Inilah Daftar Lengkap Situs Website Salafy Wahabi Indonesia
Bisa jadi selama ini anda merasa bukan seorang Wahabi tetapi termasuk pengunjung setia website yang dikelola Wahabi / Salafy. Bagi anda yang masih awam agama, tentunya sulit mengenali apakah website yang jadi langganan anda bermuatan faham Wahabi atau Ahlussunnah Wal Jamaah? Dan anda sedikit atau banyak mungkin sudah tertular ajaran-ajaran Wahabi tanpa sadar. Jika tidak mengenalinya akan sulit membedakan apakah itu ajaran Wahabi atau bukan sebab mereka juga pandai menyamar dengan memakai baju Ahlussunnah Wal Jama’ah. Padahal mereka adalah Wahabi tulen, tidak kurang sedikit pun ciri khas Wahabi-nya. Dan yang bisa melihatnya dengan jelas tentunya mereka yang sudah berpengalaman secara empiris dan aktual bergelut dengan Wahabisme sebagai salah satu aliran / sekte Islam.
Juga bagi anda yang kebetulan adalah para pengikut Wahabisme (ajaran Syaikh Muhammad bib Abdul Wahhab), maka daftar lengkap Website Salafy or Wahabi ini kami persembahkan untuk anda. Silahkan kunjungi sepuas anda, dan kami sudah tentu tidak akan merasa iri sedikit pun atas kunjungan anda ke website-website di bawah ini. Kalau akan merasa iri tentunya kami tidak akan memuatnya untuk anda bukan? Semuanya bebas terserah pilihan anda bahkan kami berikan fasilitas sehingga anda tinggal klik dan meluncur ke sana.
Tapi bagi anda yang bukan pengikut Salafy Wahabi, kami beritahu bahwa daftar lengkap website berikut ini adalah website milik Wahabi or Salafy (Salafy Wahabi) dan berisisi ajaran Wahabisme-nya. Hati-hati dan waspadalah, jika anda tertular virus Wahabi akan susah dicarikan obatnya alias sulit untuk bertaubat karena sudah merasa paling benar, anda akan merasa orang-orang yang menggenggam kebenran satu-satunya.
Berikut adalah daftar lengkapnya:
http://www.alsofwah.or.id/
http://muslim.or.id/
http://abuzuhriy.com/
http://alqiyamah.wordpress.com/
http://pengusahamuslim.com/
http://almanhaj.or.id/
http://ahlulhadiits.wordpress.com/
http://assunnah-qatar.com/
http://salafiyunpad.wordpress.com/
http://www.salafy.or.id/
http://www.darussalaf.or.id/
http://darussunnah.or.id/
http://almakassari.com/
http://kaahil.wordpress.com/
http://ekonomisyariat.com/
http://ainuamri.wordpress.com/
http://ahlussunnah.info/
http://www.raudhatulmuhibbin.org/
http://salafyitb.wordpress.com/
http://assunnah.web.id/
http://quranicaudio.com/
http://ulamasunnah.wordpress.com/
http://perpustakaan-islam.com/
http://samuderailmu.wordpress.com/
http://ngaji-online.com/
http://haditsarbain.wordpress.com/
http://badaronline.com/
http://arabindo.co.nr/
http://moslemsunnah.wordpress.com/
WEBSITE / BLOG PARA USTADZ SALFY WAHABI
http://www.kajianislam.net/————> Ust Abdullah Hadrami
http://rumaysho.com/—————–> Ust Muhammad Abduh
http://abusalma.net/——————> Ust Abu Salma Al Atsary
http://abusalma.wordpress.com/——-> Ust Abu Salma Al Atsary
http://nasihatonline.wordpress.com/—-> Ust Sofyan Chalid Ruray
http://al-atsariyyah.com/————–> Ust Hammad Abu Muawwiyah
http://abul-jauzaa.blogspot.com/——-> Ust Abu al Jauzaa
http://firanda.com/——————-> Ust. Firanda Andirja
——-> Ust Badrusalam, Lc
————–> Ust Kholid Syamhudi, Lc
http://ustadzaris.com/ —————-> Ust Aris Munandar, SS
http://media-ilmu.com/ ————–> Ust Zainal Abidin, Lc
————–> Ust Abu Haidar
http://ahmadsabiq.com/ ————–> Ust Ahmad Sabiq
http://abuzubair.net/ —————–> Ust Abu Zubair Al Hawary
http://abumushlih.com/—————-> Ust Abu Mushlih
http://ustadzfaiz.com/—————–> Ust Ahmas Faiz Asifuddin.
http://ustadzmuslim.com/——-> Ust Abu Isma’il Muslim Al Atsari
http://noorakhmad.blogspot.com/——> Ust Abu Ali
http://abu0dihyah.wordpress.com/—–> Ust Marwan
http://abuthalib.blogspot.com/——> Ust Andy Abu Thalib al Atsary
http://basweidan.wordpress.com/—> Ust Abu Hudzaifah al Atsary, Lc.
http://alhujjah.wordpress.com/——–> Ust Abdul Mu’thi
http://adniku.wordpress.com/———> Ust Adni Kurniawan, Lc.
http://sabilulilmi.wordpress.com/——> Ust Resa Gunarsa, Lc.
http://www.zainalabidin.org/———–>Ust Zainal Abidin, Lc.
. Ustadz Abdullah Roy, Lc.
http://www.ustadzabuihsan.blogspot.com/… Ust Abu Ihsan Al Atsari
. Ust Ali Saman Hasan, Lc.
. Ust Fariq Gazim An-Nuz
http://abumushlih.com/ ———-> Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi
http://muhammad-assewed.blogspot.com/… Ust Muhammad As Sewed
http://albamalanjy.wordpress.com/–> Ust Abu Ubaidillah Al Bamalanjiy
http://abiubaidah.com/ ———-> Ust Abu Ubaidah As Sidawi
http://www.serambimadinah.com/> Mahasiswa Univ. Islam Madinah KSA
http://abuabdurrahman.com/ —> Mahasiswa Univ. Al-Azhar Mesir
; Ust Musyaffa ad Dariniy, Lc.
http://abuabdurrahman.com/—-> Ust Abu Abdirrahman (Al Azhar)
Abu Khaulah)
WEBSITE AKHWAT, MUSLIMAH DAN REMAJA SALAFY WAHABI
http://muslimah.or.id/
http://remajaislam.com/
http://akhwat.web.id/
http://sobat-muda.com/
http://menikahsunnah.wordpress.com/
http://ummusalma.wordpress.com/
http://ummushofiyya.wordpress.com/
SITUS MEDIA TV DAN RADIO STREAMING YANG DIKELOLA SALAFY WAHABI
1. DAKWAH TV
www.dakwahtv.com
2. SARANA SUNNAH TV
http://sss-tv.com/
3. AHSAN TV INDONESIA {channel 11VHF}
http://ahsan.tv/
4. RODJA TV
http://www.rodjatv.com/
RADIO ONLINE LENGKAP
http://belasalafy.wordpress.com/rad…
1. RADIO RODJA ~ 756 AM
Area : Jabodetabek, Cileungsi, dan sekitarnya
Alamat Website http://www.radiorodja.com/
Alamat Streaming http://live.radiorodja.com/
Facebook : .
2. RADIO HANG FM ~ 106 FM
Area : Batam dan sekitarnya
Alamat Website http://www.hang106.or.id/
Alamat Streaming
http://www.hang106.or.id:1106/
3. RADIO ASSUNNAH
Area : Cirebon dan sekitarnya
Alamat Website http://www.radioassunnah.com/
Alamat Streaming :
4. RADIO MUSLIM
Alamat : Yogyakarta
Alamat Website http://www.radiomuslim.com/
Alamat Streaming http://live.radiomuslim.com/
5. RADIO SUARA QUR’AN ~ 94,4 FM
Area : Solo dan sekitarnya
Alamat Website http://www.radioarroyyan.com/
Alamat Streaming http://live.radioarroyyan.com/
6. RADIO AL IMAN
Alamat : Surabaya
Alamat Website http://alimanradio.or.id/
Alamat Streaming http://live.alimanradio.or.id/
7. RADIO ARROYYAN
Alamat : Gresik
Alamat Website http://www.radioarroyyan.com/
Alamat Streaming http://live.radioarroyyan.com/
8. RADIO AL BAYAN
Alamat Website http://
Alamat Streaming
9. RADIO NGAJI ONLINE
Alamat Website http://www.ngaji-online.com/
Alamat Streaming
10. RADIO TELAGA HATI
Alamat Website http://abuzubair.net/
Alamat Streaming
11. ANNASH RADIO – Jakarta
http://www.annashradio.com/
12. RADIO MU’ADZ – Kendari
http://www.radiomuadz.com/
13. RADIO SYIAR SUNNAH 981 KHz – Yogyakarta
14. RADIO HIDAYAH 103.4 FM – Pekanbaru
http://hidayahfm.com/
Silahkan tambahkan jika ada yang belum masuk daftar di atas lewat kolom komentar….

Print halaman ini













Dulu saya ahli ziarah ,dari kecil hingga menjelang umur 20 ziarah kubur yg saya lakukan yaitu ziarah
Yang dengan wasilah orang “sholeh” yang ada dalam kubur kita boleh berdo’a kepda Allah dan menyebuykan semua hajat kita di hadapan maqom auliya ,namun anehnya setelah saya berumur 20th guru ngaji saya koq nyuruh berdo’a sudah bukan wasilah lagi melainkan langsung memohon/meminta/berdo’a kepada sang ahli kubur Na’udzubillahi mindzalik ! ,tolong akhi dari aswaja apakah benar ini.di perbolehkan dalam islam?
Alhamdulilah saya mengaji di manhaj salafy terus terang hati saya tentram dan merasa sangat bersyukur dengan hidayah Allah SWT ini,tapi saya ingin tau jawaban dari akhi/ukhti aswaja ini yang dengan gigih nya menghujat menghina membenci manhaj salafy.
Wassalam
@mantan pemimpin maulid
DALIL TAWASSUL
Bahwa tawassul dengan Nabi SAW bisa pada saat beliau masih hidup, telah tiada, ketika beliau ada di tempat atau tidak berada di tempat.
Hadits ini telah diriwayatkan oleh At-Thabarani dan menyebutkan pada awalnya sebuah kisah sbb : seorang lelaki berulang-ulang datang kepada ‘Utsman ibn ‘Affan untuk keperluannya. ‘Utsman sendiri tidak pernah menoleh kepadanya dan tidak mempedulikan keperluannya. Lalu lelaki itu bertemu dengan ‘Utsman ibn Hunaif. Kepada Utsman ibn Hunaif ia mengadukan sikap Utsman ibn ‘Affan kepadanya. “Pergilah ke tempat wudlu, “ suruh ‘Utsman ibn Hunaif, “lalu masuklah ke masjid untuk sholat dua raka’at. Kemudian bacalah doa’ : “Ya Allah sungguh saya memohon kepada Mu bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad, Nabi rahmat. Wahai Muhammad, saya bertawassul kepada Tuhanmu lewat dengan engkau. Maka kabulkanlah keperluanku.” Dan sebutkanlah keperluanmu….!
