembelihan yang disediakan untuk suguhan maulid lebih haram dari babi. Wal iyadzu billah, semoga Allah melindungi kita dari membenci Rasulillah Saw.
Begitu antinya mereka terhadap maulid. Namun yang menarik, Ibnu Taimiyah sendiri tidak mengharamkan, bahkan dalam sebagian fatwanya dia katakan, “Jika maulid dilaksanakan dengan niat baik akan membuahkan pahala,” artinya sah-sah saja dilakukan.
Marilah kita simak kitab Iqtidha’ as-Sirath al-Mustaqim karya seorang filosof mujassim Ahmad ibn Taimiyah (meninggal tahun 728 hijriah) cet. Darul Fikr Lebanon th.1421 H. Pada hal.269 Ibnu Taimiyah berkata,
“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutinan, segolongan orang terkadang melakukannya. Dan mereka mendapatkan pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya kepada Rasulullah Saw..”
Jika semua ini telah jelas, maka bersama siapakah kelompok sempalan wahabi ini? Mereka tidak bersama ahlussunnah wal jamaah. Tidak pula bersama tokohnya, Ibnu Taimiyah. Sepatutnya mereka mencela diri mereka sendiri, dan bertaubat dari kesesatan mereka selama masih ada kesempatan. Cukuplah sebagai kehinaan, penilaian buruk mereka terhadap hal yang telah disepakati kaum muslimin berabad-abad di penjuru timur dan barat bumi.
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kita taufiq untuk menjelaskan hal ini. Semoga salawat dan rahmat Allah tetap tercurah atas Rasulullah Saw..
KEDUA, Ibnu Taimiyah meriwayatkan kisah Abdullah bin Umar yang sembuh dari lumpuhnya setelah ia ber-istighasah dengan memanggil nama Rasulullah Saw..
Simak video berikut:
Terjemahnya:
Alhamdulillah Rabbil Alamin. Salawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw.. Amma ba’du, ini adalah kitab “al-Kalimut Toyyib” karya filsuf mujassim Ahmad bin Taimiyah al Harrani (w.728 H) cet. Darul kutub ilmiyah Beirut 1417 H
“عن الهيثم بن حنش قال كنا عند عبد الله بن عمر رضي الله عنهما فخدرت رجله أي أصابها مثل شلل فقال له رجل اذكر أحب الناس إليك فقال يا محمد فكأنما نشط من عقال -أي تعافى فورا-”.
Pada halaman 123 Ibnu Taimiyah berkata
“Dari al-Haitsam bin Hanasy dia berkata, ‘Kami sedang bersama Abdullah bin Umar r.a. tatkala tiba-tiba kakinya mendadak lumpuh, maka seorang menyarankan ’sebut nama orang yang paling kau cintai!’ maka Abdullah bin Umar berseru, ‘Ya Muhammad!’ maka dia pun seakan-akan terlepas dari ikatan, artinya sembuh seketika.”
Inilah yang diterangkan Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “al-Kalimut Toyyib” (perkataan yang baik), yakni dia menilai baik semua isi kitabnya.
Yang dilakukan Abdullah bin Umar ini adalah istighatsah dengan Rasulullah Saw. dengan ucapan ‘Ya Muhammad’
Dalam Islam ini diperbolehkan, Ibnu Taimiyah menganggapnya baik, menganjurkannya, dan mencantumkan dalam kitabnya, “al-Kalimut Toyyib”.
Ini menurut wahabi sudah termasuk kufur dan syirik, artinya istighasah dengan memanggil Nabi Saw. setelah beliau wafat adalah perbuatan kafir dan syirik menurut wahabi.
Apa yang akan dilakukan kaum wahabi sekarang? Apakah mereka akan mencabut pendapatnya yang mengkafirkan orang yang memanggil ‘Ya Muhammad’ ataukah mereka tidak akan mengikuti Ibnu Taimiyah dalam masalah ini? Padahal dialah yang mereka juluki Syeikhul islam.
