<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for BERITA FAKTA INSPIRASI ISLAM | UmmatiPress</title>
	<atom:link href="http://ummatipress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummatipress.com</link>
	<description>Berdasar Al Qur&#039;an - Al Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 May 2013 02:35:57 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33103</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 02:35:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33103</guid>
		<description><![CDATA[mas jabir sebenarnya saya juga insyaAlloh mengikuti komen2 mbak aryati... saya sekedar ngestokne dawuh guru2 saya agar tidak bosan untuk mengajak mereka supaya kembali ke jalan yang benar.. jalan yang telah ditempuh Ulama&#039; salaf sesungguhnya bukan salaf gadungan.. ALLOHUMMA IHDI QOUMII FAINNAHUM LAA YA&#039;LAMUUN.. amin.. afwan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas jabir sebenarnya saya juga insyaAlloh mengikuti komen2 mbak aryati&#8230; saya sekedar ngestokne dawuh guru2 saya agar tidak bosan untuk mengajak mereka supaya kembali ke jalan yang benar.. jalan yang telah ditempuh Ulama&#8217; salaf sesungguhnya bukan salaf gadungan.. ALLOHUMMA IHDI QOUMII FAINNAHUM LAA YA&#8217;LAMUUN.. amin.. afwan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Jabir</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33102</link>
		<dc:creator>Jabir</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 01:34:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33102</guid>
		<description><![CDATA[kang Alfeid:

&lt;blockquote&gt;Oleh sebab itu wahai saudaraku umuhasanah,ibnu suradi dll pelajarilah islam mulai dasar tangga kemudian ke atasnya dan ke atasny lagi secara bertahap satu demi satu.&lt;/blockquote&gt;

Seperti itulah sedari dulu saya sering lihat komnt Mbak Aryati Kartika yg menganjurkan anak wahabi semacam Ibnu Suradi agar belajar ilmu2 dasar. Tanpa ilmu dasar diibaratkan pemain silat yg tak punya kuda-kuda yg baik. Ibarat bangunan tak punya pondasi. Itulah sebabnya kenapa ustadz2 Wahabi kalau debat dengan ustadz2 Aswaja semacam Muhammad Idrus Ramli atau Buya Uahya selalu mudah dijungkir balikkan, akhirnya KO dan tak berani debat lagi. Kapoook?!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kang Alfeid:</p>
<blockquote><p>Oleh sebab itu wahai saudaraku umuhasanah,ibnu suradi dll pelajarilah islam mulai dasar tangga kemudian ke atasnya dan ke atasny lagi secara bertahap satu demi satu.</p></blockquote>
<p>Seperti itulah sedari dulu saya sering lihat komnt Mbak Aryati Kartika yg menganjurkan anak wahabi semacam Ibnu Suradi agar belajar ilmu2 dasar. Tanpa ilmu dasar diibaratkan pemain silat yg tak punya kuda-kuda yg baik. Ibarat bangunan tak punya pondasi. Itulah sebabnya kenapa ustadz2 Wahabi kalau debat dengan ustadz2 Aswaja semacam Muhammad Idrus Ramli atau Buya Uahya selalu mudah dijungkir balikkan, akhirnya KO dan tak berani debat lagi. Kapoook?!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by zaka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33100</link>
		<dc:creator>zaka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 14:26:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33100</guid>
		<description><![CDATA[Otak IBNU SURADI dan UMMU HASANAH MIRIP OTAK YAHUDI yang meracuni OTAK KHOWARIJ, OTAK SYIAH dan OTAK WAHABY = SUPER NGEYEL , MAKIN KELIHATAN GUOBLOKNYA......!!!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Otak IBNU SURADI dan UMMU HASANAH MIRIP OTAK YAHUDI yang meracuni OTAK KHOWARIJ, OTAK SYIAH dan OTAK WAHABY = SUPER NGEYEL , MAKIN KELIHATAN GUOBLOKNYA&#8230;&#8230;!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33099</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 14:03:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33099</guid>
		<description><![CDATA[umuhssanah berkata &quot;Mas Agung, Sy mah sederhana saja. Orang berilmu itu hanya bisa
tersenyum jika diajak berdebat dengan orang
jahil&quot;

saya:  beranikah anda kami uji ??? kok ketoe sampean sangat bangga dengan ilmu yang cuma secuil..
kamu ingin diuji masalah apa...?? yang penting ilmu agama biar gak bid&#039;ah hehe
... biarkan saya yang bodoh ini menguji sampean.
monggo]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>umuhssanah berkata &#8220;Mas Agung, Sy mah sederhana saja. Orang berilmu itu hanya bisa<br />
tersenyum jika diajak berdebat dengan orang<br />
jahil&#8221;</p>
<p>saya:  beranikah anda kami uji ??? kok ketoe sampean sangat bangga dengan ilmu yang cuma secuil..<br />
kamu ingin diuji masalah apa&#8230;?? yang penting ilmu agama biar gak bid&#8217;ah hehe<br />
&#8230; biarkan saya yang bodoh ini menguji sampean.<br />
monggo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33098</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 13:33:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33098</guid>
		<description><![CDATA[RENUNGAN YANG KESEKIAN KALINYA UNTUK HUMUHASANAH DKK..
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu &#039;anhu , Nabi shallallahu &#039;alaihi wasallam bersabda,
faqiihun waahidun asyaddu ala al syaithoni min alfi &#039;ibaadin (rowahu al Tirmidzi wa Ibnu Majah)

pengertian orang yang Faqih : orang yang mengetahui ilmu Fiqh yaitu ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syari’at Islam yang diambil dari dalil-dalilnya yang terperinci.
Fiqh artinya faham atau tahu. Menurut istilah
yang digunakan para ahli Fiqh (fuqaha ). Fiqh itu
ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syari’at Islam yang diambil dari dalil-dalilnya
yang terperinci.
 Menurut Hasan Ahmad Al-Khatib: Fiqhul Islami ialah sekumpulan hukumbsyara’, yang sudah dibukukan dalam berbagai madzhab, baik dari madzhab yang empat atau dari madzhab lainnya, dan yang dinukilkan dari fatwa-fatwa sahabat thabi’in, dari fuqaha yang tujuh di Makkah, di Madinah, di Syam, di Mesir, di Iraq, di Bashrah dan sebagainya. Fuqaha yang tujuh itu ialah Sa’id Musayyab, Abu Bakar bin Abdurrahman, ’Urwah bin Zubair, Sulaiman Yasar, Al-Qasim bin Muhammad, Charijah bin Zaid, dan Ubaidillah Abdillah.
Dilihat dari segi ilmu pengetahuan yangg
berkembang dalam kalangan ulama Islam, fiqh
itu ialah ilmu pengetahuan yang
membiacarakan/membahas/memuat hukum-
hukum Islam yang bersumber pada
Al-Qur’an, Sunnah dalil-dalil Syar’i yang lain;
setelah diformulasikan oleh para ulama dengan
mempergunakan kaidah-kaidah Ushul Fiqih. 
setelah kita mengetahui ilmu fiqih dengan pengertian di atas maka kalau kita ingin menggali hukum dari nash langsung kita harus mengetahui syarat2nya,
 Berkata al-Allamah Syeikh Muhammad al-
Khazraji di dalam kitabnya al-Qaul al-Badi Fi
ad-Radd Ala al-Qailin Bi al-Tabdi mengenai
syarat-syarat seorang mujtahid:
01. Mengetahui asal-usul perkataan-perkataan Arab dan yang berkongsi makna dengan
perkataan-perkataan Arab yang lain.
02. Mengetahui makna-makna huruf-huruf al-Jar.
03. Mengetahui makna-makna huruf-huruf istifham dan nama-namnya serta huruf-huruf Syarat.
04. Hendaklah seorang yang alim dengan kitab
Allah Taala dan sebab-sebab turunnya (asbab
al-nuzul) ayat-ayat, nasikh mansukh, al-muhkam dan al-mutasyabih yang umum, khas, mutlak, muqayyat, isi kandungan kitab, kitab al-taklif (kewajipan), kitab berasaskan suasana,
mafhum al-muwafaqah dan mafhum al-
mukhalafah.
05. Juga seorang yang alim mengenai Sunnah
Nabi S.A.W. iaitu menguasai ilmu al-riwayat
dan al-dirayah, mampu melihat maslahah-
maslahah am, istihsan, ististab al-asal, manarik
maslahah-maslahah dan menolak kerosakan.
06. Alim dalam ijmak dan qiyas.
Jika kita perhatikan dan meneliti syarat-syarat
di atas maka ketahuilah oleh kita akan
layakkah seseorang itu digelari mujtahid
ataupun tidak. Ketahuilah oleh kita bahwa
ulama-ulama muktabar dahulu (terutamanya
imam-imam empat mazhab) mereka menguasai lebih dari ilmu-ilmu yang disebutkan di atas. Namun saya bercenderung mengatakan bahwa amatlah susah bagi masyarakat kini untuk mencapai tahap seorang mujtahid muktabar sebagaimana imam-imam yang empat atau mungkin hampir mustahil walaupun mungkin dikatan &quot;pintu ijtihat masih dibuka hingga kini&quot;. Oleh kerana itulah maka janganlah kita bersangka salah kepada hasil2 ijtihat yang dikeluarkan oleh ulama-ulama muktabar, qoidah fiqih mengatakan AL IJTIHAD LA YUNQODLU BIL IJTIHAD.
 Sesungguhnya amatlah besar sumbangan mereka sehingga terbentuknya mazhab-mazhab muktabar hingga ke waktu ini.
Dan setelah saya mengikuti perkembangan blog ummati ini, dialog anak2 aswaja vs umuhasanah, ibnu suradi, ibnu ilyas dll maka saya membuat satu kesimpulan bahwa &quot;KITA JAUUUUUUUH DARI DERAJAT MUJTAHID&quot; hal tersebut terbukti mereka para wahabi selalu menghindar ketika diajak diskusi perihal ilmu alat bahasa arab, mafhum manthuq, pengertian/devinisi atau arti dari sebuah bahasa dan tata cara penggunaannya. 
Oleh sebab itu wahai saudaraku umuhasanah,ibnu suradi dll pelajarilah islam mulai dasar tangga kemudian ke atasnya dan ke atasny lagi secara bertahap satu demi satu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>RENUNGAN YANG KESEKIAN KALINYA UNTUK HUMUHASANAH DKK..<br />
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu , Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda,<br />
faqiihun waahidun asyaddu ala al syaithoni min alfi &#8216;ibaadin (rowahu al Tirmidzi wa Ibnu Majah)</p>
<p>pengertian orang yang Faqih : orang yang mengetahui ilmu Fiqh yaitu ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syari’at Islam yang diambil dari dalil-dalilnya yang terperinci.<br />
Fiqh artinya faham atau tahu. Menurut istilah<br />
yang digunakan para ahli Fiqh (fuqaha ). Fiqh itu<br />
ialah ilmu yang menerangkan hukum-hukum syari’at Islam yang diambil dari dalil-dalilnya<br />
yang terperinci.<br />
 Menurut Hasan Ahmad Al-Khatib: Fiqhul Islami ialah sekumpulan hukumbsyara’, yang sudah dibukukan dalam berbagai madzhab, baik dari madzhab yang empat atau dari madzhab lainnya, dan yang dinukilkan dari fatwa-fatwa sahabat thabi’in, dari fuqaha yang tujuh di Makkah, di Madinah, di Syam, di Mesir, di Iraq, di Bashrah dan sebagainya. Fuqaha yang tujuh itu ialah Sa’id Musayyab, Abu Bakar bin Abdurrahman, ’Urwah bin Zubair, Sulaiman Yasar, Al-Qasim bin Muhammad, Charijah bin Zaid, dan Ubaidillah Abdillah.<br />
Dilihat dari segi ilmu pengetahuan yangg<br />
berkembang dalam kalangan ulama Islam, fiqh<br />
itu ialah ilmu pengetahuan yang<br />
membiacarakan/membahas/memuat hukum-<br />
hukum Islam yang bersumber pada<br />
Al-Qur’an, Sunnah dalil-dalil Syar’i yang lain;<br />
setelah diformulasikan oleh para ulama dengan<br />
mempergunakan kaidah-kaidah Ushul Fiqih.<br />
setelah kita mengetahui ilmu fiqih dengan pengertian di atas maka kalau kita ingin menggali hukum dari nash langsung kita harus mengetahui syarat2nya,<br />
 Berkata al-Allamah Syeikh Muhammad al-<br />
Khazraji di dalam kitabnya al-Qaul al-Badi Fi<br />
ad-Radd Ala al-Qailin Bi al-Tabdi mengenai<br />
syarat-syarat seorang mujtahid:<br />
01. Mengetahui asal-usul perkataan-perkataan Arab dan yang berkongsi makna dengan<br />
perkataan-perkataan Arab yang lain.<br />
02. Mengetahui makna-makna huruf-huruf al-Jar.<br />
03. Mengetahui makna-makna huruf-huruf istifham dan nama-namnya serta huruf-huruf Syarat.<br />
04. Hendaklah seorang yang alim dengan kitab<br />
Allah Taala dan sebab-sebab turunnya (asbab<br />
al-nuzul) ayat-ayat, nasikh mansukh, al-muhkam dan al-mutasyabih yang umum, khas, mutlak, muqayyat, isi kandungan kitab, kitab al-taklif (kewajipan), kitab berasaskan suasana,<br />
mafhum al-muwafaqah dan mafhum al-<br />
mukhalafah.<br />
05. Juga seorang yang alim mengenai Sunnah<br />
Nabi S.A.W. iaitu menguasai ilmu al-riwayat<br />
dan al-dirayah, mampu melihat maslahah-<br />
maslahah am, istihsan, ististab al-asal, manarik<br />
maslahah-maslahah dan menolak kerosakan.<br />
06. Alim dalam ijmak dan qiyas.<br />
Jika kita perhatikan dan meneliti syarat-syarat<br />
di atas maka ketahuilah oleh kita akan<br />
layakkah seseorang itu digelari mujtahid<br />
ataupun tidak. Ketahuilah oleh kita bahwa<br />
ulama-ulama muktabar dahulu (terutamanya<br />
imam-imam empat mazhab) mereka menguasai lebih dari ilmu-ilmu yang disebutkan di atas. Namun saya bercenderung mengatakan bahwa amatlah susah bagi masyarakat kini untuk mencapai tahap seorang mujtahid muktabar sebagaimana imam-imam yang empat atau mungkin hampir mustahil walaupun mungkin dikatan &#8220;pintu ijtihat masih dibuka hingga kini&#8221;. Oleh kerana itulah maka janganlah kita bersangka salah kepada hasil2 ijtihat yang dikeluarkan oleh ulama-ulama muktabar, qoidah fiqih mengatakan AL IJTIHAD LA YUNQODLU BIL IJTIHAD.<br />
 Sesungguhnya amatlah besar sumbangan mereka sehingga terbentuknya mazhab-mazhab muktabar hingga ke waktu ini.<br />
Dan setelah saya mengikuti perkembangan blog ummati ini, dialog anak2 aswaja vs umuhasanah, ibnu suradi, ibnu ilyas dll maka saya membuat satu kesimpulan bahwa &#8220;KITA JAUUUUUUUH DARI DERAJAT MUJTAHID&#8221; hal tersebut terbukti mereka para wahabi selalu menghindar ketika diajak diskusi perihal ilmu alat bahasa arab, mafhum manthuq, pengertian/devinisi atau arti dari sebuah bahasa dan tata cara penggunaannya.<br />
Oleh sebab itu wahai saudaraku umuhasanah,ibnu suradi dll pelajarilah islam mulai dasar tangga kemudian ke atasnya dan ke atasny lagi secara bertahap satu demi satu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33096</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 08:01:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33096</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah 

mantap salut buat ummu hasanah dengan sikap sombong, mulut besar, merendahkan orang, ngeyel, caci maki dll, anti adalah indikator bahwa dakwah para ustad disini masih panjang 
ditunggu caci maki, sombong dan merendahkan orang selanjutnya wkwkwk]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah </p>
<p>mantap salut buat ummu hasanah dengan sikap sombong, mulut besar, merendahkan orang, ngeyel, caci maki dll, anti adalah indikator bahwa dakwah para ustad disini masih panjang<br />
ditunggu caci maki, sombong dan merendahkan orang selanjutnya wkwkwk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by yuyu</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33095</link>
		<dc:creator>yuyu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 06:18:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33095</guid>
		<description><![CDATA[Penyesalan yang terberat adalah ketika berbuat kesalahan tetapi sudah tidak dapat diperbaiki lagi (yaitu ketika mempertanggungjawabkan semua perbuatan di depan Sang Khalik, Allah Azza Wa Jalla...)... lihat bagaimana al-Qur&#039;an menggunakan kata &quot;laita&quot; (&quot;seandainya&quot; yang tidak dapat diubah atau diperbaharui lagi).. dalam ayat, &quot;Yaa laitani kuntu turoobaa&quot;....... bukan menggunakan kata &quot;la&#039;alla&quot; (&quot;seandainya&quot; yang masih bisa diperbaiki/diperbaharui).... 

Mudah2an Allah SWT memberikan seluas-luasnya hidayah utk mereka yang mau melihat kebenaran ilahi yang indah... Agar beruntung dan selamat hidup dunia dan akhirat...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penyesalan yang terberat adalah ketika berbuat kesalahan tetapi sudah tidak dapat diperbaiki lagi (yaitu ketika mempertanggungjawabkan semua perbuatan di depan Sang Khalik, Allah Azza Wa Jalla&#8230;)&#8230; lihat bagaimana al-Qur&#8217;an menggunakan kata &#8220;laita&#8221; (&#8220;seandainya&#8221; yang tidak dapat diubah atau diperbaharui lagi).. dalam ayat, &#8220;Yaa laitani kuntu turoobaa&#8221;&#8230;&#8230;. bukan menggunakan kata &#8220;la&#8217;alla&#8221; (&#8220;seandainya&#8221; yang masih bisa diperbaiki/diperbaharui)&#8230;. </p>
<p>Mudah2an Allah SWT memberikan seluas-luasnya hidayah utk mereka yang mau melihat kebenaran ilahi yang indah&#8230; Agar beruntung dan selamat hidup dunia dan akhirat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33094</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 06:08:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33094</guid>
		<description><![CDATA[Contoh Manusia yang merasa berilmu dan akhirnya sesat adalah Ummu Abdillah. Menurut Ummu Abdillah, riwayat yang dibawakan oleh Abdullah bin Naafi’ adalah shahih. Namun, disisi lain Ummu Abdillah pun mengakui, bahwa ada juga ahli hadist yang mengkritik hapalan Ibnu Naafi’ seperti Abu Haatim, Al-Bukhaariy, Ad-Daaruquthniy, dan Abu Zur’ah dalam riwayatnya yang lain. Namun, kemudian ummu abdillah ini meneliti riwayat tersebut, dan mengemukakan beberapa pendapat dari para ulama, akhir kesimpulan ummu abdillah adalah : &quot;Seandainya tidak bisa dihukumi shahih, maka ia tidak jatuh dari derajat hasan.&quot;

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sedangkan al-Imâm al-Hâfizh al-Faqîh al-Khathib al-Baghdadi dalam kitab al-Faqîh Wa al-Mutafaqqih, sebagai berikut:Bahkan jika ada hadits yang menyebutkan tentang sifat Allah dan para perawi hadits tersebut masih diperselisihkan, walaupun kemudian hadits ini dikuatkan dengan adanya hadits lain (yang semakna dengannya dengan jalur yang berbeda), hadits ini tetap tidak bisa dijadikan dalil untuk menetapkan sifat Allah”.

Ummu Hasanah ini, apakah saudaranya ummu abdillah?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Contoh Manusia yang merasa berilmu dan akhirnya sesat adalah Ummu Abdillah. Menurut Ummu Abdillah, riwayat yang dibawakan oleh Abdullah bin Naafi’ adalah shahih. Namun, disisi lain Ummu Abdillah pun mengakui, bahwa ada juga ahli hadist yang mengkritik hapalan Ibnu Naafi’ seperti Abu Haatim, Al-Bukhaariy, Ad-Daaruquthniy, dan Abu Zur’ah dalam riwayatnya yang lain. Namun, kemudian ummu abdillah ini meneliti riwayat tersebut, dan mengemukakan beberapa pendapat dari para ulama, akhir kesimpulan ummu abdillah adalah : &#8220;Seandainya tidak bisa dihukumi shahih, maka ia tidak jatuh dari derajat hasan.&#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Sedangkan al-Imâm al-Hâfizh al-Faqîh al-Khathib al-Baghdadi dalam kitab al-Faqîh Wa al-Mutafaqqih, sebagai berikut:Bahkan jika ada hadits yang menyebutkan tentang sifat Allah dan para perawi hadits tersebut masih diperselisihkan, walaupun kemudian hadits ini dikuatkan dengan adanya hadits lain (yang semakna dengannya dengan jalur yang berbeda), hadits ini tetap tidak bisa dijadikan dalil untuk menetapkan sifat Allah”.</p>
<p>Ummu Hasanah ini, apakah saudaranya ummu abdillah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33093</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 05:47:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33093</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu Hasanah

Benar itu bos, saya memang tidak berilmu, karena bodoh, maka saya lebih suka menukil pendapat para ulama yang muktabar, dibandingkan harus menggali langsung dari Al-Qur&#039;an dan hadist. Beda dengan kalian, ummu hasanah, abu dzar, ibnu suradi cs yang ilmunya sudah begitu hebatnya, jadi dapat berhukum langsung dengan Al-Qur&#039;an dan Hadist, minimal dapat mentarjih sendiri mana pendapat yang lebih kuat.

Kalau begitu, bagi bagi ilmu dong, minimal anda menjawab semua pernyataan saya, kan aqidah kalian paling &quot;murni&quot;.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu Hasanah</p>
<p>Benar itu bos, saya memang tidak berilmu, karena bodoh, maka saya lebih suka menukil pendapat para ulama yang muktabar, dibandingkan harus menggali langsung dari Al-Qur&#8217;an dan hadist. Beda dengan kalian, ummu hasanah, abu dzar, ibnu suradi cs yang ilmunya sudah begitu hebatnya, jadi dapat berhukum langsung dengan Al-Qur&#8217;an dan Hadist, minimal dapat mentarjih sendiri mana pendapat yang lebih kuat.</p>
<p>Kalau begitu, bagi bagi ilmu dong, minimal anda menjawab semua pernyataan saya, kan aqidah kalian paling &#8220;murni&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by vijay</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33092</link>
		<dc:creator>vijay</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 05:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33092</guid>
		<description><![CDATA[semoga saja dihati kecilnya yg paling dalam ummu hasanah bisa menerima kekeliruannya selama ini, jika tidak maka lebih pantas jadi ummu jamil..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga saja dihati kecilnya yg paling dalam ummu hasanah bisa menerima kekeliruannya selama ini, jika tidak maka lebih pantas jadi ummu jamil..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Kang Panji Kelana</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-33091</link>
		<dc:creator>Kang Panji Kelana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 05:22:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-33091</guid>
		<description><![CDATA[hemmm.....
Ibnu Suradi@:gajah di pelupuk mata tdk kelihatan,semut d seberang lautan kelihatan,kacian-kacian wkwkwk...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hemmm&#8230;..<br />
Ibnu Suradi@:gajah di pelupuk mata tdk kelihatan,semut d seberang lautan kelihatan,kacian-kacian wkwkwk&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33090</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 05:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33090</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Dan diantara ciri orang berilmu adalah tidak merasa bahwa dirinya lebih berilmu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Dan diantara ciri orang berilmu adalah tidak merasa bahwa dirinya lebih berilmu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33089</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 04:16:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33089</guid>
		<description><![CDATA[Mas Agung, Sy mah sederhana saja. Orang berilmu itu hanya bisa tersenyum jika diajak berdebat dengan orang jahil.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Agung, Sy mah sederhana saja. Orang berilmu itu hanya bisa tersenyum jika diajak berdebat dengan orang jahil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by akhul</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33087</link>
		<dc:creator>akhul</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 02:42:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33087</guid>
		<description><![CDATA[To Ibnu suradi
Saya setuju dengan anda tentang pencarian guru yang bisa menjelaskan agama/syariat berdasarkan Quran hadit, tapi tahukan anda wahai saudaraku rentan waktu/masa antara kita dan rosulullah begitu jauhnya sehingga kemurnian pemahaman quran dan hadist yg di jelaskan guru kepada kita tentunya akan mengalami korosi, lebih2 guru yg tak bersanad, guru yg memahami secara otodidak, guru yg hafal quran hadis yg paham secara textualnya saja, dan guru yg jauh mendapat bimbingan dan ridlo dari Allah SWT, sekarang ini tentunya org2 semacam ini banyak di sekeliling kita, jadi tak heran ini di jadikan oleh org2 yionis untuk merusak islam dengan memberdayakan mereka dengan dalil kembali ke quarn dan hadit dengan berguru seperti tersebut, Rosul Bersanda &quot;Al hadidu laisa bil Hadidi&quot; Batu itu tdk bisa di hancurkan kecuali dengan sejenis batu itu, karenanya wahai saudaraku pelajari dulu guru2 kita sebelum kita belajar ilmunya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To Ibnu suradi<br />
Saya setuju dengan anda tentang pencarian guru yang bisa menjelaskan agama/syariat berdasarkan Quran hadit, tapi tahukan anda wahai saudaraku rentan waktu/masa antara kita dan rosulullah begitu jauhnya sehingga kemurnian pemahaman quran dan hadist yg di jelaskan guru kepada kita tentunya akan mengalami korosi, lebih2 guru yg tak bersanad, guru yg memahami secara otodidak, guru yg hafal quran hadis yg paham secara textualnya saja, dan guru yg jauh mendapat bimbingan dan ridlo dari Allah SWT, sekarang ini tentunya org2 semacam ini banyak di sekeliling kita, jadi tak heran ini di jadikan oleh org2 yionis untuk merusak islam dengan memberdayakan mereka dengan dalil kembali ke quarn dan hadit dengan berguru seperti tersebut, Rosul Bersanda &#8220;Al hadidu laisa bil Hadidi&#8221; Batu itu tdk bisa di hancurkan kecuali dengan sejenis batu itu, karenanya wahai saudaraku pelajari dulu guru2 kita sebelum kita belajar ilmunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Magribill</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33085</link>
		<dc:creator>Magribill</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 02:14:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33085</guid>
		<description><![CDATA[iyah ummu berdoa aj supaya ummu dpt hidayah dlm mengkaji Alquran &amp; Hadist secara mendalam

al-Imam Ahmad bin Muhammad al-Shawi al-Maliki,berkata dalam Hasyiyah ‘ala Tafsir al-Jalalain sebagai berikut:

هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اْلآَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلىَ شَيْءٍ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُوْنَ. (حاشية الصاوي على تفسير الجلالين، ٣/٣٠٧).

“Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta.” (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain, juz 3, hal. 307).]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iyah ummu berdoa aj supaya ummu dpt hidayah dlm mengkaji Alquran &amp; Hadist secara mendalam</p>
<p>al-Imam Ahmad bin Muhammad al-Shawi al-Maliki,berkata dalam Hasyiyah ‘ala Tafsir al-Jalalain sebagai berikut:</p>
<p>هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اْلآَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلىَ شَيْءٍ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُوْنَ. (حاشية الصاوي على تفسير الجلالين، ٣/٣٠٧).</p>
<p>“Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta.” (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain, juz 3, hal. 307).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33081</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:48:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33081</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu Hasanah

sorry bos, ibnu taimiyyah itu bukan generasi salaf. apa lagi utsmaini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu Hasanah</p>
<p>sorry bos, ibnu taimiyyah itu bukan generasi salaf. apa lagi utsmaini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33080</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:45:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33080</guid>
		<description><![CDATA[Dalam naskah Taurat palsu yang menjadi dasar agama mereka disebutkan dalam Safar al Muluk al Ishhah 22 no.19-20 orang-orang Yahudi semoga Allah melaknat mereka mengatakan: “Maka dengarkanlah kata-kata Tuhan, kamu telah melihat Tuhan duduk di atas kursiNya dan seluruh tentara langit berdiri di kanan dan kiriNya“. Dan dalam buku yang mereka beri nama Safar Mazamir: al Ishhah 47 no.8 orang-orang Yahudi –semoga Allah melaknat mereka- mengatakan: “Allah duduk di atas kursi kesucian- Nya”.

Dalam kitab yang mereka namakan Safar Tastniyat al Ishhah 4 nomor 15-16 kaum Yahudi mengatakan: “Sesungguhnya apabila kalian tidak melihat bentuk yang ada pada hari Tuhan berkata kepada kalian di haurip di tengah-tengah api agar kalian tidak sesat dan memahat patung untuk diri kalian seperti laki-laki atau perempuan”.

Dalam naskah Taurat palsu yang mereka namakan dengan Safar at-Takwin al Ishhah 11 nomor 5 kaum Yahudi mengatakan: “Kemudian Tuhan turun untuk melihat kota dan tugu yang keduanya dibangun oleh anak Adam”.

Dalam kitab yang disebut dengan Safar Isyiya’ al Ishhah 25 nomor 10 kaum yahudi berkata: “Karena tangan Tuhan bersemayam pada gunung ini”.

Dalam agama kristen pun dikenal denga konsep trinitas, mereka mengatakan bahwa Isa Al Masih adalah Tuhan, semoga laknat Allah atas mereka. mereka menggambarkan bahwa Tuhan mereka memilki tangan, bertempat, berpindah, dan segenap sifat sifat makhluk lainnya yang termanifestasi dalam sosok Nabi Isa Al Masih &#039;Alaihissalam.

Sekarang saya tanya kepada Ummu Hasanah, abu dzar, dkknya, siapa yang telah mengambil kekufuran dari kaum Yahudi dan Nasrani, kami (asy&#039;ariyyah maturidiyyah) atau kalain salafi wahabi?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam naskah Taurat palsu yang menjadi dasar agama mereka disebutkan dalam Safar al Muluk al Ishhah 22 no.19-20 orang-orang Yahudi semoga Allah melaknat mereka mengatakan: “Maka dengarkanlah kata-kata Tuhan, kamu telah melihat Tuhan duduk di atas kursiNya dan seluruh tentara langit berdiri di kanan dan kiriNya“. Dan dalam buku yang mereka beri nama Safar Mazamir: al Ishhah 47 no.8 orang-orang Yahudi –semoga Allah melaknat mereka- mengatakan: “Allah duduk di atas kursi kesucian- Nya”.</p>
<p>Dalam kitab yang mereka namakan Safar Tastniyat al Ishhah 4 nomor 15-16 kaum Yahudi mengatakan: “Sesungguhnya apabila kalian tidak melihat bentuk yang ada pada hari Tuhan berkata kepada kalian di haurip di tengah-tengah api agar kalian tidak sesat dan memahat patung untuk diri kalian seperti laki-laki atau perempuan”.</p>
<p>Dalam naskah Taurat palsu yang mereka namakan dengan Safar at-Takwin al Ishhah 11 nomor 5 kaum Yahudi mengatakan: “Kemudian Tuhan turun untuk melihat kota dan tugu yang keduanya dibangun oleh anak Adam”.</p>
<p>Dalam kitab yang disebut dengan Safar Isyiya’ al Ishhah 25 nomor 10 kaum yahudi berkata: “Karena tangan Tuhan bersemayam pada gunung ini”.</p>
<p>Dalam agama kristen pun dikenal denga konsep trinitas, mereka mengatakan bahwa Isa Al Masih adalah Tuhan, semoga laknat Allah atas mereka. mereka menggambarkan bahwa Tuhan mereka memilki tangan, bertempat, berpindah, dan segenap sifat sifat makhluk lainnya yang termanifestasi dalam sosok Nabi Isa Al Masih &#8216;Alaihissalam.</p>
<p>Sekarang saya tanya kepada Ummu Hasanah, abu dzar, dkknya, siapa yang telah mengambil kekufuran dari kaum Yahudi dan Nasrani, kami (asy&#8217;ariyyah maturidiyyah) atau kalain salafi wahabi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33079</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:35:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33079</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh al Islam al Hafidz al Baihaqi –semoga Allah merahmatinya- mengatakan tentang hal itu: “Secara umum wajib diketahui bahwa istiwa’ Allah subhanahu wa ta’ala bukanlah istiwa’ lurus dari bengkok, tidak bersemayam pada suatu tempat, dan tidak menempel pada sesuatu dari makhlukNya akan tetapi Allah istawa ‘ala al Arsy sebagaimana Dia kabarkan tanpa disifati dengan sifat makhluk dan tanpa tempat. Maji’Nya bukan datang dari satu tempat ke tempat lain dan bukan bergerak. Nuzulnya bukan dengan berpindah, Dzatnya bukanlah jisim, wajhNya bukanlah bentuk/gambar, yadNya bukanlah anggota badan dan bahwa ‘ain Nya bukanlah kelopak mata. Sifat-sifat ini tauqifi, maka kita mengimaninya dan menafikan penyerupaannya dengan sifat makhluk. Allah ta’ala telah berfirman: ( لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْء (الشورى: 11 Maknanya: “Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah dari satu segi maupun semua segi”. Allah juga berfirman: ( وَلمَْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ (الإخلاص: 4 Maknanya: “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. Allah juga berfirman: ( هَ لْ تَ عْ ل مُ ل ه سمَِ ا (مريم: 65 Maknanya: Tidak ada serupa bagi-Nya (Allah). (Al Baihaqi, al Iqtiqad wa al Hidayah, hal. 72)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syaikh al Islam al Hafidz al Baihaqi –semoga Allah merahmatinya- mengatakan tentang hal itu: “Secara umum wajib diketahui bahwa istiwa’ Allah subhanahu wa ta’ala bukanlah istiwa’ lurus dari bengkok, tidak bersemayam pada suatu tempat, dan tidak menempel pada sesuatu dari makhlukNya akan tetapi Allah istawa ‘ala al Arsy sebagaimana Dia kabarkan tanpa disifati dengan sifat makhluk dan tanpa tempat. Maji’Nya bukan datang dari satu tempat ke tempat lain dan bukan bergerak. Nuzulnya bukan dengan berpindah, Dzatnya bukanlah jisim, wajhNya bukanlah bentuk/gambar, yadNya bukanlah anggota badan dan bahwa ‘ain Nya bukanlah kelopak mata. Sifat-sifat ini tauqifi, maka kita mengimaninya dan menafikan penyerupaannya dengan sifat makhluk. Allah ta’ala telah berfirman: ( لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْء (الشورى: 11 Maknanya: “Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah dari satu segi maupun semua segi”. Allah juga berfirman: ( وَلمَْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ (الإخلاص: 4 Maknanya: “Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. Allah juga berfirman: ( هَ لْ تَ عْ ل مُ ل ه سمَِ ا (مريم: 65 Maknanya: Tidak ada serupa bagi-Nya (Allah). (Al Baihaqi, al Iqtiqad wa al Hidayah, hal. 72)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33077</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:21:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33077</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu Suradi

Misal, seseorang berwudhu dengan mengusap sebagian kepala, tapi ketika sholat orang tersebut tidak membaca basmallah pada surah al-fatihah. maka sholatnya, menurut mazhab maliki tidak sah, karena membasuh kepala itu wajibnya adalah seluruhnya, sedangkan menurut mazhab syafi&#039;i wajibnya adalah sebagian. Sedangkan menurut mazhab syafi&#039;i sholatnya juga tidak sah karena basmallah merupakan bagian dari sural al-fatihah, sedangkan menurut mazhab maliki, basmallah bukan bagian dari surah al-fatihah dan hukum membacanya adalah makruh.

lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas wudhu dan sholatnya? ia butuh sanad yang ia pegang bahwa ia berpegangan pada sunnah Nabi saw dalam wudhu dan sholatnya, sanadnya berpadu pada Imam Syafii atau pada Imam Malik? atau pada lainnya? atau ia tak berpegang pada salah satunya sebagaimana contoh diatas.

Sahabat saya pernah berkata, sebagian besar Habaib bermazhab Syafi&#039;i, begitupun dengan NU. Kami sholat berdasarkan Al-Qur&#039;an dan Hadist menurut pemahaman mazhab Syaf&#039;i&#039;i. Kami yang ada di sini orang awam, tidak sampai pada derajat mujtahid. kami juga tidak dapat mentarjih mana pendapat yg lebih kuat karena keterbatasan ilmu kami. satu mazhab saja kami tidak menguasai, apa lagi jika diharuskan belajar mazhab yang lain, tentu kami akan mengalami kesulitan. Namun, jika saudara mampu mentarjih sendiri karena ilmu saudara yang sudah begitu tinggi dan hebatnya, ya kami persilahkan, tapi jangan paksa kami mengikuti pemahaman anda.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu Suradi</p>
<p>Misal, seseorang berwudhu dengan mengusap sebagian kepala, tapi ketika sholat orang tersebut tidak membaca basmallah pada surah al-fatihah. maka sholatnya, menurut mazhab maliki tidak sah, karena membasuh kepala itu wajibnya adalah seluruhnya, sedangkan menurut mazhab syafi&#8217;i wajibnya adalah sebagian. Sedangkan menurut mazhab syafi&#8217;i sholatnya juga tidak sah karena basmallah merupakan bagian dari sural al-fatihah, sedangkan menurut mazhab maliki, basmallah bukan bagian dari surah al-fatihah dan hukum membacanya adalah makruh.</p>
<p>lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas wudhu dan sholatnya? ia butuh sanad yang ia pegang bahwa ia berpegangan pada sunnah Nabi saw dalam wudhu dan sholatnya, sanadnya berpadu pada Imam Syafii atau pada Imam Malik? atau pada lainnya? atau ia tak berpegang pada salah satunya sebagaimana contoh diatas.</p>
<p>Sahabat saya pernah berkata, sebagian besar Habaib bermazhab Syafi&#8217;i, begitupun dengan NU. Kami sholat berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan Hadist menurut pemahaman mazhab Syaf&#8217;i'i. Kami yang ada di sini orang awam, tidak sampai pada derajat mujtahid. kami juga tidak dapat mentarjih mana pendapat yg lebih kuat karena keterbatasan ilmu kami. satu mazhab saja kami tidak menguasai, apa lagi jika diharuskan belajar mazhab yang lain, tentu kami akan mengalami kesulitan. Namun, jika saudara mampu mentarjih sendiri karena ilmu saudara yang sudah begitu tinggi dan hebatnya, ya kami persilahkan, tapi jangan paksa kami mengikuti pemahaman anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33076</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:02:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33076</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu Hasanah

Al Imam Ali -semoga Allah meridlainya- mengatakan yang maknanya: &quot;Sesungguhnya Allah menciptakan &#039;Arsy (makhluk Allah yang paling besar) untuk menampakkan kekuasaan-Nya bukan untuk menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya&quot; (diriwayatkan oleh Abu Manshur al Baghdadi dalam kitab al Farq bayna al Firaq, hal. 333)

“ Ar-Rahman beristiwa di Arsy “ (QS. Thaha : 5), memang ada yang mengatakan bahwa salah seorang sahabat Ibnu Abbas menafsirkannya : “ Istaqarra / bersemayam “. Namun, dalam kitab Al-Asmaa wa ash-Shifat, imam al-Baihaqi : 383, maktabah al-Azhar li at-Turats, mengatakan bahwa riwayat tersebut adalah mungkar.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu Hasanah</p>
<p>Al Imam Ali -semoga Allah meridlainya- mengatakan yang maknanya: &#8220;Sesungguhnya Allah menciptakan &#8216;Arsy (makhluk Allah yang paling besar) untuk menampakkan kekuasaan-Nya bukan untuk menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya&#8221; (diriwayatkan oleh Abu Manshur al Baghdadi dalam kitab al Farq bayna al Firaq, hal. 333)</p>
<p>“ Ar-Rahman beristiwa di Arsy “ (QS. Thaha : 5), memang ada yang mengatakan bahwa salah seorang sahabat Ibnu Abbas menafsirkannya : “ Istaqarra / bersemayam “. Namun, dalam kitab Al-Asmaa wa ash-Shifat, imam al-Baihaqi : 383, maktabah al-Azhar li at-Turats, mengatakan bahwa riwayat tersebut adalah mungkar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33075</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 14:42:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33075</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu Hasanah

Saya pernah membaca, bahwa ibnu taimiyyah dalam banyak karyanya seperti Muwafaqat Sharih al-Ma’qul Li Shahih al-Manqul[1], Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah[2], Kitab Syarh Hadits an-Nuzul[3], Majmu’ al-Fatawa[4], Kitab Syarh Hadits ‘Imrah ibn al-Hushain[5], dan Kitab Naqd Maratib al-Ijma’[6]. alam ini tidak memiliki permulaan, ia azali atau qadim sebagaimana Allah Azali dan Qadim. Menurutnya, yang baharu dan memiliki permulaan dari alam ini adalah materi-materinya saja (al-Maddah atau al-Afrad), sementara jenis-jenisnya adalah sesuatu yang azali.

Benar tidak pernyataan ibnu taimiyyah tersebut?

karena kalian tidak pernah menjawab pertanyaan saya seputar sifat Allah subhanahu wa ta&#039;ala yang qadim azali. Maknanya tidak memiliki permulaan. Makna, al-Azali dan atau al-Qadim dalam pengertian ini secara mutlak hanya milik Allah saja. Tidak ada suatu apapun dari makhluk Allah yang memiliki sifat seperti ini. jangan jangan ummu hasanah, abu dzar, ibnu suradi dkknya mengikuti paham ibnu taimiyyah juga.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu Hasanah</p>
<p>Saya pernah membaca, bahwa ibnu taimiyyah dalam banyak karyanya seperti Muwafaqat Sharih al-Ma’qul Li Shahih al-Manqul[1], Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah[2], Kitab Syarh Hadits an-Nuzul[3], Majmu’ al-Fatawa[4], Kitab Syarh Hadits ‘Imrah ibn al-Hushain[5], dan Kitab Naqd Maratib al-Ijma’[6]. alam ini tidak memiliki permulaan, ia azali atau qadim sebagaimana Allah Azali dan Qadim. Menurutnya, yang baharu dan memiliki permulaan dari alam ini adalah materi-materinya saja (al-Maddah atau al-Afrad), sementara jenis-jenisnya adalah sesuatu yang azali.</p>
<p>Benar tidak pernyataan ibnu taimiyyah tersebut?</p>
<p>karena kalian tidak pernah menjawab pertanyaan saya seputar sifat Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang qadim azali. Maknanya tidak memiliki permulaan. Makna, al-Azali dan atau al-Qadim dalam pengertian ini secara mutlak hanya milik Allah saja. Tidak ada suatu apapun dari makhluk Allah yang memiliki sifat seperti ini. jangan jangan ummu hasanah, abu dzar, ibnu suradi dkknya mengikuti paham ibnu taimiyyah juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33074</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 14:32:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33074</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu Hasanah

Dalam kitab Dafu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih karya Imam Ibnul Jauz dijelaskan sebagai berikut :

Ketahuilah, kata Istawâ “استوى” dalam bahasa Arab memiliki berbagai macam arti, di antaranya bermakna I’tadala “اعتدل”; artinya “sama sepadan”. Dalam makna ini sebagian kabilah Bani Tamim berkata:

 فَاسْتَوَى ظَالِمُ العَشِيْرَةِ وَالْمَظْلُوْمُ

[Artinya “Menjadi sama antara orang yang zalim dari kaum tersebut dengan orang yang dizaliminya”. Kata Istawâ dalam bait sya’ir ini artinya “sama sepadan”].


Kata Istawâ dapat pula bermakna tamma “تمّ” ; artinya sempurna. Dalam makna ini seperti firman Allah tentang Nabi Musa: 

وَلَمّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى ءَاتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا (القصص: 14)

[”Ketika dia (Nabi Musa) telah mencapai kekuatannya dan telah sempurna Kami (Allah) berikan kepadanya kenabian dan ilmu”]. (QS. Al-Qashash: 14).


Kata Istawâ dapat pula bermakna al-Qashd Ilâ asy-Syai’ “القصد إلى الشىء” artinya; bertujuan terhadap sesuatu. Dalam makna ini seperti firman Allah:

ثُمّ اسْتَوَى إلَى السّمَاء (فصلت: 11)

[Yang dimaksud Istawâ dalam ayat ini ialah qashada “قصد”, artinya bahwa Allah berkehendak (bertujuan) untuk menciptakan langit].


Kata Istawâ dapat pula dalam makna al-Istîlâ’ ‘Alâ asy-Syai’ “الاستيلاء على الشىء” artinya; menguasai terhadap sesuatu. Dalam makna ini sebagaimana perkataan seorang penyair:

إذَا مَا غَزَا قَوْمًا أبَاحَ حَرِيْمهُمْ     وأضْحَى عَلى مَا مَلَكُوْهُ قَدِ اسْتَوَى

[Maknanya: “Apa bila ia memerangi suatu kaum maka ia mendapatkan kebolehan atas sesuatu yang terlarang dari mereka, dan jadilah ia terhadap apa yang mereka miliki telah menguasai”].

Sekarang menurut jeng ummu hasanah, apa makna istawa?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu Hasanah</p>
<p>Dalam kitab Dafu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih karya Imam Ibnul Jauz dijelaskan sebagai berikut :</p>
<p>Ketahuilah, kata Istawâ “استوى” dalam bahasa Arab memiliki berbagai macam arti, di antaranya bermakna I’tadala “اعتدل”; artinya “sama sepadan”. Dalam makna ini sebagian kabilah Bani Tamim berkata:</p>
<p> فَاسْتَوَى ظَالِمُ العَشِيْرَةِ وَالْمَظْلُوْمُ</p>
<p>[Artinya “Menjadi sama antara orang yang zalim dari kaum tersebut dengan orang yang dizaliminya”. Kata Istawâ dalam bait sya’ir ini artinya “sama sepadan”].</p>
<p>Kata Istawâ dapat pula bermakna tamma “تمّ” ; artinya sempurna. Dalam makna ini seperti firman Allah tentang Nabi Musa: </p>
<p>وَلَمّا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَاسْتَوَى ءَاتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا (القصص: 14)</p>
<p>[”Ketika dia (Nabi Musa) telah mencapai kekuatannya dan telah sempurna Kami (Allah) berikan kepadanya kenabian dan ilmu”]. (QS. Al-Qashash: 14).</p>
<p>Kata Istawâ dapat pula bermakna al-Qashd Ilâ asy-Syai’ “القصد إلى الشىء” artinya; bertujuan terhadap sesuatu. Dalam makna ini seperti firman Allah:</p>
<p>ثُمّ اسْتَوَى إلَى السّمَاء (فصلت: 11)</p>
<p>[Yang dimaksud Istawâ dalam ayat ini ialah qashada “قصد”, artinya bahwa Allah berkehendak (bertujuan) untuk menciptakan langit].</p>
<p>Kata Istawâ dapat pula dalam makna al-Istîlâ’ ‘Alâ asy-Syai’ “الاستيلاء على الشىء” artinya; menguasai terhadap sesuatu. Dalam makna ini sebagaimana perkataan seorang penyair:</p>
<p>إذَا مَا غَزَا قَوْمًا أبَاحَ حَرِيْمهُمْ     وأضْحَى عَلى مَا مَلَكُوْهُ قَدِ اسْتَوَى</p>
<p>[Maknanya: “Apa bila ia memerangi suatu kaum maka ia mendapatkan kebolehan atas sesuatu yang terlarang dari mereka, dan jadilah ia terhadap apa yang mereka miliki telah menguasai”].</p>
<p>Sekarang menurut jeng ummu hasanah, apa makna istawa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33070</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 10:26:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33070</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi 

ucapan ente 

&quot;Saya menolak karena tidak ada manfaat untuk orang banyak terutama para pengunjung situs ini.&quot;

klise banget sih kang...! khan waktu itu udah ada yang siap mendokumentasikan pake kamera lalu di posting di blog ini tapi kan ente tetep ga mau, padahal manfaatnya lebih banyak ketimbang cuma tulisan tanpa memperlihatkan prakteknya!
saran saja buat ente, ada ustad agung tuh yang kayaknya mau ngeladenin ente coba ente diskusi sampai selesai dan tunjukan sama para pengujung blog ini bahwa ente siap diskusi sampai selesai suatu masalah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi </p>
<p>ucapan ente </p>
<p>&#8220;Saya menolak karena tidak ada manfaat untuk orang banyak terutama para pengunjung situs ini.&#8221;</p>
<p>klise banget sih kang&#8230;! khan waktu itu udah ada yang siap mendokumentasikan pake kamera lalu di posting di blog ini tapi kan ente tetep ga mau, padahal manfaatnya lebih banyak ketimbang cuma tulisan tanpa memperlihatkan prakteknya!<br />
saran saja buat ente, ada ustad agung tuh yang kayaknya mau ngeladenin ente coba ente diskusi sampai selesai dan tunjukan sama para pengujung blog ini bahwa ente siap diskusi sampai selesai suatu masalah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33069</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 09:00:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33069</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,,
Saudariku ummu hasanah@, lantas apa makna &quot;istawa&quot; yang benar menurut anda?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,,<br />
Saudariku ummu hasanah@, lantas apa makna &#8220;istawa&#8221; yang benar menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by yuyu</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33067</link>
		<dc:creator>yuyu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 08:18:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33067</guid>
		<description><![CDATA[Untuk teman2 wahabi, @Ibn Suradi cs... 

Sejauh ini antum dan teman2 wahabi selalu merasa bahwa wahabi salafy adalah yang paling sesuai dengan pemahaman Nabi Saw dalam berbagai hal (Aqidah, Fiqh (baca: sholat dsb), Akhlak, dll),.... Nah, teman2 Aswaja mencoba menguji validitasnya dengan mempertanyakan: 
1) Jika benar pemahaman M. Ibn Abdul Wahab (pendiri wahabism) tentang Akidah 3 (konsep Ibn Taimiyah) itu yang paling sesuai dengan yang diajarkan Nabi dahulu. Maka tolong dibuktikan secara ilmiah bagaimana M. Ibn Abdul Wahab mendapatkan pemahaman tsb dengan rantai sanad keguruan setiap generasi yang shohih dan bisa dipertanggungjawabkan sampai Rasululloh Saw? karena kalau tidak, maka pengakuan wahabi yang disandarkan Nabi tidak shohih (dhoif/tertolak). Dan gugurlah semua pendapatnya.... karena Agama yang mulia ini terjaga lewat SANAD.... 

2) Dalam berbagai hal termasuk memahami hadits dan al-qur&#039;an, teman2 wahabi mengutip dan memahami kedua sumber hukum islam tersebut secara langsung (bahkan &quot;letter lux/ sesuai terjemahannya&quot;) sehingga kadang menimbulkan kontradiksi antara hadits atau ayat yang satu dengan yang lainnya. Sama sekali tidak mengacu kepada Ilmu ulumul Qur&#039;an (untuk memahami al-Qur&#039;an) dan Mustholahul Hadits (untuk memahami hadits) yang telah disusun oleh para ulama mu&#039;tabar. Oleh karenanya teman2 Aswaja menanyakan Apakah Derajat rekan2 wahabi tsb sdh mencapai derajat MUJTAHID? Tahukah syarat2 MUJTAHID itu apa saja? Apa landasan Ilmiah mereka melakukan hal tersebut? 
Karena setiap sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, padahal tidak sesuai dengan apa yang kehendaki Nabi (termasuk pemahaman yang keliru...), maka itu dicela oleh Nabi.. Sedangkan mana mungkin kita mengetahui status hukum, serta sanad dan matannya jika tidak melalui lisan dan karya para ulama yang mu&#039;tabar... 

-------------------------------------------

Untuk teman2 Aswaja, 

Bersabarlah karena tugas teman2 semua hanya menyampaikan yang haq lewat cara yang santun tetapi komprehensif sebagaimana para ulama2 kita terdahulu bersikap... karena Hidayah adalah semata hak Allah Azza wa Jalla...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk teman2 wahabi, @Ibn Suradi cs&#8230; </p>
<p>Sejauh ini antum dan teman2 wahabi selalu merasa bahwa wahabi salafy adalah yang paling sesuai dengan pemahaman Nabi Saw dalam berbagai hal (Aqidah, Fiqh (baca: sholat dsb), Akhlak, dll),&#8230;. Nah, teman2 Aswaja mencoba menguji validitasnya dengan mempertanyakan:<br />
1) Jika benar pemahaman M. Ibn Abdul Wahab (pendiri wahabism) tentang Akidah 3 (konsep Ibn Taimiyah) itu yang paling sesuai dengan yang diajarkan Nabi dahulu. Maka tolong dibuktikan secara ilmiah bagaimana M. Ibn Abdul Wahab mendapatkan pemahaman tsb dengan rantai sanad keguruan setiap generasi yang shohih dan bisa dipertanggungjawabkan sampai Rasululloh Saw? karena kalau tidak, maka pengakuan wahabi yang disandarkan Nabi tidak shohih (dhoif/tertolak). Dan gugurlah semua pendapatnya&#8230;. karena Agama yang mulia ini terjaga lewat SANAD&#8230;. </p>
<p>2) Dalam berbagai hal termasuk memahami hadits dan al-qur&#8217;an, teman2 wahabi mengutip dan memahami kedua sumber hukum islam tersebut secara langsung (bahkan &#8220;letter lux/ sesuai terjemahannya&#8221;) sehingga kadang menimbulkan kontradiksi antara hadits atau ayat yang satu dengan yang lainnya. Sama sekali tidak mengacu kepada Ilmu ulumul Qur&#8217;an (untuk memahami al-Qur&#8217;an) dan Mustholahul Hadits (untuk memahami hadits) yang telah disusun oleh para ulama mu&#8217;tabar. Oleh karenanya teman2 Aswaja menanyakan Apakah Derajat rekan2 wahabi tsb sdh mencapai derajat MUJTAHID? Tahukah syarat2 MUJTAHID itu apa saja? Apa landasan Ilmiah mereka melakukan hal tersebut?<br />
Karena setiap sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, padahal tidak sesuai dengan apa yang kehendaki Nabi (termasuk pemahaman yang keliru&#8230;), maka itu dicela oleh Nabi.. Sedangkan mana mungkin kita mengetahui status hukum, serta sanad dan matannya jika tidak melalui lisan dan karya para ulama yang mu&#8217;tabar&#8230; </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Untuk teman2 Aswaja, </p>
<p>Bersabarlah karena tugas teman2 semua hanya menyampaikan yang haq lewat cara yang santun tetapi komprehensif sebagaimana para ulama2 kita terdahulu bersikap&#8230; karena Hidayah adalah semata hak Allah Azza wa Jalla&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33066</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 08:11:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33066</guid>
		<description><![CDATA[Abu Dzar dan AbDzikri, terima kasih atas perhatiannya...
Ibnu Suradi, jangan ngoyo banget ah, percuma... lha wong mrk ini gak bisa diberitahu koq. Mau hujjah yang antum ambil dari ayat Al Qur&#039;an dan hadist Shohih dibantah pake syair orang nashrani? 
Coba deh tanya mrk tentang makna istawa. Pasti mrk mengartikan dengan istawla, yg dikutip dr syair yang dibuat oleh org Nashrani. (bisa dilihat dari kitab Aqidah Al washitiyah Syaikh Islam Ibnu Taymiyah dengan Syarah Syaikh Al Utsaimin)
Lebih baik doakan aja mrk agar dapat hidayah untuk beragama sesuai dengan Al Qur&#039;an dan hadist shohih atas pemahaman salafush sholih seperti kita ini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Dzar dan AbDzikri, terima kasih atas perhatiannya&#8230;<br />
Ibnu Suradi, jangan ngoyo banget ah, percuma&#8230; lha wong mrk ini gak bisa diberitahu koq. Mau hujjah yang antum ambil dari ayat Al Qur&#8217;an dan hadist Shohih dibantah pake syair orang nashrani?<br />
Coba deh tanya mrk tentang makna istawa. Pasti mrk mengartikan dengan istawla, yg dikutip dr syair yang dibuat oleh org Nashrani. (bisa dilihat dari kitab Aqidah Al washitiyah Syaikh Islam Ibnu Taymiyah dengan Syarah Syaikh Al Utsaimin)<br />
Lebih baik doakan aja mrk agar dapat hidayah untuk beragama sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan hadist shohih atas pemahaman salafush sholih seperti kita ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33065</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 07:08:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33065</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Pak Ibnu Suradi@, Tentang jawaban anda :
&lt;blockquote&gt;Guru yang benar senantiasa menyampaikan ayat Qur’an dan hadits karena keduanya adalah rujukan utama agama Islam. Ia juga menyampaikan atsar sahabat dan pendapat para ulama sebagai penjelas dari ayat Qur’an dan hadits. Guru yang demikian inilah yang akan menuntun kita menempuh jalan golongan yang selamat: Ahlussunnah wal Jamaah.&lt;/blockquote&gt;
Sebelumnya kami sampaikan terimakasih, namun jawaban anda tersebut masih sulit untuk kami realisasikan mengingat :

- Tentang ustadz yang telah menyampaikan al qur&#039;an atau hadits tersebut yang kemudian menuqil pernyataan para sahabat juga para ulama sebagai penjelasannya... Bagaimana cara kami mengetahui bahwa sang ustadz/guru tersebut tidak mendistorsi pernyataan/atsar para sahabat atau penjelasan para ulama ? Sedang semua atsar dan mayoritas penjelasan para ulama berbahasa arab ?

selanjutnya tentang kisah yang anda sampaikan :
&lt;blockquote&gt;Saya pernah punya pengalaman mengikuti pengajian di masjid di kampung saya pada suatu malam Ahad bulan lalu. Sang ustadz hanya berbicara dari awal hingga akhir tanpa menyampaikan ayat Qur’an, hadits, atsar dan pendapat ulama. Ini sangat memprihatinkan.&lt;/blockquote&gt;
Dalam kesimpulan kami : berarti menurut anda seorang ustadz ketika menyampaikan materi kajiannya wajib baginya menyampaikan al qur&#039;an dan atau hadits... Adakah memang demikian menurut anda ? jika memang demikian, maka pertanyaannya adalah :

- Adakah dalil yang menunjukkan akan hal itu ?
- Berdosakah seseorang yang menyampaikan urusan agama dimana materi yang disampaikan telah sesuai dengan al qur&#039;an dan atau as sunnah, namun dalam penyampaiannya beliau tidak menyertakan dalil (qur&#039;an atau hadits) yang jadi pijakannya ? (Seperti kitab sulam safinah, Sullamut Taufiq, atau kitab-kitab dasar yang lain).....
- Jika menurut anda tidak berdosa, lantas apa yang membuat anda prihatin ?

Terimakasih... Semoga anda dapat menjelaskannya dan bermanfaat bagi kami...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Pak Ibnu Suradi@, Tentang jawaban anda :</p>
<blockquote><p>Guru yang benar senantiasa menyampaikan ayat Qur’an dan hadits karena keduanya adalah rujukan utama agama Islam. Ia juga menyampaikan atsar sahabat dan pendapat para ulama sebagai penjelas dari ayat Qur’an dan hadits. Guru yang demikian inilah yang akan menuntun kita menempuh jalan golongan yang selamat: Ahlussunnah wal Jamaah.</p></blockquote>
<p>Sebelumnya kami sampaikan terimakasih, namun jawaban anda tersebut masih sulit untuk kami realisasikan mengingat :</p>
<p>- Tentang ustadz yang telah menyampaikan al qur&#8217;an atau hadits tersebut yang kemudian menuqil pernyataan para sahabat juga para ulama sebagai penjelasannya&#8230; Bagaimana cara kami mengetahui bahwa sang ustadz/guru tersebut tidak mendistorsi pernyataan/atsar para sahabat atau penjelasan para ulama ? Sedang semua atsar dan mayoritas penjelasan para ulama berbahasa arab ?</p>
<p>selanjutnya tentang kisah yang anda sampaikan :</p>
<blockquote><p>Saya pernah punya pengalaman mengikuti pengajian di masjid di kampung saya pada suatu malam Ahad bulan lalu. Sang ustadz hanya berbicara dari awal hingga akhir tanpa menyampaikan ayat Qur’an, hadits, atsar dan pendapat ulama. Ini sangat memprihatinkan.</p></blockquote>
<p>Dalam kesimpulan kami : berarti menurut anda seorang ustadz ketika menyampaikan materi kajiannya wajib baginya menyampaikan al qur&#8217;an dan atau hadits&#8230; Adakah memang demikian menurut anda ? jika memang demikian, maka pertanyaannya adalah :</p>
<p>- Adakah dalil yang menunjukkan akan hal itu ?<br />
- Berdosakah seseorang yang menyampaikan urusan agama dimana materi yang disampaikan telah sesuai dengan al qur&#8217;an dan atau as sunnah, namun dalam penyampaiannya beliau tidak menyertakan dalil (qur&#8217;an atau hadits) yang jadi pijakannya ? (Seperti kitab sulam safinah, Sullamut Taufiq, atau kitab-kitab dasar yang lain)&#8230;..<br />
- Jika menurut anda tidak berdosa, lantas apa yang membuat anda prihatin ?</p>
<p>Terimakasih&#8230; Semoga anda dapat menjelaskannya dan bermanfaat bagi kami&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33064</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 06:34:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33064</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
tolong dong mas, pertanyaan saya di jawab.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
tolong dong mas, pertanyaan saya di jawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gus Dur Dibilang Kafir Musyrik, Jasadnya Tetap Utuh Setelah Dikubur Setahun Lebih by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/02/21/gus-dur-dibilang-kafir-musyrik-jasadnya-tetap-utuh-setelah-dikubur-setahun-lebih/comment-page-3/#comment-33062</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 04:39:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2775#comment-33062</guid>
		<description><![CDATA[Faith.. KEBENARAN HANYALAH MILIK ALLOH
sedikit kami lampirkan keterangan yang saya COPY PASTE untuk sekedar menjadi renungan kita bersama.. betapa utuhnya jasad para sholihin dan syuhada&#039; serta hafidzul qur-an adalah karomah yang diberikan Alloh swt. terhadap hambanya yang sholih.. silahkan mas fait menelaahnya dengan hati ikhlas... dan kami aswaja tidak pernah mengatakan bahwa &quot;UTUHNYA JASAD MERUPAKAN TOLOK UKUR SEBUAH KEBENARA&quot; , kami hanya mengatakan bahwa hal itu adalah bukti kesholehan jenazah tersebut sewaktu hidup di dunia.. yang menjadi pertanyaan kami kepada mas fait adalah :
1.DENGAN DASAR APA ANDA MENYAMAKAN KEJADIAN TERSEBUT DENGAN UTUHNYA JASAD FIRAUN KAFIR..???
2.APAKAH ANDA MENGAKUI BAHWA QIYAS JUGA MERUPAKAN SALAH SATU SUMBER HUKUM SETELAH AL QUR-AN DAN AL HADIST???  
3.METODE QIYAS MENURUT PANDANGAN ANDA ITU BAGAIMANA??
4.APAKAH SETIAP HAL DIJELASKAN SECARA RINCI OLEH AL QUR-AN DAN ALHADIST??
5. AL QUR-AN ITU UNIVERSAL APA TDK??
silahkan anda perhatikan, amati, renungkan dengan hati ikhlas..
 “Kesaksian” Bumi tidak memakan jasad para
“Syuhada”
Waktu terjadi banjir di madinah, kuburan 70
orang keluarga perang uhud itu kena banjir,
mayatnya timbul keluar, masih utuh karena
dikubur dipasir. Sampai banjir surut, darahnya
masih mengalir harum. Terus dikubur lagi, tapi
sudah tidak ditandai nama nama mayat tsb,
yang ditandai karena dikenali cuma 2, yaitu
Hamzah karena diketahui dadanya bolong dan
jantungnya tidak ada karena telah dimakan
oleh hindun, badannya tinggi besar. Jasadnya
masih berdarah, dan harum, bahkan
tangannya masih menutup lukanya dilambung
yang terkena tombak, yang masih keluar darah,
walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan
yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz karena
diketahui kuping dan hidungnya terpotong-
potong karena diikat benang. Kedua orang
inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud.
Jadi kalau sekarang kita berziarah ke gunung
uhud, hanya ada 2 nisan saja.
Hadis mengatakan jasad para nabi dan rasul
tidak dimakan oleh tanah, dan hal ini
dibuktikan Al qur’an sebagaimana yang
terdapat dalam kisah nabi Sulaiman AS. Nabi
Sulaiman ketika sudah mau wafat, dia
berpegangan kepada tongkatnya sambil
tersenyum memandang jin yang sedang bekerja
membangun istana Sulaiman (haikal Sulaiman),
termasuk masjidil aqso. Setelah nabi Sulaiman
wafat, jin-jin tersebut tidak mengetahui
sehingga mereka bekerja terus siang dan
malam karena merasa diperhatikan oleh nabi
Sulaiman yang tidak bergerak-gerak sambil
tersenyum, sampai akhirnya nabi Sulaiman
jatuh tersungkur karena tongkatnya keropos
dimakan oleh rayap.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, tongkat
raja pasti kalau disini diserupakan dengan kayu
jati, yang keras, atau kayu cendana, tapi kalau
disana namanya kayu Kokaa, keistimewaannya
karena mampu untuk menahan serangan dari
sihir. Allah meletakkan barokah dimana Allah
mau, kadang di air, kadang di kayu, dan salah
satunya kayu kokaa seperti tongkat nabi
Sulaiman dan tongkat nabi Musa, sehingga jin
pun tidak berani.
Dan hal tersebut membuktikan bahwa jasad
nabi Sulaiman tidak busuk, karena kalau busuk,
2 sampai 3 hari sudah bau, tapi ini berpuluh-
puluh tahun sampai tongkatnya keropos
dimakan rayap dan jatuh tersungkur. Setelah
itu para jin baru tahu bahwa nabi sulaiman
telah wafat sambil berkata, “Ah, seandainya
kami tahu tentang hal hal yang gaib, pasti kami
tidak akan meneruskan perintah dari nabi
Sulaiman ini, sungguh kami terhina gara gara
hal ini (bahwa mereka tidak mengetahui
tentang hal yang gaib) sehingga tidak
menyadari bahwa Nabi Sulaiman telah wafat”,
Inilah yang menyebabkan, satu dalil yang
shohih dari pada Al qur an, bahwa keyakinan
kita sebagai Ahlus sunnah wal jam’ah akan
jasad nabi dan rasul tidak hancur dimakan
tanah dan tidak busuk. Dan hal ini bukan
tahyul (kurafat), karena ini adalah iman yang
shohih berdasarkan penjelasan dari Al qur an
dan sunnah rasul, dan ada dalil dalil yang
mendukung hal tersebut.
Bisakah jasad kita tidak dimakan oleh tanah?,
Bisa kalau kita sholeh, hafiz Al quran, mati
syahid, atau kita istiqomah dalam agama
sampai mati, “Innalladziina qoolu robbunallah
tsummas taqoomu tatanazzalu alaihimul
malaaikah alla takhoofu wala tahzanu, wa
absyiruu bil jannatil latii kuntum tuu ‘aduun.”
“sesungguhnya bagi orang orang yang telah
mengatakan, Rob kami adalah Allah, kemudian
mereka istiqomah didalamnya, maka kami akan
menurunkan kepada mereka malaikat malaikat,
tidak akan ada ketakutan dan kegelisahan pada
diri mereka, dan kabarkanlah kepada mereka
akan surga yang telah dijanjikan” (surah
haamiim assajadah).
Nabi Muhammad adalah manusia pilihan
(mustofa), dipilih, mukhtar, dan bukan
sembarang manusia, sebab dari sekian miliar
manusia yang ada di bumi, beliaulah yang
dipilih Allah untuk menjadi nabi penutup,
khotamun nabiyyin, sayyidul anbiya’ wal
mursaliin, penghulunya para rasul dan nabi,
sayyidul ‘anam, sayyidul bani adam, penghulu
seluruh manusia dari nabi adam sampai hari
kiamat.
Jadi Nabi Muhammad saw itu agung,
pangkatnya tertinggi, walaupun ia sama dengan
nabi dan rasul yang lain, “Laa nu farriqu baina
ahadim min rusulih,..” Allah tidak membeda
bedakan antara rasul yang satu dengan yang
lain, tetapi Allah berhak untuk memberikan
kelebihan antara satu rasul dengan rasul rasul
yang lain,
Sebuah “Kesaksian” 1.400 tahun dikubur, Jasad
Para Syuhada tetap Utuh
Dr Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang
berharga, “Qisshatun Nihayah”, yang dinukil
secara langsung dari Syaikh Mahmud Ash-
Shawaf menyebutkan peristiwa besar yang
dialami oleh sebagian ulama dalam penguburan
ulang sebagian sahabat yang gugur syahid di
perang Uhud.
Bagaimana mereka menyaksikan para sahabat
setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana jasad
mereka seperti sedia kala tanpa perubahan,
tanpa pembusukan. Sebagai bukti nyata atas
kebenaran berita gembira dari Nabi
Muhammad SAW kepada para syuhada, bahwa
bumi tidak memakan jasad mereka.
Berikut adalah sebagian dari kaset pembicaraan
Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa
tersebut.
“Syaikh Mahmud Ash-Shawaf telah
menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah
salah seorang yang diundang dari kalangan
ulama besar untuk pemakaman ulang para
sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di
kompleks kuburan syuhada Uhud, pekuburan
yang terkenal. Karena diterjang banjir, maka
sebagian jasadnya muncul ke permukaan. Para
ulama diundang untuk mengubur ulang para
sahabat tersebut.
Beliau berkata” Di antara orang yang aku
kuburkan adalah Hamzah, badannya besar,
kedua telinga dan hidungnya terpotong,
perutnya terbelah, dia meletakkan tangannya
diatas perutnya. Ketika kami menggerakkannya
dan mengangkat tangannya, darahnya
mengalir. Aku menguburkannya bersama
sahabat-sahabat lainnya yang gugur syahid di
Uhud.”
Dr Thariq As-suwaidan berkata,” ini adalah
perkara yang terbukti secara mutawatir dan
dengan mata kepala. Semoga Allah
menyampaikan kita semua ke derajat para
syuhada. Syaikh Mahmud telah menyampaikan
kepada kami tentang aroma harum misk yang
berasal darinya ketika darah mengalir dari
jasad Hamzah.”
Subhanallah, setelah 1400 tahun lebih, betapa
agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya
kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau. Betapa
utamanya, betapa mulianya, Allah
memberikannya kepada para syuhada. Jika
seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam
di perut bumi yang tak seorangpun melihatnya,
lalu bagaimanakah dengan kemuliannya di
surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Selamat bagi yang telah melihat sahabat mulia
ini, Hamzah bin Abdul Mutthalib paman
Rasulullah SAW.
Pertanyaan : Benarkah jasad Rasul tidak
hancur ?
Jawab: Pernah terjadi pada zaman Sultan
Sholahuddin Al Ayyubi, ketika perang Salib,
orang Kristen mengirim 2 orang anggotanya
yang berwajah seperti orang Arab, datang ke
Madinah dan tinggal serta bergaul dengan
orang-orang Madinah. Dan pada suatu hari,
sang Penguasa Madinah bermimpi bahwa telah
datang Rasulullah kepadanya dan meminta
kepadanya untuk menyelamatkan jasad beliau
dari 2 orang yang ditunjukkan wajahnya.
Setelah mimpi tersebut berkali kali dialaminya,
akhirnya beliau memanggil seluruh warga
Madinah untuk berkumpul dan bersalaman
kepadanya satu persatu.
Akhirnya setelah diketahui, kedua orang
tersebut ternyata telah membuat suatu
terowongan yang mengarah ke makam Nabi
Muhammad dan berencana untuk mencuri
jasad beliau karena mereka berkeyakinan kalau
jasad Nabi tidak hancur dan setelah jasad
tesebut dicuri oleh mereka, maka pasukan
Islam akan menyerah. Setelah diketahui hal
tersebut, maka kedua orang Kristen itu
akhirnya dihukum pancung, dan Raja Mesir
waktu itu menyuruh pemerintah Madinah
untuk membuat batasan berupa campuran
beton dan perunggu jauh kedalam tanah untuk
melindungi jasad Nabi Muhammad dan
keempat sahabatnya dari pencurian.
Ust.Tengku Zulkarnaen]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Faith.. KEBENARAN HANYALAH MILIK ALLOH<br />
sedikit kami lampirkan keterangan yang saya COPY PASTE untuk sekedar menjadi renungan kita bersama.. betapa utuhnya jasad para sholihin dan syuhada&#8217; serta hafidzul qur-an adalah karomah yang diberikan Alloh swt. terhadap hambanya yang sholih.. silahkan mas fait menelaahnya dengan hati ikhlas&#8230; dan kami aswaja tidak pernah mengatakan bahwa &#8220;UTUHNYA JASAD MERUPAKAN TOLOK UKUR SEBUAH KEBENARA&#8221; , kami hanya mengatakan bahwa hal itu adalah bukti kesholehan jenazah tersebut sewaktu hidup di dunia.. yang menjadi pertanyaan kami kepada mas fait adalah :<br />
1.DENGAN DASAR APA ANDA MENYAMAKAN KEJADIAN TERSEBUT DENGAN UTUHNYA JASAD FIRAUN KAFIR..???<br />
2.APAKAH ANDA MENGAKUI BAHWA QIYAS JUGA MERUPAKAN SALAH SATU SUMBER HUKUM SETELAH AL QUR-AN DAN AL HADIST???<br />
3.METODE QIYAS MENURUT PANDANGAN ANDA ITU BAGAIMANA??<br />
4.APAKAH SETIAP HAL DIJELASKAN SECARA RINCI OLEH AL QUR-AN DAN ALHADIST??<br />
5. AL QUR-AN ITU UNIVERSAL APA TDK??<br />
silahkan anda perhatikan, amati, renungkan dengan hati ikhlas..<br />
 “Kesaksian” Bumi tidak memakan jasad para<br />
“Syuhada”<br />
Waktu terjadi banjir di madinah, kuburan 70<br />
orang keluarga perang uhud itu kena banjir,<br />
mayatnya timbul keluar, masih utuh karena<br />
dikubur dipasir. Sampai banjir surut, darahnya<br />
masih mengalir harum. Terus dikubur lagi, tapi<br />
sudah tidak ditandai nama nama mayat tsb,<br />
yang ditandai karena dikenali cuma 2, yaitu<br />
Hamzah karena diketahui dadanya bolong dan<br />
jantungnya tidak ada karena telah dimakan<br />
oleh hindun, badannya tinggi besar. Jasadnya<br />
masih berdarah, dan harum, bahkan<br />
tangannya masih menutup lukanya dilambung<br />
yang terkena tombak, yang masih keluar darah,<br />
walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan<br />
yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz karena<br />
diketahui kuping dan hidungnya terpotong-<br />
potong karena diikat benang. Kedua orang<br />
inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud.<br />
Jadi kalau sekarang kita berziarah ke gunung<br />
uhud, hanya ada 2 nisan saja.<br />
Hadis mengatakan jasad para nabi dan rasul<br />
tidak dimakan oleh tanah, dan hal ini<br />
dibuktikan Al qur’an sebagaimana yang<br />
terdapat dalam kisah nabi Sulaiman AS. Nabi<br />
Sulaiman ketika sudah mau wafat, dia<br />
berpegangan kepada tongkatnya sambil<br />
tersenyum memandang jin yang sedang bekerja<br />
membangun istana Sulaiman (haikal Sulaiman),<br />
termasuk masjidil aqso. Setelah nabi Sulaiman<br />
wafat, jin-jin tersebut tidak mengetahui<br />
sehingga mereka bekerja terus siang dan<br />
malam karena merasa diperhatikan oleh nabi<br />
Sulaiman yang tidak bergerak-gerak sambil<br />
tersenyum, sampai akhirnya nabi Sulaiman<br />
jatuh tersungkur karena tongkatnya keropos<br />
dimakan oleh rayap.<br />
Sebagaimana yang telah kita ketahui, tongkat<br />
raja pasti kalau disini diserupakan dengan kayu<br />
jati, yang keras, atau kayu cendana, tapi kalau<br />
disana namanya kayu Kokaa, keistimewaannya<br />
karena mampu untuk menahan serangan dari<br />
sihir. Allah meletakkan barokah dimana Allah<br />
mau, kadang di air, kadang di kayu, dan salah<br />
satunya kayu kokaa seperti tongkat nabi<br />
Sulaiman dan tongkat nabi Musa, sehingga jin<br />
pun tidak berani.<br />
Dan hal tersebut membuktikan bahwa jasad<br />
nabi Sulaiman tidak busuk, karena kalau busuk,<br />
2 sampai 3 hari sudah bau, tapi ini berpuluh-<br />
puluh tahun sampai tongkatnya keropos<br />
dimakan rayap dan jatuh tersungkur. Setelah<br />
itu para jin baru tahu bahwa nabi sulaiman<br />
telah wafat sambil berkata, “Ah, seandainya<br />
kami tahu tentang hal hal yang gaib, pasti kami<br />
tidak akan meneruskan perintah dari nabi<br />
Sulaiman ini, sungguh kami terhina gara gara<br />
hal ini (bahwa mereka tidak mengetahui<br />
tentang hal yang gaib) sehingga tidak<br />
menyadari bahwa Nabi Sulaiman telah wafat”,<br />
Inilah yang menyebabkan, satu dalil yang<br />
shohih dari pada Al qur an, bahwa keyakinan<br />
kita sebagai Ahlus sunnah wal jam’ah akan<br />
jasad nabi dan rasul tidak hancur dimakan<br />
tanah dan tidak busuk. Dan hal ini bukan<br />
tahyul (kurafat), karena ini adalah iman yang<br />
shohih berdasarkan penjelasan dari Al qur an<br />
dan sunnah rasul, dan ada dalil dalil yang<br />
mendukung hal tersebut.<br />
Bisakah jasad kita tidak dimakan oleh tanah?,<br />
Bisa kalau kita sholeh, hafiz Al quran, mati<br />
syahid, atau kita istiqomah dalam agama<br />
sampai mati, “Innalladziina qoolu robbunallah<br />
tsummas taqoomu tatanazzalu alaihimul<br />
malaaikah alla takhoofu wala tahzanu, wa<br />
absyiruu bil jannatil latii kuntum tuu ‘aduun.”<br />
“sesungguhnya bagi orang orang yang telah<br />
mengatakan, Rob kami adalah Allah, kemudian<br />
mereka istiqomah didalamnya, maka kami akan<br />
menurunkan kepada mereka malaikat malaikat,<br />
tidak akan ada ketakutan dan kegelisahan pada<br />
diri mereka, dan kabarkanlah kepada mereka<br />
akan surga yang telah dijanjikan” (surah<br />
haamiim assajadah).<br />
Nabi Muhammad adalah manusia pilihan<br />
(mustofa), dipilih, mukhtar, dan bukan<br />
sembarang manusia, sebab dari sekian miliar<br />
manusia yang ada di bumi, beliaulah yang<br />
dipilih Allah untuk menjadi nabi penutup,<br />
khotamun nabiyyin, sayyidul anbiya’ wal<br />
mursaliin, penghulunya para rasul dan nabi,<br />
sayyidul ‘anam, sayyidul bani adam, penghulu<br />
seluruh manusia dari nabi adam sampai hari<br />
kiamat.<br />
Jadi Nabi Muhammad saw itu agung,<br />
pangkatnya tertinggi, walaupun ia sama dengan<br />
nabi dan rasul yang lain, “Laa nu farriqu baina<br />
ahadim min rusulih,..” Allah tidak membeda<br />
bedakan antara rasul yang satu dengan yang<br />
lain, tetapi Allah berhak untuk memberikan<br />
kelebihan antara satu rasul dengan rasul rasul<br />
yang lain,<br />
Sebuah “Kesaksian” 1.400 tahun dikubur, Jasad<br />
Para Syuhada tetap Utuh<br />
Dr Thariq As-Suwaidan dalam kasetnya yang<br />
berharga, “Qisshatun Nihayah”, yang dinukil<br />
secara langsung dari Syaikh Mahmud Ash-<br />
Shawaf menyebutkan peristiwa besar yang<br />
dialami oleh sebagian ulama dalam penguburan<br />
ulang sebagian sahabat yang gugur syahid di<br />
perang Uhud.<br />
Bagaimana mereka menyaksikan para sahabat<br />
setelah 1400 tahun berlalu, bagaimana jasad<br />
mereka seperti sedia kala tanpa perubahan,<br />
tanpa pembusukan. Sebagai bukti nyata atas<br />
kebenaran berita gembira dari Nabi<br />
Muhammad SAW kepada para syuhada, bahwa<br />
bumi tidak memakan jasad mereka.<br />
Berikut adalah sebagian dari kaset pembicaraan<br />
Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa<br />
tersebut.<br />
“Syaikh Mahmud Ash-Shawaf telah<br />
menyampaikan kepada kami bahwa dia adalah<br />
salah seorang yang diundang dari kalangan<br />
ulama besar untuk pemakaman ulang para<br />
sahabat yang gugur syahid di perang Uhud di<br />
kompleks kuburan syuhada Uhud, pekuburan<br />
yang terkenal. Karena diterjang banjir, maka<br />
sebagian jasadnya muncul ke permukaan. Para<br />
ulama diundang untuk mengubur ulang para<br />
sahabat tersebut.<br />
Beliau berkata” Di antara orang yang aku<br />
kuburkan adalah Hamzah, badannya besar,<br />
kedua telinga dan hidungnya terpotong,<br />
perutnya terbelah, dia meletakkan tangannya<br />
diatas perutnya. Ketika kami menggerakkannya<br />
dan mengangkat tangannya, darahnya<br />
mengalir. Aku menguburkannya bersama<br />
sahabat-sahabat lainnya yang gugur syahid di<br />
Uhud.”<br />
Dr Thariq As-suwaidan berkata,” ini adalah<br />
perkara yang terbukti secara mutawatir dan<br />
dengan mata kepala. Semoga Allah<br />
menyampaikan kita semua ke derajat para<br />
syuhada. Syaikh Mahmud telah menyampaikan<br />
kepada kami tentang aroma harum misk yang<br />
berasal darinya ketika darah mengalir dari<br />
jasad Hamzah.”<br />
Subhanallah, setelah 1400 tahun lebih, betapa<br />
agungnya Engkau ya Allah. Alangkah besarnya<br />
kekuasaan-Mu, Maha suci Engkau. Betapa<br />
utamanya, betapa mulianya, Allah<br />
memberikannya kepada para syuhada. Jika<br />
seperti itu kemuliaan jasadnya yang terpendam<br />
di perut bumi yang tak seorangpun melihatnya,<br />
lalu bagaimanakah dengan kemuliannya di<br />
surga yang luasnya seluas langit dan bumi.<br />
Selamat bagi yang telah melihat sahabat mulia<br />
ini, Hamzah bin Abdul Mutthalib paman<br />
Rasulullah SAW.<br />
Pertanyaan : Benarkah jasad Rasul tidak<br />
hancur ?<br />
Jawab: Pernah terjadi pada zaman Sultan<br />
Sholahuddin Al Ayyubi, ketika perang Salib,<br />
orang Kristen mengirim 2 orang anggotanya<br />
yang berwajah seperti orang Arab, datang ke<br />
Madinah dan tinggal serta bergaul dengan<br />
orang-orang Madinah. Dan pada suatu hari,<br />
sang Penguasa Madinah bermimpi bahwa telah<br />
datang Rasulullah kepadanya dan meminta<br />
kepadanya untuk menyelamatkan jasad beliau<br />
dari 2 orang yang ditunjukkan wajahnya.<br />
Setelah mimpi tersebut berkali kali dialaminya,<br />
akhirnya beliau memanggil seluruh warga<br />
Madinah untuk berkumpul dan bersalaman<br />
kepadanya satu persatu.<br />
Akhirnya setelah diketahui, kedua orang<br />
tersebut ternyata telah membuat suatu<br />
terowongan yang mengarah ke makam Nabi<br />
Muhammad dan berencana untuk mencuri<br />
jasad beliau karena mereka berkeyakinan kalau<br />
jasad Nabi tidak hancur dan setelah jasad<br />
tesebut dicuri oleh mereka, maka pasukan<br />
Islam akan menyerah. Setelah diketahui hal<br />
tersebut, maka kedua orang Kristen itu<br />
akhirnya dihukum pancung, dan Raja Mesir<br />
waktu itu menyuruh pemerintah Madinah<br />
untuk membuat batasan berupa campuran<br />
beton dan perunggu jauh kedalam tanah untuk<br />
melindungi jasad Nabi Muhammad dan<br />
keempat sahabatnya dari pencurian.<br />
Ust.Tengku Zulkarnaen</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Abu Dzikri As Sundawi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33061</link>
		<dc:creator>Abu Dzikri As Sundawi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 04:29:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33061</guid>
		<description><![CDATA[@ ibnu suradi :Ingatlah Hadist Rasulullah Shalallahu &#039;alaihi wassalam &quot;Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia&quot;
(HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)

@ Ummu Hasannah : Sama seperti ucapan Abu Dzar ....yang sabar dan jaga lisan kita, ini bulan Rajab dimana salah satu bulan yang Haram disisi Allah &#039;azza wa jalla 

smoga Allah &#039;azza wa jalla senantiasa membasahkan lidah kalian berdua dengan perkataan yang baik]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ibnu suradi :Ingatlah Hadist Rasulullah Shalallahu &#8216;alaihi wassalam &#8220;Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia&#8221;<br />
(HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)</p>
<p>@ Ummu Hasannah : Sama seperti ucapan Abu Dzar &#8230;.yang sabar dan jaga lisan kita, ini bulan Rajab dimana salah satu bulan yang Haram disisi Allah &#8216;azza wa jalla </p>
<p>smoga Allah &#8216;azza wa jalla senantiasa membasahkan lidah kalian berdua dengan perkataan yang baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33060</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 04:28:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33060</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Mas Awan Sekalee,

Saya pernah diskusi di situs ini dengan topik: &quot;Tatacara Shalat Raulullaah shallallaahu &#039;alaihi wa sallam dari Berdiri hingga Salam&quot;. Pembahasan baru sampai surat-surat yang biasa dibaca Rasulullaah saat shalat wajib. Namun Ustadz Mas Derajat waktu memerintahkan kawan-kawan untuk menghentikan diskusi dengan alasan diskusi tersebut saya setir. Lalu Mas Abu Hilya menawarkan saya untuk diskusi berdua di rumahnya. Saya menolak karena tidak ada manfaat untuk orang banyak terutama para pengunjung situs ini.