Lelaki itu pun pergi melaksanakan saran dari Utsman ibn Hunaif. Ia datang menuju pintu gerbang Utsman ibn Affan yang langsung disambut oleh penjaga pintu. Dengan memegang tanggannya, sang penjaga langsung memasukkannya menemui Utsman ibn Affan. Utsman mempersilahkan keduanya duduk di atas permadani bersama dirinya. “Apa keperluanmu,” tanya Utsman. Lelaki itu pun menyebutkan keperluannya kemudian Utman memenuhinya. “Engkau tidak pernah menyebutkan keperluanmu hingga tiba saat ini.” kata Utsman, “Jika kapan-kapan ada keperluan datanglah kepada saya,” lanjut
Utsman. Setelah keluar, lelaki itu berjumpa dengan Utsman ibn Hunaif dan menyapanya, “ Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Utsman ibn Affan sebelumnya tidak pernah mempedulikan keperluanku dan tidak pernah menoleh kepadaku sampai engkau berbicara dengannya. “Demi Allah, saya tidak pernah berbicara dengan Utsman ibn Affan. Namun aku menyaksikan Rasulullah didatangi seorang lelaki buta yang mengadukan matanya yang buta. “Adakah kamu mau bersabar ?” kata beliau. “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penuntun dan saya merasa kerepotan,”katanya. “Datanglah ke tempat wudlu’ lalu berwudlu’lah kemudian sholatlah dua raka’at. Sesudahnya bacalah do’a ini.” “Maka demi Allah, kami belum bubar dan belum lama obrolan selesai sampai lelaki buta itu masuk seolah ia belum pernah mengalami kebutaan.” Kata Utsman ibn Hunaif.
Al-Mundziri berkata, “Hadits di atas diriwayatkan oleh At-Thabarani.” Setelah menyebut hadits ini At-Thabarani berkomentar, “Status hadits ini shahih.” ( At-Targhib jilid 1 hlm.
440. Demikian pula disebutkan dalam Majma’u Az-Zawaid. Jilid 2 hlm. 279 ). Syaikh Ibnu Taimiyyah berkata, “At-Thabarani berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Syu’bah dari Abu Ja’far yang nama aslinya ‘Umair ibn Yazid, seorang yang dapat dipercaya. Utsman ibn Amr sendirian meriwayatkan hadits ini dari Syu’bah. Abu Abdillah Al-Maqdisi mengatakan, “Hadits ini shahih.”Kata penulis, “Ibnu Taimiyyah berkata, “At-Thabarani menyebut hadits ini diriwayatkan sendirian oleh Utsman ibn Umair sesuai informasi yang ia miliki dan tidak sampai kepadanya riwayat Rauh ibn Ubadah dari Syu’bah. Riwayat Rauh dari Syu’bah ini adalah isnad yang shahih yang menjelaskan bahwa Utsman tidak sendirian meriwayatkan hadits.” (Qa’idah Jalilah fi at-Tawassul wal Wasilah. hlm 106).
Dari paparan di atas, nyatalah bahwa kisah di muka dinilai shahih oleh At-Thabarani Al- Hafidh Abu Abdillah Al-Maqdisi. Penilaian shahih ini juga dikutip oleh Al-Hafidh Al- Mundziri, Al-Hafidh Nuruddin Al-Haitsami dan Syaikh Ibnu Taimiyyah. Kesimpulan dari kisah di muka adalah bahwa Utsman ibn Hunaif, sang perawi hadits yang menjadi saksi dari kisah tersebut, telah mengajarkan do’a yang berisi tawassul dengan Nabi SAW dan memanggil beliau untuk memohon pertolongan setelah beliau wafat, kepada orang yang mengadukan kelambanan khalifah Utsman ibn Affan untuk mengabulkan keperluannya. Ketika lelaki itu mengira bahwa kebutuhannya dipenuhi berkat ucapan Utsman ibn Hunaif kepada khlaifah, Utsman segera menolak anggapan ini dan menceritakan hadits yang telah ia dengar dan ia saksikan untuk menegaskan kepadanya bahwa kebutuhannya dikabulkan berkat tawassul dengan Nabi SAW, panggilan dan permohonan bantuannya kepada beliau SAW. Utsman juga meyakinkan lelaki itu dengan bersumpah bahwa ia sama sekali tidak berbicara apa-apa dengan khalifah menyangkut kebutuhannya.
Diriwayatkan bahwa dihadapan Ibn Abbas ra ada seorang yang keram kakinya, lalu berkata Ibn Abbas ra : “Sebut nama orang yg paling kau cintai..!”, maka berkata orang itu dengan suara keras.. : “Muhammad..!”, maka dalam sekejap hilanglah sakit keramnya (diriwayatkan oleh Imam Hakim, Ibn Sunniy, dan diriwayatkan oleh Imam Tabrani dengan sanad hasan) dan riwayat ini pun diriwayatkan oleh Imam Nawawi pada Al Adzkar.
Al-Imam Al-Hafidh As-Syaikh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir mengatakan, “Sekelompok ulama, diantaranya Syaikh Abu Al-Manshur As-Shabbagh dalam kitabnya As-Syaamil menuturkan sebuah kisah dari Al ‘Utbi yang mengatakan, “Saya sedang duduk di samping kuburan Nabi SAW. Lalu datanglah seorang A’rabi (penduduk pedalaman Arab) kepadanya, “Assalamu’alaika, wahai Rasulullah saya mendengar Allah berfirman : “Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul-pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S.An.Nisaa` : 64).
Dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan atas dosaku dan memohon syafaat denganmu kepada Tuhanku.” Kata A’rabi. Kemudian A’rabi tadi pergi. Sesudah kepergiannya saya tertidur dan bermimpi bertemu Nabi SAW, “Kejarlah si A’rabi dan berilah kabar gembira bahwa Allah telah mengampuni dosanya.”
Kisah ini diriwayatkan oleh An-Nawawi dalam kitabnya yang populer Al-Idhaah pada bab 6 hlm. 498. juga diriwayatkan oleh Al-Hafidh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Syaikh Abu Muhammad Ibnu Qudamah juga meriwayatkannya dalam kitabnya Al-Mughni jilid 3 hlm. 556. Syaikh Abu Al-Faraj ibnu Qudamah dalam kitabnya As-Syarh Al-Kabir jilid 3 hlm. 495, dan Syaikh Manshur ibn Yunus Al-Bahuti dalam kitabnya yang dikenal dengan nama Kasysyaafu Al-Qinaa’ yang notabene salah satu kitab paling populer dalam madzhab Hambali jilid 5 hlm. 30 juga mengutip kisah dalam hadits di atas.
Al-Imam Al-Qurthubi, pilar para mufassir menyebutkan sebuah kisah serupa dalam tafsirnya yang dikenal dengan nama Al-Jaami’. Ia mengatakan, “Abu Shadiq meriwayatkan dari ‘Ali yang berkata, “Tiga hari setelah kami mengubur Rasulullah datang kepadaku seorang a’rabi. Ia merebahkan tubuhnya pada kuburan beliau dan menabur-naburkan tanah kuburan di atas kepalanya sambil berkata, “Engkau mengatakan, wahai Rasulullah!, maka kami mendengar sabdamu dan hafal apa yang dari Allah dan darimu. Dan salah satu ayat yang turun kepadamu adalah : Saya telah berbuat dzolim kepada diriku sendiri dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan untukku.” Kemudian dari arah kubur muncul suara : “Sesungguhnya engkau telah mendapat ampunan.” (Tafsir Al-Qurthubi jilid 5 hlm. 265
Dalam kitab asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al Mushthafa, al Qadli ‘Iyadl menulis: “Ketika khalifah al Manshur menunaikan ibadah haji lalu ziarah ke makam Rasulullah, ia bertanya kepada Imam Malik (guru Imam Syafi’i): “Aku menghadap kiblat dan berdo’a ataukah aku menghadap (makam) Rasulullah?”. Imam Malik menjawab: “Kenapa anda memalingkan wajah dari beliau sedangkan beliau adalah wasilah anda dan wasilah bapak anda, Adam ‘alayhissalam ?, menghadaplah kepada beliau dan berdo’alah kepada Allah agar anda memperoleh syafa’at dari beliau, niscaya Allah akan menjadikan beliau pemberi syafaat bagi anda”. Cerita ini adalah shahih tanpa ada perselisihan pendapat, sebagaimana yang dikatakan Imam Taqiyyuddin al Hushni (lihat: Daf’u Syubah man Syabbaha wa Tamarrada, hlm. 74 dan 115).
Sedangkan tentang mengambil berkah dengan berziarah ke makam para nabi dan wali, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Nabi Musa as. berkata, “Ya Allah, dekatkanlah aku kepada tanah suci sejauh satu lemparan dengan batu.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, seandainya aku ada disampingnya, tentu aku beritahu kalian letak makam Musa, yaitu di tepi jalan di sebelah bukit pasir merah.”
Ketika menjelaskan maksud hadits tersebut, al-Hafizh al-’Iraqi berkata: “Hadits tersebut menjelaskan anjuran mengetahui makam orang-orang saleh untuk dizarahi dan dipenuhi haknya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menyebutkan tanda-tanda makam Nabi Musa u yaitu pada makam yang sekarang dikenal masyarakat sebagai makam beliau. Yang jelas, tempat tersebut adalah makam yang ditunjukkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Tharh al-Tatsrib).
Karena itu para ahli hadits seperti al Hafizh Syamsuddin ibn al Jazari mengatakan dalam kitabnya ‘Uddah al Hishn al Hashin : ” Di antara tempat dikabulkannya doa adalah kuburan orang-orang yang saleh “.
Masalah tawassul dengan para nabi dan orang saleh ini hukumnya boleh dengan ijma’ para ulama Islam sebagaimana dinyatakan oleh ulama madzhab empat seperti al Mardawi al Hanbali dalam Kitabnya al Inshaf, al Imam as-Subki asy-Syafi’i dalam kitabnya Syifa as-Saqam, Mulla Ali al Qari al Hanafi dalam Syarh al Misykat, Ibn al Hajj al Maliki dalam kitabnya al Madkhal.
substansi tawassul :
1. Tawassul adalah salah satu metode berdoa dan salah satu pintu dari pintu-pintu untuk menghadap Allah SWT. Maksud sesungguhnya adalah Allah. Obyek yang dijadikan tawassul berperan sebagai mediator untuk mendekatkan diri kepada Allah. Siapapun yang meyakini di luar batasan ini berarti ia telah musyrik.
2. Orang yang melakukan tawassul tidak bertawassul dengan mediator tersebut kecuali karena ia memang mencintainya dan meyakini bahwa Allah mencintainya. Jika ternyata penilaiannya keliru niscaya ia akan menjadi orang yang paling menjauhinya dan paling membencinya.
3. Orang yang bertawassul jika meyakini bahwa media yang dijadikan untuk bertawassul kepada Allah itu bisa memberi manfaat dan derita dengan sendirinya
sebagaimana Allah atau tanpa izin-Nya, niscaya ia musyrik.
4. Tawassul bukanlah suatu keharusan dan terkabulnya do’a tidaklah ditentukan dengannya. Justru yang asli adalah berdoa kepada Allah secara mutlak,
sebagaimana firman Allah yang artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S.Al.Baqarah : 186), Juga dalam firmanNya : “Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaa Al-Husna nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (Q.S.Al-Israa` : 11)
@mantan pemimpin maulid
intinya, tawassul itu diperbolehkan. namun, jika dalam pelaksanaannya terjadi kemusyrikan, yg salah adalah orangnya, bukan tawassulnya. jd, yg harus diperingatkan adalah bagaimana cara tawassul yg benar, sehingga tidak terjatuh dalam kemusyrikan.
saya tertarik juga dengan komentar anda : “akhi/ukhti aswaja ini yang dengan gigih nya menghujat menghina membenci manhaj salafy”. perlu anda ketahui, yg pertama kali menghina dan menghujat itu bukan kami, tapi kalian, kelompok salafi wahabi. yg paling menyakitkan dari hinaan dan hujatan yg keluar dari mulut kotor kalian adalah dengan mengatakan bahwa as’ariyyah dan maturidiyyah itu sesat.
Memang betul akhi agung ,ana sering melihat manhaj salaf yang membid’ahkan ‘memusyrikan,tapi cukup sampai situ tidak ada fitnah hujatan atas dasar kebencian,kami ingin akhi/ukhti sekalian selamat ,menunjukan jalan sunnah,tapi pembicaraan akhi sangat pedas, “mulut kotor” “antek yahudi” dan kata-kata lain yang membuat ana seorang “mantan” malah semakin ngeri ,mari kita dapatkan hati aswaja dengan akhlak mulia, mari kita raih simpati manhaj salaf dengan cara terindah, bisa kan akhi ??