Alangkah malunya mereka, alangkah malunya para imam yang diikuti Ibn Abdil Wahab karena pendapatnya bertentangan dengan pendapat kaum muslimin.
Dalam hal ini, kaum wahabi, dengan akidah mereka yang rusak, telah mengkafirkan Ibnu Taimiyah, karena ia telah menganggap baik hal yang syirik dan kufur menurut anggapan mereka.
Ini semua adalah bukti bahwa mereka adalah kelompok mudzabdzab (plin-plan), kontradiksi dan menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah
Segala puji selamanya bagi Allah, di permulaan dan penghujung.
KETIGA, dalam Majmu Fatawanya Jilid 4 Hal.379 Ibnu Taimiyah mengakui keberadaan wali qutb, autad dan abdal. Dia juga menegaskan, jika malaikat membagi rejeki dan mengatur alam maka orang-orang saleh bisa berbuat lebih dari para malaikat. Apalagi para wali qutb, Autad, Ghauts, wali abdal dan Nujaba’. (Scan kitab klik di sini)
وَقَدْ قَالُوا : إنَّ عُلَمَاءَ الْآدَمِيِّينَ مَعَ وُجُودِ الْمُنَافِي وَالْمُضَادِّ أَحْسَنُ وَأَفْضَلُ . ثُمَّ هُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ كَمَا يُلْهَمُونَ النَّفَسَ ؛ وَأَمَّا النَّفْعُ الْمُتَعَدِّي وَالنَّفْعُ لِلْخَلْقِ وَتَدْبِيرُ الْعَالَمِ فَقَدْ قَالُوا هُمْ تَجْرِي أَرْزَاقُ الْعِبَادِ عَلَى أَيْدِيهِمْ وَيَنْزِلُونَ بِالْعُلُومِ وَالْوَحْيِ وَيَحْفَظُونَ وَيُمْسِكُونَ وَغَيْرُ ذَلِكَ مِنْ أَفْعَالِ الْمَلَائِكَةِ . وَالْجَوَابُ : أَنَّ صَالِحَ الْبَشَرِ لَهُمْ مِثْلُ ذَلِكَ وَأَكْثَرُ مِنْهُ وَيَكْفِيك مِنْ ذَلِكَ شَفَاعَةُ الشَّافِعِ الْمُشَفَّعُ فِي الْمُذْنِبِينَ وَشَفَاعَتُهُ فِي الْبَشَرِ كَيْ يُحَاسَبُوا وَشَفَاعَتُهُ فِي أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَدْخُلُوا الْجَنَّةَ . ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ تَقَعُ شَفَاعَةُ الْمَلَائِكَةِ وَأَيْنَ هُمْ مِنْ قَوْلِهِ : { وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ } ؟ وَأَيْنَ هُمْ عَنْ الَّذِينَ : { وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ } ؟ وَأَيْنَ هُمْ مِمَّنْ يَدْعُونَ إلَى الْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ ؛ وَمَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً ؟ وَأَيْنَ هُمْ مِنْ قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” { إنَّ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَشْفَعُ فِي أَكْثَرَ مِنْ رَبِيعَةَ وَمُضَرَ } ” ؟ وَأَيْنَ هُمْ مِنْ الْأَقْطَابِ وَالْأَوْتَادِ والأغواث ؛ وَالْأَبْدَالِ وَالنُّجَبَاءِ ؟
Apakah ini pendapat Ibnu Taimiyah ini tergolong khurafat, takhayul dan bid’ah? Adakah dasarnya dari Qur’an dan Sunnah?