Kalau kawan-kawan ingin membuka kembali diskusi dengan topik &quot;Tatacara Shalat Raulullaah shallallaahu &#039;alaihi wa sallam dari Berdiri hingga Salam&quot;, silahkan. Saya akan sangat gembira untuk mengikutinya sampai akhir asal yang didiskusikan tatacara shalat Rasulullaah, bukan tatacara shalat Albani, Hasan Assaqaf, Habib Munzir, Din Syamsudin, Said Aqil Siraj, Muhammadiyah, NU, dll.

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Mas Awan Sekalee,</p>
<p>Saya pernah diskusi di situs ini dengan topik: &#8220;Tatacara Shalat Raulullaah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam dari Berdiri hingga Salam&#8221;. Pembahasan baru sampai surat-surat yang biasa dibaca Rasulullaah saat shalat wajib. Namun Ustadz Mas Derajat waktu memerintahkan kawan-kawan untuk menghentikan diskusi dengan alasan diskusi tersebut saya setir. Lalu Mas Abu Hilya menawarkan saya untuk diskusi berdua di rumahnya. Saya menolak karena tidak ada manfaat untuk orang banyak terutama para pengunjung situs ini.</p>
<p>Kalau kawan-kawan ingin membuka kembali diskusi dengan topik &#8220;Tatacara Shalat Raulullaah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam dari Berdiri hingga Salam&#8221;, silahkan. Saya akan sangat gembira untuk mengikutinya sampai akhir asal yang didiskusikan tatacara shalat Rasulullaah, bukan tatacara shalat Albani, Hasan Assaqaf, Habib Munzir, Din Syamsudin, Said Aqil Siraj, Muhammadiyah, NU, dll.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by awam sekalee</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33059</link>
		<dc:creator>awam sekalee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 03:53:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33059</guid>
		<description><![CDATA[kejar teruuuusssss...

Saya sebenarnya sangat menikmati diskusi semacam ini, hanya sebagai audiens saja, sesuai dengan kapasitas ilmu saya.
Tapi sayangnya, dari yg sudah2, biasanya bakal ada yg gak nglanjutin komennya, lempar topik lain, kasih jawaban normatif, lari ke postingan lain trs komen di sana, atau apapun lah yang tidak seharusnya dilakukan dalam sebuah diskusi. Tidak jarang juga keluar senjata pamungkas dengan menukil hadits &quot;tinggalkanlah debat&quot; (come on!! Dipilah dong debat mana yg sesuai hadits tsb, lagipula tidak sedikit dari debat di blog ini dimulai dari pihak yg menukil hadits &quot;tinggalkanlah debat&quot;).

Semoga saja diskusi kali ini dan selanjutnya bisa tuntas, tidak ada yg WO.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kejar teruuuusssss&#8230;</p>
<p>Saya sebenarnya sangat menikmati diskusi semacam ini, hanya sebagai audiens saja, sesuai dengan kapasitas ilmu saya.<br />
Tapi sayangnya, dari yg sudah2, biasanya bakal ada yg gak nglanjutin komennya, lempar topik lain, kasih jawaban normatif, lari ke postingan lain trs komen di sana, atau apapun lah yang tidak seharusnya dilakukan dalam sebuah diskusi. Tidak jarang juga keluar senjata pamungkas dengan menukil hadits &#8220;tinggalkanlah debat&#8221; (come on!! Dipilah dong debat mana yg sesuai hadits tsb, lagipula tidak sedikit dari debat di blog ini dimulai dari pihak yg menukil hadits &#8220;tinggalkanlah debat&#8221;).</p>
<p>Semoga saja diskusi kali ini dan selanjutnya bisa tuntas, tidak ada yg WO.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33058</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 03:31:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33058</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Mas Mamak,

Guru yang benar senantiasa menyampaikan ayat Qur&#039;an dan hadits karena keduanya adalah rujukan utama agama Islam. Ia juga menyampaikan atsar sahabat dan pendapat para ulama sebagai penjelas dari ayat Qur&#039;an dan hadits. Guru yang demikian inilah yang akan menuntun kita menempuh jalan golongan yang selamat: Ahlussunnah wal Jamaah.

Saya pernah punya pengalaman mengikuti pengajian di masjid di kampung saya pada suatu malam Ahad bulan lalu. Sang ustadz hanya berbicara dari awal hingga akhir tanpa menyampaikan ayat Qur&#039;an, hadits, atsar dan pendapat ulama. Ini sangat memprihatinkan.

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Mas Mamak,</p>
<p>Guru yang benar senantiasa menyampaikan ayat Qur&#8217;an dan hadits karena keduanya adalah rujukan utama agama Islam. Ia juga menyampaikan atsar sahabat dan pendapat para ulama sebagai penjelas dari ayat Qur&#8217;an dan hadits. Guru yang demikian inilah yang akan menuntun kita menempuh jalan golongan yang selamat: Ahlussunnah wal Jamaah.</p>
<p>Saya pernah punya pengalaman mengikuti pengajian di masjid di kampung saya pada suatu malam Ahad bulan lalu. Sang ustadz hanya berbicara dari awal hingga akhir tanpa menyampaikan ayat Qur&#8217;an, hadits, atsar dan pendapat ulama. Ini sangat memprihatinkan.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33057</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 03:15:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33057</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Pak Ibnu Suradi@, Sebagaimana anda maklum, bahwa setiap ustadz/guru yang menyampaikan sebuah ayat atau hadits pasti disertai penjelasan... maka pertanyaan sederhananya adalah :

- Bagaimana cara untuk mengetahui bahwa penjelasan seseorang atas sebuah ayat atau hadits yang beliau sampaikan telah sesuai atau menyimpang dari maksud ayat atau hadits yang ia jadikan pijakan penjelasannya ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Pak Ibnu Suradi@, Sebagaimana anda maklum, bahwa setiap ustadz/guru yang menyampaikan sebuah ayat atau hadits pasti disertai penjelasan&#8230; maka pertanyaan sederhananya adalah :</p>
<p>- Bagaimana cara untuk mengetahui bahwa penjelasan seseorang atas sebuah ayat atau hadits yang beliau sampaikan telah sesuai atau menyimpang dari maksud ayat atau hadits yang ia jadikan pijakan penjelasannya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33056</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 02:56:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33056</guid>
		<description><![CDATA[Allah subhanahu wa ta&#039;ala bersifat qodim, azali, benar tidak mas ibnu suradi?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allah subhanahu wa ta&#8217;ala bersifat qodim, azali, benar tidak mas ibnu suradi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33055</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 02:44:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33055</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
apakah ijma&#039; dan qiyas tidak dapat d jadikan sumber hukum islam?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
apakah ijma&#8217; dan qiyas tidak dapat d jadikan sumber hukum islam?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33054</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 02:36:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33054</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
dari mana kita tahu bahwa penjelasn al bani tentang tata cara sholat yg d ambilny dari al quran dan hadist adalah benar?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
dari mana kita tahu bahwa penjelasn al bani tentang tata cara sholat yg d ambilny dari al quran dan hadist adalah benar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33053</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 01:59:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33053</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Mas Mamak,

Anda pasti ingat hadits: &quot;Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Qur&#039;an dan mengajarkannya.&quot; Kalau ada guru yang mengajarkan Islam kepada muridnya dengan menyampaikan penjelasan yang disertai ayat Qur&#039;an dan hadits sebagai dasarnya secara konsisten, maka ikutilah dia. Dia akan bisa menjelaskan bagaimana mencocokkan cara beragama, akidah, acara ibadah dan lainnya dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya.

Bila anda menjumpai seorang guru yang tidak pernah menyampaikan ayat Qur&#039;an dan hadits dalam menjelaskan masalah agama Islam kepada muridnya, maka anda sebaiknya meninggalkannya. Guru tersebut kemungkinan besar tidak bisa menjelaskan masalah tersebut.

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Mas Mamak,</p>
<p>Anda pasti ingat hadits: &#8220;Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Qur&#8217;an dan mengajarkannya.&#8221; Kalau ada guru yang mengajarkan Islam kepada muridnya dengan menyampaikan penjelasan yang disertai ayat Qur&#8217;an dan hadits sebagai dasarnya secara konsisten, maka ikutilah dia. Dia akan bisa menjelaskan bagaimana mencocokkan cara beragama, akidah, acara ibadah dan lainnya dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya.</p>
<p>Bila anda menjumpai seorang guru yang tidak pernah menyampaikan ayat Qur&#8217;an dan hadits dalam menjelaskan masalah agama Islam kepada muridnya, maka anda sebaiknya meninggalkannya. Guru tersebut kemungkinan besar tidak bisa menjelaskan masalah tersebut.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by rhofky maulana</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33052</link>
		<dc:creator>rhofky maulana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 01:59:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33052</guid>
		<description><![CDATA[kwk kwk kwk.... Mbak aryati kartika bisa aja koment-nya, tapi saya setuju....

Ilmu dasar itu penting sebelum melangkah ke ilmu2 lanjutan. Tanpa ilmu dasar ibarat pemain silat tapi tidak memiliki kuda-kuda yg kuat, langkah-langkah dan jurusnya pasti terlihat rapuh tapi sok jagoan.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kwk kwk kwk&#8230;. Mbak aryati kartika bisa aja koment-nya, tapi saya setuju&#8230;.</p>
<p>Ilmu dasar itu penting sebelum melangkah ke ilmu2 lanjutan. Tanpa ilmu dasar ibarat pemain silat tapi tidak memiliki kuda-kuda yg kuat, langkah-langkah dan jurusnya pasti terlihat rapuh tapi sok jagoan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Magribill</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33049</link>
		<dc:creator>Magribill</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 17:49:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33049</guid>
		<description><![CDATA[@Agung lhaaa emang bener ga ada madhab salafi itu, ga ada, itu hanya kedok dari golongan neo khawarij]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Agung lhaaa emang bener ga ada madhab salafi itu, ga ada, itu hanya kedok dari golongan neo khawarij</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gus Dur Dibilang Kafir Musyrik, Jasadnya Tetap Utuh Setelah Dikubur Setahun Lebih by faith</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/02/21/gus-dur-dibilang-kafir-musyrik-jasadnya-tetap-utuh-setelah-dikubur-setahun-lebih/comment-page-3/#comment-33048</link>
		<dc:creator>faith</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 17:15:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2775#comment-33048</guid>
		<description><![CDATA[Emank Allah pernah berfirman kalo jasadnya utuh itu orang suci yang dijaga jasadnya?
Fir&#039;aun itu jasadnya utuh....apa fir&#039;aun suci?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emank Allah pernah berfirman kalo jasadnya utuh itu orang suci yang dijaga jasadnya?<br />
Fir&#8217;aun itu jasadnya utuh&#8230;.apa fir&#8217;aun suci?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33047</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 14:47:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33047</guid>
		<description><![CDATA[setahu saya, mazhab besar itu cuma ada empat yg d akui eksistensiny. namun, skrng ada yg namany manhaj salaf, mazhab salaf. anehny, mereka yg mengaku bermanhaj salaf, bukanlah generasi salaf seperti imam yg empat. ibnu taymiyyah, abdul wahab, al bani, bin baz, utsmaini, apa lg firanda dkkny, bukanlah generasi salaf.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setahu saya, mazhab besar itu cuma ada empat yg d akui eksistensiny. namun, skrng ada yg namany manhaj salaf, mazhab salaf. anehny, mereka yg mengaku bermanhaj salaf, bukanlah generasi salaf seperti imam yg empat. ibnu taymiyyah, abdul wahab, al bani, bin baz, utsmaini, apa lg firanda dkkny, bukanlah generasi salaf.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33046</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 14:36:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33046</guid>
		<description><![CDATA[saya ini orang awam, yg tidak bisa mengambil ilmu dari Nabi Muhammad n sahabat. Jd, yg menyelisih imam mazhab dlm masalah aqidah, maka iya sesat.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ini orang awam, yg tidak bisa mengambil ilmu dari Nabi Muhammad n sahabat. Jd, yg menyelisih imam mazhab dlm masalah aqidah, maka iya sesat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by vijay</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33044</link>
		<dc:creator>vijay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 12:41:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33044</guid>
		<description><![CDATA[Ibn Suradi, Abu Dzar, Mas Agung Mas Mamak,
Ijin nyimak ada 2 topik menarik disini.
1. Akidah &amp; Cara Ibadah yg mana yg sesuai Ahlussunnah Waljamaah
2. Sifat Allah yang Qodim
Senang sekali jika diskusi ini dilanjutkan agar supaya semua pengunjung blog ini bisa mengambil manfaatnya...Monggo Mas-Mas...
Assalamualaikum...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibn Suradi, Abu Dzar, Mas Agung Mas Mamak,<br />
Ijin nyimak ada 2 topik menarik disini.<br />
1. Akidah &amp; Cara Ibadah yg mana yg sesuai Ahlussunnah Waljamaah<br />
2. Sifat Allah yang Qodim<br />
Senang sekali jika diskusi ini dilanjutkan agar supaya semua pengunjung blog ini bisa mengambil manfaatnya&#8230;Monggo Mas-Mas&#8230;<br />
Assalamualaikum&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33043</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 10:45:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33043</guid>
		<description><![CDATA[oke mas agung sami&#039;na]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oke mas agung sami&#8217;na</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Aryati Kartika</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33042</link>
		<dc:creator>Aryati Kartika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 10:31:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33042</guid>
		<description><![CDATA[Wahabi nggak akan mengerti dg pertanyaan mas Agung dan mas Alfayd, sebab apa, karena mereka tidak punya dasar ilmu tentang hal-hal seperti itu. Salah pendidikan dasarnya, maka seperti itulah yg terjadi. 

Dulu sudah saya sarankan kepada pak Ibnu Suradi untuk belajar di madrasah ibtida&#039;iyah lebih dulu, tentunya biar mengerti ilmu2 dasar terlebih dulu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahabi nggak akan mengerti dg pertanyaan mas Agung dan mas Alfayd, sebab apa, karena mereka tidak punya dasar ilmu tentang hal-hal seperti itu. Salah pendidikan dasarnya, maka seperti itulah yg terjadi. </p>
<p>Dulu sudah saya sarankan kepada pak Ibnu Suradi untuk belajar di madrasah ibtida&#8217;iyah lebih dulu, tentunya biar mengerti ilmu2 dasar terlebih dulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33041</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 10:26:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33041</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Pak Ibnu Suradi@, terimakasih sarannya, selanjutnya ingin kami tanyakan :

- Bagaimana cara kami mengetahui bahwa guru yang kami tanyai menyampaikan/menjelaskan sesuatu tentang agama sesuai apa yang dikehendaki Rosululloh ?
- Apa yang kami jadikan standard dalam mengoreksi penjelasan seorang guru, bahwa penjelasan tersebut telah sesuai atau malah menyimpang dengan apa yang dinginkan Rosululloh ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Pak Ibnu Suradi@, terimakasih sarannya, selanjutnya ingin kami tanyakan :</p>
<p>- Bagaimana cara kami mengetahui bahwa guru yang kami tanyai menyampaikan/menjelaskan sesuatu tentang agama sesuai apa yang dikehendaki Rosululloh ?<br />
- Apa yang kami jadikan standard dalam mengoreksi penjelasan seorang guru, bahwa penjelasan tersebut telah sesuai atau malah menyimpang dengan apa yang dinginkan Rosululloh ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33040</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 10:05:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33040</guid>
		<description><![CDATA[mas alfeyd, mungkin sebaikny mereka jawab dulu pertanyaan saya tentang sifat qadim Allah subhanahu wa ta&#039;ala. Kita lihat dulu aqidahny mereka.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas alfeyd, mungkin sebaikny mereka jawab dulu pertanyaan saya tentang sifat qadim Allah subhanahu wa ta&#8217;ala. Kita lihat dulu aqidahny mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33039</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 09:42:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33039</guid>
		<description><![CDATA[ustadz ibu suradi, abu dzar dan umu hasanah... kok pertanyaan saya tidak di jawab... ???? oke saya ulangi lagi &quot;THUMA&#039;NINAH MENURUT KANJENG NABI MUHAMMAD ITU BAGAIMANA???&quot; gimana nich.. 
ya udah lah.. oke sekarang yang kita bahas pertama kali yang mana? jangan meloncat2.. kasihan saya yang masih awam.. jadinya gak bisa ngikuti perkembangan diskusi]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustadz ibu suradi, abu dzar dan umu hasanah&#8230; kok pertanyaan saya tidak di jawab&#8230; ???? oke saya ulangi lagi &#8220;THUMA&#8217;NINAH MENURUT KANJENG NABI MUHAMMAD ITU BAGAIMANA???&#8221; gimana nich..<br />
ya udah lah.. oke sekarang yang kita bahas pertama kali yang mana? jangan meloncat2.. kasihan saya yang masih awam.. jadinya gak bisa ngikuti perkembangan diskusi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33038</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 09:38:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33038</guid>
		<description><![CDATA[aneh, ibnu suradi dan abu dzar hanya membatasi pada zaman Nabi Muhammad dan sahabat. Pantas saja wahabi menganggap mazhab yg empat adalah syirik.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aneh, ibnu suradi dan abu dzar hanya membatasi pada zaman Nabi Muhammad dan sahabat. Pantas saja wahabi menganggap mazhab yg empat adalah syirik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33037</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 09:26:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33037</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
tolong dong, pertanyaan saya d atas d komentari, tentang sifat Allah subhanahu wa ta&#039;ala yg qadim.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
tolong dong, pertanyaan saya d atas d komentari, tentang sifat Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yg qadim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33036</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 09:16:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33036</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Pak Mamad,

Anda setuju kan bahwa agar tidak sekedar pengakuan, orang yang mengaku Ahlussunnah wal Jamaah musti mencocokkan cara beragamanya, akidahnya, acara ibadahnya dan lainnya dengan dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya.

Cara mencocokkan cara beragama anda dengan cara beragama Rasulullaah adalah anda musti bertanya kepada guru anda. Bila guru anda tidak mengetahuinya, cari guru yang yang lain. Bila guru baru tidak mengetahuinya juga, anda musti terus mencari guru yang baru hingga anda menemukan guru yang dapat menjelaskan bagaimana mencocokkan cara beragama anda, akidah anda, acara ibadah anda dan lainnya dengan dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya.

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Pak Mamad,</p>
<p>Anda setuju kan bahwa agar tidak sekedar pengakuan, orang yang mengaku Ahlussunnah wal Jamaah musti mencocokkan cara beragamanya, akidahnya, acara ibadahnya dan lainnya dengan dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya.</p>
<p>Cara mencocokkan cara beragama anda dengan cara beragama Rasulullaah adalah anda musti bertanya kepada guru anda. Bila guru anda tidak mengetahuinya, cari guru yang yang lain. Bila guru baru tidak mengetahuinya juga, anda musti terus mencari guru yang baru hingga anda menemukan guru yang dapat menjelaskan bagaimana mencocokkan cara beragama anda, akidah anda, acara ibadah anda dan lainnya dengan dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33034</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 06:29:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33034</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Pak Ibnu Suradi@,anda katakan :
&lt;blockquote&gt;Jadi, bila anda mengaku Ahlussunnah wal Jamaah, maka cocokkanlah cara beragamu, akidahmu dan cara ibadahmu dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya&lt;/blockquote&gt;
Gimana pak cara nyocokkannya?...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Pak Ibnu Suradi@,anda katakan :</p>
<blockquote><p>Jadi, bila anda mengaku Ahlussunnah wal Jamaah, maka cocokkanlah cara beragamu, akidahmu dan cara ibadahmu dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya</p></blockquote>
<p>Gimana pak cara nyocokkannya?&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33033</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 06:12:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33033</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Jadi, bila anda mengaku Ahlussunnah wal Jamaah, maka cocokkanlah cara beragamu, akidahmu dan cara ibadahmu dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu &#039;alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya. Golongan yang selamat bulanlah NU, Muhammadiyah, Habibiyah dan lain-lainnya, tapi hanya Ahlussunnah wal Jamaah.

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Jadi, bila anda mengaku Ahlussunnah wal Jamaah, maka cocokkanlah cara beragamu, akidahmu dan cara ibadahmu dengan sunnah atau perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam dan jamaahnya yakni para sahabatnya. Golongan yang selamat bulanlah NU, Muhammadiyah, Habibiyah dan lain-lainnya, tapi hanya Ahlussunnah wal Jamaah.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by abu dzar</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33032</link>
		<dc:creator>abu dzar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 06:05:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33032</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#039;alaikum, ane kira blog ummati sdh mati setelah adminnya pergi,heee, eh ternyata masih ada n masih sama pembahasannya tentang fitnah terhadap syekh Muhammad bin Abdul Wahab,heee.
To &gt; Ummu Hasanah
Sabar.
To &gt; Ibnu Suradi
sy sependapat dengan ente, tinggal sesuaikan amal ibadah kita dengan apa yang diamalkan oleh Rosulullah beserta para Sahabatnya, memang klo sesuai dialah Ahlusunnah ga perduli dari status saosialnya itu sebagai apa, mau jadi tukang jam, mau jadi tukang parkir, atau mau jadi tukang kayu, ga perduli dia berada di ORMAS mana mau dia Di NU, Muhammadiayah, Persis, Al-Irsyad atw dimana saja.
adapun pesan sy; jalankan saja sunnah2 Rosulullah yang ada dan jangan membuat syariat2 yang bru atau membuat tandingan2 terhadap syariat yg sudah Rosulullah dan para sahabatnya lakukan.wallahu ta&#039;ala &#039;alam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum, ane kira blog ummati sdh mati setelah adminnya pergi,heee, eh ternyata masih ada n masih sama pembahasannya tentang fitnah terhadap syekh Muhammad bin Abdul Wahab,heee.<br />
To &gt; Ummu Hasanah<br />
Sabar.<br />
To &gt; Ibnu Suradi<br />
sy sependapat dengan ente, tinggal sesuaikan amal ibadah kita dengan apa yang diamalkan oleh Rosulullah beserta para Sahabatnya, memang klo sesuai dialah Ahlusunnah ga perduli dari status saosialnya itu sebagai apa, mau jadi tukang jam, mau jadi tukang parkir, atau mau jadi tukang kayu, ga perduli dia berada di ORMAS mana mau dia Di NU, Muhammadiayah, Persis, Al-Irsyad atw dimana saja.<br />
adapun pesan sy; jalankan saja sunnah2 Rosulullah yang ada dan jangan membuat syariat2 yang bru atau membuat tandingan2 terhadap syariat yg sudah Rosulullah dan para sahabatnya lakukan.wallahu ta&#8217;ala &#8216;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33031</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 05:50:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33031</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Maaf Mbak salah nama bukan Mbak Ummu Salamah tapi Mbak Ummu Hasanah...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Maaf Mbak salah nama bukan Mbak Ummu Salamah tapi Mbak Ummu Hasanah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33030</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 05:49:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33030</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Saudariku Mbak Ummu Salamah@, yang kami pertanyakan adalah sikap anda :
Dalam masalah &quot;A&quot; anda enggan menerima hadits secara langsung, dan secara tidak langsung anda menuntut penjelasan para ulama&#039;...
sedang dalam masalah &quot;B&quot; (yang lain) sikap anda secara tidak langsung menyepelekan pandangan para ulama...dan itulah faktanya !! maka pertanyaannya :

- Dalam masalah apa saja kita harus merujuk kepada Qur&#039;an-Hadits secara langsung dan menganggap pendapat para ulama dapat kita abaikan ?
- Dalam masalah apa saja kita membutuhkan penjelasan para ulama&#039; atas sebuah nash ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Saudariku Mbak Ummu Salamah@, yang kami pertanyakan adalah sikap anda :<br />
Dalam masalah &#8220;A&#8221; anda enggan menerima hadits secara langsung, dan secara tidak langsung anda menuntut penjelasan para ulama&#8217;&#8230;<br />
sedang dalam masalah &#8220;B&#8221; (yang lain) sikap anda secara tidak langsung menyepelekan pandangan para ulama&#8230;dan itulah faktanya !! maka pertanyaannya :</p>
<p>- Dalam masalah apa saja kita harus merujuk kepada Qur&#8217;an-Hadits secara langsung dan menganggap pendapat para ulama dapat kita abaikan ?<br />
- Dalam masalah apa saja kita membutuhkan penjelasan para ulama&#8217; atas sebuah nash ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33029</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 05:28:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33029</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
Allah subhanahu wa taala itu bersifat qadim, terdahulu, tak memiliki permulaan, dan tidak ada satupun yg menyertaiNya, termasuk langit, &#039;arasy dan tempat. Benar tidak bos?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
Allah subhanahu wa taala itu bersifat qadim, terdahulu, tak memiliki permulaan, dan tidak ada satupun yg menyertaiNya, termasuk langit, &#8216;arasy dan tempat. Benar tidak bos?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33028</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 05:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33028</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
masalah aqidah, ahlussunah sepakat, Allah mahasuci dari tempat dan arah, dan tidak ada satupun yg serupa dngnNya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
masalah aqidah, ahlussunah sepakat, Allah mahasuci dari tempat dan arah, dan tidak ada satupun yg serupa dngnNya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33027</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:48:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33027</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
Nabi Muhammad saw. Pun memperbolehkan kita merintis perkara baru yg baik.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
Nabi Muhammad saw. Pun memperbolehkan kita merintis perkara baru yg baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33026</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:46:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33026</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
jngn lupa bos, bila tidak ada keterangan dari al-qur&#039;an dan sunnah, maka d perbolehkan berijtihad. benar tidak bos?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
jngn lupa bos, bila tidak ada keterangan dari al-qur&#8217;an dan sunnah, maka d perbolehkan berijtihad. benar tidak bos?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33025</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:08:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33025</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Koreksi:

Kata &quot;tinggalkan&quot; dalam komentar saya: &quot;Kita tinggalkan mencocokkan .....&quot; seharusnya &quot;tinggal&quot;. Jadi komentar yang benar adalah: &quot;Kita tinggal mencocokkan .......&quot;

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Koreksi:</p>
<p>Kata &#8220;tinggalkan&#8221; dalam komentar saya: &#8220;Kita tinggalkan mencocokkan &#8230;..&#8221; seharusnya &#8220;tinggal&#8221;. Jadi komentar yang benar adalah: &#8220;Kita tinggal mencocokkan &#8230;&#8230;.&#8221;</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33024</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:04:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33024</guid>
		<description><![CDATA[Mas Maghribill,

Kalau merujuk definisi kata sunnah menurut anda, maka kita tinggalkan mencocokkan cara beragama kita dengan perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu &#039;alaihi wa sallam. Mari kita periksa lagi apakah keyakinan kita dan cara ibadah kita sesuai dengan perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah. Bila cocok atau sesuai, maka kita masuk Ahlussunnah wal Jamaah tidak peduli apakah kita NU, Muhammadiyah, Habibiyah, dll.

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Maghribill,</p>
<p>Kalau merujuk definisi kata sunnah menurut anda, maka kita tinggalkan mencocokkan cara beragama kita dengan perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam. Mari kita periksa lagi apakah keyakinan kita dan cara ibadah kita sesuai dengan perkataan, perbuatan dan ketetapan Rasulullaah. Bila cocok atau sesuai, maka kita masuk Ahlussunnah wal Jamaah tidak peduli apakah kita NU, Muhammadiyah, Habibiyah, dll.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33023</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 03:42:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33023</guid>
		<description><![CDATA[wahabi membuat cerita, kalau imam abu hasan al asy&#039;ary melalui 3 fase pemikiran. padahal, d karya ulama terdahulu, hanya menjelaskan beliau telah bertobat dari paham muktazilah. mereka berpegang pada kitab al ibanah palsu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahabi membuat cerita, kalau imam abu hasan al asy&#8217;ary melalui 3 fase pemikiran. padahal, d karya ulama terdahulu, hanya menjelaskan beliau telah bertobat dari paham muktazilah. mereka berpegang pada kitab al ibanah palsu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33022</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 03:36:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33022</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah
ngomong apa anda itu. kalau menurut anda salah, silahkan d koreksi.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah<br />
ngomong apa anda itu. kalau menurut anda salah, silahkan d koreksi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33021</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 01:52:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33021</guid>
		<description><![CDATA[Jangan sandarkan aswaja anda kepada ahlussunnah-nya syaikh Abul Hasan rohimahullah. Krn dari keduanya sungguh jauh berbeda, bagai antara langit dan bumi, antara timur dan barat, wal baina al haq wal bathil.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan sandarkan aswaja anda kepada ahlussunnah-nya syaikh Abul Hasan rohimahullah. Krn dari keduanya sungguh jauh berbeda, bagai antara langit dan bumi, antara timur dan barat, wal baina al haq wal bathil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33020</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 01:30:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33020</guid>
		<description><![CDATA[Mamak telah mencampur adukkan 2 komment sy dari dua hal yg berbeda permasalahannya. Inikah cara anda dalam memahami suatu masalah? dengan cara mencampur adukkan? pantes aja sesat terus.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mamak telah mencampur adukkan 2 komment sy dari dua hal yg berbeda permasalahannya. Inikah cara anda dalam memahami suatu masalah? dengan cara mencampur adukkan? pantes aja sesat terus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Magribill</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33017</link>
		<dc:creator>Magribill</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 17:34:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33017</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
to the point aja, menurut aku mas ibnu suradi definisi sunnah itu ucapan, tindakan dan persetujuan pribadi maksum, gimana setuju?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
to the point aja, menurut aku mas ibnu suradi definisi sunnah itu ucapan, tindakan dan persetujuan pribadi maksum, gimana setuju?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Aryati Kartika</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33013</link>
		<dc:creator>Aryati Kartika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 12:00:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33013</guid>
		<description><![CDATA[tambahan: 
Coba kang Ibnu suradi baca komentarnya mas agung di atas, semuanya itu adalah testimonial dari para Ulama yg sangat kredibel. 

Semoga cepat dapat hidayah sehingga bisa bebas dari nas hadits Nabi tentang kaum Muda yg lemah akal yg berkata dg perkataan terbaik (Al Qur&#039;an dan Hadits/Sunnah) tetapi keluar dari islam bagai panah menembus binatang buruan. 

Kan kasihan saya kalau sampai antum masuk dalam golongan yg di-nas dalam hadits tentang kaum muda lemah akal tsb? Tapi semuanya kan terserah antum, ya apa nggak kang? 

Maaf saya cuma mengingatkan saja, jangan marah, ok?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tambahan:<br />
Coba kang Ibnu suradi baca komentarnya mas agung di atas, semuanya itu adalah testimonial dari para Ulama yg sangat kredibel. </p>
<p>Semoga cepat dapat hidayah sehingga bisa bebas dari nas hadits Nabi tentang kaum Muda yg lemah akal yg berkata dg perkataan terbaik (Al Qur&#8217;an dan Hadits/Sunnah) tetapi keluar dari islam bagai panah menembus binatang buruan. </p>
<p>Kan kasihan saya kalau sampai antum masuk dalam golongan yg di-nas dalam hadits tentang kaum muda lemah akal tsb? Tapi semuanya kan terserah antum, ya apa nggak kang? </p>
<p>Maaf saya cuma mengingatkan saja, jangan marah, ok?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Aryati Kartika</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33012</link>
		<dc:creator>Aryati Kartika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 11:52:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33012</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Suradi@

kang ibnu suradi, 
Wahabi itu baru dua ratus tahun usianya sejak kemunculannya di Najd, sedangkan Asy&#039;ariyyah adalah sudah 1000 tahun lebih, dari sini bagi orang2 yg cara mikirnya komprehensif pastilah akan mudah menemukan mana Ahlussunnah Wal Jamaah yang Asli yang sudah berestafet selama ribuanm tahun sampai hari ini. 

Tokoh2nya, dari zaman ke zaman sudah sangat terkenal, seperti ulama2 Malikiyah, Syafi&#039;iyyah, Hanafiyah dan hambaliyyah, turun temurun baersambung sampai hari ini.

Sedangkan Wahabi, bagaimana sejarahnya kok tiba2 belakangan ini mengklaim sebgai Ahlussunnah Wal Jama&#039;ah tapi pemahamannya tentang agama selalu bertentangan dengan Aswaja yang sudah 1000 tahun lebih??? 

Monggo dipikir kang Ibnu Suradi....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnu Suradi@</p>
<p>kang ibnu suradi,<br />
Wahabi itu baru dua ratus tahun usianya sejak kemunculannya di Najd, sedangkan Asy&#8217;ariyyah adalah sudah 1000 tahun lebih, dari sini bagi orang2 yg cara mikirnya komprehensif pastilah akan mudah menemukan mana Ahlussunnah Wal Jamaah yang Asli yang sudah berestafet selama ribuanm tahun sampai hari ini. </p>
<p>Tokoh2nya, dari zaman ke zaman sudah sangat terkenal, seperti ulama2 Malikiyah, Syafi&#8217;iyyah, Hanafiyah dan hambaliyyah, turun temurun baersambung sampai hari ini.</p>
<p>Sedangkan Wahabi, bagaimana sejarahnya kok tiba2 belakangan ini mengklaim sebgai Ahlussunnah Wal Jama&#8217;ah tapi pemahamannya tentang agama selalu bertentangan dengan Aswaja yang sudah 1000 tahun lebih??? </p>
<p>Monggo dipikir kang Ibnu Suradi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33009</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 10:18:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33009</guid>
		<description><![CDATA[kang ibnu saya masih menuggu jawaban anda...!!!
setelah itu mari kita bahas pertanyaan anda.. monggo...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kang ibnu saya masih menuggu jawaban anda&#8230;!!!<br />
setelah itu mari kita bahas pertanyaan anda.. monggo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by rodi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-33006</link>
		<dc:creator>rodi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 03:45:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-33006</guid>
		<description><![CDATA[ummu khasanah ternyata benar-benar pembual]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu khasanah ternyata benar-benar pembual</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33005</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 02:21:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33005</guid>
		<description><![CDATA[Kawan-kawan semua,

Biar jelas dan tidak saling klaim sebagai Ahlussunnah, sebaiknya dijelaskan dengan gamblang arti dan maksud kata &quot;sunnah&quot; dalam frasa &quot;Ahlussunnah wal jamaah&quot;. Monggo.

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kawan-kawan semua,</p>
<p>Biar jelas dan tidak saling klaim sebagai Ahlussunnah, sebaiknya dijelaskan dengan gamblang arti dan maksud kata &#8220;sunnah&#8221; dalam frasa &#8220;Ahlussunnah wal jamaah&#8221;. Monggo.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by naufal</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33004</link>
		<dc:creator>naufal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 01:55:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33004</guid>
		<description><![CDATA[adouhhh.......sambil tepak jidad,,,,

Yaa Allah.... Ummu hasanah ....... mudah2an cahaya hidayah menaungi anda karena selalu hadir di ummati press... mungkin ummati press ini menjadi wasilah untuk ummu hasanah untuk mendapatkan hidayah meninggalkan agama wahabi... mari kita doakan beliau agar kembali kepada ahlussunnah yg sesungguhnya ....yg dibawa oleh ulama2 yg nasab keilmuanya sampai rosululloh saw


salam 
Naufal]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adouhhh&#8230;&#8230;.sambil tepak jidad,,,,</p>
<p>Yaa Allah&#8230;. Ummu hasanah &#8230;&#8230;. mudah2an cahaya hidayah menaungi anda karena selalu hadir di ummati press&#8230; mungkin ummati press ini menjadi wasilah untuk ummu hasanah untuk mendapatkan hidayah meninggalkan agama wahabi&#8230; mari kita doakan beliau agar kembali kepada ahlussunnah yg sesungguhnya &#8230;.yg dibawa oleh ulama2 yg nasab keilmuanya sampai rosululloh saw</p>
<p>salam<br />
Naufal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by al-faqir</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33003</link>
		<dc:creator>al-faqir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 00:01:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33003</guid>
		<description><![CDATA[tragis bener ummu hasanah...susah banget menerima kebenaran, istighfar.....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tragis bener ummu hasanah&#8230;susah banget menerima kebenaran, istighfar&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Aryati Kartika</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-33001</link>
		<dc:creator>Aryati Kartika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 23:22:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-33001</guid>
		<description><![CDATA[Oh.... Ummu Hasanah....!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh&#8230;. Ummu Hasanah&#8230;.!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by tuan dhemang</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32998</link>
		<dc:creator>tuan dhemang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 21:01:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32998</guid>
		<description><![CDATA[sebenarnya saya ga mau koment karna saya awam bener sama agama,cuma saya penasaran sama &quot;Bung Napi&quot; (waspadalah) tentang ulama wahabi yg wafatnya Chusnul Chotimah (maap saya ga pake &quot;K&quot;, saya ikut &quot;C&quot;(churafat) aja,saya takut jd kafir)...
yg jenazahnya utuh siapa aja ya kang?
saya takut nanti klo ga disebutin akan timbul fitnah jd Jenglot...
#hampura kang...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya saya ga mau koment karna saya awam bener sama agama,cuma saya penasaran sama &#8220;Bung Napi&#8221; (waspadalah) tentang ulama wahabi yg wafatnya Chusnul Chotimah (maap saya ga pake &#8220;K&#8221;, saya ikut &#8220;C&#8221;(churafat) aja,saya takut jd kafir)&#8230;<br />
yg jenazahnya utuh siapa aja ya kang?<br />
saya takut nanti klo ga disebutin akan timbul fitnah jd Jenglot&#8230;<br />
#hampura kang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by tuan dhemang</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32997</link>
		<dc:creator>tuan dhemang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 20:27:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32997</guid>
		<description><![CDATA[kasian yah ummu hasanah...
seandainya engkau masih lajang,mungkin aku akan menyelamatkanmu dengan menikahimu wahai hasanah....
#Tapi Nikah Kontrak yah...
boleh kan...?????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasian yah ummu hasanah&#8230;<br />
seandainya engkau masih lajang,mungkin aku akan menyelamatkanmu dengan menikahimu wahai hasanah&#8230;.<br />
#Tapi Nikah Kontrak yah&#8230;<br />
boleh kan&#8230;?????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32996</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 15:38:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32996</guid>
		<description><![CDATA[wahabinya pada kabur semua ya... ???!!!!!! ayo ibnu ilyas, ibnu suradi, umuhasanah, wis pokoe yang fan berat wahabi semuanya kalau perlu firanda di ajak sekalian. .. PERTANGUNG JAWBKAN KOMENT-KOMENT KALIAN di hadapan anak2 aswaja....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahabinya pada kabur semua ya&#8230; ???!!!!!! ayo ibnu ilyas, ibnu suradi, umuhasanah, wis pokoe yang fan berat wahabi semuanya kalau perlu firanda di ajak sekalian. .. PERTANGUNG JAWBKAN KOMENT-KOMENT KALIAN di hadapan anak2 aswaja&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32995</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 15:10:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32995</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah

haruskah gue bilang wow sambil koprol?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah</p>
<p>haruskah gue bilang wow sambil koprol?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by rodi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32994</link>
		<dc:creator>rodi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 15:06:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32994</guid>
		<description><![CDATA[untuk ummu hasanah....anda memang benar-benar sesat menyesatkan....hati-hati anda manusia tak lebih dari seorang ulama...apalagi orang maksum....kalo anda mengaku seoarang ulama beraapa hadist yg sdh dihafal.itu hadist nemu dimana.apakah anda sdh hafal Alqur&#039;an, berapa buku yg sdh kau tulis.berapa lama anda belajar dengan ulama,apakah anda umurnya lebih dari 50 th,.kalo blum berarti anda hanyalah seorang pembual wal wal wal  100000X]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk ummu hasanah&#8230;.anda memang benar-benar sesat menyesatkan&#8230;.hati-hati anda manusia tak lebih dari seorang ulama&#8230;apalagi orang maksum&#8230;.kalo anda mengaku seoarang ulama beraapa hadist yg sdh dihafal.itu hadist nemu dimana.apakah anda sdh hafal Alqur&#8217;an, berapa buku yg sdh kau tulis.berapa lama anda belajar dengan ulama,apakah anda umurnya lebih dari 50 th,.kalo blum berarti anda hanyalah seorang pembual wal wal wal  100000X</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by zaka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32993</link>
		<dc:creator>zaka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 14:58:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32993</guid>
		<description><![CDATA[OTAK UMMU HASANAH = OTAK YAHUDI,........ngeyel tapi tambah kelihatan GUOBLOKNYA....!!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OTAK UMMU HASANAH = OTAK YAHUDI,&#8230;&#8230;..ngeyel tapi tambah kelihatan GUOBLOKNYA&#8230;.!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by zaka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32992</link>
		<dc:creator>zaka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 14:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32992</guid>
		<description><![CDATA[IBNU SURADI punya jurus NINJA ampuh : NONGOL KEMUDIAN HILANG.....!!! alias Nimbrung kemudia kabur ngacir.......!!!!wekeekkkekkkkkkk...!!
iBNU SURADI memang Master NINJA.....!!!
Kowe pancen top markotop IBNU SURADI......!!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>IBNU SURADI punya jurus NINJA ampuh : NONGOL KEMUDIAN HILANG&#8230;..!!! alias Nimbrung kemudia kabur ngacir&#8230;&#8230;.!!!!wekeekkkekkkkkkk&#8230;!!<br />
iBNU SURADI memang Master NINJA&#8230;..!!!<br />
Kowe pancen top markotop IBNU SURADI&#8230;&#8230;!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku-buku Sesat Buatan Para Aktifis Wahabisme di Indonesia by emoh wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/03/01/buku-buku-sesat-buatan-para-aktifis-wahabisme-di-indonesia/comment-page-1/#comment-32991</link>
		<dc:creator>emoh wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 13:11:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2817#comment-32991</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#039;alaikum wr wb, mohon sodara-2 aswaja bisa kasih perhatian buat toko menara kudus di kwitang, mohon kiranya bukunya diteliti jgn sampai kemasukan penerbit dari buku buku wahabi, kasihan yang masih awam bisa kejebak, trimakasih wassalamu&#039;alaikum wr wb.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb, mohon sodara-2 aswaja bisa kasih perhatian buat toko menara kudus di kwitang, mohon kiranya bukunya diteliti jgn sampai kemasukan penerbit dari buku buku wahabi, kasihan yang masih awam bisa kejebak, trimakasih wassalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Jabir</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32988</link>
		<dc:creator>Jabir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 01:03:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32988</guid>
		<description><![CDATA[ada wahabi ngamuk di www.islam-institute.com , 
http://www.islam-institute.com/wahabis-front-al-nusra-membongkar-makam-hujr-ibn-adi-seorang-sahabat-nabi-saw/#comment-48]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada wahabi ngamuk di <a href="http://www.islam-institute.com" rel="nofollow">http://www.islam-institute.com</a> ,<br />
<a href="http://www.islam-institute.com/wahabis-front-al-nusra-membongkar-makam-hujr-ibn-adi-seorang-sahabat-nabi-saw/#comment-48" rel="nofollow">http://www.islam-institute.com/wahabis-front-al-nusra-membongkar-makam-hujr-ibn-adi-seorang-sahabat-nabi-saw/#comment-48</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32987</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 15:24:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32987</guid>
		<description><![CDATA[mas eko dan semua pengunjung saya juga mohon maaf kalo ada yang ketepatan namanya tak pakaikan untuk umuhasanah... soalnya kadung gregeten.. afwan afwan...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas eko dan semua pengunjung saya juga mohon maaf kalo ada yang ketepatan namanya tak pakaikan untuk umuhasanah&#8230; soalnya kadung gregeten.. afwan afwan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32986</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 12:54:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32986</guid>
		<description><![CDATA[mbak shinta, mungkin si budi ini dari kecil sampe sekarang cuma baca al qur&#039;an dan hadist nabi aja. gak pernah baca yang lain sama sekali, misal buku sejarah, buku gografi, fisika dll. Bacaan budi selain alqur&#039;an dan hadits adalah I-N-I   B-U-D-I   ,   I NI -   I B U  -  B U D I]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mbak shinta, mungkin si budi ini dari kecil sampe sekarang cuma baca al qur&#8217;an dan hadist nabi aja. gak pernah baca yang lain sama sekali, misal buku sejarah, buku gografi, fisika dll. Bacaan budi selain alqur&#8217;an dan hadits adalah I-N-I   B-U-D-I   ,   I NI &#8211;   I B U  &#8211;  B U D I</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32985</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 12:35:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32985</guid>
		<description><![CDATA[wah kalau gitu ummu hasanah pastinya  setingkat diatasnya ust. firanda ...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah kalau gitu ummu hasanah pastinya  setingkat diatasnya ust. firanda &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by nasir eks wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32984</link>
		<dc:creator>nasir eks wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 11:45:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32984</guid>
		<description><![CDATA[ummu hasanah yang paling merasa benar dan pintar karena berguru langsung ke Al Qur&#039;an dan kanjeng Nabi, makanya dia merasa setingkat Mujtahid, ulama 4 mazhab masih dibawah dia.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu hasanah yang paling merasa benar dan pintar karena berguru langsung ke Al Qur&#8217;an dan kanjeng Nabi, makanya dia merasa setingkat Mujtahid, ulama 4 mazhab masih dibawah dia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by nasir eks wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32983</link>
		<dc:creator>nasir eks wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 11:28:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32983</guid>
		<description><![CDATA[Isya Allah mbak Syarah, Syuriah akan lepas dari tekanan konsfirasi Amerika dan sekutunya termasuk dinasti saud yg wahabi laknatuLLAH.
Insya Allah pula dinasti saud laknatuLLAH akan bubar kerajaannya dan digantikan dengan Republik Islam yang demokratis, dan para pepimpinnya dari kalanngan Aswaja keturunan Ahlul Bait Rosulullah SAW....... Amin.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Isya Allah mbak Syarah, Syuriah akan lepas dari tekanan konsfirasi Amerika dan sekutunya termasuk dinasti saud yg wahabi laknatuLLAH.<br />
Insya Allah pula dinasti saud laknatuLLAH akan bubar kerajaannya dan digantikan dengan Republik Islam yang demokratis, dan para pepimpinnya dari kalanngan Aswaja keturunan Ahlul Bait Rosulullah SAW&#8230;&#8230;. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by Eko</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32982</link>
		<dc:creator>Eko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 10:56:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32982</guid>
		<description><![CDATA[Mas alfeyd, Inem nama ibu saya. Sy ga mau ah kalo nama ibu sy dipake buat nama orang wahabi,malu..hehehehe...(bercanda lho mas...afwan..afwan..)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas alfeyd, Inem nama ibu saya. Sy ga mau ah kalo nama ibu sy dipake buat nama orang wahabi,malu..hehehehe&#8230;(bercanda lho mas&#8230;afwan..afwan..)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by vijay</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32981</link>
		<dc:creator>vijay</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 10:50:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32981</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Ngeness bacanya...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Ngeness bacanya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by akhul</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32978</link>
		<dc:creator>akhul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 07:10:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32978</guid>
		<description><![CDATA[ummu hasanah ooohhh ummu hasanah ohhhh., 

kapan anda pandainya ...? kapan anda mendapat hidayah-Nya...?, kapan pulau anda di sadarkan oleh sang pencipta..?, kalau anda tidak mau berusaha melepaskan diri dari jeratan islam versi yahudi, anda dicekoki fakwa2 yahudi yg hanya menolak dan menyalahkan pendapat orang lain, seakan-akan anda sendiri yg maha benar dan tidak mau berusaha menerima kebenaran, saya sarankan belajarlah ilmu torikhoh biar hatimu lunak dan lembut, supaya mudah menerima hidayah. lihat vidio ini...islam versi yahudi yg menggrogoti dari dalam..! http://www.youtube.com/watch?v=0jcoxRZcylE]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu hasanah ooohhh ummu hasanah ohhhh., </p>
<p>kapan anda pandainya &#8230;? kapan anda mendapat hidayah-Nya&#8230;?, kapan pulau anda di sadarkan oleh sang pencipta..?, kalau anda tidak mau berusaha melepaskan diri dari jeratan islam versi yahudi, anda dicekoki fakwa2 yahudi yg hanya menolak dan menyalahkan pendapat orang lain, seakan-akan anda sendiri yg maha benar dan tidak mau berusaha menerima kebenaran, saya sarankan belajarlah ilmu torikhoh biar hatimu lunak dan lembut, supaya mudah menerima hidayah. lihat vidio ini&#8230;islam versi yahudi yg menggrogoti dari dalam..! <a href="http://www.youtube.com/watch?v=0jcoxRZcylE" rel="nofollow">http://www.youtube.com/watch?v=0jcoxRZcylE</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32977</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 03:21:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32977</guid>
		<description><![CDATA[ummuhasanah namanya diganti jadi INEM aja.. kok keliatannya kabotan jeneng.. hehehe
silahkan jeng INEM pakai ajian pengawuran atau ajian langkah seribu yang penting dikatakan ilmu lah.. (ilmu pengawuran, ilmu langkah seribu, ilmu ngilang gak iso mbalik hahahaha poko&#039;e ilmu lah..) dari pada ngomong gak karuan.........]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummuhasanah namanya diganti jadi INEM aja.. kok keliatannya kabotan jeneng.. hehehe<br />
silahkan jeng INEM pakai ajian pengawuran atau ajian langkah seribu yang penting dikatakan ilmu lah.. (ilmu pengawuran, ilmu langkah seribu, ilmu ngilang gak iso mbalik hahahaha poko&#8217;e ilmu lah..) dari pada ngomong gak karuan&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32976</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 03:17:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32976</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Kasihan.....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Kasihan&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by Sarah Salsabila</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32975</link>
		<dc:creator>Sarah Salsabila</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 02:21:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32975</guid>
		<description><![CDATA[Wahabinya sudah kelihatan pada stress, Klau ingin tahu Wahabi lihat aja apa yang terjadi di Suriah, ya seperti itulah Wahabi yg keras kepala karena otaknya dikotori oleh misi-misi Yahudi yang menghalalkan segala cara. 

Tapi insyaallah Suriah akan menang melawan konspirasi Wahabi and yahudi, amiin....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahabinya sudah kelihatan pada stress, Klau ingin tahu Wahabi lihat aja apa yang terjadi di Suriah, ya seperti itulah Wahabi yg keras kepala karena otaknya dikotori oleh misi-misi Yahudi yang menghalalkan segala cara. </p>
<p>Tapi insyaallah Suriah akan menang melawan konspirasi Wahabi and yahudi, amiin&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by Sarah Salsabila</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32974</link>
		<dc:creator>Sarah Salsabila</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 02:18:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32974</guid>
		<description><![CDATA[Abu Dzikri As Sundawi@ wa - ummu hasanah@

gemana sih antum berdua, antum dikasih fakta aja masih belum bisa sadar, bagaimana kalau bukan berdsar fakta? Saudi Arabia and wahabi itu Pro israel yahudi adalah fakta yang jelas kelihatan mata siapa saja, lalu antum masih ingkari fakta, na&#039;udzbillah min dzaalik.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Dzikri As Sundawi@ wa &#8211; ummu hasanah@</p>
<p>gemana sih antum berdua, antum dikasih fakta aja masih belum bisa sadar, bagaimana kalau bukan berdsar fakta? Saudi Arabia and wahabi itu Pro israel yahudi adalah fakta yang jelas kelihatan mata siapa saja, lalu antum masih ingkari fakta, na&#8217;udzbillah min dzaalik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by Abu Dzikri As Sundawi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32973</link>
		<dc:creator>Abu Dzikri As Sundawi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 01:57:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32973</guid>
		<description><![CDATA[Ittaqillah yaa akhii , sungguh ini sudah merupakan salah kaprah terbesar .... dibulan yang di haramkan oleh Allah Subhana wa ta&#039;ala ini engkau mendapat hidayah dan tidak mudah melaknat saudaramu dan juga semoga Allah Azza wa Jalla menjagamu dari perangkap syi&#039;ah rafidhah .....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ittaqillah yaa akhii , sungguh ini sudah merupakan salah kaprah terbesar &#8230;. dibulan yang di haramkan oleh Allah Subhana wa ta&#8217;ala ini engkau mendapat hidayah dan tidak mudah melaknat saudaramu dan juga semoga Allah Azza wa Jalla menjagamu dari perangkap syi&#8217;ah rafidhah &#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32972</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 01:10:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32972</guid>
		<description><![CDATA[Kasihan..kasihan...kasihan...
Nasir tertipu oleh media barat, jadi komment nya ..ya sama aja...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kasihan..kasihan&#8230;kasihan&#8230;<br />
Nasir tertipu oleh media barat, jadi komment nya ..ya sama aja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32971</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 00:59:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32971</guid>
		<description><![CDATA[Oh...bisanya si mamak cuma mencampur adukkan masalah aja.... kapan pinternya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh&#8230;bisanya si mamak cuma mencampur adukkan masalah aja&#8230;. kapan pinternya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by nasir eks wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32970</link>
		<dc:creator>nasir eks wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 22:45:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32970</guid>
		<description><![CDATA[Tapi Syiah masih lebih baik daripda Wahabi Laknatullah, Iran yang syiah dimusuhi Amerika dan Israel karena berani menentang dan pro Paleslitna, bandingkan Saudi Arabia yang biangnya wahabi pro Amerika/Israel tak pernah sekalipun membela Palestina.
Maka bisa dibilang Saudi Arabia adalah sekutu Amerika/Israel bahkan lebih tepatnya budaknya Amerika/Israel, itu semua demi dukungan langgengnya kekuasaan dinasti saud laknatullah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi Syiah masih lebih baik daripda Wahabi Laknatullah, Iran yang syiah dimusuhi Amerika dan Israel karena berani menentang dan pro Paleslitna, bandingkan Saudi Arabia yang biangnya wahabi pro Amerika/Israel tak pernah sekalipun membela Palestina.<br />
Maka bisa dibilang Saudi Arabia adalah sekutu Amerika/Israel bahkan lebih tepatnya budaknya Amerika/Israel, itu semua demi dukungan langgengnya kekuasaan dinasti saud laknatullah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mohammad Said Ramadhan al-Bouti Gugur Syahid Dalam Serangan Bom Bunuh Diri by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/22/mohammad-said-ramadhan-al-buti-gugur-syahid-dalam-serangan-bom-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-32969</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 22:16:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9097#comment-32969</guid>
		<description><![CDATA[ASALKAN TIDAK MENJELEK JELEKAN SYAYIDATINA AISYAH RA, SYD ABUBAKAR ASSIDIQ , SYD UMAR BIN KHOTTOB DAN SYD USTMAN 
dan Juga Aulia ALLAH. awas tapi jangan Tagiah ya.... Kalau sudah masalah AQIDAH Kami ASWAJAH tidak mau bersatu AQIDAH Harga MATI,
Menurut Saya Ya....sama saja Satu Badan Beda Baju antara WAHABI DAN SYIAH,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ASALKAN TIDAK MENJELEK JELEKAN SYAYIDATINA AISYAH RA, SYD ABUBAKAR ASSIDIQ , SYD UMAR BIN KHOTTOB DAN SYD USTMAN<br />
dan Juga Aulia ALLAH. awas tapi jangan Tagiah ya&#8230;. Kalau sudah masalah AQIDAH Kami ASWAJAH tidak mau bersatu AQIDAH Harga MATI,<br />
Menurut Saya Ya&#8230;.sama saja Satu Badan Beda Baju antara WAHABI DAN SYIAH,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nabi Saw Menilai Tidak Syirik Semua Jimat, Wahabi Anggap Semua Jimat Itu Syirik by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/28/nabi-saw-menilai-tidak-syirik-semua-jimat-wahabi-anggap-semua-jimat-itu-syirik/comment-page-1/#comment-32968</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 21:34:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9135#comment-32968</guid>
		<description><![CDATA[bener... juga bang wahabi sekarang banyak jengotnya yg ga keurus dan main tebak2an, apakah ini Dukun2 baru di Zaman IT]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener&#8230; juga bang wahabi sekarang banyak jengotnya yg ga keurus dan main tebak2an, apakah ini Dukun2 baru di Zaman IT</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nabi Saw Menilai Tidak Syirik Semua Jimat, Wahabi Anggap Semua Jimat Itu Syirik by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/28/nabi-saw-menilai-tidak-syirik-semua-jimat-wahabi-anggap-semua-jimat-itu-syirik/comment-page-1/#comment-32967</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 21:20:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9135#comment-32967</guid>
		<description><![CDATA[OOOOooooo pantes klo api neraka menghalalkan tubuhnya &quot; orang yg bermulut kotor &quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OOOOooooo pantes klo api neraka menghalalkan tubuhnya &#8221; orang yg bermulut kotor &#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32966</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 21:03:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32966</guid>
		<description><![CDATA[ngaji apa ngancam (Dasar Teroris), coba no Hp mu di tulis di sini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ngaji apa ngancam (Dasar Teroris), coba no Hp mu di tulis di sini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32965</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 20:55:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32965</guid>
		<description><![CDATA[Baru kemaren sore koq mau jelasin bid&#039;ad Cingkrangnya dah seberapa dan jenggotnya sudah sepanjang apa? dasar sombong kau Wahabi...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baru kemaren sore koq mau jelasin bid&#8217;ad Cingkrangnya dah seberapa dan jenggotnya sudah sepanjang apa? dasar sombong kau Wahabi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32964</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 20:50:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32964</guid>
		<description><![CDATA[dasar wahabi goblok, punya otak gak pernah dipake…. tapi dikiiiiit.
tapi kalo suruh kawin otaknya cepet mikir... ayoooo iya apa iya ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dasar wahabi goblok, punya otak gak pernah dipake…. tapi dikiiiiit.<br />
tapi kalo suruh kawin otaknya cepet mikir&#8230; ayoooo iya apa iya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32963</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 20:45:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32963</guid>
		<description><![CDATA[Biasa Wahabi.... Tanduknya mulai keluar. GOBLOG
kenapa minta no HP segala.
kalo kalah ngomong jangan kaya kaum JAHIL dasar Kasar]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biasa Wahabi&#8230;. Tanduknya mulai keluar. GOBLOG<br />
kenapa minta no HP segala.<br />
kalo kalah ngomong jangan kaya kaum JAHIL dasar Kasar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32962</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 20:37:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32962</guid>
		<description><![CDATA[Pak Ustad abu ilyas... komennya koq kaya anak SD, entar bantuannya dari ibnu sa&#039;ud ga lancar lho...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Ustad abu ilyas&#8230; komennya koq kaya anak SD, entar bantuannya dari ibnu sa&#8217;ud ga lancar lho&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bacalah Ratib Al-Haddad  Agar Selamat dari Jeratan Mata Rantai Aliran Sesat by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/04/bacalah-ratib-al-haddad-agar-selamat-dari-jeratan-mata-rantai-aliran-sesat/comment-page-1/#comment-32961</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 20:26:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8874#comment-32961</guid>
		<description><![CDATA[bukan mas itu sunah yg transparan... ha ha ha ha]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bukan mas itu sunah yg transparan&#8230; ha ha ha ha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32960</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 20:09:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32960</guid>
		<description><![CDATA[yang kebakaran Jenggot swaminya UH
kalo UH kebakaran hati yg Hitam dan berkerak JAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIILLLL]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang kebakaran Jenggot swaminya UH<br />
kalo UH kebakaran hati yg Hitam dan berkerak JAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIILLLL</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32959</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 19:49:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32959</guid>
		<description><![CDATA[Tak Tambah Lagi Ya...
--------------------------------------

Ciri Ciri Wahabi

AQIDAH

1. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:

(a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.
(b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama? Islam khasnya ulama? empat Imam madzhab.
(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:

Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila
Merterjemahkan yad sebagai tangan
Menterjemahkan wajh sebagai muka
Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya)
Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk
Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat
Menterjemah saq sebagai betis
Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll
Menyatakan bahawa Allah SWT mempunyai “surah” atau rupa
Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat

2. Memahami ayat-ayat mutashabihat secara zhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar
3. Menolak asy-Sya’irah dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti mayoritas umat islam
4. Sering mengkrititik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.
5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.
6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkanfalsafah Yunani dan Greek.
7. Berselindung di sebalik mazhab Salaf.
8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-
Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.
9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah. Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu Hasan Al-Asy’ari.
10. Menolak ta’wil dalam bab Mutashabihat.

11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.
12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam [membaca maulid dll] membawa kepada perbuatan syirik.
13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan
dalih menghindari syirik.
14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.
15. Menolak tawassul, tabarruk dan istighathah dengan para anbiya’ serta sholihin.
16. Mengganggap tawassul, tabarruk dan istighathah sebagai cabang-cabang syirik.
17. Memandang remeh karamah para wali [auliya’].
18. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.
19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.

SIKAP

1. Sering membid’ahkan amalan umat Islam bahkan sampai ke tahap mengkafirkan
mereka.
2. Mengganggap diri sebagai mujtahid atau berlagak sepertinya (walaupun tidak layak).
3. Sering mengambil hukum secara langsung dari al-Qur’an dan hadits (walaupun tidak layak).
4. Sering memtertawakan dan meremehkan ulama’ pondok dan golongan agama yang lain.
5. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang ditujukan kepada orang kafir sering ditafsir ke atas orang Islam.
6. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapat mereka walaupun pendapat itu syaz (janggal).

HADITS

1. Menolak beramal dengan hadis dho’if.
2. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama’ hadits yang lain.
3. Mengagungkan Nasiruddin al-Albani di dalam bidang ini [walaupun beliau tidak
mempunyai sanad bagi menyatakan siapakah guru-guru beliau dalam bidang hadits.
[Bahkan mayoritas muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahawa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta’dil beliau adalah mengikut Imam al-Dhahabi].
4. Sering menganggap hadits dho’if sebagai hadits mawdhu’ [mereka mengumpulkan hadits dho’if dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah-olah kedua-dua kategori hadits tersebut adalah sama]
5. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh karena itu, pebedaan pemahaman ulama’ [syawahid] dikesampingkan.

QUR’AN

1. Menganggap tajwid sebagai ilmu yang menyusahkan dan tidak perlu (Sebagian Wahabi indonesia yang jahil)

FIQH

1. Menolak mengikuti madzhab imam-imam yang empat; pada hakikatnya
mereka bermadzhab “TANPA MADZHAB”
2. Mencampuradukkan amalan empat mazhab dan pendapat-pendapat lain sehingga membawa kepada talfiq [mengambil yang disukai] haram
3. Memandang amalan bertaqlid sebagai bid’ah; mereka mengklaim dirinya berittiba’
4. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal-soal khilafiyyah
5. Sering menggunakan dakwaan ijma’ ulama dalam masalah khilafiyyah
6. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah sunnah dan pendapat pihak lain adalah Bid’ah
7. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta’assub [fanatik] mazhab
8. Salah faham makna bid?ah yang menyebabkan mereka mudah membid?ahkan orang lain
9. Mempromosikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagai Fiqh al-Taysir, Fiqh al-Dalil, Fiqh Musoffa, dll [yang jelas keluar daripada fiqh empat mazhab]
10. Sering mewar-warkan agar hukum ahkam fiqh dipermudahkan dengan menggunakan hadis “Yassiru wa la tu’assiru, farrihu wa la tunaffiru”
11. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab telah ketinggalan zaman

NAJIS

1. Sebagian mereka sering mempermasalahkan dalil akan kedudukan babi sebagai najis mughallazhah
2. Menyatakan bahwa bulu babi itu tidak najis karena tidak ada darah yang mengalir.

WUDHU’

1. Tidak menerima konsep air musta’mal
2. Bersentuhan lelaki dan perempuan tidak membatalkan wudhu’
3. Membasuh kedua belah telinga dengan air basuhan rambut dan tidak dengan air yang baru.

ADZAN

1. Adzan Juma’at sekali; adzan kedua ditolak

SHALAT

1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam?, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar
2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.
3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.
4. Tidak membaca “Basmalah? secara jahar.
5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.
6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.
7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid?ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).
8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.
9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.
10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.
11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu
sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya
12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.
13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.
14. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.
15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.
16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.
17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.
18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.
19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at
20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah

DO’A, DZIKIR DAN BACAAN AL-QUR’AN

1. Menggangap do’a berjama’ah selepas shalat sebagai bid’ah.
2. Menganggap dzikir dan wirid berjama’ah sebagai bid’ah.
3. Mengatakan bahwa membaca “Sodaqallahul ‘azhim” selepas bacaan al-Qur’an adalah Bid’ah.
4. Menyatakan bahwa do’a, dzikir dan shalawat yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai bid’ah. Sebagai contoh mereka menolak Dala’il al-Khairat, Shalawat al-Syifa?, al-Munjiyah, al-Fatih, Nur al-Anwar, al-Taj, dll.
5. Menganggap amalan bacaan Yasin pada malam Jum’at sebagai bid’ah yang haram.
6. Mengatakan bahwa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.
7. Mengganggap penggunaan tasbih adalah bid’ah.
8. Mengganggap zikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 (seribu), 10,000 (sepuluh ribu), dll sebagai bid’ah.
9. Menolak amalan ruqiyyah syar’iyah dalam pengobatan Islam seperti wafa?, azimat, dll.
10. Menolak dzikir isim mufrad: Allah Allah.
11. Melihat bacaan Yasin pada malam nisfu Sya’ban sebagai bid’ah yang haram.
12. Sering menafikan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya’ban.
13. Sering mengkritik keutamaan malam Nisfu Sya’ban.
14. Mengangkat tangan sewaktu berdoa’ adalah bid’ah.
15. Mempermasalahkan kedudukan shalat sunat tasbih.

PENGURUSAN JENAZAH DAN KUBUR

1. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para anbiya’, awliya’, ulama’ dan sholihin sebagai bid’ah dan shalat tidak boleh dijama’ atau qasar dalam ziarah seperti ini.
2. Mengharamkan wanita menziarahi kubur.
3. Menganggap talqin sebagai bid’ah.
4. Mengganggap amalan tahlil dan bacaan Yasin bagi kenduri arwah sebagai bid’ah yang haram.
5. Tidak membaca do’a selepas shalat jenazah.
6. Sebagian ulama’ mereka menyeru agar Maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikeluarkan dari masjid nabawi atas alasan menjauhkan umat Islam dari syirik
7. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid’ah yang haram
8. Do’a dan bacaan al-Quran di perkuburan dianggap sebagai bid’ah.
MUNAKAHAT [PERNIKAHAN]

1. Talak tiga (3) dalam satu majlis adalah talak satu (1)

MAJLIS SAMBUTAN BERAMAI-RAMAI

1. Menolak peringatan Maulid Nabi; bahkan menyamakan sambutan Mawlid Nabi dengan perayaan kristen bagi Nabi Isa as.
2. Menolak amalan marhaban para habaib
3. Menolak amalan barzanji.
4. Berdiri ketika bacaan maulid adalah bid’ah
5. Menolak peringatan Isra’ Mi’raj, dll.

HAJI DAN UMRAH

1. Mencoba untuk memindahkan “Maqam Ibrahim as.” namun usaha tersebut telah digagalkan oleh al-Marhum Sheikh Mutawalli Sha’rawi saat beliau menemuhi Raja Faisal ketika itu.
2. Menghilangkan tanda telaga zam-zam
3. Mengubah tempat sa’i di antara Sofa dan Marwah yang mendapat tentangan ulama’ Islam dari seluruh dunia

PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN

1. Maraknya para professional yang bertitle LC menjadi “ustadz-ustadz? mereka (di Indonesia)
2. Ulama-ulama yang sering menjadi rujukan mereka adalah:
a. Ibnu Taymiyyah al-Harrani
b. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
c. Muhammad bin Abdul Wahhab
d. Sheihk Abdul Aziz bin Baz
e. Nasiruddin al-Albani
f. Sheikh Sholeh al-Utsaimin
g. Sheikh Sholeh al-Fawzan
h. Adz-Dzahabi dll.

3. Sering mendakwahkan untuk kembali kepada al-Qura’an dan Hadits (tanpa menyebut para ulama’, sedangkan al-Qura’n dan Hadits sampai kepada umat Islam melalui para ulama’ dan para ulama’ juga lah yang memelihara dan menjabarkan kandungan al-Qur’an dan Hadits untuk umat ini)
4. Sering mengkritik Imam al-Ghazali dan kitab “Ihya’ Ulumuddin”

PENGKHIANATAN MEREKA KEPADA UMAT ISLAM

1. Bersekutu dengan Inggris dalam menjatuhkan kerajaan Islam Turki Utsmaniyyah
2. Melakukan perubahan kepada kitab-kitab ulama’ yang tidak sehaluan dengan mereka
3. Banyak ulama’ dan umat Islam dibunuh sewaktu kebangkitan mereka di timur tengah
4. Memusnahkan sebagian besar peninggalan sejarah Islam seperti tempat lahir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meratakan maqam al-Baqi’ dan al-Ma’la [makam para isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Baqi’, Madinah dan Ma’la, Mekah], tempat lahir Sayyiduna Abu Bakar dll, dengan hujjah tempat tersebut bisa membawa kepada syirik.
5. Di Indonesia, sebagian mereka dalu dikenali sebagai Kaum Muda atau Mudah [karena hukum fiqh mereka yang mudah, ia merupakan bentuk ketaatan bercampur dengan kehendak hawa nafsu].

TASAWWUF DAN THARIQAT

1. Sering mengkritik aliran Sufisme dan kitab-kitab sufi yang mu’tabar
2. Sufiyyah dianggap sebagai kesamaan dengan ajaran Budha dan Nasrani
3. Tidak dapat membedakan antara amalan sufi yang benar dan amalan bathiniyyah yang sesat.