MPM@
Anda mengaku sbg mantan pemimpin maulid, coba jelaskan apa itu Maulid dan apa yg anda lakukan sewaktu memimpin maulid, sehingga sekarang rela jadi mantan?
Kalau mantan maling… bagus, mantan preman… bagus, mantan Wahabi…. bagus, kalau mantan pemimpin maulid di mana itu bagusnya?
mbak, kalau sy boleh ngomong nih.. biar sesuatu yang tidak substansi gak melebar, bukankah kata “mantan pemimpin maulid” bisa diartikan “jamaah maulid”.. kan lebih baik. ya itu cuma menurutku saja.. Jadi kan gak perlu memperpanjang diskusi yang gak subtantif agar fokus ke hujjah bantahan saja dan ketidakbersepakatan dengan para salafy..
Mas Adi,
Saya akui memang kurang substantif, begitu pun kalimat2 yg ditulis oleh MPM@ juga tidak ada yg subtantif . Hanya saja, kalau saya mencoba memahami apa yg ada di balik kalimat “mantan pemimpin maulid” itu mengandung unsur penghinaan terhadap jamaah maulid sebagai sesuatu yg buruk seghingga ia seakan bangga menjadi mantan. Mungkin ini sama dengan kalimat “mantan Kiyai NU” yg disandang Mahrus Ali si penghina Kiyai-kiyai NU. Nahh… di sinilah substansinya, Mas Adi.
Oleh karena itulah saya menimpali dg menulis kalimat “mantan preman lebih bagus” sebab mantan preman ada yg menjadi da’i handal semacam Anton Medan yg sekarang punya pesantren. Sebaliknya, Mantan pemimpin Maulid lalu menjadi Wahabi, ini jelas2 buruk menurut sudut pandang saya, tentunya alasan atau argumentasinya sangat banyak.
Demikian, mas Adi…. tidak apa2 kalau antum tidak setuju dg saya. Saya cuma mencoba menjelaskan “substansinya” yang menurut antum tidak ada substansinya.
Mohon maaf kalau koment2 saya nggak bermutu. Ini karena kebodohan saya semata-mata.
Astaghfirullohaladzim !!! Ukhti kejam pembicaraan anda ini….
Ana tidak akan melayani pertanyaan dari hati yang telah di isi dengan kebencian….
Maaf ukhti putri……. yang jelas ana tidak mengada-ada kejadian dan ana mengerti maulid nabi secara menyeluruh. Jazakillah
emangnya maulid itu apa, kok sepertinya antum bangga menjadi mantan pemimpin maulid? Coba jelaskan menurut pengalaman antum, nanti akan ketahuan apakah antum ini orang yg dusta atau jujur?
Baik ukhti sarah…
Pada prinsipnya sekalipun ana sekarang manhaj salaf,sebetulnya ana sangat setuju dengan perayaan maulid nabi (hanya prinsip ana saja bukan prinsip manhaj salaf) kenapa saya bgitu ?…..
Ukhti ,ana sangat sedih melihat keadaan jaman sekarang,anak2 kecil tidak tau siapa Rosululloh,bagaimana sejarah Rosul nah dengan momen maulid nabi mari kita sampaikan siapa yang patut di idolakan oleh remaja kita,siapa ahklaknya yang patut di contoh,nah maulid.seperti inilah yg akan ana gelar nanti di masjid jama’ah ana.
Terus knapa antum koq malah jadi mantan pemimpin maulid ? (Pasti itu pertnyaan nya kan )
Ana mundur dari memimpin maulid yang di dalam nya terdapat hal2 yang tidak sesuai ajaran islam.
Contoh kebiasaan yg biasa ana lakukan :
Wajib hukumnya “nyawer” (melemparkan uang di atas podium di bagikan kejama’ah) uang itu yang didapat dari hasil maulid harus di simpan di tempat penyimpanan uang jualan (brangkas/dolak uang),maaf ukhti, sepertinya itu churafat ya ,makanya ana tinggalkan
Dan banyak hal lain lagi yang sebetulnya maulid di masyarakat kita yg essensi nya ke syirikan,
maaf ukhti ana harus tidur , jadi cuma segitu yang bisa ana sampaikan, ana takut kesiangan tahajud ,jazakillah Ya ukhti
Maaf ukhti sarah….
Uang nya di simpan di brangkas supaya mendatangkan keberkahan,dan bisa jadi penglaris jualan,satu lagi yg juga hukumnya wajib yaitu membuat tumpeng dan tumpeng nya nanti dimakan bersama2 jamaah dan di pastikan sebelum anda buang air besar, maka makanan yg telah terkena maulid di jamin akan merontokan dosa2 anda.
Kalau menurut ana terlalu melebih-lebihkan,tapi ana gk tau bagaimana tanggapan ukhti tentang itu ?
Tolong kejadian ini di daerah mana, waktu dan jam berapa? tolong sekali lagi tolong, kenapa setiap ada kejanggalan yang dilihat adalah amrun khorij bukan esensinya. kalau anda hanya melihat amrun khorij, niscaya akan sangat banyak bumerang bagi anda dan teman-teman anda.
Wallohu a’lam
Koq aneh antum menganggap bahwa itu amrun khorij,lucu…… maaf akhi laskar, ngaji aja dulu ya .
Faham amrun khorij?
Wallohu a’lam
Apa inti dari maulid?
Satu ilustrasi sederhana tentang amrun khorij.
Dalam melaksanakan tawaf , pasti terjadi himpit-himpitan lelaki-perempuan bukan mahram (ikhthilath). Menurut anda, kita tetep melakukan tawaf apa ngga? Tawafnya haram apa ngga?
Wallohu a’lam
Maaf kang, aku seribu persen tdk percaya kalau antum mantam pemimpin maulid. Yang anda ceritakan ini, seumur hidup saya tidak pernah melihat hal seperti itu dalam peringatan Maulid Nabi. Jelas lah anda ketahuan ngarangnya alias dusta. Anda adalah asli Wahabi dan saya yakin 1000 persen anda adalah pendusta.
Kalau antum belum pernah tahu atau belum pernah ikut dalam peringatan maulid Nabi. niih… saya kasih tahu sedikit gambaran dalam acara Maulid Nabi saw.
1- PEMBUKAAN, biasanya dibuka dg bacaan Surat Al Fatihah
2- Pemabacaan Ayat2 Suci Al Qur’an, biasanya dibacakan oleh seorang Qor’ atau Qori’ah.
3- SAMBUTAN-SAMBUTAN, oleh pak Lurah, Pak Bupati, sambutan panitia dan sambutan2 lain.
4- Pembacaan kisah Maulid Nabi, mungkin yg dibaca kitab Barzanzi, kitab Burdah, kitab Dhiya’l Lami’, dll, banyak sekali kitab kecil tentang Maulid Nabi Saw.
5- Acara Inti, biasanya diisi dg Tausiyah atau ceramah agama disampaikan oleh penceramah, biasnya Kiyai, Ustadz atau Habib.
6- Penutup / Do’a, biasanya dibacakan oleh sesepuh desa, atau Kiyai yg sholih prilakunya, baik prilaku vertikal ataupun prilaku Horizontalnya.
Nah… itulah biasanya susunan acaranya, kurang lebihnya seperti itu, Akhi…
Kalau cerita antum itu mungkin antum dapatkan dari cerita buku2 karangan ustadz2 Wahabi yg biasanya penuh dg fitnah kepada Maulid Nabi saw.
Betul Mbak Putri, sajak awal kemunculannya juga saya sudah nggak percaya kalau dia ini ikut acara Maulid, makanya saya pancing agar dia ceritakan apa mualid nabi, ternyata benar2 pendusta.
Mana ada Maulid nabi seperti yg dia ceritakan, kalau ada pastilah saya sudah melihatnya sejak kecil. Tapi nyatanya sampai detik ini saya tidak pernah melihat seperti yg diceritakannya.
Justru yg disampaiakan Mbak Putri itulah THE TRUE MAULID NABI SAW, dan seperti yg disampaikan Mbak Putri itulah yg saya lihat dan ikuti sejak masih kecil.
WAHABI MEMANG BENAR-BENAR TUKANG FITNAH, benar lah ciri2 yg dijelaskan oleh Nabi saw dalam hadits2nya tentang fitnah kaum yg muncul dari Najd ini.
Oooo…. tidak apa2 kalau anda tidak percaya,anda menuduh saya berdusta ? Tahukan anda apa konsekuensi menuduh seseorang berdusta padahal ia jujur ? Semoga Alloh membukakan hati anda ukhti putri dan ukhti sarah. Tuduhan anda wahabi pendusta ‘mksdnya wahabi yang didirikan oleh abdul wahab bin rustum,kalau kami manhaj salaf yg pencetusnya muhammad bin abdul wahab اِ نْ شَآ ءَ اللّه yang kami sampaikan ialah jalan kebenaran tidak dengan di sertai dusta dan fitnah.jazakillah
MPM@
Anda benar2 berdusta tentang pengakuan anda sebgai mantan pemimpin maulid, hal ini ketahuan dari cerita anda mengenai maulid yg jelas2 tidak pernah saya lihat ada maulid seperti dalam cerita anda. Maulid yg benar adalah seperti apa yg dijelaskan oleh Mbak Putri. Sya heran dg anda yg ngotot dalam kedustaan tentang Maulid.
Adapun mengenai anda sebagai Wahabi saya 1000 persen percaya tanpa keraguan sedikit pun, karena dari tulisan anda ini sangat memperjelas bahwa anda adalah seorang Wahabi asli.
Wahabi adalah ajaran yg muncul dari Najd Arab Saudi yg dirintis oleh Muhammad BAW, sedangkan mengenai Wahabi Rustumiyyah adalah cerita dusta, lagi2 Wahabi memang hoby banget dalam berdusta. Wahabi Rustumiyyah sesungguhnya tidak pernah ada, itu adalah cerita karangan yg tidak pernah ada dalam kenyataan. Hal ini sudah dibuktikan oleh para ahli sejarah, coba cari di gugel tentang Wahabi Rustumiyyah.
Hahaha….. anda tidak perlu heran uhkti sarah kalau ana ngotot….. soal nya ana berkata jujur ana pernah PALING DEPAN dalam maulid,anda belum pernah melihat prosesi maulid seperti itu,yang penuh dengan tahayul,bid’ah dan churafat, kacian ukhti ,sini dong main ke kampung ana kita silaturahim tapi pas waktunya maulid nanti akan ana tunjukin tuh maulid nabi seperti itu, o iya bawa air juga wajib pake botol air mineral nanti sepulang maulid.di pake mandi supaya tubuh nya berkah.,”SYIRIK” NA’UDZUBILLAH MINDZALIK !!
Cerita Fiktif WAHABI RUSTUMIYYAH:
http://ummatipress.com/2012/12/10/encyclopedia-britannica-membongkar-sejarah-fiktif-wahabi-rustumiyyah/
anda ini membingungkan. Kami aswaja TIDAK PERNAH BERKEYAKINAN MAULID WAJIB, Saya tekankan maulid tidak wajib. kok ada acara sawer wajib, tumpengan wajib? Tolong kejadian ini di daerah mana, waktu dan jam berapa?
Wallohu A’lam
@mantan pemimpin maulid
para ulama seperti imam tajudin as subki, imam izzudin bin abdussalam, mengatakan bahwa mazhab asy’ariyyah (maturidiyyah) adalah aqidah yg selamat, dan di akui kebenarannya. dan mazhab asy’ariyyah juga diakui kebenarannya oleh keluarga ahlul bait, sebagaimana pernyataan Al-‘Ârif Billâh al-Imâm as-Sayyid Abdullah ibn Alawi al-Haddad. sedangkan menurut salafi wahabi, asy’ariyyah itu sesat. ITU NAMANYA FITNAH. ARTINYA MULUT KALIAN MEMANG KOTOR.
sama seperti ummu abdillah, ummu hasanah dan abu dzar si ahlul bid’ah dholalah, yg berkeyakinan bahwa Allah swt. yg maha suci itu bertempat. tapi ketika diajukan pertanyaan, tidak bisa menjawab, ngakunya paling murni aqidahnya.
tawassul itu sunnah, dan telah disepakati oleh ulama ulama mazhab yg empat. mengapa kalian bilang itu syirik? apakah puluhan imam yg memperbolehkan tawassul itu telah mengajarkan suatu ke syirikan?