KEEMPAT, tentang hadiah pahala, Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa barangsiapa mengingkari sampainya amalan orang hidup pada orang yang meninggal maka ia termasuk ahli bid’ah. Dalam Majmu’ fatawa jilid 24 halaman 306 ia menyatakan, “Para imam telah sepakat bahwa mayit bisa mendapat manfaat dari hadiah orang lain. Ini termasuk hal yang pasti diketahui dalam agama Islam, dan telah ditunjukkan dengan dalil kitab, sunnah, dan ijma’ (konsensus) ulama’. Barang siapa menentang hal tersebut, maka dia termasuk ahli bid’ah”. (Scan kitab klik di sini)
Hal senada juga diungkapkannya berulang-ulang di kitabnya, Majmu’ Fatawa, diantaranya pada Jilid 24 hal. 324 (scan kitab klik di sini)
KELIMA, tentang tasawuf. Dalam kumpulan fatwa jilid 10 hal. 507, Syeikh Ibnu Taimiyah berkata, “Adapun para imam sufi dan para syeikh yang dulu dikenal luas, seperti Imam Juneid bin Muhammad beserta pengikutnya, Syeikh Abdul Qadir Jaelani serta yang lainnya. Maka, mereka adalah orang-orang yang paling teguh dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.”
Selanjutnya, pada jilid. 11 hal. 18 Ibnu Taimiyah berkata,
والصواب أنهم مجتهدون في طاعة الله
“Yang benar, para sufi adalah mujtahidin dalam taat kepada Allah.” (scan kitab klik di sini)
KEENAM, pujian Ibnu Taimiyah terhadap para ulama sufi. Berikut ini kutipan dari surat panjang Ibnu Taimiyah pada jamaah Imam Sufi Syekh Adi bin Musafir Al Umawi, (Majmu’ Fatawa jilid 3 hal. 363-377). Ini sudah cukup menjadi bukti, begitu hormatnya Ibnu Taimiyah pada kaum sufi.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مِنْ أَحْمَدَ ابْنِ تيمية إلَى مَنْ يَصِلُ إلَيْهِ هَذَا الْكِتَابُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ الْمُنْتَسِبِينَ إلَى السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ ؛ الْمُنْتَمِينَ إلَى جَمَاعَةِ الشَّيْخِ الْعَارِفِ الْقُدْوَةِ . أَبِي الْبَرَكَاتِ عَدِيِّ بْنِ مُسَافِرٍ الْأُمَوِيِّ ” – رَحِمَهُ اللَّهُ – وَمَنْ نَحَا نَحْوَهُمْ –
Dari Ahmad Ibnu Taimiyah kepada penerima surat ini, kaum muslimin yang tergolong Ahlussunnah wal Jamaah, yang bernisbat pada jamaah Syeikh al-Arif, seorang panutan, Yang penuh berkah, Adi bin Musafir Al Umawi (Scan kitab klik di sini)
وَلِهَذَا كَثُرَ فِيكُمْ مِنْ أَهْلِ الصَّلَاحِ وَالدِّينِ..
Karenanya, banyak diantara kalian orang-orang saleh yang taat beragama.. (scan kitab klik di sini)
وَفِي أَهْلِ الزَّهَادَةِ وَالْعِبَادَةِ مِنْكُمْ مَنْ لَهُ الْأَحْوَالُ الزَّكِيَّةُ وَالطَّرِيقَةُ الْمَرْضِيَّةُ وَلَهُ الْمُكَاشَفَاتُ وَالتَّصَرُّفَاتُ . وَفِيكُمْ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللَّهِ الْمُتَّقِينَ مَنْ لَهُ لِسَانُ صِدْقٍ فِي الْعَالَمِينَ
Diantara orang-orang zuhud dan ahli ibadah dari golongan kalian terdapat mereka yang punya kepribadian bersih, jalan yang diridoi, ahli mukasyafah dan tasarruf. Diantara kalian juga terdapat para wali Allah yang bertakwa dan menjadi buah tutur yang baik di alam raya. (Scan kitab klik di sini)
Cermati kata-kata yang dipakai Ibnu Taimiyah dalam risalahnya berikut: panutan, Abil barakat, berkepribadian bersih, jalan yang diridoi, ahli mukasyafah dan tasarruf, para wali Allah. Semua itu menyuratkan pengakuan beliau akan kebesaran orang-orang sufi yang bersih hati. Adakah orang-orang wahabi sekarang ini meneladani beliau?