Wallahu a’lam bish-Showab wal hadi ila sabilil haq.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tak Tambah Lagi Ya&#8230;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Ciri Ciri Wahabi</p>
<p>AQIDAH</p>
<p>1. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:</p>
<p>(a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.<br />
(b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama? Islam khasnya ulama? empat Imam madzhab.<br />
(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:</p>
<p>Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila<br />
Merterjemahkan yad sebagai tangan<br />
Menterjemahkan wajh sebagai muka<br />
Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya)<br />
Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk<br />
Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat<br />
Menterjemah saq sebagai betis<br />
Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll<br />
Menyatakan bahawa Allah SWT mempunyai “surah” atau rupa<br />
Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat</p>
<p>2. Memahami ayat-ayat mutashabihat secara zhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar<br />
3. Menolak asy-Sya’irah dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti mayoritas umat islam<br />
4. Sering mengkrititik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.<br />
5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.<br />
6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkanfalsafah Yunani dan Greek.<br />
7. Berselindung di sebalik mazhab Salaf.<br />
8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-<br />
Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.<br />
9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah. Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu Hasan Al-Asy’ari.<br />
10. Menolak ta’wil dalam bab Mutashabihat.</p>
<p>11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.<br />
12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam [membaca maulid dll] membawa kepada perbuatan syirik.<br />
13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan<br />
dalih menghindari syirik.<br />
14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.<br />
15. Menolak tawassul, tabarruk dan istighathah dengan para anbiya’ serta sholihin.<br />
16. Mengganggap tawassul, tabarruk dan istighathah sebagai cabang-cabang syirik.<br />
17. Memandang remeh karamah para wali [auliya’].<br />
18. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.<br />
19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.</p>
<p>SIKAP</p>
<p>1. Sering membid’ahkan amalan umat Islam bahkan sampai ke tahap mengkafirkan<br />
mereka.<br />
2. Mengganggap diri sebagai mujtahid atau berlagak sepertinya (walaupun tidak layak).<br />
3. Sering mengambil hukum secara langsung dari al-Qur’an dan hadits (walaupun tidak layak).<br />
4. Sering memtertawakan dan meremehkan ulama’ pondok dan golongan agama yang lain.<br />
5. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang ditujukan kepada orang kafir sering ditafsir ke atas orang Islam.<br />
6. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapat mereka walaupun pendapat itu syaz (janggal).</p>
<p>HADITS</p>
<p>1. Menolak beramal dengan hadis dho’if.<br />
2. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama’ hadits yang lain.<br />
3. Mengagungkan Nasiruddin al-Albani di dalam bidang ini [walaupun beliau tidak<br />
mempunyai sanad bagi menyatakan siapakah guru-guru beliau dalam bidang hadits.<br />
[Bahkan mayoritas muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahawa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta’dil beliau adalah mengikut Imam al-Dhahabi].<br />
4. Sering menganggap hadits dho’if sebagai hadits mawdhu’ [mereka mengumpulkan hadits dho’if dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah-olah kedua-dua kategori hadits tersebut adalah sama]<br />
5. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh karena itu, pebedaan pemahaman ulama’ [syawahid] dikesampingkan.</p>
<p>QUR’AN</p>
<p>1. Menganggap tajwid sebagai ilmu yang menyusahkan dan tidak perlu (Sebagian Wahabi indonesia yang jahil)</p>
<p>FIQH</p>
<p>1. Menolak mengikuti madzhab imam-imam yang empat; pada hakikatnya<br />
mereka bermadzhab “TANPA MADZHAB”<br />
2. Mencampuradukkan amalan empat mazhab dan pendapat-pendapat lain sehingga membawa kepada talfiq [mengambil yang disukai] haram<br />
3. Memandang amalan bertaqlid sebagai bid’ah; mereka mengklaim dirinya berittiba’<br />
4. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal-soal khilafiyyah<br />
5. Sering menggunakan dakwaan ijma’ ulama dalam masalah khilafiyyah<br />
6. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah sunnah dan pendapat pihak lain adalah Bid’ah<br />
7. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta’assub [fanatik] mazhab<br />
8. Salah faham makna bid?ah yang menyebabkan mereka mudah membid?ahkan orang lain<br />
9. Mempromosikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagai Fiqh al-Taysir, Fiqh al-Dalil, Fiqh Musoffa, dll [yang jelas keluar daripada fiqh empat mazhab]<br />
10. Sering mewar-warkan agar hukum ahkam fiqh dipermudahkan dengan menggunakan hadis “Yassiru wa la tu’assiru, farrihu wa la tunaffiru”<br />
11. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab telah ketinggalan zaman</p>
<p>NAJIS</p>
<p>1. Sebagian mereka sering mempermasalahkan dalil akan kedudukan babi sebagai najis mughallazhah<br />
2. Menyatakan bahwa bulu babi itu tidak najis karena tidak ada darah yang mengalir.</p>
<p>WUDHU’</p>
<p>1. Tidak menerima konsep air musta’mal<br />
2. Bersentuhan lelaki dan perempuan tidak membatalkan wudhu’<br />
3. Membasuh kedua belah telinga dengan air basuhan rambut dan tidak dengan air yang baru.</p>
<p>ADZAN</p>
<p>1. Adzan Juma’at sekali; adzan kedua ditolak</p>
<p>SHALAT</p>
<p>1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam?, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar<br />
2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.<br />
3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.<br />
4. Tidak membaca “Basmalah? secara jahar.<br />
5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.<br />
6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.<br />
7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid?ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).<br />
8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.<br />
9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.<br />
10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.<br />
11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu<br />
sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya<br />
12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.<br />
13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.<br />
14. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.<br />
15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.<br />
16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.<br />
17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.<br />
18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.<br />
19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at<br />
20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah</p>
<p>DO’A, DZIKIR DAN BACAAN AL-QUR’AN</p>
<p>1. Menggangap do’a berjama’ah selepas shalat sebagai bid’ah.<br />
2. Menganggap dzikir dan wirid berjama’ah sebagai bid’ah.<br />
3. Mengatakan bahwa membaca “Sodaqallahul ‘azhim” selepas bacaan al-Qur’an adalah Bid’ah.<br />
4. Menyatakan bahwa do’a, dzikir dan shalawat yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai bid’ah. Sebagai contoh mereka menolak Dala’il al-Khairat, Shalawat al-Syifa?, al-Munjiyah, al-Fatih, Nur al-Anwar, al-Taj, dll.<br />
5. Menganggap amalan bacaan Yasin pada malam Jum’at sebagai bid’ah yang haram.<br />
6. Mengatakan bahwa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.<br />
7. Mengganggap penggunaan tasbih adalah bid’ah.<br />
8. Mengganggap zikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 (seribu), 10,000 (sepuluh ribu), dll sebagai bid’ah.<br />
9. Menolak amalan ruqiyyah syar’iyah dalam pengobatan Islam seperti wafa?, azimat, dll.<br />
10. Menolak dzikir isim mufrad: Allah Allah.<br />
11. Melihat bacaan Yasin pada malam nisfu Sya’ban sebagai bid’ah yang haram.<br />
12. Sering menafikan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya’ban.<br />
13. Sering mengkritik keutamaan malam Nisfu Sya’ban.<br />
14. Mengangkat tangan sewaktu berdoa’ adalah bid’ah.<br />
15. Mempermasalahkan kedudukan shalat sunat tasbih.</p>
<p>PENGURUSAN JENAZAH DAN KUBUR</p>
<p>1. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para anbiya’, awliya’, ulama’ dan sholihin sebagai bid’ah dan shalat tidak boleh dijama’ atau qasar dalam ziarah seperti ini.<br />
2. Mengharamkan wanita menziarahi kubur.<br />
3. Menganggap talqin sebagai bid’ah.<br />
4. Mengganggap amalan tahlil dan bacaan Yasin bagi kenduri arwah sebagai bid’ah yang haram.<br />
5. Tidak membaca do’a selepas shalat jenazah.<br />
6. Sebagian ulama’ mereka menyeru agar Maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikeluarkan dari masjid nabawi atas alasan menjauhkan umat Islam dari syirik<br />
7. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid’ah yang haram<br />
8. Do’a dan bacaan al-Quran di perkuburan dianggap sebagai bid’ah.<br />
MUNAKAHAT [PERNIKAHAN]</p>
<p>1. Talak tiga (3) dalam satu majlis adalah talak satu (1)</p>
<p>MAJLIS SAMBUTAN BERAMAI-RAMAI</p>
<p>1. Menolak peringatan Maulid Nabi; bahkan menyamakan sambutan Mawlid Nabi dengan perayaan kristen bagi Nabi Isa as.<br />
2. Menolak amalan marhaban para habaib<br />
3. Menolak amalan barzanji.<br />
4. Berdiri ketika bacaan maulid adalah bid’ah<br />
5. Menolak peringatan Isra’ Mi’raj, dll.</p>
<p>HAJI DAN UMRAH</p>
<p>1. Mencoba untuk memindahkan “Maqam Ibrahim as.” namun usaha tersebut telah digagalkan oleh al-Marhum Sheikh Mutawalli Sha’rawi saat beliau menemuhi Raja Faisal ketika itu.<br />
2. Menghilangkan tanda telaga zam-zam<br />
3. Mengubah tempat sa’i di antara Sofa dan Marwah yang mendapat tentangan ulama’ Islam dari seluruh dunia</p>
<p>PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN</p>
<p>1. Maraknya para professional yang bertitle LC menjadi “ustadz-ustadz? mereka (di Indonesia)<br />
2. Ulama-ulama yang sering menjadi rujukan mereka adalah:<br />
a. Ibnu Taymiyyah al-Harrani<br />
b. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah<br />
c. Muhammad bin Abdul Wahhab<br />
d. Sheihk Abdul Aziz bin Baz<br />
e. Nasiruddin al-Albani<br />
f. Sheikh Sholeh al-Utsaimin<br />
g. Sheikh Sholeh al-Fawzan<br />
h. Adz-Dzahabi dll.</p>
<p>3. Sering mendakwahkan untuk kembali kepada al-Qura’an dan Hadits (tanpa menyebut para ulama’, sedangkan al-Qura’n dan Hadits sampai kepada umat Islam melalui para ulama’ dan para ulama’ juga lah yang memelihara dan menjabarkan kandungan al-Qur’an dan Hadits untuk umat ini)<br />
4. Sering mengkritik Imam al-Ghazali dan kitab “Ihya’ Ulumuddin”</p>
<p>PENGKHIANATAN MEREKA KEPADA UMAT ISLAM</p>
<p>1. Bersekutu dengan Inggris dalam menjatuhkan kerajaan Islam Turki Utsmaniyyah<br />
2. Melakukan perubahan kepada kitab-kitab ulama’ yang tidak sehaluan dengan mereka<br />
3. Banyak ulama’ dan umat Islam dibunuh sewaktu kebangkitan mereka di timur tengah<br />
4. Memusnahkan sebagian besar peninggalan sejarah Islam seperti tempat lahir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meratakan maqam al-Baqi’ dan al-Ma’la [makam para isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Baqi’, Madinah dan Ma’la, Mekah], tempat lahir Sayyiduna Abu Bakar dll, dengan hujjah tempat tersebut bisa membawa kepada syirik.<br />
5. Di Indonesia, sebagian mereka dalu dikenali sebagai Kaum Muda atau Mudah [karena hukum fiqh mereka yang mudah, ia merupakan bentuk ketaatan bercampur dengan kehendak hawa nafsu].</p>
<p>TASAWWUF DAN THARIQAT</p>
<p>1. Sering mengkritik aliran Sufisme dan kitab-kitab sufi yang mu’tabar<br />
2. Sufiyyah dianggap sebagai kesamaan dengan ajaran Budha dan Nasrani<br />
3. Tidak dapat membedakan antara amalan sufi yang benar dan amalan bathiniyyah yang sesat.</p>
<p>Wallahu a’lam bish-Showab wal hadi ila sabilil haq.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32958</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 19:45:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32958</guid>
		<description><![CDATA[Kalo pusing ngomongnya Syi&#039;ah... dasar bego&#039; bahlol bin wahabi.
kamu tahu Syi&#039;ah dan Wahabi itu sama anak buah Zionis
kamu pernah ga ngimpi ketemu Zionis....ayoooo.
keduanya seakan-akan anti Zionis padahal cucunya. sukanya ngeyel keminter arogan sombong dll]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo pusing ngomongnya Syi&#8217;ah&#8230; dasar bego&#8217; bahlol bin wahabi.<br />
kamu tahu Syi&#8217;ah dan Wahabi itu sama anak buah Zionis<br />
kamu pernah ga ngimpi ketemu Zionis&#8230;.ayoooo.<br />
keduanya seakan-akan anti Zionis padahal cucunya. sukanya ngeyel keminter arogan sombong dll</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32957</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 19:18:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32957</guid>
		<description><![CDATA[Ya ya ya .... Muthowi&#039;  itu makannya uang dari ibnu su&#039;ud, kalo dia lurus pingin kelaparan po&#039;... 
@ibnu ilyas.... antum pingin hidup mewah di dunia apa di akherat ?
mudah2an anda itu sadar..... jangan menuruti hawa nafsu mu.....apakah anda tidak ingin indahnya surga, kalo tidak mau ya LANJUTKAN...Tugasmu sebagai mesionaris Wahabi]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya ya ya &#8230;. Muthowi&#8217;  itu makannya uang dari ibnu su&#8217;ud, kalo dia lurus pingin kelaparan po&#8217;&#8230;<br />
@ibnu ilyas&#8230;. antum pingin hidup mewah di dunia apa di akherat ?<br />
mudah2an anda itu sadar&#8230;.. jangan menuruti hawa nafsu mu&#8230;..apakah anda tidak ingin indahnya surga, kalo tidak mau ya LANJUTKAN&#8230;Tugasmu sebagai mesionaris Wahabi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32955</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 18:22:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32955</guid>
		<description><![CDATA[Koq Repot repot Agama Wahabi adalah agama Zionis sama dengan Agama Syi&#039;ah,
Ahlil Naar, Kayu Perapiannya Neraka Jahannamm,
Begitulah kalo hatinya sudah hitam dan berkarak.... yg lain gelap semuanya yg benar ya kaumnya dia sendiri.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Koq Repot repot Agama Wahabi adalah agama Zionis sama dengan Agama Syi&#8217;ah,<br />
Ahlil Naar, Kayu Perapiannya Neraka Jahannamm,<br />
Begitulah kalo hatinya sudah hitam dan berkarak&#8230;. yg lain gelap semuanya yg benar ya kaumnya dia sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ANDA PERLU TAHU SIAPA SALAFI WAHABI, AGAR BISA WASPADA TERHADAPNYA by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/04/anda-perlu-tahu-siapa-salafi-wahabi-agar-bisa-waspada-terhadapnya/comment-page-1/#comment-32954</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 17:47:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8829#comment-32954</guid>
		<description><![CDATA[&quot;Sarunge wae mak Plorotke&quot; = Sarungnya aja kamu plorotkan entar bid&#039;ahnya rontok semua, yg bikin Jendel dia itu jenggotnya yg ga karuan.
Jadi kesimpulannya pertama jadi wahabi: sarung atau celananya (sebut saja SC) naik dikit dari mata kaki, kalo udah sering berguru ma ustad2nya alias agak pinter dikit SC nya naik lagi di bawah lutut, dan klo udah berani berbicara di podium SC nya naik lagi kaya pake celana pendek, dan klo udah jadi ustadnya yg prof jangan2 pake.... pake apa ya....? pikir sendiri.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sarunge wae mak Plorotke&#8221; = Sarungnya aja kamu plorotkan entar bid&#8217;ahnya rontok semua, yg bikin Jendel dia itu jenggotnya yg ga karuan.<br />
Jadi kesimpulannya pertama jadi wahabi: sarung atau celananya (sebut saja SC) naik dikit dari mata kaki, kalo udah sering berguru ma ustad2nya alias agak pinter dikit SC nya naik lagi di bawah lutut, dan klo udah berani berbicara di podium SC nya naik lagi kaya pake celana pendek, dan klo udah jadi ustadnya yg prof jangan2 pake&#8230;. pake apa ya&#8230;.? pikir sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KISAH NYATA TAUBATNYA IBNU TAYMIYAH DI HADAPAN ULAMA ASWAJA by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/21/kisah-nyata-taubatnya-ibnu-taymiyah-di-hadapan-ulama-aswaja/comment-page-1/#comment-32952</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 17:29:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8833#comment-32952</guid>
		<description><![CDATA[@SS... kalo anda dari NU mestinya anda tau... Syi&#039;ah Wahabi itu sami mawon, satu badan beda baju
misi mereka sama tapi caranya saja yg beda, makanya diliat ajaran dan sifat sifat mereka dan banyak persamaannya klo dilihat sepintas ya...kelihatannya bermusuhan tapi itu semua trik saja, klo ga percaya tanya sutradaranya yaitu : Zionis]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@SS&#8230; kalo anda dari NU mestinya anda tau&#8230; Syi&#8217;ah Wahabi itu sami mawon, satu badan beda baju<br />
misi mereka sama tapi caranya saja yg beda, makanya diliat ajaran dan sifat sifat mereka dan banyak persamaannya klo dilihat sepintas ya&#8230;kelihatannya bermusuhan tapi itu semua trik saja, klo ga percaya tanya sutradaranya yaitu : Zionis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Abdullah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32948</link>
		<dc:creator>Abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 13:53:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32948</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu Hasanah, 
Baru dipromosikan satu baku saja anda sudah kebakaran jenggot (kalau punya) dan menuduh Ustadz Idrus Ramli sebagai tukang fitnah. Padahal kalau kita masuk ke toko buku besar macam Gramedia atau toko buku Wali Songo, di sana akan kita jumpai jauh lebih banyak buku-buku Wahabi yg berisi FITNAH terhadap Ahlussunnah wal Jama&#039;ah, ajarannya serta Ulama-ulamanya. Maka kalau dengan satu buku Aswaja saja anda sudah ketakutan, sementara anda punya banyak buku, berarti buku2 Wahabi selama ini isinya memang tak lebih dari tukang tipu saja, sehingga dengan satu buku Aswaja lagi yg terbit, anda (dan juga teman2 anda pastinya) makin ketakutan saja bahwa kebohonongan wahabi thd awam selama ini akan makin terbongkar.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu Hasanah,<br />
Baru dipromosikan satu baku saja anda sudah kebakaran jenggot (kalau punya) dan menuduh Ustadz Idrus Ramli sebagai tukang fitnah. Padahal kalau kita masuk ke toko buku besar macam Gramedia atau toko buku Wali Songo, di sana akan kita jumpai jauh lebih banyak buku-buku Wahabi yg berisi FITNAH terhadap Ahlussunnah wal Jama&#8217;ah, ajarannya serta Ulama-ulamanya. Maka kalau dengan satu buku Aswaja saja anda sudah ketakutan, sementara anda punya banyak buku, berarti buku2 Wahabi selama ini isinya memang tak lebih dari tukang tipu saja, sehingga dengan satu buku Aswaja lagi yg terbit, anda (dan juga teman2 anda pastinya) makin ketakutan saja bahwa kebohonongan wahabi thd awam selama ini akan makin terbongkar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Magribill</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32947</link>
		<dc:creator>Magribill</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 13:47:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32947</guid>
		<description><![CDATA[ooooh ummu seorang wahabiyun (pasti pemikirannya dah jumud/kaku), percuma dong dia disodori kebenaran (hadist2 shahih di luar karangan ibnu taymiyah) ke depan matanya,soalnya dia pasti cari pembenaran yg sejalan dgn pemikirannya, tp knp cari pembenarannya ke web ini (aswaja) yh? ga ke firanda.com ato binbaz.org]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ooooh ummu seorang wahabiyun (pasti pemikirannya dah jumud/kaku), percuma dong dia disodori kebenaran (hadist2 shahih di luar karangan ibnu taymiyah) ke depan matanya,soalnya dia pasti cari pembenaran yg sejalan dgn pemikirannya, tp knp cari pembenarannya ke web ini (aswaja) yh? ga ke firanda.com ato binbaz.org</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32946</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 10:31:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32946</guid>
		<description><![CDATA[alhamdulillah akhirnya artikel terbaru ummati terbit.. syukron terhadap mas admij yang baru..

untuk UMU HASANAH kami cuma bisa mengatakan. BIARKAN ANJING MENGGONGGONG KAFILAH TETAP BERLALU

masih ku tunggu komentnya umuhasanah yang berkelas.. monggo....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah akhirnya artikel terbaru ummati terbit.. syukron terhadap mas admij yang baru..</p>
<p>untuk UMU HASANAH kami cuma bisa mengatakan. BIARKAN ANJING MENGGONGGONG KAFILAH TETAP BERLALU</p>
<p>masih ku tunggu komentnya umuhasanah yang berkelas.. monggo&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by adi.SUNNI NU</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32944</link>
		<dc:creator>adi.SUNNI NU</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 08:42:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32944</guid>
		<description><![CDATA[Udahlah....Rasulullah juga pernah bersabda&quot;Tanduk Setan akan memasuki Mekkah&quot;

Pintaran mana sih Imam Syafi&#039;i dengan Al-Bani
Faqih mana sih,Imam Ahmad bin Hambal dengan bin Baz

Ente mengatakan NU dan org&quot; yang tidak sejalan dengan pemikiran ente itu ahlu bid&#039;ah.padahal ente dan seluruh orang salafi wahabi itu pelaku bid&#039;ah yang dholalah.ulama kalian melarang mendengarkan Radio...eh...pengikutnya mendengarkan radio,ulama kalian melarang bermain sepak bola...eh...kalian bermain sepak bola.
Al Qur&#039;an itu bid&#039;ah,knp kalian baca Al-Qur&#039;an.Taraweh itu bid&#039;ah...krn Rasulullah gak pernah ngomonk adanya sholat taraweh.facebook bid&#039;ah karena Rasulullah dan para sahabat gak pernah pakek facebook.Masjid kalian bid&#039;ah,karena masjid di zaman nabi alasnya cuman pelepah kurma dan tanpa atap beton.Tauhid di bagi 3,itu bid&#039;ah dholalah....karena Rasulullah gak pernah mengajarkannya,bahkan para sahabat,dan imam 4 mazhab.Ziarah kubur itu Sunnah,tp kalian melarang(Rasulullah pernah Ziarah ke makam Ibu beliau).Silahkan sangkal apa yang saya sebutkan...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Udahlah&#8230;.Rasulullah juga pernah bersabda&#8221;Tanduk Setan akan memasuki Mekkah&#8221;</p>
<p>Pintaran mana sih Imam Syafi&#8217;i dengan Al-Bani<br />
Faqih mana sih,Imam Ahmad bin Hambal dengan bin Baz</p>
<p>Ente mengatakan NU dan org&#8221; yang tidak sejalan dengan pemikiran ente itu ahlu bid&#8217;ah.padahal ente dan seluruh orang salafi wahabi itu pelaku bid&#8217;ah yang dholalah.ulama kalian melarang mendengarkan Radio&#8230;eh&#8230;pengikutnya mendengarkan radio,ulama kalian melarang bermain sepak bola&#8230;eh&#8230;kalian bermain sepak bola.<br />
Al Qur&#8217;an itu bid&#8217;ah,knp kalian baca Al-Qur&#8217;an.Taraweh itu bid&#8217;ah&#8230;krn Rasulullah gak pernah ngomonk adanya sholat taraweh.facebook bid&#8217;ah karena Rasulullah dan para sahabat gak pernah pakek facebook.Masjid kalian bid&#8217;ah,karena masjid di zaman nabi alasnya cuman pelepah kurma dan tanpa atap beton.Tauhid di bagi 3,itu bid&#8217;ah dholalah&#8230;.karena Rasulullah gak pernah mengajarkannya,bahkan para sahabat,dan imam 4 mazhab.Ziarah kubur itu Sunnah,tp kalian melarang(Rasulullah pernah Ziarah ke makam Ibu beliau).Silahkan sangkal apa yang saya sebutkan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Aan</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32943</link>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 07:10:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32943</guid>
		<description><![CDATA[Betul Mas Eko ,tapi bagi Mbak Umm Hasanah ada perkecualian yaitu :jika pendapatnya ibnu taimiyah,MBAW,bin baz, albani, usaimin, yazid jawaz, abdul hakim,firanda dan yang lain ulama wahabi,maka boleh diterima walaupun tidak langsung dari Rasul,karena wahibi itu istimewa dan ahli kebenaran,bukan begitu Mbak Ummiiiiiiiii.....yang lain minggiir  haaa...haaa]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul Mas Eko ,tapi bagi Mbak Umm Hasanah ada perkecualian yaitu :jika pendapatnya ibnu taimiyah,MBAW,bin baz, albani, usaimin, yazid jawaz, abdul hakim,firanda dan yang lain ulama wahabi,maka boleh diterima walaupun tidak langsung dari Rasul,karena wahibi itu istimewa dan ahli kebenaran,bukan begitu Mbak Ummiiiiiiiii&#8230;..yang lain minggiir  haaa&#8230;haaa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Eko</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32938</link>
		<dc:creator>Eko</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 04:45:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32938</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu Hasanah. Iya bener,semua pendapat bisa ditolak, termasuk pendapatnya ibnu taimiyah,MBAW,bin baz, albani, usaimin, yazid jawaz, abdul hakim,firanda. Semuanya bisa kita tolak ocehan mereka kecuali Rasul ya khan ummu?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu Hasanah. Iya bener,semua pendapat bisa ditolak, termasuk pendapatnya ibnu taimiyah,MBAW,bin baz, albani, usaimin, yazid jawaz, abdul hakim,firanda. Semuanya bisa kita tolak ocehan mereka kecuali Rasul ya khan ummu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32937</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 04:11:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32937</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah

Saudariku Ummu Hasanah@, ketika kami ajukan hadits Nabi, anda menolak dan minta penjelasan para Ulama... lihat comment anda berikut :
&lt;blockquote&gt;ummu hasanah says:
April 22, 2013 at 4:50 pm

kl pihak kaum salaf yg menyampaikan ayat Al Qur’an atau hadist Nabi yg shohih di blog ini pasti langsung disanggah. Katanya begini : Kalian ini sok pinter ya…memahami ayat/ hadist sendiri seperti ulama saja.
Sy belum liat nih ada komen yg kayak begitu terhdp abdusysyukur dan mamak yg langsung mengutip tanpa ada syarahnya&lt;/blockquote&gt;
dan ketika mas Agung menyampaikan pandangan para ulama, anda katakan :
&lt;blockquote&gt;Agung, walaupun berapa kali juga di copas, tetap aja enggak ada mutu.
Semua pendapat manusia (ulama, syaikh, kyai) bisa diambil pendapatnya atau bisa ditinggalkan kecuali Rasulullah Sholallahu alaihi wasalam.&lt;/blockquote&gt;
Sesungguhnya siapa yang ahlul hawa, yang menerima hadits Nabi atau pendapat para Ulama jika sesuai selera ?
Terlebih sejak pertama anda hadir disini, tidak satupun kami mendapati comment anda yang ilmiyah melainkan hanya mencaci, merendahkan dll...
Sebenarnya apa yang sedang anda cari ? Berfikirlah selagi ada kesempatan... Semoga Alloh berkenan membimbing anda...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah</p>
<p>Saudariku Ummu Hasanah@, ketika kami ajukan hadits Nabi, anda menolak dan minta penjelasan para Ulama&#8230; lihat comment anda berikut :</p>
<blockquote><p>ummu hasanah says:<br />
April 22, 2013 at 4:50 pm</p>
<p>kl pihak kaum salaf yg menyampaikan ayat Al Qur’an atau hadist Nabi yg shohih di blog ini pasti langsung disanggah. Katanya begini : Kalian ini sok pinter ya…memahami ayat/ hadist sendiri seperti ulama saja.<br />
Sy belum liat nih ada komen yg kayak begitu terhdp abdusysyukur dan mamak yg langsung mengutip tanpa ada syarahnya</p></blockquote>
<p>dan ketika mas Agung menyampaikan pandangan para ulama, anda katakan :</p>
<blockquote><p>Agung, walaupun berapa kali juga di copas, tetap aja enggak ada mutu.<br />
Semua pendapat manusia (ulama, syaikh, kyai) bisa diambil pendapatnya atau bisa ditinggalkan kecuali Rasulullah Sholallahu alaihi wasalam.</p></blockquote>
<p>Sesungguhnya siapa yang ahlul hawa, yang menerima hadits Nabi atau pendapat para Ulama jika sesuai selera ?<br />
Terlebih sejak pertama anda hadir disini, tidak satupun kami mendapati comment anda yang ilmiyah melainkan hanya mencaci, merendahkan dll&#8230;<br />
Sebenarnya apa yang sedang anda cari ? Berfikirlah selagi ada kesempatan&#8230; Semoga Alloh berkenan membimbing anda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by saris sakti</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32936</link>
		<dc:creator>saris sakti</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 03:36:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32936</guid>
		<description><![CDATA[weleh,.,2X menarik sekali memang ngikutin debat orang2 ini. alhamdulillah, saya,keluarga dan lingkungan saya adalah orang-orang NU.yg mana ciri utamanya adlh slalu bersikap moderat(tidak kaku) dan tawazun(seimbang) dlm mengambil suatu dalil.tahlilan,ziarah kubur dll adalh hobi saya. memang saya tidak suka wahabi,tapi bagiku wahabi diperlukan.krn bila tdk ada wahabi mungkin kuburan bisa disembah-sembah sekarang. cuma pesanku.jgn mudah menyesat-sesatkan amaliah umat yg sudah mnjadi tradisi umat slama ini ya!!! itu smua sudah ad dalilnya. bila anda tanya mana dalilnya amalan ini da itu? shohih apa tidak?? ya tdk ada ujung-ujungnya brow,. wong cara antum memahami dalil beda dg kami kog., apalagi antum@ibnu ilyas\\ pake bawa-bawa nama gus Dur segala., tambah keliatan gelapnya hati antum., wong semua itu sudah terjawab jelas gitu.,     al- Fatihah buat almarhum Gus Dur.,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weleh,.,2X menarik sekali memang ngikutin debat orang2 ini. alhamdulillah, saya,keluarga dan lingkungan saya adalah orang-orang NU.yg mana ciri utamanya adlh slalu bersikap moderat(tidak kaku) dan tawazun(seimbang) dlm mengambil suatu dalil.tahlilan,ziarah kubur dll adalh hobi saya. memang saya tidak suka wahabi,tapi bagiku wahabi diperlukan.krn bila tdk ada wahabi mungkin kuburan bisa disembah-sembah sekarang. cuma pesanku.jgn mudah menyesat-sesatkan amaliah umat yg sudah mnjadi tradisi umat slama ini ya!!! itu smua sudah ad dalilnya. bila anda tanya mana dalilnya amalan ini da itu? shohih apa tidak?? ya tdk ada ujung-ujungnya brow,. wong cara antum memahami dalil beda dg kami kog., apalagi antum@ibnu ilyas\\ pake bawa-bawa nama gus Dur segala., tambah keliatan gelapnya hati antum., wong semua itu sudah terjawab jelas gitu.,     al- Fatihah buat almarhum Gus Dur.,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Magribill</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32935</link>
		<dc:creator>Magribill</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 02:44:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32935</guid>
		<description><![CDATA[ummu hasanah ama eko (yg sindir2 melulu kerjaannya) klo ente wahabiyun yh? tobat ente, emang ada hadistnya umat islam disuruh memerangi golongan wahabi ini kok]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu hasanah ama eko (yg sindir2 melulu kerjaannya) klo ente wahabiyun yh? tobat ente, emang ada hadistnya umat islam disuruh memerangi golongan wahabi ini kok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Ansyah Ikbal</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32933</link>
		<dc:creator>Ansyah Ikbal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 02:37:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32933</guid>
		<description><![CDATA[Orang seperti Ummu Hasanah inilah hasil didikan Yahudi yg dibawa dan disebarkan oleh Wahabi. Yahudi sukses menjadikan sebagian kaum muslim khususnya Wahabi mermehkan para Ulama Mu&#039;tabar yg menjadi rujukan dalam mengambil ilmu Warisan Rasulullah saw. 

Baca selengkapnya yang ada di link ini: http://www.islam-institute.com/wahabi-dan-misi-zionis-yahudi-dalam-memecah-belah-umat-islam/]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang seperti Ummu Hasanah inilah hasil didikan Yahudi yg dibawa dan disebarkan oleh Wahabi. Yahudi sukses menjadikan sebagian kaum muslim khususnya Wahabi mermehkan para Ulama Mu&#8217;tabar yg menjadi rujukan dalam mengambil ilmu Warisan Rasulullah saw. </p>
<p>Baca selengkapnya yang ada di link ini: <a href="http://www.islam-institute.com/wahabi-dan-misi-zionis-yahudi-dalam-memecah-belah-umat-islam/" rel="nofollow">http://www.islam-institute.com/wahabi-dan-misi-zionis-yahudi-dalam-memecah-belah-umat-islam/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by shofy</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32932</link>
		<dc:creator>shofy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 02:24:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32932</guid>
		<description><![CDATA[LUAR BIASA ada seorang imam besar baru yg baru belajar langsung dari rasullah SELAMAT UMMU HASANAH]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>LUAR BIASA ada seorang imam besar baru yg baru belajar langsung dari rasullah SELAMAT UMMU HASANAH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32931</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 02:12:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32931</guid>
		<description><![CDATA[Agung, walaupun berapa kali juga di copas, tetap aja enggak ada mutu.
Semua pendapat manusia (ulama, syaikh, kyai) bisa diambil pendapatnya atau bisa ditinggalkan kecuali Rasulullah Sholallahu alaihi wasalam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Agung, walaupun berapa kali juga di copas, tetap aja enggak ada mutu.<br />
Semua pendapat manusia (ulama, syaikh, kyai) bisa diambil pendapatnya atau bisa ditinggalkan kecuali Rasulullah Sholallahu alaihi wasalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2010/11/13/awas-tangan-tangan-wahabi-merubah-rute-ibadah-haji/comment-page-1/#comment-32922</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 17:38:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2348#comment-32922</guid>
		<description><![CDATA[Saya takut di akhirat nanti klo ketemu Wahabi.... hiii Sereeemmm]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya takut di akhirat nanti klo ketemu Wahabi&#8230;. hiii Sereeemmm</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32921</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 17:21:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32921</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
Namanya aja kurang tumakninah.... makanya muter-muter. namanya ibnu suradi itu bid&#039;ah kalo ga mau bid&#039;ah diganti IBNU SHUUR, IBNU SU&#039;UDI, IBNU JAAHILI, IBNU KHATABI.... nah gitu katanya Wahabi ganti dong biar ga Bid&#039;ah... kafir entar looo...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
Namanya aja kurang tumakninah&#8230;. makanya muter-muter. namanya ibnu suradi itu bid&#8217;ah kalo ga mau bid&#8217;ah diganti IBNU SHUUR, IBNU SU&#8217;UDI, IBNU JAAHILI, IBNU KHATABI&#8230;. nah gitu katanya Wahabi ganti dong biar ga Bid&#8217;ah&#8230; kafir entar looo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mereka Bilang Istighotsah Syirik, Maka Sahabat Nabi yang Beristighotsah Jadi Musyrik by rodi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/05/mereka-bilang-istighotsah-syirik-maka-sahabat-nabi-yang-beristighotsah-jadi-musyrik/comment-page-1/#comment-32920</link>
		<dc:creator>rodi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 15:19:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9207#comment-32920</guid>
		<description><![CDATA[mantap ,trimakasih ustad....sy mau mengkopi ya....buat diakasih tetangga,temen yang kurang paham tentang tawasul]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantap ,trimakasih ustad&#8230;.sy mau mengkopi ya&#8230;.buat diakasih tetangga,temen yang kurang paham tentang tawasul</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by rodi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32918</link>
		<dc:creator>rodi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 14:58:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32918</guid>
		<description><![CDATA[untuk ibnu suradi yang lag pusiiiing, mau jawab tumakninah aja ,,,,sampai muter-muter kemana mana, ya itulah golongan wahabi ,sukanya ngelempar masalah terus ditinggalin deh.....udahlah mas buka aja buku empat mazhab nanti ketemu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk ibnu suradi yang lag pusiiiing, mau jawab tumakninah aja ,,,,sampai muter-muter kemana mana, ya itulah golongan wahabi ,sukanya ngelempar masalah terus ditinggalin deh&#8230;..udahlah mas buka aja buku empat mazhab nanti ketemu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by musa alkazhim</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32917</link>
		<dc:creator>musa alkazhim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 13:45:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32917</guid>
		<description><![CDATA[Wahabi kabuu...ur!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahabi kabuu&#8230;ur!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32916</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 13:22:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32916</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi

tolong jg mas, dijelaskan cara niat yang baik dan benar ketika sholat menurut pemahaman saudara? tolong contohkan bentuk niat sholat zuhur?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi</p>
<p>tolong jg mas, dijelaskan cara niat yang baik dan benar ketika sholat menurut pemahaman saudara? tolong contohkan bentuk niat sholat zuhur?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32915</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 13:19:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32915</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah

Al-Imâm Tajuddin as-Subki (w 771 H) dalam Thabaqât asy-Syâfi’iyyah mengutip perkataan al-Imâm al-Ma’ayirqi; seorang ulama terkemuka dalam madzhab Maliki, menuliskan sebagai berikut: “Sesungguhnya al-Imâm Abu al-Hasan bukan satu-satunya orang yang pertama kali berbicara membela Ahlussunnah. Beliau hanya mengikuti dan memperkuat jejak orang-orang terkemuka sebelumnya dalam pembelaan terhadap madzhab yang sangat mashur ini. Dan karena beliau ini maka madzhab Ahlussunnah menjadi bertambah kuat dan jelas. Sama sekali beliau tidak membuat pernyataanpernyataan yang baru, atau membuat madzhab baru.

Al-Imâm al-Hâfizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (w 1205 H) dalam pasal ke dua pada Kitab Qawâ-id al-‘Aqâ-id dalam kitab Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn Bi Syarh Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, menuliskan sebagai berikut: “Jika disebut nama Ahlussunnah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah kaum Asy’ariyyah dan kaum Maturidiyyah”.

Asy-Syaikh Ibn Abidin al-Hanafi (w 1252 H) dalam kitab Hâsyiyah Radd al-Muhtâr ‘Alâ ad-Durr al-Mukhtâr, menuliskan: “Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah kaum
Asy’ariyyah dan Maturidiyyah”.

Asy-Syaikh al-Khayali dalam kitab Hâsyiyah ‘Alâ Syarh al-‘Aqâ’id menuliskan sebagai berikut: “Kaum Asy’ariyyah adalah kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah. Madzhab ini sangat mashur di wilayah Khurrasan (Iran), Irak, Syam (Siria, Lebanon, Yordania, dan Pelestina), dan di berbagai penjuru dunia. Adapun di wilayah seberang sungai Jaihun (Bilâd Mâ Warâ’ an-Nahr) Ahlussunnah lebih dikenal sebagai kaum al-Maturidiyyah; para pengikut al-Imâm Abu Manshur al-Maturidi”.

Asy-Syaikh al-Kastuli al-Hanafi (w 901 H) juga dalam kitab Hasyiah ‘Alâ Syarh al-‘Aqâ-id menuliskan: “Yang dikenal sangat mashur sebagai Ahlussunnah di wilayah Khurrasan, Irak, Syam, dan di berbagai penjuru dunia adalah kaum Asy’ariyyah; para pengikut al-Imâm Abu al-Hasan al-Asy’ari. Beliau adalah orang yang pertama kali menentang faham-faham Ali al-Jubba’i (pemuka kaum Mu’tazilah) dan keluar dari madzhabnya. Al-Imâm al-Asy’ari kemudian kembali kepada jalan sunnah, jalan yang telah digariskan oleh Rasulullah, setelah sebelumnya ikut faham al-Jubba’i. Dan maksud dari al-Jama’ah adalah para sahabat Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti mereka. Adapun di wilayah seberang sungai Jaihun, Ahlussunnah lebih dikenal sebagai kaum al-Maturidiyyah, para pengikut al-Imâm Abu Manshur al- Maturidi. Perbedaan antara keduanya hanya dalam beberapa masalah saja yang bukan dalam masalah-masalah prinsip. Karena itu kedua kelompok ini tidak pernah saling menyesatkan satu sama lainnya hanya karena perbedaan tersebut”.

Al-‘Ârif Billâh al-Imâm as-Sayyid Abdullah ibn Alawi al-Haddad (w 1132 H), Shâhib ar-Râtib, dalam karyanya berjudul Risâlah al-Mu’âwanah menuliskan sebagai
berikut: “Hendaklah engkau memperbaiki akidahmu dengan keyakinan yang benar dan meluruskannya di atas jalan kelompok yang selamat (al-Firqah an-Nâjiyah). Kelompok yang selamat ini di antara kelompok-kelompok dalam Islam adalah dikenal dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah kelompok yang memegang teguh ajaran Rasulullah dan para sahabatnya. Dan engkau apa bila berfikir dengan pemahaman yang lurus dan dengan hati yang bersih dalam melihat teks-teks al-Qur’an dan Sunnah-Sunnah yang menjelaskan dasar-dasar keimanan, serta melihat kepada keyakinan dan perjalanan hidup para ulama Salaf saleh dari para sahabat Rasulullah dan para Tabi’in, maka engkau akan mengetahui dan meyakini bahwa kebenaran akidah adalah bersama kelompok yang dinamakan dengan al-Asy’ariyyah, golongan yang namanya dinisbatkan kepada asy-Syaikh Abu al-Hasan al-Asy’ari -Semoga rahmat Allah selalu tercurah baginya-. Beliau adalah orang yang telah menyusun dasar-dasar akidah Ahl al-Haq dan telah memformulasikan dalil-dalil akidah tersebut. Itulah akidah yang disepakati kebenarannya oleh para sahabat Rasulullah dan orang-orang sesudah mereka dari kaum tabi’in terkemuka. Itulah akidah Ahl al-Haq setiap genarasi di setiap zaman dan di setiap tempat. Itulah pula akidah yang telah diyakini kebenarannya oleh para ahli tasawwuf sebagaimana telah dinyatakan oleh Abu al Qasim al-Qusyairi dalam pembukaan Risâlah-nya (ar-Risâlah al-Qusyairiyyah). Itulah pula akidah yang telah kami yakini kebenarannya, serta merupakan akidah seluruh keluarga Rasulullah yang dikenal dengan as-Sâdah al-Husainiyyîn, yang dikenal pula dengan keluarga Abi Alawi (Al Abî ‘Alawi). Itulah pula akidah yang telah diyakini oleh kakek-kakek kami terdahulu dari semenjak zaman Rasulullah hingga hari ini. Dan ketahuilah bahwa akidah al-Maturidiyyah adalah akidah yang sama dengan akidah al-Asy’ariyyah dalam segala hal yang telah kita sebutkan”

Al-Imâm al-Hâfizh Ibn ‘Asakir dalam kitab Tabyin Kadzib al-Muftari menuliskan: “Tidak mungkin bagiku untuk menghitung bintang di langit, karenanya aku
tidak akan mampu untuk menyebutkan seluruh ulama Ahlussunnah di atas madzhab al-Asy’ari ini; dari mereka yang telah terdahulu dan dalam setiap masanya, mereka berada di berbagai negeri dan kota, mereka menyebar di setiap pelosok, dari wilayah Maghrib (Maroko), Syam (Siria, lebanon, Palestin, dan
Yordania), Khurrasan dan Irak”.

TAPI, MENURUT UMMU HASANAH ASY&#039;ARIYYAH ITU SESAT. JADI UMMU HASANAH......?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah</p>
<p>Al-Imâm Tajuddin as-Subki (w 771 H) dalam Thabaqât asy-Syâfi’iyyah mengutip perkataan al-Imâm al-Ma’ayirqi; seorang ulama terkemuka dalam madzhab Maliki, menuliskan sebagai berikut: “Sesungguhnya al-Imâm Abu al-Hasan bukan satu-satunya orang yang pertama kali berbicara membela Ahlussunnah. Beliau hanya mengikuti dan memperkuat jejak orang-orang terkemuka sebelumnya dalam pembelaan terhadap madzhab yang sangat mashur ini. Dan karena beliau ini maka madzhab Ahlussunnah menjadi bertambah kuat dan jelas. Sama sekali beliau tidak membuat pernyataanpernyataan yang baru, atau membuat madzhab baru.</p>
<p>Al-Imâm al-Hâfizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (w 1205 H) dalam pasal ke dua pada Kitab Qawâ-id al-‘Aqâ-id dalam kitab Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn Bi Syarh Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, menuliskan sebagai berikut: “Jika disebut nama Ahlussunnah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah kaum Asy’ariyyah dan kaum Maturidiyyah”.</p>
<p>Asy-Syaikh Ibn Abidin al-Hanafi (w 1252 H) dalam kitab Hâsyiyah Radd al-Muhtâr ‘Alâ ad-Durr al-Mukhtâr, menuliskan: “Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah kaum<br />
Asy’ariyyah dan Maturidiyyah”.</p>
<p>Asy-Syaikh al-Khayali dalam kitab Hâsyiyah ‘Alâ Syarh al-‘Aqâ’id menuliskan sebagai berikut: “Kaum Asy’ariyyah adalah kaum Ahlussunnah Wal Jama’ah. Madzhab ini sangat mashur di wilayah Khurrasan (Iran), Irak, Syam (Siria, Lebanon, Yordania, dan Pelestina), dan di berbagai penjuru dunia. Adapun di wilayah seberang sungai Jaihun (Bilâd Mâ Warâ’ an-Nahr) Ahlussunnah lebih dikenal sebagai kaum al-Maturidiyyah; para pengikut al-Imâm Abu Manshur al-Maturidi”.</p>
<p>Asy-Syaikh al-Kastuli al-Hanafi (w 901 H) juga dalam kitab Hasyiah ‘Alâ Syarh al-‘Aqâ-id menuliskan: “Yang dikenal sangat mashur sebagai Ahlussunnah di wilayah Khurrasan, Irak, Syam, dan di berbagai penjuru dunia adalah kaum Asy’ariyyah; para pengikut al-Imâm Abu al-Hasan al-Asy’ari. Beliau adalah orang yang pertama kali menentang faham-faham Ali al-Jubba’i (pemuka kaum Mu’tazilah) dan keluar dari madzhabnya. Al-Imâm al-Asy’ari kemudian kembali kepada jalan sunnah, jalan yang telah digariskan oleh Rasulullah, setelah sebelumnya ikut faham al-Jubba’i. Dan maksud dari al-Jama’ah adalah para sahabat Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti mereka. Adapun di wilayah seberang sungai Jaihun, Ahlussunnah lebih dikenal sebagai kaum al-Maturidiyyah, para pengikut al-Imâm Abu Manshur al- Maturidi. Perbedaan antara keduanya hanya dalam beberapa masalah saja yang bukan dalam masalah-masalah prinsip. Karena itu kedua kelompok ini tidak pernah saling menyesatkan satu sama lainnya hanya karena perbedaan tersebut”.</p>
<p>Al-‘Ârif Billâh al-Imâm as-Sayyid Abdullah ibn Alawi al-Haddad (w 1132 H), Shâhib ar-Râtib, dalam karyanya berjudul Risâlah al-Mu’âwanah menuliskan sebagai<br />
berikut: “Hendaklah engkau memperbaiki akidahmu dengan keyakinan yang benar dan meluruskannya di atas jalan kelompok yang selamat (al-Firqah an-Nâjiyah). Kelompok yang selamat ini di antara kelompok-kelompok dalam Islam adalah dikenal dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah kelompok yang memegang teguh ajaran Rasulullah dan para sahabatnya. Dan engkau apa bila berfikir dengan pemahaman yang lurus dan dengan hati yang bersih dalam melihat teks-teks al-Qur’an dan Sunnah-Sunnah yang menjelaskan dasar-dasar keimanan, serta melihat kepada keyakinan dan perjalanan hidup para ulama Salaf saleh dari para sahabat Rasulullah dan para Tabi’in, maka engkau akan mengetahui dan meyakini bahwa kebenaran akidah adalah bersama kelompok yang dinamakan dengan al-Asy’ariyyah, golongan yang namanya dinisbatkan kepada asy-Syaikh Abu al-Hasan al-Asy’ari -Semoga rahmat Allah selalu tercurah baginya-. Beliau adalah orang yang telah menyusun dasar-dasar akidah Ahl al-Haq dan telah memformulasikan dalil-dalil akidah tersebut. Itulah akidah yang disepakati kebenarannya oleh para sahabat Rasulullah dan orang-orang sesudah mereka dari kaum tabi’in terkemuka. Itulah akidah Ahl al-Haq setiap genarasi di setiap zaman dan di setiap tempat. Itulah pula akidah yang telah diyakini kebenarannya oleh para ahli tasawwuf sebagaimana telah dinyatakan oleh Abu al Qasim al-Qusyairi dalam pembukaan Risâlah-nya (ar-Risâlah al-Qusyairiyyah). Itulah pula akidah yang telah kami yakini kebenarannya, serta merupakan akidah seluruh keluarga Rasulullah yang dikenal dengan as-Sâdah al-Husainiyyîn, yang dikenal pula dengan keluarga Abi Alawi (Al Abî ‘Alawi). Itulah pula akidah yang telah diyakini oleh kakek-kakek kami terdahulu dari semenjak zaman Rasulullah hingga hari ini. Dan ketahuilah bahwa akidah al-Maturidiyyah adalah akidah yang sama dengan akidah al-Asy’ariyyah dalam segala hal yang telah kita sebutkan”</p>
<p>Al-Imâm al-Hâfizh Ibn ‘Asakir dalam kitab Tabyin Kadzib al-Muftari menuliskan: “Tidak mungkin bagiku untuk menghitung bintang di langit, karenanya aku<br />
tidak akan mampu untuk menyebutkan seluruh ulama Ahlussunnah di atas madzhab al-Asy’ari ini; dari mereka yang telah terdahulu dan dalam setiap masanya, mereka berada di berbagai negeri dan kota, mereka menyebar di setiap pelosok, dari wilayah Maghrib (Maroko), Syam (Siria, lebanon, Palestin, dan<br />
Yordania), Khurrasan dan Irak”.</p>
<p>TAPI, MENURUT UMMU HASANAH ASY&#8217;ARIYYAH ITU SESAT. JADI UMMU HASANAH&#8230;&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2010/11/13/awas-tangan-tangan-wahabi-merubah-rute-ibadah-haji/comment-page-1/#comment-32914</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 10:54:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2348#comment-32914</guid>
		<description><![CDATA[biasalah Mas  namanya aja wahabi pasti cari benarnya sendiri meskipun harus memanipulasi]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>biasalah Mas  namanya aja wahabi pasti cari benarnya sendiri meskipun harus memanipulasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by musa alkazhim</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32913</link>
		<dc:creator>musa alkazhim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 10:32:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32913</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya lebih mantep klo dialog sama wahabi di dunia nyata,dan selama ini aswajalah yg selalu unggul]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya lebih mantep klo dialog sama wahabi di dunia nyata,dan selama ini aswajalah yg selalu unggul</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by Eko</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32912</link>
		<dc:creator>Eko</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 10:02:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32912</guid>
		<description><![CDATA[Aswaja : &quot;Yang tukang fitnah wahabi kalee&quot;.

Wahabi : &quot;Nggak, kamu yg tukang fitnah..!!&quot;.

Aswaja : &quot;Kamu...!!&quot;

Wahabi : &quot;Kamuuuu....!!!&quot;

Aswaja : &quot;Kamu...!!&quot;

Wahabi : &quot;Kaaamuuuuuuu.....!!&quot;

Aswaja : ?@*!?!@#*/?!??]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aswaja : &#8220;Yang tukang fitnah wahabi kalee&#8221;.</p>
<p>Wahabi : &#8220;Nggak, kamu yg tukang fitnah..!!&#8221;.</p>
<p>Aswaja : &#8220;Kamu&#8230;!!&#8221;</p>
<p>Wahabi : &#8220;Kamuuuu&#8230;.!!!&#8221;</p>
<p>Aswaja : &#8220;Kamu&#8230;!!&#8221;</p>
<p>Wahabi : &#8220;Kaaamuuuuuuu&#8230;..!!&#8221;</p>
<p>Aswaja : ?@*!?!@#*/?!??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Salafi Wahabi Digugat Para Ulama dan Kaum Muslimin Sedunia by wahabi latnatullah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/09/05/salafi-wahabi-digugat-para-ulama-dan-kaum-muslimin-sedunia/comment-page-2/#comment-32911</link>
		<dc:creator>wahabi latnatullah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 09:21:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3392#comment-32911</guid>
		<description><![CDATA[Saya mntk maaf sblmnya,,,,stlah sya mmbca kmntr anda saya tersntak untuk berkata ibnu tay&#039;miyah thu sesat lagi menysatkan,,,,,,,,
Krna dia mntfsirkan ayat  اللّهُ dgn phaman dia sndri, pdhl  اللّهُ lbh tau dr pda dia,,,,
Prlu anda tahu, ulama yg anda bnggakan itu prnah mngluarkan ftwa  اللّهُ thu sma sprti mhkluk, kalau anda tidak paham dgn agama bearti anda slah sau pengkut wahabi latnatullah,,,,,,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mntk maaf sblmnya,,,,stlah sya mmbca kmntr anda saya tersntak untuk berkata ibnu tay&#8217;miyah thu sesat lagi menysatkan,,,,,,,,<br />
Krna dia mntfsirkan ayat  اللّهُ dgn phaman dia sndri, pdhl  اللّهُ lbh tau dr pda dia,,,,<br />
Prlu anda tahu, ulama yg anda bnggakan itu prnah mngluarkan ftwa  اللّهُ thu sma sprti mhkluk, kalau anda tidak paham dgn agama bearti anda slah sau pengkut wahabi latnatullah,,,,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by saris sakti</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32910</link>
		<dc:creator>saris sakti</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 08:52:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32910</guid>
		<description><![CDATA[ummu hasanah@ daripada anda menuduh ustd Idrus Ramli tukang fitnah, mending anda susun buku sanggahan apalah githu! bwt nempertahankan faham anda. bagi saya sikap ustd Idrus Ramli sprti ini adalh jihad dlm arti sesungguhnya,. bukan dg sesat-menyesatkan tradisi umat yg slama ini tlah mnjadi trdisi amal baik sprti tahlilan, dll. yg semuanya itu sudah ada dalilnya, yg sudah dipaparkan Idrus Ramli dlm buku-bukunya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu hasanah@ daripada anda menuduh ustd Idrus Ramli tukang fitnah, mending anda susun buku sanggahan apalah githu! bwt nempertahankan faham anda. bagi saya sikap ustd Idrus Ramli sprti ini adalh jihad dlm arti sesungguhnya,. bukan dg sesat-menyesatkan tradisi umat yg slama ini tlah mnjadi trdisi amal baik sprti tahlilan, dll. yg semuanya itu sudah ada dalilnya, yg sudah dipaparkan Idrus Ramli dlm buku-bukunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Afrokhi Al-Wahabi Ngumpet Saat Dikunjungi Densus 99 Anti Teroris Aqidah by auh ah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/comment-page-2/#comment-32908</link>
		<dc:creator>auh ah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 08:28:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2757#comment-32908</guid>
		<description><![CDATA[WAHABI mang sesat dah....kebayakan dari Wahabi selalu pake nama ABU depannya, para TERORIS juga banyak pake Nama ABU.......dulu waktu ane kecil BANGSA INDONESIA tentrem adem nyaman.....pengajian di lingkungan rumah Ane juga adem, peringatan acara keagamaan juga selalu diadakan buat anak-anak sampe orang tuanya, hingga terbangun lah rasa kebersamaan dan rasa saling bantu di lingkungan kami.....tapi setelah  paham WAHABI masuk malah bukan Tentrem lingkungan Malah bikin Runyem jadinye.....nyalahin orang mulu kerja nye, DIE BILANG : JAMAN RASULLULLAH TIDAK ADA INI, INI BID&quot;AH....!!!! SAMBIL MELOTOT MATA MEREKA, Anak-anak kecil pun ketakutan lari, mereka pikir seolah ingin menerkam diri mereka..........Jadi kalo ada Jadwal Ronda dan Kerja Bakhti dilingkungan pade bingung....Emang di Jaman Rasullullah Ronda ma kerja bakhti ada gak...?? ada Dalilnya gak...?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>WAHABI mang sesat dah&#8230;.kebayakan dari Wahabi selalu pake nama ABU depannya, para TERORIS juga banyak pake Nama ABU&#8230;&#8230;.dulu waktu ane kecil BANGSA INDONESIA tentrem adem nyaman&#8230;..pengajian di lingkungan rumah Ane juga adem, peringatan acara keagamaan juga selalu diadakan buat anak-anak sampe orang tuanya, hingga terbangun lah rasa kebersamaan dan rasa saling bantu di lingkungan kami&#8230;..tapi setelah  paham WAHABI masuk malah bukan Tentrem lingkungan Malah bikin Runyem jadinye&#8230;..nyalahin orang mulu kerja nye, DIE BILANG : JAMAN RASULLULLAH TIDAK ADA INI, INI BID&#8221;AH&#8230;.!!!! SAMBIL MELOTOT MATA MEREKA, Anak-anak kecil pun ketakutan lari, mereka pikir seolah ingin menerkam diri mereka&#8230;&#8230;&#8230;.Jadi kalo ada Jadwal Ronda dan Kerja Bakhti dilingkungan pade bingung&#8230;.Emang di Jaman Rasullullah Ronda ma kerja bakhti ada gak&#8230;?? ada Dalilnya gak&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by auh ah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32907</link>
		<dc:creator>auh ah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 08:03:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32907</guid>
		<description><![CDATA[ajaran wahabi tauhid dibagi 3, sama seperti NASRANI Ke Tauhidan NASRANI adalah TRINITAS........banyak paham wahabi jadi teroris, belum lama dah beberpa orang ditangkap tim Densus 88, kita Masyarakat Indonesia Serempak dan HARUS BERSAMA-SAMA Membumi Hanguskan SEGERA Paham Wahabi dari Muka Bumi Indonesia Tercinta ini.......]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ajaran wahabi tauhid dibagi 3, sama seperti NASRANI Ke Tauhidan NASRANI adalah TRINITAS&#8230;&#8230;..banyak paham wahabi jadi teroris, belum lama dah beberpa orang ditangkap tim Densus 88, kita Masyarakat Indonesia Serempak dan HARUS BERSAMA-SAMA Membumi Hanguskan SEGERA Paham Wahabi dari Muka Bumi Indonesia Tercinta ini&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by auh ah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32906</link>
		<dc:creator>auh ah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 07:57:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32906</guid>
		<description><![CDATA[Ummu: antum diem udeh...teliti betul paham antum yg dari wahabi itu......]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ummu: antum diem udeh&#8230;teliti betul paham antum yg dari wahabi itu&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2010/11/13/awas-tangan-tangan-wahabi-merubah-rute-ibadah-haji/comment-page-1/#comment-32905</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 07:00:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2348#comment-32905</guid>
		<description><![CDATA[bener banget mas ronie dan mas mamo, 
mujaddid alangkah dangkal]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener banget mas ronie dan mas mamo,<br />
mujaddid alangkah dangkal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2010/11/13/awas-tangan-tangan-wahabi-merubah-rute-ibadah-haji/comment-page-1/#comment-32904</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 06:56:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2348#comment-32904</guid>
		<description><![CDATA[pastinya SALAFI SEJATI dan BUKAN yang SALAFI WAHABI ....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pastinya SALAFI SEJATI dan BUKAN yang SALAFI WAHABI &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32903</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 06:18:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32903</guid>
		<description><![CDATA[Meng-klaim dirinya yang paling benar, tapi kerjaannya Idrus Ramli cuma tukang fitnah...Setiap fitnah yang dilontarkan oleh Idrus dan kemudian diikuti oleh yang lain dan diikuti lagi oleh yang lain, maka idrus akan menanggung dosanya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Meng-klaim dirinya yang paling benar, tapi kerjaannya Idrus Ramli cuma tukang fitnah&#8230;Setiap fitnah yang dilontarkan oleh Idrus dan kemudian diikuti oleh yang lain dan diikuti lagi oleh yang lain, maka idrus akan menanggung dosanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by hafed Muhsin</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32902</link>
		<dc:creator>hafed Muhsin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 03:55:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32902</guid>
		<description><![CDATA[kulo sumonggoaken dipun lanjutkan  mas admin]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kulo sumonggoaken dipun lanjutkan  mas admin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32901</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 00:46:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32901</guid>
		<description><![CDATA[ustadz ibnu suradi kami masih menunggu jawaban panjenengan... thumakninah menurut kanjeng Nabi itu bagaimanan????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustadz ibnu suradi kami masih menunggu jawaban panjenengan&#8230; thumakninah menurut kanjeng Nabi itu bagaimanan????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji by ronie</title>
		<link>http://ummatipress.com/2010/11/13/awas-tangan-tangan-wahabi-merubah-rute-ibadah-haji/comment-page-1/#comment-32899</link>
		<dc:creator>ronie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 20:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2348#comment-32899</guid>
		<description><![CDATA[biasalah Mas nmanya aja benci pasti di cari kesalahannya,meskipun hrs dimanipulasi]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>biasalah Mas nmanya aja benci pasti di cari kesalahannya,meskipun hrs dimanipulasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji by ronie</title>
		<link>http://ummatipress.com/2010/11/13/awas-tangan-tangan-wahabi-merubah-rute-ibadah-haji/comment-page-1/#comment-32898</link>
		<dc:creator>ronie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 20:32:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2348#comment-32898</guid>
		<description><![CDATA[bner bnget Mujaddid]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bner bnget Mujaddid</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji by ronie</title>
		<link>http://ummatipress.com/2010/11/13/awas-tangan-tangan-wahabi-merubah-rute-ibadah-haji/comment-page-1/#comment-32897</link>
		<dc:creator>ronie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 20:31:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2348#comment-32897</guid>
		<description><![CDATA[SALAFI lbh mantep dan lbh bs di percaya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SALAFI lbh mantep dan lbh bs di percaya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by musa alkazhim</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32895</link>
		<dc:creator>musa alkazhim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 19:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32895</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutkan!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lanjutkan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BENARKAH SALAFI WAHABI ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ? by gondrong</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/05/10/benarkah-salafi-wahabi-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/comment-page-1/#comment-32892</link>
		<dc:creator>gondrong</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 16:43:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9429#comment-32892</guid>
		<description><![CDATA[mantab...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantab&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32891</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 13:09:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32891</guid>
		<description><![CDATA[@Ibnu Suradi

saya berjenggot, dan merapatkan shaf. tapi saya tidak mau di panggil wahabi atau salafi. saya juga tidak pernah dengar dari guru guru saya, bahwa ada sahabat yg membagi tauhid menjadi tiga? tauhid itu masalah aqidah, pokok, bila salah dapat jatuh kepada kekufuran, sesat dan bathil.

mengenai isbal, &quot;Barang siapa menarik bajunya (ke bawah mata kaki) karena sombong,  Allah tidak akan merahmatinya kelak di hari kiamat&quot;  (H.R. al Bukhari dan Muslim) Abu Bakr yang mendengar ini lalu bertanya kepada Nabi : &quot;Wahai Rasulullah, sarungku selalu turun kecuali kalau aku mengangkatnya dari waktu ke waktu ?&quot; lalu Rasulullah SAW  bersabda : &quot;Sesungguhnya engkau bukan orang yang melakukan itu karena sombong&quot;  (H.R. al Bukhari dan Muslim). Jadi oleh karena Abu Bakar melakukan hal itu bukan karena sombong maka Nabi tidak mengingkarinya dan tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatan munkar; yang diharamkan.

Mengenai pembacaan usholli, Rasulullah SAW bersabda, “innama al-a’malu binniyat (segala perbuatan itu tergantung pada niatnya&quot;). Hadits ini menjadi dalil wajibnya niat ketika kita akan menunaikan ibadah. Kedua, setelah redaksi hadits tersebut, ada redaksi, &quot;wainnama likulli imri&#039;in ma nawa (seseorang hanya akan memperoleh apa yang telah diniatinya)&quot;. Hal ini menunjukkan bahwa ketika ibadah itu memiliki beberapa macam yang berbeda, maka harus dilakukan ta&#039;yin (penentuan) dalam niat. Misalnya shalat fardhu itu ada lima, zhuhur, ashar, maghrib, isya&#039; dan shubuh. Dari sini, seorang yang akan menunaikan shalat fardhu, harus menentukan shalat fardhu apa yang akan ia lakukan. Ketiga, secara kebahasaan, niat itu diistilahkan dengan bermaksud melakukan sesuatu bersamaan dengan bagian awal pelaksanaannya.

Seseorang tentunya akan merasa kesulitan untuk melakukan niat di dalam hati bersamaan dengan awal pelaksanaan shalat. Sedangkan mengucapkan niat
sebelum melakukan takbiratul ihram, dapat membantu konsentrasi hati dalam melakukan niat shalat fardhu yang disertai ta&#039;yin di atas. Dari sini kemudian para ulama,; fuqaha menganjurkan mengucapkan niat sebelum mengucapkan takbiratul ihram, agar ucapan niat tersebut; membantu konsentrasi hati ketika
takbiratul ihram ilakukan. Para ulama fuqaha mengatakan, dianjurkan mengucapkan niat dengan lidah, agar lidah dapat membantu hati (liyusa’ida allisan
al-qalba) dalam melakukan niat. Di sisi lain, Rasulullah SAW juga pernah mengucapkan niat dengan lidah ketika akan menunaikan ibadah haji. &quot;Dari sahabat Anas RA berkata, saya mendengar Rasulullah SAW mengucapkan, labbaika aku sengaja mengerjakan umrah dan haji . (HR. Muslim) Dengan demikian mengucapkan niat dalam shalat dapat dianalogikan dengan pengucapan niat dalam ibadah haji.&quot;

berkata shohibul Mughniy : Lafdh bimaa nawaahu kaana ta’kiidan (Lafadz dari apa – apa yang diniatkan itu adalah demi penguat niat saja) (Al Mughniy Juz 1 hal 278). Demikian pula dijelaskan pada Syarh Imam Al Baijuri Juz 1 hal 217 bahwa lafadh niat bukan wajib, ia hanyalah untuk membantu saja. LAFADZ niat bukan wajib hukumnya. Tak adapula yang mengeraskan suara dalam lafadh niat shalatnya, mengeraskan suara hingga mengganggu khusyu orang lain itu adalah berteriak dalam melafadhkanya, tentunya tak pernah ada ustadz manapun yang mengajarkan lafadh niat itu harus teriak, tak ada pula yang melarang lafadh niat dengan suara pelahan demi menguatkan niat, kecuali wahabi dan orang–orang yang dangkal pemahamannya dalam ilmu fiqih.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ibnu Suradi</p>
<p>saya berjenggot, dan merapatkan shaf. tapi saya tidak mau di panggil wahabi atau salafi. saya juga tidak pernah dengar dari guru guru saya, bahwa ada sahabat yg membagi tauhid menjadi tiga? tauhid itu masalah aqidah, pokok, bila salah dapat jatuh kepada kekufuran, sesat dan bathil.</p>
<p>mengenai isbal, &#8220;Barang siapa menarik bajunya (ke bawah mata kaki) karena sombong,  Allah tidak akan merahmatinya kelak di hari kiamat&#8221;  (H.R. al Bukhari dan Muslim) Abu Bakr yang mendengar ini lalu bertanya kepada Nabi : &#8220;Wahai Rasulullah, sarungku selalu turun kecuali kalau aku mengangkatnya dari waktu ke waktu ?&#8221; lalu Rasulullah SAW  bersabda : &#8220;Sesungguhnya engkau bukan orang yang melakukan itu karena sombong&#8221;  (H.R. al Bukhari dan Muslim). Jadi oleh karena Abu Bakar melakukan hal itu bukan karena sombong maka Nabi tidak mengingkarinya dan tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatan munkar; yang diharamkan.</p>
<p>Mengenai pembacaan usholli, Rasulullah SAW bersabda, “innama al-a’malu binniyat (segala perbuatan itu tergantung pada niatnya&#8221;). Hadits ini menjadi dalil wajibnya niat ketika kita akan menunaikan ibadah. Kedua, setelah redaksi hadits tersebut, ada redaksi, &#8220;wainnama likulli imri&#8217;in ma nawa (seseorang hanya akan memperoleh apa yang telah diniatinya)&#8221;. Hal ini menunjukkan bahwa ketika ibadah itu memiliki beberapa macam yang berbeda, maka harus dilakukan ta&#8217;yin (penentuan) dalam niat. Misalnya shalat fardhu itu ada lima, zhuhur, ashar, maghrib, isya&#8217; dan shubuh. Dari sini, seorang yang akan menunaikan shalat fardhu, harus menentukan shalat fardhu apa yang akan ia lakukan. Ketiga, secara kebahasaan, niat itu diistilahkan dengan bermaksud melakukan sesuatu bersamaan dengan bagian awal pelaksanaannya.</p>
<p>Seseorang tentunya akan merasa kesulitan untuk melakukan niat di dalam hati bersamaan dengan awal pelaksanaan shalat. Sedangkan mengucapkan niat<br />
sebelum melakukan takbiratul ihram, dapat membantu konsentrasi hati dalam melakukan niat shalat fardhu yang disertai ta&#8217;yin di atas. Dari sini kemudian para ulama,; fuqaha menganjurkan mengucapkan niat sebelum mengucapkan takbiratul ihram, agar ucapan niat tersebut; membantu konsentrasi hati ketika<br />
takbiratul ihram ilakukan. Para ulama fuqaha mengatakan, dianjurkan mengucapkan niat dengan lidah, agar lidah dapat membantu hati (liyusa’ida allisan<br />
al-qalba) dalam melakukan niat. Di sisi lain, Rasulullah SAW juga pernah mengucapkan niat dengan lidah ketika akan menunaikan ibadah haji. &#8220;Dari sahabat Anas RA berkata, saya mendengar Rasulullah SAW mengucapkan, labbaika aku sengaja mengerjakan umrah dan haji . (HR. Muslim) Dengan demikian mengucapkan niat dalam shalat dapat dianalogikan dengan pengucapan niat dalam ibadah haji.&#8221;</p>
<p>berkata shohibul Mughniy : Lafdh bimaa nawaahu kaana ta’kiidan (Lafadz dari apa – apa yang diniatkan itu adalah demi penguat niat saja) (Al Mughniy Juz 1 hal 278). Demikian pula dijelaskan pada Syarh Imam Al Baijuri Juz 1 hal 217 bahwa lafadh niat bukan wajib, ia hanyalah untuk membantu saja. LAFADZ niat bukan wajib hukumnya. Tak adapula yang mengeraskan suara dalam lafadh niat shalatnya, mengeraskan suara hingga mengganggu khusyu orang lain itu adalah berteriak dalam melafadhkanya, tentunya tak pernah ada ustadz manapun yang mengajarkan lafadh niat itu harus teriak, tak ada pula yang melarang lafadh niat dengan suara pelahan demi menguatkan niat, kecuali wahabi dan orang–orang yang dangkal pemahamannya dalam ilmu fiqih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32890</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 12:49:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32890</guid>
		<description><![CDATA[sebenarnya, ibnu suradi dan kawan kawan wahabi sudah mengetahui bahwa tauhid dibagi tiga itu bid;ah, tetapi tetap  tidak mau mengakuinya. Kawan kawan wahabi justru sibuk membid;ahkan dan memvonis syirik amalan amalan seperti  ziarah kubur, tahlilan , tawasul, istighotsah .


Di TV one yang sering ditayangin sekarang adalah  tokoh-tokoh sebuah partai islam (wahabi ?) yang kena kasus korupsi dan lagi  diburu KPK.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya, ibnu suradi dan kawan kawan wahabi sudah mengetahui bahwa tauhid dibagi tiga itu bid;ah, tetapi tetap  tidak mau mengakuinya. Kawan kawan wahabi justru sibuk membid;ahkan dan memvonis syirik amalan amalan seperti  ziarah kubur, tahlilan , tawasul, istighotsah .</p>
<p>Di TV one yang sering ditayangin sekarang adalah  tokoh-tokoh sebuah partai islam (wahabi ?) yang kena kasus korupsi dan lagi  diburu KPK.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by nasir eks wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32889</link>
		<dc:creator>nasir eks wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 12:19:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32889</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi,
Untuk perbandingan shalat seperti nabi dengan cara shalat seperti nabinya Albani, silahkan baca buku &quot; Shalat Seperti Nabi Saw (Petunjuk Pelaksanaan Dari takbir hingga Salam) tulisan Hasan bin Ali As Saqqaf, Terbitan Pustaka Hidayah Bandung,  biar anda tahu dan jangan merasa cara shalat yang anda ikuti yang paling benar.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi,<br />
Untuk perbandingan shalat seperti nabi dengan cara shalat seperti nabinya Albani, silahkan baca buku &#8221; Shalat Seperti Nabi Saw (Petunjuk Pelaksanaan Dari takbir hingga Salam) tulisan Hasan bin Ali As Saqqaf, Terbitan Pustaka Hidayah Bandung,  biar anda tahu dan jangan merasa cara shalat yang anda ikuti yang paling benar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32888</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 11:04:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32888</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah
Saudaraku pak Ibnu Suradi@, agar diskusinya fokus, tolong dibahas satu persatu....

Yang dipertanyakan teman-teman adalah devinisi dan batas thuma&#039;ninah....
Apa pengertian thuma&#039;ninah menurut anda?
Dan apa standard minimal anda dalam menentukan batas thuma&#039;ninah? Hingga anda berani memvonis kami meninggalkn thuma&#039;ninah...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah<br />
Saudaraku pak Ibnu Suradi@, agar diskusinya fokus, tolong dibahas satu persatu&#8230;.</p>
<p>Yang dipertanyakan teman-teman adalah devinisi dan batas thuma&#8217;ninah&#8230;.<br />
Apa pengertian thuma&#8217;ninah menurut anda?<br />
Dan apa standard minimal anda dalam menentukan batas thuma&#8217;ninah? Hingga anda berani memvonis kami meninggalkn thuma&#8217;ninah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Afrokhi Al-Wahabi Ngumpet Saat Dikunjungi Densus 99 Anti Teroris Aqidah by saris sakti</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/comment-page-2/#comment-32887</link>
		<dc:creator>saris sakti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 09:53:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2757#comment-32887</guid>
		<description><![CDATA[abdul kholik@ sahabat tdk pernah menyesat-nyesatkan orang,. kata anda sesuai dg sahabat. sesuainya dimana?? belajar dari kitab2 terjemahan itu yac? pantesann... menafsirkan al qur&#039;an dan hadits kog seenaknya., ya ghini jadinya,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>abdul kholik@ sahabat tdk pernah menyesat-nyesatkan orang,. kata anda sesuai dg sahabat. sesuainya dimana?? belajar dari kitab2 terjemahan itu yac? pantesann&#8230; menafsirkan al qur&#8217;an dan hadits kog seenaknya., ya ghini jadinya,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by cok</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32886</link>
		<dc:creator>cok</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 09:35:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32886</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Suradi: &quot;Sebenarnya, kawan-kawan di sini sudah mengetahui ilmu tentang thuma’ninah dari gurunya dan membaca kitab-kitab tapi tidak mengamalkannya&quot;... Jadi menurut ibnu Suradi tidak tumaninah ? jadi yang bagaimana? 

Oh iya bung Ibnu ni saya kasih link situs wahabi yang baru tahu bahwa Dzikir jahr setelah shalat berjamaan itu ternyata hukumnya sunnah.. keterlaluan kalo ente masih ngeyel..artinya emang kepengen mengejek ibadah orang lain dan takabur dengan amal ibadah anda sendiri.

http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/01/12/12739/

monggo dibaca baik baik...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnu Suradi: &#8220;Sebenarnya, kawan-kawan di sini sudah mengetahui ilmu tentang thuma’ninah dari gurunya dan membaca kitab-kitab tapi tidak mengamalkannya&#8221;&#8230; Jadi menurut ibnu Suradi tidak tumaninah ? jadi yang bagaimana? </p>
<p>Oh iya bung Ibnu ni saya kasih link situs wahabi yang baru tahu bahwa Dzikir jahr setelah shalat berjamaan itu ternyata hukumnya sunnah.. keterlaluan kalo ente masih ngeyel..artinya emang kepengen mengejek ibadah orang lain dan takabur dengan amal ibadah anda sendiri.</p>
<p><a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/01/12/12739/" rel="nofollow">http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2011/01/12/12739/</a></p>
<p>monggo dibaca baik baik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KISAH NYATA TAUBATNYA IBNU TAYMIYAH DI HADAPAN ULAMA ASWAJA by saris sakti</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/21/kisah-nyata-taubatnya-ibnu-taymiyah-di-hadapan-ulama-aswaja/comment-page-1/#comment-32885</link>
		<dc:creator>saris sakti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 09:34:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8833#comment-32885</guid>
		<description><![CDATA[saya adalah orang yg sgt fanatik dg NU, marhabanan dan tahlilan adlh hobi saya (dalil2&#039;nya sudah jelas). bagi saya pribadi,wahabi itu memang harus ada, salah satunya sebagai perlawanan gerakan Syiah yg sgt militan didalam menyebarkan fahamnya. pesanku, jgm mudah menyesat-nyesatkan orang yac brow.,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya adalah orang yg sgt fanatik dg NU, marhabanan dan tahlilan adlh hobi saya (dalil2&#8242;nya sudah jelas). bagi saya pribadi,wahabi itu memang harus ada, salah satunya sebagai perlawanan gerakan Syiah yg sgt militan didalam menyebarkan fahamnya. pesanku, jgm mudah menyesat-nyesatkan orang yac brow.,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32884</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 09:03:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32884</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Sebenarnya, kawan-kawan di sini sudah mengetahui ilmu tentang thuma&#039;ninah dari gurunya dan membaca kitab-kitab tapi tidak mengamalkannya. Kawan-kawan juga sudah mengetahui ilmu tentang merapatkan shaf namun tidak mengamalkannya. Kawan-kawan juga mengetahui ilmu tentang memelihara jenggot dan berpakaian di atas mata kaki, tapi lagi-lagi tidak mengamalkannya. Kawan-kawan justru sibuk mengamalkan yang lain seperti membaca usholli, menyambung bacaan Al Fatihah dalam shalat, berdzikir keras-keras setelah shalat wajib secara terus menerus, berkumis tebal tapi mencukur habis jenggot seperti ustadz yang suka tampil di TVOne dan menurunkan pakaian dengan sengaja hingga di bawah kaki.

Mungkin anda beralasan bahwa anda tidak mengamalkannya karena itu semua tidak wajib, hanya sunnah. Padahal, saya tidak pernah membaca atau mendengar dari guru riwayat bahwa ada sahabat tidak mengerjakan diperintah Rasulullaah shallallaahu &#039;alaihi wa sallam dengan alasan seperti itu.  

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Sebenarnya, kawan-kawan di sini sudah mengetahui ilmu tentang thuma&#8217;ninah dari gurunya dan membaca kitab-kitab tapi tidak mengamalkannya. Kawan-kawan juga sudah mengetahui ilmu tentang merapatkan shaf namun tidak mengamalkannya. Kawan-kawan juga mengetahui ilmu tentang memelihara jenggot dan berpakaian di atas mata kaki, tapi lagi-lagi tidak mengamalkannya. Kawan-kawan justru sibuk mengamalkan yang lain seperti membaca usholli, menyambung bacaan Al Fatihah dalam shalat, berdzikir keras-keras setelah shalat wajib secara terus menerus, berkumis tebal tapi mencukur habis jenggot seperti ustadz yang suka tampil di TVOne dan menurunkan pakaian dengan sengaja hingga di bawah kaki.</p>
<p>Mungkin anda beralasan bahwa anda tidak mengamalkannya karena itu semua tidak wajib, hanya sunnah. Padahal, saya tidak pernah membaca atau mendengar dari guru riwayat bahwa ada sahabat tidak mengerjakan diperintah Rasulullaah shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam dengan alasan seperti itu.  </p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32883</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 07:04:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32883</guid>
		<description><![CDATA[ustadz ibnu suradi thuma&#039;ninah menurut kanjeng Nabi itu bagaimana? terimakasih atas penjelasannya..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustadz ibnu suradi thuma&#8217;ninah menurut kanjeng Nabi itu bagaimana? terimakasih atas penjelasannya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32882</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 06:35:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32882</guid>
		<description><![CDATA[sholat taraweh berjama&#039;ah itu  bid&#039;ah apa gak sih,  bang ibnu ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sholat taraweh berjama&#8217;ah itu  bid&#8217;ah apa gak sih,  bang ibnu ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Eko</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32881</link>
		<dc:creator>Eko</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 06:11:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32881</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita shalat seperti Nabi dan jangan shalat seperti Albani apalagi Wahabi..!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mari kita shalat seperti Nabi dan jangan shalat seperti Albani apalagi Wahabi..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by awam sekalee</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32879</link>
		<dc:creator>awam sekalee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 03:59:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32879</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu suradi
Jangan2 anda belum paham betul bagaimana thuma&#039;ninah itu dr segi fiqih, sehimgga anda menyimpulkan bhwa banyak imam tarawih yg menyalahi hadits yg anda keluarkan di atas...

Mgkin di sini anda bisa jelaskan apa sih syarat minimal bisa dikatakan thuma&#039;ninah menurut yg anda pahami (atau mungkin yg sudah anda telaah  sendiri dr Qur&#039;an dan Sunnah?)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu suradi<br />
Jangan2 anda belum paham betul bagaimana thuma&#8217;ninah itu dr segi fiqih, sehimgga anda menyimpulkan bhwa banyak imam tarawih yg menyalahi hadits yg anda keluarkan di atas&#8230;</p>
<p>Mgkin di sini anda bisa jelaskan apa sih syarat minimal bisa dikatakan thuma&#8217;ninah menurut yg anda pahami (atau mungkin yg sudah anda telaah  sendiri dr Qur&#8217;an dan Sunnah?)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by cok</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32878</link>
		<dc:creator>cok</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 03:25:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32878</guid>
		<description><![CDATA[Lho kok anda mengatakan bahwa yang tarawihnya cepat itu pencuri dalam shalat?... hadist itu untuk orang yang tidak tumaninah dalam ruku dan sujud begitu nempel langsung naik...ruku dan sujudnya seperti orang tiongkok kuno. Tarawih berjamaah di Indonesia tumaninah kok sujud dan rukunya..

Oh iya definisi thumaninah itu apa ya Pak Ibnu?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lho kok anda mengatakan bahwa yang tarawihnya cepat itu pencuri dalam shalat?&#8230; hadist itu untuk orang yang tidak tumaninah dalam ruku dan sujud begitu nempel langsung naik&#8230;ruku dan sujudnya seperti orang tiongkok kuno. Tarawih berjamaah di Indonesia tumaninah kok sujud dan rukunya..</p>
<p>Oh iya definisi thumaninah itu apa ya Pak Ibnu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by UD_aja</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32877</link>
		<dc:creator>UD_aja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 03:16:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32877</guid>
		<description><![CDATA[udah ada kok m...kami di grup Facebook PISS KTB sudah membentuk wadah bhkan kami sudah mempunyai website yang berisi diskusi2 kami dalam permasalahan2 islam lengkap dengan ibarotnya
untuk masalah kumpul2 n kopdar jgn tanya deh....sering bgt lho kumpul2nya...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>udah ada kok m&#8230;kami di grup Facebook PISS KTB sudah membentuk wadah bhkan kami sudah mempunyai website yang berisi diskusi2 kami dalam permasalahan2 islam lengkap dengan ibarotnya<br />
untuk masalah kumpul2 n kopdar jgn tanya deh&#8230;.sering bgt lho kumpul2nya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Ibnu Suradi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32876</link>
		<dc:creator>Ibnu Suradi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 02:04:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32876</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaah,

Tadi pagi TransTV menayangkan acara yang bagus yang namanya &quot;Mozaik Islam&quot;. Dalam acara tersebut disampaikan hadits-hadits diantaranya tentang pencuri dalam shalat yaitu orang shalatnya cepat-cepat seperti ayam mematuk-matuk. Bulan Ramadhan akan segera tiba. Akan ada banyak pencuri dalam shalat saat umat Islam melaksanakan shalat tarawih. Saya khawatir acara ini juga akan diprotes para habaib dan kyai seperti acara &quot;Khazanah&quot; di Trans7. 