Kemudian masalah bid’ah, dari generasi ke genarasi sudah dijelaskan, bahwa hadist yg berkaitan dengan bid’ah bermakna umum tapi terkhususkan. sekarang saya tanya, jika sesuatu, atau perkara baru tidak ada keterangan yg jelas dan pasti dari al-qur’an dan hadist, apa yg harus dilakukan?
Bismillah,
Saya siap melayani diskusi dengan saudaraku dari salafi yang agak berilmu one vs one…
silahkan tentukan temanya… Boleh pilih salah satu :
- Kupas tuntas tentang Bid’ah
- Tawassul
- Maulid
- Tahlilan… dll
Maaf sekali-sekali kami harus “sombong”….
kalo kata kyai ane, “sombong” sama orang SOMBONG itu sedekah akhi….
lanjutkan, ane dukung demi mengungkap kebenaran dan mengungkap kebusukan wahabi….
pengalaman sy, mereka jarang ndengerin.. xixixi.. tinggal lungo ae.. ora ono sing meluni kok, kecuali pemuda-pemuda tanggung
Syukron ya Akhi wa ukhti ana baru sadar……
Ternyata ana gak bisa kembali ke aswaja,cara bicara anda sangat sungguh sangat disayangkan,
Lihat lah Rosul ya akhi/ukhti ,ketika beliau berdakwah dengan lisan,efek nya bermacam-macam, ada yang meludahinya,ada yang melemparnya dng batu,ada yg menyebutnya pembual,tapi ketika Rosul berdakwah dengan akhlak efek nya sangat HEBAT ,hingga guncangan nya pun terasa di seluruh dunia.
Bagaimana antum bisa menyuguhkan akhlak mulia sedangkan pembicaraan antum seperti ini,
Jika anda semua !!! Merasa bahwa paham anda paling benar saya sangat setuju.
Tapi “ANDA MENGATAKAN BAHWA MANTAN MALING BAGUS ,MANTAN WAHABI BAGUS” seolah manyetarakan antara maling dan salafus sholih sejajar,ana yaqin ALLOH SWT pasti tidak Ridho.
Subhanalloh inilah perkataan para calon ‘Alim ‘Ulama wahai saudaraku,selamat menyaksikan.
Silahkan akhi mamak,
Ana ingin tau dalil ketika ada orang yang meninggal di haruskan ada upacara membaca:
Al-ikhlas (dikampung saya 11x)
Al-falaq
An-nas
Surat Albaqarah 284-286
Ayat kursi
Yasin
Tolong tunjukan hadistnya bahwa rangkaian ini telah di anjurkan oleh Rosul ketika “ada orang yang meninggal”
Jazakalloh.
Bismillaah,
Saudraku mpm@, semakin nampak ketidak tahuan anda tentang aswaja…. krn DLM aswaja tidal ada keharusan APA yang anda maksud, yang ada adalah anjuran….
Dari sink saja anda tidal layak berdiskusi, maaf kapasitas anda hanya bertanya…. says harap anda menyadari kebodohan Dan kebohongan anda…
MPM@ sudahlah ente ngabisin waktu ngobrol sama orang yang bodoh bin dungu di kasih tau malah ngomong pendusta,heh ente ente pade ye ane kasih tau.
Ane manhaj salafy ngebid’ahin& nge musrikin bukan tanpa dalil yg kuat,tapi ente pade ngehina kaum salafy tanpa dasar ilmiah yang kuat,dasar nya hanya benci dan dasar GOBLOK.
ketahuan deh dari mulut siapa muncul kata (maaf) GOBLOK…
Awas….!!!
Tanduknya nongol…..!!!
@ MPM,,,Tapi “ANDA MENGATAKAN BAHWA MANTAN MALING BAGUS ,MANTAN WAHABI BAGUS” seolah manyetarakan antara maling dan salafus sholih sejajar,ana yaqin ALLOH SWT pasti tidak Ridho.
Subhanalloh inilah perkataan para calon ‘Alim ‘Ulama wahai saudaraku,selamat menyaksikan…
..Alloh Lebih Tidak Ridho atas kelakuan antum.. melakukan penyimpangan makna ” WAHABI” SEBAGAI SALAFUS SOHOLIH,,, JANGAN NGAKU2 LAH SEBAGAI SALAFUS SHOLIH dari zamannya aja uda beda,, salaf sholih adalah para pendahulu kita yg sholih yaitu generasi awal sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in,,,Nah wahabi .. Muhammab Bin Abdul Wahhab Lahir 1701 M bagaimana bisa ada org yg ngaku salaf sholih krn ngikut Wahhabi.. Wallohu a’lam
Mas mantan Tolong di cermati kemusykilan saya:
Dalam kitab Imam Ibnu Taimiyyah dan Imam Ibnu Qoyyim plem Syaikh Abd Wahhab.
Ada pembagian:
Bab,
Fashlun,
Far’un,
Tatimmah,
Muhimmah,
Dan lainnya
Yang saya tanyakan sederhana. Tolong tunjukan hadistnya bahwa rangkaian ini telah di anjurkan oleh Rosul?
Wallohu a’lam
tolong hadist yang eksplisit mas mantan….. jangan yang penuh takwilan dan multitafsir, karena kalau itu jawaban anda. apa bedanya dengan kami? apalagi dengan alasan maslahah mursalah. coba tunjukkan kemurnian hadist dan qur’an anda.
Wallohu a’lam
Akhi…..apabila ana mengeluarkan semua jawaban yg anda tanyakan ,apa antum akan mengakui kebenaran manhaj salaf ?
Coba uji saya…..
Wallohu a’lam
@MPM & @Lasykar,
Kami persilahkan antum berdua utk mendiskusikannya lebih detail lagi, saya senang ternyata @MPM punya banyak jawaban yang Insya Allah bisa membuka hati dan pikiran bagi yang menyimak disini.
Buat Mas Admin mohonijin diberikan ruang disini buat @MPM dan Mas Lasykar, buat temen2 yg lain berikan kesempatan buat @MPM dan Mas Lasykar…
Astaghfirulloh…….
Ana terlalu ikut syetan,dengan melayani debat ini hati jadi kotor bahkan saudara ana “anti bid’ah” pun jadi terbawa kotor ,mungkin ia sakit hati saudaranya di hina ,ana akhiri perdebatan ini.jika antum “keukeuh” ingin bertanya seputar manhaj salaf ,tuh di atas sudah di sebutkan banyak malah silahkan masuk ke web yg di sebutkan di atas.
Wassalamualaikum…..
Bismillah.
buat para pengikut ibn tamiyah, al wahab, al utsaimin dan variannya
jika ajaran mereka benar pasti karya mereka dapat membuat sholat menjadi khusuk dan tanda khusuk telah diriwayatkan baik Al Quran maupun Hadits.
Sholat Istikharahlah berkali-kali wahai saudaraku.
seperti imam bukhari saat menulis haditsnya, saat imam nawawi menusi syarah muslim
jika telah selesai maka anda dapat menemuni kami di sekolahnya ALLAH, alamatnya di dalam hati.
salam sejahtera untuk kalian semua yang dalam mengkaji ilmu dizaman FITNAH
@MPM
Ente mengatakan: Contoh kebiasaan yg biasa ana lakukan :
Wajib hukumnya “nyawer” (melemparkan uang di atas podium di bagikan kejama’ah) uang itu yang didapat dari hasil maulid harus di simpan di tempat penyimpanan uang jualan (brangkas/dolak uang),maaf ukhti, sepertinya itu churafat ya ,makanya ana tinggalkan
Dan banyak hal lain lagi yang sebetulnya maulid di masyarakat kita yg essensi nya ke syirikan,
maaf ukhti ana harus tidur , jadi cuma segitu yang bisa ana sampaikan, ana takut kesiangan tahajud ,jazakillah Ya ukhti
Pernyataan diatas sering saya dengar dari para ustadz wahabi pada waktu saya masih berada di lingkungan wahabi dulu, tapi setelah saya buktikan maka hal itu tidak ada sama sekali. Sebulan yang lalu saya baru mengadakan maulid dilingkungan saya, Alhamdulillah jauh dari pernaytaan yg disebutkan mas MPM, acara maulid tersebut saya ikutkan bagi para siswa2 dan saya cukup kaget bahwa mereka tidak mengetahui kapan Nabi muhammad lahir, siapa ibu Rasul, siapa bapak Rasul dan peristiwa2 apa yang terjadi pada waktu kelahiran Rasul, semua mereka tidak mengetahuinya. Disini sgt jelas bgm kita bisa mencintai islam kalau keluarga Rasul sendiri aja tidak tahu. Dan saya pikir banyak hikmah yang harus dijadikan pelajaran dalam perayaan Maulid.
Coba aja dech anda berdialog dengan Guru anda (Wahabi) bahwa pelarangan perayaan maulid hanya merupakan ijtihad semata dan saya belum menemukan ayat dan hadist yang melarang perayaan maulid. Ayat dan hadist yang ada hanya sebuah pendekatan semata dan tidak secara jelas menerangkan pelarangan.
Dan bagaimana oarang muslim yang mengadakan perayaan maulid, mereka juga mengikuti ijtihad semata dan banyak dalil2 yang berhubungan dengan perayaan tersebut.
Jadi jelasnya adalah pelarangan maulid adalah ijtihad dan pengadaan perayaan maulid juga mrpkan ijtihad. Inilah yang harus kita sikapi bhw wahabi dan aswaja berbeda pendapat, tapi kenyataaannya di majelis wahabi selalu mengatakan perayaan maulid adalah bid’ah. Ini sangat berkesan arogan.
Mas MPM, coba buka pikiran anda dan luas kan hati anda untuk menerima kebenaran yang telah disampaikan oleh rekan aswaja disini.
Anda meninggalkan maulid bukan berarti maulid itu salah atau anda meninggalkan sholat bukan berarti sholat itu salah.
Banyak orang yang rajin sholat tapi tingkah lakunya buruk, apa kita bisa bilang bahwa kita harus meninggalkan sholat. Terus anda bilang bhw perayaan maulid banyak yang sesat dan syirik apa kita bilang harus meninggalkan maulid, Nauuzubillah min jalik.
Mas MPM masih banyak orang yang sholatnya baik dan tingkah laku juga baik dan masih banyak perayaan maulid Nabi yang baik yang juga diikuti oleh orang yang baik pula. Jadi kita harus jujur menyikapi masalah.
Kalau MPM masih mau melihat bukti ,nanti saya undang di tempat saya untuk melihat secara langsung perayaan maulid di tempat kami. Insyaalah udah banyak orang wahabi yang saya undang mereka menyaksikan sendiri apa isi maulid tersebut. Asal tahu aja ya mereka para wahabi pada waktu masih kecil sering juga mengadakan maulid oleh ortu mereka, tapi sejak mereka dewasa mereka udah jarang mengikuti maulid nabi krn banyak ustadz mereka yang mempengaruhi ahlak mereka menjadi jauh dari aswaja.
Dan Mereka setelah datang keperarayaan tersebut berpendapat bhw perayaan tersebut seperti majelis zikir dan selanjutnya mereka nggak berani lagi nyebut maulid nabi sebagai ibadah bid’ah yang sesat.
Tambahan lagi buat MPM,
Ini adalah pernyataan tantangan buat anda, kalau memang ada hadist atau ayat Alquran yang menyatakan bhw ” Perayaan Maulid Nabi Muhammad adalah sesat dan syirik” maka detik ini juga saya akan masuk kembali ke paham wahabi.