Surat tersebut selengkapnya juga bisa dibaca di Maktabah Syamilah versi 2 Juz 1 hal. 285-286.
KETUJUH, Ibnu Taimiyah mengakui khirqah sufiyah dalam kitabnya, Minhajus Sunnah Jilid 4 Hal. 155
الخرق متعددة أشهرها خرقتان خرقة إلى عمر وخرقة إلى علي فخرقة عمر لها إسنادان إسناد إلى أويس القرني وإسناد إلى أبي مسلم الخولاني وأما الخرقة المنسوبة إلى علي فإسنادها إلى الحسن البصري
“Khirqah itu ada banyak macamnya. Yang paling masyhur ada dua, yakni khirqah yang bersambung kepada Sayidina Umar dan khirqah yang bersambung kepada Sayidina Ali bin Abi Thalib. Khirqah Umar memiliki dua sanad, sanad kepada Uwais Al-Qarniy dan sanad kepada Abu Muslim Al-Khawlaniy. Adapun khirqah yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib, sanadnya sampai kepada Imam Hasan Al-Bashri.” (Scan kitab klik di sini)
Jelas sudah, Ibnu Taimiyah menyatakan keberadaan sanad khirqah ini. Lantas, apakah beliau punya sanad khirqah? Dalam kitab yang sama beliau memberi jawab,
وقد كتبت أسانيد الخرقة لأنه كان لنا فيها أسانيد
“Aku telah menulis sanad-sanad khirqah, karena kami juga punya beberapa sanad khirqah” (scan kitab klik di sini)
Kini kita telah paham, Ibnu Taimiyah ternyata memiliki khirqah. Tak hanya satu, tapi beberapa. Lantas apakah Syaikh-syaikh wahabi saat ini juga punya khirqah seperti halnya Ibnu Taimiyah?.
KEDELAPAN, Pernyataan bahwa seluruh alam takkan diciptakan kalau bukan karena Rasulullah Saw. bisa dibenarkan. (Majmu’ Fatawa jilid 11 hal. 98)
وَمُحَمَّدٌ إنْسَانُ هَذَا الْعَيْنِ ؛ وَقُطْبُ هَذِهِ الرَّحَى وَأَقْسَامُ هَذَا الْجَمْعِ كَانَ كَأَنَّهَا غَايَةُ الْغَايَاتِ فِي الْمَخْلُوقَاتِ فَمَا يُنْكَرُ أَنْ يُقَالَ : إنَّهُ لِأَجْلِهِ خُلِقَتْ جَمِيعهَا وَإِنَّهُ لَوْلَاهُ لَمَا خُلِقَتْ فَإِذَا فُسِّرَ هَذَا الْكَلَامُ وَنَحْوُهُ بِمَا يَدُلُّ عَلَيْهِ الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ قُبِلَ ذَلِكَ
“Nabi Muhammad Saw. adalah esensi kedua mata ini. Beliau adalah poros segala pergerakan alam ini. Ia laksana puncak dari seluruh penciptaan. Maka tak bisa ditepis lagi bahwa untuk beliaulah seluruh alam ini diciptakan. Kalau bukan karena beliau, takkan wujud seluruh semesta ini. Bila ucapan ini dan semisalnya ditafsir sesuai dengan Al-Quran dan Hadis maka hendaknya diterima.” (Scan kitab klik di sini)
Demikianlah sekelumit data dari hasil penelitian obyektif pada kitab-kitab Ibnu Taimiyah sebagai rujukan kaum wahabi. Tak ada sentimen pribadi yang melandasi tulisan ini. Kami hanya berharap semua pihak bisa menerima kebenaran secara obyektif, lalu tak ada lagi sikap cela-mencela di antara sesama muslim. Ibnu KhariQ
Pingback: The Girl With The Dragon Tattoo FULL MOVIE