Mari kita shalat dengan thuma&#039;ninah agar kita tidak disebut pencuri dalam shalat. 

Wallaahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillaah,</p>
<p>Tadi pagi TransTV menayangkan acara yang bagus yang namanya &#8220;Mozaik Islam&#8221;. Dalam acara tersebut disampaikan hadits-hadits diantaranya tentang pencuri dalam shalat yaitu orang shalatnya cepat-cepat seperti ayam mematuk-matuk. Bulan Ramadhan akan segera tiba. Akan ada banyak pencuri dalam shalat saat umat Islam melaksanakan shalat tarawih. Saya khawatir acara ini juga akan diprotes para habaib dan kyai seperti acara &#8220;Khazanah&#8221; di Trans7. </p>
<p>Mari kita shalat dengan thuma&#8217;ninah agar kita tidak disebut pencuri dalam shalat. </p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32866</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 01:21:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32866</guid>
		<description><![CDATA[@Cahyo

Dalam situs : http://muslim.or.id/aqidah/ngalap-berkah-yang-dibolehkan-dan-terlarang.html.

Kesimpulannya adalah, Ngalap berkah kepada makhluk yang terlarang ada dua macam: pertama: Termasuk Syirik Akbar, kedua bid&#039;ah. Beberapa bentuk ngalap berkah yang terlarang Ngalap berkah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau wafat. Di antara yang terlarang adalah tabaruk dengan kubur beliau. Bentuknya adalah seperti meminta do’a dan syafa’at dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi kubur beliau. Semisal seseorang mengatakan, “Wahai Rasul, ampunilah aku” atau “Wahai rasul, berdo’alah kepada Allah agar mengampuniku dan menunjuki jalan yang lurus”. Perbuatan semacam ini bahkan termasuk kesyirikan karena di dalamnya terdapat bentuk permintaan yang hanya Allah saja yang bisa mengabulkannya.

**********akhir kutipan**************


Al-Imam Al-Hafidh As-Syaikh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir mengatakan, “Sekelompok ulama, diantaranya Syaikh Abu Al-Manshur As-Shabbagh dalam kitabnya As-Syaamil menuturkan sebuah kisah dari Al ‘Utbi yang mengatakan, “Saya sedang duduk di samping kuburan Nabi SAW. Lalu datanglah seorang A’rabi (penduduk pedalaman Arab) kepadanya, “Assalamu’alaika, wahai Rasulullah saya mendengar Allah berfirman : &quot;Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul-pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&quot; (Q.S.An.Nisaa` : 64).

Dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan atas dosaku dan memohon syafaat denganmu kepada Tuhanku.” Kata A’rabi. Selanjutnya A’rabi tersebut mengumandangkan bait-bait syair :

Wahai orang yang tulang belulangnya dikubur di tanah datar
Berkat keharumannya, tanah rata dan bukit semerbak mewangi
Diriku jadi tebusan untuk kuburan yang Engkau tinggal di dalamnya
Di dalam kuburmu terdapat sifat bersih dan kedermawanan

Kemudian A’rabi tadi pergi. Sesudah kepergiannya saya tertidur dan bermimpi bertemu Nabi SAW, “Kejarlah si A’rabi dan berilah kabar gembira bahwa Allah telah mengampuni dosanya.”Kisah ini diriwayatkan oleh An-Nawawi dalam kitabnya yang populer Al-Idhaah pada bab 6 hlm. 498. juga diriwayatkan oleh Al-Hafidh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir. Syaikh Abu Muhammad Ibnu Qudamah juga meriwayatkannya dalam kitabnya Al-Mughni jilid 3 hlm. 556. Syaikh Abu Al-Faraj ibnu Qudamah dalam kitabnya As-Syarh Al-Kabir jilid 3 hlm. 495, dan Syaikh Manshur ibn Yunus Al-Bahuti dalam kitabnya yang dikenal dengan nama Kasysyaafu Al-Qinaa’ yang notabene salah satu kitab paling populer dalam madzhab Hambali jilid 5 hlm. 30 juga mengutip kisah dalam hadits di
atas.

Al-Imam Al-Qurthubi, pilar para mufassir menyebutkan sebuah kisah serupa dalam tafsirnya yang dikenal dengan nama Al-Jaami’. Ia mengatakan, “Abu Shadiq meriwayatkan dari ‘Ali yang berkata, “Tiga hari setelah kami mengubur Rasulullah datang kepadaku seorang a’rabi. Ia merebahkan tubuhnya pada kuburan beliau dan menabur-naburkan tanah kuburan di atas kepalanya sambil berkata, “Engkau mengatakan, wahai Rasulullah!, maka kami mendengar sabdamu dan hafal apa yang dari Allah dan darimu. Saya telah berbuat dzolim kepada diriku sendiri dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan untukku.” Kemudian dari arah kubur muncul suara : “Sesungguhnya engkau telah mendapat ampunan.” (Tafsir Al-Qurthubi jilid 5 hlm. 265).

apakah para ulama di muka telah mengutip kekufuran dan kesesatan ? atau mengutip keterangan yang mendorong menuju penyembahan berhala dan kuburan ?Jika faktanya memang demikian, lalu dimanakah kredibilitas mereka dan kitab-kitab karya mereka ?

Saya akan mengutip perkataan mas cahyo : &quot;Sekali lagi timbang-timbanglah dalam berkata, karena perkataan anda akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak&quot;. sungguh tepat perkataan anda tersebut ditujukan kepada admin situs muslim.or.id]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Cahyo</p>
<p>Dalam situs : <a href="http://muslim.or.id/aqidah/ngalap-berkah-yang-dibolehkan-dan-terlarang.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/aqidah/ngalap-berkah-yang-dibolehkan-dan-terlarang.html</a>.</p>
<p>Kesimpulannya adalah, Ngalap berkah kepada makhluk yang terlarang ada dua macam: pertama: Termasuk Syirik Akbar, kedua bid&#8217;ah. Beberapa bentuk ngalap berkah yang terlarang Ngalap berkah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau wafat. Di antara yang terlarang adalah tabaruk dengan kubur beliau. Bentuknya adalah seperti meminta do’a dan syafa’at dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi kubur beliau. Semisal seseorang mengatakan, “Wahai Rasul, ampunilah aku” atau “Wahai rasul, berdo’alah kepada Allah agar mengampuniku dan menunjuki jalan yang lurus”. Perbuatan semacam ini bahkan termasuk kesyirikan karena di dalamnya terdapat bentuk permintaan yang hanya Allah saja yang bisa mengabulkannya.</p>
<p>**********akhir kutipan**************</p>
<p>Al-Imam Al-Hafidh As-Syaikh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir mengatakan, “Sekelompok ulama, diantaranya Syaikh Abu Al-Manshur As-Shabbagh dalam kitabnya As-Syaamil menuturkan sebuah kisah dari Al ‘Utbi yang mengatakan, “Saya sedang duduk di samping kuburan Nabi SAW. Lalu datanglah seorang A’rabi (penduduk pedalaman Arab) kepadanya, “Assalamu’alaika, wahai Rasulullah saya mendengar Allah berfirman : &#8220;Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul-pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; (Q.S.An.Nisaa` : 64).</p>
<p>Dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan atas dosaku dan memohon syafaat denganmu kepada Tuhanku.” Kata A’rabi. Selanjutnya A’rabi tersebut mengumandangkan bait-bait syair :</p>
<p>Wahai orang yang tulang belulangnya dikubur di tanah datar<br />
Berkat keharumannya, tanah rata dan bukit semerbak mewangi<br />
Diriku jadi tebusan untuk kuburan yang Engkau tinggal di dalamnya<br />
Di dalam kuburmu terdapat sifat bersih dan kedermawanan</p>
<p>Kemudian A’rabi tadi pergi. Sesudah kepergiannya saya tertidur dan bermimpi bertemu Nabi SAW, “Kejarlah si A’rabi dan berilah kabar gembira bahwa Allah telah mengampuni dosanya.”Kisah ini diriwayatkan oleh An-Nawawi dalam kitabnya yang populer Al-Idhaah pada bab 6 hlm. 498. juga diriwayatkan oleh Al-Hafidh ‘Imadu Ad-Din Ibnu Katsir. Syaikh Abu Muhammad Ibnu Qudamah juga meriwayatkannya dalam kitabnya Al-Mughni jilid 3 hlm. 556. Syaikh Abu Al-Faraj ibnu Qudamah dalam kitabnya As-Syarh Al-Kabir jilid 3 hlm. 495, dan Syaikh Manshur ibn Yunus Al-Bahuti dalam kitabnya yang dikenal dengan nama Kasysyaafu Al-Qinaa’ yang notabene salah satu kitab paling populer dalam madzhab Hambali jilid 5 hlm. 30 juga mengutip kisah dalam hadits di<br />
atas.</p>
<p>Al-Imam Al-Qurthubi, pilar para mufassir menyebutkan sebuah kisah serupa dalam tafsirnya yang dikenal dengan nama Al-Jaami’. Ia mengatakan, “Abu Shadiq meriwayatkan dari ‘Ali yang berkata, “Tiga hari setelah kami mengubur Rasulullah datang kepadaku seorang a’rabi. Ia merebahkan tubuhnya pada kuburan beliau dan menabur-naburkan tanah kuburan di atas kepalanya sambil berkata, “Engkau mengatakan, wahai Rasulullah!, maka kami mendengar sabdamu dan hafal apa yang dari Allah dan darimu. Saya telah berbuat dzolim kepada diriku sendiri dan saya datang kepadamu untuk memohonkan ampunan untukku.” Kemudian dari arah kubur muncul suara : “Sesungguhnya engkau telah mendapat ampunan.” (Tafsir Al-Qurthubi jilid 5 hlm. 265).</p>
<p>apakah para ulama di muka telah mengutip kekufuran dan kesesatan ? atau mengutip keterangan yang mendorong menuju penyembahan berhala dan kuburan ?Jika faktanya memang demikian, lalu dimanakah kredibilitas mereka dan kitab-kitab karya mereka ?</p>
<p>Saya akan mengutip perkataan mas cahyo : &#8220;Sekali lagi timbang-timbanglah dalam berkata, karena perkataan anda akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak&#8221;. sungguh tepat perkataan anda tersebut ditujukan kepada admin situs muslim.or.id</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32865</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 01:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32865</guid>
		<description><![CDATA[@Cahyo

mau tanya mas, siapa pengikut salaf sejati? apakah ibnu taimiyyah, muhammad bin abdul wahab, ustmaini, bin baz, dan al bani adalah pengikut salaf? apakah mereka pernah mengaji dan bertemu langsung dengan generasi salaf? lantas, bagaimana mereka dapat mengatakan bahwa pemahaman mereka sesuai dengan generasi salaf?

Salaf sesungguhnya adalah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi&#039;i dan Imam Hambali, para perintis mazhab.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Cahyo</p>
<p>mau tanya mas, siapa pengikut salaf sejati? apakah ibnu taimiyyah, muhammad bin abdul wahab, ustmaini, bin baz, dan al bani adalah pengikut salaf? apakah mereka pernah mengaji dan bertemu langsung dengan generasi salaf? lantas, bagaimana mereka dapat mengatakan bahwa pemahaman mereka sesuai dengan generasi salaf?</p>
<p>Salaf sesungguhnya adalah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi&#8217;i dan Imam Hambali, para perintis mazhab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Ansyah Ikbal</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32861</link>
		<dc:creator>Ansyah Ikbal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 23:31:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32861</guid>
		<description><![CDATA[thank you mas Agung, semoga ilmunya berkah amin ya robbal alamiin.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thank you mas Agung, semoga ilmunya berkah amin ya robbal alamiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32859</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 16:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32859</guid>
		<description><![CDATA[Faktanya sesama ulama Wahabi (Salafi) di Timur Tengah yang mengklaim Ahlussunnah Wal-Jama’ah ternyata saling bertentangan atau berselisih, sehingga menyebabkan saling membid’ahkan dan bahkan saling mengkafirkan menyebabkan mereka bercerai-berai.

Contohnya:

    Abdul Muhsin al-’Abbad dari Madinah menganggap al-Albani berfaham Murji’ah (kafir).
    Hamud al-Tuwaijiri dari Riyadh menilai al-Albani telah mulhid (tersesat).
    Al-Albani juga memvonis tokoh Wahhabi di Saudi Arabia yang mengkritiknya, sebagai musuh tauhid dan sunnah.
    Komisi fatwa Saudi Arabia yang beranggotakan al-Fauzan dan al-Ghudyan, serta ketuanya Abdul Aziz Alus-Syaikh memvonis Ali Hasan al-Halabi, murid al-Albani dan ulama Wahhabi yang tinggal di Yordania, berfaham Murji’ah dan Khawarij.
    Husain Alus-Syaikh yang tinggal di Madinah membela al-Halabi dan mengatakan bahwa yang membid’ahkan al-Halabi adalah ahli-bid’ah dan bahwa al-Fauzan telah berbohong dalam fatwanya tentang al-Halabi.
    Al-Halabi pun mengatakan, bahwa Safar al-Hawali, pengikut Wahhabi di Saudi Arabia, beraliran Murji’ah.
    Ahmad bin Yahya al-Najmi, ulama Wahhabi di Saudi Arabia, memvonis al-Huwaini dan al-Mighrawi yang tinggal di Mesir mengikuti faham Khawarij.
    Falih al-Harbi dan Fauzi al-Atsari dari Bahrain menuduh Rabi’ al-Madkhali dan Wahhabi Saudi lainnya mengikuti faham Murji’ah.
    Ternyata dalam kitab Rifqan Ahl al-Sunnah bi-Ahl al-Sunnah, membeberkan terjadinya perpecahan di kalangan Salafi yang sangat parah dan sampai klimaks, sampai pada batas saling membid’ahkan, tidak bertegur sapa, memutus hubungan dan sebagainya.
    Rifqan Ahl al-Sunnah bi-Ahl al-Sunnah, karangan Dr. Abdul Muhsin bin Hamad al-‘Abbad al-Badar, dosen Ustadz Ali Musri ketika kuliah di Jami’ah Islamiyah, Madinah al-Munawwaroh.

Untuk membuktikan secara jelas bagaimana sesama Wahabi (Salafi) saling membid’ahkan dan mengkafirkan adalah realitas bagi Salafi (Wahabi), silahkan rujuk di link-link berikut:

-  http://generasisalaf.wordpress.com/2013/04/20/salafy-jihadi-yazid-jawas-dan-ulama-salafi-lain-pembela-berpaham-murjiah/

-  http://www.voa-islam.com/news/resensi/2012/12/09/22265/mendeteksi-pemikiran-anda-salafi-ataukah-sekte-neo-murjiah/

-  http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/07/30/20053

-  http://www.salafy.or.id/amal-perbuatan-termasuk-dalam-iman-bantahan-atas-hanafiyah-dan-murjiah/

-  http://www.allaahuakbar.net/article_showall.asp?cat_id=50&amp;parent_id=5&amp;sub_name=Murji%27ah&amp;parent_name=Guard+Your+Faith

Subhanallah, wa na’udzubillah min dzaalik. Dari fakta-fakta di atas dapat kita lihat bagaimana kesesatan suatu golongan dibeberkan oleh orang dalam golongan itu sendiri. Dan dari fakta-fakta ini pula anda mungkin sudah memperoleh persepsi yang benar tentang manakah Ahlussunnah Wal Jamah yang palsu. Bukankah ini sangat penting agar kita tidak salah pilih?

Jadi…, pertanyaan “Benarkah Wahabi (Salafi) adalah golongan Ahlussunnah Wal Jamaah”, untuk menjawabnya benar atau tidaknya silahkan jawab sendiri, gitu aja kok repot?

 

Islam Institute – www.islam-institute.com]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Faktanya sesama ulama Wahabi (Salafi) di Timur Tengah yang mengklaim Ahlussunnah Wal-Jama’ah ternyata saling bertentangan atau berselisih, sehingga menyebabkan saling membid’ahkan dan bahkan saling mengkafirkan menyebabkan mereka bercerai-berai.</p>
<p>Contohnya:</p>
<p>    Abdul Muhsin al-’Abbad dari Madinah menganggap al-Albani berfaham Murji’ah (kafir).<br />
    Hamud al-Tuwaijiri dari Riyadh menilai al-Albani telah mulhid (tersesat).<br />
    Al-Albani juga memvonis tokoh Wahhabi di Saudi Arabia yang mengkritiknya, sebagai musuh tauhid dan sunnah.<br />
    Komisi fatwa Saudi Arabia yang beranggotakan al-Fauzan dan al-Ghudyan, serta ketuanya Abdul Aziz Alus-Syaikh memvonis Ali Hasan al-Halabi, murid al-Albani dan ulama Wahhabi yang tinggal di Yordania, berfaham Murji’ah dan Khawarij.<br />
    Husain Alus-Syaikh yang tinggal di Madinah membela al-Halabi dan mengatakan bahwa yang membid’ahkan al-Halabi adalah ahli-bid’ah dan bahwa al-Fauzan telah berbohong dalam fatwanya tentang al-Halabi.<br />
    Al-Halabi pun mengatakan, bahwa Safar al-Hawali, pengikut Wahhabi di Saudi Arabia, beraliran Murji’ah.<br />
    Ahmad bin Yahya al-Najmi, ulama Wahhabi di Saudi Arabia, memvonis al-Huwaini dan al-Mighrawi yang tinggal di Mesir mengikuti faham Khawarij.<br />
    Falih al-Harbi dan Fauzi al-Atsari dari Bahrain menuduh Rabi’ al-Madkhali dan Wahhabi Saudi lainnya mengikuti faham Murji’ah.<br />
    Ternyata dalam kitab Rifqan Ahl al-Sunnah bi-Ahl al-Sunnah, membeberkan terjadinya perpecahan di kalangan Salafi yang sangat parah dan sampai klimaks, sampai pada batas saling membid’ahkan, tidak bertegur sapa, memutus hubungan dan sebagainya.<br />
    Rifqan Ahl al-Sunnah bi-Ahl al-Sunnah, karangan Dr. Abdul Muhsin bin Hamad al-‘Abbad al-Badar, dosen Ustadz Ali Musri ketika kuliah di Jami’ah Islamiyah, Madinah al-Munawwaroh.</p>
<p>Untuk membuktikan secara jelas bagaimana sesama Wahabi (Salafi) saling membid’ahkan dan mengkafirkan adalah realitas bagi Salafi (Wahabi), silahkan rujuk di link-link berikut:</p>
<p>-  <a href="http://generasisalaf.wordpress.com/2013/04/20/salafy-jihadi-yazid-jawas-dan-ulama-salafi-lain-pembela-berpaham-murjiah/" rel="nofollow">http://generasisalaf.wordpress.com/2013/04/20/salafy-jihadi-yazid-jawas-dan-ulama-salafi-lain-pembela-berpaham-murjiah/</a></p>
<p>-  <a href="http://www.voa-islam.com/news/resensi/2012/12/09/22265/mendeteksi-pemikiran-anda-salafi-ataukah-sekte-neo-murjiah/" rel="nofollow">http://www.voa-islam.com/news/resensi/2012/12/09/22265/mendeteksi-pemikiran-anda-salafi-ataukah-sekte-neo-murjiah/</a></p>
<p>-  <a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/07/30/20053" rel="nofollow">http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/07/30/20053</a></p>
<p>-  <a href="http://www.salafy.or.id/amal-perbuatan-termasuk-dalam-iman-bantahan-atas-hanafiyah-dan-murjiah/" rel="nofollow">http://www.salafy.or.id/amal-perbuatan-termasuk-dalam-iman-bantahan-atas-hanafiyah-dan-murjiah/</a></p>
<p>-  <a href="http://www.allaahuakbar.net/article_showall.asp?cat_id=50&#038;parent_id=5&#038;sub_name=Murji%27ah&#038;parent_name=Guard+Your+Faith" rel="nofollow">http://www.allaahuakbar.net/article_showall.asp?cat_id=50&#038;parent_id=5&#038;sub_name=Murji%27ah&#038;parent_name=Guard+Your+Faith</a></p>
<p>Subhanallah, wa na’udzubillah min dzaalik. Dari fakta-fakta di atas dapat kita lihat bagaimana kesesatan suatu golongan dibeberkan oleh orang dalam golongan itu sendiri. Dan dari fakta-fakta ini pula anda mungkin sudah memperoleh persepsi yang benar tentang manakah Ahlussunnah Wal Jamah yang palsu. Bukankah ini sangat penting agar kita tidak salah pilih?</p>
<p>Jadi…, pertanyaan “Benarkah Wahabi (Salafi) adalah golongan Ahlussunnah Wal Jamaah”, untuk menjawabnya benar atau tidaknya silahkan jawab sendiri, gitu aja kok repot?</p>
<p>Islam Institute – <a href="http://www.islam-institute.com" rel="nofollow">http://www.islam-institute.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32857</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 16:15:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32857</guid>
		<description><![CDATA[@UH namanya tak ganti Ummu Khosaroh ya
La wong Munafig Pendusta koq di Layani... Muter muter ngeyel dan lain lain]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@UH namanya tak ganti Ummu Khosaroh ya<br />
La wong Munafig Pendusta koq di Layani&#8230; Muter muter ngeyel dan lain lain</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32856</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 16:06:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32856</guid>
		<description><![CDATA[karena Pemahaman kamu @UH pemahaman Dusta dan Hatinya sdh Berkerak dan Hitam....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>karena Pemahaman kamu @UH pemahaman Dusta dan Hatinya sdh Berkerak dan Hitam&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32855</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 15:47:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32855</guid>
		<description><![CDATA[Ya ALLAH YA ROB, Perempuan ini Ahlil Nar.... Insya ALLAH...., Kapan ya Anti @UH di Panggil ke Neraka.?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya ALLAH YA ROB, Perempuan ini Ahlil Nar&#8230;. Insya ALLAH&#8230;., Kapan ya Anti @UH di Panggil ke Neraka.?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32854</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 15:42:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32854</guid>
		<description><![CDATA[Biasa Pendusta lagi berkoar2... atau dia lagi di boongin ma ustadnya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biasa Pendusta lagi berkoar2&#8230; atau dia lagi di boongin ma ustadnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32853</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 14:50:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32853</guid>
		<description><![CDATA[Ingat semua Aswaja... memang dari dulunya Mereka membenci Ahlul Bait...masuk Islamnya saja terpaksa... dan sampai sekarang yg selalu mengolok-olok Ahlul Bait dan karena seringnya maka Hatinya pun BERKARAK DAN HITAM Mungkin tak bisa lagi untuk mencintai Ahlul Bait akibatnya apa, Neraka Jahannam lah menunggu dan Menyambut kedatangan Mereka (Kaum yg Ingkar). Penyesalan tak berguna dan tak dapat di Reset.
Dan Juga dari Kaum Ahlul Baitnya sendiri yg keluar dari Ahlul Bait karena Akidahnya yg sesat Juga yaitu SYI&#039;AH jadi Syiah dan Wahabi sama tapi tak serupa, dan kalo dicermati banyak kesamaannya. karena BIG BOSS nya Satu yaitu Zionis.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ingat semua Aswaja&#8230; memang dari dulunya Mereka membenci Ahlul Bait&#8230;masuk Islamnya saja terpaksa&#8230; dan sampai sekarang yg selalu mengolok-olok Ahlul Bait dan karena seringnya maka Hatinya pun BERKARAK DAN HITAM Mungkin tak bisa lagi untuk mencintai Ahlul Bait akibatnya apa, Neraka Jahannam lah menunggu dan Menyambut kedatangan Mereka (Kaum yg Ingkar). Penyesalan tak berguna dan tak dapat di Reset.<br />
Dan Juga dari Kaum Ahlul Baitnya sendiri yg keluar dari Ahlul Bait karena Akidahnya yg sesat Juga yaitu SYI&#8217;AH jadi Syiah dan Wahabi sama tapi tak serupa, dan kalo dicermati banyak kesamaannya. karena BIG BOSS nya Satu yaitu Zionis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mereka Bilang Istighotsah Syirik, Maka Sahabat Nabi yang Beristighotsah Jadi Musyrik by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/05/mereka-bilang-istighotsah-syirik-maka-sahabat-nabi-yang-beristighotsah-jadi-musyrik/comment-page-1/#comment-32852</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 14:29:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9207#comment-32852</guid>
		<description><![CDATA[untuk keselamatan kita bersama dari kaum Zionis berbaju Islam yaitu : Wahabi Syi&#039;i dan Konco2nya, maka semua Aswaja banyak2 baca Rotib Attos dan Rotib Haddad karena keduanya dapat membentengi kita dari Tipu muslihat mereka yg sesat. InsyaALLAH Ghobul amin amin ya Robbilalamin.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk keselamatan kita bersama dari kaum Zionis berbaju Islam yaitu : Wahabi Syi&#8217;i dan Konco2nya, maka semua Aswaja banyak2 baca Rotib Attos dan Rotib Haddad karena keduanya dapat membentengi kita dari Tipu muslihat mereka yg sesat. InsyaALLAH Ghobul amin amin ya Robbilalamin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32851</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 13:52:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32851</guid>
		<description><![CDATA[Wa&#039;alaikumussalam

maaf mas, tidak usah panggil saya ustadz, ilmu saya masih sangat dangkal. lagipula, jika anda mengetahui cela dan dosa yg sering saya lakukan, mungkin menoleh pun anda tak sudi. mengenai pertanyaan anda, maaf, saya tidak tahu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikumussalam</p>
<p>maaf mas, tidak usah panggil saya ustadz, ilmu saya masih sangat dangkal. lagipula, jika anda mengetahui cela dan dosa yg sering saya lakukan, mungkin menoleh pun anda tak sudi. mengenai pertanyaan anda, maaf, saya tidak tahu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32850</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 13:50:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32850</guid>
		<description><![CDATA[@abda

Ijtihad adalah mengeluarkan (menggali) hukum-hukum yang tidak terdapat nash (teks) yang jelas. Mujtahid (orang yang melakukan ijtihad) ialah orang yang memiliki keahlian dalam hal ini. Ia adalah seorang yang hafal ayat-ayat ahkam, hadits-hadits ahkam beserta mengetahui sanad-sanad dan keadaan para perawinya, mengetahui nasikh dan mansukh, ‘am dan khash, muthlaq dan muqayyad  serta menguasai betul bahasa Arab dengan sekira hafal pemaknaan pemaknaan setiap nash sesuai dengan bahasa al Qur’an, mengetahui apa yang telah disepakati oleh para ahli ijtihad dan apa yang diperselisihkan oleh mereka, karena jika tidak mengetahui hal ini maka dimungkinkan ia menyalahi ijma&#039;  (konsensus para ulama) para ulama sebelumnya.


Dari sekian banyak imam mujtahid, yang secara formulatif dibukukan hasilhasil ijtihadnya dan hingga kini madzhab-madzhabnya masih dianggap eksis hanya
terbatas kepada Imam madzhab yang empat saja, yaitu; al-Imâm Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit al-Kufy (w 150 H) sebagai perintis madzhab Hanafi, al-Imâm Malik ibn Anas (w 179 H) sebagai perintis madzhab Maliki, al-Imâm Muhammad ibn Idris asy-Syafi’i (w 204 H) sebagai perintis madzhab Syafi’i, dan al-Imâm Ahmad ibn Hanbal (w 241 H) sebagai perintis madzhab Hanbali. Sudah barang tentu para Imam mujtahid yang empat ini memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni hingga mereka memiliki otoritas untuk mengambil intisari-intisari hukum yang tidak ada penyebutannya secara sharîh, baik di dalam al-Qur’an maupun dalam hadits-hadits Rasulullah.

Selain dalam masalah fiqih (Furû’iyyah), dalam masalah-masalah akidah (Ushûliyyah) para Imam mujtahid yang empat ini adalah Imam-Imam teolog terkemuka (al-Mutakllimûn) yang menjadi rujukan utama dalam segala persoalan teologi. Demikian pula dalam masalah hadits dengan segala aspeknya, mereka merupakan tumpuan dalam segala rincinan dan berbagai seluk-beluknya (al-Muhadditsûn). Lalu dalam masalah tasawwuf yang titik konsentrasinya adalah pendidikan dan pensucian ruhani (Ishlâh al-A’mâl al-Qalbiyyah, atau Tazkiyah an-Nafs), para ulama mujtahid yang empat tersebut adalah orang-orang terkemuka di dalamnya (ash-Shûfiyyah). Kompetensi para Imam madzhab yang empat ini dalam berbagai disiplin ilmu agama telah benar-benar ditulis dengan tinta emas dalam berbagai karya tentang biografi mereka.

Sedangkan Muqallid (orang yang melakukan taqlid; mengikuti pendapat para mujtahid) adalah orang yang belum sampai kepada derajat tersebut di atas.  Dalil bahwa orang Islam terbagi kepada dua tingkatan ini adalah hadits Nabi shallallahu &#039;alayhi wasallam: “Allah memberikan kemuliaan kepada seseorang yang mendengar perkataanKu, kemudian ia menjaganya dan menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya, betapa banyak orang yang menyampaikan tapi tidak memiliki pemahaman”. (H.R. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

ahli fatwa dari kalangan sahabat hanya kurang dari sepuluh, yaitu sekitar enam menurut suatu pendapat. Sebagian ulama  lain berpendapat bahwa ada sekitar dua ratus sahabat yang mencapati tingkatan Mujtahid dan ini pendapat yang lebih sahih. Jika keadaan para sahabat saja demikian adanya maka bagaimana mungkin setiap orang muslim yang bisa membaca al Qur’an dan menelaah beberapa kitab berani berkata: “Mereka (para mujtahid) adalah manusia dan kita juga manusia, tidak seharusnya kita taqlid kepada mereka”. Dengan demikian sangatlah aneh orang-orang bodoh yang berani mengatakan: “Mereka adalah manusia dan kita juga manusia...”. Mereka yang dimaksud adalah para ulama mujtahid seperti para imam yang empat (Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi&#039;i dan Ahmad ibn Hanbal). Maka berhati-hati dan waspadalah terhadap mereka yang menganjurkan para pengikutnya untuk berijtihad, padahal mereka sendiri, juga para pengikutnya sangat jauh dari tingkatan ijtihad.

Coba saja berikan kitab Bukhori Muslim kepada semua kaum muslimin lalu suruh mereka memahami hukum-hukum agama dari nash-nash yang terdapat dalam kitab tersebut. Kemudian lihatlah kebodohan, kebingungan dan kekacauan yang akan terjadi!

Apakah setiap muslim wajib menyelidiki dalil-dalil para imam mujtahid kemudian mengambil mana yang lebih cocok dengan Al-Qur’an dan hadits? semua orang harus memiliki kemampuan ijtihad seperti yang dimiliki oleh para imam madzhab. Bahkan mereka harus memiliki kemampuan yang lebih sempurna karena orang-orang yang mampu memutuskan pendapat para imam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah sudah barang tentu lebih pandai dari semua imam itu.

Dan perlu anda ketahui, para Imam Mazhab yang empat, hanya berbeda dalam masalah fiqih (cabang), namun dalam masalah aqidah, keempat imam mazhab sepakat : Allah subhanahu wata&#039;ala maha suci dari tempat dan arah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@abda</p>
<p>Ijtihad adalah mengeluarkan (menggali) hukum-hukum yang tidak terdapat nash (teks) yang jelas. Mujtahid (orang yang melakukan ijtihad) ialah orang yang memiliki keahlian dalam hal ini. Ia adalah seorang yang hafal ayat-ayat ahkam, hadits-hadits ahkam beserta mengetahui sanad-sanad dan keadaan para perawinya, mengetahui nasikh dan mansukh, ‘am dan khash, muthlaq dan muqayyad  serta menguasai betul bahasa Arab dengan sekira hafal pemaknaan pemaknaan setiap nash sesuai dengan bahasa al Qur’an, mengetahui apa yang telah disepakati oleh para ahli ijtihad dan apa yang diperselisihkan oleh mereka, karena jika tidak mengetahui hal ini maka dimungkinkan ia menyalahi ijma&#8217;  (konsensus para ulama) para ulama sebelumnya.</p>
<p>Dari sekian banyak imam mujtahid, yang secara formulatif dibukukan hasilhasil ijtihadnya dan hingga kini madzhab-madzhabnya masih dianggap eksis hanya<br />
terbatas kepada Imam madzhab yang empat saja, yaitu; al-Imâm Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit al-Kufy (w 150 H) sebagai perintis madzhab Hanafi, al-Imâm Malik ibn Anas (w 179 H) sebagai perintis madzhab Maliki, al-Imâm Muhammad ibn Idris asy-Syafi’i (w 204 H) sebagai perintis madzhab Syafi’i, dan al-Imâm Ahmad ibn Hanbal (w 241 H) sebagai perintis madzhab Hanbali. Sudah barang tentu para Imam mujtahid yang empat ini memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni hingga mereka memiliki otoritas untuk mengambil intisari-intisari hukum yang tidak ada penyebutannya secara sharîh, baik di dalam al-Qur’an maupun dalam hadits-hadits Rasulullah.</p>
<p>Selain dalam masalah fiqih (Furû’iyyah), dalam masalah-masalah akidah (Ushûliyyah) para Imam mujtahid yang empat ini adalah Imam-Imam teolog terkemuka (al-Mutakllimûn) yang menjadi rujukan utama dalam segala persoalan teologi. Demikian pula dalam masalah hadits dengan segala aspeknya, mereka merupakan tumpuan dalam segala rincinan dan berbagai seluk-beluknya (al-Muhadditsûn). Lalu dalam masalah tasawwuf yang titik konsentrasinya adalah pendidikan dan pensucian ruhani (Ishlâh al-A’mâl al-Qalbiyyah, atau Tazkiyah an-Nafs), para ulama mujtahid yang empat tersebut adalah orang-orang terkemuka di dalamnya (ash-Shûfiyyah). Kompetensi para Imam madzhab yang empat ini dalam berbagai disiplin ilmu agama telah benar-benar ditulis dengan tinta emas dalam berbagai karya tentang biografi mereka.</p>
<p>Sedangkan Muqallid (orang yang melakukan taqlid; mengikuti pendapat para mujtahid) adalah orang yang belum sampai kepada derajat tersebut di atas.  Dalil bahwa orang Islam terbagi kepada dua tingkatan ini adalah hadits Nabi shallallahu &#8216;alayhi wasallam: “Allah memberikan kemuliaan kepada seseorang yang mendengar perkataanKu, kemudian ia menjaganya dan menyampaikannya sebagaimana ia mendengarnya, betapa banyak orang yang menyampaikan tapi tidak memiliki pemahaman”. (H.R. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)</p>
<p>ahli fatwa dari kalangan sahabat hanya kurang dari sepuluh, yaitu sekitar enam menurut suatu pendapat. Sebagian ulama  lain berpendapat bahwa ada sekitar dua ratus sahabat yang mencapati tingkatan Mujtahid dan ini pendapat yang lebih sahih. Jika keadaan para sahabat saja demikian adanya maka bagaimana mungkin setiap orang muslim yang bisa membaca al Qur’an dan menelaah beberapa kitab berani berkata: “Mereka (para mujtahid) adalah manusia dan kita juga manusia, tidak seharusnya kita taqlid kepada mereka”. Dengan demikian sangatlah aneh orang-orang bodoh yang berani mengatakan: “Mereka adalah manusia dan kita juga manusia&#8230;”. Mereka yang dimaksud adalah para ulama mujtahid seperti para imam yang empat (Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi&#8217;i dan Ahmad ibn Hanbal). Maka berhati-hati dan waspadalah terhadap mereka yang menganjurkan para pengikutnya untuk berijtihad, padahal mereka sendiri, juga para pengikutnya sangat jauh dari tingkatan ijtihad.</p>
<p>Coba saja berikan kitab Bukhori Muslim kepada semua kaum muslimin lalu suruh mereka memahami hukum-hukum agama dari nash-nash yang terdapat dalam kitab tersebut. Kemudian lihatlah kebodohan, kebingungan dan kekacauan yang akan terjadi!</p>
<p>Apakah setiap muslim wajib menyelidiki dalil-dalil para imam mujtahid kemudian mengambil mana yang lebih cocok dengan Al-Qur’an dan hadits? semua orang harus memiliki kemampuan ijtihad seperti yang dimiliki oleh para imam madzhab. Bahkan mereka harus memiliki kemampuan yang lebih sempurna karena orang-orang yang mampu memutuskan pendapat para imam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah sudah barang tentu lebih pandai dari semua imam itu.</p>
<p>Dan perlu anda ketahui, para Imam Mazhab yang empat, hanya berbeda dalam masalah fiqih (cabang), namun dalam masalah aqidah, keempat imam mazhab sepakat : Allah subhanahu wata&#8217;ala maha suci dari tempat dan arah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Inilah Lanjutan Debat Terbuka Sunni VS  Wahabi by alfarisi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/12/27/inilah-lanjutan-debat-terbuka-sunni-vs-wahabi/comment-page-1/#comment-32849</link>
		<dc:creator>alfarisi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 10:06:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=5406#comment-32849</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah ya admin, terima kasih atas informasinya....dengan adanya info seperti ini mudah mudahan masyarakat yang ingin menuntut ilmu yang di ridhoi Allah S.W.T akan mudah mendapatkan buku-buku yang di terbitkan oleh penerbit tersebut....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah ya admin, terima kasih atas informasinya&#8230;.dengan adanya info seperti ini mudah mudahan masyarakat yang ingin menuntut ilmu yang di ridhoi Allah S.W.T akan mudah mendapatkan buku-buku yang di terbitkan oleh penerbit tersebut&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by abda</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32848</link>
		<dc:creator>abda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 08:19:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32848</guid>
		<description><![CDATA[selama ada perbedaan metode dan prinsip dlm memahami agama maka perselisihan akan selalu ada...sbg mmuslim hrsnya hanya taat dan tunduk pada ajaran Nabi...kata Nabi kalau kalian berselisih pendapat ttg sesuatu maka kembalilah kpd Allah dan RasulNYa (Qur&#039;an dan Hadits/Sunah)..dlm perdebatan di sini mana yg lbh banyak berdasarkan anggapan, pemikiran dari pada yg berdasarkan  ayat dan hadits2 shahih...ayat dan hadits shahih terjaga/diakui kebenarannya ..sedangkan namanya pendapat dan anggapan bahkan ijtihad sekalipun tdk terlepas dari keadaan bisa benar tetapi bisa keliru...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selama ada perbedaan metode dan prinsip dlm memahami agama maka perselisihan akan selalu ada&#8230;sbg mmuslim hrsnya hanya taat dan tunduk pada ajaran Nabi&#8230;kata Nabi kalau kalian berselisih pendapat ttg sesuatu maka kembalilah kpd Allah dan RasulNYa (Qur&#8217;an dan Hadits/Sunah)..dlm perdebatan di sini mana yg lbh banyak berdasarkan anggapan, pemikiran dari pada yg berdasarkan  ayat dan hadits2 shahih&#8230;ayat dan hadits shahih terjaga/diakui kebenarannya ..sedangkan namanya pendapat dan anggapan bahkan ijtihad sekalipun tdk terlepas dari keadaan bisa benar tetapi bisa keliru&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ANDA PERLU TAHU SIAPA SALAFI WAHABI, AGAR BISA WASPADA TERHADAPNYA by no name</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/04/anda-perlu-tahu-siapa-salafi-wahabi-agar-bisa-waspada-terhadapnya/comment-page-1/#comment-32847</link>
		<dc:creator>no name</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 07:17:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8829#comment-32847</guid>
		<description><![CDATA[masjid nurul iman jalan putitunggal, bunggur, tumaritis ada satu salah satu masjid (kaum jenggot... dikit dikit ngomongnya bidah...), setiap subuh selalu kumpul2]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masjid nurul iman jalan putitunggal, bunggur, tumaritis ada satu salah satu masjid (kaum jenggot&#8230; dikit dikit ngomongnya bidah&#8230;), setiap subuh selalu kumpul2</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Eko</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32846</link>
		<dc:creator>Eko</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 06:58:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32846</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikm Ust. Agung. Sy mau bertanya, dalam sejarah kehidupan Nabi, apakah pernah Beliau memvonis seseorang dgn status ahli bidah? Kalau pernah siapakah dia dan apakah perbuatannya sehingga Nabi menggelarinya dengan ahli bidah? Mohon keterangannya. Trmksh.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikm Ust. Agung. Sy mau bertanya, dalam sejarah kehidupan Nabi, apakah pernah Beliau memvonis seseorang dgn status ahli bidah? Kalau pernah siapakah dia dan apakah perbuatannya sehingga Nabi menggelarinya dengan ahli bidah? Mohon keterangannya. Trmksh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Eko</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32845</link>
		<dc:creator>Eko</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 06:28:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32845</guid>
		<description><![CDATA[@M Husaini,itulah kebiasaan yg sangat buruk dari saudara kita wahabi. Mereka sering kali menyamakan perbuatan orang islam (di luar wahabi) dengan orang kafir.Ayat yg ditujukan untuk orang kafir digunakan untuk melecehkan saudara seagamanya. Bagi orang yg berakal sehat,ini adalah pengkafiran secara halus.  

Namun celakanya mereka  tidak sadar (dan tak mau mengaku) bahwa mereka telah mengkafirkan saudaranya yg notabene berTuhankan Allah SWT. Mereka mengira dengan menyamakan saudaranya dengan orang kafir,mereka telah menyampaikan dakwah Tauhid. Padahal ??!! mereka masuk dalam perangkap jamaah takfir.

Ulama mereka selalu mempromosikan slogan &quot;Al islaamu huwasunnah wassunnatu hiyal islam&quot; yg  artinya &quot;Islam adalah sunnah dan sunnah adalah islam&quot;. Di sisi lain mereka juga rajin mempromosikan kalimat &quot; Lawan sunnah adalah bidah dan lawan bidah adalah sunnah&quot;. Karena bidah adalah lawan sunnah maka konklusinya bidah adalah lawan islam. Dan lawan islam adalah orang kafir. Ini artinya jika orang divonis sbg ahli bidah maka otomatis dia divonis sebagai orang kafir. Sungguh pengkafiran yang sangat halus yang diperagakan oleh saudara kita para wahabiyun. 

Semoga saja pengkafiran secara halus (yg dilakukan wahabi) ini tidak berkonsekuensi pada penghalalan darah sesama muslim. Maka benarlah kata KH Said Aqil Siraj bahwa tinggal selangkah lagi, para wahabi akan bermetamorfosis menjadi Gerombolan Teroris.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@M Husaini,itulah kebiasaan yg sangat buruk dari saudara kita wahabi. Mereka sering kali menyamakan perbuatan orang islam (di luar wahabi) dengan orang kafir.Ayat yg ditujukan untuk orang kafir digunakan untuk melecehkan saudara seagamanya. Bagi orang yg berakal sehat,ini adalah pengkafiran secara halus.  </p>
<p>Namun celakanya mereka  tidak sadar (dan tak mau mengaku) bahwa mereka telah mengkafirkan saudaranya yg notabene berTuhankan Allah SWT. Mereka mengira dengan menyamakan saudaranya dengan orang kafir,mereka telah menyampaikan dakwah Tauhid. Padahal ??!! mereka masuk dalam perangkap jamaah takfir.</p>
<p>Ulama mereka selalu mempromosikan slogan &#8220;Al islaamu huwasunnah wassunnatu hiyal islam&#8221; yg  artinya &#8220;Islam adalah sunnah dan sunnah adalah islam&#8221;. Di sisi lain mereka juga rajin mempromosikan kalimat &#8221; Lawan sunnah adalah bidah dan lawan bidah adalah sunnah&#8221;. Karena bidah adalah lawan sunnah maka konklusinya bidah adalah lawan islam. Dan lawan islam adalah orang kafir. Ini artinya jika orang divonis sbg ahli bidah maka otomatis dia divonis sebagai orang kafir. Sungguh pengkafiran yang sangat halus yang diperagakan oleh saudara kita para wahabiyun. </p>
<p>Semoga saja pengkafiran secara halus (yg dilakukan wahabi) ini tidak berkonsekuensi pada penghalalan darah sesama muslim. Maka benarlah kata KH Said Aqil Siraj bahwa tinggal selangkah lagi, para wahabi akan bermetamorfosis menjadi Gerombolan Teroris.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32844</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 06:18:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32844</guid>
		<description><![CDATA[@Pencari kebenaran : &quot;maaf mbak sy menanyakan tentang walimatul hamil,apakah jg termasuk sunnah?&quot;

pertama, Nabi Muhammad shallallahu &#039;alaihi wasallam memperbolehkan kita merintis perkara perkara baru, asalkan tidak bertentangan dengan kaidah kaidah umum syari&#039;at islam. kedua, walimatul hamil tak lebih dari sebuah ijtihad ulama. apakah didalam acara tersebut terdapat kemungkaran?


@Pencarai kebenaran : &quot;maaf mbak pertanyaan yg saya ajukan bukan masalah ringan,krn sy melihat di masyarakat sekitar bahkan sampai menganggap hal itu wajib yg mesti dilakukan kalo tidak biasanya di omong islamnya beda,islamnya g bener seperti itu mbak.Apakah hal itu tdk menyangkut aqidah seseorang?&quot;.

di tempat kami, tidak ada yang namanya walimatul hamil, tp ada walimatul safar, jd menurut saya hal tersebut hanyalah sebuah adat. bila adat tersebut tidak bertentangan dengan kaidah kaidah umum syari&#039;at islam, maka, cara terbaik adalah anda mengikutinya sehingga tidak terjadi fitnah pada diri kita. walimatul hamil itu bukan berkaitan dengan aqidah, hal tersebut merupakan masalah cabang (furu&#039;). pembagian tauhid menjadi tiga, itulah masalah aqidah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Pencari kebenaran : &#8220;maaf mbak sy menanyakan tentang walimatul hamil,apakah jg termasuk sunnah?&#8221;</p>
<p>pertama, Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam memperbolehkan kita merintis perkara perkara baru, asalkan tidak bertentangan dengan kaidah kaidah umum syari&#8217;at islam. kedua, walimatul hamil tak lebih dari sebuah ijtihad ulama. apakah didalam acara tersebut terdapat kemungkaran?</p>
<p>@Pencarai kebenaran : &#8220;maaf mbak pertanyaan yg saya ajukan bukan masalah ringan,krn sy melihat di masyarakat sekitar bahkan sampai menganggap hal itu wajib yg mesti dilakukan kalo tidak biasanya di omong islamnya beda,islamnya g bener seperti itu mbak.Apakah hal itu tdk menyangkut aqidah seseorang?&#8221;.</p>
<p>di tempat kami, tidak ada yang namanya walimatul hamil, tp ada walimatul safar, jd menurut saya hal tersebut hanyalah sebuah adat. bila adat tersebut tidak bertentangan dengan kaidah kaidah umum syari&#8217;at islam, maka, cara terbaik adalah anda mengikutinya sehingga tidak terjadi fitnah pada diri kita. walimatul hamil itu bukan berkaitan dengan aqidah, hal tersebut merupakan masalah cabang (furu&#8217;). pembagian tauhid menjadi tiga, itulah masalah aqidah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32843</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 05:51:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32843</guid>
		<description><![CDATA[@Pencari Kebenaran

Sabda Rasulullah saw :
“Barangsiapa yang ditindas oleh penguasanya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yang keluar dari perintah sultan (penguasa) sejengkal saja maka ia mati dalam kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

Sabda Rasulullah saw :“Barangsiapa yang melihat hal pada penguasanya sesuatu yang tidak disukainya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yang keluar dari jamaah sejengkal saja, lalu ia wafat maka ia wafat dengan kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

berkata zubair bin Adiy ra : kami mendatangi Anas bin Malik mengadukan kekejian Hajjaj dan kejahatannya pada kami, maka berkata Anas ra : “Bersabarlah kalian, karena tiadalah datang masa kecuali yang sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian akan menemui Tuhan kalian, kudengar ini dari Nabi kalian (Muhammad saw)” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)

Sabda Rasulullah saw : “dengar dan patuhlah bagi seorang muslim selama ia tak diperintah berbuat maksiat, bila ia diperintah berbuat maksiat maka tak perlu dengar dan patuh” (Shahih Bukhari Bab Ahkam)

Kesimpulannya adalah Rasulullah saw dan kesemua para Imam dan Muhaddits ahlussunnah waljamaah tidak satupun menyerukan pemberontakan dan kudeta, selama pemimpin mereka muslim maka jika diperintah maksiat mereka tidak perlu taat, bila diperintah selain dosa maka mereka taati.

Sebagaimana dimasa merekapun terdapat kepemimpinan yg dhalim, walau berkedok dengan nama “KHALIFAH” namun mereka dhalim, diantaranya Hajjaj yang sering membantai dan menyiksa rakyatnya, namun ketika mereka mengadukan pada Anas ra, maka mereka diperintahkan bersabar, bukan diperintahkan merebut Khilafah dengan alasan khalifah itu dhalim.

Negeri kita ini muslim, pemimpinnya muslim, menteri – menterinya mayoritas muslimin, mayoritas masyarakatnya muslimin, maka apalagi yang mesti ditegakkan?, ini adalah khilafah islamiyah (kepemimpinan islam), adakah presiden kita melarang shalat?, adakah pemimpin kita melarang puasa ramadhan? Mengenai kesalahan kesalahan lainnya selama ia seorang muslim maka kita diperintah oleh Rasul saw untuk bersabar.

Ringkasnya saudaraku, berteriak - teriak meneriakkan khilafah islamiyah adalah perbuatan terburu - buru, berdakwahlah pada muslimin sedikit demi sedikit hingga dalam bertetangga, di tempat kerja, di masyarakat, maka pelahan akan muncul Ketua RT yang mencintai syariah dan sunnah. Maka berlanjut dengan Ketua RW yang terpilih adalah Ketua RW yang mencintai syariah dan sunnah, Ketua RW yang mendukung majelis taklim dan melarang panggung maksiat, Ketua RW yang tak mau menandatangani pembangunan diskotek dan gereja, dan bila dakwah di masyarakat makin meluas akan sampai terpilihlah lurah yang demikian pula, lalu meningkat ke Bupati dan seterusnya. Ini akan tercapai dengan pelahan lahan tetapi pasti, dan negara akan ikut apa keinginan mayoritas rakyatnya, demikian pula televisi, radio, majalah, dan kesemuanya, tak ada diskotek bila tak ada pengunjungnya, tak ada miras dan narkoba bila tak ada yang membelinya, tak ada blue film bila tak ada yang mau menontonnya, ini semua akan sangat mudah.

Karena khilafah islamiyah dengan Syariah Islam bila ditegakkan sekarang maka yang akan menolaknya adalah muslimin sendiri, mereka tak mau kehilangan diskoteknya, mereka tak mau kehilangan mirasnya, mereka tak mau menutup auratnya, nah.., maka bagi yang berkeinginan menegakkan Khilafah Islamiyah agar meratakan shaf dan terjun berdakwah mengenalkan sunnah dan Nabi Muhammad Saw sebagai idola muslimin. Bukan berteriak - teriak khilafah islamiyah lalu menuding muslimin lainnya sesat karena menolak khilafah dari golongan mereka, lalu saling bunuh antara muslimin demi kepemimpinan dari fihak mereka.

Sungguh metode Nabi saw ini sangat strategis dengan strategi keamanan yang sempurna, Rasul saw mengetahui akan banyak penguasa muslim yang dholim, namun Rasul saw memerintahkan kita bersabar atas mereka, kenapa?, karena jika muslimin berontak maka mereka akan dibantai penguasa yang dholim itu, maka orang - orang baik dan ulama akan jadi sasarannya, padahal orang - orang baik, orang shalih, dan ulama sangat diharapkan menyiapkan generasi baru yang baik untuk kelak menggantikan penguasa dholim itu, namun hal itu menjadi sulit dan mustahil jika ulama, shalihin dan orang baik memerangi penguasa, maka mereka dibantai dan masyarakat semakin kehilangan ulama, dan itu memperburuk keadaan. Dan keadaan ini akan membuat terbahak - bahaknya musuh - musuh Islam, mereka tak perlu menyerang muslimin, karena muslimin sudah saling bantai antara ulama dan penguasanya, dan Islam akan semakin bobrok dan hancur, sungguh sempurna strategi Sang Nabi saw, bersabar demi pembenahan dan regenerasi.

_____Di kutip dari buku : Kenalilah akidahmu 2 karya Habib Munzir Al Musawa_______]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Pencari Kebenaran</p>
<p>Sabda Rasulullah saw :<br />
“Barangsiapa yang ditindas oleh penguasanya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yang keluar dari perintah sultan (penguasa) sejengkal saja maka ia mati dalam kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)</p>
<p>Sabda Rasulullah saw :“Barangsiapa yang melihat hal pada penguasanya sesuatu yang tidak disukainya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yang keluar dari jamaah sejengkal saja, lalu ia wafat maka ia wafat dengan kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)</p>
<p>berkata zubair bin Adiy ra : kami mendatangi Anas bin Malik mengadukan kekejian Hajjaj dan kejahatannya pada kami, maka berkata Anas ra : “Bersabarlah kalian, karena tiadalah datang masa kecuali yang sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian akan menemui Tuhan kalian, kudengar ini dari Nabi kalian (Muhammad saw)” (Shahih Bukhari Bab Fitnah)</p>
<p>Sabda Rasulullah saw : “dengar dan patuhlah bagi seorang muslim selama ia tak diperintah berbuat maksiat, bila ia diperintah berbuat maksiat maka tak perlu dengar dan patuh” (Shahih Bukhari Bab Ahkam)</p>
<p>Kesimpulannya adalah Rasulullah saw dan kesemua para Imam dan Muhaddits ahlussunnah waljamaah tidak satupun menyerukan pemberontakan dan kudeta, selama pemimpin mereka muslim maka jika diperintah maksiat mereka tidak perlu taat, bila diperintah selain dosa maka mereka taati.</p>
<p>Sebagaimana dimasa merekapun terdapat kepemimpinan yg dhalim, walau berkedok dengan nama “KHALIFAH” namun mereka dhalim, diantaranya Hajjaj yang sering membantai dan menyiksa rakyatnya, namun ketika mereka mengadukan pada Anas ra, maka mereka diperintahkan bersabar, bukan diperintahkan merebut Khilafah dengan alasan khalifah itu dhalim.</p>
<p>Negeri kita ini muslim, pemimpinnya muslim, menteri – menterinya mayoritas muslimin, mayoritas masyarakatnya muslimin, maka apalagi yang mesti ditegakkan?, ini adalah khilafah islamiyah (kepemimpinan islam), adakah presiden kita melarang shalat?, adakah pemimpin kita melarang puasa ramadhan? Mengenai kesalahan kesalahan lainnya selama ia seorang muslim maka kita diperintah oleh Rasul saw untuk bersabar.</p>
<p>Ringkasnya saudaraku, berteriak &#8211; teriak meneriakkan khilafah islamiyah adalah perbuatan terburu &#8211; buru, berdakwahlah pada muslimin sedikit demi sedikit hingga dalam bertetangga, di tempat kerja, di masyarakat, maka pelahan akan muncul Ketua RT yang mencintai syariah dan sunnah. Maka berlanjut dengan Ketua RW yang terpilih adalah Ketua RW yang mencintai syariah dan sunnah, Ketua RW yang mendukung majelis taklim dan melarang panggung maksiat, Ketua RW yang tak mau menandatangani pembangunan diskotek dan gereja, dan bila dakwah di masyarakat makin meluas akan sampai terpilihlah lurah yang demikian pula, lalu meningkat ke Bupati dan seterusnya. Ini akan tercapai dengan pelahan lahan tetapi pasti, dan negara akan ikut apa keinginan mayoritas rakyatnya, demikian pula televisi, radio, majalah, dan kesemuanya, tak ada diskotek bila tak ada pengunjungnya, tak ada miras dan narkoba bila tak ada yang membelinya, tak ada blue film bila tak ada yang mau menontonnya, ini semua akan sangat mudah.</p>
<p>Karena khilafah islamiyah dengan Syariah Islam bila ditegakkan sekarang maka yang akan menolaknya adalah muslimin sendiri, mereka tak mau kehilangan diskoteknya, mereka tak mau kehilangan mirasnya, mereka tak mau menutup auratnya, nah.., maka bagi yang berkeinginan menegakkan Khilafah Islamiyah agar meratakan shaf dan terjun berdakwah mengenalkan sunnah dan Nabi Muhammad Saw sebagai idola muslimin. Bukan berteriak &#8211; teriak khilafah islamiyah lalu menuding muslimin lainnya sesat karena menolak khilafah dari golongan mereka, lalu saling bunuh antara muslimin demi kepemimpinan dari fihak mereka.</p>
<p>Sungguh metode Nabi saw ini sangat strategis dengan strategi keamanan yang sempurna, Rasul saw mengetahui akan banyak penguasa muslim yang dholim, namun Rasul saw memerintahkan kita bersabar atas mereka, kenapa?, karena jika muslimin berontak maka mereka akan dibantai penguasa yang dholim itu, maka orang &#8211; orang baik dan ulama akan jadi sasarannya, padahal orang &#8211; orang baik, orang shalih, dan ulama sangat diharapkan menyiapkan generasi baru yang baik untuk kelak menggantikan penguasa dholim itu, namun hal itu menjadi sulit dan mustahil jika ulama, shalihin dan orang baik memerangi penguasa, maka mereka dibantai dan masyarakat semakin kehilangan ulama, dan itu memperburuk keadaan. Dan keadaan ini akan membuat terbahak &#8211; bahaknya musuh &#8211; musuh Islam, mereka tak perlu menyerang muslimin, karena muslimin sudah saling bantai antara ulama dan penguasanya, dan Islam akan semakin bobrok dan hancur, sungguh sempurna strategi Sang Nabi saw, bersabar demi pembenahan dan regenerasi.</p>
<p>_____Di kutip dari buku : Kenalilah akidahmu 2 karya Habib Munzir Al Musawa_______</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by M.Husaini</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32842</link>
		<dc:creator>M.Husaini</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 04:38:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32842</guid>
		<description><![CDATA[pencari kebenaran says:	
March 29, 2013 at 7:16 am	
maaf mbak sy menanyakan tentang walimatul hamil,apakah jg termasuk sunnah?

pencari kebenaran says:	
March 30, 2013 at 7:42 am	
maaf mbak pertanyaan yg saya ajukan bukan masalah ringan,krn sy melihat di masyarakat sekitar bahkan sampai menganggap hal itu wajib yg mesti dilakukan kalo tidak biasanya di omong islamnya beda,islamnya g bener seperti itu mbak.Apakah hal itu tdk menyangkut aqidah seseorang?

ingat mbak di sebuah ayat alloh berfirman tentang orang yg paling merugi perbuatannya di dunia ini sedang dia telah merasa berbuat yg sebaik2nya.silahkan mbak lihat di Qs.al Kahfi:103-105
================================================================================================================
Pertanyaan untuk @pencari kebenaran berdasarkan 2 komentar anda diatas :
1) Apa hubungannya antara walimatul hamil dengan QS.Al-Kahfi : 103-105 ?
2) Apakah anda tahu QS.Al-Kahfi : 103-105 itu ditujukan khusus utk orang kafir yang sebesar apapun mereka berbuat kebaikan maka pahalanya hilang bagaikan debu ditiup angin ?

Tobat..tobat...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pencari kebenaran says:<br />
March 29, 2013 at 7:16 am<br />
maaf mbak sy menanyakan tentang walimatul hamil,apakah jg termasuk sunnah?</p>
<p>pencari kebenaran says:<br />
March 30, 2013 at 7:42 am<br />
maaf mbak pertanyaan yg saya ajukan bukan masalah ringan,krn sy melihat di masyarakat sekitar bahkan sampai menganggap hal itu wajib yg mesti dilakukan kalo tidak biasanya di omong islamnya beda,islamnya g bener seperti itu mbak.Apakah hal itu tdk menyangkut aqidah seseorang?</p>
<p>ingat mbak di sebuah ayat alloh berfirman tentang orang yg paling merugi perbuatannya di dunia ini sedang dia telah merasa berbuat yg sebaik2nya.silahkan mbak lihat di Qs.al Kahfi:103-105<br />
================================================================================================================<br />
Pertanyaan untuk @pencari kebenaran berdasarkan 2 komentar anda diatas :<br />
1) Apa hubungannya antara walimatul hamil dengan QS.Al-Kahfi : 103-105 ?<br />
2) Apakah anda tahu QS.Al-Kahfi : 103-105 itu ditujukan khusus utk orang kafir yang sebesar apapun mereka berbuat kebaikan maka pahalanya hilang bagaikan debu ditiup angin ?</p>
<p>Tobat..tobat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32836</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 20:03:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32836</guid>
		<description><![CDATA[INI Tauhidmu PK@...

Ciri Ciri Wahabi

AQIDAH
--------------
1. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:
(a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.
(b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama? Islam khasnya ulama? empat Imam madzhab.
(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:

Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila
Merterjemahkan yad sebagai tangan
Menterjemahkan wajh sebagai muka
Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya)
Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk
Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat
Menterjemah saq sebagai betis
Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll
Menyatakan bahawa Allah SWT mempunyai “surah” atau rupa
Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat

2. Memahami ayat-ayat mutashabihat secara zhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar
3. Menolak asy-Sya’irah dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti mayoritas umat islam
4. Sering mengkrititik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.
5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.
6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkanfalsafah Yunani dan Greek.
7. Berselindung di sebalik mazhab Salaf.
8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-
Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.
9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah. Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu Hasan Al-Asy’ari.
10. Menolak ta’wil dalam bab Mutashabihat.

11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.
12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam [membaca maulid dll] membawa kepada perbuatan syirik.
13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan
dalih menghindari syirik.
14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.
15. Menolak tawassul, tabarruk dan istighathah dengan para anbiya’ serta sholihin.
16. Mengganggap tawassul, tabarruk dan istighathah sebagai cabang-cabang syirik.
17. Memandang remeh karamah para wali [auliya’].
18. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.
19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>INI Tauhidmu PK@&#8230;</p>
<p>Ciri Ciri Wahabi</p>
<p>AQIDAH<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
1. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:<br />
(a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.<br />
(b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama? Islam khasnya ulama? empat Imam madzhab.<br />
(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:</p>
<p>Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila<br />
Merterjemahkan yad sebagai tangan<br />
Menterjemahkan wajh sebagai muka<br />
Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya)<br />
Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk<br />
Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat<br />
Menterjemah saq sebagai betis<br />
Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll<br />
Menyatakan bahawa Allah SWT mempunyai “surah” atau rupa<br />
Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat</p>
<p>2. Memahami ayat-ayat mutashabihat secara zhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar<br />
3. Menolak asy-Sya’irah dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti mayoritas umat islam<br />
4. Sering mengkrititik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.<br />
5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.<br />
6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkanfalsafah Yunani dan Greek.<br />
7. Berselindung di sebalik mazhab Salaf.<br />
8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-<br />
Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.<br />
9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah. Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu Hasan Al-Asy’ari.<br />
10. Menolak ta’wil dalam bab Mutashabihat.</p>
<p>11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.<br />
12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam [membaca maulid dll] membawa kepada perbuatan syirik.<br />
13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan<br />
dalih menghindari syirik.<br />
14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.<br />
15. Menolak tawassul, tabarruk dan istighathah dengan para anbiya’ serta sholihin.<br />
16. Mengganggap tawassul, tabarruk dan istighathah sebagai cabang-cabang syirik.<br />
17. Memandang remeh karamah para wali [auliya’].<br />
18. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.<br />
19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32835</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 19:52:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32835</guid>
		<description><![CDATA[Teruskan Maulid Nabi...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Teruskan Maulid Nabi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Suriah Maret 2013: Adu Mesin Perang Hancurkan Kota-kota di Suriah by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/14/suriah-maret-2013-adu-mesin-perang-hancurkan-kota-kota-di-suriah/comment-page-1/#comment-32834</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 17:56:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9040#comment-32834</guid>
		<description><![CDATA[....syi’ah di Sampang merupakan muhibin-muhibin sejati.. &quot; apa Muhibbin (Taqiah kali...) Syi&#039;ah Wahabi Khowarij dan konco2nya sami mawon.
Sama tapi tak serupa... Ustad2 dan kitab2nya tidak jelas dan sama kejamnya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;.syi’ah di Sampang merupakan muhibin-muhibin sejati.. &#8221; apa Muhibbin (Taqiah kali&#8230;) Syi&#8217;ah Wahabi Khowarij dan konco2nya sami mawon.<br />
Sama tapi tak serupa&#8230; Ustad2 dan kitab2nya tidak jelas dan sama kejamnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by mas. arif</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32831</link>
		<dc:creator>mas. arif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 03:38:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32831</guid>
		<description><![CDATA[wahabi oh wahabi seperti YAHUDI di beri kepintaran oleh Allah SWT semakin pintar tetapi semakin jauh dari Allah dan mayoritas kaum muslimin di dunia. sadarlah bahwa islam yang benar  itu yang paling banyak pengikutnya di dunia walaupun ada perbedaan diantara mereka itu hanya pada masalah furu&#039; bukan pada masalah aqidah(pokok) dan mereka tidak saling mengkafirkan antar sesamnya. Nabi kasih bocoran siapakah mereka yaitu yang fahamnya sama dengan Ahlul baits/keturunan nabi SAW. PERHATIKAN WAHAI PARA WAHABIYUN ADAKAH HABIB YANG WAHABI DI DUNIA INI TIDAK ADA!!! KALAU ANDA RAGU SILAHKAN JUMLAH UMAT ISLAM YANG PALING BANYAK PENGIKUTNYA GOLONGAN SIAPAKAH????? WAHABIKAH??????/ kalkulator saya sedang rusak. trims]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wahabi oh wahabi seperti YAHUDI di beri kepintaran oleh Allah SWT semakin pintar tetapi semakin jauh dari Allah dan mayoritas kaum muslimin di dunia. sadarlah bahwa islam yang benar  itu yang paling banyak pengikutnya di dunia walaupun ada perbedaan diantara mereka itu hanya pada masalah furu&#8217; bukan pada masalah aqidah(pokok) dan mereka tidak saling mengkafirkan antar sesamnya. Nabi kasih bocoran siapakah mereka yaitu yang fahamnya sama dengan Ahlul baits/keturunan nabi SAW. PERHATIKAN WAHAI PARA WAHABIYUN ADAKAH HABIB YANG WAHABI DI DUNIA INI TIDAK ADA!!! KALAU ANDA RAGU SILAHKAN JUMLAH UMAT ISLAM YANG PALING BANYAK PENGIKUTNYA GOLONGAN SIAPAKAH????? WAHABIKAH??????/ kalkulator saya sedang rusak. trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by adi.lc</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32824</link>
		<dc:creator>adi.lc</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 00:43:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32824</guid>
		<description><![CDATA[bagian musik yang mana yang haram?
Ritme? kalo ritme haram, semua yang beritme juga haram dong.. sholat kok kudu 5 waktu, semaunya ja.. gak pake ritme
Bunyi? berarti nek kentut juga ditahan gimana supaya gak bunyi biar gak jadi haram.. yo piye carane gak bunyi..
Nada? nek nada haram berarti adzan yang di lagukan itu juga haram, nek bicara juga gk boleh naik turun intonasinya.. 

piye ki, jadi bingung sendiri sayanya semuanya haram..

dari suatu kajian..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagian musik yang mana yang haram?<br />
Ritme? kalo ritme haram, semua yang beritme juga haram dong.. sholat kok kudu 5 waktu, semaunya ja.. gak pake ritme<br />
Bunyi? berarti nek kentut juga ditahan gimana supaya gak bunyi biar gak jadi haram.. yo piye carane gak bunyi..<br />
Nada? nek nada haram berarti adzan yang di lagukan itu juga haram, nek bicara juga gk boleh naik turun intonasinya.. </p>
<p>piye ki, jadi bingung sendiri sayanya semuanya haram..</p>
<p>dari suatu kajian..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by adi.lc</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32823</link>
		<dc:creator>adi.lc</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 00:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32823</guid>
		<description><![CDATA[bagian musik yang mana yang haram?
Ritme? kalo ritme haram, semua yang beritme juga haram dong.. sholat kok kudu 5 waktu, semaunya ja.. gak pake ritme
Bunyi? berarti nek kentut juga ditahan gimana supaya gak bunyi biar gak jadi haram.. yo piye carane gak bunyi..
Nada? nek nada haram berarti adzan yang di lagukan itu juga haram, nek bicara juga gk boleh naik turun intonasinya.. 

piye ki, jadi bingung sendiri sayanya semuanya haram..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagian musik yang mana yang haram?<br />
Ritme? kalo ritme haram, semua yang beritme juga haram dong.. sholat kok kudu 5 waktu, semaunya ja.. gak pake ritme<br />
Bunyi? berarti nek kentut juga ditahan gimana supaya gak bunyi biar gak jadi haram.. yo piye carane gak bunyi..<br />
Nada? nek nada haram berarti adzan yang di lagukan itu juga haram, nek bicara juga gk boleh naik turun intonasinya.. </p>
<p>piye ki, jadi bingung sendiri sayanya semuanya haram..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32819</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 16:25:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32819</guid>
		<description><![CDATA[Namanya harus di ganti AbuBudi, AbuWisnu, AbuBambang pkoknya Abu...lah,
Bisa bisa nanti namanya AbuJahal, AbuLahab, AbuDajjal. Namanya si Sok... tapi mentalnya....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya harus di ganti AbuBudi, AbuWisnu, AbuBambang pkoknya Abu&#8230;lah,<br />
Bisa bisa nanti namanya AbuJahal, AbuLahab, AbuDajjal. Namanya si Sok&#8230; tapi mentalnya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Asli Sunni</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32818</link>
		<dc:creator>Asli Sunni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 16:09:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32818</guid>
		<description><![CDATA[Ini lah cara SHALAT Wahabi yg katanya BENER sendiri.

1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam?, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar
2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.
3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.
4. Tidak membaca “Basmalah? secara jahar.
5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.
6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.
7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid?ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).
8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.
9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.
10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.
11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu
sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya
12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.
13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.
14. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.
15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.
16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.
17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.
18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.
19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at
20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini lah cara SHALAT Wahabi yg katanya BENER sendiri.</p>
<p>1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam?, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar<br />
2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.<br />
3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.<br />
4. Tidak membaca “Basmalah? secara jahar.<br />
5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.<br />
6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.<br />
7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid?ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).<br />
8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.<br />
9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.<br />
10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.<br />
11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu<br />
sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya<br />
12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.<br />
13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.<br />
14. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.<br />
15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.<br />
16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.<br />
17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.<br />
18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.<br />
19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at<br />
20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32817</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 14:56:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32817</guid>
		<description><![CDATA[begitulah mas Agung.. mereka itu g paham sama kalamnya makhluq yang masih satu rumpun tapi sudah berani memaknai Al Qur-an dan Al Hadist... jadi teringat sama yang paling cantik di bolg ini.. hehehe
jeng UMUHASANAH mana komentarmu yang berbobot..?? tak tunggu lo.. kasian tu mas Agung nunggu jawabanmu 

kebiasaan umuhasanah cs
1. NGEYEL GAK BERBATAS
2. bisanya cuma NGEYEL
3. kalau gak NGEYEL ya GAK NYAMBUNG
4. kalau gak NGEYEL gak afdol
5. bahkan kata &quot;NGEYEL&quot; diartikan tangguh
6. NGEYEL IS THE BEST

afwan semuanya..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>begitulah mas Agung.. mereka itu g paham sama kalamnya makhluq yang masih satu rumpun tapi sudah berani memaknai Al Qur-an dan Al Hadist&#8230; jadi teringat sama yang paling cantik di bolg ini.. hehehe<br />
jeng UMUHASANAH mana komentarmu yang berbobot..?? tak tunggu lo.. kasian tu mas Agung nunggu jawabanmu </p>
<p>kebiasaan umuhasanah cs<br />
1. NGEYEL GAK BERBATAS<br />
2. bisanya cuma NGEYEL<br />
3. kalau gak NGEYEL ya GAK NYAMBUNG<br />
4. kalau gak NGEYEL gak afdol<br />
5. bahkan kata &#8220;NGEYEL&#8221; diartikan tangguh<br />
6. NGEYEL IS THE BEST</p>
<p>afwan semuanya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32816</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 14:30:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32816</guid>
		<description><![CDATA[radio RASIL 720 AM juga gak ada jrang jreng jrong seperti kata ummu has.... di Radio RASIL 720 AM yang sering diputar lagu &quot; Panggilan Jihad &quot;.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>radio RASIL 720 AM juga gak ada jrang jreng jrong seperti kata ummu has&#8230;. di Radio RASIL 720 AM yang sering diputar lagu &#8221; Panggilan Jihad &#8220;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32814</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 13:45:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32814</guid>
		<description><![CDATA[@Abu Dzikri

kalimat : &quot;bisa dibilang hampir 24 jam dikurangi tidur saya dengerin Radio Roja&quot;. menurut saya, kalimat tersebut dalam pengertian saudari Hilmalia dulunya penggemar berat radio rodja, rajin mengikuti pengajian di radio rodja. kalimat tersebut bukan dalam makna dzahirnya, karena secara logika tidak mungkin. rata-rata manusia tidur 8 jam, jd mana mungkin saudari hilmalia mendengarkan radio rodja 16 jam non stop. kalimat &quot;hampir 24 jam&quot; tak lebih dari majas hiperbola.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Abu Dzikri</p>
<p>kalimat : &#8220;bisa dibilang hampir 24 jam dikurangi tidur saya dengerin Radio Roja&#8221;. menurut saya, kalimat tersebut dalam pengertian saudari Hilmalia dulunya penggemar berat radio rodja, rajin mengikuti pengajian di radio rodja. kalimat tersebut bukan dalam makna dzahirnya, karena secara logika tidak mungkin. rata-rata manusia tidur 8 jam, jd mana mungkin saudari hilmalia mendengarkan radio rodja 16 jam non stop. kalimat &#8220;hampir 24 jam&#8221; tak lebih dari majas hiperbola.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32813</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 13:39:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32813</guid>
		<description><![CDATA[@ummu Hasanah

apakah setiap musik itu jelas haram?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu Hasanah</p>
<p>apakah setiap musik itu jelas haram?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by kang adie</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32812</link>
		<dc:creator>kang adie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 13:08:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32812</guid>
		<description><![CDATA[@pk : syariat islam itu bukan harus tertera ada &quot;ayat quran dan hadis nabi&quot; tp esensinya, anda jgn memakan mentah2 ayat &quot;wa man lam yahkum bimaa anzalallohu faulaaika humul kafiruun&quot;, lima butir pancasila kita sangat sesuai dengan syariat islam, kalo negara kita msh amburadul bukan ajarannya yg ga bener tp yg menjalankannya tidak amanah : coba kita bedah lima butir pancasila :

a. Ketuhanan YME = &quot;qul huwa allohu ahad&quot;
b. Kemanusiaan yg adil dan beradab = &quot;wa laqod karromnaa banii aadama...&quot;
c. Persatuan Indonesia = &quot;wa&#039;tashimuu bihablillahi jamiian walaa tafarroquu&quot;
d. Permusyawataran dan perwakilan = &quot;wa syaawir hum fil amri...&quot;
e. Keadilan Sosial = &quot;araita alladzi yukaddzibu biddin, fadzaalikalladzii yadu&#039;ul yatim walaa yahudldlu alaa thoaamil miskin...&quot;

dari paparan diatas ada tidak yang bertentangan dg syariat islam??
saya juga masih belajar, smga ustazd di ummati masih mau berbagi ilmu yang beramanfaat, amin!   
utk sayyid ramdhan, allohummagfirlahu wa&#039;aafihi wa&#039;fuanhu, waj&#039;al jannata matswaahu, aminn]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@pk : syariat islam itu bukan harus tertera ada &#8220;ayat quran dan hadis nabi&#8221; tp esensinya, anda jgn memakan mentah2 ayat &#8220;wa man lam yahkum bimaa anzalallohu faulaaika humul kafiruun&#8221;, lima butir pancasila kita sangat sesuai dengan syariat islam, kalo negara kita msh amburadul bukan ajarannya yg ga bener tp yg menjalankannya tidak amanah : coba kita bedah lima butir pancasila :</p>
<p>a. Ketuhanan YME = &#8220;qul huwa allohu ahad&#8221;<br />
b. Kemanusiaan yg adil dan beradab = &#8220;wa laqod karromnaa banii aadama&#8230;&#8221;<br />
c. Persatuan Indonesia = &#8220;wa&#8217;tashimuu bihablillahi jamiian walaa tafarroquu&#8221;<br />
d. Permusyawataran dan perwakilan = &#8220;wa syaawir hum fil amri&#8230;&#8221;<br />
e. Keadilan Sosial = &#8220;araita alladzi yukaddzibu biddin, fadzaalikalladzii yadu&#8217;ul yatim walaa yahudldlu alaa thoaamil miskin&#8230;&#8221;</p>
<p>dari paparan diatas ada tidak yang bertentangan dg syariat islam??<br />
saya juga masih belajar, smga ustazd di ummati masih mau berbagi ilmu yang beramanfaat, amin!<br />
utk sayyid ramdhan, allohummagfirlahu wa&#8217;aafihi wa&#8217;fuanhu, waj&#8217;al jannata matswaahu, aminn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32810</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 12:35:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32810</guid>
		<description><![CDATA[Bung Abu Dzikri, yg jelas sih, bukannya terlepas dari &quot;kedunguan&quot; tp dia udah enggak kuat ama bujukan syetan utk menuruti hawa nafsunya. Di Rodja khan enggak ada jrang jreng jrong seperti di radio sebelahnya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Abu Dzikri, yg jelas sih, bukannya terlepas dari &#8220;kedunguan&#8221; tp dia udah enggak kuat ama bujukan syetan utk menuruti hawa nafsunya. Di Rodja khan enggak ada jrang jreng jrong seperti di radio sebelahnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by mansyur</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32803</link>
		<dc:creator>mansyur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 09:02:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32803</guid>
		<description><![CDATA[sebuah alasan penghancuran situs situs sejarah Islam di makah dan Madinah  http://sunninews.wordpress.com/2008/04/14/wahabisaudi-goverment-destroying-islamic-heritage/ …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah alasan penghancuran situs situs sejarah Islam di makah dan Madinah  <a href="http://sunninews.wordpress.com/2008/04/14/wahabisaudi-goverment-destroying-islamic-heritage/" rel="nofollow">http://sunninews.wordpress.com/2008/04/14/wahabisaudi-goverment-destroying-islamic-heritage/</a> …</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32802</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 07:35:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32802</guid>
		<description><![CDATA[@Ackhmad

Salah satu maksiat badan adalah memanjangkan pakaian (sarung ataupun yang lainnya) yakni menurunkannya hingga ke bawah mata kaki dengan tujuan berbangga dan menyombongkan diri (al Fakhr). Hukum dari perbuatan ini adalah dosa besar kalau memang tujuannya adalah untuk menyombongkan diri, jika tidak dengan tujuan tersebut maka hukumnya adalah makruh. Jadi cara yang dianjurkan oleh syara&#039; adalah memendekkan sarung atau semacamnya sampai di bagian tengah betis.