Salam aswaja dan semoga rekan aswaja tetap istiqomah menjalankan dakwah yang benar dan sabar menghadapi para pendusta dalam agama ini.
Bismillah,
Setuju mas Salman….
ajib dengan ngeyelnya MPM
mana MPMnya…….????? haaaaaa kabur lagiiiiii….
@MPM Matur nuwun mas vijay….Silahkan mas mantan….
Dimulai dari maulid atau tahlilan?
Tapi sebelumnya sudilah mas mpm membuktikan kata-kata anda, tentang ujian anda.
Sebagai pertanyaan pembuka:
SAYA MEMINTA HADIST DAN AL QUR’AN YANG MELARANG MAULID DAN TAHLILAN dan bagaimana menurut anda tarjamah ini:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Tidak beriman seseorang diantara kalian sehingga menjadikan diriku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari).
di perkuat dengan:
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al Kitab (Alquran) ini.” (Maryam: 51).
“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Alquran.” (Maryam: 16).
“Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. (Ibrahim: 5).
Dan penggalan makalah dari mas abu khilya ini
SYAIKH IBN TAIMIYAH DAN TAHLILAN, YASINAN, (DZIKIR BERJAMA’AH)
وَسُئِلَ : عَنْ رَجُلٍ يُنْكِرُ عَلَى أَهْلِ الذِّكْرِ يَقُولُ لَهُمْ : هَذَا الذِّكْرُ بِدْعَةٌ وَجَهْرُكُمْ فِي الذِّكْرِ بِدْعَةٌ وَهُمْ يَفْتَتِحُونَ بِالْقُرْآنِ وَيَخْتَتِمُونَ ثُمَّ يَدْعُونَ لِلْمُسْلِمِينَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ وَيَجْمَعُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّحْمِيدَ وَالتَّهْلِيلَ وَالتَّكْبِيرَ وَالْحَوْقَلَةَ وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُنْكِرُ يُعْمِلُ السَّمَاعَ مَرَّاتٍ بِالتَّصْفِيقِ وَيُبْطِلُ الذِّكْرَ فِي وَقْتِ عَمَلِ السَّمَاعِ ”
Syaikh Ibnu Taimiyah ditanya tentang seseorang yang mengingkari ahli dzikir (berjama’ah) dengan berkata pada mereka : “Dzikir kalian ini bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah.” Jama’ah tersebut memulai dan menutup dzikirnya dengan al qur’an, lalu mendo’akan kaum muslimin yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Mereka merangkai bacaan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, Hauqolah (Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah) dan sholawat kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam ?
فَأَجَابَ : الِاجْتِمَاعُ لِذِكْرِ اللهِ وَاسْتِمَاعِ كِتَابِهِ وَالدُّعَاءِ عَمَلٌ صَالِحٌ وَهُوَ مِنْ أَفْضَلِ الْقُرُبَاتِ وَالْعِبَادَاتِ فِي الْأَوْقَاتِ فَفِي الصَّحِيحِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { إنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ فَإِذَا مَرُّوا بِقَوْمِ يَذْكُرُونَ اللهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إلَى حَاجَتِكُمْ } وَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَفِيهِ { وَجَدْنَاهُمْ يُسَبِّحُونَك وَيَحْمَدُونَك } لَكِنْ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ هَذَا أَحْيَانًا فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ وَالْأَمْكِنَةِ فَلَا يُجْعَلُ سُنَّةً رَاتِبَةً يُحَافَظُ عَلَيْهَا إلَّا مَا سَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُدَاوَمَةَ عَلَيْهِ فِي الْجَمَاعَاتِ ؟ مِنْ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فِي الْجَمَاعَاتِ وَمِنْ الْجُمُعَاتِ وَالْأَعْيَادِ وَنَحْوِ ذَلِكَ . وَأَمَّا مُحَافَظَةُ الْإِنْسَانِ عَلَى أَوْرَادٍ لَهُ مِنْ الصَّلَاةِ أَوْ الْقِرَاءَةِ أَوْ الذِّكْرِ أَوْ الدُّعَاءِ طَرَفَيْ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ وَغَيْر ذَلِكَ : فَهَذَا سُنَّةُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِ اللهِ قَدِيمًا وَحَدِيثًا
Syaikh Ibnu Taimiyah menjawab :”Berkumpul untuk berdzikir, mendengarkan al qur’an dan berdo’a adalah amal sholih dan termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama di setiap waktu. Dalam shohih (Al Bukhori) bahwasannya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya Alloh memiliki banyak malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Alloh, maka mereka memanggil : “Silahkan sampaikan hajat kalian”, Ibnu Taimiyah menuturkan hadits tersebut (secara utuh), dan didalamnya terdapat redaksi; “Kami menemukan mereka bertasbih dan bertahmid kepada-Mu”. Akan tetapi hendaknya hal ini dilakukan dalam sebagian waktu dan keadaan, dan tidak menjadikannya sebagai sunnah yang dipelihara yang mengiringi sholat, kecuali perkara yang telah di contohkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam untuk di lakukan secara istiqomah berupa sholat lima waktu, jum’at, dan perayaan-perayaan (‘id) juga yang semisal. Adapun memelihara rutinitas wirid-wirid yang ada padanya, berupa sholawat, bacaan al qur’an, dzikir, atau do’a setiap pagi dan sore serta pada sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan hamba-hamba Alloh yang sholih zaman dahulu dan sekarang. (Majmu’ Fataawaa, vol. 22, hal. 520)
Mungkin dalam fatwa Syaikh ibnu taimiyyah anda akan menyoroti masalah tahsis waktu, kalau itu… insya alloh akan ada amunisi selanjutnya.
Silahkan…. Wallohu a’lam….
@MPM, monggo disanggah paparan Mas Lasykar, jika tidak berkenan silahkan sampaikan hujjah/jawaban anda yang katanya BANYAK, jika anda DIAM tanpa sanggahan berarti kami anggap anda telah rujuk MAULID dan TAHLILAN boleh dan anda juga rujuk bahwa Ibn Taymiyah membolehkannya…
kang Lasykar,
Coba terangkan yang dimaksud ibadah yang antum pahami…syukron, karena apa yang antum jelaskan diatas termasuk bagian dari ibadah. Jangan balik tanya sebelum dijawab.
Mas syahid, senyum itu dapat pahala ngga? Ibadah ngga? Apalagi sedekah, dzikir, hubbunnabiy? Coba mas liat liat ibadah mahdloh ghoiru mahdloh dalam situs ini. Makasih tanggapannya. makasih mas vijay mas mpm. Dan teman2 ummati. Maaf lg di perjalanan pake hp.
Wallohu a’lam
@MPM,
Satu lagi supaya lebih focus mohon untuk tidak memperlebar TOPIKnya…
Parah nih admin,komen ana yg di atas gk di buka….
numpang nyimak diskusi mas……..
sambil nunggu MPM nyari dalil copas ang buat diskusi dengan mas lasykar
http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/12/20/ikut-tradisi-siapa-yah/#comment-9268
Maaf akhi ada banyak urusan penting ,maaf ana sibuk bekerja,silahkan anda ajukan pertanyaan di link di atas sana,admin nya responsif segala pertanyaan di pasti di jawabnya,maaf ana harus cari nafkah untuk anak istri,jazakalloh ana berkesan diskusi dengan antum,
Mungkin antum sering melihat orang2 manhaj salaf (wahabi menurut antum) keras dalam menyampaikan dakwah nya,ini mungkin yg melatar belakangi antum keras dalam berbicara,tapi ana tidak ,ana moderat,kemarin guru ngaji ana mengadakan maulid ana ikut berpartisipasi,ikut menghadiri tapi jelas tidak seperti dulu,mungkin ana beda sekarang, tapi ana masih mencintai kawan,saudara,guru ngaji termasuk antum,ana mencintai saudara sesama muslim. Afwan .Maaf ana harus bekerja,mohon do’anya Wassalamualaikum
To admin ; tolong bukakan komen ana tgl 18 maret pkl 09:13
Ooooo… jadi kamu pemilik blog asli bumiayu yg arogan itu ya? Mana komentar ana kok tidak ada yg dimunculkan, tahu nggak saya nulis capek nte sembarangan aja main umpetin koment2 ane. Nggak sudi ane main ke blog nte lagi, capek tahu?
mending main di sini aje kagak pakai moderasi, lebih enak langsung muncul. Oh ya, kalau baca artikel di blog nte bukan bikin pinter tapi semakin bikin ane semakin goblog, nalar ane jadi jadi bego kalau baca artikel2 di blog ente.
Blog aslibumiayu itu memang tidak pernah menampilkan komentar2 yang tidak sejalan atau kritik atau bantahan atas ide dia..kecuali mungkin yg mudah dia bantah ditampilkan.. sama aja yang muslim.or.id juga dibantah dan didebat dikit sudah deh tidak pernah dimuat lagi…yg paling g amanah itu komentar dipotong semau mereka..ckckck.. makanya kawan kawan wahabi kalo mau diskusi terbuka saja sama ustadz ustadz aswaja..rekam dan upload di youtube… di forum terbuka spt itu pembohong akan mudah keliatan.. Mahrus Ali saja diundang IAIN surabaya buat bedah buku minta dikawal brimob satu kompi..hahahaha..geblek
“MUNGKIN ANTUM SERING MELIHAT ORANG2 MANHAJ SALAF (WAHABI MENURUT ANTUM) KERAS DALAM MENYAMPAIKAN DAKWAH NYA,INI MUNGKIN YG MELATAR BELAKANGI ANTUM KERAS DALAM BERBICARA,TAPI ANA TIDAK ,ANA MODERAT”,
Anda mengingatkan teman diskusi saya akhinal kirom masnun tholab di bamah.net waktu mengakhiri diskusi tahlilan. saya tidak keras mas… saya hanya berhati-hati agar tidak terjerumus dalam al jidal, sesuai mandat yg di berikan beliau-beliau panutan saya. Dan amin…. Semoga anda menjadi moderat sebenar, tidak mudah menjustifikasi amalan sebelum meneliti kadar dalil yang ada.
Wallohu a’lam
@mpm
maaf mas… ummaty bukan web pengecut sperti wahaby
ikut nyimak…
Astaghfirulloh apa ini mksd nya admin,ana gk ngerti knapa 2 komen ana gk di buka ,”waiting moderation” knapa ini admin,???
Kang MPM@
Web Ummati ini disetting untuk komentar langsung muncul alias tidak ada moderasi. Coba tanyakan pada komentator-komentator yg lain apakah komentarnya dimoderasi atau langsung muncul? Bagaimana teman-teman semuanya, apakah komentar antum dimoderasi, atau langsungsung muncul?
Kang MPM@
Bagitu juga komentar anda ini langsung muncul kan, tidak dimoderasi kan? Sungguh, anda benar-benar pendusta persis seperti yang dikatakan teman-teman komentator yang lain kepada anda.
Mas Admin…
Sudahlah biarin aja si MPM@ berkicau, toh pengunjung blog ini semua tahu si MPM itu benar2 Pendusta dan suka sekali ngarang2 cerita dusta. Entah kenapa orang-orang Wahabi rata2 suka berdusta, mungkin sebabnya adalah ajaran ustadz2 mereka yg membolehkan berdusta terhadap Ahlul Bid’ah. Ingat mas Admin, di mata mereka, kita ini adalah para Ahlul Bid’ah.
Karena mereka diperbolehkan berdusta, makanya tidak heran jika mereka rata2 adalah pedusta kelas berat, dan contoh paling nyata di sini adalah si MPM@, dustanya begitu jelas tetapi masih merasa benar. Dulu di sini juga pernah ada orang seperti MPM, namanya ibnu abdul choir si pendusta kelas berat dan suka sekali ngarang2 cerita.
MPM@, blog ini sangat FAIR tak ada moderation except pornografi, anda bisa tanyakan temen segolongan anda ie; Abu Dzar, Ibnu Suradi, Ibnu Abdul Chair, Ummu Hasanah yg sudah lebih dulu malang melintang di blog ini, sekali lg tdk yg namanya moderation yg ada hanya akal2 an anda menghindar dari Mas Lasykar,
Sekarang monggo dilanjut diskusinya dengan Mas Lasykar, beliau udah nunggu sedari pagi, hujjah antum tak kunjung datang…
Sahid@ dipending dulu aja, biarkan @MPM dan @Mas Lasykar melanjutkan diskusinya agar supaya lebih focus..
Subhanalloh…… kebusukan ni admin pasti kebuka,pasti !!!
Kalau koment di blog orang yg sopan Kang Anti Maulid! Jangan gara2 menghindar dari diskusi dg kang Lasykar, lalu anda mengalihkan permasalahan. Jadilah orang yg gentle, saya aja ketika komentar di blog anda BLOG ASLI BUMI AYU dan anda tidak munculkan koment saya, toh saya tidak pernah protes, betul nggak?
Saya ingatkan ya, itu lho, anda ditungguin Mas Lasykar, kemarin2 anda yg nantangin kok malah menghindar dg berbagai alasan?
Cukup tau aja, .. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين.
Ternyata ana ada.di jalan yg benar
MPM(Masih Paling Mbulet)
Oooo….. bgtu ya ….maaf mas ana bukan admin blog itu, tapi saya yakin admin aslibumiayu tidak berdusta.dan memfitnah…. paraaaaaaaah…..
Afwan akhi ana berdiskusi hanya dengan yg berhati bersih tak ada dusta ,fitnah dan juga harus.yg pernah ngaji.soalnya tanggung ngomong sama yang gak faham agama.
Wah, ternyata antum pemilik blog Asli Bumi Ayu, pantesan sombong selangit sama dg yg tergambar dalam tulisan2 di blog antum yg sama sekali tanpa ilmu. Semuanya berisi karangan “semau-mau gue” tanpa fakta alias khayalan belaka.
Mas Lasykar yg nyata2 orang berilmu aja masih Nte anggap gak paham agama, bukannya Nte sendiri yg sesungguhnya nggak ngerti agama tapi berani2nya mengelola blog agama. Kalau anda semena-mena seperti ini pantas blog Nte juga semena-mena alias “semau-mau gue”.
Asli bumiayu, aku juga asli bumiayu.. ada yang bisa ngehack ga biar ganti jadi asli wahaby..
:(:(
Memang benar mas, saya hanyalah santri pondok kecil, tidak berilmu.Hanyalah sebutir pasir diantara beribu kilauan mutiara, diatas saya ada pengurus, ada asatidz, ada gus-gus, ada kiai saya, ada masyayikh dan alim ulama lainnya. Saya hanya sam’an watho’atan pada beliau-beliau. Serta tujuan saya menghilangkan kebodohan yang tak akan pernah sirna.
Wallohu a’lam
mpm
oke mari kita ngaji nahwu sorof yok
ALHAMDULILLAHIROBBIL’ALAMIIN
pertanyaan
1. yang menyebabkan alhamdu di baca domah ialah….
2. kenapa alhamdu di beri al….
3. faedah al pada al’alamin ialah…
monggo kang MASIH PALING MBULET
yakin bakalan dijawab nih mas??
mereka kan
belajarnya dari kitab terjemahan…mana ada yang seperti itu
Huhuy…. @MPM. satu lagi artis dagelan wahabi yg bikin ngakak. parah bener!
Maaf.. bukannya mau ikut-ikutan debat. saya cuman mau bertanya. kenapa mas MPM tidak mau menunjukkan di mana praktek maulid seperti yg beliau sebutkan diatas..? sekali lagi mohon maaf terimakasih
Assalamu’alaikum Warrahmatullah,
http://www.hadist.web.id/ <<< web wahabi baru,isinya lgkp ada link donlod kitab" dan hadist, tentunya pasti ada yg drubah, mohon sudi kiranya admin berkenan untuk update list website" wahabi..
InsyaAllah ane akan terus bantu UmmatiPress untuk update website" wahabi yg baru,karna yg lama udah banyak yg tutup mereka buat yg baru lagi, buahayaaaaaaa ini klo dibiarkan….
Mas arif @ kayak nya percuma ana nyebutin tempatnya dmn toh mereka tidak akan pernah percaya sama ana tapi ” DEMI ALLOH ” apa yg saya ceritakan itu nyata tentang maulid yg essensi nya bid’ah,churafat ,musyrik ity terjadi di masyarakat kita……sudahlah jalan Al-qur’an dan sunnah lebih indah lo, ini asli berdasarkan ana seorang mantan pemimpin maulid
(Terimakasih ya Alloh Engkau tunjukan jalan yg lurus kepada hamba )
kok ga mau sebutin ? MPM lagi mengarang cerita ya…… ? apa mau ngarang kitab ?
Mas, njenengan Asli Bumiayu? pernah ngikut maulid di Musholla As Salam Jatisawit? ndi bid’ah’e? ndi Churafate? Ndi sing nembah neng liyane Gusti Allah? ngger ngomong “masyarakat kita” di perjelas rah, aja persepsi tok.. Ora papa njenengan ora mangkat maulid, tapi nek njenengan nganti nyebut “musryik” apa maning ana ustad (ya karuan ustad ge bisa salah) digolongna musyrik ya kebangeten ente.. Otake neng dengkul apa? Kalau memang anda mendapati praktek TBC di maulid, langsung aja kasi nasihat, dan perlu diketahui kaidah logika kalau ada maulid yang gak TBC ma ada yang TBC berarti pelaku-pelakunya TBCnya yang salah bukan maulidnya.. Apa anda ngekor firanda yang kehabisan akal mpe ngangkat Pendiri NU juga mengingkari mungkar-mungkar maulid, ya memang kalau ada kemungkaran diingkari, dan yang salah kemungkarannya, bukan maulidnya.. Gak bener sudah otak ente..
MPM, Ertusni, kumat adalah SEORANG GILA, yang TUKANG TIPU yang ganti-ganti nama adalah anggota WAHABI GOLONGAN PENIPU, TUGKANG BAJAK KITAB-KITAB ULAMA MUKTABAR
mpm aku masih nunggu jawabanmu
Anda yang wahabi, pindah aja ke saudi arabia. Indonesia tempat Ahlissunnah waljama’ah Suni safi’iyyah.
Wahabi i Zionis sama saja , beda jaket
Perkataan yg di sertai kebencian walaupun yg di ucapkan nya kebenaran tetaplah salah…
Sebaliknya perkataan salah jika di barengi akhlak bisa jadi seperti sebuah kebenaran….
Maka hati-hati lah !
Gus, numpang menyimak……..
Assalamu’alaikum…
pelajari islam secara kaffah baru berbicara tentang islam.
beberapa fakta tentang salahnya perayaan maulid nabi,
1. Perayaan atau peringatan ulang tahun adalah perakara yang dilarang, lalu bagaimana mungkin hari kelahiran nabi haru diperingati?
2. dimana hukum kejelasan tentang peringtan maulid? adakah perintahnya dar Allah atau nabi? atau dari sahabat beliau yang lebih mengerti ? atau dari ulama madzhab?
3. jika memang sunnah nabi atau atsar dari ulama, saat ini setiap tahun orang melakukannya, jika tidak melakukan merasa bersalah, seakan menjadi wajib/tradisi ( ini seperti membuat syari’at yang baru tanpa dalil syar’i) tidak ada bedanya kita dengan pentyembah berhala. (lihat dalil qur’an mengenai kisah umat terdahulu )
4. peringatan maulid diajadikan sarana tradisi yang dimasukan kedalam syari’at, contoh dibanten diringi dengan membuat panjang ( boneka berbentuk yang dihiasi dengan baju, alat rumah tangga , uang dll, dan akan di perebutkan usai di arak keliling kampung dan acara istighotsah) di bogor hampi sama hanya saja dihiasi oleh makan, di sukabumi di barengi dengan selametan pantai selatan, dan masih banyak yang lainnya di berbagai daerah.
5.maulid nabi adalah propaganda orang kafir bagi umat muslim ( lihat buku karya orientalis ulung asal belanda snouck hurgronje )
6. sarana perpecahan antar umat muslim yang berbeda pendapat, dengan kafir kalian sanggup toleransi tapi dengan sesama muslim hanya berbeda tahlil nda tahlil, maulid ga maulid kalian saling mencaci ironis…
bukankah dalam al-qur’an Allah suruh kita bersatu???
tapi lihat apa yang kita perbuat???
jika ingin berdiskusi lebih lanjut temui saya di pesantren tahfidz sebelah masjid agung banten, tanyakan nama saya Al-azka
Al-Azka yg punya pesantren Tahfidz,
Orang seperti anda inilah mungkin termasuk salah satu PENJAHAT TERBESAR kepada kaum muslimin. Yaitu orang2 yg gemar mempermaalahkan amalan yang tidak haram, karena dipermasalahkan akhirnya menjadi haram di mata orang2 tsb. Ini adalah perbuatan para PENJAHAT TERBESAR kepada kaum muslimin, menurut sabda Nabi Muhammad Saw.
Justru dg sarana Maulid umat Islam kumpul, bersatu hatinya dalam upaya ekspresi mencintai Nabi Muhammad Saw. Yang mempermasalahkan itulah yg memecah-belah persatuan, makanya menyebut orang2 yg gemar mempermasalahkan amal kaum muslimin disebut sebagai PENJAHAT TERBESAR bagi Ummat Islam.
Demikian sekedar memberi peringatan, semoga berkenan.
Al Azka@ semua unek2 anda sudah terjawab di sini..
Coba anda baca secara seksama dg hati dan pikiran yang terbuka dan jernih..
ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/
Al Azka@ coba anda baca di sini..
ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/
@al-azka, boleh tau ngga dihukumi apa orang2 yg merayakan Maulid Nabi, kita ketahui bersama di Indonesia saban taun mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai ditingkat RT, RW merayakannya, apakah anda menghukumi mereka sebagai pelaku Syirik Akbar Berjamaah atau APA, mohon dijelaskan dan ditegaskan!!!
Al Azka@ semua pertanyaan anda sudah ada jawabannya coba buka2 artikel di sini tentang maulid. Baca dengan hati dan pikiran yang jernih Insya Alloh anda tercerahkan..
Semua tentang maulid sudah dikupas tuntas oleh Ustadz Abu Hilya..
Silahkan di baca
ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/
Al Azka@ silahkan baca di sini..
Semua unek2 antum terjawab di sini jika pikiran antum benar2 terbuka…
ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/
Al Azka silahan baca di sini..ummatipress.com/2013/01/20/maulid-nabi-tidak-diharamkan-allah-dan-rasul-nya-kenapa-anda-berani-mengharamkan/
Tes
@al azka
pelajari islam secara kaffah baru berbicara
tentang islam.
coba anda jelaskan kepada kami yang miskin ilmu ini, yang ilmu kami hanya bagaikan butiran pasir… yang di maksud ” mempelajari ilmu islam secara kaffah” menurut antum????
apakah ilmu balaghoh,mantiq,mustholahal hadist,kalam,ushulfiqih,qiroah sab’ah,nahwu,sorof,tajwid dll.. telah anda kuasai…?
kalau anda telah menguasai bisa anda jelaskan kepada saya yanag faqir ini tentang definisi ilmu2 yang telah saya tulis di atas.. matur nuwun
fulan nnya ke babib : apakah maulud nabi termasuk perbuatan bid’ah??
didalam ayat al quran diartikan disurat ?