Hukum yang telah dijelaskan ini adalah hasil dari pemaduan (Taufiq) dan penyatuan (Jam&#039;) dari beberapa hadits tentang masalah ini. Pemaduan ini diambil dari hadits riwayat al Bukhari dan Muslim bahwa ketika Nabi r mengatakan :

 &quot;من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة &quot; رواه البخاري ومسلم 

Maknanya : &quot;Barang siapa menarik bajunya (ke bawah mata kaki) karena sombong,  Allah tidak akan merahmatinya kelak di hari kiamat&quot;  (H.R. al Bukhari dan Muslim)

 Abu Bakr yang mendengar ini lalu bertanya kepada Nabi : &quot;Wahai Rasulullah, sarungku selalu turun kecuali kalau aku mengangkatnya dari waktu ke waktu ?&quot; lalu Rasulullah SAW  bersabda :

&quot;إنك لست ممن يفعله خيلاء &quot; رواه البخاري ومسلم

Maknanya : &quot;Sesungguhnya engkau bukan orang yang melakukan itu karena sombong&quot;  (H.R. al Bukhari dan Muslim)

Jadi oleh karena Abu Bakr melakukan hal itu bukan karena sombong maka Nabi tidak mengingkarinya dan tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatan munkar; yang diharamkan.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ackhmad</p>
<p>Salah satu maksiat badan adalah memanjangkan pakaian (sarung ataupun yang lainnya) yakni menurunkannya hingga ke bawah mata kaki dengan tujuan berbangga dan menyombongkan diri (al Fakhr). Hukum dari perbuatan ini adalah dosa besar kalau memang tujuannya adalah untuk menyombongkan diri, jika tidak dengan tujuan tersebut maka hukumnya adalah makruh. Jadi cara yang dianjurkan oleh syara&#8217; adalah memendekkan sarung atau semacamnya sampai di bagian tengah betis.</p>
<p>Hukum yang telah dijelaskan ini adalah hasil dari pemaduan (Taufiq) dan penyatuan (Jam&#8217;) dari beberapa hadits tentang masalah ini. Pemaduan ini diambil dari hadits riwayat al Bukhari dan Muslim bahwa ketika Nabi r mengatakan :</p>
<p> &#8220;من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة &#8221; رواه البخاري ومسلم </p>
<p>Maknanya : &#8220;Barang siapa menarik bajunya (ke bawah mata kaki) karena sombong,  Allah tidak akan merahmatinya kelak di hari kiamat&#8221;  (H.R. al Bukhari dan Muslim)</p>
<p> Abu Bakr yang mendengar ini lalu bertanya kepada Nabi : &#8220;Wahai Rasulullah, sarungku selalu turun kecuali kalau aku mengangkatnya dari waktu ke waktu ?&#8221; lalu Rasulullah SAW  bersabda :</p>
<p>&#8220;إنك لست ممن يفعله خيلاء &#8221; رواه البخاري ومسلم</p>
<p>Maknanya : &#8220;Sesungguhnya engkau bukan orang yang melakukan itu karena sombong&#8221;  (H.R. al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Jadi oleh karena Abu Bakr melakukan hal itu bukan karena sombong maka Nabi tidak mengingkarinya dan tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatan munkar; yang diharamkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32798</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 05:42:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32798</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah

Bukannya malas anda itu. tapi anda tidak dapat membuktikan pertanyaan saya tersebut, karena kedua imam tersebut tidak anti takwil, dan menetapkan bahwa Allah swt. itu maha suci dari tempat dan arah. Itulah aqidah Imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar al Asqalani.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah</p>
<p>Bukannya malas anda itu. tapi anda tidak dapat membuktikan pertanyaan saya tersebut, karena kedua imam tersebut tidak anti takwil, dan menetapkan bahwa Allah swt. itu maha suci dari tempat dan arah. Itulah aqidah Imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar al Asqalani.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32797</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 03:43:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32797</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah....  Radio RASIL 720 AM semakin dikenal dan disukai oleh umat .]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230;.  Radio RASIL 720 AM semakin dikenal dan disukai oleh umat .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by salim</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32796</link>
		<dc:creator>salim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 03:39:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32796</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan umat muslim tadi malam mengkuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Perumnas I Bekasi oleh Habib Syech dari Solo. Alhamdulillah ........  Minggu depan  acara BEKASI BERSHOLAWAT di belakang Kantor POLRES BEKASI]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ribuan umat muslim tadi malam mengkuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Perumnas I Bekasi oleh Habib Syech dari Solo. Alhamdulillah &#8230;&#8230;..  Minggu depan  acara BEKASI BERSHOLAWAT di belakang Kantor POLRES BEKASI</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Abu Dzikri As Sundawi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32793</link>
		<dc:creator>Abu Dzikri As Sundawi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 02:05:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32793</guid>
		<description><![CDATA[Antum yakin sering mengikuti kajian2 Rodja dan terutama dengan Ustadz Abdil Muhsin Firanda ? Mungkin memang ilmunya kurang sampai ke hati antum :), karena di dalam kajian Rodja tidak terdapat singkatan2an dalam memahami makna (seperti antum mengucap salam dengan kata Ass, tsb) 
Tp ya sudah gpp,  dengan antum mengetahui dan di kenalnya Rodja itu sendiri sudah Alhamdulillah bagi kami para penuntut ilmu

Jazakallahu khairan Akhii]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Antum yakin sering mengikuti kajian2 Rodja dan terutama dengan Ustadz Abdil Muhsin Firanda ? Mungkin memang ilmunya kurang sampai ke hati antum <img src='http://ummatipress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , karena di dalam kajian Rodja tidak terdapat singkatan2an dalam memahami makna (seperti antum mengucap salam dengan kata Ass, tsb)<br />
Tp ya sudah gpp,  dengan antum mengetahui dan di kenalnya Rodja itu sendiri sudah Alhamdulillah bagi kami para penuntut ilmu</p>
<p>Jazakallahu khairan Akhii</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Abu Dzikri As Sundawi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32792</link>
		<dc:creator>Abu Dzikri As Sundawi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 01:53:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32792</guid>
		<description><![CDATA[Gpp kl udah merasa bebas dari &quot;kedunguan&quot; yg anti bilang dengan lepasnya anda dari Radio Rodja. 
Lagian ana juga heran kok anda terlalu berlebihan dalam dalam hal ini (24 jam dengerin rodja dikurangin tidur , mungkin waktu sholat wajib dan makan yaa), kenapa anti ga mengambil &quot;Sikap Tengah&quot; dalam beribadah ? kan ada di kajian Riyadhus Shalihin bersama Al Imam syaikh abdurrazzaq bin abdul muhsin al badr yang diterjemahkan oleh Ustadz firanda di sore hari (jika bener mendengarkan rodja seperti yang anti bilang) ?
Apakah anti masih ingat ketika Ummu Darda berkeluh kesah kepada sahabat suaminnya Salman Al Farisi radhiallahu anhu mengenai suaminya yang sangat giat melakukan ibadah ?

ya mungkin dengan sembuhnya &quot;kedunguan&quot; anti dahulu yang memusyrikan orang berziarah kubur berarti anti bener2 udah sadar ( karena kaum salafi juga mensunnahkan ziarah kubur)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gpp kl udah merasa bebas dari &#8220;kedunguan&#8221; yg anti bilang dengan lepasnya anda dari Radio Rodja.<br />
Lagian ana juga heran kok anda terlalu berlebihan dalam dalam hal ini (24 jam dengerin rodja dikurangin tidur , mungkin waktu sholat wajib dan makan yaa), kenapa anti ga mengambil &#8220;Sikap Tengah&#8221; dalam beribadah ? kan ada di kajian Riyadhus Shalihin bersama Al Imam syaikh abdurrazzaq bin abdul muhsin al badr yang diterjemahkan oleh Ustadz firanda di sore hari (jika bener mendengarkan rodja seperti yang anti bilang) ?<br />
Apakah anti masih ingat ketika Ummu Darda berkeluh kesah kepada sahabat suaminnya Salman Al Farisi radhiallahu anhu mengenai suaminya yang sangat giat melakukan ibadah ?</p>
<p>ya mungkin dengan sembuhnya &#8220;kedunguan&#8221; anti dahulu yang memusyrikan orang berziarah kubur berarti anti bener2 udah sadar ( karena kaum salafi juga mensunnahkan ziarah kubur)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32780</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 17:56:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32780</guid>
		<description><![CDATA[@Umuhasanah
ooooh.. begitu cantiknya dirimu membuatku hampir mati memkirkan ngeyelanmu...
nek koment mbok yo seng cerdas.. 
apa bukti &quot;kenakalan&quot; firanda ingin di upload lagi...???]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Umuhasanah<br />
ooooh.. begitu cantiknya dirimu membuatku hampir mati memkirkan ngeyelanmu&#8230;<br />
nek koment mbok yo seng cerdas..<br />
apa bukti &#8220;kenakalan&#8221; firanda ingin di upload lagi&#8230;???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32779</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 17:44:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32779</guid>
		<description><![CDATA[@Ahmad sukma wijayanto : jgn lah berdebat dengan mereka… itu akan membuat mereka untuk selalu mencari bantahan, mereka tidak menggunakan hati dan ilmu, mereka hanya menggunakan nafsu dan taklid…. saya orang yang awam, tpi saya bisa menilai bahwa akhi lebih cenderung kpda kebenaran…

saya : apakah anda juga bukan orang yang taqlid ?? oke akan saya uji sampean silahkan jawab pertanyaan saya
1. Taqlid artinya apa ?
2. sighotnya taqlid itu apa ?
3. sama&#039;i atau qiyasi ?
4. asal dalam lafadl itu fi&#039;il atau mashdar?
5. ketika taqlid kita gunakan dalam sighot amar maka tulisannya ialah ?
6. dan yang menyebabkan terbaca jazem pada fi&#039;il amar itu apa
7. Taqlid itu muta&#039;adi atau lazim

tak enteni jawabanmu.....!!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ahmad sukma wijayanto : jgn lah berdebat dengan mereka… itu akan membuat mereka untuk selalu mencari bantahan, mereka tidak menggunakan hati dan ilmu, mereka hanya menggunakan nafsu dan taklid…. saya orang yang awam, tpi saya bisa menilai bahwa akhi lebih cenderung kpda kebenaran…</p>
<p>saya : apakah anda juga bukan orang yang taqlid ?? oke akan saya uji sampean silahkan jawab pertanyaan saya<br />
1. Taqlid artinya apa ?<br />
2. sighotnya taqlid itu apa ?<br />
3. sama&#8217;i atau qiyasi ?<br />
4. asal dalam lafadl itu fi&#8217;il atau mashdar?<br />
5. ketika taqlid kita gunakan dalam sighot amar maka tulisannya ialah ?<br />
6. dan yang menyebabkan terbaca jazem pada fi&#8217;il amar itu apa<br />
7. Taqlid itu muta&#8217;adi atau lazim</p>
<p>tak enteni jawabanmu&#8230;..!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32778</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 17:31:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32778</guid>
		<description><![CDATA[ibnu ilyas, saya ingin menegaskan perbedaan antara aswaja dan golongan anda
1. Aqidah menurut kami bukan wilayah ijtihad sedangkan menurut anda kebalikanya
2. Kami selalu husnudzon terhadap ulama2 kami, kiyai2 kami guru2 kami, kalau misalkan beliau melakukan &quot;kesalahan&quot; seperti yang sering anda gembar-gemborkan mengenai gusdur dan ternyata kami menemukan revrensi lain yang menegaskan bahwa beliau tidak seperti yang anda tuduhkan, kami akan berusaha mengingatkan beliau dengan cara ta&#039;dzim dan hal itulah yang diajarkan diinul Islam sedangkan golongan anda kebalikannya bahkan anda berani berkata &quot;kami tidak akan segan2 mengutuk&quot;
3. Dalam setiap permasalahan insyaAlloh kami selalu merujuk kitab aslinya dan mempelajari dawuh ulama&#039; yang lain sedangkan kalian mencukupkan dengan terjemah bahkan anda tidak segan2 mengambil sumber yang KONTROVERSIAL seperti firanda yang berani memenggal dawuh Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy&#039;ari perihal maulidan.
4.Tokoh-tokoh golongan anda sarat dengan kontroversi bahkan dimulai sejak berdirinya aliran anda sedangkan kami sebaliknya
5.Dalam keilmuan kami mengandalkan sanad sedangkan anda kebalikannya
6.GOLONGAN anda senang mengulang-ngulang masalah masalah sedangkan kami kebalikannya
7.Golongan anda berani mengartikan ayat mutasyabihat sedangkan kami kebalikaanya
8.Golongan anda berani mengartikan Al Qur-an dan Al Hadist dengan ilmu seadanya sedangkan kami sangat menjunjung tinggi pemahaman ulama&#039;2 yang berkompeten dibidangnya.

kesimpulan; jangan anda paksa kami untuk mengikuti pemahamanmu, kalau anda ingin diskusi tentang agama.. silahkan.. tapi harus menyertakan naskah aslinya..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibnu ilyas, saya ingin menegaskan perbedaan antara aswaja dan golongan anda<br />
1. Aqidah menurut kami bukan wilayah ijtihad sedangkan menurut anda kebalikanya<br />
2. Kami selalu husnudzon terhadap ulama2 kami, kiyai2 kami guru2 kami, kalau misalkan beliau melakukan &#8220;kesalahan&#8221; seperti yang sering anda gembar-gemborkan mengenai gusdur dan ternyata kami menemukan revrensi lain yang menegaskan bahwa beliau tidak seperti yang anda tuduhkan, kami akan berusaha mengingatkan beliau dengan cara ta&#8217;dzim dan hal itulah yang diajarkan diinul Islam sedangkan golongan anda kebalikannya bahkan anda berani berkata &#8220;kami tidak akan segan2 mengutuk&#8221;<br />
3. Dalam setiap permasalahan insyaAlloh kami selalu merujuk kitab aslinya dan mempelajari dawuh ulama&#8217; yang lain sedangkan kalian mencukupkan dengan terjemah bahkan anda tidak segan2 mengambil sumber yang KONTROVERSIAL seperti firanda yang berani memenggal dawuh Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy&#8217;ari perihal maulidan.<br />
4.Tokoh-tokoh golongan anda sarat dengan kontroversi bahkan dimulai sejak berdirinya aliran anda sedangkan kami sebaliknya<br />
5.Dalam keilmuan kami mengandalkan sanad sedangkan anda kebalikannya<br />
6.GOLONGAN anda senang mengulang-ngulang masalah masalah sedangkan kami kebalikannya<br />
7.Golongan anda berani mengartikan ayat mutasyabihat sedangkan kami kebalikaanya<br />
8.Golongan anda berani mengartikan Al Qur-an dan Al Hadist dengan ilmu seadanya sedangkan kami sangat menjunjung tinggi pemahaman ulama&#8217;2 yang berkompeten dibidangnya.</p>
<p>kesimpulan; jangan anda paksa kami untuk mengikuti pemahamanmu, kalau anda ingin diskusi tentang agama.. silahkan.. tapi harus menyertakan naskah aslinya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by sodron</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32774</link>
		<dc:creator>sodron</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 15:12:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32774</guid>
		<description><![CDATA[Amiinn...setiap kata yg tertulis,pasti tercatat. Setiap kata yg terucap pasti terekam. Namun setiap desir suara hati,tiada yg tahu selain-Nya..
Menjaga lisan itu susah,namun menjaga hati jauh lebih susah,dan ber-khusnudzon itu lebih baik.
Dari itu,jgnlah mudah menunjuk dan menuduh,pada saatnya semua akan bicara,ketika mulut terkunci.
Afwan..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amiinn&#8230;setiap kata yg tertulis,pasti tercatat. Setiap kata yg terucap pasti terekam. Namun setiap desir suara hati,tiada yg tahu selain-Nya..<br />
Menjaga lisan itu susah,namun menjaga hati jauh lebih susah,dan ber-khusnudzon itu lebih baik.<br />
Dari itu,jgnlah mudah menunjuk dan menuduh,pada saatnya semua akan bicara,ketika mulut terkunci.<br />
Afwan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Arman</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32760</link>
		<dc:creator>Arman</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 08:05:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32760</guid>
		<description><![CDATA[Perbedaan adalah rahmat, jika kita semua menganut faham Imam Syafi&#039;i pasti ada sunnah Nabi SAW yg tidak kita jalnkan, makanya ada macam2 mazhab, sehingga sempurnalah sunnah Nabi SAW dilaksanakan Ummat. Tapi aneh sama Mazhab Wahabi ini, mereka tak terima pendapat mazhab lain, jika tak ikut faham mereka berarti sesat. Dan juga mereka salafi wahabi ini akhlaknya kurang amat, seorang Ulama didaerah saya disesatkan ama seorang imam mesjid lulusan IAIN yang sudah ikut salafi wahabi. Nah, jika dibandingkan Imam salafi wahabi ini dengan ulama pesantren didaerah saya tersebut, bagai timur dan barat jauh amat dari segi apapun. dari segi keilmuan, akhlak serta peran kepada masyarakat. Duh, gimana tuh pemikiran salafi wahabi udh seperti khawarij, kalo tidak salah saya baca2 kaum khawarij tiada tempat lain diakhirat kecuali Neraka berdasarkan Hadis Nabi  SAW.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perbedaan adalah rahmat, jika kita semua menganut faham Imam Syafi&#8217;i pasti ada sunnah Nabi SAW yg tidak kita jalnkan, makanya ada macam2 mazhab, sehingga sempurnalah sunnah Nabi SAW dilaksanakan Ummat. Tapi aneh sama Mazhab Wahabi ini, mereka tak terima pendapat mazhab lain, jika tak ikut faham mereka berarti sesat. Dan juga mereka salafi wahabi ini akhlaknya kurang amat, seorang Ulama didaerah saya disesatkan ama seorang imam mesjid lulusan IAIN yang sudah ikut salafi wahabi. Nah, jika dibandingkan Imam salafi wahabi ini dengan ulama pesantren didaerah saya tersebut, bagai timur dan barat jauh amat dari segi apapun. dari segi keilmuan, akhlak serta peran kepada masyarakat. Duh, gimana tuh pemikiran salafi wahabi udh seperti khawarij, kalo tidak salah saya baca2 kaum khawarij tiada tempat lain diakhirat kecuali Neraka berdasarkan Hadis Nabi  SAW.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32749</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 02:28:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32749</guid>
		<description><![CDATA[Al Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Hafidzohullah di blog ini dihujat. Sedangkan di kota Nabi, Madinah Al Munawaroh sejak Nov 2012 hingga saat ini (dan mudah-mudahan selanjutnya) setiap ba&#039;da Maghrib beliau dari kursi para masyayaikh mengajar di Masjid Nabawi.
Oh, betapa gelapnya ilmu yg diliputi hawa nafsu....jelas sudah siapa yg sesat namun mengatakan org lain sesat.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Al Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Hafidzohullah di blog ini dihujat. Sedangkan di kota Nabi, Madinah Al Munawaroh sejak Nov 2012 hingga saat ini (dan mudah-mudahan selanjutnya) setiap ba&#8217;da Maghrib beliau dari kursi para masyayaikh mengajar di Masjid Nabawi.<br />
Oh, betapa gelapnya ilmu yg diliputi hawa nafsu&#8230;.jelas sudah siapa yg sesat namun mengatakan org lain sesat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nabi Saw Menilai Tidak Syirik Semua Jimat, Wahabi Anggap Semua Jimat Itu Syirik by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/28/nabi-saw-menilai-tidak-syirik-semua-jimat-wahabi-anggap-semua-jimat-itu-syirik/comment-page-1/#comment-32730</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 17:25:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9135#comment-32730</guid>
		<description><![CDATA[betul bang...  wahabi itu kebanyakan juga udah pada jadi dukun.  buktinya  mereka bisa menebak  isi hati orang-orang muslim  yang ziarah kubur...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul bang&#8230;  wahabi itu kebanyakan juga udah pada jadi dukun.  buktinya  mereka bisa menebak  isi hati orang-orang muslim  yang ziarah kubur&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32729</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 17:19:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32729</guid>
		<description><![CDATA[terlebih  lagi jangan asal percaya berita bohong dari kaum wahabi.....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terlebih  lagi jangan asal percaya berita bohong dari kaum wahabi&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by Hilmalia Salamah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32727</link>
		<dc:creator>Hilmalia Salamah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 16:30:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32727</guid>
		<description><![CDATA[Saya juga dulunya penngemar radio ROJA, bisa dibilang hampir 24 jam dikurangi tidur saya dengerin Radio Roja. Tapi alhamdulillah, setelah mendapat pencerahan dari artikel2 di blog2 milik Aswaja semacam ustadz Abu salafi, Salafytobat, dan tentunya Ummati Press, saya jadi sadar sehingga saya tidak ketagihan lagi dg Roja. 

Saya termasuk beruntung akhirnya bisa terlepas dari KEDUNGUAN saya selama ini. Bagaimana tidak dungu kalau orang2 berziarah itu di mata saya adalah kaum musyrik? Bagaimana tidak dungu kalau orang2 yg bershalawat nariyah itu dalam pandangan saya adalah musyrikin penghuni neraka? Tapi saya sekarang tidak lagi berpandangan dungu seperti itu lagi. Alhamdulillah bisa sembuh.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga dulunya penngemar radio ROJA, bisa dibilang hampir 24 jam dikurangi tidur saya dengerin Radio Roja. Tapi alhamdulillah, setelah mendapat pencerahan dari artikel2 di blog2 milik Aswaja semacam ustadz Abu salafi, Salafytobat, dan tentunya Ummati Press, saya jadi sadar sehingga saya tidak ketagihan lagi dg Roja. </p>
<p>Saya termasuk beruntung akhirnya bisa terlepas dari KEDUNGUAN saya selama ini. Bagaimana tidak dungu kalau orang2 berziarah itu di mata saya adalah kaum musyrik? Bagaimana tidak dungu kalau orang2 yg bershalawat nariyah itu dalam pandangan saya adalah musyrikin penghuni neraka? Tapi saya sekarang tidak lagi berpandangan dungu seperti itu lagi. Alhamdulillah bisa sembuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Albasayev</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32724</link>
		<dc:creator>Albasayev</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 15:55:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32724</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas.........
Ente belajar dari mana klo rukun shalat cuma ada 3. Apakah ulama2 wahabi yang mengajarkan demikian...????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Ente belajar dari mana klo rukun shalat cuma ada 3. Apakah ulama2 wahabi yang mengajarkan demikian&#8230;????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Albasayev</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32723</link>
		<dc:creator>Albasayev</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 15:45:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32723</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya WAHABI ya udah jelas SESAT, semua ummat muslim dari ulama sampai masyarakat awam juga tau riwayat kesesatan wahabi.

Mengenai GUSDUR, siapa sih gusdur..??? apakah dia seorang ulama, atau kiyai yang menjadi panutan ummat islam..?? Sadarilah sobatku...Gusdur adalah manusia biasa bukan seorang yang istimewa (terutama bagi saya). Kenapa..??? Karena GUSDUR adalah TOKOH PLURALISME INDONESIA (mungkin juga dunia). Sadarilah bahwa gusdur bukanlah penerus ilmu kakeknya Alm. KH. Hasyim Asy&#039;ari, jadi GUSDUR TIDAK TERGOLONG ULAMA. Apakah seorang pelindung Ahmadiyah, pelindung marxisme, pendukung goyang ngebor inul (si kampret)gak haram, lemak babi sah2 saja, menghina Al-Quranul Karim sebagai kitab paling porno, di baptis oleh pastor, dsb....dan dia dianggap sebagai seorang Ulama yang patut ditiru, suri tauladan, bahkan menganggap dia seorang waliyullah..???? PIKIR PAKE OTAK jangan PAKE DENGKUL...!!!!!!!!!!!

Arab Saudi menyerahkan bantuan rumah sebanyak 167 unit kepada korban tsunami di Lanmo, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi NAD
PERLU ENTE KETAHUI, JANGANKAN ARAB SAUDI, NEGARA2 KAFIR AJA IKUT MEMBANTU REHAB-REKON DI ACEH..BAHKAN LEBIH DARI 60 NEGARA...!! (maaf bukannya bangga2in)
Jacky Chan aja mampu membangun sebuah kompleks perumahan dengan kocek pribadi, sedangkan arab saudi yang katanya negara kaya minyak cuma nyumbang rumah sebanyak 167.
Maaf mas bukannya kami (orang Aceh) gak berterima kasih, tapi seharusnya ENTE NGACA dulu sebelum membangga2in arab saudi. 

Intinya......ISLAM YANG HAKIKI BUKAN PADA WAHABI, NU, ATAU SYIAH.
ISLAM ADA PADA AL-QURANUL KARIM, HADITS DAN IJMA&#039; PARA ULAMA. CAMKAN ITU....!!!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang namanya WAHABI ya udah jelas SESAT, semua ummat muslim dari ulama sampai masyarakat awam juga tau riwayat kesesatan wahabi.</p>
<p>Mengenai GUSDUR, siapa sih gusdur..??? apakah dia seorang ulama, atau kiyai yang menjadi panutan ummat islam..?? Sadarilah sobatku&#8230;Gusdur adalah manusia biasa bukan seorang yang istimewa (terutama bagi saya). Kenapa..??? Karena GUSDUR adalah TOKOH PLURALISME INDONESIA (mungkin juga dunia). Sadarilah bahwa gusdur bukanlah penerus ilmu kakeknya Alm. KH. Hasyim Asy&#8217;ari, jadi GUSDUR TIDAK TERGOLONG ULAMA. Apakah seorang pelindung Ahmadiyah, pelindung marxisme, pendukung goyang ngebor inul (si kampret)gak haram, lemak babi sah2 saja, menghina Al-Quranul Karim sebagai kitab paling porno, di baptis oleh pastor, dsb&#8230;.dan dia dianggap sebagai seorang Ulama yang patut ditiru, suri tauladan, bahkan menganggap dia seorang waliyullah..???? PIKIR PAKE OTAK jangan PAKE DENGKUL&#8230;!!!!!!!!!!!</p>
<p>Arab Saudi menyerahkan bantuan rumah sebanyak 167 unit kepada korban tsunami di Lanmo, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi NAD<br />
PERLU ENTE KETAHUI, JANGANKAN ARAB SAUDI, NEGARA2 KAFIR AJA IKUT MEMBANTU REHAB-REKON DI ACEH..BAHKAN LEBIH DARI 60 NEGARA&#8230;!! (maaf bukannya bangga2in)<br />
Jacky Chan aja mampu membangun sebuah kompleks perumahan dengan kocek pribadi, sedangkan arab saudi yang katanya negara kaya minyak cuma nyumbang rumah sebanyak 167.<br />
Maaf mas bukannya kami (orang Aceh) gak berterima kasih, tapi seharusnya ENTE NGACA dulu sebelum membangga2in arab saudi. </p>
<p>Intinya&#8230;&#8230;ISLAM YANG HAKIKI BUKAN PADA WAHABI, NU, ATAU SYIAH.<br />
ISLAM ADA PADA AL-QURANUL KARIM, HADITS DAN IJMA&#8217; PARA ULAMA. CAMKAN ITU&#8230;.!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32717</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 13:06:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32717</guid>
		<description><![CDATA[ummu has... ente bisanya ngeles mulu ya...... lebay ah !]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu has&#8230; ente bisanya ngeles mulu ya&#8230;&#8230; lebay ah !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32715</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 12:32:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32715</guid>
		<description><![CDATA[Mas Agung, sy males menjawab pertanyaan anda....percuma. Apa juga yg akan saya sampaikan..tetap tidak akan berartti apa2. Wong semuanya udah beku koq, gak ada lagi artinya pencerahan..
Berdo&#039;a aja ...minta kepada Allah Tabarooka wa ta&#039;ala untuk mendapat hidayah yang haqiqi...bukan hidayah yang imitasi.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Agung, sy males menjawab pertanyaan anda&#8230;.percuma. Apa juga yg akan saya sampaikan..tetap tidak akan berartti apa2. Wong semuanya udah beku koq, gak ada lagi artinya pencerahan..<br />
Berdo&#8217;a aja &#8230;minta kepada Allah Tabarooka wa ta&#8217;ala untuk mendapat hidayah yang haqiqi&#8230;bukan hidayah yang imitasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on UmmatiPress Terpaksa Beroperasi Via Warnet by ardha</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/09/19/ummatipress-terpaksa-beroperasi-via-warnet-2/comment-page-1/#comment-32708</link>
		<dc:creator>ardha</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 08:23:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=7087#comment-32708</guid>
		<description><![CDATA[ada rizki mau donasi dakwah ummati]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada rizki mau donasi dakwah ummati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on UmmatiPress Terpaksa Beroperasi Via Warnet by ardha</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/09/19/ummatipress-terpaksa-beroperasi-via-warnet-2/comment-page-1/#comment-32707</link>
		<dc:creator>ardha</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 08:23:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=7087#comment-32707</guid>
		<description><![CDATA[maaf kalau mau donasu buat umati ke rek mana? trimakasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf kalau mau donasu buat umati ke rek mana? trimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Cahyo</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32706</link>
		<dc:creator>Cahyo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 08:03:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32706</guid>
		<description><![CDATA[Jangan asal percaya berita kosong dari kaum syi&#039;ah....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan asal percaya berita kosong dari kaum syi&#8217;ah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nabi Saw Menilai Tidak Syirik Semua Jimat, Wahabi Anggap Semua Jimat Itu Syirik by Cahyo</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/28/nabi-saw-menilai-tidak-syirik-semua-jimat-wahabi-anggap-semua-jimat-itu-syirik/comment-page-1/#comment-32705</link>
		<dc:creator>Cahyo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 08:01:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9135#comment-32705</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah, ternyata miara jin dan nyirep orang itu boleh? Wah banyak yang jadi dukun nih nanti...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah, ternyata miara jin dan nyirep orang itu boleh? Wah banyak yang jadi dukun nih nanti&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Cahyo</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32704</link>
		<dc:creator>Cahyo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 07:32:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32704</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang-orang yang hanya berkata berdasarkan qila wa qol (katanya). Belum pernah mendengar sendiri kajian orang pengikut salaf (sering disebut Wahhabi), belum pernah membaca kitab-nya langsung bicara seolah paling tahu.

Pengikut salaf adalah pengikut pemahaman Sahabat dan tabi&#039;in serta tabiut tabi&#039;in dalam berislam karena mereka - Rodhiyallaahu &#039;anhum - sebagai generasi yang dekat dengan Nabi dan menerima pengajaran dari Nabi Shollallaahu &#039;alayhi wa alihi wa sallam. Dan banyak sekali yang mengaku mengikuti salaf tetapi hanya sepotong-potong, oleh karenanya berbuat adil lah agar tidak menyamaratakan kelompok yang suka mengkafirkan dengan pengikut salaf sejati.

Kami tidak pernah mengkafirkan seseorang tetapi yang dikafirkan adalah perbuatannya berdasarkan nash (dalil dari Al Qur&#039;an dan Hadits shahih), sebab jika orangnya maka hal itu menyalahi sebab bukan tidak mungkin pelaku kemusyrikan bertobat dan diampuni. Juga bisa jadi seseorang berbuat syirik karena ketika fahaman atau karena masih ada syubhat yang tentu Allah mempunyai pertimbangan sendiri atasnya. Jadi sekali lagi bukan orang yang dikafirkan tetapi perbuatannya.

Sekali lagi timbang-timbanglah dalam berkata, karena perkataan anda akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.
Wassalam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang-orang yang hanya berkata berdasarkan qila wa qol (katanya). Belum pernah mendengar sendiri kajian orang pengikut salaf (sering disebut Wahhabi), belum pernah membaca kitab-nya langsung bicara seolah paling tahu.</p>
<p>Pengikut salaf adalah pengikut pemahaman Sahabat dan tabi&#8217;in serta tabiut tabi&#8217;in dalam berislam karena mereka &#8211; Rodhiyallaahu &#8216;anhum &#8211; sebagai generasi yang dekat dengan Nabi dan menerima pengajaran dari Nabi Shollallaahu &#8216;alayhi wa alihi wa sallam. Dan banyak sekali yang mengaku mengikuti salaf tetapi hanya sepotong-potong, oleh karenanya berbuat adil lah agar tidak menyamaratakan kelompok yang suka mengkafirkan dengan pengikut salaf sejati.</p>
<p>Kami tidak pernah mengkafirkan seseorang tetapi yang dikafirkan adalah perbuatannya berdasarkan nash (dalil dari Al Qur&#8217;an dan Hadits shahih), sebab jika orangnya maka hal itu menyalahi sebab bukan tidak mungkin pelaku kemusyrikan bertobat dan diampuni. Juga bisa jadi seseorang berbuat syirik karena ketika fahaman atau karena masih ada syubhat yang tentu Allah mempunyai pertimbangan sendiri atasnya. Jadi sekali lagi bukan orang yang dikafirkan tetapi perbuatannya.</p>
<p>Sekali lagi timbang-timbanglah dalam berkata, karena perkataan anda akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.<br />
Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32697</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 05:34:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32697</guid>
		<description><![CDATA[RENUNGAN UNTUK KITA BERSAMA
Dewasa ini timbul pendapat pada sebagian
masyarakat kita mengatakan bahwa ilmu-ilmu
dalam Islam dapat dipelajari sendiri tanpa
harus memiliki sanad. Ironisnya, kelompok ini
dalam praktek belajar ilmu-ilmu agama hanya
terpaku kepada selebaran, buletin, jurnal,
browsing internet, secara virtual , dan berbagai
media elektronik lainnya. Betul, kita tindak
mengingkari ada banyak nilai-nilai positif dari
media teknologi yang di manapun dan
kapanpun dapat kita “nikmati”, sebagaimana
kita juga tidak bisa menutup mata dari sisi-sisi
negatifnya. Seharusnya, kita tetap
memposisikan media teknologi informasi
tersebut murni sebagai pembawa “Informasi”
yang sangat butuh kepada klarifikasi
(tabayyun) , tidak menjadikannya guru utama
(guru besar), atau menjadikannya sebagai
rujukan apapun dalam segala pengetahuan,
termasuk ilmu-ilmu agama. Kita semua yakin
bahwa media internet dengan segala konten di
dalamnya mengandung berbagai sisi baik, juga
mengandung sisi buruk. Kalau boleh sedikit
“kasar” kami menyebutnya laksana tong
sampah; di dalamnya apapun ada.
Sesungguhnya, seorang yang memiliki sanad
maka berarti ia dapat
mempertanggungjawabkan kebenaran cara
beragama yang dipraktekannya. Sikap apriori
dari beberapa kelompok masyarakat kita yang
“anti” terhadap naskah-naskah klasik (Kitab
Kuning) tidak lain adalah karena didasarkan
kepada hawa nafsu belaka dan karena mereka
sendiri tidak memiliki sanad dalam keilmuan
dan dalam cara beragama mereka.
Ada pula sebagian orang pada masyarakat
kita mengatakan bahwa mereka tidak butuh
kepada pendapat para ulama terdahulu dengan
alasan bahwa mereka sendiri telah dapat
memahami teks-teks syari’at. Bahkan
terkadang ungkapan mereka ini diselingi
dengan “caci maki” terhadap para imam
madzhab empat, atau terhadap para ulama
terkemuka lainnya. Biasanya mereka membuat
propaganda dengan slogan-slogan &quot;ngawur&quot;, seperti: “Kami tidak membutuhkan
madzhab”, atau: “Madzhab kami hanya al-
Qur’an dan Sunnah”, atau kadang mereka
berkata: “ Nahnu Rijâlun Wa Hum Rijâlun (Kita
manusia dan mereka --para ulama-- juga
manusia)”, atau: “Sumber kita murni; al-Qur’an
dan Sunnah, kita tidak mengambil dari karya-
karya para ulama (kitab kuning)”. Bahkan ada
yang lebih parah dari itu semua dengan
mengatakan bahwa ILMU YANG TELAH DIBUKUKAN ULAMA2 KLASIK SEPERTI NAHWU, SHOROF, MANTHIQ, BALAGHOH, USHUL. FIQIH adalah BID&#039;AH DLOLALAH. Na’udzu
Billah. Perkataan orang-orang semacam ini
justru menegaskan bahwa mereka tidak paham
terhadap kandungan al-Qur’an dan Sunnah.
Segala praktek ibadah dan keyakinan orang-
orang semacam ini patut dipertanyakan. Dari
manakah mereka memahami teks-teks syari’at?
Siapakah yang telah membawa teks-teks
syari’at tersebut hingga turun kepada mereka?
Atau kita mulai dengan pertanyaan sederhana
ini; “Apakah mereka faham bahasa Arab?”,
“Apakah mereka hafal dan faham ayat-ayat
dan hadits ahkam dengan berbagai aspek di
dalamnya; semisal ‘am khash, mutlaq
muqayyad, nasikh mansukh, sabab an-nuzul
dan lainnya?”, “Tahukan mereka apa definisi
istiqro&#039; dan istibra’ ? Apakah
mereka merasa lebih paham terhadap ajaran
agama ini dibanding para ulama? Sungguh sangat “mengkhawatirkan”, jangan-jangan
mereka yang sangat anti terhadap madzhab
tidak mengetahui berapa rukun wudlu mengingat hal tersebut tidak dijelaskan secara shorih oleh Al Qur-an dan Al Hadist. ada sedikit cerita mengenai orang yang anti terhadap guru bahkaan dia dengan entengnya mengatakan bahwa mempelajari ilmu cukup dengan membaca, pada suatu ketika dia menemukan resep obat dan di bukunya tertulis (dalam bahasa arab) hayyatu as sauda&#039; (ular hitam) yang  seharusnya habbatu as sauda&#039; (jinten hitam) walhasil akhirnya orang tersebut meninggal dunia karena kesombonganya enggan berguru.. coba kita bayangkan, padahal kesalahan tulisan hanya terjadi pada jumlah &quot;titiknya&quot; saja... lantas kalau kesalahan terjadi pada huruf atau mungkin bahkan lafadznya apa yang akan terjadi,???
Wa Allah A’lam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>RENUNGAN UNTUK KITA BERSAMA<br />
Dewasa ini timbul pendapat pada sebagian<br />
masyarakat kita mengatakan bahwa ilmu-ilmu<br />
dalam Islam dapat dipelajari sendiri tanpa<br />
harus memiliki sanad. Ironisnya, kelompok ini<br />
dalam praktek belajar ilmu-ilmu agama hanya<br />
terpaku kepada selebaran, buletin, jurnal,<br />
browsing internet, secara virtual , dan berbagai<br />
media elektronik lainnya. Betul, kita tindak<br />
mengingkari ada banyak nilai-nilai positif dari<br />
media teknologi yang di manapun dan<br />
kapanpun dapat kita “nikmati”, sebagaimana<br />
kita juga tidak bisa menutup mata dari sisi-sisi<br />
negatifnya. Seharusnya, kita tetap<br />
memposisikan media teknologi informasi<br />
tersebut murni sebagai pembawa “Informasi”<br />
yang sangat butuh kepada klarifikasi<br />
(tabayyun) , tidak menjadikannya guru utama<br />
(guru besar), atau menjadikannya sebagai<br />
rujukan apapun dalam segala pengetahuan,<br />
termasuk ilmu-ilmu agama. Kita semua yakin<br />
bahwa media internet dengan segala konten di<br />
dalamnya mengandung berbagai sisi baik, juga<br />
mengandung sisi buruk. Kalau boleh sedikit<br />
“kasar” kami menyebutnya laksana tong<br />
sampah; di dalamnya apapun ada.<br />
Sesungguhnya, seorang yang memiliki sanad<br />
maka berarti ia dapat<br />
mempertanggungjawabkan kebenaran cara<br />
beragama yang dipraktekannya. Sikap apriori<br />
dari beberapa kelompok masyarakat kita yang<br />
“anti” terhadap naskah-naskah klasik (Kitab<br />
Kuning) tidak lain adalah karena didasarkan<br />
kepada hawa nafsu belaka dan karena mereka<br />
sendiri tidak memiliki sanad dalam keilmuan<br />
dan dalam cara beragama mereka.<br />
Ada pula sebagian orang pada masyarakat<br />
kita mengatakan bahwa mereka tidak butuh<br />
kepada pendapat para ulama terdahulu dengan<br />
alasan bahwa mereka sendiri telah dapat<br />
memahami teks-teks syari’at. Bahkan<br />
terkadang ungkapan mereka ini diselingi<br />
dengan “caci maki” terhadap para imam<br />
madzhab empat, atau terhadap para ulama<br />
terkemuka lainnya. Biasanya mereka membuat<br />
propaganda dengan slogan-slogan &#8220;ngawur&#8221;, seperti: “Kami tidak membutuhkan<br />
madzhab”, atau: “Madzhab kami hanya al-<br />
Qur’an dan Sunnah”, atau kadang mereka<br />
berkata: “ Nahnu Rijâlun Wa Hum Rijâlun (Kita<br />
manusia dan mereka &#8211;para ulama&#8211; juga<br />
manusia)”, atau: “Sumber kita murni; al-Qur’an<br />
dan Sunnah, kita tidak mengambil dari karya-<br />
karya para ulama (kitab kuning)”. Bahkan ada<br />
yang lebih parah dari itu semua dengan<br />
mengatakan bahwa ILMU YANG TELAH DIBUKUKAN ULAMA2 KLASIK SEPERTI NAHWU, SHOROF, MANTHIQ, BALAGHOH, USHUL. FIQIH adalah BID&#8217;AH DLOLALAH. Na’udzu<br />
Billah. Perkataan orang-orang semacam ini<br />
justru menegaskan bahwa mereka tidak paham<br />
terhadap kandungan al-Qur’an dan Sunnah.<br />
Segala praktek ibadah dan keyakinan orang-<br />
orang semacam ini patut dipertanyakan. Dari<br />
manakah mereka memahami teks-teks syari’at?<br />
Siapakah yang telah membawa teks-teks<br />
syari’at tersebut hingga turun kepada mereka?<br />
Atau kita mulai dengan pertanyaan sederhana<br />
ini; “Apakah mereka faham bahasa Arab?”,<br />
“Apakah mereka hafal dan faham ayat-ayat<br />
dan hadits ahkam dengan berbagai aspek di<br />
dalamnya; semisal ‘am khash, mutlaq<br />
muqayyad, nasikh mansukh, sabab an-nuzul<br />
dan lainnya?”, “Tahukan mereka apa definisi<br />
istiqro&#8217; dan istibra’ ? Apakah<br />
mereka merasa lebih paham terhadap ajaran<br />
agama ini dibanding para ulama? Sungguh sangat “mengkhawatirkan”, jangan-jangan<br />
mereka yang sangat anti terhadap madzhab<br />
tidak mengetahui berapa rukun wudlu mengingat hal tersebut tidak dijelaskan secara shorih oleh Al Qur-an dan Al Hadist. ada sedikit cerita mengenai orang yang anti terhadap guru bahkaan dia dengan entengnya mengatakan bahwa mempelajari ilmu cukup dengan membaca, pada suatu ketika dia menemukan resep obat dan di bukunya tertulis (dalam bahasa arab) hayyatu as sauda&#8217; (ular hitam) yang  seharusnya habbatu as sauda&#8217; (jinten hitam) walhasil akhirnya orang tersebut meninggal dunia karena kesombonganya enggan berguru.. coba kita bayangkan, padahal kesalahan tulisan hanya terjadi pada jumlah &#8220;titiknya&#8221; saja&#8230; lantas kalau kesalahan terjadi pada huruf atau mungkin bahkan lafadznya apa yang akan terjadi,???<br />
Wa Allah A’lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ANDA PERLU TAHU SIAPA SALAFI WAHABI, AGAR BISA WASPADA TERHADAPNYA by adi.lc</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/04/anda-perlu-tahu-siapa-salafi-wahabi-agar-bisa-waspada-terhadapnya/comment-page-1/#comment-32689</link>
		<dc:creator>adi.lc</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 01:50:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8829#comment-32689</guid>
		<description><![CDATA[Iya juga mas, tapi setelah beberapa waktu, menurut sy eksisnya wahabi bisa juga menarik kita bukan kita ikut-ikut bagaimana mereka beragama secara tekstual, tapi kadang sy jadi ikut-ikut keras hati sibuk-sibuk menyalahkan mereka. Kadang jadi luput, jadi seneng hasud. sy sendiri mengalami jadi seneng menghasud wahabi dengan keyakinan mereka itu salah. Lebih baik bagi sy kembali belajar karena belum sundul langit ilmunya.. Apakah bila dibiarkan wahaby akan menjadi penguasa negeri ini, sepertinya di dunia nyta mereka sulit diterima. Sy tidak tahu apapun kehendak Allah atas kejadian-kejadian ini. Tapi sy berdoa semoga saat kita melawan mereka tidak menjadikan kita tukang hasud seperti mereka dan tetap berserah diri pada Allah...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya juga mas, tapi setelah beberapa waktu, menurut sy eksisnya wahabi bisa juga menarik kita bukan kita ikut-ikut bagaimana mereka beragama secara tekstual, tapi kadang sy jadi ikut-ikut keras hati sibuk-sibuk menyalahkan mereka. Kadang jadi luput, jadi seneng hasud. sy sendiri mengalami jadi seneng menghasud wahabi dengan keyakinan mereka itu salah. Lebih baik bagi sy kembali belajar karena belum sundul langit ilmunya.. Apakah bila dibiarkan wahaby akan menjadi penguasa negeri ini, sepertinya di dunia nyta mereka sulit diterima. Sy tidak tahu apapun kehendak Allah atas kejadian-kejadian ini. Tapi sy berdoa semoga saat kita melawan mereka tidak menjadikan kita tukang hasud seperti mereka dan tetap berserah diri pada Allah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by adi.lc</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32688</link>
		<dc:creator>adi.lc</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 01:42:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32688</guid>
		<description><![CDATA[Hahahahaha...

Sendiko kang ardana..
kalo feels sy benar, lumayan mengena kata-kata alGhozali.. 
alfatihah.. :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hahahahaha&#8230;</p>
<p>Sendiko kang ardana..<br />
kalo feels sy benar, lumayan mengena kata-kata alGhozali..<br />
alfatihah.. <img src='http://ummatipress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by sukma</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32679</link>
		<dc:creator>sukma</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 22:02:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32679</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirohmanirohim...

Kemuliaan manusia terletak pada akalnya, fungsi akal adalah sebagai hakim, sifatnya kiriman, menimbang setiap perkara yang masuk ke pikir, melalui penglihatan, haq dan bathil, baik dan buruk, benar dan salah...

penghalang akal adalah syaitan
penghalang pikir adalah jinn
penghalang hati adalah iblis
penghalang baathin adalah idajil

Jka manusia tidak mempunyai akal, maka derajatnya akan sama dengan hewan,
hanya nafsu yang punya, 
kata-kata kasar anda, adalah cerminan hati anda...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirohmanirohim&#8230;</p>
<p>Kemuliaan manusia terletak pada akalnya, fungsi akal adalah sebagai hakim, sifatnya kiriman, menimbang setiap perkara yang masuk ke pikir, melalui penglihatan, haq dan bathil, baik dan buruk, benar dan salah&#8230;</p>
<p>penghalang akal adalah syaitan<br />
penghalang pikir adalah jinn<br />
penghalang hati adalah iblis<br />
penghalang baathin adalah idajil</p>
<p>Jka manusia tidak mempunyai akal, maka derajatnya akan sama dengan hewan,<br />
hanya nafsu yang punya,<br />
kata-kata kasar anda, adalah cerminan hati anda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dialog Tentang Bid&#8217;ah Hasanah itu Akhirnya Berakhir, Alhamdulillah&#8230;. by Pencari Kebenaran</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/05/dialog-tentang-bidah-hasanah-itu-akhirnya-berakhir-alhamdulillah/comment-page-1/#comment-32668</link>
		<dc:creator>Pencari Kebenaran</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 18:29:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6131#comment-32668</guid>
		<description><![CDATA[Untuk anda semua yang suka menyalahkan orang lain !

Sekedar nambahin, bahwa Makna &quot;Kullu&quot; itu sebagai mana yang terdapat dalam hadits dan Al-Qur&#039;an, menurut penafsiran kaidah ilmu mantik ada 2.  &quot;kullu&quot; fi makna jam&#039;i ada &quot;kullu&quot; fi makna majmu. Makanya kalo menterjemahkan hadits itu jangan sembarangan, lihat dulu referensi hadits yang lain, dan pake ilmu dong...jangan sembarangan bilang sesat sama orang lain]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk anda semua yang suka menyalahkan orang lain !</p>
<p>Sekedar nambahin, bahwa Makna &#8220;Kullu&#8221; itu sebagai mana yang terdapat dalam hadits dan Al-Qur&#8217;an, menurut penafsiran kaidah ilmu mantik ada 2.  &#8220;kullu&#8221; fi makna jam&#8217;i ada &#8220;kullu&#8221; fi makna majmu. Makanya kalo menterjemahkan hadits itu jangan sembarangan, lihat dulu referensi hadits yang lain, dan pake ilmu dong&#8230;jangan sembarangan bilang sesat sama orang lain</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32663</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 16:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32663</guid>
		<description><![CDATA[@abu ja&#039;far silahkan sampean baca
حدثنا ‏ ‏عبد بن حميد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏محمد بن بشر العبدي ‏ ‏ويعلى بن عبيد ‏ ‏عن ‏ ‏حجاج بن دينار ‏ ‏عن ‏ ‏أبي غالب ‏ ‏عن ‏ ‏أبي أمامة ‏ ‏قال ‏
‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إلا أوتوا الجدل ثم تلا رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏هذه الآية ‏
coba sampean perhatikan kanjeng nabi dawuh bahwa jidal/berdebat memang bisa membuat orang yang mendapatkan petunjuk tersesat, kemudian kanjeng nabi membaca ayat di bawah ini

{‏ما ضربوه لك إلا جدلا بل هم قوم خصمون ‏}

dan silahkan sampean perhatikan tafsir di bawah ini...
‏قال ‏ ‏أبو عيسى ‏ ‏هذا ‏ ‏حديث حسن صحيح ‏ ‏إنما نعرفه من حديث ‏ ‏حجاج بن دينار ‏ ‏وحجاج ‏ ‏ثقة مقارب الحديث ‏ ‏وأبو غالب ‏ ‏اسمه ‏ ‏حزور ‏
تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي قَوْلُهُ : ( كَانُوا عَلَيْهِ ) ‏أَيْ عَلَى الْهُدَى ‏( إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ) ‏أَيْ أُعْطُوهُ وَهُوَ حَالٌ مُقَدَّرَةٌ وَالْمُسْتَثْنَى مِنْهُ أَعَمُّ عَامِّ الْأَحْوَالِ وَصَاحِبُهَا الضَّمِيرُ الْمُسْتَتِرُ فِي خَبَرِ كَانَ , وَالْمَعْنَى مَا كَانَ ضَلَالَتُهُمْ وَوُقُوعُهُمْ فِي الْكُفْرِ إِلَّا بِسَبَبِ الْجِدَالِ وَهُوَ الْخُصُومَةُ بِالْبَاطِلِ مَعَ نَبِيِّهِمْ وَطَلَبِ الْمُعْجِزَةِ مِنْهُ عِنَادًا أَوْ جُحُودًا , وَقِيلَ مُقَابَلَةُ الْحُجَّةِ بِالْحُجَّةِ , وَقِيلَ الْمُرَادُ هُنَا الْعِنَادُ وَالْمُرَادُ فِي الْقُرْآنِ ضَرْبُ بَعْضِهِ بِبَعْضٍ لِتَرْوِيجِ مَذَاهِبِهِمْ وَآرَاءِ مَشَايِخِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ لَهُمْ نُصْرَةٌ عَلَى مَا هُوَ الْحَقُّ وَذَلِكَ مُحَرَّمٌ لَا الْمُنَاظَرَةُ لِغَرَضٍ صَحِيحٍ كَإِظْهَارِ الْحَقِّ فَإِنَّهُ فَرْضُ كِفَايَةٍ ‏( ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) ‏أَيْ اِسْتِشْهَادًا عَلَى مَا قَرَّرَهُ ‏( { مَا ضَرَبُوهُ } ) ‏أَيْ هَذَا الْمَثَلَ ‏( { لَك } ) ‏يَا مُحَمَّدُ وَهُوَ قَوْلُهُمْ أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ , أَرَادُوا بِالْآلِهَةِ هُنَا الْمَلَائِكَةَ يَعْنِي الْمَلَائِكَةُ خَيْرٌ أَمْ عِيسَى يُرِيدُونَ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ خَيْرٌ مِنْ عِيسَى فَإِذَا عَبَدَتْ النَّصَارَى عِيسَى فَنَحْنُ نَعْبُدُ الْمَلَائِكَةَ أَيْ مَا قَالُوا ذَلِكَ الْقَوْلَ ‏( { إِلَّا جَدَلًا } ) ‏أَيْ إِلَّا لِمُخَاصَمَتِك وَإِيذَائِك بِالْبَاطِلِ لَا لِطَلَبِ الْحَقِّ , كَذَا قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ . قَالَ الْقَارِي : وَالْأَصَحُّ فِي مَعْنَى الْآيَةِ أَنَّ اِبْنَ الزِّبَعْرَى جَادَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى : { إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ } آلِهَتُنَا أَيْ الْأَصْنَامُ خَيْرٌ عِنْدَك أَمْ عِيسَى فَإِنْ كَانَ فِي النَّارِ فَلْتَكُنْ آلِهَتُنَا مَعَهُ , وَأَمَّا الْجَوَابُ عَنْ هَذِهِ الشُّبْهَةِ . فَأَوَّلًا - أَنَّ مَا لِغَيْرِ ذَوِي الْعُقُولِ فَالْإِشْكَالُ نَشَأَ عَنْ الْجَهْلِ بِالْقَوَاعِدِ الْعَرَبِيَّةِ , وَثَانِيًا - أَنَّ عِيسَى وَالْمَلَائِكَةَ خُصُّوا عَنْ هَذَا بِقَوْلِهِ تَعَالَى : { إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ } اِنْتَهَى . ‏
‏قُلْت : اِبْنُ الزِّبَعْرَى بِكَسْرِ الزَّايِ الْمُعْجَمَةِ وَفَتْحِ الْبَاءِ الْمُوَحَّدَةِ وَسُكُونِ الْعَيْنِ وَالرَّاءِ الْمُهْمَلَةِ وَالْأَلِفِ الْمَقْصُورَةِ قَالَ الشِّهَابُ : اِبْنُ الزِّبَعْرَى هُوَ عَبْدُ اللَّهِ الصَّحَابِيُّ الْمَشْهُورُ وَهَذِهِ الْقِصَّةُ عَلَى تَقْدِيرِ صِحَّتِهَا كَانَتْ قَبْلَ إِسْلَامِهِ كَذَا فِي فَتْحِ الْبَيَانِ ‏
‏{ بَلْ هُمْ } ‏
‏أَيْ الْكُفَّارُ ‏
‏{ قَوْمٌ خَصِمُونَ } ‏
‏أَيْ كَثِيرُ الْخُصُومَةِ . ‏
‏قَوْلُهُ : ( هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ) ‏
‏وَأَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ وَالْحَاكِمُ وَابْنُ جَرِيرٍ ‏
‏( إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ حَجَّاجِ بْنِ دِينَارٍ ) ‏
‏قَالَ الْحَافِظُ اِبْنُ كَثِيرٍ بَعْدَ نَقْلِ كَلَامِ التِّرْمِذِيِّ هَذَا مَا لَفْظُهُ : كَذَا قَالَ التِّرْمِذِيُّ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِزِيَادَةٍ فَذَكَرَهُ . ‏
‏قَوْلُهُ : ( وَأَبُو غَالِبٍ اِسْمُهُ حَزَوَّرُ ) ‏
‏بِفَتْحِ أَوَّلِهِ وَالزَّايِ وَتَشْدِيدِ الْوَاوِ وَآخِرُهُ رَاءٌ . ‏
	
adakah qoul yang mengatakan bahwa munadhoroh/diskusi untuk idhharilhaq dilarang??
Sedangkan dawuh imam Ghozali yang memberikan bab khusus tentang afat al munadhoroh dalam kitab Ihya ulumuddin maka kita tidak boleh langsung menelan mentah2.. beliau al Imam Ghozali bagi kami adalah pribadi yang sangat alim bahkan kami menjuluki beliau dengan HUJJATUL ISLAM.
contoh; Yang namanya pisau dapur, pisau buah ataupun pedang ketika dipegang oleh anak kecil pasti sangat berbahaya... tapi kalau dipegang oleh ahlinya maka pisau tersebut memang sangat penting guna mencapai tujuan yang haq
sehingga menurut pengamatan saya, seseorang yang mempelajari Kitab Ihya Ulumuddin harus sudah mumpuni dalam bidang ilmu agama, bahkan di pesantren kecil kami didawuhi guru kami yang insyaAlloh begini &quot; santri2 seng durung Aliyah gak oleh melu ngaji kitab ihya&quot; (santri2 yang belum tingkat Aliyah tidak boleh ikut mempelajari kItab Ihya) dan ada juga kiyai kami yang dawuh &quot;sedoyo santri dipun larang ngaos kitab engkang dereng pangkatipun&quot; (semua santri dilarang mempelajari buku yang belum tingkatannya)..
Wallohu &#039;alam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@abu ja&#8217;far silahkan sampean baca<br />
حدثنا ‏ ‏عبد بن حميد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏محمد بن بشر العبدي ‏ ‏ويعلى بن عبيد ‏ ‏عن ‏ ‏حجاج بن دينار ‏ ‏عن ‏ ‏أبي غالب ‏ ‏عن ‏ ‏أبي أمامة ‏ ‏قال ‏<br />
‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إلا أوتوا الجدل ثم تلا رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏هذه الآية ‏<br />
coba sampean perhatikan kanjeng nabi dawuh bahwa jidal/berdebat memang bisa membuat orang yang mendapatkan petunjuk tersesat, kemudian kanjeng nabi membaca ayat di bawah ini</p>
<p>{‏ما ضربوه لك إلا جدلا بل هم قوم خصمون ‏}</p>
<p>dan silahkan sampean perhatikan tafsir di bawah ini&#8230;<br />
‏قال ‏ ‏أبو عيسى ‏ ‏هذا ‏ ‏حديث حسن صحيح ‏ ‏إنما نعرفه من حديث ‏ ‏حجاج بن دينار ‏ ‏وحجاج ‏ ‏ثقة مقارب الحديث ‏ ‏وأبو غالب ‏ ‏اسمه ‏ ‏حزور ‏<br />
تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي قَوْلُهُ : ( كَانُوا عَلَيْهِ ) ‏أَيْ عَلَى الْهُدَى ‏( إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ ) ‏أَيْ أُعْطُوهُ وَهُوَ حَالٌ مُقَدَّرَةٌ وَالْمُسْتَثْنَى مِنْهُ أَعَمُّ عَامِّ الْأَحْوَالِ وَصَاحِبُهَا الضَّمِيرُ الْمُسْتَتِرُ فِي خَبَرِ كَانَ , وَالْمَعْنَى مَا كَانَ ضَلَالَتُهُمْ وَوُقُوعُهُمْ فِي الْكُفْرِ إِلَّا بِسَبَبِ الْجِدَالِ وَهُوَ الْخُصُومَةُ بِالْبَاطِلِ مَعَ نَبِيِّهِمْ وَطَلَبِ الْمُعْجِزَةِ مِنْهُ عِنَادًا أَوْ جُحُودًا , وَقِيلَ مُقَابَلَةُ الْحُجَّةِ بِالْحُجَّةِ , وَقِيلَ الْمُرَادُ هُنَا الْعِنَادُ وَالْمُرَادُ فِي الْقُرْآنِ ضَرْبُ بَعْضِهِ بِبَعْضٍ لِتَرْوِيجِ مَذَاهِبِهِمْ وَآرَاءِ مَشَايِخِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَكُونَ لَهُمْ نُصْرَةٌ عَلَى مَا هُوَ الْحَقُّ وَذَلِكَ مُحَرَّمٌ لَا الْمُنَاظَرَةُ لِغَرَضٍ صَحِيحٍ كَإِظْهَارِ الْحَقِّ فَإِنَّهُ فَرْضُ كِفَايَةٍ ‏( ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) ‏أَيْ اِسْتِشْهَادًا عَلَى مَا قَرَّرَهُ ‏( { مَا ضَرَبُوهُ } ) ‏أَيْ هَذَا الْمَثَلَ ‏( { لَك } ) ‏يَا مُحَمَّدُ وَهُوَ قَوْلُهُمْ أَآلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ , أَرَادُوا بِالْآلِهَةِ هُنَا الْمَلَائِكَةَ يَعْنِي الْمَلَائِكَةُ خَيْرٌ أَمْ عِيسَى يُرِيدُونَ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ خَيْرٌ مِنْ عِيسَى فَإِذَا عَبَدَتْ النَّصَارَى عِيسَى فَنَحْنُ نَعْبُدُ الْمَلَائِكَةَ أَيْ مَا قَالُوا ذَلِكَ الْقَوْلَ ‏( { إِلَّا جَدَلًا } ) ‏أَيْ إِلَّا لِمُخَاصَمَتِك وَإِيذَائِك بِالْبَاطِلِ لَا لِطَلَبِ الْحَقِّ , كَذَا قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ . قَالَ الْقَارِي : وَالْأَصَحُّ فِي مَعْنَى الْآيَةِ أَنَّ اِبْنَ الزِّبَعْرَى جَادَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى : { إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ } آلِهَتُنَا أَيْ الْأَصْنَامُ خَيْرٌ عِنْدَك أَمْ عِيسَى فَإِنْ كَانَ فِي النَّارِ فَلْتَكُنْ آلِهَتُنَا مَعَهُ , وَأَمَّا الْجَوَابُ عَنْ هَذِهِ الشُّبْهَةِ . فَأَوَّلًا &#8211; أَنَّ مَا لِغَيْرِ ذَوِي الْعُقُولِ فَالْإِشْكَالُ نَشَأَ عَنْ الْجَهْلِ بِالْقَوَاعِدِ الْعَرَبِيَّةِ , وَثَانِيًا &#8211; أَنَّ عِيسَى وَالْمَلَائِكَةَ خُصُّوا عَنْ هَذَا بِقَوْلِهِ تَعَالَى : { إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ } اِنْتَهَى . ‏<br />
‏قُلْت : اِبْنُ الزِّبَعْرَى بِكَسْرِ الزَّايِ الْمُعْجَمَةِ وَفَتْحِ الْبَاءِ الْمُوَحَّدَةِ وَسُكُونِ الْعَيْنِ وَالرَّاءِ الْمُهْمَلَةِ وَالْأَلِفِ الْمَقْصُورَةِ قَالَ الشِّهَابُ : اِبْنُ الزِّبَعْرَى هُوَ عَبْدُ اللَّهِ الصَّحَابِيُّ الْمَشْهُورُ وَهَذِهِ الْقِصَّةُ عَلَى تَقْدِيرِ صِحَّتِهَا كَانَتْ قَبْلَ إِسْلَامِهِ كَذَا فِي فَتْحِ الْبَيَانِ ‏<br />
‏{ بَلْ هُمْ } ‏<br />
‏أَيْ الْكُفَّارُ ‏<br />
‏{ قَوْمٌ خَصِمُونَ } ‏<br />
‏أَيْ كَثِيرُ الْخُصُومَةِ . ‏<br />
‏قَوْلُهُ : ( هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ) ‏<br />
‏وَأَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ وَالْحَاكِمُ وَابْنُ جَرِيرٍ ‏<br />
‏( إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ حَجَّاجِ بْنِ دِينَارٍ ) ‏<br />
‏قَالَ الْحَافِظُ اِبْنُ كَثِيرٍ بَعْدَ نَقْلِ كَلَامِ التِّرْمِذِيِّ هَذَا مَا لَفْظُهُ : كَذَا قَالَ التِّرْمِذِيُّ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِزِيَادَةٍ فَذَكَرَهُ . ‏<br />
‏قَوْلُهُ : ( وَأَبُو غَالِبٍ اِسْمُهُ حَزَوَّرُ ) ‏<br />
‏بِفَتْحِ أَوَّلِهِ وَالزَّايِ وَتَشْدِيدِ الْوَاوِ وَآخِرُهُ رَاءٌ . ‏</p>
<p>adakah qoul yang mengatakan bahwa munadhoroh/diskusi untuk idhharilhaq dilarang??<br />
Sedangkan dawuh imam Ghozali yang memberikan bab khusus tentang afat al munadhoroh dalam kitab Ihya ulumuddin maka kita tidak boleh langsung menelan mentah2.. beliau al Imam Ghozali bagi kami adalah pribadi yang sangat alim bahkan kami menjuluki beliau dengan HUJJATUL ISLAM.<br />
contoh; Yang namanya pisau dapur, pisau buah ataupun pedang ketika dipegang oleh anak kecil pasti sangat berbahaya&#8230; tapi kalau dipegang oleh ahlinya maka pisau tersebut memang sangat penting guna mencapai tujuan yang haq<br />
sehingga menurut pengamatan saya, seseorang yang mempelajari Kitab Ihya Ulumuddin harus sudah mumpuni dalam bidang ilmu agama, bahkan di pesantren kecil kami didawuhi guru kami yang insyaAlloh begini &#8221; santri2 seng durung Aliyah gak oleh melu ngaji kitab ihya&#8221; (santri2 yang belum tingkat Aliyah tidak boleh ikut mempelajari kItab Ihya) dan ada juga kiyai kami yang dawuh &#8220;sedoyo santri dipun larang ngaos kitab engkang dereng pangkatipun&#8221; (semua santri dilarang mempelajari buku yang belum tingkatannya)..<br />
Wallohu &#8216;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32659</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 13:07:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32659</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu hasanah

Untuk membuktikan Imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar al Asqalani, ahlussunah versi asy&#039;ariyyah atau ahlussunah versi tajsim dan tasybih salafi wahabi sederhana sekali.

1. ada tidak pernyataan kedua imam tersebut yg mencela takwil?
2. ada tidak pernyataan kedua imam tersebut, yang secara tegas menyatakan Allah swt. bersemayam di langit, &#039;arasy dsb?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu hasanah</p>
<p>Untuk membuktikan Imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar al Asqalani, ahlussunah versi asy&#8217;ariyyah atau ahlussunah versi tajsim dan tasybih salafi wahabi sederhana sekali.</p>
<p>1. ada tidak pernyataan kedua imam tersebut yg mencela takwil?<br />
2. ada tidak pernyataan kedua imam tersebut, yang secara tegas menyatakan Allah swt. bersemayam di langit, &#8216;arasy dsb?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32656</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 12:15:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32656</guid>
		<description><![CDATA[Yuyu menuduh kaum wahabi itu ilmunya terbatas. Tp kalau dari gaya tulisan yuyu yg diatas dibaca, maka akan bisa ditarik kesimpulan kl yg terbatas ilmu itu..ya...dia sendiri. 
Tulisannya aja belepotan begini...apalagi ilmunya..
Enggak apa2 juga sih belepotan krn itu urusannya sendiri .... tapi jangan bilang orang lainyg enggak &#039;ngelmu&#039; dong..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yuyu menuduh kaum wahabi itu ilmunya terbatas. Tp kalau dari gaya tulisan yuyu yg diatas dibaca, maka akan bisa ditarik kesimpulan kl yg terbatas ilmu itu..ya&#8230;dia sendiri.<br />
Tulisannya aja belepotan begini&#8230;apalagi ilmunya..<br />
Enggak apa2 juga sih belepotan krn itu urusannya sendiri &#8230;. tapi jangan bilang orang lainyg enggak &#8216;ngelmu&#8217; dong..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32653</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 10:19:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32653</guid>
		<description><![CDATA[@abu ja&#039;far : &quot;sehingga tidak salah kalau setiap beramal dalam urusan ibadah selalu dipertanyakan dalil dan siapa perawi&quot;.

menurut saya, itu kalimat super tapi menjerumuskan, pantas saja banyak yg sesat. kemudian, kami ini bukan pakar hadist mas, jadi, kami cuma bisa taqlid pada imam imam hadist seperti imam bukhori, imam muslim, imam nasa&#039;i, imam abu dawud, imam turmidzi, imam ahmad, imam al bayhaqi, imam nawawi, imam ibnu hajar al asqalani, imam ibnu hajar al haytami, imam asy suyuthi, dsb yang hapal ratusan ribu hadist beserta hukum sanad dan matannya. bukan muhadist gadungan yg cuma hapal hadist kullu bid&#039;atin dholalah atau muhadist kitab yg cuma bisa mentela&#039;ah dari buku. kalau boleh tanya, sumber hukum islam, selain al-qur&#039;an dan hadist, apa lagi?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@abu ja&#8217;far : &#8220;sehingga tidak salah kalau setiap beramal dalam urusan ibadah selalu dipertanyakan dalil dan siapa perawi&#8221;.</p>
<p>menurut saya, itu kalimat super tapi menjerumuskan, pantas saja banyak yg sesat. kemudian, kami ini bukan pakar hadist mas, jadi, kami cuma bisa taqlid pada imam imam hadist seperti imam bukhori, imam muslim, imam nasa&#8217;i, imam abu dawud, imam turmidzi, imam ahmad, imam al bayhaqi, imam nawawi, imam ibnu hajar al asqalani, imam ibnu hajar al haytami, imam asy suyuthi, dsb yang hapal ratusan ribu hadist beserta hukum sanad dan matannya. bukan muhadist gadungan yg cuma hapal hadist kullu bid&#8217;atin dholalah atau muhadist kitab yg cuma bisa mentela&#8217;ah dari buku. kalau boleh tanya, sumber hukum islam, selain al-qur&#8217;an dan hadist, apa lagi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on PENJELASAN ILMIYYAH SOAL JAMUAN MAKAN PADA JAMA&#8217;AH DZIKIR TAHLILAN by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/31/penjelasan-ilmiyyah-soal-jamuan-makan-pada-jamaah-dzikir-tahlilan/comment-page-1/#comment-32652</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 10:09:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9146#comment-32652</guid>
		<description><![CDATA[@abu ja&#039;far

mas, memang benar kita harus belajar agama dengan baik dan benar. tapi perlu di pahami, ilmu agama itu luas, dan tidak semua orang mampu menggali langsung dari Al-qur&#039;an dan Hadist untuk menetapkan hukum. contoh sederhana, Bismillah itu adalah salah satu ayat dalam surah al-fatihah, jadi, bila seseorang tidak membaca al-fatihah, maka sholatnya tidak sah, itu mazhab syafi&#039;i. tapi, dalam mazhab maliki, membaca bismillah itu makruh hukumnya. bila seseorang diharuskan menggali secara langsung kepada nash, kapan orang tersebut sholatnya? orang awam seperti saya, bila berijtihad sendiri, bila salah bukan pahala yg saya dapatkan, tapi dosa. oleh karena itulah, islam memberi keleluasaan, bila tidak tahu, bertanyalah kepada yang tahu. sama seperti salafi wahabi, kalau masalah hadist, rujukannya Al Bani. tata cara sholat, merujuk Al Bani juga.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@abu ja&#8217;far</p>
<p>mas, memang benar kita harus belajar agama dengan baik dan benar. tapi perlu di pahami, ilmu agama itu luas, dan tidak semua orang mampu menggali langsung dari Al-qur&#8217;an dan Hadist untuk menetapkan hukum. contoh sederhana, Bismillah itu adalah salah satu ayat dalam surah al-fatihah, jadi, bila seseorang tidak membaca al-fatihah, maka sholatnya tidak sah, itu mazhab syafi&#8217;i. tapi, dalam mazhab maliki, membaca bismillah itu makruh hukumnya. bila seseorang diharuskan menggali secara langsung kepada nash, kapan orang tersebut sholatnya? orang awam seperti saya, bila berijtihad sendiri, bila salah bukan pahala yg saya dapatkan, tapi dosa. oleh karena itulah, islam memberi keleluasaan, bila tidak tahu, bertanyalah kepada yang tahu. sama seperti salafi wahabi, kalau masalah hadist, rujukannya Al Bani. tata cara sholat, merujuk Al Bani juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32651</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 09:59:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32651</guid>
		<description><![CDATA[Tanya saja kepada mereka mas, mengapa memusuhi sufi.....! memang ada orang yang mengaku sufi dan keluar dari ahlussunah wal jama&#039;ah, misal, karena berpaham wahdatul wujud, atau mengatakan, bagi yg sudah mencapai makrifat dengan Allah swt. tidak perlu lagi menjalankan syari&#039;at seperti sholat dsb. kalau yg seperti itu, namanya sufi gadungan.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya saja kepada mereka mas, mengapa memusuhi sufi&#8230;..! memang ada orang yang mengaku sufi dan keluar dari ahlussunah wal jama&#8217;ah, misal, karena berpaham wahdatul wujud, atau mengatakan, bagi yg sudah mencapai makrifat dengan Allah swt. tidak perlu lagi menjalankan syari&#8217;at seperti sholat dsb. kalau yg seperti itu, namanya sufi gadungan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by yuyu</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32637</link>
		<dc:creator>yuyu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 01:46:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32637</guid>
		<description><![CDATA[@ Abu Ja&#039;far dan teman2 wahabi semuanya, ada beberapa hal yang harus antum dan teman2 antum ketahui: 

1) Diskusi yang dilakukan di blog ini adalah dalam rangka mengikuti perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, yaitu &quot;... Tawassau bil haq wa tawassau bis shobri...&quot; (Saling menasehati dalam kebenaran), dan hadits nabi (Generasi terbaik adalah generasiku, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya...), intinya nabi berpesan ikutilah pemahamanku yang aku ajarkan melalui sahabat dan ulama2 yang SANAD dan MATAN keilmuannya terjaga sampai Rasululloh SAW... 

Teman-teman Aswaja disini hanya menyampaikan argumen yang benar (shohih), dan jelas (shorih) dengan landasan SANAD dan MATAN keilmuan yang kuat sebagaimana yang diajarkan Rasululloh SAW, Para Sahabat, melalui imam2 Mu&#039;tabar dan ulama2 yang alim dan sholih... 

Bukankah sebaiknya &quot;Qulil haq walau kana umuron..&quot; jika melihat suatu kesalahan dan ketidak sesuaian, agar orang bisa melihat yang haq? 

Perhatikan dengan mata hati dan pikiran jernih yang Allah karunikan untuk antum semua agar melihat kebenaran (Hidayah-Nya): 
- Bagaimana Akidah 3 Wahabi diluruskan oleh Akidah yang benar dengan dalil yang kuat (MATAN DAN SANAD yang kuat), sehingga gugurlah pemahaman akidah 3 tersebut? 
- Bagaimana konsep bid&#039;ah Wahabi sangat kontradiktif ketika dihadapkan dengan konsep Bid&#039;ah Ahlussunnah yang benar (pemahaman imam2 mazhab)? lagi-lagi gugurlah pemahaman bid&#039;ah wahabi tersebut? 
- Bagaimana semua yang disunnahkan Nabi (ziarah kubur, istighosah, dsb) diharamkan oleh pemahaman wahabi, tapi diluruskan dengan dalil yang shohih dan shorih oleh teman2 Ahlussunah di sini? lalu gugurlah pemahaman wahabi tsb... (padahal wahabilah yang berkoar &quot;paling menjaga sunnah&quot;

Teringat perkataan Imam Al-Ghazali, mereka yang beramal tanpa ilmu itu tertolak.... Jadi perkataan antum:: 

&quot;Subhanallah…saudara2 memang luar biasa dlm berdebat tapi ingatlah bahwa berdebat itu akan mengeraskan hati. Apa yang antum niatkan untuk saling menasihati akan tidak sampai sasaran. Lebih baik tinggalkan. ..karena agama ini bukan untuk diperdebatkan tetapi dipahami dan diamalkan sebagaimana golongan termulia dan dijamin syurga sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasul Muhammad (ed Ind) ” sebaik-baik generasi adalah generasiku (para sahabat) kemudian yang mengikuti generasi sahabat (tabi’in) kemudian generasi yang berikutnya (tabi’ut tabi’in)&quot; 

BERARTI: Antum harus banyak belajar lagi tentang Agama yang mulia ini secara benar (dari guru yang benar) dan Kaffah (tidak sepotong2). 
Perhatikan bagaimana Al-Imam yang agung Abul Hasan Al-Asy&#039;ari dan Al-Imam Abu Manshur Al-maturidi yang mengalahkan pemahaman mu&#039;tazilah dan mujassimah musyabbihah lainnya lewat pendapat2nya beliau dikatakan debat yang harus ditingggalkan? lalu bagaimana pula dengan Sayyidina Ali kw, yang mengalahkan pendapatnya kaum khawarij dikatakan debat yang haram? 
Cobalah pelajari agama ini dengan lebih terbuka, lihatlah pendapat ulama2 mutabar yang MATAN DAN SANAD keilmuannya terjaga sd Rasululloh SAW... karena lewat SANAD lah kesucian agama ini Allah jaga dari intervensi pihak2 yang tidak bertanggungjawab...

Pesannya sederhana, Jangan jadi muqollid pemahaman2 ulama2 wahabi saja... coba lihatlah pendapat ulama2 Ahlussunnah yang SANAD dan MATAN keilmuannya terjaga sd Rasul yang Mulia...

2) Banyak dari koment-koment teman2 wahabi menunjukkan bahwa penguasaan ilmunya masih terbatas sehingga pertanyaan2nya masih sifatnya mendasar. Jadinya agak lucu koq yang suka menyalahkan tapi standar dan kapasitas keilmuannya masih rendah. 