“sessunguh nya (muhhamad) apa yang telah ku ajar kan maka laksanakan lah dan apa yang tidak ku ajarkan maka tinggalkan lah”
jawaban dr habib munzir
Saudaraku yg kumuliakan,
maulid adalah Bid;ah hasanah, dan Bid;ah hasanah diperbolehkan oleh Rasul saw, betul makna tsb, kita tidak boleh beramal selain apa apa yg telah diperintahkan atau diajarkan oleh Nabi saw, dan Nabi saw sudah bersabda : Barangsiapa yg mengada adakan hal baru berupa kebaikan dalam islam (tidak bertentangan dg syariah), maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya, dan barangsiapa membuat buat hal baru berupa keburukan, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya. (Shahih Muslim).
sebenarnya permasalahan maulid sudah saya jawab, anda dapat mendownloadnya pada kiri web ini, yaitu : download buku kenalilah akidahmu.
buku saya tsb memuat segenap pembahasan tentang Bid’ah, mauilid, tawassul., tahlil., ziarah kubur, istighatsah, dll.
namun berikut saya kutipkan untuk anda mengenai maulid dari buku saya tsb.
PERINGATAN MAULID NABI SAW
ketika kita membaca kalimat diatas maka didalam hati kita sudah tersirat bahwa kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya akan meringkas penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar’an, (logika dan syariah).
Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yg membuat mereka gembira, apakah keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya, mereka merayakannya dengan pesta, mabuk mabukan, berjoget bersama, wayang, lenong atau bentuk pelampiasan kegembiraan lainnya, demikian adat istiadat diseluruh dunia.
Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas kelahiran Rasul saw.
Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
• Firman Allah : “(Isa berkata dari dalam perut ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS Maryam 33)
• Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS Maryam 15)
• Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain hadits no.4177)
• Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yg menjadi pembantunya Aminah ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia (ibu utsman) melihat bintang bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan diatas kepalanya, lalu ia melihat cahaya terang benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
• Ketika Rasul saw lahir kemuka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)
• Riwayat shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi saw melihat cahaya yg terang benderang hingga pandangannya menembus dan melihat Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
• Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yg 1000 tahun tak pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian kejadian besar ini muncul menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran Muhammad Rasulullah saw di Alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada kelahiran Nabi nabi sebelumnya.
Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw
Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab : “Itu adalah hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan” (Shahih Muslim hadits no.1162). dari hadits ini sebagian saudara2 kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw asal dg puasa.
Rasul saw jelas jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu berbeda dihadapan beliau saw daripada hari lainnya, dan hari senin itu adalah hari kelahiran beliau saw. Karena beliau saw tak menjawab misalnya : “oh puasa hari senin itu mulia dan boleh boleh saja..”, namun beliau bersabda : “itu adalah hari kelahiranku”, menunjukkan bagi beliau saw hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah dari hari hari lainnya, contoh mudah misalnya zeyd bertanya pada amir : “bagaimana kalau kita berangkat umroh pada 1 Januari?”, maka amir menjawab : “oh itu hari kelahiran saya”. Nah.. bukankah jelas jelas bahwa zeyd memahami bahwa 1 januari adalah hari yg berbeda dari hari hari lainnya bagi amir?, dan amir menyatakan dengan jelas bahwa 1 januari itu adalah hari kelahirannya, dan berarti amir ini termasuk orang yg perhatian pada hari kelahirannya, kalau amir tak acuh dg hari kelahirannya maka pastilah ia tak perlu menyebut nyebut bahwa 1 januari adalah hari kelahirannya, dan Nabi saw tak memerintahkan puasa hari senin untuk merayakan kelahirannya, pertanyaan sahabat ini berbeda maksud dengan jawaban beliau saw yg lebih luas dari sekedar pertanyaannya, sebagaimana contoh diatas, Amir tak mmerintahkan umroh pada 1 januari karena itu adalah hari kelahirannya, maka mereka yg berpendapat bahwa boleh merayakan maulid hanya dg puasa saja maka tentunya dari dangkalnya pemahaman terhadap ilmu bahasa.
Orang itu bertanya tentang puasa senin, maksudnya boleh atau tidak?, Rasul saw menjawab : hari itu hari kelahiranku, menunjukkan hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah pada pribadi beliau saw, sekaligus diperbolehkannya puasa dihari itu.
Maka jelaslah sudah bahwa Nabi saw termasuk yg perhatian pada hari kelahiran beliau saw, karena memang merupakan bermulanya sejarah bangkitnya islam.
Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw
Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka Rasul saw menjawab: “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka Abbas ra memuji dg syair yg panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417)
Kasih sayang Allah atas kafir yg gembira atas kelahiran Nabi saw
Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan Abbas bertanya padanya : “bagaimana keadaanmu?”, abu lahab menjawab : “di neraka, Cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits no.4813, Sunan Imam Baihaqi Alkubra hadits no.13701, syi’bul iman no.281, fathul baari Almasyhur juz 11 hal 431). Walaupun kafir terjahat ini dibantai di alam barzakh, namun tentunya Allah berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah menguranginya setiap hari senin karena telah gembira dg kelahiran Rasul saw dengan membebaskan budaknya.
Walaupun mimpi tak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum syariah, namun mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib, sejarah dan lainnya, misalnya mimpi orang kafir atas kebangkitan Nabi saw, maka tentunya hal itu dijadikan hujjah atas kebangkitan Nabi saw maka Imam imam diatas yg meriwayatkan hal itu tentunya menjadi hujjah bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui oleh imam imam dan mereka tak mengingkarinya.
Rasulullah saw memperbolehkan Syair pujian di masjid
Hassan bin Tsabit ra membaca syair di Masjid Nabawiy yg lalu ditegur oleh Umar ra, lalu Hassan berkata : “aku sudah baca syair nasyidah disini dihadapan orang yg lebih mulia dari engkau wahai Umar (yaitu Nabi saw), lalu Hassan berpaling pada Abu Hurairah ra dan berkata : “bukankah kau dengar Rasul saw menjawab syairku dg doa : wahai Allah bantulah ia dengan ruhulqudus?, maka Abu Hurairah ra berkata : “betul” (shahih Bukhari hadits no.3040, Shahih Muslim hadits no.2485)
Ini menunjukkan bahwa pembacaan Syair di masjid tidak semuanya haram, sebagaimana beberapa hadits shahih yg menjelaskan larangan syair di masjid, namun jelaslah bahwa yg dilarang adalah syair syair yg membawa pada Ghaflah, pada keduniawian, namun syair syair yg memuji Allah dan Rasul Nya maka hal itu diperbolehkan oleh Rasul saw bahkan dipuji dan didoakan oleh beliau saw sebagaimana riwayat diatas, dan masih banyak riwayat lain sebagaimana dijelaskan bahwa Rasul saw mendirikan mimbar khusus untuk hassan bin tsabit di masjid agar ia berdiri untuk melantunkan syair syairnya (Mustadrak ala shahihain hadits no.6058, sunan Attirmidzi hadits no.2846) oleh Aisyah ra bahwa ketika ada beberapa sahabat yg mengecam Hassan bin Tsabit ra maka Aisyah ra berkata : “Jangan kalian caci hassan, sungguh ia itu selalu membanggakan Rasulullah saw”(Musnad Abu Ya’la Juz 8 hal 337).
Pendapat Para Imam dan Muhaddits atas perayaan Maulid
1. Berkata Imam Al Hafidh Ibn Hajar Al Asqalaniy rahimahullah :
Telah jelas dan kuat riwayat yg sampai padaku dari shahihain bahwa Nabi saw datang ke Madinah dan bertemu dengan Yahudi yg berpuasa hari asyura (10 Muharram), maka Rasul saw bertanya maka mereka berkata : “hari ini hari ditenggelamkannya Fir’aun dan Allah menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa sebagai tanda syukur pada Allah swt, maka bersabda Rasul saw : “kita lebih berhak atas Musa as dari kalian”, maka diambillah darinya perbuatan bersyukur atas anugerah yg diberikan pada suatu hari tertentu setiap tahunnya, dan syukur kepada Allah bisa didapatkan dg pelbagai cara, seperti sujud syukur, puasa, shadaqah, membaca Alqur’an, maka nikmat apalagi yg melebihi kebangkitan Nabi ini?, telah berfirman Allah swt “SUNGGUH ALLAH TELAH MEMBERIKAN ANUGERAH PADA ORANG ORANG MUKMININ KETIKA DIBANGKITKANNYA RASUL DARI MEREKA” (QS Al Imran 164)
2. Pendapat Imam Al Hafidh Jalaluddin Assuyuthi rahimahullah :
Telah jelas padaku bahwa telah muncul riwayat Baihaqi bahwa Rasul saw ber akikah untuk dirinya setelah beliau saw menjadi Nabi (Ahaditsulmukhtarah hadis no.1832 dg sanad shahih dan Sunan Imam Baihaqi Alkubra Juz 9 hal.300), dan telah diriwayatkan bahwa telah ber Akikah untuknya kakeknya Abdulmuttalib saat usia beliau saw 7 tahun, dan akikah tak mungkin diperbuat dua kali, maka jelaslah bahwa akikah beliau saw yg kedua atas dirinya adalah sebagai tanda syukur beliau saw kepada Allah swt yg telah membangkitkan beliau saw sebagai Rahmatan lil’aalamiin dan membawa Syariah utk ummatnya, maka sebaiknya bagi kita juga untuk menunjukkan tasyakkuran dengan Maulid beliau saw dengan mengumpulkan teman teman dan saudara saudara, menjamu dg makanan makanan dan yg serupa itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan kebahagiaan. bahkan Imam Assuyuthiy mengarang sebuah buku khusus mengenai perayaan maulid dengan nama : “Husnulmaqshad fii ‘amalilmaulid”.
3. Pendapat Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi) :
Merupakan Bid’ah hasanah yg mulia dizaman kita ini adalah perbuatan yg diperbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul saw dengan banyak bersedekah, dan kegembiraan, menjamu para fuqara, seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul saw dan membangkitkan rasa cinta pada beliau saw, dan bersyukur kepada Allah dg kelahiran Nabi saw.
4. Pendapat Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljazriy rahimahullah dalam kitabnya ‘Urif bitta’rif Maulidissyariif :
Telah diriwayatkan Abu Lahab diperlihatkan dalam mimpi dan ditanya apa keadaanmu?, ia menjawab : “di neraka, tapi aku mendapat keringanan setiap malam senin, itu semua sebab aku membebaskan budakku Tsuwaibah demi kegembiraanku atas kelahiran Nabi (saw) dan karena Tsuwaibah menyusuinya (saw)” (shahih Bukhari). maka apabila Abu Lahab Kafir yg Alqur’an turun mengatakannya di neraka mendapat keringanan sebab ia gembira dengan kelahiran Nabi saw, maka bagaimana dg muslim ummat Muhammad saw yg gembira atas kelahiran Nabi saw?, maka demi usiaku, sungguh balasan dari Tuhan Yang Maha Pemurah sungguh sungguh ia akan dimasukkan ke sorga kenikmatan Nya dengan sebab anugerah Nya.
5. Pendapat Imam Al Hafidh Syamsuddin bin Nashiruddin Addimasyqiy dalam kitabnya Mauridusshaadiy fii maulidil Haadiy :
Serupa dg ucapan Imamul Qurra’ Alhafidh Syamsuddin Aljuzri, yaitu menukil hadits Abu Lahab
6. Pendapat Imam Al Hafidh Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah
berkata ”tidak dilaksanakan maulid oleh salaf hingga abad ke tiga, tapi dilaksanakan setelahnya, dan tetap melaksanakannya umat islam di seluruh pelosok dunia dan bersedekah pd malamnya dg berbagai macam sedekah dan memperhatikan pembacaan maulid, dan berlimpah terhadap mereka keberkahan yg sangat besar”.
7. Imam Al hafidh Ibn Abidin rahimahullah
dalam syarahnya maulid ibn hajar berkata : ”ketahuilah salah satu bid’ah hasanah adalah pelaksanaan maulid di bulan kelahiran nabi saw”
8. Imam Al Hafidh Ibnul Jauzi rahimahullah
dengan karangan maulidnya yg terkenal ”al aruus” juga beliau berkata tentang pembacaan maulid, ”Sesungguhnya membawa keselamatan tahun itu, dan berita gembira dg tercapai semua maksud dan keinginan bagi siapa yg membacanya serta merayakannya”.