Mungkin pesannya utk teman2 wahabi, banyak belajarlah dan niatkan dengan hati yang bersih dan jauh dari sifat ujub dan sombong sehingga mudah2an Allah bukakan pintu hidayahnya untuk antum semua... dan cari ilmulah dari semua ulama setelah itu antum pikirkan dengan hati yang jernih dan akal yang sehat untuk memilih mana ulama2 yang pemahamannya MATAN dan SANADnya sesuai dengan pemahaman Rasululloh SAW...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Abu Ja&#8217;far dan teman2 wahabi semuanya, ada beberapa hal yang harus antum dan teman2 antum ketahui: </p>
<p>1) Diskusi yang dilakukan di blog ini adalah dalam rangka mengikuti perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, yaitu &#8220;&#8230; Tawassau bil haq wa tawassau bis shobri&#8230;&#8221; (Saling menasehati dalam kebenaran), dan hadits nabi (Generasi terbaik adalah generasiku, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya&#8230;), intinya nabi berpesan ikutilah pemahamanku yang aku ajarkan melalui sahabat dan ulama2 yang SANAD dan MATAN keilmuannya terjaga sampai Rasululloh SAW&#8230; </p>
<p>Teman-teman Aswaja disini hanya menyampaikan argumen yang benar (shohih), dan jelas (shorih) dengan landasan SANAD dan MATAN keilmuan yang kuat sebagaimana yang diajarkan Rasululloh SAW, Para Sahabat, melalui imam2 Mu&#8217;tabar dan ulama2 yang alim dan sholih&#8230; </p>
<p>Bukankah sebaiknya &#8220;Qulil haq walau kana umuron..&#8221; jika melihat suatu kesalahan dan ketidak sesuaian, agar orang bisa melihat yang haq? </p>
<p>Perhatikan dengan mata hati dan pikiran jernih yang Allah karunikan untuk antum semua agar melihat kebenaran (Hidayah-Nya):<br />
- Bagaimana Akidah 3 Wahabi diluruskan oleh Akidah yang benar dengan dalil yang kuat (MATAN DAN SANAD yang kuat), sehingga gugurlah pemahaman akidah 3 tersebut?<br />
- Bagaimana konsep bid&#8217;ah Wahabi sangat kontradiktif ketika dihadapkan dengan konsep Bid&#8217;ah Ahlussunnah yang benar (pemahaman imam2 mazhab)? lagi-lagi gugurlah pemahaman bid&#8217;ah wahabi tersebut?<br />
- Bagaimana semua yang disunnahkan Nabi (ziarah kubur, istighosah, dsb) diharamkan oleh pemahaman wahabi, tapi diluruskan dengan dalil yang shohih dan shorih oleh teman2 Ahlussunah di sini? lalu gugurlah pemahaman wahabi tsb&#8230; (padahal wahabilah yang berkoar &#8220;paling menjaga sunnah&#8221;</p>
<p>Teringat perkataan Imam Al-Ghazali, mereka yang beramal tanpa ilmu itu tertolak&#8230;. Jadi perkataan antum:: </p>
<p>&#8220;Subhanallah…saudara2 memang luar biasa dlm berdebat tapi ingatlah bahwa berdebat itu akan mengeraskan hati. Apa yang antum niatkan untuk saling menasihati akan tidak sampai sasaran. Lebih baik tinggalkan. ..karena agama ini bukan untuk diperdebatkan tetapi dipahami dan diamalkan sebagaimana golongan termulia dan dijamin syurga sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasul Muhammad (ed Ind) ” sebaik-baik generasi adalah generasiku (para sahabat) kemudian yang mengikuti generasi sahabat (tabi’in) kemudian generasi yang berikutnya (tabi’ut tabi’in)&#8221; </p>
<p>BERARTI: Antum harus banyak belajar lagi tentang Agama yang mulia ini secara benar (dari guru yang benar) dan Kaffah (tidak sepotong2).<br />
Perhatikan bagaimana Al-Imam yang agung Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari dan Al-Imam Abu Manshur Al-maturidi yang mengalahkan pemahaman mu&#8217;tazilah dan mujassimah musyabbihah lainnya lewat pendapat2nya beliau dikatakan debat yang harus ditingggalkan? lalu bagaimana pula dengan Sayyidina Ali kw, yang mengalahkan pendapatnya kaum khawarij dikatakan debat yang haram?<br />
Cobalah pelajari agama ini dengan lebih terbuka, lihatlah pendapat ulama2 mutabar yang MATAN DAN SANAD keilmuannya terjaga sd Rasululloh SAW&#8230; karena lewat SANAD lah kesucian agama ini Allah jaga dari intervensi pihak2 yang tidak bertanggungjawab&#8230;</p>
<p>Pesannya sederhana, Jangan jadi muqollid pemahaman2 ulama2 wahabi saja&#8230; coba lihatlah pendapat ulama2 Ahlussunnah yang SANAD dan MATAN keilmuannya terjaga sd Rasul yang Mulia&#8230;</p>
<p>2) Banyak dari koment-koment teman2 wahabi menunjukkan bahwa penguasaan ilmunya masih terbatas sehingga pertanyaan2nya masih sifatnya mendasar. Jadinya agak lucu koq yang suka menyalahkan tapi standar dan kapasitas keilmuannya masih rendah. </p>
<p>Mungkin pesannya utk teman2 wahabi, banyak belajarlah dan niatkan dengan hati yang bersih dan jauh dari sifat ujub dan sombong sehingga mudah2an Allah bukakan pintu hidayahnya untuk antum semua&#8230; dan cari ilmulah dari semua ulama setelah itu antum pikirkan dengan hati yang jernih dan akal yang sehat untuk memilih mana ulama2 yang pemahamannya MATAN dan SANADnya sesuai dengan pemahaman Rasululloh SAW&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32623</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 16:20:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32623</guid>
		<description><![CDATA[mas ardana putra basuki, sekarang saya balik tanya kepada anda 
dengan apa anda akan menghidupkan agama Alloh ?
dengan apa anda akan menta&#039;ati perintah Alloh ?
dengan apa anda akan memulyakan nabi pembawa kebenaran ?
bagaimana sikap anda ketika ulama2 kami dituduh sesat, ahli bid&#039;ah, kurofat dll... ??
dan menurut anda kesimpulan dari dawuh imam ghozali itu apa ?
silahkan dijawab dengan lugas dan penuh makna.. terus terang saya belum mengerti apa maksud dari &quot; dawuh imam ghozali tersebut&quot; dan saya minta anda mencantumkan teks arabnya.. apa benar kandungan  dawuh tersebut sesuai dengan pemahaman tulisan anda..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas ardana putra basuki, sekarang saya balik tanya kepada anda<br />
dengan apa anda akan menghidupkan agama Alloh ?<br />
dengan apa anda akan menta&#8217;ati perintah Alloh ?<br />
dengan apa anda akan memulyakan nabi pembawa kebenaran ?<br />
bagaimana sikap anda ketika ulama2 kami dituduh sesat, ahli bid&#8217;ah, kurofat dll&#8230; ??<br />
dan menurut anda kesimpulan dari dawuh imam ghozali itu apa ?<br />
silahkan dijawab dengan lugas dan penuh makna.. terus terang saya belum mengerti apa maksud dari &#8221; dawuh imam ghozali tersebut&#8221; dan saya minta anda mencantumkan teks arabnya.. apa benar kandungan  dawuh tersebut sesuai dengan pemahaman tulisan anda..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32622</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 16:04:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32622</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Maaf mas ardana@, sekedar koreksi translit anda :&lt;blockquote&gt;kitap iqya ulumudin&lt;/blockquote&gt;
tulisan arabnya adalah : كتاب إحياء علوم الدين kalo ditranslit dengan ejaan yang mendekati menjadi : &lt;strong&gt;Kitab Ihya&#039; &#039;Ulumiddiin&lt;/strong&gt;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Maaf mas ardana@, sekedar koreksi translit anda :<br />
<blockquote>kitap iqya ulumudin</p></blockquote>
<p>tulisan arabnya adalah : كتاب إحياء علوم الدين kalo ditranslit dengan ejaan yang mendekati menjadi : <strong>Kitab Ihya&#8217; &#8216;Ulumiddiin</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ardana putra basuki</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32621</link>
		<dc:creator>ardana putra basuki</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 15:27:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32621</guid>
		<description><![CDATA[maaf untuk semua saudara saudaraku.. komen yg aku tulis itu adalah perkataan imam ghozali dlm kitap iqya ulumudin.. sengaja aku tak kasih keterangan penulisnya.. bukanya aku ingin mengetahui seberapa besar anda mengenal agama . seharusnya untuk saudara saudara semua baca dengan teliti apa yg telah aku komenkan.. dan knp aku memasukan komen itu... ( perenungan) apa yg di perintahkan Allah untuk anda semua.. menyebarkan agama Allah apa menyebarkan organisasi kalian.. lebih sering membicarakan kaegungan Allah apa lebih sering menunjukan kepandaiaan kalian ..?
mungkin ini bisa jadi perenungan untuk kita semua...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf untuk semua saudara saudaraku.. komen yg aku tulis itu adalah perkataan imam ghozali dlm kitap iqya ulumudin.. sengaja aku tak kasih keterangan penulisnya.. bukanya aku ingin mengetahui seberapa besar anda mengenal agama . seharusnya untuk saudara saudara semua baca dengan teliti apa yg telah aku komenkan.. dan knp aku memasukan komen itu&#8230; ( perenungan) apa yg di perintahkan Allah untuk anda semua.. menyebarkan agama Allah apa menyebarkan organisasi kalian.. lebih sering membicarakan kaegungan Allah apa lebih sering menunjukan kepandaiaan kalian ..?<br />
mungkin ini bisa jadi perenungan untuk kita semua&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on PENJELASAN ILMIYYAH SOAL JAMUAN MAKAN PADA JAMA&#8217;AH DZIKIR TAHLILAN by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/31/penjelasan-ilmiyyah-soal-jamuan-makan-pada-jamaah-dzikir-tahlilan/comment-page-1/#comment-32620</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 15:16:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9146#comment-32620</guid>
		<description><![CDATA[@abu ja&#039;far &quot; Mayoritas bukan ukuran suatu
kebenaran..kebenaran itu datangnya dari
Allah ta’ala dan Rasul Muhammad melalui
pemahaman salafusholih.&quot;

saya: la trus maksud dari hadist ini apa?
 “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat
pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian
melihat terjadi perselisihan maka ikutilah
kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).”
(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at
Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al
Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini
adalah hadits Shohih)
al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah menafsirkan
kata As-sawadul A’zhom sebagai sekelompok
(jamaah) manusia yang terbanyak, yang bersatu
dalam satu titian manhaj yang lurus. (Lihat:
Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283). Menurut al-
Hafidz al-Muhaddits Imam Suyuthi, As-Sawad
Al-A’zhom merupakan mayoritas umat Islam.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil
perkataan Imam Ath-Thabari mengenai makna
kata “jamaah” dalam hadits Bukhari yang
berbunyi, “Hendaknya kalian bersama jamaah”,
beliau berkata, “Jamaah adalah As-Sawad Al-
A’zhom.” (Lihat Fathul Bari juz 13 hal. 37)
Ibnu Hajar al-Atsqolani pun memaknai
“Jama’ah” sebagai As-Sawad Al-A’zhom
(mayoritas umat Islam).
saya mohon pencerahanya mas abu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@abu ja&#8217;far &#8221; Mayoritas bukan ukuran suatu<br />
kebenaran..kebenaran itu datangnya dari<br />
Allah ta’ala dan Rasul Muhammad melalui<br />
pemahaman salafusholih.&#8221;</p>
<p>saya: la trus maksud dari hadist ini apa?<br />
 “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat<br />
pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian<br />
melihat terjadi perselisihan maka ikutilah<br />
kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).”<br />
(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at<br />
Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al<br />
Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini<br />
adalah hadits Shohih)<br />
al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah menafsirkan<br />
kata As-sawadul A’zhom sebagai sekelompok<br />
(jamaah) manusia yang terbanyak, yang bersatu<br />
dalam satu titian manhaj yang lurus. (Lihat:<br />
Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283). Menurut al-<br />
Hafidz al-Muhaddits Imam Suyuthi, As-Sawad<br />
Al-A’zhom merupakan mayoritas umat Islam.<br />
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil<br />
perkataan Imam Ath-Thabari mengenai makna<br />
kata “jamaah” dalam hadits Bukhari yang<br />
berbunyi, “Hendaknya kalian bersama jamaah”,<br />
beliau berkata, “Jamaah adalah As-Sawad Al-<br />
A’zhom.” (Lihat Fathul Bari juz 13 hal. 37)<br />
Ibnu Hajar al-Atsqolani pun memaknai<br />
“Jama’ah” sebagai As-Sawad Al-A’zhom<br />
(mayoritas umat Islam).<br />
saya mohon pencerahanya mas abu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32618</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 15:05:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32618</guid>
		<description><![CDATA[@gogon kalau kamu tidak mempercayai dawuh ulama trus yang anda percayai siapa...??? lawong beliau2 yang paling tau maksud dari dawuh kanjeng nabi.. apakah sampean lebih tau maksud nabi dibanding ulama&#039;2..? 

bocae gak genep... hahaha aneh]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@gogon kalau kamu tidak mempercayai dawuh ulama trus yang anda percayai siapa&#8230;??? lawong beliau2 yang paling tau maksud dari dawuh kanjeng nabi.. apakah sampean lebih tau maksud nabi dibanding ulama&#8217;2..? </p>
<p>bocae gak genep&#8230; hahaha aneh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on PENJELASAN ILMIYYAH SOAL JAMUAN MAKAN PADA JAMA&#8217;AH DZIKIR TAHLILAN by abu ja'far</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/31/penjelasan-ilmiyyah-soal-jamuan-makan-pada-jamaah-dzikir-tahlilan/comment-page-1/#comment-32617</link>
		<dc:creator>abu ja'far</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 14:55:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9146#comment-32617</guid>
		<description><![CDATA[MasyaAllah...agar aqidah tetap kokoh itu dengan tolabul ilmi &quot;belajar tentang agama ini&quot; dan wajib hukumnya setiap diri-diri yang mengaku ummatnya Rasulullah Muhammad dan hadits tentang hal ini  sudah sangatlah masyhur. Aqidah kokoh itu bukan karena adanya kuburan para wali ataupun makam Rasulullah Shallallahu Alalihi wa Sallam. Mau jadi seorang yang dianggap Ahlus Sunnah wal Jama&#039;ah itu juga harus belajar, tidak hanya slogan pengakuan saja...perumpamaannya &quot;anda  mengaku kekasih Fulanah tetapi ternyata Fulanah ndak mengakui bahkan tidak mengenal anda..kan runyam jadinya toh...&quot; tinggalkan sifat suka mem&quot;bebek&quot; ataupun meng&quot;ekor&quot;. Mayoritas bukan ukuran suatu kebenaran..kebenaran itu datangnya dari Allah ta&#039;ala dan Rasul Muhammad melalui pemahaman salafusholih.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MasyaAllah&#8230;agar aqidah tetap kokoh itu dengan tolabul ilmi &#8220;belajar tentang agama ini&#8221; dan wajib hukumnya setiap diri-diri yang mengaku ummatnya Rasulullah Muhammad dan hadits tentang hal ini  sudah sangatlah masyhur. Aqidah kokoh itu bukan karena adanya kuburan para wali ataupun makam Rasulullah Shallallahu Alalihi wa Sallam. Mau jadi seorang yang dianggap Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah itu juga harus belajar, tidak hanya slogan pengakuan saja&#8230;perumpamaannya &#8220;anda  mengaku kekasih Fulanah tetapi ternyata Fulanah ndak mengakui bahkan tidak mengenal anda..kan runyam jadinya toh&#8230;&#8221; tinggalkan sifat suka mem&#8221;bebek&#8221; ataupun meng&#8221;ekor&#8221;. Mayoritas bukan ukuran suatu kebenaran..kebenaran itu datangnya dari Allah ta&#8217;ala dan Rasul Muhammad melalui pemahaman salafusholih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32616</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 14:54:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32616</guid>
		<description><![CDATA[@ abu ja&#039;far silahka sampean buka link yang saya kasih.. insyaAlloh sampean akan faham apa yang dilakukan teman2 aswaja di sini..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abu ja&#8217;far silahka sampean buka link yang saya kasih.. insyaAlloh sampean akan faham apa yang dilakukan teman2 aswaja di sini..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by Hilmalia Salamah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32615</link>
		<dc:creator>Hilmalia Salamah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 14:42:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32615</guid>
		<description><![CDATA[Wahabi sudah mulai memfitnah kuburan ustadz Uje jadi tempat pesugihan. Mereka ini memang ngeres pikirannya, ada orang2 berziarah dilihatnya sebagai minta kekayaan ato pesugihan. Sungguh terlalu Wahabi akibat su&#039;udzon yg berlebihan.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahabi sudah mulai memfitnah kuburan ustadz Uje jadi tempat pesugihan. Mereka ini memang ngeres pikirannya, ada orang2 berziarah dilihatnya sebagai minta kekayaan ato pesugihan. Sungguh terlalu Wahabi akibat su&#8217;udzon yg berlebihan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32611</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 13:06:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32611</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah... Metro TV meliput acara tahlilan Almarhum Uje.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230; Metro TV meliput acara tahlilan Almarhum Uje.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32608</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 11:07:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32608</guid>
		<description><![CDATA[@mas ucokmonalisa
kami tau debat kusir dilarang sama
kanjengnabi Muhammad s.a.w, namun kalau
debat/munadhoroh untuk idhharilhaq maka
hukumnya fardlu kifayah
silahkan sampean klik
www.yanabi.com/Hadith.aspx?
HadithID=15744
dan kami tidak memandang golongan apapun
dalam penyampain perihal yang insyaAlloh
benar.. sehingga siapapun mereka golongan
apapun mereka kalau mengartikan dalil nash
sak penae udele dewe maka bagi kami fardlu
kifayah untuk meluruskan pemahaman
tersebut..
wallohu ‘alam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mas ucokmonalisa<br />
kami tau debat kusir dilarang sama<br />
kanjengnabi Muhammad s.a.w, namun kalau<br />
debat/munadhoroh untuk idhharilhaq maka<br />
hukumnya fardlu kifayah<br />
silahkan sampean klik<br />
<a href="http://www.yanabi.com/Hadith.aspx?" rel="nofollow">http://www.yanabi.com/Hadith.aspx?</a><br />
HadithID=15744<br />
dan kami tidak memandang golongan apapun<br />
dalam penyampain perihal yang insyaAlloh<br />
benar.. sehingga siapapun mereka golongan<br />
apapun mereka kalau mengartikan dalil nash<br />
sak penae udele dewe maka bagi kami fardlu<br />
kifayah untuk meluruskan pemahaman<br />
tersebut..<br />
wallohu ‘alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by yuyu</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32604</link>
		<dc:creator>yuyu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 07:29:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32604</guid>
		<description><![CDATA[Syukron Katsir Mas Agung.... 

Subhanallah..... Allah menjaga agama yang benar ini melalui hamba-hamba pilihan-Nya yang sholih dari setiap zaman dan generasi ... (Ini yang saya maksud bahwa Ahlussunnah itu terjaga sanad dan matannya sampai dengan Rasululloh SAW melalui Para Sahabat, Tabiin, Imam2 Mu&#039;tabar, dan para ulama2 yang sholih...)

Jadi kalau boleh disimpulkan, Runtutan Pemahaman Ahlussunnah (Imam Asy&#039;ari dan Maturidi) itu sbb: 

Nabi Muhammad Saw --- Sahabat --- Tabi&#039;in --- Imam Mazhab --- Imam Al-Asy&#039;ari (Dari Pemahaman Imam Malik dan Imam Syafi&#039;i) &amp; Imam Maturidi (Dari Pemahaman Imam Hanafi) --- Ulama2 besar dari generasi sesudahnya sampai generasi kita... 

Subhanallah..... Al-Haq itu telah nyata dan terang benderang bagi hati yang diberi Hidayah oleh-Nya... 

Semoga semua teman2 Aswaja selalu diistiqomahkan oleh Allah SWT dijalan yang benar ini... 

Adakah rekan-rekan wahabi (yang mengaku paling salaf dan paling benar) mampu memberikan rangkaian SANAD dan MATAN AKIDAH mereka sesuai yang diajarkan Nabi yang mulia, para sahabatnya, dan ulama2 mu&#039;tabar dengan dalil yang shohih dan shorih? ......  

Benarlah Allah menunjukkan hidayah kepada yang dikehendaki-Nya, dan sebaliknya memalingkan hidayah-Nya kepada yang dikehendaki-Nya... 

Mari berdoa dan bermohon bersama (to all aswaja) semoga Allah selalu memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.... Amiin]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syukron Katsir Mas Agung&#8230;. </p>
<p>Subhanallah&#8230;.. Allah menjaga agama yang benar ini melalui hamba-hamba pilihan-Nya yang sholih dari setiap zaman dan generasi &#8230; (Ini yang saya maksud bahwa Ahlussunnah itu terjaga sanad dan matannya sampai dengan Rasululloh SAW melalui Para Sahabat, Tabiin, Imam2 Mu&#8217;tabar, dan para ulama2 yang sholih&#8230;)</p>
<p>Jadi kalau boleh disimpulkan, Runtutan Pemahaman Ahlussunnah (Imam Asy&#8217;ari dan Maturidi) itu sbb: </p>
<p>Nabi Muhammad Saw &#8212; Sahabat &#8212; Tabi&#8217;in &#8212; Imam Mazhab &#8212; Imam Al-Asy&#8217;ari (Dari Pemahaman Imam Malik dan Imam Syafi&#8217;i) &amp; Imam Maturidi (Dari Pemahaman Imam Hanafi) &#8212; Ulama2 besar dari generasi sesudahnya sampai generasi kita&#8230; </p>
<p>Subhanallah&#8230;.. Al-Haq itu telah nyata dan terang benderang bagi hati yang diberi Hidayah oleh-Nya&#8230; </p>
<p>Semoga semua teman2 Aswaja selalu diistiqomahkan oleh Allah SWT dijalan yang benar ini&#8230; </p>
<p>Adakah rekan-rekan wahabi (yang mengaku paling salaf dan paling benar) mampu memberikan rangkaian SANAD dan MATAN AKIDAH mereka sesuai yang diajarkan Nabi yang mulia, para sahabatnya, dan ulama2 mu&#8217;tabar dengan dalil yang shohih dan shorih? &#8230;&#8230;  </p>
<p>Benarlah Allah menunjukkan hidayah kepada yang dikehendaki-Nya, dan sebaliknya memalingkan hidayah-Nya kepada yang dikehendaki-Nya&#8230; </p>
<p>Mari berdoa dan bermohon bersama (to all aswaja) semoga Allah selalu memberikan hidayah-Nya kepada kita semua&#8230;. Amiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32601</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 05:38:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32601</guid>
		<description><![CDATA[syukron ktsiro mas agung mantab]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>syukron ktsiro mas agung mantab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32600</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 05:09:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32600</guid>
		<description><![CDATA[PUTRA BASUKI........    SAMPEAN IKI NGOMONG OPO THO ..... ??/]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PUTRA BASUKI&#8230;&#8230;..    SAMPEAN IKI NGOMONG OPO THO &#8230;.. ??/</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by vijay</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32599</link>
		<dc:creator>vijay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 05:05:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32599</guid>
		<description><![CDATA[terang benderang ulasannya Mas Agung, Tq.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terang benderang ulasannya Mas Agung, Tq.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32598</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 04:47:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32598</guid>
		<description><![CDATA[@mas ucokmonalisa
kami tau debat kusir dilarang sama kanjengnabi Muhammad s.a.w, namun kalau debat/munadhoroh untuk idhharilhaq maka hukumnya fardlu kifayah
silahkan sampean klik 
www.yanabi.com/Hadith.aspx?HadithID=15744
dan kami tidak memandang golongan apapun dalam penyampain perihal yang insyaAlloh benar.. sehingga siapapun mereka golongan apapun mereka kalau mengartikan dalil nash sak penae udele dewe maka bagi kami fardlu kifayah untuk meluruskan pemahaman tersebut..
wallohu &#039;alam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mas ucokmonalisa<br />
kami tau debat kusir dilarang sama kanjengnabi Muhammad s.a.w, namun kalau debat/munadhoroh untuk idhharilhaq maka hukumnya fardlu kifayah<br />
silahkan sampean klik<br />
<a href="http://www.yanabi.com/Hadith.aspx?HadithID=15744" rel="nofollow">http://www.yanabi.com/Hadith.aspx?HadithID=15744</a><br />
dan kami tidak memandang golongan apapun dalam penyampain perihal yang insyaAlloh benar.. sehingga siapapun mereka golongan apapun mereka kalau mengartikan dalil nash sak penae udele dewe maka bagi kami fardlu kifayah untuk meluruskan pemahaman tersebut..<br />
wallohu &#8216;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on &#8220;Kembali Kepada Al-Qur&#8217;an dan Al-Sunnah&#8221; Cuma Jadi Jargon Sekte Sesat by abu ja'far</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/07/07/kembali-kepada-al-quran-dan-al-sunnah-cuma-jadi-jargon-sekte-sesat/comment-page-2/#comment-32597</link>
		<dc:creator>abu ja'far</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 04:24:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=3301#comment-32597</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah...saudara2 memang luar biasa dlm berdebat tapi ingatlah bahwa berdebat itu akan mengeraskan hati. Apa yang antum niatkan untuk saling menasihati akan tidak sampai sasaran. Lebih baik tinggalkan. ..karena agama ini bukan untuk diperdebatkan tetapi dipahami dan diamalkan sebagaimana golongan termulia dan dijamin syurga sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasul Muhammad (ed Ind) &quot; sebaik-baik generasi adalah generasiku (para sahabat) kemudian yang mengikuti generasi sahabat (tabi&#039;in) kemudian generasi yang berikutnya (tabi&#039;ut tabi&#039;in). InsyaAllah hadits ini dishahihkan oleh para ulama yang mengaku Ahlus Sunnah wal Jama&#039;ah. Sejak peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan itu adalah fitnah yang menunjukkan bahwa sejak itu agama sdh mulai terkontaminasi dengan akal pikiran manusia yang sdh tidak bisa sami&#039;na wa atha&#039;na..sehingga tidak salah kalau setiap beramal dalam urusan ibadah selalu dipertanyakan dalil dan siapa perawi..apalagi seperti saat ini yang sdh cukup jauh masanya dengan generasi termulia ummat ini!!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah&#8230;saudara2 memang luar biasa dlm berdebat tapi ingatlah bahwa berdebat itu akan mengeraskan hati. Apa yang antum niatkan untuk saling menasihati akan tidak sampai sasaran. Lebih baik tinggalkan. ..karena agama ini bukan untuk diperdebatkan tetapi dipahami dan diamalkan sebagaimana golongan termulia dan dijamin syurga sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasul Muhammad (ed Ind) &#8221; sebaik-baik generasi adalah generasiku (para sahabat) kemudian yang mengikuti generasi sahabat (tabi&#8217;in) kemudian generasi yang berikutnya (tabi&#8217;ut tabi&#8217;in). InsyaAllah hadits ini dishahihkan oleh para ulama yang mengaku Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah. Sejak peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan itu adalah fitnah yang menunjukkan bahwa sejak itu agama sdh mulai terkontaminasi dengan akal pikiran manusia yang sdh tidak bisa sami&#8217;na wa atha&#8217;na..sehingga tidak salah kalau setiap beramal dalam urusan ibadah selalu dipertanyakan dalil dan siapa perawi..apalagi seperti saat ini yang sdh cukup jauh masanya dengan generasi termulia ummat ini!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by al faqir</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32596</link>
		<dc:creator>al faqir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 04:06:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32596</guid>
		<description><![CDATA[Mas @Agung sy mau tanya. Kenapa anak2 salafi/wahabi pny pengertian kalo tanduk setan dr nejd itu orang2 sufi dari iraq?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas @Agung sy mau tanya. Kenapa anak2 salafi/wahabi pny pengertian kalo tanduk setan dr nejd itu orang2 sufi dari iraq?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Hilmalia Salamah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32589</link>
		<dc:creator>Hilmalia Salamah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 23:43:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32589</guid>
		<description><![CDATA[Kata salah seorang ulama Malikiyah bahwa Wahabi itu pengikut Mazhab Hawa Nafsu. Akibat menolak bermazhab dg 4 mazhab, akhirnya mereka mengekor Hawa Nafsunya masing2, naudzubillah min dzalik.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kata salah seorang ulama Malikiyah bahwa Wahabi itu pengikut Mazhab Hawa Nafsu. Akibat menolak bermazhab dg 4 mazhab, akhirnya mereka mengekor Hawa Nafsunya masing2, naudzubillah min dzalik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32588</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 23:27:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32588</guid>
		<description><![CDATA[ADAKAH MAZHAB SALAF ATAU MANHAJ SALAF?
Ketika Nabi Muhammad saw. Masih hidup, setiap permasalah yang ada, langsung diajukan kepada Nabi Muhammad saw. Di samping itu, pada masa tersebut, wahyu masih ada, yang diturunkan melalui lisan Nabi Muhammad saw.

Setelah Nabi Muhammad saw. Wafat, maka setiap permasalahan yang ada, langsung diajukan kepada para sahabat. Dizaman sahabat, mereka yang tampil memberikan fatwa hanyalah sebagian kecil yang memang telah dikenal keahliannya dalam bidang fiqh, riwayat dan istinbath. Yang paling terkenal diantara mereka adalah; Khulafa’ur Rasyidin yang empat, Abdullah bin Mas’ud, Abu Musa al-‘Asy’ari, Mu’az bin Jabal, Ubay bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit.

Pada zaman tabi’in, daerah ijtihad bertambah luas dan kaum muslimin pada zaman itu menggunakan cara yang sama seperti cara yang dipakai oleh para sahabat Rasulallah saw. Hanya saja ijtihad dimasa tabi’in dapat digolongkan kepada dua madzhab utama yaitu Madzhab Ahlu al-Ra’yi di Irak dan madzhab Ahlu al-Hadits.

Diantara tokoh-tokoh madzhab Ahlu al-Ra’yi di Irak ialah Alqamah bin Qais an-Nakha’I; Sa’id bin Jubair; Masruq bin Al-Ajda’ al-Hamdani dan Ibrahim bin Zaid an-Nakha’i. Orang-orang awam Irak dan sekitarnya selalu bertaqlid kepada madzhab ini tanpa ada yang mengingkari. Adapun tokoh-tokoh madzhab Ahlu al-Hadits di Hijaz adalah; Sa’id bin al-Musayyab al-Makhzumi; ‘Urwah bin Zubair; Salim bin Abdullah bin Umar; Sulaiman bin Yasar dan Nafi’ Maula Abdullah bin Umar. Penduduk Hijaz dan sekitarnya senantiasa bertaqlid kepada madzhab ini tanpa ada seorangpun yang mengingkari.

Dari sekian banyak imam mujtahid, yang secara formulatif dibukukan hasilhasil ijtihadnya dan hingga kini madzhab-madzhabnya masih dianggap eksis hanya terbatas kepada Imam madzhab yang empat saja, yaitu; al-Imâm Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit al-Kufy (w 150 H) sebagai perintis madzhab Hanafi, al-Imâm Malik ibn Anas (w 179 H) sebagai perintis madzhab Maliki, al-Imâm Muhammad ibn Idris asy-Syafi’i (w 204 H) sebagai perintis madzhab Syafi’i, dan al-Imâm Ahmad ibn Hanbal (w 241 H) sebagai perintis madzhab Hanbali. Sudah barang tentu para Imam mujtahid yang empat ini memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni hingga mereka
memiliki otoritas untuk mengambil intisari-intisari hukum yang tidak ada penyebutannya secara sharîh, baik di dalam al-Qur’an maupun dalam hadits-hadits Rasulullah. Selain dalam masalah fiqih (Furû’iyyah), dalam masalah-masalah akidah (Ushûliyyah) para Imam mujtahid yang empat ini adalah Imam-Imam teolog terkemuka (al-Mutakllimûn) yang menjadi rujukan utama dalam segala persoalan teologi. Demikian pula dalam masalah hadits dengan segala aspeknya, mereka merupakan tumpuan dalam segala rincinan dan berbagai seluk-beluknya (al- Muhadditsûn). Lalu dalam masalah tasawwuf yang titik konsentrasinya adalah pendidikan dan pensucian ruhani (Ishlâh al-A’mâl al-Qalbiyyah, atau Tazkiyah an-Nafs), para ulama mujtahid yang empat tersebut adalah orang-orang terkemuka di dalamnya (ash-Shûfiyyah). Kompetensi para Imam madzhab yang empat ini dalam berbagai disiplin ilmu agama telah benar-benar ditulis dengan tinta emas dalam berbagai karya tentang biografi mereka.

Para Imam Mazhab yang empat, bukan hanya meninggalkan pendapat mereka, tapi juga meninggalkan metode ijtihad. Seperti Imam Syafi’i yang mengarang kitab ushul fiqih yang berjudul Ar-Risalah. Dari merekalah, generasi generasi berikutnya mengambil ilmu agama ini. Dan sesungguhnya, merekalah (imam hanafi, imam maliki, imam syaf’i, dan imam hambali) salaf yang sesungguhnya. Sedangkan ibnu taimiyyah, ibnu qayyim al jauzi bukanlah generasi salaf, apa lagi Muhammad bin abdul wahab, bin baz, utsmaini, dan al bani, mereka bukanlah generasi salaf.

KEAGUNGAN DAN KEBESARAN IMAM MAZHAB
1. IMAM HANAFI
Rasulullah bersabda: “Seandainya ilmu itu tergantung di atas bintang-bintang Tsurayya maka benar-benar ia akan diraih oleh orang-orang dari keturunan Persia” (HR. Ahmad).

al-Imâm Abu Hanifah, hanya beliau di antara Imam mujtahid yang empat yang berasal dari daratan Persia.


2. IMAM MALIKI
Rasulullah bersabda:
“Hampir-hampir seluruh orang akan memukul punuk-punuk unta (artinya mengadakan perjalan mencari seorang yang alim untuk belajar kepadanya), dan ternyata mereka tidak mendapati seorangpun yang alim yang lebih alim dari orang alim yang berada di Madinah”. (HR. Ahmad).

Adalah al-Imâm Malik ibn Anas, perintis Madzhab Maliki; salah seorang guru al-Imâm asy-Syafi’i. Itu karena hanya al-Imâm Malik dari Imam madzhab yang empat yang menetap di Madinah, yang oleh karenanya beliau digelari dengan Imâm Dâr al-Hijrah (Imam Kota Madinah).

3. IMAM SYAFI’I
Nabi Muhammad saw. Bersabda :
“Janganlah kalian mencaci Quraisy karena sesungguhnya –akan datang- seorang alim dari keturunan Quraisy yang ilmunya akan memenuhi seluruh pelosok bumi” (HR. Ahmad).

Dari keempat Imam yang agung ini para ulama menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadits Rasulullah di atas adalah al-Imâm asy-Syafi’i, sebab hanya beliau yang berasal dari keturunan Quraisy. Tentunya kesimpulan ini dikuatkan dengan kenyataan bahwa madzhab al-Imâm asy-Syafi’i telah benar-benar tersebar di berbagai belahan dunia Islam hingga sekarang ini.

4. IMAM HAMBALI
Rasulullah saw. Bersabda : “Sebaik-baik abad adalah abad-ku (periode sahabat Rasulullah), kemudian abad sesudah mereka (periode Tabi’in), dan kemudian abad sesudah mereka (periode Tabi’i at-Tabi’in)” (HR. at-Tirmidzi).

Imam Hambali termasuk kedalam keumuman hadist tersebut. Beliau adalah salah seorang murid Imam Syafi’i dan salah satu Imam yang memiliki hapalan hadist terbanyak.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ADAKAH MAZHAB SALAF ATAU MANHAJ SALAF?<br />
Ketika Nabi Muhammad saw. Masih hidup, setiap permasalah yang ada, langsung diajukan kepada Nabi Muhammad saw. Di samping itu, pada masa tersebut, wahyu masih ada, yang diturunkan melalui lisan Nabi Muhammad saw.</p>
<p>Setelah Nabi Muhammad saw. Wafat, maka setiap permasalahan yang ada, langsung diajukan kepada para sahabat. Dizaman sahabat, mereka yang tampil memberikan fatwa hanyalah sebagian kecil yang memang telah dikenal keahliannya dalam bidang fiqh, riwayat dan istinbath. Yang paling terkenal diantara mereka adalah; Khulafa’ur Rasyidin yang empat, Abdullah bin Mas’ud, Abu Musa al-‘Asy’ari, Mu’az bin Jabal, Ubay bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit.</p>
<p>Pada zaman tabi’in, daerah ijtihad bertambah luas dan kaum muslimin pada zaman itu menggunakan cara yang sama seperti cara yang dipakai oleh para sahabat Rasulallah saw. Hanya saja ijtihad dimasa tabi’in dapat digolongkan kepada dua madzhab utama yaitu Madzhab Ahlu al-Ra’yi di Irak dan madzhab Ahlu al-Hadits.</p>
<p>Diantara tokoh-tokoh madzhab Ahlu al-Ra’yi di Irak ialah Alqamah bin Qais an-Nakha’I; Sa’id bin Jubair; Masruq bin Al-Ajda’ al-Hamdani dan Ibrahim bin Zaid an-Nakha’i. Orang-orang awam Irak dan sekitarnya selalu bertaqlid kepada madzhab ini tanpa ada yang mengingkari. Adapun tokoh-tokoh madzhab Ahlu al-Hadits di Hijaz adalah; Sa’id bin al-Musayyab al-Makhzumi; ‘Urwah bin Zubair; Salim bin Abdullah bin Umar; Sulaiman bin Yasar dan Nafi’ Maula Abdullah bin Umar. Penduduk Hijaz dan sekitarnya senantiasa bertaqlid kepada madzhab ini tanpa ada seorangpun yang mengingkari.</p>
<p>Dari sekian banyak imam mujtahid, yang secara formulatif dibukukan hasilhasil ijtihadnya dan hingga kini madzhab-madzhabnya masih dianggap eksis hanya terbatas kepada Imam madzhab yang empat saja, yaitu; al-Imâm Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit al-Kufy (w 150 H) sebagai perintis madzhab Hanafi, al-Imâm Malik ibn Anas (w 179 H) sebagai perintis madzhab Maliki, al-Imâm Muhammad ibn Idris asy-Syafi’i (w 204 H) sebagai perintis madzhab Syafi’i, dan al-Imâm Ahmad ibn Hanbal (w 241 H) sebagai perintis madzhab Hanbali. Sudah barang tentu para Imam mujtahid yang empat ini memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni hingga mereka<br />
memiliki otoritas untuk mengambil intisari-intisari hukum yang tidak ada penyebutannya secara sharîh, baik di dalam al-Qur’an maupun dalam hadits-hadits Rasulullah. Selain dalam masalah fiqih (Furû’iyyah), dalam masalah-masalah akidah (Ushûliyyah) para Imam mujtahid yang empat ini adalah Imam-Imam teolog terkemuka (al-Mutakllimûn) yang menjadi rujukan utama dalam segala persoalan teologi. Demikian pula dalam masalah hadits dengan segala aspeknya, mereka merupakan tumpuan dalam segala rincinan dan berbagai seluk-beluknya (al- Muhadditsûn). Lalu dalam masalah tasawwuf yang titik konsentrasinya adalah pendidikan dan pensucian ruhani (Ishlâh al-A’mâl al-Qalbiyyah, atau Tazkiyah an-Nafs), para ulama mujtahid yang empat tersebut adalah orang-orang terkemuka di dalamnya (ash-Shûfiyyah). Kompetensi para Imam madzhab yang empat ini dalam berbagai disiplin ilmu agama telah benar-benar ditulis dengan tinta emas dalam berbagai karya tentang biografi mereka.</p>
<p>Para Imam Mazhab yang empat, bukan hanya meninggalkan pendapat mereka, tapi juga meninggalkan metode ijtihad. Seperti Imam Syafi’i yang mengarang kitab ushul fiqih yang berjudul Ar-Risalah. Dari merekalah, generasi generasi berikutnya mengambil ilmu agama ini. Dan sesungguhnya, merekalah (imam hanafi, imam maliki, imam syaf’i, dan imam hambali) salaf yang sesungguhnya. Sedangkan ibnu taimiyyah, ibnu qayyim al jauzi bukanlah generasi salaf, apa lagi Muhammad bin abdul wahab, bin baz, utsmaini, dan al bani, mereka bukanlah generasi salaf.</p>
<p>KEAGUNGAN DAN KEBESARAN IMAM MAZHAB<br />
1. IMAM HANAFI<br />
Rasulullah bersabda: “Seandainya ilmu itu tergantung di atas bintang-bintang Tsurayya maka benar-benar ia akan diraih oleh orang-orang dari keturunan Persia” (HR. Ahmad).</p>
<p>al-Imâm Abu Hanifah, hanya beliau di antara Imam mujtahid yang empat yang berasal dari daratan Persia.</p>
<p>2. IMAM MALIKI<br />
Rasulullah bersabda:<br />
“Hampir-hampir seluruh orang akan memukul punuk-punuk unta (artinya mengadakan perjalan mencari seorang yang alim untuk belajar kepadanya), dan ternyata mereka tidak mendapati seorangpun yang alim yang lebih alim dari orang alim yang berada di Madinah”. (HR. Ahmad).</p>
<p>Adalah al-Imâm Malik ibn Anas, perintis Madzhab Maliki; salah seorang guru al-Imâm asy-Syafi’i. Itu karena hanya al-Imâm Malik dari Imam madzhab yang empat yang menetap di Madinah, yang oleh karenanya beliau digelari dengan Imâm Dâr al-Hijrah (Imam Kota Madinah).</p>
<p>3. IMAM SYAFI’I<br />
Nabi Muhammad saw. Bersabda :<br />
“Janganlah kalian mencaci Quraisy karena sesungguhnya –akan datang- seorang alim dari keturunan Quraisy yang ilmunya akan memenuhi seluruh pelosok bumi” (HR. Ahmad).</p>
<p>Dari keempat Imam yang agung ini para ulama menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hadits Rasulullah di atas adalah al-Imâm asy-Syafi’i, sebab hanya beliau yang berasal dari keturunan Quraisy. Tentunya kesimpulan ini dikuatkan dengan kenyataan bahwa madzhab al-Imâm asy-Syafi’i telah benar-benar tersebar di berbagai belahan dunia Islam hingga sekarang ini.</p>
<p>4. IMAM HAMBALI<br />
Rasulullah saw. Bersabda : “Sebaik-baik abad adalah abad-ku (periode sahabat Rasulullah), kemudian abad sesudah mereka (periode Tabi’in), dan kemudian abad sesudah mereka (periode Tabi’i at-Tabi’in)” (HR. at-Tirmidzi).</p>
<p>Imam Hambali termasuk kedalam keumuman hadist tersebut. Beliau adalah salah seorang murid Imam Syafi’i dan salah satu Imam yang memiliki hapalan hadist terbanyak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32585</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 22:26:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32585</guid>
		<description><![CDATA[Mas @mamak

saya tugas di daerah, jadi gak bisa sering mampir ke sini hahahahah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas @mamak</p>
<p>saya tugas di daerah, jadi gak bisa sering mampir ke sini hahahahah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32582</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 19:50:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32582</guid>
		<description><![CDATA[@mas ardana putra basuki
maksud anda apa?? jangan ngambek to...
sampean ingin ngajak bahas ilmu apa..?? mbok bilang baik-baik..
oke tak kasih opsi.. shorof, nahwu, balaghoh, mantiq, kalam, mustholahal hadist, atau apalah.. terserah sampean poko&#039;e ilmu.. yang penting ojo ilmu ngawur karo ngambek... silahkan kamu pilih yang mana hayo.. jangan kayak ibnu ilyas dan ummuhasanah, yang satunya ngaku jago bahasa indonesia tapi nulis &quot; di atas &quot; saja ruwet.. yang satunya ngakunya cerdas tapi memahami kata &quot;hampir&quot; saja salah kaprah..
monggo mas ARDANA PUTRA BASUKI..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mas ardana putra basuki<br />
maksud anda apa?? jangan ngambek to&#8230;<br />
sampean ingin ngajak bahas ilmu apa..?? mbok bilang baik-baik..<br />
oke tak kasih opsi.. shorof, nahwu, balaghoh, mantiq, kalam, mustholahal hadist, atau apalah.. terserah sampean poko&#8217;e ilmu.. yang penting ojo ilmu ngawur karo ngambek&#8230; silahkan kamu pilih yang mana hayo.. jangan kayak ibnu ilyas dan ummuhasanah, yang satunya ngaku jago bahasa indonesia tapi nulis &#8221; di atas &#8221; saja ruwet.. yang satunya ngakunya cerdas tapi memahami kata &#8220;hampir&#8221; saja salah kaprah..<br />
monggo mas ARDANA PUTRA BASUKI..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by Sherly Na'imah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32580</link>
		<dc:creator>Sherly Na'imah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 17:59:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32580</guid>
		<description><![CDATA[ardana putra basuki@

mBok kalo koment itu yg nyambung dg tema diskusi, biar aku bisa melihat kamu sejauh mana kepandaianmu. 

Coba antum komentari itu apa yg isampikan mas Agung.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ardana putra basuki@</p>
<p>mBok kalo koment itu yg nyambung dg tema diskusi, biar aku bisa melihat kamu sejauh mana kepandaianmu. </p>
<p>Coba antum komentari itu apa yg isampikan mas Agung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ardana putra basuki</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32577</link>
		<dc:creator>ardana putra basuki</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 17:04:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32577</guid>
		<description><![CDATA[HAK ORANG AWAM itu hanyalah mereka harus percaya, menyerah dan mengerjakan ibadah dan penghidupan mereka dan meninggalkan ilmu yg menjadi hak para ulama.... Orang ami (tak berilmu) andaikata ia berzina atau mencuri maka perbuatan2 itulebih baik baginya dari pada ia berbicara tentang ilmu. sebab orang yg berbicara tentang Allah dan agamanya , tanpa ilmu yg sempurna, ia bisa terjerumus dalam kekufuran tanpa disadari, ia se umpama orang yg hendak mengarungi laut yg dalam padahal ia tidak tau akan cara berenang... 

di antara pintu pintu syitan ialah mengajak orang orang bodoh yg belum mempraktikan ilmu, begitu pula belum melaut ilmu mereka, untuk memikirkan zat Allah dan sifat sifatnya, begitu hal-hal yg akal mereka belum sampai kesitu, aqirnya pemikiran itu menyebabkan mereka ragu-ragu tentang pokok-pokok agama, atau syitan membukakan khyalan2 kepada mereka tentang Allah ta&#039;ala, padahal Allah jauh maha tinggi dari apa2 yg mereka khayalkan itu, malahan dng khayalan2 itu orang akan menjadi kafir atau ahli bid&#039;ah, sedangkan ia merasa senang dan bangga dng apa2 yg terjadi dalam hatinya,: ia menyaka bahwa hal itu adlh ma&#039;rifat dan kecekatan batin, ia mengira bahwa hal itu telah terbuka baginya dengan kecerdasanya dan kelebihan akalnya...( PERENUNGAN )
MANUSIA YG PALING TOLOL IALAH YG PALING KUAT KEPERCAYAANNYA KEPADA AKALNYA SENDIRI: DAN MANUSIA YG PALING KUAT AKAL NYA IALAH ORANG YG PALING MENARUH PRASANGKA KEPADA ORANG2 PANDAI (ULAMA) semoga bisa menjadi bermanfaat untuk kita semua.. AMIN]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>HAK ORANG AWAM itu hanyalah mereka harus percaya, menyerah dan mengerjakan ibadah dan penghidupan mereka dan meninggalkan ilmu yg menjadi hak para ulama&#8230;. Orang ami (tak berilmu) andaikata ia berzina atau mencuri maka perbuatan2 itulebih baik baginya dari pada ia berbicara tentang ilmu. sebab orang yg berbicara tentang Allah dan agamanya , tanpa ilmu yg sempurna, ia bisa terjerumus dalam kekufuran tanpa disadari, ia se umpama orang yg hendak mengarungi laut yg dalam padahal ia tidak tau akan cara berenang&#8230; </p>
<p>di antara pintu pintu syitan ialah mengajak orang orang bodoh yg belum mempraktikan ilmu, begitu pula belum melaut ilmu mereka, untuk memikirkan zat Allah dan sifat sifatnya, begitu hal-hal yg akal mereka belum sampai kesitu, aqirnya pemikiran itu menyebabkan mereka ragu-ragu tentang pokok-pokok agama, atau syitan membukakan khyalan2 kepada mereka tentang Allah ta&#8217;ala, padahal Allah jauh maha tinggi dari apa2 yg mereka khayalkan itu, malahan dng khayalan2 itu orang akan menjadi kafir atau ahli bid&#8217;ah, sedangkan ia merasa senang dan bangga dng apa2 yg terjadi dalam hatinya,: ia menyaka bahwa hal itu adlh ma&#8217;rifat dan kecekatan batin, ia mengira bahwa hal itu telah terbuka baginya dengan kecerdasanya dan kelebihan akalnya&#8230;( PERENUNGAN )<br />
MANUSIA YG PALING TOLOL IALAH YG PALING KUAT KEPERCAYAANNYA KEPADA AKALNYA SENDIRI: DAN MANUSIA YG PALING KUAT AKAL NYA IALAH ORANG YG PALING MENARUH PRASANGKA KEPADA ORANG2 PANDAI (ULAMA) semoga bisa menjadi bermanfaat untuk kita semua.. AMIN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by ucokmonalisa</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32576</link>
		<dc:creator>ucokmonalisa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 16:41:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32576</guid>
		<description><![CDATA[assalamu&#039;alaikum apa gunanya debat kusir...yang lebih bagus kan ajarkan kebenaran jangan memandang golongan ini ,itu tapi ilmu Al-Qur&#039;an dan Assunnah sudah pernah dipelajari..di pahami....bikin yang lebih maju ,apa islam yang beginian....coba pelajari dulu indahnya islam....dan pelajari islam itu dengan benar....belum tahu tata sholat,ngaji udah ngomong ini,itu.....semoga Allah memberikan ilmu,hidayah,pelindungan dari hawa nafsu,ujub,ria,atau sifat syaithon/iblis dan ampunan bagi kaum muslim/mat...wassalam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum apa gunanya debat kusir&#8230;yang lebih bagus kan ajarkan kebenaran jangan memandang golongan ini ,itu tapi ilmu Al-Qur&#8217;an dan Assunnah sudah pernah dipelajari..di pahami&#8230;.bikin yang lebih maju ,apa islam yang beginian&#8230;.coba pelajari dulu indahnya islam&#8230;.dan pelajari islam itu dengan benar&#8230;.belum tahu tata sholat,ngaji udah ngomong ini,itu&#8230;..semoga Allah memberikan ilmu,hidayah,pelindungan dari hawa nafsu,ujub,ria,atau sifat syaithon/iblis dan ampunan bagi kaum muslim/mat&#8230;wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32573</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 15:33:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32573</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,
Mas Agung@, terimakasih atas penjelasannya semoga bermanfaat bagi kami...

Oh ya.... sekarang kok jarang muncul, sibuk ya? Barokalloh fikum]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,<br />
Mas Agung@, terimakasih atas penjelasannya semoga bermanfaat bagi kami&#8230;</p>
<p>Oh ya&#8230;. sekarang kok jarang muncul, sibuk ya? Barokalloh fikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32570</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 13:26:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32570</guid>
		<description><![CDATA[Dari perkataan Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri diatas, saya jadi ingat Abu Aisyah yg berkata : &quot;Ayat dan hadist mutasyabihat yg berkaitan dengan sifat Allah swt. harus dipahami secara zahir dan hakikat&quot;. Anehnya, Abu Aisyah ini akan &quot;MARAH&quot;, jika dikatakan beraqidah tasybih, tapi tanpa malu malu mengaku ahlussunah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari perkataan Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri diatas, saya jadi ingat Abu Aisyah yg berkata : &#8220;Ayat dan hadist mutasyabihat yg berkaitan dengan sifat Allah swt. harus dipahami secara zahir dan hakikat&#8221;. Anehnya, Abu Aisyah ini akan &#8220;MARAH&#8221;, jika dikatakan beraqidah tasybih, tapi tanpa malu malu mengaku ahlussunah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32569</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 13:21:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32569</guid>
		<description><![CDATA[Bagi teman teman sekalian yang ingin mengetahui aqidah Imam Hambali yang sebenarnya, dapat merujukpada kitab Dafu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih karya Imam Ibnul Jauzi. 

Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri berkata: “Ketahuilah --semoga petunjuk Allah selalu tercurah bagi anda--, bahwa aku telah meneliti madzhab Hanbali yang telah dirintis oleh Imam Ahmad bin Hanbal, aku mendapati bahwa beliau adalah sosok yang sangat kompeten dalam berbagai disiplin ilmu agama........&quot;

Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah akidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qâdlî Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az-Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan dengan sebab itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan mereka mendapati teks hadits: “إن الله خلق ءادم على صورته”, lalu mereka menetapkan adanya “Shûrah” (bentuk) bagi Allah. Kemudian mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu --dan ini yang sangat menyesakkan-- mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”.

Dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah mereka memahaminya secara zahir (literal). Tatacara mereka dalam menetapkan dan menamakan sifat-sifat Allah sama persis dengan tatacara yang dipakai oleh para ahli bid’ah, sedikitpun mereka tidak memiliki dalil untuk itu, baik dari dalil naqli maupun dari dalil aqli. Mereka tidak pernah menghiraukan teks-teks yang secara jelas menyebutkan bahwa sifat-sifat tersebut tidak boleh dipahami dalam makna literalnya, juga mereka tidak pernah mau melepaskan makna sifat-sifat tersebut dari tanda-tanda kebaharuan.

Mereka tidak merasa puas sampai di sini, mereka tidak puas dengan hanya mengatakan “Sifat Fi’il” saja bagi Allah hingga mereka mengatakan “Sifat Dzât”. Kemudian setelah mereka menetapkan semua itu sebagai sifat Dzat-Nya, mereka berkata: “Kita tidak boleh memahami itu semua dalam makna arahan bahasa, seperti “al-Yad” menjadi “an-Ni’mah” (kenikmatan) dan “al-Qudrah” (kekuasaan), “al-Majî’” dan “al-Ityân” menjadi “al-Birr” (karunia dan kebaikan) atau “al-Luthf” (pertolongan), dan atau “as-Sâq” menjadi “asy-Syiddah” (kesulitan)”. Mereka berkata: “Kita memberlakukan kandungan semua teks tersebut dalam makna zahirnya”.

Padahal makna zahir teks-teks tersebut adalah sifat-sifat yang berlaku pada manusia. Benar, sesungguhnya dasar teks-teks itu harus dipahami dalam makna zahirnya jika itu dimungkinkan [artinya jika tidak ada perkara yang menuntutnya untuk ditakwil], namun jika ada tuntutan takwil maka berarti teks tersebut bukan dalam zahirnya tetapi dalam makna majaz (metaforis). Ironisnya, dan ini sangat mengherankan, mereka mengaku sebagai orang-orang yang jauh dari keyakinan tasybîh, bahkan mereka sangat marah jika akidah tasybîh tersebut disandangkan kepada mereka, mereka berkata: “Kami adalah Ahlussunnah”.

Sesungguhnya pernyataan mereka bahwa teks-teks mutasyâbihât harus dipahami dalam makna zahir pada dasarnya adalah pemahaman tasybîh. Yang menyedihkan ialah bahwa mereka ini diikuti oleh orang-orang awam. Aku telah menasehati mereka semua; baik orang-orang yang diikuti maupun mereka yang mengikuti. Aku katakan kepada mereka: “Wahai saudara-saudaraku, kalian adalah para pengikut teks-teks syari’at (Ash-hâb an-Naql). Imam besar kalian; Ahmad bin Hanbal --semoga rahmat Allah selalu tercurah baginya-- di bawah pukulan-pukulan cambuk berkata: “Bagaimana mungkin aku mengatakan sesuatu yang tidak pernah dinyatakan oleh Allah dan Rasul-Nya?”. Karena itu kalian jangan membuat ajaran-ajaran aneh dalam madzhab suci ini yang nyata-nyata bukan bagian darinya.

Imam Ibnul Jauzi berkata: &quot;......supaya keyakinan-keyakinan buruk semacam itu tidak lagi disandarkan kepada Imam Ahmad bin Hanbal.......&quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi teman teman sekalian yang ingin mengetahui aqidah Imam Hambali yang sebenarnya, dapat merujukpada kitab Dafu Syubah al-Tasybih bi-Akaffi al-Tanzih karya Imam Ibnul Jauzi. </p>
<p>Al-Imâm al-Hâfizh al-‘Allâmah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as-Shiddiqi al-Bakri berkata: “Ketahuilah &#8211;semoga petunjuk Allah selalu tercurah bagi anda&#8211;, bahwa aku telah meneliti madzhab Hanbali yang telah dirintis oleh Imam Ahmad bin Hanbal, aku mendapati bahwa beliau adalah sosok yang sangat kompeten dalam berbagai disiplin ilmu agama&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p>Aku melihat ada beberapa orang dalam madzhab Hanbali ini yang berbicara dalam masalah akidah dengan pemahaman-pemahaman yang ngawur. Ada tiga orang yang menulis karya terkait dengan masalah ini, yaitu; Abu Abdillah bin Hamid, al-Qâdlî Abu Ya’la (murid Abu Abdillah bin Hamid), dan Ibn az-Zaghuni. Mereka semua telah menulis kitab-kitab yang telah merusak madzhab Hanbali, bahkan dengan sebab itu aku melihat mereka telah turun ke derajat orang-orang yang sangat awam. Mereka memahami sifat-sifat Allah secara indrawi, misalkan mereka mendapati teks hadits: “إن الله خلق ءادم على صورته”, lalu mereka menetapkan adanya “Shûrah” (bentuk) bagi Allah. Kemudian mereka juga menambahkan “al-Wajh” (muka) bagi Dzat Allah, dua mata, mulut, bibir, gusi, sinar bagi wajah-Nya, dua tangan, jari-jari, telapak tangan, jari kelingking, jari jempol, dada, paha, dua betis, dua kaki, sementara tentang kepala mereka berkata: “Kami tidak pernah mendengar berita bahwa Allah memiliki kepala”, mereka juga mengatakan bahwa Allah dapat menyentuh dan dapat disentuh, dan seorang hamba bisa mendekat kepada Dzat-Nya secara indrawi, sebagian mereka bahkan berkata: “Dia (Allah) bernafas”. Lalu &#8211;dan ini yang sangat menyesakkan&#8211; mereka mengelabui orang-orang awam dengan berkata: “Itu semua tidak seperti yang dibayangkan dalam akal pikiran”.</p>
<p>Dalam masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah mereka memahaminya secara zahir (literal). Tatacara mereka dalam menetapkan dan menamakan sifat-sifat Allah sama persis dengan tatacara yang dipakai oleh para ahli bid’ah, sedikitpun mereka tidak memiliki dalil untuk itu, baik dari dalil naqli maupun dari dalil aqli. Mereka tidak pernah menghiraukan teks-teks yang secara jelas menyebutkan bahwa sifat-sifat tersebut tidak boleh dipahami dalam makna literalnya, juga mereka tidak pernah mau melepaskan makna sifat-sifat tersebut dari tanda-tanda kebaharuan.</p>
<p>Mereka tidak merasa puas sampai di sini, mereka tidak puas dengan hanya mengatakan “Sifat Fi’il” saja bagi Allah hingga mereka mengatakan “Sifat Dzât”. Kemudian setelah mereka menetapkan semua itu sebagai sifat Dzat-Nya, mereka berkata: “Kita tidak boleh memahami itu semua dalam makna arahan bahasa, seperti “al-Yad” menjadi “an-Ni’mah” (kenikmatan) dan “al-Qudrah” (kekuasaan), “al-Majî’” dan “al-Ityân” menjadi “al-Birr” (karunia dan kebaikan) atau “al-Luthf” (pertolongan), dan atau “as-Sâq” menjadi “asy-Syiddah” (kesulitan)”. Mereka berkata: “Kita memberlakukan kandungan semua teks tersebut dalam makna zahirnya”.</p>
<p>Padahal makna zahir teks-teks tersebut adalah sifat-sifat yang berlaku pada manusia. Benar, sesungguhnya dasar teks-teks itu harus dipahami dalam makna zahirnya jika itu dimungkinkan [artinya jika tidak ada perkara yang menuntutnya untuk ditakwil], namun jika ada tuntutan takwil maka berarti teks tersebut bukan dalam zahirnya tetapi dalam makna majaz (metaforis). Ironisnya, dan ini sangat mengherankan, mereka mengaku sebagai orang-orang yang jauh dari keyakinan tasybîh, bahkan mereka sangat marah jika akidah tasybîh tersebut disandangkan kepada mereka, mereka berkata: “Kami adalah Ahlussunnah”.</p>
<p>Sesungguhnya pernyataan mereka bahwa teks-teks mutasyâbihât harus dipahami dalam makna zahir pada dasarnya adalah pemahaman tasybîh. Yang menyedihkan ialah bahwa mereka ini diikuti oleh orang-orang awam. Aku telah menasehati mereka semua; baik orang-orang yang diikuti maupun mereka yang mengikuti. Aku katakan kepada mereka: “Wahai saudara-saudaraku, kalian adalah para pengikut teks-teks syari’at (Ash-hâb an-Naql). Imam besar kalian; Ahmad bin Hanbal &#8211;semoga rahmat Allah selalu tercurah baginya&#8211; di bawah pukulan-pukulan cambuk berkata: “Bagaimana mungkin aku mengatakan sesuatu yang tidak pernah dinyatakan oleh Allah dan Rasul-Nya?”. Karena itu kalian jangan membuat ajaran-ajaran aneh dalam madzhab suci ini yang nyata-nyata bukan bagian darinya.</p>
<p>Imam Ibnul Jauzi berkata: &#8220;&#8230;&#8230;supaya keyakinan-keyakinan buruk semacam itu tidak lagi disandarkan kepada Imam Ahmad bin Hanbal&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32568</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 13:05:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32568</guid>
		<description><![CDATA[ILMU KALAM ATAU ILMU USHULUDDIN

Suatu ketika al-Imâm Abu Hanifah ditanya; Mengapa kalian bergelut dengan Ilmu Kalam, sementara para sahabat tidak pernah memperdalam ilmu tersebut?! Beliau menjawab: “Perumpamaan para sahabat tersebut adalah laksana orang-orang yang hidup di zaman yang tidak ada musuh, dengan demikian mereka tidak butuh untuk mengeluarkan senjata. Sementara kita adalah orang-orang yang hidup di zaman yang banyak musuh, maka kita sangat butuh untuk mengeluarkan senjata” (Lihat al-Bayyadli dalam Isyârât al-Marâm Min ’Ibârât al-Imâm, h. 33)

Pada dasarnya tonggak dasar Ilmu Tauhid atau Ilmu Kalam sudah berkembang dari semenjak masa sahabat Rasulullah. Bahkan perkembangan Ilmu Tauhid ini merupakan konsentrasi dakwah seluruh sahabat Rasulullah. Karenanya perkembangan Ilmu Tauhid di masa sahabat Nabi justru lebih mapan dan lebih pesat di banding dengan periode-periode sesudahnya. Bantahan-bantahan terhadap berbagai kelompok ahli bid’ah sudah berkembang di masa para sahabat, misalkan sahabat Abdullah ibn Abbas (w 68 H) dan sahabat Abdullah ibn Umar (w 74 H) yang telah memerangi faham Mu’tazilah. Atau dari kalangan tabi’in, seperti Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (w 101 H) dan al-Imâm al-Hasan ibn al-Hanafiyah yang giat memerangi faham para ahli bid’ah tersebut. Bahkan Khalifah Ali ibn Abi Thalib (w 40 H) dengan argumen kuatnya telah memecahkan faham Khawarij dan faham kaum Dahriyyah (kaum yang mengatakan bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan). Demikian pula Ali ibn Abi Thalib telah membungkam empat puluh orang dari kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Tuhan adalah benda yang memiliki tubuh dan memiliki tempat. Di antara pernyataan sahabat Ali ibn Abi Thalib dalam masalah tauhid yang merupakan bantahan terhadap kaum Musyabbihah Mujassimah, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Imâm al-Hâfizh Abu Nu’aim dalam kitab Hilyah al-Awliyâ’, adalah: “Barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan kita (Allah) memiliki bentuk maka ia tidak mengetahui Pencipta yang wajib disembah.

Kemudian Iyas ibn Mu’awiyah, yang sangat terkenal dengan kecerdesannya, juga telah memecahkan argumen-argumen kaum Qadariyyah (Mu’tazilah). Lalu Umar ibn Abdul Aziz telah membungkam para pengikut Syauzdab; salah seorang pemuka kaum Khawarij. Dan bahkan Umar ibn Abdul Aziz ini telah menulis beberapa risalah sebagai bantahan terhadap faham-faham Mu’tazilah. Kemudian al-Imâm Rabi’ah ar-Ra’y (w 136 H), salah seorang guru al-Imâm Malik Ibn Anas, dengan dalil yang sangat kuat telah membungkam Ghailan ibn Muslim; salah seorang pemuka kaum Qadariyyah. Lalu al-Imâm al-Hasan al-Bashri, salah seorang ulama besar dan terkemuka di kalangan tabi’in, juga telah menyibukan diri bergelut dengan Ilmu Kalam ini.

Kaum wahabi sangat anti terhadap ilmu kalam, bahkan mereka mengutip pendapat Imam Syafi’i. “Seorang manusia bila bertemu dengan Allah (artinya meninggal) dalam keadaam membawa banyak dosa selain dosa syirik maka hal ini jauh lebih baik baginya dari pada ia meninggal dengan membawa Ilmu Kalam”, bukankah ini artinya bahwa al-Imâm asy-Syafi’i membenci dan bahkan mencaci Ilmu Kalam?!

Statemen seperti itu tidak benar sebagai ungkapan al-Imâm Syafi’i, dan tidak ada riwayat dengan sanad yang benar bahwa beliau telah berkata demikian. Adapun pernyataan yang benar dari ucapan beliau dengan sanad yang shahih adalah: “Seorang manusia bila bertemu Allah (meninggal) dalam keadaam membawa banyak dosa selain dosa syirik maka hal ini jauh lebih  baik baginya dari pada ia meninggal dengan membawa al-Ahwâ’”.(Ibn Asakir, Tabyîn Kadzib al Muftarî, h. 337 dengan berbagai jalur sanad.)

Kata al-Ahwâ’ adalah jamak dari kata al-Hawâ, artinya sesuatu yang diyakini oleh para ahli bid’ah yang berada di luar jalur ulama Salaf. Maka pengertian al-Hawâ di sini adalah keyakinan-keyakinan yang yakini oleh golongan-golongan sesat, seperti keyakinan Khawarij, Mu’tazilah, Murji’ah, Najjariyyah, dan berbagai kelompok lainnya; yang telah disebutkan dalam hadits nabi sebanyak tujuh puluh dua golongan. Dalam sebuah hadits mashur Rasulullah bersabda: “Dan sesungguhnya -umat- agama ini akan pecah kepada tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua di neraka, dan hanya satu di surga; dan dia adalah kelompok mayoritas”. (HR. Abu Dawud).

Dengan demikian yang dicaci oleh al-Imâm asy-Syafi’i bukan mutlak keseluruhan Ilmu Kalam, tapi yang dimaksud adalah Ilmu Kalam tercela; yaitu yang digeluti oleh para ahli bid’ah di atas. Adapun Ilmu Kalam yang digeluti Ahlussunnah yang berdasar kepada al-Qur’an dan Sunnah maka ini adalah Ilmu Kalam terpuji, dan sama sekali tidak pernah dicaci oleh al-Imâm asy Syafi’i. Sebaliknya beliau adalah seorang yang sangat kompeten dan terkemuka dalam Ilmu Kalam ini. Karenannya argumen beliau telah mematahkan pendapat Bisyr al-Marisi dan Hafsh al-Fard; di antara pemuka kaum Mu’tazilah yang mengatakan bahwa al-Qur’an makhluk dan bahwa Allah tidak memiliki sifat Kalam.

Al-Imâm al-Hâfizh Ibn Asakir dalam karya yang beliau tulis sebagai pembelaan terhadap al-Imâm Abul Hasan al-Asy’ari berjudul Tabyîn Kadzib al-Muftarî Fîmâ Nusiba Ilâ al-Imâm Abî al-Hasan al-Asy’ari menuliskan sebagai berikut: “Ilmu Kalam yang tercela adalah Ilmu Kalam yang digeluti oleh Ahl al-Ahwâ’ dan yang diyakini oleh para ahli bid’ah. Adapun Ilmu Kalam yang sejalan dengan al-Qur’an dan Sunnah yang dibahas untuk menetapkan dasar-dasar akidah yang benar dan untuk memerangi fitnah Ahl al-Ahwâ’ maka ia telah disepakati ulama sebagai Ilmu Kalam terpuji. Dalam Ilmu Kalam terpuji inilah al-Imâm asy-Syafi’i adalah di antara ulama besar yang sangat kompeten. Dalam berbagai kesempatan beliau telah banyak membantah orang-orang ahli bid’ah dengan argumen-argumen kuatnya hingga mereka terpecahkan” (Tabyîn Kadzib al-Mutftarî, h. 339)

Ibn Asakir kemudian mengutip salah satu kasus yang terjadi dengan al-Imâm asy-Syafi’i dengan sanad-nya dari ar-Rabi’ ibn Sulaiman, bahwa ia (ar-Rabi’ ibn Sulaiman) berkata: “Ketika aku berada di majelis asy-Syafi’i, Abu Sa’id A’lam memberitahukan kepadaku bahwa suatu ketika datang Abdullah ibn Abd al-Hakam, Yusuf ibn Amr ibn Zaid, dan Hafsh al-Fard. Orang yang terakhir ini oleh asy-Syafi’i disebut dengan al-Munfarid (yang berpaham ekstrim). Kemudian Hafsh al-Fard bertanya kepada Abdullah ibn Abd al-Hakam: “Bagaimana pendapatmu tentang al-Qur’an?” Namun Abdullah ibn Abd al-Hakam enggan menjawab. Lalu Hafsh bertanya kepada Yusuf ibn Amr. Namun ia juga enggan menjawab. Keduanya lalu berisyarat untuk bertanya kepada asy-Syafi’i. Kemudian Hafsh bertanya kepada asy-Syafi’i, dan asy-Syafi’i memberikan dalil kuat atas Hafsh. Namun kemudian antara keduanya terjadi perdebatan yang cukup panjang. Akhirnya asy-Syafi’i dengan argumennya yang sangat kuat mengalahkan Hafsh dan menetapkan bahwa al-Qur’an adalah Kalam Allah bukan makhluk. Kemudian asy-Syafi’I mengkafirkan Hafsh. (Ar-Rabi’ ibn Sulaiman berkata): “Beberapa saat kemudian di masjid aku bertemu dengan Hafsh, ia berkata kepadaku bahwa asy-Syafi’i hendak memenggal leherku” (Manâqib asy-Syâfi’i karya ar-Razi, h. 194-195. Lihat juga al-Asmâ’ Wa ash-Shifât karya al Bayhaqi, h. 252)

Dalam kitab at-Tabshirah al-Baghdâdiyyah disebutkan sebagai berikut: “Orang paling pertama sebagai ahli Kalam dikalangan ulama fiqih Ahlussunnah adalah al-Imâm Abu Hanifah dan al-Imâm asy-Syafi’i. Abu Hanifah telah menuliskan al-Fiqh al-Akbar dan ar-Risâlah yang kemudian dikirimkan kepada Muqatil ibn Sulaiman untuk membantahnya. Karena Muqatil ibn Sulaiman ini adalah seorang yang berkeyakinan tajsîm; mengatakan bahwa Allah adalah benda. Demikian pula beliau telah banyak membantah para ahli bid’ah dari kaum Khawarij, Rawafidl, Qadariyyah (Mu’tazilah) dan kelompok sesat lainnya. Para pemuka ahli bid’ah tersebut banyak
tinggal di wilayah Bashrah, dan al-Imâm Abu Hanifah lebih dari dua puluh kali pulang pergi antara Bashrah dan Baghdad hanya untuk membantah mereka, (padahal perjalanan saat itu sangat jauh dan sulit). Dan tentunya al-Imâm Abu Hanifah telah memecahkan dan membungkam mereka dengan argumen-argumen kuatnya, hingga beliau menjadi panutan dan rujukan dalam segala permasalahan Ilmu Kalam ini”.

Al-Imâm al-Hâfizh al-Khathib al-Baghdadi dengan sanad-nya hingga al-Imâm Abu Hanifah, meriwayatkan bahwa al-Imâm Abu Hanifah berkata: “Saya telah benar-benar mempelajari Ilmu Kalam, hingga saya telah mencapai puncak sebagai rujukan dalam bidang ilmu ini” (Târîkh Baghdâd, j. 13, h. 333)

Al-Imâm Badruddin az-Zarkasyi dalam Tasynîf al-Masâmi’ Syarh Jama’ al-Jawâmi’ menyebutkan bahwa para ulama Salaf terdahulu sudah mentradisikan usaha dalam membantah faham-faham ahli bid’ah, baik dengan tulisan-tulisan maupun dalam forumforum terbuka. Dalam usaha tersebut al-Imâm asy-Syafi’i telah menulis Kitâb al-Qiyâs sebagai bantahan terhadap faham yang mengatakan bahwa alam ini tidak memiliki permulaan (Qadîm). Beliau juga telah menulis kitab dengan judul ar-Radd ‘Alâ al-Barâhimah, dan beberapa karya lainnya yang khusus ditulis untuk menyerang faham-faham di luar Ahlussunnah. Sebelum al-Imâm asy-Syafi’i, al-Imâm Abu Hanifah juga telah melakukan hal yang sama. Dalam hal ini al-Imâm Abu Hanifah telah menulis kitab al-Fiqh al-Akbar dan kitab al-‘Âlim Wa al-Muta’allim untuk membantah orang-orang zindik. Demikian pula dengan al-Imâm Malik ibn Anas dan al-Imâm Ahmad ibn Hanbal, mereka semua adalah para Imam terkemuka yang giat memerangi faham-faham sesat yang berseberangan dengan akidah Rasulullah dan para sahabatnya.

Tulisan-tulisan tentang Ilmu Kalam kemudian menjadi sangat berkembang, terlebih setelah menyebarnya karya-karya dua Imam Ahlussunnah yang agung; yaitu al-Imâm Abul Hasan al Asy’ari dan al-Imâm Abu Manshur al-Maturidi. Dua Al-Imâm ini telah menulis berbagai karya dalam menetapkan rumusan-rumusan akidah Ahlussunnah ditambah dengan bantahan-bantahan terhadap berbagai kelompok di luar Ahlussunnah, dengan argument argumen yang sangat kuat, baik dalil-dalil akal maupun dalil-dalil tekstual. Terutama al-Imâm al-Asy’ari yang berada di wilayah Bashrah Irak saat itu, beliau adalah sosok yang sangat ditakuti oleh kaum Mu’tazilah. 

Al-Hâfizh al-Lughawiy al-Imâm Muhammad Murtadla az-Zabidi dalam kitab Syarh Ihyâ’ Ulum ad-Dîn menuliskan sebagai berikut: “Segala permasalah akidah yang telah dirumuskan oleh dua al-Imâm agung; al-Asy’ari dan al-Maturidi adalah merupakan dasar-dasar akidah yang diyakini semua ulama. Al-Asy’ari membangun landasan-landasan karyanya dari madzhab dua Al-Imâm agung; yaitu al-Imâm Malik dan al-Imâm asy-Syafi’i. Beliau merumuskan landasan-landasan tersebut, merincinya, menguatkannya, dan kemudian membukukannya. Sementara al-Maturidi membangun landasan karyanya dari teks-teks madzhab al-Imâm Abu Hanifah” (Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn Bi Syarh Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, j. 2, h. 13)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ILMU KALAM ATAU ILMU USHULUDDIN</p>
<p>Suatu ketika al-Imâm Abu Hanifah ditanya; Mengapa kalian bergelut dengan Ilmu Kalam, sementara para sahabat tidak pernah memperdalam ilmu tersebut?! Beliau menjawab: “Perumpamaan para sahabat tersebut adalah laksana orang-orang yang hidup di zaman yang tidak ada musuh, dengan demikian mereka tidak butuh untuk mengeluarkan senjata. Sementara kita adalah orang-orang yang hidup di zaman yang banyak musuh, maka kita sangat butuh untuk mengeluarkan senjata” (Lihat al-Bayyadli dalam Isyârât al-Marâm Min ’Ibârât al-Imâm, h. 33)</p>
<p>Pada dasarnya tonggak dasar Ilmu Tauhid atau Ilmu Kalam sudah berkembang dari semenjak masa sahabat Rasulullah. Bahkan perkembangan Ilmu Tauhid ini merupakan konsentrasi dakwah seluruh sahabat Rasulullah. Karenanya perkembangan Ilmu Tauhid di masa sahabat Nabi justru lebih mapan dan lebih pesat di banding dengan periode-periode sesudahnya. Bantahan-bantahan terhadap berbagai kelompok ahli bid’ah sudah berkembang di masa para sahabat, misalkan sahabat Abdullah ibn Abbas (w 68 H) dan sahabat Abdullah ibn Umar (w 74 H) yang telah memerangi faham Mu’tazilah. Atau dari kalangan tabi’in, seperti Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (w 101 H) dan al-Imâm al-Hasan ibn al-Hanafiyah yang giat memerangi faham para ahli bid’ah tersebut. Bahkan Khalifah Ali ibn Abi Thalib (w 40 H) dengan argumen kuatnya telah memecahkan faham Khawarij dan faham kaum Dahriyyah (kaum yang mengatakan bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan). Demikian pula Ali ibn Abi Thalib telah membungkam empat puluh orang dari kaum Yahudi yang mengatakan bahwa Tuhan adalah benda yang memiliki tubuh dan memiliki tempat. Di antara pernyataan sahabat Ali ibn Abi Thalib dalam masalah tauhid yang merupakan bantahan terhadap kaum Musyabbihah Mujassimah, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Imâm al-Hâfizh Abu Nu’aim dalam kitab Hilyah al-Awliyâ’, adalah: “Barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan kita (Allah) memiliki bentuk maka ia tidak mengetahui Pencipta yang wajib disembah.</p>
<p>Kemudian Iyas ibn Mu’awiyah, yang sangat terkenal dengan kecerdesannya, juga telah memecahkan argumen-argumen kaum Qadariyyah (Mu’tazilah). Lalu Umar ibn Abdul Aziz telah membungkam para pengikut Syauzdab; salah seorang pemuka kaum Khawarij. Dan bahkan Umar ibn Abdul Aziz ini telah menulis beberapa risalah sebagai bantahan terhadap faham-faham Mu’tazilah. Kemudian al-Imâm Rabi’ah ar-Ra’y (w 136 H), salah seorang guru al-Imâm Malik Ibn Anas, dengan dalil yang sangat kuat telah membungkam Ghailan ibn Muslim; salah seorang pemuka kaum Qadariyyah. Lalu al-Imâm al-Hasan al-Bashri, salah seorang ulama besar dan terkemuka di kalangan tabi’in, juga telah menyibukan diri bergelut dengan Ilmu Kalam ini.</p>
<p>Kaum wahabi sangat anti terhadap ilmu kalam, bahkan mereka mengutip pendapat Imam Syafi’i. “Seorang manusia bila bertemu dengan Allah (artinya meninggal) dalam keadaam membawa banyak dosa selain dosa syirik maka hal ini jauh lebih baik baginya dari pada ia meninggal dengan membawa Ilmu Kalam”, bukankah ini artinya bahwa al-Imâm asy-Syafi’i membenci dan bahkan mencaci Ilmu Kalam?!</p>
<p>Statemen seperti itu tidak benar sebagai ungkapan al-Imâm Syafi’i, dan tidak ada riwayat dengan sanad yang benar bahwa beliau telah berkata demikian. Adapun pernyataan yang benar dari ucapan beliau dengan sanad yang shahih adalah: “Seorang manusia bila bertemu Allah (meninggal) dalam keadaam membawa banyak dosa selain dosa syirik maka hal ini jauh lebih  baik baginya dari pada ia meninggal dengan membawa al-Ahwâ’”.(Ibn Asakir, Tabyîn Kadzib al Muftarî, h. 337 dengan berbagai jalur sanad.)</p>
<p>Kata al-Ahwâ’ adalah jamak dari kata al-Hawâ, artinya sesuatu yang diyakini oleh para ahli bid’ah yang berada di luar jalur ulama Salaf. Maka pengertian al-Hawâ di sini adalah keyakinan-keyakinan yang yakini oleh golongan-golongan sesat, seperti keyakinan Khawarij, Mu’tazilah, Murji’ah, Najjariyyah, dan berbagai kelompok lainnya; yang telah disebutkan dalam hadits nabi sebanyak tujuh puluh dua golongan. Dalam sebuah hadits mashur Rasulullah bersabda: “Dan sesungguhnya -umat- agama ini akan pecah kepada tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua di neraka, dan hanya satu di surga; dan dia adalah kelompok mayoritas”. (HR. Abu Dawud).</p>
<p>Dengan demikian yang dicaci oleh al-Imâm asy-Syafi’i bukan mutlak keseluruhan Ilmu Kalam, tapi yang dimaksud adalah Ilmu Kalam tercela; yaitu yang digeluti oleh para ahli bid’ah di atas. Adapun Ilmu Kalam yang digeluti Ahlussunnah yang berdasar kepada al-Qur’an dan Sunnah maka ini adalah Ilmu Kalam terpuji, dan sama sekali tidak pernah dicaci oleh al-Imâm asy Syafi’i. Sebaliknya beliau adalah seorang yang sangat kompeten dan terkemuka dalam Ilmu Kalam ini. Karenannya argumen beliau telah mematahkan pendapat Bisyr al-Marisi dan Hafsh al-Fard; di antara pemuka kaum Mu’tazilah yang mengatakan bahwa al-Qur’an makhluk dan bahwa Allah tidak memiliki sifat Kalam.</p>
<p>Al-Imâm al-Hâfizh Ibn Asakir dalam karya yang beliau tulis sebagai pembelaan terhadap al-Imâm Abul Hasan al-Asy’ari berjudul Tabyîn Kadzib al-Muftarî Fîmâ Nusiba Ilâ al-Imâm Abî al-Hasan al-Asy’ari menuliskan sebagai berikut: “Ilmu Kalam yang tercela adalah Ilmu Kalam yang digeluti oleh Ahl al-Ahwâ’ dan yang diyakini oleh para ahli bid’ah. Adapun Ilmu Kalam yang sejalan dengan al-Qur’an dan Sunnah yang dibahas untuk menetapkan dasar-dasar akidah yang benar dan untuk memerangi fitnah Ahl al-Ahwâ’ maka ia telah disepakati ulama sebagai Ilmu Kalam terpuji. Dalam Ilmu Kalam terpuji inilah al-Imâm asy-Syafi’i adalah di antara ulama besar yang sangat kompeten. Dalam berbagai kesempatan beliau telah banyak membantah orang-orang ahli bid’ah dengan argumen-argumen kuatnya hingga mereka terpecahkan” (Tabyîn Kadzib al-Mutftarî, h. 339)</p>
<p>Ibn Asakir kemudian mengutip salah satu kasus yang terjadi dengan al-Imâm asy-Syafi’i dengan sanad-nya dari ar-Rabi’ ibn Sulaiman, bahwa ia (ar-Rabi’ ibn Sulaiman) berkata: “Ketika aku berada di majelis asy-Syafi’i, Abu Sa’id A’lam memberitahukan kepadaku bahwa suatu ketika datang Abdullah ibn Abd al-Hakam, Yusuf ibn Amr ibn Zaid, dan Hafsh al-Fard. Orang yang terakhir ini oleh asy-Syafi’i disebut dengan al-Munfarid (yang berpaham ekstrim). Kemudian Hafsh al-Fard bertanya kepada Abdullah ibn Abd al-Hakam: “Bagaimana pendapatmu tentang al-Qur’an?” Namun Abdullah ibn Abd al-Hakam enggan menjawab. Lalu Hafsh bertanya kepada Yusuf ibn Amr. Namun ia juga enggan menjawab. Keduanya lalu berisyarat untuk bertanya kepada asy-Syafi’i. Kemudian Hafsh bertanya kepada asy-Syafi’i, dan asy-Syafi’i memberikan dalil kuat atas Hafsh. Namun kemudian antara keduanya terjadi perdebatan yang cukup panjang. Akhirnya asy-Syafi’i dengan argumennya yang sangat kuat mengalahkan Hafsh dan menetapkan bahwa al-Qur’an adalah Kalam Allah bukan makhluk. Kemudian asy-Syafi’I mengkafirkan Hafsh. (Ar-Rabi’ ibn Sulaiman berkata): “Beberapa saat kemudian di masjid aku bertemu dengan Hafsh, ia berkata kepadaku bahwa asy-Syafi’i hendak memenggal leherku” (Manâqib asy-Syâfi’i karya ar-Razi, h. 194-195. Lihat juga al-Asmâ’ Wa ash-Shifât karya al Bayhaqi, h. 252)</p>
<p>Dalam kitab at-Tabshirah al-Baghdâdiyyah disebutkan sebagai berikut: “Orang paling pertama sebagai ahli Kalam dikalangan ulama fiqih Ahlussunnah adalah al-Imâm Abu Hanifah dan al-Imâm asy-Syafi’i. Abu Hanifah telah menuliskan al-Fiqh al-Akbar dan ar-Risâlah yang kemudian dikirimkan kepada Muqatil ibn Sulaiman untuk membantahnya. Karena Muqatil ibn Sulaiman ini adalah seorang yang berkeyakinan tajsîm; mengatakan bahwa Allah adalah benda. Demikian pula beliau telah banyak membantah para ahli bid’ah dari kaum Khawarij, Rawafidl, Qadariyyah (Mu’tazilah) dan kelompok sesat lainnya. Para pemuka ahli bid’ah tersebut banyak<br />
tinggal di wilayah Bashrah, dan al-Imâm Abu Hanifah lebih dari dua puluh kali pulang pergi antara Bashrah dan Baghdad hanya untuk membantah mereka, (padahal perjalanan saat itu sangat jauh dan sulit). Dan tentunya al-Imâm Abu Hanifah telah memecahkan dan membungkam mereka dengan argumen-argumen kuatnya, hingga beliau menjadi panutan dan rujukan dalam segala permasalahan Ilmu Kalam ini”.</p>
<p>Al-Imâm al-Hâfizh al-Khathib al-Baghdadi dengan sanad-nya hingga al-Imâm Abu Hanifah, meriwayatkan bahwa al-Imâm Abu Hanifah berkata: “Saya telah benar-benar mempelajari Ilmu Kalam, hingga saya telah mencapai puncak sebagai rujukan dalam bidang ilmu ini” (Târîkh Baghdâd, j. 13, h. 333)</p>
<p>Al-Imâm Badruddin az-Zarkasyi dalam Tasynîf al-Masâmi’ Syarh Jama’ al-Jawâmi’ menyebutkan bahwa para ulama Salaf terdahulu sudah mentradisikan usaha dalam membantah faham-faham ahli bid’ah, baik dengan tulisan-tulisan maupun dalam forumforum terbuka. Dalam usaha tersebut al-Imâm asy-Syafi’i telah menulis Kitâb al-Qiyâs sebagai bantahan terhadap faham yang mengatakan bahwa alam ini tidak memiliki permulaan (Qadîm). Beliau juga telah menulis kitab dengan judul ar-Radd ‘Alâ al-Barâhimah, dan beberapa karya lainnya yang khusus ditulis untuk menyerang faham-faham di luar Ahlussunnah. Sebelum al-Imâm asy-Syafi’i, al-Imâm Abu Hanifah juga telah melakukan hal yang sama. Dalam hal ini al-Imâm Abu Hanifah telah menulis kitab al-Fiqh al-Akbar dan kitab al-‘Âlim Wa al-Muta’allim untuk membantah orang-orang zindik. Demikian pula dengan al-Imâm Malik ibn Anas dan al-Imâm Ahmad ibn Hanbal, mereka semua adalah para Imam terkemuka yang giat memerangi faham-faham sesat yang berseberangan dengan akidah Rasulullah dan para sahabatnya.</p>
<p>Tulisan-tulisan tentang Ilmu Kalam kemudian menjadi sangat berkembang, terlebih setelah menyebarnya karya-karya dua Imam Ahlussunnah yang agung; yaitu al-Imâm Abul Hasan al Asy’ari dan al-Imâm Abu Manshur al-Maturidi. Dua Al-Imâm ini telah menulis berbagai karya dalam menetapkan rumusan-rumusan akidah Ahlussunnah ditambah dengan bantahan-bantahan terhadap berbagai kelompok di luar Ahlussunnah, dengan argument argumen yang sangat kuat, baik dalil-dalil akal maupun dalil-dalil tekstual. Terutama al-Imâm al-Asy’ari yang berada di wilayah Bashrah Irak saat itu, beliau adalah sosok yang sangat ditakuti oleh kaum Mu’tazilah. </p>
<p>Al-Hâfizh al-Lughawiy al-Imâm Muhammad Murtadla az-Zabidi dalam kitab Syarh Ihyâ’ Ulum ad-Dîn menuliskan sebagai berikut: “Segala permasalah akidah yang telah dirumuskan oleh dua al-Imâm agung; al-Asy’ari dan al-Maturidi adalah merupakan dasar-dasar akidah yang diyakini semua ulama. Al-Asy’ari membangun landasan-landasan karyanya dari madzhab dua Al-Imâm agung; yaitu al-Imâm Malik dan al-Imâm asy-Syafi’i. Beliau merumuskan landasan-landasan tersebut, merincinya, menguatkannya, dan kemudian membukukannya. Sementara al-Maturidi membangun landasan karyanya dari teks-teks madzhab al-Imâm Abu Hanifah” (Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn Bi Syarh Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, j. 2, h. 13)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by gondrong</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32565</link>
		<dc:creator>gondrong</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 12:32:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32565</guid>
		<description><![CDATA[semoga Allah swt, memberikan pemahaman agama yg lebih-baik pd Ummu hasanah...amiin]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga Allah swt, memberikan pemahaman agama yg lebih-baik pd Ummu hasanah&#8230;amiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Afrokhi Al-Wahabi Ngumpet Saat Dikunjungi Densus 99 Anti Teroris Aqidah by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/comment-page-2/#comment-32553</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 04:16:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2757#comment-32553</guid>
		<description><![CDATA[xi xi xi... betul sekali mbak sherly...

 si &quot;bukan munafik&quot; kalo gitu  sangat munafik dong ya..... coba berapa kali dalam sehari dia melakukan bid&#039;ah ?  berapa kali sesat dia dalam sehari ?????? wah wah ..... benar benar senjata makan si tuan munafik.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>xi xi xi&#8230; betul sekali mbak sherly&#8230;</p>
<p> si &#8220;bukan munafik&#8221; kalo gitu  sangat munafik dong ya&#8230;.. coba berapa kali dalam sehari dia melakukan bid&#8217;ah ?  berapa kali sesat dia dalam sehari ?????? wah wah &#8230;.. benar benar senjata makan si tuan munafik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by al faqir</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32551</link>
		<dc:creator>al faqir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 03:17:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32551</guid>
		<description><![CDATA[iya tuh mas agung, saya juga mau tau sejarahnya, buat menambah keyakinan, saya tunggu ya? :D]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya tuh mas agung, saya juga mau tau sejarahnya, buat menambah keyakinan, saya tunggu ya? <img src='http://ummatipress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32549</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 02:40:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32549</guid>
		<description><![CDATA[Hahahah.... saya mau ketawa baca komentarnya ummu hasanah..... Nantilah, kalau ada kesempatan saya ceritakan asal mula ilmu kalam,atau ilmu tauhid, atau ilmu ushuluddin.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hahahah&#8230;. saya mau ketawa baca komentarnya ummu hasanah&#8230;.. Nantilah, kalau ada kesempatan saya ceritakan asal mula ilmu kalam,atau ilmu tauhid, atau ilmu ushuluddin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32548</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 02:28:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32548</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak perkataan para ahli bahasa terkemuka dan para ulama dalam menyebutkan definisi tempat. Berikut ini kita kutip sebagian di antaranya:

Ahli bahasa terkemuka (al-Lughawiy) Abul Qasim al-Husain bin Muhammad yang dikenal dengan sebutan ar-Raghib al-Ashbahani (w 502 H) berkata: “Tempat (al-Makân) menurut ahli bahasa adalah ruang yang meliputi bagi sesuatu”. (Al-Mufradat Fi Gharib al-Qur’an, h. 471)

Al-‘Allâmah Kamaluddin Ahmad bin Hasan al-Bayyadli al-Hanafi (w 1098 H) berkata: “Tempat (al-Makân) adalah ruang yang dipenuhi oleh benda”. (Isyarat al-Maram, h. 197)

Asy-Syaikh Yusuf bin Sa’id ash-Shafati al-Maliki (w 1193 H) menuliskan:“Ahlussunnah berkata: “Tempat adalah ruang kosong yang menyatu (berada) di dalamnya suatu benda”. (Hasyiyah ash-Shafati, Nawaqidl al-Wudlu’, h. 27)

Al-Imâm al-Hâfizh al-Muhaddits al-Faqîh al-Lughawiy; Sayyid Muhammad Murtadla az-Zabidi al-Hanafi (w 1205 H) berkata: “Tempat (al-Makân) adalah ruang yang meliputi bagi sesuatu”. (Taj al ‘Arus, j. 9, h. 348)

Asy-Asy-Syaikh Salamah al-Qudla’i al-‘Azami asy-Syafi’i (w 1376 H) menuliskan: “Tempat (al-Makân) adalah ruang yang ada di dalamnya suatu benda yang mencukupinya, dan arah (al-Jihah) adalah tempat tersebut”. (Furqan al-Qur’an, h. 62 (Dicetak bersama kitab al Asma’ Wa ash Shifat karya al-Bayhaqi))

Al-Muhaddits al-Faqîh al-‘Allâmah asy-Asy-Syaikh Abdullah al-Harari yang dikenal dengan sebutan al-Habasyi berkata: “Tempat (al-Makân) adalah ruangan yang diambil oleh suatu benda”.

Pakar bahasa Majduddin Muhammad bin Ya’qub al-Fairuzabadi (w 817 H) berkata: “al-Jihah sama dengan an-Nâhiyah (arah; puncak atau penghabisan yang kita tuju), kata jamaknya al-Jihat”. (Al Qamus al Muhith, h. 1620)

Al-‘Allâmah asy-Syaikh Abdul Ghaniy an-Nabulsiy (w 1143 H) berkata: “Definisi al-Jihah (arah) menurut para ahli teologi adalah sama dengan tempat dengan
melihat adanya suatu benda yang bersandar kepadanya (berada padanya)”. (Ra’ihah al Jannah Syarh Idla’ah ad Dujinnah, h. 49)

Al-‘Allâmah asy-Syaikh Kamaluddin Ahmad bin Hasan yang dikenal dengan sebutan al-Bayyadli (w 1098 H), pernah memangku jabatan hakim wilayah kota Halab (Aleppo), berkata: “Definisi al-Jihah (arah) adalah nama bagi penghabisan dari sebuah isyarat, penghabisan tempat bagi sesuatu yang bergerak kepadanya; maka demikian dua sifat ini tidak terjadi kecuali hanya pada benda dan sifat benda saja. Itu semua adalah perkara mustahil bagi Allah”. (Isyarat al Maram, h. 197)

Al-‘Allâmah asy-Syaikh Salamah al-Qudla’i asy-Syafi’i (w 1376 H) berkata: “Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang memiliki ukuran; -dari segala benda- yang pastilah dia itu merupakan tubuh (al-Jism), atau yang lebih kecil dari tubuh (seperti al-Jawhar al-Fard; yaitu benda yang telah sampai batas terkecil yang tidak lagi dapat dibagibagi); itu semua dengan tempat dan arah memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Bagi orang-orang berakal ini adalah perkara jelas yang tidak membutuhkan kepada argumen; (artinya bahwa segala benda pasti memiliki tempat dan arah), karena definisi tempat adalah suatu ruang yang berada padanya suatu benda seukuran tempat it sendiri, dan definisi arah adalah tempat itu sendiri dengan ikatan adanya penyandaran suatu benda lain kepadanya”.(Furqan al-Qur’an (dicetak bersama al Asma’ Wa ash Shifat karya al-Bayhaqi), h. 62)

JADI, APAKAH MUNGKIN AYAT DAN HADIST MUTASYABIHAT KEMUDIAN DIARTIKAN SECARA DZAHIR DAN HAKIKAT?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak perkataan para ahli bahasa terkemuka dan para ulama dalam menyebutkan definisi tempat. Berikut ini kita kutip sebagian di antaranya:</p>
<p>Ahli bahasa terkemuka (al-Lughawiy) Abul Qasim al-Husain bin Muhammad yang dikenal dengan sebutan ar-Raghib al-Ashbahani (w 502 H) berkata: “Tempat (al-Makân) menurut ahli bahasa adalah ruang yang meliputi bagi sesuatu”. (Al-Mufradat Fi Gharib al-Qur’an, h. 471)</p>
<p>Al-‘Allâmah Kamaluddin Ahmad bin Hasan al-Bayyadli al-Hanafi (w 1098 H) berkata: “Tempat (al-Makân) adalah ruang yang dipenuhi oleh benda”. (Isyarat al-Maram, h. 197)</p>
<p>Asy-Syaikh Yusuf bin Sa’id ash-Shafati al-Maliki (w 1193 H) menuliskan:“Ahlussunnah berkata: “Tempat adalah ruang kosong yang menyatu (berada) di dalamnya suatu benda”. (Hasyiyah ash-Shafati, Nawaqidl al-Wudlu’, h. 27)</p>
<p>Al-Imâm al-Hâfizh al-Muhaddits al-Faqîh al-Lughawiy; Sayyid Muhammad Murtadla az-Zabidi al-Hanafi (w 1205 H) berkata: “Tempat (al-Makân) adalah ruang yang meliputi bagi sesuatu”. (Taj al ‘Arus, j. 9, h. 348)</p>
<p>Asy-Asy-Syaikh Salamah al-Qudla’i al-‘Azami asy-Syafi’i (w 1376 H) menuliskan: “Tempat (al-Makân) adalah ruang yang ada di dalamnya suatu benda yang mencukupinya, dan arah (al-Jihah) adalah tempat tersebut”. (Furqan al-Qur’an, h. 62 (Dicetak bersama kitab al Asma’ Wa ash Shifat karya al-Bayhaqi))</p>
<p>Al-Muhaddits al-Faqîh al-‘Allâmah asy-Asy-Syaikh Abdullah al-Harari yang dikenal dengan sebutan al-Habasyi berkata: “Tempat (al-Makân) adalah ruangan yang diambil oleh suatu benda”.</p>
<p>Pakar bahasa Majduddin Muhammad bin Ya’qub al-Fairuzabadi (w 817 H) berkata: “al-Jihah sama dengan an-Nâhiyah (arah; puncak atau penghabisan yang kita tuju), kata jamaknya al-Jihat”. (Al Qamus al Muhith, h. 1620)</p>
<p>Al-‘Allâmah asy-Syaikh Abdul Ghaniy an-Nabulsiy (w 1143 H) berkata: “Definisi al-Jihah (arah) menurut para ahli teologi adalah sama dengan tempat dengan<br />
melihat adanya suatu benda yang bersandar kepadanya (berada padanya)”. (Ra’ihah al Jannah Syarh Idla’ah ad Dujinnah, h. 49)</p>
<p>Al-‘Allâmah asy-Syaikh Kamaluddin Ahmad bin Hasan yang dikenal dengan sebutan al-Bayyadli (w 1098 H), pernah memangku jabatan hakim wilayah kota Halab (Aleppo), berkata: “Definisi al-Jihah (arah) adalah nama bagi penghabisan dari sebuah isyarat, penghabisan tempat bagi sesuatu yang bergerak kepadanya; maka demikian dua sifat ini tidak terjadi kecuali hanya pada benda dan sifat benda saja. Itu semua adalah perkara mustahil bagi Allah”. (Isyarat al Maram, h. 197)</p>
<p>Al-‘Allâmah asy-Syaikh Salamah al-Qudla’i asy-Syafi’i (w 1376 H) berkata: “Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang memiliki ukuran; -dari segala benda- yang pastilah dia itu merupakan tubuh (al-Jism), atau yang lebih kecil dari tubuh (seperti al-Jawhar al-Fard; yaitu benda yang telah sampai batas terkecil yang tidak lagi dapat dibagibagi); itu semua dengan tempat dan arah memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Bagi orang-orang berakal ini adalah perkara jelas yang tidak membutuhkan kepada argumen; (artinya bahwa segala benda pasti memiliki tempat dan arah), karena definisi tempat adalah suatu ruang yang berada padanya suatu benda seukuran tempat it sendiri, dan definisi arah adalah tempat itu sendiri dengan ikatan adanya penyandaran suatu benda lain kepadanya”.(Furqan al-Qur’an (dicetak bersama al Asma’ Wa ash Shifat karya al-Bayhaqi), h. 62)</p>
<p>JADI, APAKAH MUNGKIN AYAT DAN HADIST MUTASYABIHAT KEMUDIAN DIARTIKAN SECARA DZAHIR DAN HAKIKAT?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32546</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 01:53:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32546</guid>
		<description><![CDATA[Di antara mukjizat besar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu &#039;alayhi wasallam adalah Isra&#039; dan Mi&#039;raj, sebuah peristiwa luar biasa yang terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia, peristiwa nyata yang telah terjadi dan kita wajib mempercayainya. Dari masjid al Haram Rasulullah memulai perjalanannya (Isra&#039;) dengan melewati beberapa tempat bersejarah hingga akhirnya beliau sampai di masjid al Aqsha. Setelah Isra&#039;, Rasulullah yang ditemani Malaikat Jibril melanjutkan perjalanannya menuju Sidrat al Muntaha. Perjalanan ini disebut dengan Mi&#039;raj; perjalanan yang dimulai dari masjid al Aqsha hingga ke atas sidrat al Muntaha, ke atas langit ke tujuh.

Tetapi, mukjizat tersebut telah disalah artikan dan di jadikan dalil oleh kaum mujassim musyabbih, untuk menetapkan bahwa Allah swt. Yang maha suci bertempat di langit.


Al-Hâfizh al-Muhaddits al-Faqîh al-Hanafi Murtadla az-Zabidi menuliskan sebagai berikut: “Al-Imâm Qâdlî al-Qudlât Nashiruddin ibn al-Munayyir al-Iskandari al-Maliki dalam kitab al-Muntaqâ Fî Syaraf al-Musthafâ dalam menjelaskan ketiadaan tempat dan arah bagi Allah berkata: Bagi penjelasan penafian tempat dan arah bagi Allah ini al-Imâm Malik memberikan petunjuk dengan sabda Rasulullah: “Lâ Tufadl-dlilunî ‘Alâ Yûnus ibn Mattâ” (Jangan kalian agung-agungkan aku di atas nabi Yunus). Al-Imâm Malik berkata: “Sesungguhnya penyebutan secara khusus dengan nabi Yunus adalah untuk memberikan pemahaman kesucian Allah dari tempat, oleh karena nabi Muhammad diangkat ke arah atas hingga ke arsy sementara nabi Yunus diturunkan ke arah bawah hingga ke kedalaman lautan, namun demikian arah keduanya sama saja bagi Allah (artinya dua arah tersebut salah satunya tidak lebih utama dari lainnya, dan nabi Muhammad dan nabi Yunus sama-sama seorang nabi Allah). Seandainya keutamaan itu semata-mata dengan tempat dan arah maka tentu nabi Muhammad lebih dekat -dari segi jarak- kepada Allah daripada nabi Yunus, dan tentunya Rasulullah tidak akan melarang kita melebih-lebihkan beliau di atas nabi Yunus. Kemudian al-Imâm Nashiruddin menjelaskan bahwa keutamaan itu adalah dengan derajat, bukan dengan tempat. Demikianlah penjelasan yang telah dikutip oleh al-Imâm as-Subki dalam Risâlah ar-Radd ‘Alâ ibn Zafîl”. (Ithaf as Sadah al Muttaqin, j. 2, h. 105)

Al-Mufassir al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menuliskan sebagai berikut: “Abul Ma’ali berkata: Sabda Rasulullah: “Lâ Tufadl-lilunî ‘Alâ Yûnus ibn Mattâ” mengandung makna bahwa saya (Nabi Muhammad) diangkat ke arah Sidrah al-Muntaha bukan berarti lebih dekat dari segi jarak kepada Allah dari pada Nabi Yunus yang berada di dasar lautan dalam perut ikan. Ini menunjukan bahwa Allah ada tanpa arah dan tempat” . (Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, j. 11, h. 333-334, dan j. 15, h. 124)


Al-‘Allâmah al-Muhaddits al-Faqîh Abdullah al-Harari berkata:
“Di antara yang dijadikan dalil oleh Ahlussunnah bahwa mi’raj-nya Rasulullah ke arah atas hingga hingga ke ketinggian di mana Rasulullah mendengan Kalam Allah (yang bukan huruf, suara dan bahasa) bahwa Allah tidak bertempat pada arah tersebut; adalah bahwa Nabi Musa juga mendengar Kalam Allah (yang bukan huruf, suara dan bahasa) sebagaimana Nabi Muhammad, tapi Nabi Musa bukan berada pada tempat yang tinggi sebagaimana Nabi Muhammad, ia berada di Tursina, dan Tursina berada di bumi ini. Dari sini menjadi jelas bahwa Allah ada tanpa tempat. Mendengar terhadap Kalam Allah (yang bukan huruf, suara dan bahasa) tidak haruskan bahwa Allah sendiri berada pada tempat dan arah. Sifat-sifat Allah tidak berada pada tempat. Allah telah berkehendak pada azal untuk memperdengarkan Kalam-Nya (yang bukan huruf, suara, dan bahasa) terhadap Nabi Muhammad ketika Nabi Muhammad berada pada suatu tempat yang tinggi (yaitu ketika Mi’raj), demikian pula Allah telah berkehendak pada azal untuk memperdengarkan Kalam-Nya (yang bukan huruf, suara, dan bahasa) terhadap Nabi Musa ketika Nabi Musa berada di Tusina (karena itulah keduanya digelar dengan Kalîmullah). Hanya saja Nabi Muhammad memiliki keistimewaan dengan segala macam “Taklîm Ilâhiy” sebagaimana disebutkan dalam ayat; yang sifat istimewa ini tidak dimiliki oleh seorang-pun dari para Nabi Allah”. (Izh-har al ‘Aqidah as Sunniyyah, h. 118-119).

Apakah Tujuan Isra&#039; dan Mi&#039;raj ?
Tujuan dan hikmah yang sebenarnya dari Isra&#039; dan Mi&#039;raj adalah memuliakan Rasulullah dan memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah sesuai dengan firman Allah dalam surat al Isra&#039;: 1: Maknanya: &quot;Agar kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami&quot;. beliau diperlihatkan oleh Allah beberapa keajaiban ciptaan-Nya. Antara lain : “Arasy. &#039;Arsy, yaitu makhluk Allah yang paling besar bentuknya (H.R. Ibn Hibban) dan makhluk kedua yang diciptakan Allah setelah air (Q.S. Hud : 7). Imam al Bayhaqi mengatakan : &quot;Para ahli tafsir menyatakan bahwa &#039;arsy adalah benda berbentuk sarir (ranjang) yang diciptakan oleh Allah. Allah memerintahkan para malaikat untuk menjunjungnya dan menjadikannya sebagai tempat ibadah mereka dengan mengelilinginya dan mengagungkannya sebagaimana Ia menciptakan ka&#039;bah di bumi ini dan memerintahkan manusia untuk mengelilinginya ketika thawaf dan menghadap ke arahnya di saat shalat&quot; (lihat al Asma&#039; wa ash-shifat, hlm. 497).

&#039;Arsy bukanlah tempat bagi Allah, karena Allah tidak membutuhkan tempat. Sayyidina &#039;Ali berkata : Maknanya:&quot;Sesungguhnya Allah menciptakan &#039;arsy untuk menunjukkan kekuasaan-Nya, dan tidak menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya&quot;. (Riwayat Abu Manshur al Baghdadi dalam al farq bayna al firaq, hlm : 333)

Tujuan dari Isra&#039; dan Mi&#039;raj bukanlah bahwa Allah ada di arah atas, lalu Nabi naik ke atas untuk bertemu dengan-Nya. Karena Allah ada tanpa tempat dan arah, dan tempat adalah makhluk sedangkan Allah tidak membutuhkan kepada makhluk-Nya. Allah ta&#039;ala berfirman : Maknanya : &quot;Maka sesungguhnya Allah maha kaya (tidak membutuhkan) dari alam semesta&quot;. (Q.S. Al Imran : 97) Allah tidak disifati dengan salah satu sifat makhluk- Nya seperti berada di tempat, arah atas, di bawah dan lain-lain. Juga perkataan Imam ath-Thahawi : &quot;Allah tidak diliputi oleh salah satu arah penjuru maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang), tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi oleh enam arah penjuru tersebut&quot; Dalam pembukaan risalah al-‘Aqîdah ath- Thahâwiyyah ini, al Imâm ath-Thahawi menuliskan: “Ini adalah penjelasan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, di atas madzhab para ulama agama; Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit al-Kufi, Abu Yusuf Ya’qub ibn Ibrahim al-Anshari, dan Muhammad ibn al-Hasan asy-Syaibani (Lihat matan al-‘Aqîdah at-Thahâwiyyah dalam Izhâr al-‘Aqîdah as-Sunniyyah Bi Syarh al-‘Aqîdah at-Thahâwiyyah, karya al-Imâm al-Hâfizh asy-Syaikh Abdullah al-Habasyi, h. 341). Jadi, Hal ini merupakan ijma&#039; ulama Islam seluruhnya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara mukjizat besar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alayhi wasallam adalah Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj, sebuah peristiwa luar biasa yang terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia, peristiwa nyata yang telah terjadi dan kita wajib mempercayainya. Dari masjid al Haram Rasulullah memulai perjalanannya (Isra&#8217;) dengan melewati beberapa tempat bersejarah hingga akhirnya beliau sampai di masjid al Aqsha. Setelah Isra&#8217;, Rasulullah yang ditemani Malaikat Jibril melanjutkan perjalanannya menuju Sidrat al Muntaha. Perjalanan ini disebut dengan Mi&#8217;raj; perjalanan yang dimulai dari masjid al Aqsha hingga ke atas sidrat al Muntaha, ke atas langit ke tujuh.</p>
<p>Tetapi, mukjizat tersebut telah disalah artikan dan di jadikan dalil oleh kaum mujassim musyabbih, untuk menetapkan bahwa Allah swt. Yang maha suci bertempat di langit.</p>
<p>Al-Hâfizh al-Muhaddits al-Faqîh al-Hanafi Murtadla az-Zabidi menuliskan sebagai berikut: “Al-Imâm Qâdlî al-Qudlât Nashiruddin ibn al-Munayyir al-Iskandari al-Maliki dalam kitab al-Muntaqâ Fî Syaraf al-Musthafâ dalam menjelaskan ketiadaan tempat dan arah bagi Allah berkata: Bagi penjelasan penafian tempat dan arah bagi Allah ini al-Imâm Malik memberikan petunjuk dengan sabda Rasulullah: “Lâ Tufadl-dlilunî ‘Alâ Yûnus ibn Mattâ” (Jangan kalian agung-agungkan aku di atas nabi Yunus). Al-Imâm Malik berkata: “Sesungguhnya penyebutan secara khusus dengan nabi Yunus adalah untuk memberikan pemahaman kesucian Allah dari tempat, oleh karena nabi Muhammad diangkat ke arah atas hingga ke arsy sementara nabi Yunus diturunkan ke arah bawah hingga ke kedalaman lautan, namun demikian arah keduanya sama saja bagi Allah (artinya dua arah tersebut salah satunya tidak lebih utama dari lainnya, dan nabi Muhammad dan nabi Yunus sama-sama seorang nabi Allah). Seandainya keutamaan itu semata-mata dengan tempat dan arah maka tentu nabi Muhammad lebih dekat -dari segi jarak- kepada Allah daripada nabi Yunus, dan tentunya Rasulullah tidak akan melarang kita melebih-lebihkan beliau di atas nabi Yunus. Kemudian al-Imâm Nashiruddin menjelaskan bahwa keutamaan itu adalah dengan derajat, bukan dengan tempat. Demikianlah penjelasan yang telah dikutip oleh al-Imâm as-Subki dalam Risâlah ar-Radd ‘Alâ ibn Zafîl”. (Ithaf as Sadah al Muttaqin, j. 2, h. 105)</p>
<p>Al-Mufassir al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menuliskan sebagai berikut: “Abul Ma’ali berkata: Sabda Rasulullah: “Lâ Tufadl-lilunî ‘Alâ Yûnus ibn Mattâ” mengandung makna bahwa saya (Nabi Muhammad) diangkat ke arah Sidrah al-Muntaha bukan berarti lebih dekat dari segi jarak kepada Allah dari pada Nabi Yunus yang berada di dasar lautan dalam perut ikan. Ini menunjukan bahwa Allah ada tanpa arah dan tempat” . (Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, j. 11, h. 333-334, dan j. 15, h. 124)</p>
<p>Al-‘Allâmah al-Muhaddits al-Faqîh Abdullah al-Harari berkata:<br />
“Di antara yang dijadikan dalil oleh Ahlussunnah bahwa mi’raj-nya Rasulullah ke arah atas hingga hingga ke ketinggian di mana Rasulullah mendengan Kalam Allah (yang bukan huruf, suara dan bahasa) bahwa Allah tidak bertempat pada arah tersebut; adalah bahwa Nabi Musa juga mendengar Kalam Allah (yang bukan huruf, suara dan bahasa) sebagaimana Nabi Muhammad, tapi Nabi Musa bukan berada pada tempat yang tinggi sebagaimana Nabi Muhammad, ia berada di Tursina, dan Tursina berada di bumi ini. Dari sini menjadi jelas bahwa Allah ada tanpa tempat. Mendengar terhadap Kalam Allah (yang bukan huruf, suara dan bahasa) tidak haruskan bahwa Allah sendiri berada pada tempat dan arah. Sifat-sifat Allah tidak berada pada tempat. Allah telah berkehendak pada azal untuk memperdengarkan Kalam-Nya (yang bukan huruf, suara, dan bahasa) terhadap Nabi Muhammad ketika Nabi Muhammad berada pada suatu tempat yang tinggi (yaitu ketika Mi’raj), demikian pula Allah telah berkehendak pada azal untuk memperdengarkan Kalam-Nya (yang bukan huruf, suara, dan bahasa) terhadap Nabi Musa ketika Nabi Musa berada di Tusina (karena itulah keduanya digelar dengan Kalîmullah). Hanya saja Nabi Muhammad memiliki keistimewaan dengan segala macam “Taklîm Ilâhiy” sebagaimana disebutkan dalam ayat; yang sifat istimewa ini tidak dimiliki oleh seorang-pun dari para Nabi Allah”. (Izh-har al ‘Aqidah as Sunniyyah, h. 118-119).</p>
<p>Apakah Tujuan Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj ?<br />
Tujuan dan hikmah yang sebenarnya dari Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj adalah memuliakan Rasulullah dan memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah sesuai dengan firman Allah dalam surat al Isra&#8217;: 1: Maknanya: &#8220;Agar kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami&#8221;. beliau diperlihatkan oleh Allah beberapa keajaiban ciptaan-Nya. Antara lain : “Arasy. &#8216;Arsy, yaitu makhluk Allah yang paling besar bentuknya (H.R. Ibn Hibban) dan makhluk kedua yang diciptakan Allah setelah air (Q.S. Hud : 7). Imam al Bayhaqi mengatakan : &#8220;Para ahli tafsir menyatakan bahwa &#8216;arsy adalah benda berbentuk sarir (ranjang) yang diciptakan oleh Allah. Allah memerintahkan para malaikat untuk menjunjungnya dan menjadikannya sebagai tempat ibadah mereka dengan mengelilinginya dan mengagungkannya sebagaimana Ia menciptakan ka&#8217;bah di bumi ini dan memerintahkan manusia untuk mengelilinginya ketika thawaf dan menghadap ke arahnya di saat shalat&#8221; (lihat al Asma&#8217; wa ash-shifat, hlm. 497).</p>
<p>&#8216;Arsy bukanlah tempat bagi Allah, karena Allah tidak membutuhkan tempat. Sayyidina &#8216;Ali berkata : Maknanya:&#8221;Sesungguhnya Allah menciptakan &#8216;arsy untuk menunjukkan kekuasaan-Nya, dan tidak menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya&#8221;. (Riwayat Abu Manshur al Baghdadi dalam al farq bayna al firaq, hlm : 333)</p>
<p>Tujuan dari Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj bukanlah bahwa Allah ada di arah atas, lalu Nabi naik ke atas untuk bertemu dengan-Nya. Karena Allah ada tanpa tempat dan arah, dan tempat adalah makhluk sedangkan Allah tidak membutuhkan kepada makhluk-Nya. Allah ta&#8217;ala berfirman : Maknanya : &#8220;Maka sesungguhnya Allah maha kaya (tidak membutuhkan) dari alam semesta&#8221;. (Q.S. Al Imran : 97) Allah tidak disifati dengan salah satu sifat makhluk- Nya seperti berada di tempat, arah atas, di bawah dan lain-lain. Juga perkataan Imam ath-Thahawi : &#8220;Allah tidak diliputi oleh salah satu arah penjuru maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang), tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi oleh enam arah penjuru tersebut&#8221; Dalam pembukaan risalah al-‘Aqîdah ath- Thahâwiyyah ini, al Imâm ath-Thahawi menuliskan: “Ini adalah penjelasan akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, di atas madzhab para ulama agama; Abu Hanifah an-Nu’man ibn Tsabit al-Kufi, Abu Yusuf Ya’qub ibn Ibrahim al-Anshari, dan Muhammad ibn al-Hasan asy-Syaibani (Lihat matan al-‘Aqîdah at-Thahâwiyyah dalam Izhâr al-‘Aqîdah as-Sunniyyah Bi Syarh al-‘Aqîdah at-Thahâwiyyah, karya al-Imâm al-Hâfizh asy-Syaikh Abdullah al-Habasyi, h. 341). Jadi, Hal ini merupakan ijma&#8217; ulama Islam seluruhnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by Agung</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32545</link>
		<dc:creator>Agung</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 01:31:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32545</guid>
		<description><![CDATA[Pada kesempatan ini, saya akan menjawab pernyataan saudara kita, yg mengatakan bahwa Asy&#039;ariyyah adalah kaum yang mendahulukan akal di bandingkan nash Al-qur&#039;an dan Hadist.

Fungsi Akal Sebagai Bukti Kebenaran Syari’at

Al-Faqîh asy-Syaikh Syits ibn Ibrahim al-Maliki (w 598 H) berkata: “Golongan yang benar (Ahlul Haq) telah menyatukan antara Ma’qûl dan Manqûl, -atau antara akal dan syari’at- dalam meraih kebenaran. Mereka mempergunakan keduanya, yang dengan itulah mereka menapaki jalan moderat; jalan antara tidak berlebihan dan tidak teledor (Bayn Tharîqay al-Ifrâth Wa at-Tafrîth). Berikut ini kita berikan contoh sebagai pendekatan bagi orang-orang yang kurang paham; sebagaimana para ulama selalu membuat contoh-contoh untuk tujuan mendekatkan pemahaman, juga sebagaimana Allah dalam al-Qur’an sering menggambarkan contoh-contoh bagi manusia sebagai pengingat bagi mereka. Kita katakan bagi mereka yang memiliki akal; sesungguhnya perumpamaan akal sebagai mata yang melihat, sementara syari’at sebagai matahari bersinar. Siapa yang mempergunakan akal tanpa mempergunakan syari’at maka layakanya ia seorang yang keluar di malam yang gelap gulita, ia membuka matanya untuk dapat melihat dan dapat membedakan antara objek-objek yang ada di hadapannya, ia berusaha untuk dapat membedakan antara benang putih dari benang hitam, antara merah, hijau, dan kuning, dengan usaha kuatnya ia menajamkan pandangan; namun akhirnya dia tidak akan mendapatkan apapun yang dia inginkan, selamanya. Sementara orang yang mempergunakan akal dan syari’at secara bersamaan maka ia seperti orang yang keluar di siang hari dengan pandangan mata yang sehat, ia membuka kedua matanya di saat matahari memancarkan cahaya dengan terang, sudah tentu orang seperti ini akan secara jelas mendapatkan dan membedakan di antara warna-warna dengan sebenar-benarnya, ia dapat membedakan antara warna hitam, merah, putih, kuning dan lainnya”. (Hazz al Ghalashim Fi Ifham al Mukhashim, h. 94).

Kemudian, jangan samakan kami seperti muktazilah, anda sepertinya tidak tahu sejarah. Mu’tazilah juga dikenal sebagai aliran yang mendahulukan akal daripada nash (teks) al-Qur’an dan Sunnah. Di tangan Mu’tazilah, teks-teks al-Qur’an dan hadits menjadi berkurang nilai sakralitasnya karena harus dikoreksi terlebih dahulu dengan perisai rasio dan nalar. ilmu filsafat yang dianggap sebagai sumber pemikiran liberal dalam Islam, menjadi terkapar untuk selama-lamanya dari ranah intelektual kaum Muslimin setelah dibabat habis oleh Hujjatul Islam al- Ghazali dengan kitabnya Tahafut al-Falasifah.

Bahkan, didalam Al-qur&#039;an pun terdapat dimensi sains, sebagai contoh adalah teori big bang atau teori ledakan besar tentang alam raya yang dikemukakan oleh seorang ahli fisika george gamo pada tahun 1948. Padahal, jauh sebelum itu, 14 abad yang lalu,Allah swt.telah mengabarkan melalui lisan Nabi Muhammad saw. &quot;........Langit dan bumi keduanya dahlu berpadu,lalu kamipisahkan antara keduanya............&quot; (QS.Al-Anbiya&#039; : 30)

Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk-Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba-Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits No.2569)

Hadist diatas, kalau mau mengikuti pendapata ABU AISYAH bahwa setiap ayat atau hadist yg berkaitan dengan sifat Allah swt. harus dipahami secara zahir dan hakikat,tentunya akan di pahami bahwa Allah swt. memiliki sifat sakit. Akal sehat pun akan menolak hal tersebut,karena bagaimana mungkin Allah swt. yg maha suci dan maha sempurna memiliki kekurangan. Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits qudsiy diatas dalam kitabnya yaitu Syarah Nawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yang dimaksud sakit pada Allah adalah hamba-Nya, dan kemuliaan serta kedekatan-Nya pada hamba-Nya itu. ”Wa ma’na wajadtaniy indahu ya’niy wajadta tsawaabii wa karoomatii indahu” dan makna ucapan : akan kau temui aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan-Ku dengan menjenguknya (Syarh Nawawi ala Shahih Muslim Juz 16 hal 125).]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada kesempatan ini, saya akan menjawab pernyataan saudara kita, yg mengatakan bahwa Asy&#8217;ariyyah adalah kaum yang mendahulukan akal di bandingkan nash Al-qur&#8217;an dan Hadist.</p>
<p>Fungsi Akal Sebagai Bukti Kebenaran Syari’at</p>
<p>Al-Faqîh asy-Syaikh Syits ibn Ibrahim al-Maliki (w 598 H) berkata: “Golongan yang benar (Ahlul Haq) telah menyatukan antara Ma’qûl dan Manqûl, -atau antara akal dan syari’at- dalam meraih kebenaran. Mereka mempergunakan keduanya, yang dengan itulah mereka menapaki jalan moderat; jalan antara tidak berlebihan dan tidak teledor (Bayn Tharîqay al-Ifrâth Wa at-Tafrîth). Berikut ini kita berikan contoh sebagai pendekatan bagi orang-orang yang kurang paham; sebagaimana para ulama selalu membuat contoh-contoh untuk tujuan mendekatkan pemahaman, juga sebagaimana Allah dalam al-Qur’an sering menggambarkan contoh-contoh bagi manusia sebagai pengingat bagi mereka. Kita katakan bagi mereka yang memiliki akal; sesungguhnya perumpamaan akal sebagai mata yang melihat, sementara syari’at sebagai matahari bersinar. Siapa yang mempergunakan akal tanpa mempergunakan syari’at maka layakanya ia seorang yang keluar di malam yang gelap gulita, ia membuka matanya untuk dapat melihat dan dapat membedakan antara objek-objek yang ada di hadapannya, ia berusaha untuk dapat membedakan antara benang putih dari benang hitam, antara merah, hijau, dan kuning, dengan usaha kuatnya ia menajamkan pandangan; namun akhirnya dia tidak akan mendapatkan apapun yang dia inginkan, selamanya. Sementara orang yang mempergunakan akal dan syari’at secara bersamaan maka ia seperti orang yang keluar di siang hari dengan pandangan mata yang sehat, ia membuka kedua matanya di saat matahari memancarkan cahaya dengan terang, sudah tentu orang seperti ini akan secara jelas mendapatkan dan membedakan di antara warna-warna dengan sebenar-benarnya, ia dapat membedakan antara warna hitam, merah, putih, kuning dan lainnya”. (Hazz al Ghalashim Fi Ifham al Mukhashim, h. 94).</p>
<p>Kemudian, jangan samakan kami seperti muktazilah, anda sepertinya tidak tahu sejarah. Mu’tazilah juga dikenal sebagai aliran yang mendahulukan akal daripada nash (teks) al-Qur’an dan Sunnah. Di tangan Mu’tazilah, teks-teks al-Qur’an dan hadits menjadi berkurang nilai sakralitasnya karena harus dikoreksi terlebih dahulu dengan perisai rasio dan nalar. ilmu filsafat yang dianggap sebagai sumber pemikiran liberal dalam Islam, menjadi terkapar untuk selama-lamanya dari ranah intelektual kaum Muslimin setelah dibabat habis oleh Hujjatul Islam al- Ghazali dengan kitabnya Tahafut al-Falasifah.</p>
<p>Bahkan, didalam Al-qur&#8217;an pun terdapat dimensi sains, sebagai contoh adalah teori big bang atau teori ledakan besar tentang alam raya yang dikemukakan oleh seorang ahli fisika george gamo pada tahun 1948. Padahal, jauh sebelum itu, 14 abad yang lalu,Allah swt.telah mengabarkan melalui lisan Nabi Muhammad saw. &#8220;&#8230;&#8230;..Langit dan bumi keduanya dahlu berpadu,lalu kamipisahkan antara keduanya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221; (QS.Al-Anbiya&#8217; : 30)</p>
<p>Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk-Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba-Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits No.2569)</p>
<p>Hadist diatas, kalau mau mengikuti pendapata ABU AISYAH bahwa setiap ayat atau hadist yg berkaitan dengan sifat Allah swt. harus dipahami secara zahir dan hakikat,tentunya akan di pahami bahwa Allah swt. memiliki sifat sakit. Akal sehat pun akan menolak hal tersebut,karena bagaimana mungkin Allah swt. yg maha suci dan maha sempurna memiliki kekurangan. Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits qudsiy diatas dalam kitabnya yaitu Syarah Nawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yang dimaksud sakit pada Allah adalah hamba-Nya, dan kemuliaan serta kedekatan-Nya pada hamba-Nya itu. ”Wa ma’na wajadtaniy indahu ya’niy wajadta tsawaabii wa karoomatii indahu” dan makna ucapan : akan kau temui aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan-Ku dengan menjenguknya (Syarh Nawawi ala Shahih Muslim Juz 16 hal 125).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Afrokhi Al-Wahabi Ngumpet Saat Dikunjungi Densus 99 Anti Teroris Aqidah by Sherly Na'imah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/comment-page-2/#comment-32542</link>
		<dc:creator>Sherly Na'imah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 00:32:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2757#comment-32542</guid>
		<description><![CDATA[Ente makan pakai sendok juga bid&#039;ah, mestinya ente makan pakai tiga jari.

ente2 pakai celana cingkrang juga bid&#039;ah, mestinya ente2 pakai jubah.

ente2 jenggotan berantakan juga bid&#039;ah, mestinya ente2 jenggotnya rapi biar jadi jenggot sunnah.

Jadi... kalau mikir itu jangan parsial biar nggak senjata makan tuan.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ente makan pakai sendok juga bid&#8217;ah, mestinya ente makan pakai tiga jari.</p>
<p>ente2 pakai celana cingkrang juga bid&#8217;ah, mestinya ente2 pakai jubah.</p>
<p>ente2 jenggotan berantakan juga bid&#8217;ah, mestinya ente2 jenggotnya rapi biar jadi jenggot sunnah.</p>
<p>Jadi&#8230; kalau mikir itu jangan parsial biar nggak senjata makan tuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Afrokhi Al-Wahabi Ngumpet Saat Dikunjungi Densus 99 Anti Teroris Aqidah by Sherly Na'imah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/comment-page-2/#comment-32541</link>
		<dc:creator>Sherly Na'imah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 00:28:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatiummati.wordpress.com/?p=2757#comment-32541</guid>
		<description><![CDATA[kang abdul kholik, 
mana ada sahabat Nabi yg berkeyakinan Allah &quot;nongkrong&quot; di langit seperti yg diimani Wahabi, jadi jangan ngaku2 ikut sahabat lha wong kelakuan kalian suka memfitnah sahabat?

Mana ada sahabat pakai celana cingkrang, sebagaimana fitnah kalian terhadap mereka bahwa mereka pakai celana cingkrang? Lalu kalian bercelana cingkrang dg dalih ikut Sahabat? Ada2 saja emang.....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kang abdul kholik,<br />
mana ada sahabat Nabi yg berkeyakinan Allah &#8220;nongkrong&#8221; di langit seperti yg diimani Wahabi, jadi jangan ngaku2 ikut sahabat lha wong kelakuan kalian suka memfitnah sahabat?</p>
<p>Mana ada sahabat pakai celana cingkrang, sebagaimana fitnah kalian terhadap mereka bahwa mereka pakai celana cingkrang? Lalu kalian bercelana cingkrang dg dalih ikut Sahabat? Ada2 saja emang&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KISAH NYATA TAUBATNYA IBNU TAYMIYAH DI HADAPAN ULAMA ASWAJA by Putri Karisma</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/21/kisah-nyata-taubatnya-ibnu-taymiyah-di-hadapan-ulama-aswaja/comment-page-1/#comment-32537</link>
		<dc:creator>Putri Karisma</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 00:11:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8833#comment-32537</guid>
		<description><![CDATA[kang akuy@

Jawabannya sudah ada di UmmatiPress, coba lihat jawabannya link ummati ini:

http://ummatipress.com/2012/03/01/antara-muslim-or-id-dan-ummatipress-com-tentang-afrokhi-abdul-ghoni/

http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kang akuy@</p>
<p>Jawabannya sudah ada di UmmatiPress, coba lihat jawabannya link ummati ini:</p>
<p><a href="http://ummatipress.com/2012/03/01/antara-muslim-or-id-dan-ummatipress-com-tentang-afrokhi-abdul-ghoni/" rel="nofollow">http://ummatipress.com/2012/03/01/antara-muslim-or-id-dan-ummatipress-com-tentang-afrokhi-abdul-ghoni/</a></p>
<p><a href="http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/" rel="nofollow">http://ummatipress.com/2011/02/16/afrokhi-al-wahabi-ngumpet-saat-dikunjungi-densus-99-anti-teroris-aqidah/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by akuy</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32529</link>
		<dc:creator>akuy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 15:55:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32529</guid>
		<description><![CDATA[klo jwabannya bukan keduanya pripun mas????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo jwabannya bukan keduanya pripun mas????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KISAH NYATA TAUBATNYA IBNU TAYMIYAH DI HADAPAN ULAMA ASWAJA by akuy</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/21/kisah-nyata-taubatnya-ibnu-taymiyah-di-hadapan-ulama-aswaja/comment-page-1/#comment-32528</link>
		<dc:creator>akuy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 15:29:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8833#comment-32528</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Taubat Seorang Kyai

“Terus terang, sampai diusia +35 tahun saya ini termasuk Kyai Ahli Bid’ah yang tentunya doyan tawassul kepada mayat atau penghuni kubur, sering juga bertabarruk dengan kubur sang wali atau Kyai. Bahkan sering dipercaya untuk memimpin ziarah Wali Songo dan juga tempat-tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan yang sudah berbau kesyirikan”
“Kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan, mungkin karena belum tahu pengertian tauhid yang sebenarnya”(Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 90)
“Kita biasa melakukan ziarah ngalap berkah sekaligus kirim pahala bacaan kepada penghuni kubur/mayit. Sebenarnya, hal tersebut atas dasar kebodohan kita. Bagaimana tidak, contohnya adalah saya sendiri di kala masih berumur 12 tahun sudah mulai melakukan ziarah ngalap berkah dan kirim pahala bacaan, dan waktu itu saya belum tahu ilmu sama sekali, yang ada hanya taklid buta. Saat itu saya hanya melihat banyak orang yang melakukan, dan bahkan banyak juga kyai yang mengamalkannya. Hingga saya menduga dan beranggapan bahwa hal itu adalah suatu kebenaran.” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 210)
Beliau adalah Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren “Rahmatullah”. Nama beliau tidak hanya dibicarakan oleh teman-teman dari Kediri saja, namun juga banyak diperbincangkan oleh teman-teman pengajian di Surabaya, Gresik, Malang dan Ponorogo.
Keberanian beliau dalam menantang arus budaya para kyai yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih yang telah berurat berakar dalam lingkungan pesantrennya, sikap penentangan beliau terhadap arus kyai itu bukan  berlandaskan apriori belaka, bukan pula didasari oleh rasa kebencian kepada suatu golongan, emosi atau dendam, namun merupakan Kehendak, Hidayah dan Taufiq dari Allah ta’ala.
Kyai Afrokhi hanya sekedar menyampaikan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mengatakan yang haq adalah haq dan yang batil adalah batil. namun, usaha beliau itu dianggap sebagai sebuah makar terhadap ajaran Nahdhatul Ulama (NU), sehingga beliau layak dikeluarkan dari keanggotaan NU secara sepihak tanpa mengklarifikasikan permasalahan itu kepada beliau.
Kyai Afrokhi tidak mengetahui adanya pemecatan dirinya dari keanggotaan NU. Beliau mengetahui hal itu dari para tetangga dan kerabatnya. Seandainya para Kyai, Gus dan Habib itu tidak hanya mengedepankan egonya, kemudian mereka mau bermusyawarah dan mau mendengarkan permasalahan ajaran agama ini, kemudian mempertanyakan kenapa beliau sampai berbuat demikian, beliau tentu bisa menjelaskan permasalahan agama ini dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih yang harus benar-benar diajarkan kepada para santri serta umat pada umumnya.
Seandainya para Kyai itu mau mengkaji kembali ajaran dan tradisi budaya yang berurat berakar yang telah dikritisi dan digugat oleh banyak pihak. Bukan hanya oleh Kyai Afrokhi sendiri, namun juga dari para ulama tanah haram juga telah menggugat dan mengkritisi penyakit kronis dalam aqidah NU yang telah mengakar mengurat kepada para santri dan masyarakat. Jika mereka itu mau mendengarkan perkataan para ulama itu, tentunya penyakit-penyakit kronis yang ada dalam tubuh NU akan bisa terobati. Aqidah umatnya akan terselamatkan dari penyakit TBC (Tahayul, Bid’ah, Churofat). Sehingga Kyai-kyai NU, habib, Gus serta asatidznya lebih dewasa jika ada orang yang mau dengan ikhlas menunjukkan kesesatan yang ada dalam ajaran NU dan yang telah banyak menyimpang dari tuntunan Rasulullah dan para sahabatnya. Maka, Insya Allah, NU khususnya dan para ‘alim NU pada umumnya akan menjadi barometer keagamaan dan keilmuan. ‘Alimnya yang berbasis kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, yang sesuai dengan misi NU itu sendiri sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga para ‘alim serta Kyai yang duduk pada kelembagaannya berhak menyandang predikat sebagai pewaris para Nabi.
Namun sayang, dakwah yang disampaikan oleh Kyai Afrokhi dipandang sebelah mata  oleh para Kyai NU setempat. Mereka juga meragukan keloyalan beliau terhadap ajaran NU. Dengan demikian, beliau harus menerima konsekuensi berupa pemecatan dari kepengurusan keanggotaannya sebagai a’wan NU Kandangan, Kediri, sekaligus dikucilkan dari lingkungan para kyai dan lingkungan pesantren. Mereka semua memboikot aktivitas dakwah Kyai Afrokhi.
Walaupun beliau mendapat perlakuan yang demikian, beliau tetap menyikapinya dengan ketenangan jiwa yang nampak terpancar dari dalam dirinya.
Siapakah yang berani menempuh jalan seperti jalan yang ditempuh oleh Kyai Afrokhi, yang penuh cobaan dan cobaan? Atau Kyai mana yang ingin senasib dengan beliau yang tiba-tiba dikucilkan oleh komunitasnya karena meninggalkan ajaran-ajaran tradisi yang tidak sesuai dengan syari’at Islam yang haq? Kalau bukan karena panggilan iman, kalau bukan karena pertolongan dari Allah niscaya kita tidak akan mampu.
Kyai Afrokhi adalah sosok yang kuat. Beliau menentang arus orang-orang yang bergelar sama dengan gelar beliau. yakni Kyai. Di saat banyak para Kyai yang bergelimang dalam kesyirikan, kebid’ahan dan tradisi-tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang haq, di saat itulah beliau tersadar dan menantang arus yang ada. Itulah jalan hidup yang penuh cobaan dan ujian.
Bagi Kyai Afrokhi untuk apa kewibawaan dan penghormatan tersandang, harta melimpah serta jabatan terpikul, namun murka Allah dekat dengannya, dan Allah tidak akan menolongnya di hari tidak bermanfaat harta dan anak-anak. Beliau lebih memilih jalan keselamatan dengan meninggalkan tradisi yang selama ini beliau gandrungi.
Inilah fenomena kyai yang telah bertaubat kepada Allah dari ajaran-ajaran syirik, bid’ah dan kufur. Walaupun Kyai Afrokhi ditinggalkan oleh para kyai ahli bid’ah, jama’ah serta santri beliau, ketegaran dan ketenangan beliau dalam menghadapi realita hidup begitu nampak dalam perilakunya. Dengan tawadhu’ serta penuh tawakkal kepada Allah, beliau mampu mengatasi permasalahan hidup.
Pernyataan taubat Kyai Afrokhi:
“Untuk itulah buku ini saya susun sebagai koreksi total atas kekeliruan yang saya amalkan dan sekaligus merupakan permohonan maaf saya kepada warga Nahdhatul Ulama (NU) dimanapun berada yang merasa saya sesatkan dalam kebid’ahan Marhabanan, baca barzanji atau diba’an, maulidan, haul dan selamatan dari alif sampai ya` yang sudah berbau kesyirikan dan juga sebagai wujud pertaubatan saya. Semoga Allah senantiasa menerima taubat dan mengampuni segala dosa-dosa saya yang lalu (Amin ya robbal ‘alamin)”
(Dinukil dan diketik ulang dengan gubahan seperlunya dari buku “Buku Putih Kyai NU” oleh Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Rohmatulloh-Kediri-, mantan A’wan Syuriah MWC NU Kandangan Kediri)
catatan: Note ini ditulis hanya semata-mata sebagai nasehat, bukan karena ada alasan sentimen atau kebencian terhadap sebuah kelompok. Silahkan nukil dan share serta pergunakan untuk kebutuhan dakwah ilalloh.
-Abu Shofiyah Aqil Azizi- jazahullah khairan
Artikel www.muslim.or.id]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah Taubat Seorang Kyai</p>
<p>“Terus terang, sampai diusia +35 tahun saya ini termasuk Kyai Ahli Bid’ah yang tentunya doyan tawassul kepada mayat atau penghuni kubur, sering juga bertabarruk dengan kubur sang wali atau Kyai. Bahkan sering dipercaya untuk memimpin ziarah Wali Songo dan juga tempat-tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, marhabanan atau baca barzanji, diba’an, maulidan, haul dan selamatan yang sudah berbau kesyirikan”<br />
“Kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan, mungkin karena belum tahu pengertian tauhid yang sebenarnya”(Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 90)<br />
“Kita biasa melakukan ziarah ngalap berkah sekaligus kirim pahala bacaan kepada penghuni kubur/mayit. Sebenarnya, hal tersebut atas dasar kebodohan kita. Bagaimana tidak, contohnya adalah saya sendiri di kala masih berumur 12 tahun sudah mulai melakukan ziarah ngalap berkah dan kirim pahala bacaan, dan waktu itu saya belum tahu ilmu sama sekali, yang ada hanya taklid buta. Saat itu saya hanya melihat banyak orang yang melakukan, dan bahkan banyak juga kyai yang mengamalkannya. Hingga saya menduga dan beranggapan bahwa hal itu adalah suatu kebenaran.” (Kyai Afrokhi dalam Buku Putih Kyai NU hal. 210)<br />
Beliau adalah Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren “Rahmatullah”. Nama beliau tidak hanya dibicarakan oleh teman-teman dari Kediri saja, namun juga banyak diperbincangkan oleh teman-teman pengajian di Surabaya, Gresik, Malang dan Ponorogo.<br />
Keberanian beliau dalam menantang arus budaya para kyai yang tidak sejalan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih yang telah berurat berakar dalam lingkungan pesantrennya, sikap penentangan beliau terhadap arus kyai itu bukan  berlandaskan apriori belaka, bukan pula didasari oleh rasa kebencian kepada suatu golongan, emosi atau dendam, namun merupakan Kehendak, Hidayah dan Taufiq dari Allah ta’ala.<br />
Kyai Afrokhi hanya sekedar menyampaikan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mengatakan yang haq adalah haq dan yang batil adalah batil. namun, usaha beliau itu dianggap sebagai sebuah makar terhadap ajaran Nahdhatul Ulama (NU), sehingga beliau layak dikeluarkan dari keanggotaan NU secara sepihak tanpa mengklarifikasikan permasalahan itu kepada beliau.<br />
Kyai Afrokhi tidak mengetahui adanya pemecatan dirinya dari keanggotaan NU. Beliau mengetahui hal itu dari para tetangga dan kerabatnya. Seandainya para Kyai, Gus dan Habib itu tidak hanya mengedepankan egonya, kemudian mereka mau bermusyawarah dan mau mendengarkan permasalahan ajaran agama ini, kemudian mempertanyakan kenapa beliau sampai berbuat demikian, beliau tentu bisa menjelaskan permasalahan agama ini dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih yang harus benar-benar diajarkan kepada para santri serta umat pada umumnya.<br />
Seandainya para Kyai itu mau mengkaji kembali ajaran dan tradisi budaya yang berurat berakar yang telah dikritisi dan digugat oleh banyak pihak. Bukan hanya oleh Kyai Afrokhi sendiri, namun juga dari para ulama tanah haram juga telah menggugat dan mengkritisi penyakit kronis dalam aqidah NU yang telah mengakar mengurat kepada para santri dan masyarakat. Jika mereka itu mau mendengarkan perkataan para ulama itu, tentunya penyakit-penyakit kronis yang ada dalam tubuh NU akan bisa terobati. Aqidah umatnya akan terselamatkan dari penyakit TBC (Tahayul, Bid’ah, Churofat). Sehingga Kyai-kyai NU, habib, Gus serta asatidznya lebih dewasa jika ada orang yang mau dengan ikhlas menunjukkan kesesatan yang ada dalam ajaran NU dan yang telah banyak menyimpang dari tuntunan Rasulullah dan para sahabatnya. Maka, Insya Allah, NU khususnya dan para ‘alim NU pada umumnya akan menjadi barometer keagamaan dan keilmuan. ‘Alimnya yang berbasis kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, yang sesuai dengan misi NU itu sendiri sebagai Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga para ‘alim serta Kyai yang duduk pada kelembagaannya berhak menyandang predikat sebagai pewaris para Nabi.<br />
Namun sayang, dakwah yang disampaikan oleh Kyai Afrokhi dipandang sebelah mata  oleh para Kyai NU setempat. Mereka juga meragukan keloyalan beliau terhadap ajaran NU. Dengan demikian, beliau harus menerima konsekuensi berupa pemecatan dari kepengurusan keanggotaannya sebagai a’wan NU Kandangan, Kediri, sekaligus dikucilkan dari lingkungan para kyai dan lingkungan pesantren. Mereka semua memboikot aktivitas dakwah Kyai Afrokhi.<br />
Walaupun beliau mendapat perlakuan yang demikian, beliau tetap menyikapinya dengan ketenangan jiwa yang nampak terpancar dari dalam dirinya.<br />
Siapakah yang berani menempuh jalan seperti jalan yang ditempuh oleh Kyai Afrokhi, yang penuh cobaan dan cobaan? Atau Kyai mana yang ingin senasib dengan beliau yang tiba-tiba dikucilkan oleh komunitasnya karena meninggalkan ajaran-ajaran tradisi yang tidak sesuai dengan syari’at Islam yang haq? Kalau bukan karena panggilan iman, kalau bukan karena pertolongan dari Allah niscaya kita tidak akan mampu.<br />
Kyai Afrokhi adalah sosok yang kuat. Beliau menentang arus orang-orang yang bergelar sama dengan gelar beliau. yakni Kyai. Di saat banyak para Kyai yang bergelimang dalam kesyirikan, kebid’ahan dan tradisi-tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang haq, di saat itulah beliau tersadar dan menantang arus yang ada. Itulah jalan hidup yang penuh cobaan dan ujian.<br />
Bagi Kyai Afrokhi untuk apa kewibawaan dan penghormatan tersandang, harta melimpah serta jabatan terpikul, namun murka Allah dekat dengannya, dan Allah tidak akan menolongnya di hari tidak bermanfaat harta dan anak-anak. Beliau lebih memilih jalan keselamatan dengan meninggalkan tradisi yang selama ini beliau gandrungi.<br />
Inilah fenomena kyai yang telah bertaubat kepada Allah dari ajaran-ajaran syirik, bid’ah dan kufur. Walaupun Kyai Afrokhi ditinggalkan oleh para kyai ahli bid’ah, jama’ah serta santri beliau, ketegaran dan ketenangan beliau dalam menghadapi realita hidup begitu nampak dalam perilakunya. Dengan tawadhu’ serta penuh tawakkal kepada Allah, beliau mampu mengatasi permasalahan hidup.<br />
Pernyataan taubat Kyai Afrokhi:<br />
“Untuk itulah buku ini saya susun sebagai koreksi total atas kekeliruan yang saya amalkan dan sekaligus merupakan permohonan maaf saya kepada warga Nahdhatul Ulama (NU) dimanapun berada yang merasa saya sesatkan dalam kebid’ahan Marhabanan, baca barzanji atau diba’an, maulidan, haul dan selamatan dari alif sampai ya` yang sudah berbau kesyirikan dan juga sebagai wujud pertaubatan saya. Semoga Allah senantiasa menerima taubat dan mengampuni segala dosa-dosa saya yang lalu (Amin ya robbal ‘alamin)”<br />
(Dinukil dan diketik ulang dengan gubahan seperlunya dari buku “Buku Putih Kyai NU” oleh Kyai Afrokhi Abdul Ghoni, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Rohmatulloh-Kediri-, mantan A’wan Syuriah MWC NU Kandangan Kediri)<br />
catatan: Note ini ditulis hanya semata-mata sebagai nasehat, bukan karena ada alasan sentimen atau kebencian terhadap sebuah kelompok. Silahkan nukil dan share serta pergunakan untuk kebutuhan dakwah ilalloh.<br />
-Abu Shofiyah Aqil Azizi- jazahullah khairan<br />
Artikel <a href="http://www.muslim.or.id" rel="nofollow">http://www.muslim.or.id</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Suriah Maret 2013: Adu Mesin Perang Hancurkan Kota-kota di Suriah by nasir eks wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/14/suriah-maret-2013-adu-mesin-perang-hancurkan-kota-kota-di-suriah/comment-page-1/#comment-32517</link>
		<dc:creator>nasir eks wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 11:41:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9040#comment-32517</guid>
		<description><![CDATA[Wahabi juga firqah sesat laknatuLLAH. Firqah tanduk setan dari nejed, ini adalah murni dari hadis bukan dari saya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahabi juga firqah sesat laknatuLLAH. Firqah tanduk setan dari nejed, ini adalah murni dari hadis bukan dari saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32514</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 10:20:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32514</guid>
		<description><![CDATA[Coba simak perkataan Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu: Aku telah menyelami dengan semua bacaan maka aku mendapati bhw semua ibu para Nabi adalah wanita2 yg beriman, maka lebih pastilah lagi ibunya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga wanita yg beriman. (Imam Suyuthi, Abawai Rasulillah fil Jannah hal. 29)

Akhirnyan sebuah prosa dari Juragan…
Wahai kaum yang mengkafirkan Ayah Ibu Rasul Junjungan…
Terpulang kepada engkaulah…
Aku sudah memberikan dalil-dalil yang nyata…
Bahwa Abdullah dan Aminah adalah orang-orang yang beriman
Sementara engkau ragu tentang mereka…
antara kafir dan beriman…
Sungguh engkau berada di pertengahan…

Jika engkau adalah seorang yang adil…
Maka engkau setidaknya mengambil jalan pertengahan…
Tidak mengimankan dan tidak pula mengkafirkan…alias diam…

Jika engkau adalah seorang yang baik…
Maka engkau akan selalu pasang sikap husnuzhon kepada siapapun…
Terlebih kepada ayah ibu Rasul Junjungan

Tetapi jika engkau lebih tetap memilih untuk berjiwa kerdil…
Maka silahkan engkau lanjutkan…di sana-sini akan pengkafiran…
Adapun aku dan semua yang menonton…
Hanya bias terdiam…
Menyaksikan sebuah keluguan orang-orang yang tak berakal…

Yah…jika bandelnya sudah parah sedemikian…
Lebih baik kamu menjadi orang yang tak berakal…
Agar kelak, segala perkataan dan perbuatan…
tidak dimintai pertanggung jawaban…
Wassalam

Disarikan dari kitab Al-Imam Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Muhaddits Ash-Shufi Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu At-ta’zhim wal Minnah
Fii Anna Abawai Rasulillah fil Jannah cet. Dar Jawami’ Al Kalim Kairo dari halaman 48-54.

Wallahu a’lam bish-shawab…
sumber : http://warkopmbahlalar.com/390/kesalahpahaman-terhadap-sabda-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bapakku-dan-bapakmu-di-dalam-neraka-hadits-muslim/]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Coba simak perkataan Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu: Aku telah menyelami dengan semua bacaan maka aku mendapati bhw semua ibu para Nabi adalah wanita2 yg beriman, maka lebih pastilah lagi ibunya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga wanita yg beriman. (Imam Suyuthi, Abawai Rasulillah fil Jannah hal. 29)</p>
<p>Akhirnyan sebuah prosa dari Juragan…<br />
Wahai kaum yang mengkafirkan Ayah Ibu Rasul Junjungan…<br />
Terpulang kepada engkaulah…<br />
Aku sudah memberikan dalil-dalil yang nyata…<br />
Bahwa Abdullah dan Aminah adalah orang-orang yang beriman<br />
Sementara engkau ragu tentang mereka…<br />
antara kafir dan beriman…<br />
Sungguh engkau berada di pertengahan…</p>
<p>Jika engkau adalah seorang yang adil…<br />
Maka engkau setidaknya mengambil jalan pertengahan…<br />
Tidak mengimankan dan tidak pula mengkafirkan…alias diam…</p>
<p>Jika engkau adalah seorang yang baik…<br />
Maka engkau akan selalu pasang sikap husnuzhon kepada siapapun…<br />
Terlebih kepada ayah ibu Rasul Junjungan</p>
<p>Tetapi jika engkau lebih tetap memilih untuk berjiwa kerdil…<br />
Maka silahkan engkau lanjutkan…di sana-sini akan pengkafiran…<br />
Adapun aku dan semua yang menonton…<br />
Hanya bias terdiam…<br />
Menyaksikan sebuah keluguan orang-orang yang tak berakal…</p>
<p>Yah…jika bandelnya sudah parah sedemikian…<br />
Lebih baik kamu menjadi orang yang tak berakal…<br />
Agar kelak, segala perkataan dan perbuatan…<br />
tidak dimintai pertanggung jawaban…<br />
Wassalam</p>
<p>Disarikan dari kitab Al-Imam Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Muhaddits Ash-Shufi Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu At-ta’zhim wal Minnah<br />
Fii Anna Abawai Rasulillah fil Jannah cet. Dar Jawami’ Al Kalim Kairo dari halaman 48-54.</p>
<p>Wallahu a’lam bish-shawab…<br />
sumber : <a href="http://warkopmbahlalar.com/390/kesalahpahaman-terhadap-sabda-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bapakku-dan-bapakmu-di-dalam-neraka-hadits-muslim/" rel="nofollow">http://warkopmbahlalar.com/390/kesalahpahaman-terhadap-sabda-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bapakku-dan-bapakmu-di-dalam-neraka-hadits-muslim/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32511</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 10:07:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32511</guid>
		<description><![CDATA[ada suatu cerita seorang penghujat yg ngotot mengatakan bahwa kedua orang tua nabi adalah mati dalam kedaan musryik atau kafir. lalu lawan bicaranya berkata : Bagaimana menurutmu status orang musryik dimata Allah dan rasulnya ?

sipenghujat : orang  musryik adalak NAJIS. berdasarkan ayat Al-quran : &quot;Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].

lawan bicara : Mungkinkah sesuatu yg suci dikeluarkan atau berasal dari suatu najis. dan apa pandangansyeikh ttg nabi saw 
 
seipenghujat : Tidak mungkin. karena suatu najis dan sesuatu yg suci tdk mungkin  bersatu. dan tentang rasulullah saw adalah beliau adalah manusia paling mulia dan suci dari dosa dan kesalahan.

lawan bicara: kalo begitu bagaimana mungkin rasulullah yg suci, manusia terbaik didunia dan menjadi penghulu para rasul dikeluarkan dari benih yg mengandung najis seperti aminah ? bukankah aminah seorang musryik dan setiap musryik adalah najis ? ( baca: org musryik adalah najis dlm Al-quran)

sipenghujat : binggung..dan menjawab a...a.... maksud saya...a....aa. 

lawan bicara: sudahlah lupakan saja itu. saya ingin bertanya satu lagi pada anda 

sipenghujat : dengan muka merah berkata : &quot; silahkan teman

lawan bicara : Apakah anda dilahirkan dari kedua orang tua muslim atau dari kedua orang tua kafir atau musryik ? bagaimana nasab engkau wahai syeikh ?

penghujat : saya dilahirkan dari kedua orang tua muslim.  Bahkan nasab saya 
 dari ortu, kakek dan kakek dari kakek saya semua terlahir dalam keadaan muslim yg beriman kepada Allah. 

lawan bicara : Selamat wahai syeikh !! Nasab dan keturunnya anda JAUH LEBIH BAIK DARI NASAB DAN KETURUNAN RASULULLAH.

sipenghujat : dengan heran sambil berkata : apa maksud antum wahai teman ? 

lawan bicara : bukankah anda meyakini rasulullah adalah keturunan musryik mulai dari kakeknya abdulmuthalib, ibunya aminah dan bapaknya abdullah bahkan pamannyapun abu thalib. Dan semuanya syeikh vonis adalah orang-orang musryik sedangkan berdasarkan Al-quran setiap musryik adalah najis. Dan kita ketahui bersama orang beriman (muslim) jauh lebih baik dari orang musryik dalam pandangan Allah dan RasulNYA.
Bukankah ini dapat disimpulkan KETURUNAN ATAU NASAB SYEIKH JAUH LEBIH BAIK DARI KETURUNAN DAN NASAB NABI SAW ?....( sambil berkata lawan bicara meninggalkan syeihk tersebut dalam kebinggungan  )

INILAH KALO ORANG BODOH BERBICARA TANPA ILMU MEREKA SESAT DAN MENYESATKAN. SEMOGA CERITA INI DAPAT MEMBUKA MATA HATI KAUM NASHIBI DAN MEREKA LANGSUNG TAUBAT. ....SEMOGA...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada suatu cerita seorang penghujat yg ngotot mengatakan bahwa kedua orang tua nabi adalah mati dalam kedaan musryik atau kafir. lalu lawan bicaranya berkata : Bagaimana menurutmu status orang musryik dimata Allah dan rasulnya ?</p>
<p>sipenghujat : orang  musryik adalak NAJIS. berdasarkan ayat Al-quran : &#8220;Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].</p>
<p>lawan bicara : Mungkinkah sesuatu yg suci dikeluarkan atau berasal dari suatu najis. dan apa pandangansyeikh ttg nabi saw </p>
<p>seipenghujat : Tidak mungkin. karena suatu najis dan sesuatu yg suci tdk mungkin  bersatu. dan tentang rasulullah saw adalah beliau adalah manusia paling mulia dan suci dari dosa dan kesalahan.</p>
<p>lawan bicara: kalo begitu bagaimana mungkin rasulullah yg suci, manusia terbaik didunia dan menjadi penghulu para rasul dikeluarkan dari benih yg mengandung najis seperti aminah ? bukankah aminah seorang musryik dan setiap musryik adalah najis ? ( baca: org musryik adalah najis dlm Al-quran)</p>
<p>sipenghujat : binggung..dan menjawab a&#8230;a&#8230;. maksud saya&#8230;a&#8230;.aa. </p>
<p>lawan bicara: sudahlah lupakan saja itu. saya ingin bertanya satu lagi pada anda </p>
<p>sipenghujat : dengan muka merah berkata : &#8221; silahkan teman</p>
<p>lawan bicara : Apakah anda dilahirkan dari kedua orang tua muslim atau dari kedua orang tua kafir atau musryik ? bagaimana nasab engkau wahai syeikh ?</p>
<p>penghujat : saya dilahirkan dari kedua orang tua muslim.  Bahkan nasab saya<br />
 dari ortu, kakek dan kakek dari kakek saya semua terlahir dalam keadaan muslim yg beriman kepada Allah. </p>
<p>lawan bicara : Selamat wahai syeikh !! Nasab dan keturunnya anda JAUH LEBIH BAIK DARI NASAB DAN KETURUNAN RASULULLAH.</p>
<p>sipenghujat : dengan heran sambil berkata : apa maksud antum wahai teman ? </p>
<p>lawan bicara : bukankah anda meyakini rasulullah adalah keturunan musryik mulai dari kakeknya abdulmuthalib, ibunya aminah dan bapaknya abdullah bahkan pamannyapun abu thalib. Dan semuanya syeikh vonis adalah orang-orang musryik sedangkan berdasarkan Al-quran setiap musryik adalah najis. Dan kita ketahui bersama orang beriman (muslim) jauh lebih baik dari orang musryik dalam pandangan Allah dan RasulNYA.<br />
Bukankah ini dapat disimpulkan KETURUNAN ATAU NASAB SYEIKH JAUH LEBIH BAIK DARI KETURUNAN DAN NASAB NABI SAW ?&#8230;.( sambil berkata lawan bicara meninggalkan syeihk tersebut dalam kebinggungan  )</p>
<p>INILAH KALO ORANG BODOH BERBICARA TANPA ILMU MEREKA SESAT DAN MENYESATKAN. SEMOGA CERITA INI DAPAT MEMBUKA MATA HATI KAUM NASHIBI DAN MEREKA LANGSUNG TAUBAT. &#8230;.SEMOGA&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32510</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 09:38:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32510</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam bab yang sama Sulayman Balkhi menyampaikan dari Ibkaru’l-Afkar 
oleh Sheikh Salahu’d-din Bin Zainu’d-din Bin Ahmad yang di kenali 
sebagai Ibnu’s-Sala Halbi dan dari Sharh-e-Kibrit-e-Ahmar oleh Sheikh 
Abdu’l-Qadir telah menyampaikan dari Ala’u’d-Dowlat Semnani, hadith yang
mendalam dari Jabir Ibn Abdullah bahawa nabi telah ditanya apa yang 
Allah jadikan dahulu [yang mula-mula]. Nabi menjawab soalan itu dengan 
khusus, yang mana saya tidak dapat mengatakannya pada ketika ini. Pada 
penghujung hadith itu nabi berkata: ‘Begitulah Allah berterusan 
memindahkan cahaya saya dari yang suci kepada yang suci sehingga dia 
meletakkan saya kepada bapa saya, Abdullah bin Abdul-Muttalib. Dari sana
Dia membawa saya kepada tempat peranakan ibu saya, Amina. Kemudian Dia 
menjadikan saya hadir didunia ini dan menganugerahkan kepada saya 
gelaran Sayidul-Mursalin [ketua para rasul] dan Khatamu’n-Nabiyyin 
[penutup para nabi]
Kenyataan nabi bahawa dia berterusan dipindahkan dari yang suci 
kepada yang suci, membuktikan bahawa tiada dari kakeknya, bapaknya serta ibunya aminah yang terdahulu 
dari kalangan kafir/ musrik. karena seorang yg musrik adalah najis. dan tidak mungkin sesuatu yg suci dikeluarkan dari suatu yg mengandung najis. Al-Quran jelas-jelas mengatakan orang musryika adalah najis :

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].