9. Imam Al Hafidh Al Qasthalaniy rahimahullah
dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah juz 1 hal 148 cetakan al maktab al islami berkata: ”Maka Allah akan menurukan rahmat Nya kpd orang yg menjadikan hari kelahiran Nabi saw sebagai hari besar”.
10. Imam Al hafidh Al Muhaddis Abulkhattab Umar bin Ali bin Muhammad yg terkenal dg Ibn Dihyah alkalbi
dg karangan maulidnya yg bernama ”Attanwir fi maulid basyir an nadzir”
11. Imam Al Hafidh Al Muhaddits Syamsuddin Muhammad bin Abdullah Aljuzri
dg maulidnya ”urfu at ta’rif bi maulid assyarif”
12. Imam al Hafidh Ibn Katsir
yg karangan kitab maulidnya dikenal dg nama : ”maulid ibn katsir”
13. Imam Al Hafidh Al ’Iraqy
dg maulidnya ”maurid al hana fi maulid assana”
14. Imam Al Hafidh Nasruddin Addimasyqiy
telah mengarang beberapa maulid : Jaami’ al astar fi maulid nabi al mukhtar 3 jilid, Al lafad arra’iq fi maulid khair al khalaiq, Maurud asshadi fi maulid al hadi.
15. Imam assyakhawiy
dg maulidnya al fajr al ulwi fi maulid an nabawi
16. Al allamah al faqih Ali zainal Abidin As syamhudi
dg maulidnya al mawarid al haniah fi maulid khairil bariyyah
17. Al Imam Hafidz Wajihuddin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad As syaibaniy yg terkenal dg ibn diba’
dg maulidnya addiba’i
18. Imam ibn hajar al haitsami
dg maulidnya itmam anni’mah alal alam bi maulid syayidi waladu adam
19. Imam Ibrahim Baajuri
mengarang hasiah atas maulid ibn hajar dg nama tuhfa al basyar ala maulid ibn hajar
20. Al Allamah Ali Al Qari’
dg maulidnya maurud arrowi fi maulid nabawi
21. Al Allamah al Muhaddits Ja’far bin Hasan Al barzanji
dg maulidnya yg terkenal maulid barzanji
23. Al Imam Al Muhaddis Muhammad bin Jakfar al Kattani
dg maulid Al yaman wal is’ad bi maulid khair al ibad
24. Al Allamah Syeikh Yusuf bin ismail An Nabhaniy
dg maulid jawahir an nadmu al badi’ fi maulid as syafi’
25. Imam Ibrahim Assyaibaniy
dg maulid al maulid mustofa adnaani
26. Imam Abdulghaniy Annanablisiy
dg maulid Al Alam Al Ahmadi fi maulid muhammadi”
27. Syihabuddin Al Halwani
dg maulid fath al latif fi syarah maulid assyarif
28. Imam Ahmad bin Muhammad Addimyati
dg maulid Al Kaukab al azhar alal ‘iqdu al jauhar fi maulid nadi al azhar
29. Asyeikh Ali Attanthowiy
dg maulid nur as shofa’ fi maulid al mustofa
30. As syeikh Muhammad Al maghribi
dg maulid at tajaliat al khifiah fi maulid khoir al bariah.
Tiada satupun para Muhadditsin dan para Imam yg menentang dan melarang hal ini, mengenai beberapa pernyataan pada Imam dan Muhadditsin yg menentang maulid sebagaimana disampaikan oleh kalangan anti maulid, maka mereka ternyata hanya menggunting dan memotong ucapan para Imam itu, dengan kelicikan yg jelas jelas meniru kelicikan para misionaris dalam menghancurkan Islam.
Berdiri saat Mahal Qiyam dalam pembacaan Maulid
Mengenai berdiri saat maulid ini, merupakan Qiyas dari menyambut kedatangan Islam dan Syariah Rasul saw, dan menunjukkan semangat atas kedatangan sang pembawa risalah pada kehidupan kita, hal ini lumrah saja, sebagaimana penghormatan yg dianjurkan oleh Rasul saw adalah berdiri, sebagaimana diriwayatkan ketika sa’ad bin Mu’adz ra datang maka Rasul saw berkata kepada kaum anshar : “Berdirilah untuk tuan kalian” (shahih Bukhari hadits no.2878, Shahih Muslim hadits no.1768), demikian pula berdirinya Thalhah ra untuk Ka’b bin Malik ra.
Memang mengenai berdiri penghormatan ini ada ikhtilaf ulama, sebagaimana yg dijelaskan bahwa berkata Imam Alkhattabiy bahwa berdirinya bawahan untuk majikannya, juga berdirinya murid untuk kedatangan gurunya, dan berdiri untuk kedatangan Imam yg adil dan yg semacamnya merupakan hal yg baik, dan berkata Imam Bukhari bahwa yg dilarang adalah berdiri untuk pemimpin yg duduk, dan Imam Nawawi yg berpendapat bila berdiri untuk penghargaan maka taka apa, sebagaimana Nabi saw berdiri untuk kedatangan putrinya Fathimah ra saat ia datang, namun adapula pendapat lain yg melarang berdiri untuk penghormatan.(Rujuk Fathul Baari Almasyhur Juz 11 dan Syarh Imam Nawawi ala shahih muslim juz 12 hal 93)
Namun dari semua pendapat itu, tentulah berdiri saat mahal qiyam dalam membaca maulid itu tak ada hubungan apa apa dengan semua perselisihan itu, karena Rasul saw tidak dhohir dalam pembacaan maulid itu, lepas dari anggapan ruh Rasul saw hadir saat pembacaan maulid, itu bukan pembahasan kita, masalah seperti itu adalah masalah ghaib yg tak bisa disyarahkan dengan hukum dhohir,
semua ucapan diatas adalah perbedaan pendapat mengenai berdiri penghormatan yg Rasul saw pernah melarang agar sahabat tak berdiri untuk memuliakan beliau saw.
Jauh berbeda bila kita yg berdiri penghormatan mengingat jasa beliau saw, tak terikat dengan beliau hadir atau tidak, bahwa berdiri kita adalah bentuk semangat kita menyambut risalah Nabi saw, dan penghormatan kita kepada kedatangan Islam, dan kerinduan kita pada nabi saw, sebagaimana kita bersalam pada Nabi saw setiap kita shalat pun kita tak melihat beliau saw.
Diriwayatkan bahwa Imam Al hafidh Taqiyuddin Assubkiy rahimahullah, seorang Imam Besar dan terkemuka dizamannya bahwa ia berkumpul bersama para Muhaddits dan Imam Imam besar dizamannya dalam perkumpulan yg padanya dibacakan puji pujian untuk nabi saw, lalu diantara syair syair itu merekapun seraya berdiri termasuk Imam Assubkiy dan seluruh Imam imam yg hadir bersamanya, dan didapatkan kesejukan yg luhur dan cukuplah perbuatan mereka itu sebagai panutan,
dan berkata Imam Ibn Hajar Alhaitsamiy rahimahullah bahwa Bid’ah hasanah sudah menjadi kesepakatan para imam bahwa itu merupakan hal yg sunnah, (berlandaskan hadist shahih muslim no.1017 yg terncantum pd Bab Bid’ah) yaitu bila dilakukan mendapat pahala dan bila ditinggalkan tidak mendapat dosa, dan mengadakan maulid itu adalah salah satu Bid’ah hasanah,
Dan berkata pula Imam Assakhawiy rahimahullah bahwa mulai abad ketiga hijriyah mulailah hal ini dirayakan dengan banyak sedekah dan perayaan agung ini diseluruh dunia dan membawa keberkahan bagi mereka yg mengadakannya. (Sirah Al Halabiyah Juz 1 hal 137)
Pada hakekatnya, perayaan maulid ini bertujuan mengumpulkan muslimin untuk Medan Tablig dan bersilaturahmi sekaligus mendengarkan ceramah islami yg diselingi bershalawat dan salam pada Rasul saw, dan puji pujian pada Allah dan Rasul saw yg sudah diperbolehkan oleh Rasul saw, dan untuk mengembalikan kecintaan mereka pada Rasul saw, maka semua maksud ini tujuannya adalah kebangkitan risalah pada ummat yg dalam ghaflah, maka Imam dan Fuqaha manapun tak akan ada yg mengingkarinya karena jelas jelas merupakan salah satu cara membangkitkan keimanan muslimin, hal semacam ini tak pantas dimungkiri oleh setiap muslimin aqlan wa syar’an (secara logika dan hukum syariah), karena hal ini merupakan hal yg mustahab (yg dicintai), sebagaiman kaidah syariah bahwa “Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib”, semua yg menjadi penyebab kewajiban dengannya maka hukumnya wajib.
contohnya saja bila sebagaimana kita ketahui bahwa menutup aurat dalam shalat hukumnya wajib, dan membeli baju hukumnya mubah, namun suatu waktu saat kita akan melakukan shalat kebetulan kita tak punya baju penutup aurat kecuali harus membeli dulu, maka membeli baju hukumnya berubah menjadi wajib, karena perlu dipakai untuk melaksanakan shalat yg wajib .
contoh lain misalnya sunnah menggunakan siwak, dan membuat kantong baju hukumnya mubah saja, lalu saat akan bepergian kita akan membawa siwak dan baju kita tak berkantong, maka perlulah bagi kita membuat kantong baju untuk menaruh siwak, maka membuat kantong baju di pakaian kita menjadi sunnah hukumnya, karena diperlukan untuk menaruh siwak yg hukumnya sunnah.
Maka perayaan Maulid Nabi saw diadakan untuk Medan Tablig dan Dakwah, dan dakwah merupakan hal yg wajib pada suatu kaum bila dalam kemungkaran, dan ummat sudah tak perduli dg Nabinya saw, tak pula perduli apalagi mencintai sang Nabi saw dan rindu pada sunnah beliau saw, dan untuk mencapai tablig ini adalah dengan perayaan Maulid Nabi saw, maka perayaan maulid ini menjadi wajib, karena menjadi perantara Tablig dan Dakwah serta pengenalan sejarah sang Nabi saw serta silaturahmi.
Sebagaimana penulisan Alqur’an yg merupakan hal yg tak perlu dizaman nabi saw, namun menjadi sunnah hukumnya di masa para sahabat karena sahabat mulai banyak yg membutuhkan penjelasan Alqur’an, dan menjadi wajib hukumnya setelah banyaknya para sahabat yg wafat, karena ditakutkan sirnanya Alqur’an dari ummat, walaupun Allah telah menjelaskan bahwa Alqur’an telah dijaga oleh Allah.
Hal semacam in telah difahami dan dijelaskan oleh para khulafa’urrasyidin, sahabat radhiyallahu’anhum, Imam dan Muhadditsin, para ulama, fuqaha dan bahkan orang muslimin yg awam, namun hanya sebagian saudara saudara kita muslimin yg masih bersikeras untuk menentangnya, semoga Allah memberi mereka keluasan hati dan kejernihan, amiin.
Walillahittaufiq
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
nih sumbernya : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=22053#22053
capek kalo ngeladenin orang yang yg keukeuh ngikutin hawa nafsu di banding ngikutin “ilmu”
ini cuma debat kusir doang, yg gak akan berujung, kalian mengaku ahlusunnah, tapi perangai dan perbuatan kalian sangat bertentangan dgn apa yang rosululoh ajarkan..
abu fulan@
Kalau nggak punya ilmu nggak usah ikut koment, sebab di mata orang2 yg nggak ada ilmu, apapun akan dilihatnya secara sempit yg akhirnya menghasilkan “gebyah uyah podo asine”, berdiskusi sudah dg bagus begini pun masih belum bisa ambil manfaatnya.
Yang ngaku ahlussunnah itu Wahabi, contohnya Radio Roja mottonya sebgai Radio Ahlussunnah Wal Jamah padahal Wahabi tulen. Ini namanya pembohongan publik.
Saya sih maklum kalau antum kelihatan tersinggung, sebab penganut aliran sesat di mana pun akan mudah sekali tersinggung.