Jika kaum nashibi (salafi-wahabi) tetap pada pendirian mereka bahwa ortu nabi adalah kafir maka saya hanya berdoa semoga laknat Allah menimpa mereka.  
Dan jika mereka tetap kukuh dgn pendirian dan menjadikan hadist antah berantah sebagai pijakan untuk memvinis ibunda nabi  maka kami ingatkan kembali tentang nabi saw pernah bersabda : &quot; Jika ada hadisku  yg bertentangan dengan Al-Quran maka lemparlah ia kedinding.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di dalam bab yang sama Sulayman Balkhi menyampaikan dari Ibkaru’l-Afkar<br />
oleh Sheikh Salahu’d-din Bin Zainu’d-din Bin Ahmad yang di kenali<br />
sebagai Ibnu’s-Sala Halbi dan dari Sharh-e-Kibrit-e-Ahmar oleh Sheikh<br />
Abdu’l-Qadir telah menyampaikan dari Ala’u’d-Dowlat Semnani, hadith yang<br />
mendalam dari Jabir Ibn Abdullah bahawa nabi telah ditanya apa yang<br />
Allah jadikan dahulu [yang mula-mula]. Nabi menjawab soalan itu dengan<br />
khusus, yang mana saya tidak dapat mengatakannya pada ketika ini. Pada<br />
penghujung hadith itu nabi berkata: ‘Begitulah Allah berterusan<br />
memindahkan cahaya saya dari yang suci kepada yang suci sehingga dia<br />
meletakkan saya kepada bapa saya, Abdullah bin Abdul-Muttalib. Dari sana<br />
Dia membawa saya kepada tempat peranakan ibu saya, Amina. Kemudian Dia<br />
menjadikan saya hadir didunia ini dan menganugerahkan kepada saya<br />
gelaran Sayidul-Mursalin [ketua para rasul] dan Khatamu’n-Nabiyyin<br />
[penutup para nabi]<br />
Kenyataan nabi bahawa dia berterusan dipindahkan dari yang suci<br />
kepada yang suci, membuktikan bahawa tiada dari kakeknya, bapaknya serta ibunya aminah yang terdahulu<br />
dari kalangan kafir/ musrik. karena seorang yg musrik adalah najis. dan tidak mungkin sesuatu yg suci dikeluarkan dari suatu yg mengandung najis. Al-Quran jelas-jelas mengatakan orang musryika adalah najis :</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].</p>
<p>Jika kaum nashibi (salafi-wahabi) tetap pada pendirian mereka bahwa ortu nabi adalah kafir maka saya hanya berdoa semoga laknat Allah menimpa mereka.<br />
Dan jika mereka tetap kukuh dgn pendirian dan menjadikan hadist antah berantah sebagai pijakan untuk memvinis ibunda nabi  maka kami ingatkan kembali tentang nabi saw pernah bersabda : &#8221; Jika ada hadisku  yg bertentangan dengan Al-Quran maka lemparlah ia kedinding.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32509</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 09:28:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32509</guid>
		<description><![CDATA[sebelum saya lanjutkan ttg abu thalib saya ingin share ttg topik diatas.untuk lebih jelas silahkan kunjungi situs laknatullah yg berani memvonis ortu nabi kafir tanpa malu dan tanpa takut kpd Allah yg menyebar fitnah . nauzubillah
http://www.voa-islam.com/islamia/konsultasi-agama/2011/02/17/13367/status-ayah-dan-ibu-rasulullah-muslim-atau-kafir/

Dalil-dalil yang menunjukkan hal itu cukup banyak, antara lain berdasarkan Firman Allah subahanahu wa ta’ala :
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولاً۬ (١٥) 
Artinya : Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutuskan seorang Rasul
(Surah al Isra’ ayat 15)

ذَٲلِكَ أَن لَّمۡ يَكُن رَّبُّكَ مُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ بِظُلۡمٍ۬ وَأَهۡلُهَا غَـٰفِلُونَ (
١٣١)
Artinya : Yang demikian itu adalah kerana Tuhanmu tidaklah 
membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan 
yang lengah (maksudnya : penduduk suatu kota tidak akan diazab sebelum 
diutuskan seorang Rasul yang akan memberikan peringatan kepada mereka.)
(Surah al An’am ayat 131)
وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ (٢٠٨) 
Artinya : Dan Kami tidak membinasakan suatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberikan peringatan.
(Surah Asy Syu’ara ayat 208)

Al-Qunduzi juga meriwayatkan dalam bab-2 kitab abkaru al afkar, 
karya syeihk salahudin bin zainuddin yg terkenal dengan sebutan ibnu 
shalah, dan juga lihat pada al-kibritu al-ahmar karya sheikh Abdul kadir
dengan riwayat yg sama dari jabir. ( dalam hadist yg panjang ) yaitu 
berbunyi: 
dari jabir bin Abdullah al-anshori. saya bertanya kepada Rasulullah tentang yg pertama sekali diciptakan Allah.Rasulullah bersabda : ia adalah cahaya nabimu wahai jabir……..Beginilah Allah memindahkan cahayakudari orang baik-baik keorang baik-baik lainnya. dan dari orang yg suci 
keorang suci lainnya, Sehingga sampailah kepada ABDUL MUTHALIB.Dan dari 
dialah Allah memindahkan pada ibuku AMINAH kemudian dia mengeluarkanku 
kedunia dan menjadikan aku orang yg paling muliadiantara para rasul yg 
diutus kepada seluruh alam dan menjadi pempinan yg berwibawa serta 
kharismatik. begitulah awal penciptaan nabimu wahai jabir]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebelum saya lanjutkan ttg abu thalib saya ingin share ttg topik diatas.untuk lebih jelas silahkan kunjungi situs laknatullah yg berani memvonis ortu nabi kafir tanpa malu dan tanpa takut kpd Allah yg menyebar fitnah . nauzubillah<br />
<a href="http://www.voa-islam.com/islamia/konsultasi-agama/2011/02/17/13367/status-ayah-dan-ibu-rasulullah-muslim-atau-kafir/" rel="nofollow">http://www.voa-islam.com/islamia/konsultasi-agama/2011/02/17/13367/status-ayah-dan-ibu-rasulullah-muslim-atau-kafir/</a></p>
<p>Dalil-dalil yang menunjukkan hal itu cukup banyak, antara lain berdasarkan Firman Allah subahanahu wa ta’ala :<br />
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولاً۬ (١٥)<br />
Artinya : Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutuskan seorang Rasul<br />
(Surah al Isra’ ayat 15)</p>
<p>ذَٲلِكَ أَن لَّمۡ يَكُن رَّبُّكَ مُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ بِظُلۡمٍ۬ وَأَهۡلُهَا غَـٰفِلُونَ (<br />
١٣١)<br />
Artinya : Yang demikian itu adalah kerana Tuhanmu tidaklah<br />
membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan<br />
yang lengah (maksudnya : penduduk suatu kota tidak akan diazab sebelum<br />
diutuskan seorang Rasul yang akan memberikan peringatan kepada mereka.)<br />
(Surah al An’am ayat 131)<br />
وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ (٢٠٨)<br />
Artinya : Dan Kami tidak membinasakan suatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberikan peringatan.<br />
(Surah Asy Syu’ara ayat 208)</p>
<p>Al-Qunduzi juga meriwayatkan dalam bab-2 kitab abkaru al afkar,<br />
karya syeihk salahudin bin zainuddin yg terkenal dengan sebutan ibnu<br />
shalah, dan juga lihat pada al-kibritu al-ahmar karya sheikh Abdul kadir<br />
dengan riwayat yg sama dari jabir. ( dalam hadist yg panjang ) yaitu<br />
berbunyi:<br />
dari jabir bin Abdullah al-anshori. saya bertanya kepada Rasulullah tentang yg pertama sekali diciptakan Allah.Rasulullah bersabda : ia adalah cahaya nabimu wahai jabir……..Beginilah Allah memindahkan cahayakudari orang baik-baik keorang baik-baik lainnya. dan dari orang yg suci<br />
keorang suci lainnya, Sehingga sampailah kepada ABDUL MUTHALIB.Dan dari<br />
dialah Allah memindahkan pada ibuku AMINAH kemudian dia mengeluarkanku<br />
kedunia dan menjadikan aku orang yg paling muliadiantara para rasul yg<br />
diutus kepada seluruh alam dan menjadi pempinan yg berwibawa serta<br />
kharismatik. begitulah awal penciptaan nabimu wahai jabir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Suriah Maret 2013: Adu Mesin Perang Hancurkan Kota-kota di Suriah by Toti</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/14/suriah-maret-2013-adu-mesin-perang-hancurkan-kota-kota-di-suriah/comment-page-1/#comment-32507</link>
		<dc:creator>Toti</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 08:48:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9040#comment-32507</guid>
		<description><![CDATA[komen khas wahabi....hehe!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>komen khas wahabi&#8230;.hehe!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32505</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 08:23:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32505</guid>
		<description><![CDATA[Bisakah saya minta tolong kepada saudara-saudaraku dimana sebenarnya surah at-taubah 113 diturunkan ? apakah dimekah pada saat abu thalib wafat, atau dekat Madinah ketika nabi saw menziarahi kuburan ibu nabi saw ? atau pada saat dimadinah : Berikut asbabun nuzul surah at-taubah ayat 113  : 

1.	Dimekah seperti riwayat musayyab ketika abu thlaib wafat

2.	 Buraidah menceritakan, bahwa ketika saya sedang bersama dengan Nabi saw. dalam suatu perjalanan, tiba-tiba beliau berhenti di Asfan. Lalu Rasulullah saw. melihat kuburan ibunya untuk itu beliau berwudu terlebih dahulu kemudian membacakan doa dan terus menangis. Setelah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya aku telah meminta izin kepada Rabbku supaya diperkenankan memintakan ampun buat ibuku, akan tetapi Dia melarangku.” Maka pada saat itu turunlah firman-Nya, “Tiada sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik…” (Q.S. At-Taubah 113) 

3.	  Musnad Ahmad 732: (Bab musnad ali ra) Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Al Khalil dari Ali, dia berkata; aku mendengar seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik, maka aku berkata; “Apakah boleh seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik?” Kemudian dia menjawab; “Bukankah Ibrahim memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya?” Maka aku ceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga turunlah ayat; (Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan kepada (Allah) bagi orang-orang musyrik), sampai ayat; (Maka Ibrahim berlepas diri darinya.) (Q S At Taubah: 113-114)

silahkan kaum nashibi tentukan dan jangan kemukakan alasan yg tidak masuk akal yg menyatakan “mungkin” ayat at-taubah 113 turun tiga kali. ini jelas pelecehan bagi Rasulullah. karena konsekwensinya adalah Rasulullah menentang ayat Allah sehingga Allah harus menegurnya berkali-kali. dan ini tidak mungkin dilakukan oleh seorang nabi yg maksum. Dan juga sangat bertentangan dengan ayat Al-Quran yg menyatakan pribadi nabi saw sbb :
“ tidaklah dia (nabi saw) berkata selain wahyu yg diwahyukan padanya. dan juga dengan ayat 
“ Sesungguhnya dalam diri Rasulullah tersebut terdapat contoh dan suri tauladan…dst. dan juga ayat Allah yg mengatakan 
“ Kami mengutusnya sebagai rahmat untuk sekalian alam.   

untuk point 2,3 dan 4 secepatnya akan saya kemukakan. untuk lebih jelasnya silahkan simak koment saya yg membantah tulisan nashibi tersebut disini
http://blumewahabi.wordpress.com/2007/05/05/islamkah-abu-thalib/]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bisakah saya minta tolong kepada saudara-saudaraku dimana sebenarnya surah at-taubah 113 diturunkan ? apakah dimekah pada saat abu thalib wafat, atau dekat Madinah ketika nabi saw menziarahi kuburan ibu nabi saw ? atau pada saat dimadinah : Berikut asbabun nuzul surah at-taubah ayat 113  : </p>
<p>1.	Dimekah seperti riwayat musayyab ketika abu thlaib wafat</p>
<p>2.	 Buraidah menceritakan, bahwa ketika saya sedang bersama dengan Nabi saw. dalam suatu perjalanan, tiba-tiba beliau berhenti di Asfan. Lalu Rasulullah saw. melihat kuburan ibunya untuk itu beliau berwudu terlebih dahulu kemudian membacakan doa dan terus menangis. Setelah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya aku telah meminta izin kepada Rabbku supaya diperkenankan memintakan ampun buat ibuku, akan tetapi Dia melarangku.” Maka pada saat itu turunlah firman-Nya, “Tiada sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik…” (Q.S. At-Taubah 113) </p>
<p>3.	  Musnad Ahmad 732: (Bab musnad ali ra) Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Al Khalil dari Ali, dia berkata; aku mendengar seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik, maka aku berkata; “Apakah boleh seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik?” Kemudian dia menjawab; “Bukankah Ibrahim memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya?” Maka aku ceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga turunlah ayat; (Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan kepada (Allah) bagi orang-orang musyrik), sampai ayat; (Maka Ibrahim berlepas diri darinya.) (Q S At Taubah: 113-114)</p>
<p>silahkan kaum nashibi tentukan dan jangan kemukakan alasan yg tidak masuk akal yg menyatakan “mungkin” ayat at-taubah 113 turun tiga kali. ini jelas pelecehan bagi Rasulullah. karena konsekwensinya adalah Rasulullah menentang ayat Allah sehingga Allah harus menegurnya berkali-kali. dan ini tidak mungkin dilakukan oleh seorang nabi yg maksum. Dan juga sangat bertentangan dengan ayat Al-Quran yg menyatakan pribadi nabi saw sbb :<br />
“ tidaklah dia (nabi saw) berkata selain wahyu yg diwahyukan padanya. dan juga dengan ayat<br />
“ Sesungguhnya dalam diri Rasulullah tersebut terdapat contoh dan suri tauladan…dst. dan juga ayat Allah yg mengatakan<br />
“ Kami mengutusnya sebagai rahmat untuk sekalian alam.   </p>
<p>untuk point 2,3 dan 4 secepatnya akan saya kemukakan. untuk lebih jelasnya silahkan simak koment saya yg membantah tulisan nashibi tersebut disini<br />
<a href="http://blumewahabi.wordpress.com/2007/05/05/islamkah-abu-thalib/" rel="nofollow">http://blumewahabi.wordpress.com/2007/05/05/islamkah-abu-thalib/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32504</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 08:16:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32504</guid>
		<description><![CDATA[PERTANYAANNYA ADALAH:
A.	Tentang jabir bin Abdullah ra sejarah mencatat pada saat itu memang jabir berada disana pasca perang hunain. lalu bagaimana dengan abu hurairah dan mussayab. Apakah abu hurairah dan musayyab berada dirumah abu thalib pada saat itu ? 

B.	Sejarah mencatat abu thalib wafat dimekah 2-3 tahun sebelum  nabi hijrah kemadinah. Dan semua ahli sejarah tidak berbeda bahwa abu hurairah baru pertama sekali dikenal oleh nabi saw dan sahabatnya ketika beliau memeluk islam pada 7 H sebelum atau setelah perang khibar. dan sejarawan kita mencatat abu hurairah tidak pernah kemekah bahkan sampai nabi saw wafat.

C.	 LALU MASUK AKALKAH JIKA ABU HURAIRAH (MUNCUL DITAHUN 7 H) DALAM HADIST TERSEBUT MENGKLAIM BAHWA DIA ADALAH SAKSI SEJARAH (hadir dirumah abu thalib) YG MELIHAT LANGSUNG ABU THALIB WAFAT DAN BAGAIMANA berjalannya proses DIALOQ NABI SAW DENGAN abu thalib sebelum abu thalib wafat. ? (jelas hal ini ditolak oleh orang waras dan dibenarkan secara membabi buta oleh orang gila. (artinya HADIST INI TERTOLAK)

D.	musayyab baru memeluk islam paling belakangan bahkan dari abu hurairah yaitu setelah peristiwa fathu mekah.( silahkan saudaraku periksa sendiri nama2 sahabat yg memeluk islam dimekah dan Madinah dan dalam peperangan2 yg terjadi melawan kafir quraisy, yahudi tidak pernah nama musayyab tercantum disana ( silahkan periksa nama2 sahabat pada buku ibnu hisyam, ibnu ishaq, ibnu ath-thabari, yaqubi dll ahli sejarah tertua anda tidak menemukan nama musayyab disana) 

E.	Lalu dimana nilai kebenarannya mussayyab berada ditempat abu thalib ketika wafat dan menyaksikan langsung sebagaimana diceritakan hadist tersebut.

F.	Dalam sejarah diceritakan bahwa yg mendatangi abu thalib sebelum wafat adalah tokoh2 quraisy seperti abu jahal, abu umayyah, abu sofyan dan tokoh pemuka kaum quraisi\y. dan musayyab bukanlah salah seorang tokoh dikaumnya, yg menjadi wakil menjumpai abu thalib untuk berdamai dgn Rasulullah saw. 
G.	Peristiwa ini semua ahli sejarah sepakat setelah dialoq nabi saw mereka mendustai nabi saw dan Allah menurunkan surah SHAAD 1-7.

H.	Ayat ke-6 surah shaad   berbunyi : “Dan PERGILAH PEMIMPIN-PEMIMPIN mereka (seraya berkata): &quot;PERGILAH KAMU dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki
PERTANYAANNYA ADALAH :
Mengapa abu jahal dan abu umaiyah masih berada dirumah abu thalib sedangkan diayat tersebut Allah menyatakan PIMPINAN-PEMIMPIN QURAISY TELAH PERGI meninggalkan rumah abu thalib dengan kecewa karena tidak ada kata sepakat antara nabi saw dengan mereka. INI JELAS TIDAK MASUK AKAL

I.	sebelum turun ayat at-taubah 113 yg diklaim kaum nashibi sebagai ayat pamungkas untuk mengkafirkan abu thalib, maka sejarah mencatat surah at-taubah ayat 80 “(Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik)”  lebih dahulu turun. PERTANYAANNYA ADALAH : Bagaimana nabi saw bisa lupa dengan ayat tersebut dan tetap berkata “Aku benar-benar akan memintakan ampunan bagimu (paman abu thalib) selama tidak dilarang. bukankah diayat at-taubah 80 sdh jelas ada larangan. Apakah saudaraku akan mengatakan nabi  NGEYEL dan tidak menghiraukan ayat sebelumnya  (at-taubah 80) dan tetap meminta ampunan bagi abu thalib sementara Allah memaksumkan nabi dari perbuatan cela dan menyelisihi atau menentang Al-quran demi membela pamannya ? nauzubillah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PERTANYAANNYA ADALAH:<br />
A.	Tentang jabir bin Abdullah ra sejarah mencatat pada saat itu memang jabir berada disana pasca perang hunain. lalu bagaimana dengan abu hurairah dan mussayab. Apakah abu hurairah dan musayyab berada dirumah abu thalib pada saat itu ? </p>
<p>B.	Sejarah mencatat abu thalib wafat dimekah 2-3 tahun sebelum  nabi hijrah kemadinah. Dan semua ahli sejarah tidak berbeda bahwa abu hurairah baru pertama sekali dikenal oleh nabi saw dan sahabatnya ketika beliau memeluk islam pada 7 H sebelum atau setelah perang khibar. dan sejarawan kita mencatat abu hurairah tidak pernah kemekah bahkan sampai nabi saw wafat.</p>
<p>C.	 LALU MASUK AKALKAH JIKA ABU HURAIRAH (MUNCUL DITAHUN 7 H) DALAM HADIST TERSEBUT MENGKLAIM BAHWA DIA ADALAH SAKSI SEJARAH (hadir dirumah abu thalib) YG MELIHAT LANGSUNG ABU THALIB WAFAT DAN BAGAIMANA berjalannya proses DIALOQ NABI SAW DENGAN abu thalib sebelum abu thalib wafat. ? (jelas hal ini ditolak oleh orang waras dan dibenarkan secara membabi buta oleh orang gila. (artinya HADIST INI TERTOLAK)</p>
<p>D.	musayyab baru memeluk islam paling belakangan bahkan dari abu hurairah yaitu setelah peristiwa fathu mekah.( silahkan saudaraku periksa sendiri nama2 sahabat yg memeluk islam dimekah dan Madinah dan dalam peperangan2 yg terjadi melawan kafir quraisy, yahudi tidak pernah nama musayyab tercantum disana ( silahkan periksa nama2 sahabat pada buku ibnu hisyam, ibnu ishaq, ibnu ath-thabari, yaqubi dll ahli sejarah tertua anda tidak menemukan nama musayyab disana) </p>
<p>E.	Lalu dimana nilai kebenarannya mussayyab berada ditempat abu thalib ketika wafat dan menyaksikan langsung sebagaimana diceritakan hadist tersebut.</p>
<p>F.	Dalam sejarah diceritakan bahwa yg mendatangi abu thalib sebelum wafat adalah tokoh2 quraisy seperti abu jahal, abu umayyah, abu sofyan dan tokoh pemuka kaum quraisi\y. dan musayyab bukanlah salah seorang tokoh dikaumnya, yg menjadi wakil menjumpai abu thalib untuk berdamai dgn Rasulullah saw.<br />
G.	Peristiwa ini semua ahli sejarah sepakat setelah dialoq nabi saw mereka mendustai nabi saw dan Allah menurunkan surah SHAAD 1-7.</p>
<p>H.	Ayat ke-6 surah shaad   berbunyi : “Dan PERGILAH PEMIMPIN-PEMIMPIN mereka (seraya berkata): &#8220;PERGILAH KAMU dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki<br />
PERTANYAANNYA ADALAH :<br />
Mengapa abu jahal dan abu umaiyah masih berada dirumah abu thalib sedangkan diayat tersebut Allah menyatakan PIMPINAN-PEMIMPIN QURAISY TELAH PERGI meninggalkan rumah abu thalib dengan kecewa karena tidak ada kata sepakat antara nabi saw dengan mereka. INI JELAS TIDAK MASUK AKAL</p>
<p>I.	sebelum turun ayat at-taubah 113 yg diklaim kaum nashibi sebagai ayat pamungkas untuk mengkafirkan abu thalib, maka sejarah mencatat surah at-taubah ayat 80 “(Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik)”  lebih dahulu turun. PERTANYAANNYA ADALAH : Bagaimana nabi saw bisa lupa dengan ayat tersebut dan tetap berkata “Aku benar-benar akan memintakan ampunan bagimu (paman abu thalib) selama tidak dilarang. bukankah diayat at-taubah 80 sdh jelas ada larangan. Apakah saudaraku akan mengatakan nabi  NGEYEL dan tidak menghiraukan ayat sebelumnya  (at-taubah 80) dan tetap meminta ampunan bagi abu thalib sementara Allah memaksumkan nabi dari perbuatan cela dan menyelisihi atau menentang Al-quran demi membela pamannya ? nauzubillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32503</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 08:12:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32503</guid>
		<description><![CDATA[keempat sebab inilah kaum nashibi (salafi-wahabi) begitu getol mempertahankan hadist ini (baca: hadist abu thalib mati dlm keadaan kafir). Dan kaum muslimin harus sadar atas dasar DOKTRIN  ini MEREKA MENYESATKAN SELURUH KAUM MUSLIMIN. DAN MEREKA TIDAK MEMBOLEHKAN BAHKAN SEBAGIAN ULAMA MEREKA MENGHARAMKAN MEMBUKA LEMBAR2 SEJARAH TENTANG PERBUATAN SAHABAT NABI YG MENYIMPANG ATAU SALAH. KARENA BAGI ULAMA NASHIBI MEMBUKA SEJARAH TENTANG KESALAHAN SAHABAT SAMA ARTINYA MEMBUKA AIB DAN MENCACI MAKI SAHABAT. “INILAH HADIST2 RIWAYAT ULAMA SALAFI-WHABI, DIMANA NABI SAW TIDAK PERNAH MEMRINTAH UMATNYA MEMBUKA DAN BELAJAR DARI SEJARAH AGAR MEREKA TAHU MANA SAHABAT YG BENAR DAN MANA YG SALAH SALAH YG TAK BOLEH DIIKUTI. 
BAIKLAH SAYA AKAN MASUK SAJA SATU PERSATU UNTUK MENJUNGKIRBALIKAN MITOS DAN DOKTRIN ( 3 HAL) MEREKA YG SESAT  DAN MENYESATKAN TERSEBUT:

1.	Kerena mau mengangkat dan menciptakan image bahwa hanya sahabat nabi yg lebih baik ketimbang ahlul bait

Salah satu cara adalah mengkafirkan abu thalib yg telah jelas-jelas beriman dan sebagai penolong dan pelindung nabi hanya karena riwayat pendusta abu hurairah dan musayyab.
(note: anda tidak akan menemukan kelebihan, keilmuan dan ketaatan cucu Rasulullah didalam kitab cucu Rasulullah hasan dan husaen adalah penghulu pemuda disurga tapi sejarah hidup dan keutamaan mereka jarang sekali anda temuka.

Mari kita perhatikan hadist abu hurairah dan musayyab dibawah ini :
A.	Hadist abu hurairah :
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda kepada pamannya tatkala hendak meninggal, ‘Ucapkanlah Laa ilaaha illallah. ‘ aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat itu hari kiamat. Akan tetapi Abu Thalib enggan mengucapkannya, maka Allah pun menurunkan ayat: (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi…) (HR. Muslim) 

B Hadist musayyab
Dari Al Musayyib bin Hazn berkata, Ketika Abu Thalib hampir mati, Rasulullah mengunjunginya dan mendapati Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah di sisi Abu Thalib. Rasulullah berkata, ”Wahai paman, ucapkan Laa Ilaha Illallah suatu kalimat yang aku akan membelamu karena ucapan itu dihadapan Allah.”Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata, “Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” Beliau terus menerus menawarkan kepada pamannya untuk mengucapkannya, tetapi kedua orang itu terus mengulang-ulang. Hingga akhir ucapan Abu Thalib adalah tetap berada pada agama Abdul Muthalib dan enggan mengucapkan Laa Ilaha Illallah. Rasulullah bersabda, “Aku benar-benar akan memintakan ampunan bagimu selama tidak dilarang “.Lalu Allah menurunkan ayat, Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, Walaupun ornag-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik adalah penghuni neraka jahanam. (At Taubah : 113).
Dan juga Ayat ini diturunkan Allah berkenaan dengan Abu Tholib. Dan Allah berfirman kepada Rasullulah Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (Al-Qoshosh : 56)

C.	Hadist riwayat Jabir bin Abdullah ra
sebelum kita membahasnya saya ingin menampilkan hadist yg serupa tapi bukan pada kasus abu thalib. perhatian hadist ini sebagai pembanding saja. 
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh Al Muhajir telah mengabarkan kepada kami Laits dari Yahya bin Sa’id dari Abu Zubair dari JABIR BIN ABDULLAH ia berkata: Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil?…………..dst
(Shahih Muslim No.1761)
Mari kita analisa :

1.	Kalo kita perhatiakan dari ketiga hadist (A,B DAN C) tersebut ada beberapa persamaannya sbb:
Perawi hadist (jabir bin Abdullah ra, abu hurairah, musayyab) adalah saksi peristiwa/sejarah (mereka hadir disaat kejadian atas peristiwa tersebut) dimana rasulullah terlibat didalamnya baik dari perkataan dan perbuatan. karena hadist ini dimulai dengan menceritakan kondisi kejadian pada saat itu , bukan Rasulullah bersabda kepada mereka bertiga (jabir bin Abdullah ra, abu hurairah, musayyab).

2.	Silahkan bagi pemerhati bloq ini melihat hadist ini dengan jeli. Semua awal perkataan atau kata pembuka hadist adalah sbb:
dari jabir bin Abdullah ra ia berkata : Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw…..dst. 
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda kepada pamannya tatkala hendak meninggal,….dst
Dari Al Musayyib bin Hazn berkata, Ketika Abu Thalib hampir mati, Rasulullah mengunjunginya dan mendapati Abu Jahl dan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keempat sebab inilah kaum nashibi (salafi-wahabi) begitu getol mempertahankan hadist ini (baca: hadist abu thalib mati dlm keadaan kafir). Dan kaum muslimin harus sadar atas dasar DOKTRIN  ini MEREKA MENYESATKAN SELURUH KAUM MUSLIMIN. DAN MEREKA TIDAK MEMBOLEHKAN BAHKAN SEBAGIAN ULAMA MEREKA MENGHARAMKAN MEMBUKA LEMBAR2 SEJARAH TENTANG PERBUATAN SAHABAT NABI YG MENYIMPANG ATAU SALAH. KARENA BAGI ULAMA NASHIBI MEMBUKA SEJARAH TENTANG KESALAHAN SAHABAT SAMA ARTINYA MEMBUKA AIB DAN MENCACI MAKI SAHABAT. “INILAH HADIST2 RIWAYAT ULAMA SALAFI-WHABI, DIMANA NABI SAW TIDAK PERNAH MEMRINTAH UMATNYA MEMBUKA DAN BELAJAR DARI SEJARAH AGAR MEREKA TAHU MANA SAHABAT YG BENAR DAN MANA YG SALAH SALAH YG TAK BOLEH DIIKUTI.<br />
BAIKLAH SAYA AKAN MASUK SAJA SATU PERSATU UNTUK MENJUNGKIRBALIKAN MITOS DAN DOKTRIN ( 3 HAL) MEREKA YG SESAT  DAN MENYESATKAN TERSEBUT:</p>
<p>1.	Kerena mau mengangkat dan menciptakan image bahwa hanya sahabat nabi yg lebih baik ketimbang ahlul bait</p>
<p>Salah satu cara adalah mengkafirkan abu thalib yg telah jelas-jelas beriman dan sebagai penolong dan pelindung nabi hanya karena riwayat pendusta abu hurairah dan musayyab.<br />
(note: anda tidak akan menemukan kelebihan, keilmuan dan ketaatan cucu Rasulullah didalam kitab cucu Rasulullah hasan dan husaen adalah penghulu pemuda disurga tapi sejarah hidup dan keutamaan mereka jarang sekali anda temuka.</p>
<p>Mari kita perhatikan hadist abu hurairah dan musayyab dibawah ini :<br />
A.	Hadist abu hurairah :<br />
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda kepada pamannya tatkala hendak meninggal, ‘Ucapkanlah Laa ilaaha illallah. ‘ aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat itu hari kiamat. Akan tetapi Abu Thalib enggan mengucapkannya, maka Allah pun menurunkan ayat: (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi…) (HR. Muslim) </p>
<p>B Hadist musayyab<br />
Dari Al Musayyib bin Hazn berkata, Ketika Abu Thalib hampir mati, Rasulullah mengunjunginya dan mendapati Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah di sisi Abu Thalib. Rasulullah berkata, ”Wahai paman, ucapkan Laa Ilaha Illallah suatu kalimat yang aku akan membelamu karena ucapan itu dihadapan Allah.”Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata, “Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” Beliau terus menerus menawarkan kepada pamannya untuk mengucapkannya, tetapi kedua orang itu terus mengulang-ulang. Hingga akhir ucapan Abu Thalib adalah tetap berada pada agama Abdul Muthalib dan enggan mengucapkan Laa Ilaha Illallah. Rasulullah bersabda, “Aku benar-benar akan memintakan ampunan bagimu selama tidak dilarang “.Lalu Allah menurunkan ayat, Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, Walaupun ornag-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik adalah penghuni neraka jahanam. (At Taubah : 113).<br />
Dan juga Ayat ini diturunkan Allah berkenaan dengan Abu Tholib. Dan Allah berfirman kepada Rasullulah Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (Al-Qoshosh : 56)</p>
<p>C.	Hadist riwayat Jabir bin Abdullah ra<br />
sebelum kita membahasnya saya ingin menampilkan hadist yg serupa tapi bukan pada kasus abu thalib. perhatian hadist ini sebagai pembanding saja.<br />
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh Al Muhajir telah mengabarkan kepada kami Laits dari Yahya bin Sa’id dari Abu Zubair dari JABIR BIN ABDULLAH ia berkata: Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil?…………..dst<br />
(Shahih Muslim No.1761)<br />
Mari kita analisa :</p>
<p>1.	Kalo kita perhatiakan dari ketiga hadist (A,B DAN C) tersebut ada beberapa persamaannya sbb:<br />
Perawi hadist (jabir bin Abdullah ra, abu hurairah, musayyab) adalah saksi peristiwa/sejarah (mereka hadir disaat kejadian atas peristiwa tersebut) dimana rasulullah terlibat didalamnya baik dari perkataan dan perbuatan. karena hadist ini dimulai dengan menceritakan kondisi kejadian pada saat itu , bukan Rasulullah bersabda kepada mereka bertiga (jabir bin Abdullah ra, abu hurairah, musayyab).</p>
<p>2.	Silahkan bagi pemerhati bloq ini melihat hadist ini dengan jeli. Semua awal perkataan atau kata pembuka hadist adalah sbb:<br />
dari jabir bin Abdullah ra ia berkata : Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw…..dst.<br />
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda kepada pamannya tatkala hendak meninggal,….dst<br />
Dari Al Musayyib bin Hazn berkata, Ketika Abu Thalib hampir mati, Rasulullah mengunjunginya dan mendapati Abu Jahl dan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir Seperti Kata Salafy Wahabi by abu imam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/04/03/ayah-bunda-nabi-muhammad-bukan-kafir-seperti-kata-salafy-wahabi/comment-page-1/#comment-32502</link>
		<dc:creator>abu imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 08:10:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6035#comment-32502</guid>
		<description><![CDATA[tanggapan
Alhamdulillah saudaraku. Engkau menyadari kekeliruan tersebut.(semoga antum diampuni oleh Allah. amiin.). Kekeliruan ini juga telah dilakukan jutaan umat islam lewat hadist palsu abu hurairah dan musayab.yg disebarkan ulama 
menurut pendapat saya dan saya sangat setuju dengan pendapat saya heheheheh.  Ada 4 persoalan yg mendasar kenapa mitos abu thalib terus dipelihara dan dilestarikan (seperti peninggalan sejarah yg berharga). Sebenarnya ulama2 dari pembenci keluarga nabi mengetahui dengan pasti bahwa abu thalib wafat dalam keadaan mukmin bukan hanya muslim tapi mukmin. Karena banyak sejarah yg mencatat pernuatan dan perkataan abu thalib lewat puisinya menyatakan dia adalah orang yg pertama beriman kepada nabi saw bahkan sebelum khadijah dan jauh sebelum masa kenabian. Dan Allah telah memilih abu thalib sebagai penolong, pelindung nabi dengan pedang yg terhunus. sehingga sejarah mencatat tidak ada kafir quraisy yg mencelakakan bahkan menyentuh kulit nabi saw selama abu thalib masih hidup. Kita balik kepersoalan kaum mengapa kaum nashibi memvonis abu thalib mati dalam keadaan kafir :
1.	 Kerena mau mengangkat dan menciptakan image bahwa hanya sahabat nabi yg lebih baik ketimbang ahlul bait

2.	Ingin tetap Mempertahankan mitos bahwa semua sahabat nabi saw adalah manusia pilihan, manusia yg paling takut dan taat kepada Allah, paling membenarkan ucapan nabi, paling membela nabi, paling jujur dari perkataan….paling…dan paling…dst. Karena terdapat fakta abu thalib lebih baik dari sahabat nabi saw dan mereka tidak bisa membantahnya maka dibuatlah riwayat untuk menjatuhkan abu thalib agar posisi abu thalib berada dibawah sahabat dalam hal keselamatan dalam islam, yaitu dgn cara membuat hadist mungkat bahwa abu thalib mati dalam kekafiran (riwayat abu hurairah dan musayyab) maka dengan segala cara mereka lakukan demi tercapai maksud mereka menyingkirkan peran ahlul bait. Walaupun mereka tahu hadist musayyab dan abu hurairah dari segi sanad adalah mursal dan dari segi matan adalah hadist mungkar.

3.	yang terakhir adalah karena hadist tersebut diriwayatkan oleh bukhari dan muslim.dikitab shahih mereka. Dimana kitab bukhari-muslim sudah terlanjur diklaim oleh orang salafi-wahabi adalah adalah kitab tershahih didunia setelah Al-quran. Artinya tidak mungkin bukhari-muslim salah mengutip hadist atau meriwayatkan hadist dhoif apalagi hadist palsu.

4.	Mencampakan ayat Allah tentang keutamaan dan kesucian ahlul bait dan mendustai membutakan mata serta hati thd perkataan nabi saw dalam berpegang teguh pada ahlul bait jika selamat dunia dan akhirat.( baca: Tidak ada satu nashpun yg shahih yg menyuruh kita berpedoman pada sahabat nabi saw, berpegang teguh pada 4 mazhab selain pada ahlul bait)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tanggapan<br />
Alhamdulillah saudaraku. Engkau menyadari kekeliruan tersebut.(semoga antum diampuni oleh Allah. amiin.). Kekeliruan ini juga telah dilakukan jutaan umat islam lewat hadist palsu abu hurairah dan musayab.yg disebarkan ulama<br />
menurut pendapat saya dan saya sangat setuju dengan pendapat saya heheheheh.  Ada 4 persoalan yg mendasar kenapa mitos abu thalib terus dipelihara dan dilestarikan (seperti peninggalan sejarah yg berharga). Sebenarnya ulama2 dari pembenci keluarga nabi mengetahui dengan pasti bahwa abu thalib wafat dalam keadaan mukmin bukan hanya muslim tapi mukmin. Karena banyak sejarah yg mencatat pernuatan dan perkataan abu thalib lewat puisinya menyatakan dia adalah orang yg pertama beriman kepada nabi saw bahkan sebelum khadijah dan jauh sebelum masa kenabian. Dan Allah telah memilih abu thalib sebagai penolong, pelindung nabi dengan pedang yg terhunus. sehingga sejarah mencatat tidak ada kafir quraisy yg mencelakakan bahkan menyentuh kulit nabi saw selama abu thalib masih hidup. Kita balik kepersoalan kaum mengapa kaum nashibi memvonis abu thalib mati dalam keadaan kafir :<br />
1.	 Kerena mau mengangkat dan menciptakan image bahwa hanya sahabat nabi yg lebih baik ketimbang ahlul bait</p>
<p>2.	Ingin tetap Mempertahankan mitos bahwa semua sahabat nabi saw adalah manusia pilihan, manusia yg paling takut dan taat kepada Allah, paling membenarkan ucapan nabi, paling membela nabi, paling jujur dari perkataan….paling…dan paling…dst. Karena terdapat fakta abu thalib lebih baik dari sahabat nabi saw dan mereka tidak bisa membantahnya maka dibuatlah riwayat untuk menjatuhkan abu thalib agar posisi abu thalib berada dibawah sahabat dalam hal keselamatan dalam islam, yaitu dgn cara membuat hadist mungkat bahwa abu thalib mati dalam kekafiran (riwayat abu hurairah dan musayyab) maka dengan segala cara mereka lakukan demi tercapai maksud mereka menyingkirkan peran ahlul bait. Walaupun mereka tahu hadist musayyab dan abu hurairah dari segi sanad adalah mursal dan dari segi matan adalah hadist mungkar.</p>
<p>3.	yang terakhir adalah karena hadist tersebut diriwayatkan oleh bukhari dan muslim.dikitab shahih mereka. Dimana kitab bukhari-muslim sudah terlanjur diklaim oleh orang salafi-wahabi adalah adalah kitab tershahih didunia setelah Al-quran. Artinya tidak mungkin bukhari-muslim salah mengutip hadist atau meriwayatkan hadist dhoif apalagi hadist palsu.</p>
<p>4.	Mencampakan ayat Allah tentang keutamaan dan kesucian ahlul bait dan mendustai membutakan mata serta hati thd perkataan nabi saw dalam berpegang teguh pada ahlul bait jika selamat dunia dan akhirat.( baca: Tidak ada satu nashpun yg shahih yg menyuruh kita berpedoman pada sahabat nabi saw, berpegang teguh pada 4 mazhab selain pada ahlul bait)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32500</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 07:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32500</guid>
		<description><![CDATA[ibnu ilyas
masalahnya adalah kamu kalo mengambil dawuh ulama-ulama kami jangan semena-mena tanpa memperdulikan dawuh ulama yang lain.. pangkatmu opo sampek wani2 nuqil dawuh beliau tanpa mau memperhatikan dawuh ulama yang lain yang kapasitas keilmuanya jauh di atas kita.. sak penae udele dewe wae.. 
sehingga mempunyai kesimpulan bahwa mungkin perbedaan cuma dalam sisi lafadl saja atau dalam istilah ilmu ushul fiqih dikenal dengan sebuta &quot;wal ikhtilafu lafdziyyun&quot;
atau mungkin ilmu ushul fiqih menurut sampea BID&#039;AH DLOLALAH
wallohu &#039;alam
wis mas abi raka ora usah sampean tanggapi..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibnu ilyas<br />
masalahnya adalah kamu kalo mengambil dawuh ulama-ulama kami jangan semena-mena tanpa memperdulikan dawuh ulama yang lain.. pangkatmu opo sampek wani2 nuqil dawuh beliau tanpa mau memperhatikan dawuh ulama yang lain yang kapasitas keilmuanya jauh di atas kita.. sak penae udele dewe wae..<br />
sehingga mempunyai kesimpulan bahwa mungkin perbedaan cuma dalam sisi lafadl saja atau dalam istilah ilmu ushul fiqih dikenal dengan sebuta &#8220;wal ikhtilafu lafdziyyun&#8221;<br />
atau mungkin ilmu ushul fiqih menurut sampea BID&#8217;AH DLOLALAH<br />
wallohu &#8216;alam<br />
wis mas abi raka ora usah sampean tanggapi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by Achmad Sukma Wijayanto</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32499</link>
		<dc:creator>Achmad Sukma Wijayanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 07:24:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32499</guid>
		<description><![CDATA[@Ibnu Illyas.... jgn lah berdebat dengan mereka... itu akan membuat mereka untuk selalu mencari bantahan, mereka tidak menggunakan hati dan ilmu, mereka hanya menggunakan nafsu dan taklid.... saya orang yang awam, tpi saya bisa menilai bahwa akhi lebih cenderung kpda kebenaran... semoga kita diberi jalan yang lurus oleh Allah SWT.... terkhusus untuk @Nasir Eks Wahhabi : Celana di atas mata kaki adalah sunnah, bukan karena kebanjiran... sungguh lucu anda ini... anda pura2 gak tau ap emng gag tau...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ibnu Illyas&#8230;. jgn lah berdebat dengan mereka&#8230; itu akan membuat mereka untuk selalu mencari bantahan, mereka tidak menggunakan hati dan ilmu, mereka hanya menggunakan nafsu dan taklid&#8230;. saya orang yang awam, tpi saya bisa menilai bahwa akhi lebih cenderung kpda kebenaran&#8230; semoga kita diberi jalan yang lurus oleh Allah SWT&#8230;. terkhusus untuk @Nasir Eks Wahhabi : Celana di atas mata kaki adalah sunnah, bukan karena kebanjiran&#8230; sungguh lucu anda ini&#8230; anda pura2 gak tau ap emng gag tau&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32498</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 06:17:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32498</guid>
		<description><![CDATA[walaupun aku sudah mengklarifikasi komentku tapi aku tetap ingin ngakak liat si ahli terjemah ibnu ilyas berkata &quot; Sengaja atau tidak sengaja itu
tanda ketidak hati-hatian dan kebodohan..&quot; ilmu dari mana lagi ini.. 
ini dia si IBNU ILYAS (nama kamu tak tulis besar semua lo ya... hehe..) mujtahid abad moderen sampai2 orang lupa/tidak sengaja pun dia hukumi &quot;bodoh / tidak hati2 &quot; parah...parah.. 

Robbana la tuakhidna aw akhtho&#039;na (Al-baqarah: 286)

walaisa &#039;alaikum junaahun fiimaa akhtho&#039;tum bihi walakin ma ta-&#039;ammadat quluubukum (al-ahzab:5)

robbana ighfir lana fiima fa&#039;alanaa wamin sayyiati &#039;amalina wamin fitnati al mahya wa al mamat.. amin]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walaupun aku sudah mengklarifikasi komentku tapi aku tetap ingin ngakak liat si ahli terjemah ibnu ilyas berkata &#8221; Sengaja atau tidak sengaja itu<br />
tanda ketidak hati-hatian dan kebodohan..&#8221; ilmu dari mana lagi ini..<br />
ini dia si IBNU ILYAS (nama kamu tak tulis besar semua lo ya&#8230; hehe..) mujtahid abad moderen sampai2 orang lupa/tidak sengaja pun dia hukumi &#8220;bodoh / tidak hati2 &#8221; parah&#8230;parah.. </p>
<p>Robbana la tuakhidna aw akhtho&#8217;na (Al-baqarah: 286)</p>
<p>walaisa &#8216;alaikum junaahun fiimaa akhtho&#8217;tum bihi walakin ma ta-&#8217;ammadat quluubukum (al-ahzab:5)</p>
<p>robbana ighfir lana fiima fa&#8217;alanaa wamin sayyiati &#8216;amalina wamin fitnati al mahya wa al mamat.. amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by muchls</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32495</link>
		<dc:creator>muchls</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 03:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32495</guid>
		<description><![CDATA[klw bagi saya wahabi itu ibarat buah asam pada sayur asam...
jadi klw ga ada ajaran wahabi bisa dipertanyakan sabda nabi !!!

sebab dari mana munculnya tanduk syaithon ???]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klw bagi saya wahabi itu ibarat buah asam pada sayur asam&#8230;<br />
jadi klw ga ada ajaran wahabi bisa dipertanyakan sabda nabi !!!</p>
<p>sebab dari mana munculnya tanduk syaithon ???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32491</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 03:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32491</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas 

ini ucapan ente 
&quot;Salah satunya adalah ucapan dan tulisan-tulisan teman-teman anda dalam blog ini yang gampang sekali mengkafirkan, memusyrikan&quot; 
tolong cariin ada ga...?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas </p>
<p>ini ucapan ente<br />
&#8220;Salah satunya adalah ucapan dan tulisan-tulisan teman-teman anda dalam blog ini yang gampang sekali mengkafirkan, memusyrikan&#8221;<br />
tolong cariin ada ga&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32490</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 02:48:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32490</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Abi raka
1.tolong cariin perkataan atau fatwa NU yang bilang kafir ahlu tauhid, klo ga bisa buktiin berarti ente fitnah

Jawab :  Memang tidak ada fatwanya kang.. Yang ada justru fatwa MUI tentang tidak sesatnya manhaj salafy wahaby.. Yang latar belakang keluarnya fatwa ini adalah karena ada sebagian orang (sebagian besar tidak lain adalah orang-orang NU) yang gampang menyesatkan kelompok tertentu (yakni salafy wahaby)..
Salah satunya adalah ucapan dan tulisan-tulisan teman-teman anda dalam blog ini yang gampang sekali mengkafirkan, memusyrikan, menuduh sebagai munafik, menuduh sebagai khawarij, pengikut dajjal dan penghuni neraka.. Bahkan pembahasan yang tidak nyambung dengan wahabi yang jelek-jelek selalu di lemparkan kepada wahabi.. Tidak salah jika saya yakin bahwa blog ini dibuat untuk menjelek-jelekan, menggibah bahkan memfitnah untuk mengancurkan salafy wahaby yang dikenal dengan ahlul tauhid.. Maka saya nasehatkan kepada anda dan kawan-kawan anda : “Takutlah kepada Allah” atas dosa fitnah yang telah anda lakukan itu..
Sekarang coba anda cari blog salafy yang tujuannya menghancurkan NU Aswaja.. Khan nggak ada??
 
2.gusdur bukan seorang mujtahid kang sehingga ada orang yang mukallid ama dia, sekedar membela dan mencintai ulamanya dari caci maki orang yang hasud apa itu salah dan sekali lagi saya katakan ucapan gusdur bukan sedang berfatwa yang bisa jadi rujukan tapi pemikiran beliau sendiri yang bisa saja salah. kan kata ente ga ada yang ma;sum selain nabi

Jawab :  Itulah kesalahan anda dan kaum anda yang terlalu taklid kepada gusdur, padahal sudah jelas-jelas banyak kesalahan dan kekacauannya dalam berucap dan bertindak..  Kenapa kita harus mencintai seseorang yang katanya ulama itu, padahal sepak terjangnya merugikan Islam, menghina Islam, melecehkan al qur’an yang berarti juga melecehkan Islam.. Tolong dipikirkan ini mas abi raka..!
Pernah saya katakan bahwa andaikan ulama kami berucap dan bertindak seperti apa yang dilakukan dan diucapkan gusdur, maka pasti kami telah meninggalkan ulama tersebut bahkan kami tidak akan segan-segan untuk mengutuknya..
Maka salah jika anda mengatakan bahwa kami taklid kepada mereka..
Adapun anda dan kawan-kawan anda sangat kelihatan taklid kepada gusdur yang jelas-jelas telah melakukan pelanggaran agama yang berat…  Aneh.. 
Coba anda bayangkan jika perkataan : Al qur’an adalah kitab suci paling porno di dunia itu di ucapkan oleh orang salafy wahaby (na’udzu billahi min dzalik).. Pasti kalian akan berteriak kegirangan.. Karena kalian akan lebih mendapatkan tempat untuk menyesatkan bahkan mengkafirkan kaum salafy wahaby..  Tapi karena yang mengucapkan ulama kalian, maka kemudian kalian mencari-cari celah untuk membela sesuatu yang seharusnya tidak perlu di bela bahkan harus di kutuk… 

3.penulisan lafaz Allah yang kecil belum tentu di sengaja kang, lebay banget ente…! mending renungin tuh tulisan arab yang di posting ama kang alfeyd!
Jawab : Sengaja atau tidak sengaja itu tanda ketidak hati-hatian dan kebodohan.. Jadi kalau kang alfeyd mengatakan bahwa wahaby itu bodoh, maka kata-kata itu kembali kepada dia sendiri… (Allahu Akbar..)..
Terus kalau kang alfeyd mengatakan : imam nawawi berkata para ulama’ sepakat bahwa nikah tersebut memang shohih dan halal dan bukan merupakan nikah mut’ah.
dan Al auza’i mengatakan itu merupakan nikah mut’ah
(tapi kalau menurut saya: karena beliau cuma memandang pengertian mut’ah dan tidaknya atau istilahnya amrun dakhilnya tidak mengharamkan sedangkan amrun khorij yang mengharamkanya. coba sampean simak keterangan yang saya copas di bawah ini…)..
Lantas apa masalahnya??]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Abi raka<br />
1.tolong cariin perkataan atau fatwa NU yang bilang kafir ahlu tauhid, klo ga bisa buktiin berarti ente fitnah</p>
<p>Jawab :  Memang tidak ada fatwanya kang.. Yang ada justru fatwa MUI tentang tidak sesatnya manhaj salafy wahaby.. Yang latar belakang keluarnya fatwa ini adalah karena ada sebagian orang (sebagian besar tidak lain adalah orang-orang NU) yang gampang menyesatkan kelompok tertentu (yakni salafy wahaby)..<br />
Salah satunya adalah ucapan dan tulisan-tulisan teman-teman anda dalam blog ini yang gampang sekali mengkafirkan, memusyrikan, menuduh sebagai munafik, menuduh sebagai khawarij, pengikut dajjal dan penghuni neraka.. Bahkan pembahasan yang tidak nyambung dengan wahabi yang jelek-jelek selalu di lemparkan kepada wahabi.. Tidak salah jika saya yakin bahwa blog ini dibuat untuk menjelek-jelekan, menggibah bahkan memfitnah untuk mengancurkan salafy wahaby yang dikenal dengan ahlul tauhid.. Maka saya nasehatkan kepada anda dan kawan-kawan anda : “Takutlah kepada Allah” atas dosa fitnah yang telah anda lakukan itu..<br />
Sekarang coba anda cari blog salafy yang tujuannya menghancurkan NU Aswaja.. Khan nggak ada??</p>
<p>2.gusdur bukan seorang mujtahid kang sehingga ada orang yang mukallid ama dia, sekedar membela dan mencintai ulamanya dari caci maki orang yang hasud apa itu salah dan sekali lagi saya katakan ucapan gusdur bukan sedang berfatwa yang bisa jadi rujukan tapi pemikiran beliau sendiri yang bisa saja salah. kan kata ente ga ada yang ma;sum selain nabi</p>
<p>Jawab :  Itulah kesalahan anda dan kaum anda yang terlalu taklid kepada gusdur, padahal sudah jelas-jelas banyak kesalahan dan kekacauannya dalam berucap dan bertindak..  Kenapa kita harus mencintai seseorang yang katanya ulama itu, padahal sepak terjangnya merugikan Islam, menghina Islam, melecehkan al qur’an yang berarti juga melecehkan Islam.. Tolong dipikirkan ini mas abi raka..!<br />
Pernah saya katakan bahwa andaikan ulama kami berucap dan bertindak seperti apa yang dilakukan dan diucapkan gusdur, maka pasti kami telah meninggalkan ulama tersebut bahkan kami tidak akan segan-segan untuk mengutuknya..<br />
Maka salah jika anda mengatakan bahwa kami taklid kepada mereka..<br />
Adapun anda dan kawan-kawan anda sangat kelihatan taklid kepada gusdur yang jelas-jelas telah melakukan pelanggaran agama yang berat…  Aneh..<br />
Coba anda bayangkan jika perkataan : Al qur’an adalah kitab suci paling porno di dunia itu di ucapkan oleh orang salafy wahaby (na’udzu billahi min dzalik).. Pasti kalian akan berteriak kegirangan.. Karena kalian akan lebih mendapatkan tempat untuk menyesatkan bahkan mengkafirkan kaum salafy wahaby..  Tapi karena yang mengucapkan ulama kalian, maka kemudian kalian mencari-cari celah untuk membela sesuatu yang seharusnya tidak perlu di bela bahkan harus di kutuk… </p>
<p>3.penulisan lafaz Allah yang kecil belum tentu di sengaja kang, lebay banget ente…! mending renungin tuh tulisan arab yang di posting ama kang alfeyd!<br />
Jawab : Sengaja atau tidak sengaja itu tanda ketidak hati-hatian dan kebodohan.. Jadi kalau kang alfeyd mengatakan bahwa wahaby itu bodoh, maka kata-kata itu kembali kepada dia sendiri… (Allahu Akbar..)..<br />
Terus kalau kang alfeyd mengatakan : imam nawawi berkata para ulama’ sepakat bahwa nikah tersebut memang shohih dan halal dan bukan merupakan nikah mut’ah.<br />
dan Al auza’i mengatakan itu merupakan nikah mut’ah<br />
(tapi kalau menurut saya: karena beliau cuma memandang pengertian mut’ah dan tidaknya atau istilahnya amrun dakhilnya tidak mengharamkan sedangkan amrun khorij yang mengharamkanya. coba sampean simak keterangan yang saya copas di bawah ini…)..<br />
Lantas apa masalahnya??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Suriah Maret 2013: Adu Mesin Perang Hancurkan Kota-kota di Suriah by Sarah Salsabila</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/14/suriah-maret-2013-adu-mesin-perang-hancurkan-kota-kota-di-suriah/comment-page-1/#comment-32488</link>
		<dc:creator>Sarah Salsabila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 02:35:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9040#comment-32488</guid>
		<description><![CDATA[Kalau menurut saya, secara umum antara Wahabi dan Syiah itu sama saja, artinya sama-sama sekte sesat dan menyesatkan. Antara Wahabi dan syi&#039;ah sudah disetting sedemikian rupa oleh tangan2 zionis yahudi untuk memecah-belah kekuatan islam. 

Walaupun demikian kalau disuruh memilih, saya lebih memilih syi&#039;ah (Iran) sebab mereka ini lebih maju dalam pemikiran, teknologi dan lain-lainnya. 

Antum hanya berpikir dangkal khas kaum Wahabi yang mengatas-namakn Ahlussunnah di Suriah, maka lihatlah hasilnya kehancuran tanah Syam yang barokah. Akibat otak dangkal Wahabi yang menggerakkan perang atas bantuan kaum kafir Amerika dan Eropa, dan tentu saja bantuan Tanduk Syetan Arab saudi.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut saya, secara umum antara Wahabi dan Syiah itu sama saja, artinya sama-sama sekte sesat dan menyesatkan. Antara Wahabi dan syi&#8217;ah sudah disetting sedemikian rupa oleh tangan2 zionis yahudi untuk memecah-belah kekuatan islam. </p>
<p>Walaupun demikian kalau disuruh memilih, saya lebih memilih syi&#8217;ah (Iran) sebab mereka ini lebih maju dalam pemikiran, teknologi dan lain-lainnya. </p>
<p>Antum hanya berpikir dangkal khas kaum Wahabi yang mengatas-namakn Ahlussunnah di Suriah, maka lihatlah hasilnya kehancuran tanah Syam yang barokah. Akibat otak dangkal Wahabi yang menggerakkan perang atas bantuan kaum kafir Amerika dan Eropa, dan tentu saja bantuan Tanduk Syetan Arab saudi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by yudhi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32487</link>
		<dc:creator>yudhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 02:29:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32487</guid>
		<description><![CDATA[Ass, terus terang ana dr dulu pengagum berat ust. Firanda. setiap mengikuti ulasan-ulasan beliau terutama di TV Rodja beliau banyak memberikan wejangan-wejangan yg positif dan sgt berarti, terutama masalah akhlaq; bagaimana kita bergaul dg sesama muslim; bagaimana kita menjaga lisan; bagaimana kita memelihara ibadah;dll. Namun belakangan ini teus terang ana sangat kaget mendengar komentar-komentar beliau setiap kali diskusi dengan orang yg berseberangan pendapat dengan beliau. beliau banyak mencela, melecehkan, bahkan tidak jarang membuka aib saudaranya secara sangat vulgar dan membabi buta (sungguh tidak sesuai dengan mulut manis beliau saat ceramah tentang akhlaq). 

Yang lebih aneh lagi...saat mendengar lontaran cemoohan beliau kepada seorang ulama seperti Syaikh Al-Buthi betul-betul membuat bulu kuduk ana berdiri. bukankah beliau sendiri sering mengatakan &quot;daging ulama itu beracun&quot;. jangankan kepada seorang ulama, kepada seorang muslim yg paling awam sekalipun pun islam mengharamkan untuk membuka aib dan kekurangannya, dengan dalih atau alasan apapun. sampai disini ana sadar dan teringat pernyataan seorang da&#039;i kita (Aa Gym) yang kurang lebih menyatakan, &quot;Orang yang paling memprihatinkan adalah orang yang berilmu tapi tidak berakhlaq. Karena semakin banyak ilmunya akan semakin congkak dan angkuh dirinya&quot;. 

semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua dan kepada Ust. Firanda serta memperlihatkan yg benar itu memang benar &amp; yg salah sebagai sesuatu yg bathil..Amien Yaa Rabbal &#039;Alamiin]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass, terus terang ana dr dulu pengagum berat ust. Firanda. setiap mengikuti ulasan-ulasan beliau terutama di TV Rodja beliau banyak memberikan wejangan-wejangan yg positif dan sgt berarti, terutama masalah akhlaq; bagaimana kita bergaul dg sesama muslim; bagaimana kita menjaga lisan; bagaimana kita memelihara ibadah;dll. Namun belakangan ini teus terang ana sangat kaget mendengar komentar-komentar beliau setiap kali diskusi dengan orang yg berseberangan pendapat dengan beliau. beliau banyak mencela, melecehkan, bahkan tidak jarang membuka aib saudaranya secara sangat vulgar dan membabi buta (sungguh tidak sesuai dengan mulut manis beliau saat ceramah tentang akhlaq). </p>
<p>Yang lebih aneh lagi&#8230;saat mendengar lontaran cemoohan beliau kepada seorang ulama seperti Syaikh Al-Buthi betul-betul membuat bulu kuduk ana berdiri. bukankah beliau sendiri sering mengatakan &#8220;daging ulama itu beracun&#8221;. jangankan kepada seorang ulama, kepada seorang muslim yg paling awam sekalipun pun islam mengharamkan untuk membuka aib dan kekurangannya, dengan dalih atau alasan apapun. sampai disini ana sadar dan teringat pernyataan seorang da&#8217;i kita (Aa Gym) yang kurang lebih menyatakan, &#8220;Orang yang paling memprihatinkan adalah orang yang berilmu tapi tidak berakhlaq. Karena semakin banyak ilmunya akan semakin congkak dan angkuh dirinya&#8221;. </p>
<p>semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua dan kepada Ust. Firanda serta memperlihatkan yg benar itu memang benar &amp; yg salah sebagai sesuatu yg bathil..Amien Yaa Rabbal &#8216;Alamiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32486</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 02:22:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32486</guid>
		<description><![CDATA[hehe si ahli terjemah, ahli menyimpulkan, ahli mlintir dll muncul lagi... 
ibnu ilyas kalau saya cinta mati ma gusdur trus sampean mau ngapain.. dari pada cinta mati sama albani.., bin baz,,.  yo luweh apik gusdur wae lah yang udah karuan jelas sanad ilmunya

lo mas yang nulis lafadl Alloh dengan huruf kecil itu teman sampean lo... itu lo yang namanya ARDANA PUTRA BASUKI, saya kan cuma COPAS saja agar semua teman diskusi di blog ini tau kwalitas teman2 sampean yang kayak apa gitu... ilmu yang sperti itu sudah berani ndalil-ndalil... aneh
tapi biarlah ucapan ibnu ilyas seperti itu.. lawong kenyataanya saya memang masih bodoh.. dan beliau ibnu ilyas merasa sangat pinter]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehe si ahli terjemah, ahli menyimpulkan, ahli mlintir dll muncul lagi&#8230;<br />
ibnu ilyas kalau saya cinta mati ma gusdur trus sampean mau ngapain.. dari pada cinta mati sama albani.., bin baz,,.  yo luweh apik gusdur wae lah yang udah karuan jelas sanad ilmunya</p>
<p>lo mas yang nulis lafadl Alloh dengan huruf kecil itu teman sampean lo&#8230; itu lo yang namanya ARDANA PUTRA BASUKI, saya kan cuma COPAS saja agar semua teman diskusi di blog ini tau kwalitas teman2 sampean yang kayak apa gitu&#8230; ilmu yang sperti itu sudah berani ndalil-ndalil&#8230; aneh<br />
tapi biarlah ucapan ibnu ilyas seperti itu.. lawong kenyataanya saya memang masih bodoh.. dan beliau ibnu ilyas merasa sangat pinter</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by Ansyah Ikbal</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32485</link>
		<dc:creator>Ansyah Ikbal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 00:56:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32485</guid>
		<description><![CDATA[Kan ibnu ilyas@
sampai doble2 koment ente kan ibnu ilyas? Karena sombong atau karena keras kepala ini kang?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kan ibnu ilyas@<br />
sampai doble2 koment ente kan ibnu ilyas? Karena sombong atau karena keras kepala ini kang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by Ansyah Ikbal</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32483</link>
		<dc:creator>Ansyah Ikbal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 00:48:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32483</guid>
		<description><![CDATA[ibnu ilyas@
Ente yg merasa pinter sendiri, malah nuduh2 pihak lain, heran deh sama ente!

Lagian mana ada ulama2 Salafy yg merasa dirinya bodoh, kan bisa dilihat dari kata2 mereka dalam kitab2 karya2nya, nyaris semuanya sombong2 dan kurang ajar kepada ulama selainnya. 

Kalau mereka nggak mau debat, bukan karena di atas kebenaran, tetapi kalau debat selalu kalah dan hanya mempertontonkan kedunguan dan kekeras kepalaannya, aja. Ulama2 Salafy aja cuma bisa ngandalkan sikap keras kepala, apalagi ente?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibnu ilyas@<br />
Ente yg merasa pinter sendiri, malah nuduh2 pihak lain, heran deh sama ente!</p>
<p>Lagian mana ada ulama2 Salafy yg merasa dirinya bodoh, kan bisa dilihat dari kata2 mereka dalam kitab2 karya2nya, nyaris semuanya sombong2 dan kurang ajar kepada ulama selainnya. </p>
<p>Kalau mereka nggak mau debat, bukan karena di atas kebenaran, tetapi kalau debat selalu kalah dan hanya mempertontonkan kedunguan dan kekeras kepalaannya, aja. Ulama2 Salafy aja cuma bisa ngandalkan sikap keras kepala, apalagi ente?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32466</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 14:54:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32466</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas 

1.tolong cariin perkataan atau fatwa NU yang bilang kafir ahlu tauhid, klo ga bisa buktiin berarti ente fitnah
2.gusdur bukan seorang mujtahid kang sehingga ada orang yang mukallid ama dia, sekedar membela dan mencintai ulamanya dari caci maki orang yang hasud apa itu salah dan sekali lagi saya katakan ucapan gusdur bukan sedang berfatwa yang bisa jadi rujukan tapi pemikiran beliau sendiri yang bisa saja salah. kan kata ente ga ada yang ma;sum selain nabi
3.penulisan lafaz Allah yang kecil belum tentu di sengaja kang, lebay banget ente...! mending renungin tuh tulisan arab yang di posting ama kang alfeyd!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas </p>
<p>1.tolong cariin perkataan atau fatwa NU yang bilang kafir ahlu tauhid, klo ga bisa buktiin berarti ente fitnah<br />
2.gusdur bukan seorang mujtahid kang sehingga ada orang yang mukallid ama dia, sekedar membela dan mencintai ulamanya dari caci maki orang yang hasud apa itu salah dan sekali lagi saya katakan ucapan gusdur bukan sedang berfatwa yang bisa jadi rujukan tapi pemikiran beliau sendiri yang bisa saja salah. kan kata ente ga ada yang ma;sum selain nabi<br />
3.penulisan lafaz Allah yang kecil belum tentu di sengaja kang, lebay banget ente&#8230;! mending renungin tuh tulisan arab yang di posting ama kang alfeyd!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Suriah Maret 2013: Adu Mesin Perang Hancurkan Kota-kota di Suriah by anti_syiah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/14/suriah-maret-2013-adu-mesin-perang-hancurkan-kota-kota-di-suriah/comment-page-1/#comment-32464</link>
		<dc:creator>anti_syiah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 14:35:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9040#comment-32464</guid>
		<description><![CDATA[Abdu Rabbihi @ maaf maksud sy,saya salut anda mengingatkan golongan anda utk tidak cinta kepada golongan dan buta kepada yg batil.sedangkan perkataan &quot; hai …para keledai bashar agar jgn buta hanya karena kefanatikan semata kepada golongan anda maka anda membela membabi buta kepada bashar laknatullah&quot; ini adalah murni dari saya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abdu Rabbihi @ maaf maksud sy,saya salut anda mengingatkan golongan anda utk tidak cinta kepada golongan dan buta kepada yg batil.sedangkan perkataan &#8221; hai …para keledai bashar agar jgn buta hanya karena kefanatikan semata kepada golongan anda maka anda membela membabi buta kepada bashar laknatullah&#8221; ini adalah murni dari saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Suriah Maret 2013: Adu Mesin Perang Hancurkan Kota-kota di Suriah by anti_syiah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/14/suriah-maret-2013-adu-mesin-perang-hancurkan-kota-kota-di-suriah/comment-page-1/#comment-32463</link>
		<dc:creator>anti_syiah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 14:31:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9040#comment-32463</guid>
		<description><![CDATA[Memandang peperangan di suriah adalah hal yg sangat mudah...terang benderang.Konflik suriah adalah konflik antara yg haq (ahlus sunnah) dan yang bathil (syiah).syiah bukan islam..syiah kafir...syiah mengkafirkan sahabat..syiah menghinakan aisyah ra ibunya kaum mukminin sebagai pezina.Maka saya katakan kepada anda yg mencela mujahidin sebagai wahabi dan membela bashar yg terang benderang akidahnya adalah syiah maka sebutlah sy wahabi dan sy akan menyebut anda sebagai keledai syiah.saya salut dengan perkataan Abdu Rabbihi yg mengingatkan kalian semua hai ...para keledai bashar agar jgn buta hanya karena kefanatikan semata kepada golongan anda maka anda membela membabi buta kepada bashar laknatullah.tidak bisa di pungkiri rata2x pembela bashar adalah kalian yg sangat dengki kepada apa yg kalian sebut sebagai wahabi shg kalian buta kepada kebenaran islam yg harus di junjung dari apapun di dunia ini...apapun itu...golongan...ras...dll.insyaallah syiah akan punah dan di mulai dari bumi syam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memandang peperangan di suriah adalah hal yg sangat mudah&#8230;terang benderang.Konflik suriah adalah konflik antara yg haq (ahlus sunnah) dan yang bathil (syiah).syiah bukan islam..syiah kafir&#8230;syiah mengkafirkan sahabat..syiah menghinakan aisyah ra ibunya kaum mukminin sebagai pezina.Maka saya katakan kepada anda yg mencela mujahidin sebagai wahabi dan membela bashar yg terang benderang akidahnya adalah syiah maka sebutlah sy wahabi dan sy akan menyebut anda sebagai keledai syiah.saya salut dengan perkataan Abdu Rabbihi yg mengingatkan kalian semua hai &#8230;para keledai bashar agar jgn buta hanya karena kefanatikan semata kepada golongan anda maka anda membela membabi buta kepada bashar laknatullah.tidak bisa di pungkiri rata2x pembela bashar adalah kalian yg sangat dengki kepada apa yg kalian sebut sebagai wahabi shg kalian buta kepada kebenaran islam yg harus di junjung dari apapun di dunia ini&#8230;apapun itu&#8230;golongan&#8230;ras&#8230;dll.insyaallah syiah akan punah dan di mulai dari bumi syam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32460</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 13:33:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32460</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Alfeyd..
Ada dua macam orang:

1. orang bodoh, dia di katakan bodoh memang benar benar bodah karna tak mau membuka hatinya untuk memahami ilmu agama dan taklid kepada orang yang sudah jelas-jelas jauh dari kebenaran.. seperti mas alfeyd yang taklid berat dan cinta mati sama idolanya : gusdur..

2. orang yang merasa bodoh, inilah cirri-ciri orang yg memiliki kedudukan ilmu.. seperti ulama-ulama salafy yang tidak pernah mempermainkan Al Quran dan Al hadist.. dan tidak suka berdebat meskipun diatas kebenaran.. katakan pada hati anda anda termasuk yg mana…???
memerangi tidak harus mencela atau menghina.. seperti NU Aswaja yang mudah mengkafirkan kaum yang disebut dengan ahlul tauhid dan menuduh kaum wahaby sebagai khawarij..

Satu lagi bukti kebodohan mas alfeyd dengan tulisannya :

“bagai mana saudara saudara semua ini
bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau
semua pada berebut kebenaran
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh
s.w.t semata..”

Berani benar anda menulis lafadz Allah azza wa jalla dengan huruf kecil??]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Alfeyd..<br />
Ada dua macam orang:</p>
<p>1. orang bodoh, dia di katakan bodoh memang benar benar bodah karna tak mau membuka hatinya untuk memahami ilmu agama dan taklid kepada orang yang sudah jelas-jelas jauh dari kebenaran.. seperti mas alfeyd yang taklid berat dan cinta mati sama idolanya : gusdur..</p>
<p>2. orang yang merasa bodoh, inilah cirri-ciri orang yg memiliki kedudukan ilmu.. seperti ulama-ulama salafy yang tidak pernah mempermainkan Al Quran dan Al hadist.. dan tidak suka berdebat meskipun diatas kebenaran.. katakan pada hati anda anda termasuk yg mana…???<br />
memerangi tidak harus mencela atau menghina.. seperti NU Aswaja yang mudah mengkafirkan kaum yang disebut dengan ahlul tauhid dan menuduh kaum wahaby sebagai khawarij..</p>
<p>Satu lagi bukti kebodohan mas alfeyd dengan tulisannya :</p>
<p>“bagai mana saudara saudara semua ini<br />
bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau<br />
semua pada berebut kebenaran<br />
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh<br />
s.w.t semata..”</p>
<p>Berani benar anda menulis lafadz Allah azza wa jalla dengan huruf kecil??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32459</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 13:21:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32459</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Alfeyd..
Ada dua macam orang:
1. orang bodoh, dia di katakan bodoh
memang benar benar bodah karna tak
mau membuka hatinya untuk memahami
ilmu agama dan taklid kepada orang yang sudah jelas-jelas jauh dari kebenaran.. seperti mas alfeyd yang taklid berat sama idolanya : gusdur..

2. orang yang merasa bodoh, inilah cirri-ciri
orang yg memiliki kedudukan ilmu.. seperti ulama-ulama salafy yang tidak pernah mempermainkan Al Quran dan Al hadist.. dan tidak suka berdebat meskipun diatas kebenaran..
katakan pada hati anda anda termasuk yg
mana…???
memerangi tidak harus mencela atau
menghina.. seperti NU Aswaja yang mudah mengkafirkan kaum yang disebut dengan ahlul tauhid dan menuduh kaum wahaby sebagai khawarij..

Satu lagi bukti kebodohan mas alfeyd dengan tulisannya :
“bagai mana saudara saudara semua ini
bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau
semua pada berebut kebenaran
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh
s.w.t semata..”

Berani benar anda menulis lafadz Allah azza wa jalla dengan huruf kecil??]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Alfeyd..<br />
Ada dua macam orang:<br />
1. orang bodoh, dia di katakan bodoh<br />
memang benar benar bodah karna tak<br />
mau membuka hatinya untuk memahami<br />
ilmu agama dan taklid kepada orang yang sudah jelas-jelas jauh dari kebenaran.. seperti mas alfeyd yang taklid berat sama idolanya : gusdur..</p>
<p>2. orang yang merasa bodoh, inilah cirri-ciri<br />
orang yg memiliki kedudukan ilmu.. seperti ulama-ulama salafy yang tidak pernah mempermainkan Al Quran dan Al hadist.. dan tidak suka berdebat meskipun diatas kebenaran..<br />
katakan pada hati anda anda termasuk yg<br />
mana…???<br />
memerangi tidak harus mencela atau<br />
menghina.. seperti NU Aswaja yang mudah mengkafirkan kaum yang disebut dengan ahlul tauhid dan menuduh kaum wahaby sebagai khawarij..</p>
<p>Satu lagi bukti kebodohan mas alfeyd dengan tulisannya :<br />
“bagai mana saudara saudara semua ini<br />
bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau<br />
semua pada berebut kebenaran<br />
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh<br />
s.w.t semata..”</p>
<p>Berani benar anda menulis lafadz Allah azza wa jalla dengan huruf kecil??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tabarruk Adalah Ajaran Nabi, Pelaku Tabarruk Adalah Pengikut Sunnah Bukan Musyrik by udin</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/26/tabarruk-adalah-ajaran-nabi-pelaku-tabarruk-adalah-pengikut-sunnah-bukan-musyrik/comment-page-1/#comment-32455</link>
		<dc:creator>udin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 12:33:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8966#comment-32455</guid>
		<description><![CDATA[mantap infonya mas admin. ini yg saya cari2]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantap infonya mas admin. ini yg saya cari2</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32431</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 05:14:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32431</guid>
		<description><![CDATA[ada dua macam orang:
1. orang bodoh, dia di katakan bodoh
memang benar benar bodah karna tak
mau membuka hatinya untuk memahami
ilmu agama.. seperti wahabi

2. orang yang merasa bodoh,  inilah ciri
orang yg memiliki kedudukan ilmu.. seperti ulama-ulama aswaja yang tidak pernah mempermainkan Al Quran dan Al hadist..
katakan pada hati anda anda termasuk yg
mana…???
memerangi tidak harus mencela atau
menghina.. seperti wahabi yang mudah mengkafirkan orang bersyahadat.

bagai mana saudara saudara semua ini
bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau
semua pada berebut kebenaran
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh
s.w.t semata]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada dua macam orang:<br />
1. orang bodoh, dia di katakan bodoh<br />
memang benar benar bodah karna tak<br />
mau membuka hatinya untuk memahami<br />
ilmu agama.. seperti wahabi</p>
<p>2. orang yang merasa bodoh,  inilah ciri<br />
orang yg memiliki kedudukan ilmu.. seperti ulama-ulama aswaja yang tidak pernah mempermainkan Al Quran dan Al hadist..<br />
katakan pada hati anda anda termasuk yg<br />
mana…???<br />
memerangi tidak harus mencela atau<br />
menghina.. seperti wahabi yang mudah mengkafirkan orang bersyahadat.</p>
<p>bagai mana saudara saudara semua ini<br />
bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau<br />
semua pada berebut kebenaran<br />
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh<br />
s.w.t semata</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32427</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 04:43:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32427</guid>
		<description><![CDATA[salam kenal balik mas syauqi.. semoga kita terhindar dari salafi palsu.. amin]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal balik mas syauqi.. semoga kita terhindar dari salafi palsu.. amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by Ansyah Ikbal</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32399</link>
		<dc:creator>Ansyah Ikbal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 17:37:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32399</guid>
		<description><![CDATA[ardana, 
koment antum nggak nyambung dg thema diskusi, tolong jangan NYEPAM, hormatilah jalannya diskusi yg indah ini. Oke terimakasih atas perhatiannya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ardana,<br />
koment antum nggak nyambung dg thema diskusi, tolong jangan NYEPAM, hormatilah jalannya diskusi yg indah ini. Oke terimakasih atas perhatiannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ardana putra basuki</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32395</link>
		<dc:creator>ardana putra basuki</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 16:54:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32395</guid>
		<description><![CDATA[dua macam orang 1orang bodoh dia di katakan bodoh memang benar benar bodah karna tak mau membuka hatinya untuk memahami ilmu agama..
                            2orang yang merasa bodoh inilah ciri orang yg memiliki kedudukan ilmu 
katakan pada hati anda anda termasuk yg mana... 
memerangi tidak harus mencela atau menghina.. 
bagai mana saudara saudara semua ini bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau semua pada berebut kebenaran
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh s.w.t semata
pernah dalam satu riwayat di katakan ada salah seorang bertanya bada baginda muhamad s.a.w..dia berkata dimanakah alloh berada yg rosullilah.. nabi muhamad s.a.w menjawab di hati orang mukmin... ( perenungan) firman alloh dlm hadis qudsi...AKU MEMPUNYAI PERBENDAHARAAN YG LEBIH BESAR DARI PADA ARSY, LEBIH LUAS DARI KURSI LEBIH BAIK DARI SURGA DAN LEBIH INDAH DARI KERAJAAN YG AMAT BESAR, HATI SEORANG MU&#039;MIN. BUMINYA MA;RIFAH, LANGITNYA IMAN, MATAHARINYA RINDU, BULANNYA CINTA, BINTANGNYA BUAH PIKIRAN, TANAHNYA KEMAUAN, DINDINGNYA KEYAKINAN AWANNYA AKAL, HUJANNYA ROHMAT. POHONNYA TAAT, BUAHNYA HIKMAT, DAN IA MEMPUNUAI EMPAT TIANG ADA TIANG BERUPA TAWAKAL, ADA TIANG BERUPA SABAR, ADA TIANG BERUPA YAKIN DAN ADA TIANG BERUPA KEMULIAAN, DAN IA JUGA MEMPUNYAI EMPAT PINTU, PINTU ILMU, PINTU SANTUN, PINTU RIDHO DAN PINTU SABAR, DAN ATAS SEMUANYA ADA PIKIRAN, ITULAH HATI
mungkin ini bisa menjadi plajaran untuk kita semua sudahkah kita menjadikan diri kita seperti yg tertera pada firman alloh s.w.t di atas.. ( semoga bermanfaat)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dua macam orang 1orang bodoh dia di katakan bodoh memang benar benar bodah karna tak mau membuka hatinya untuk memahami ilmu agama..<br />
                            2orang yang merasa bodoh inilah ciri orang yg memiliki kedudukan ilmu<br />
katakan pada hati anda anda termasuk yg mana&#8230;<br />
memerangi tidak harus mencela atau menghina..<br />
bagai mana saudara saudara semua ini bisa menjadi mulia di sisi alloh kalau semua pada berebut kebenaran<br />
sesungguhnya kebenaran hanya milik alloh s.w.t semata<br />
pernah dalam satu riwayat di katakan ada salah seorang bertanya bada baginda muhamad s.a.w..dia berkata dimanakah alloh berada yg rosullilah.. nabi muhamad s.a.w menjawab di hati orang mukmin&#8230; ( perenungan) firman alloh dlm hadis qudsi&#8230;AKU MEMPUNYAI PERBENDAHARAAN YG LEBIH BESAR DARI PADA ARSY, LEBIH LUAS DARI KURSI LEBIH BAIK DARI SURGA DAN LEBIH INDAH DARI KERAJAAN YG AMAT BESAR, HATI SEORANG MU&#8217;MIN. BUMINYA MA;RIFAH, LANGITNYA IMAN, MATAHARINYA RINDU, BULANNYA CINTA, BINTANGNYA BUAH PIKIRAN, TANAHNYA KEMAUAN, DINDINGNYA KEYAKINAN AWANNYA AKAL, HUJANNYA ROHMAT. POHONNYA TAAT, BUAHNYA HIKMAT, DAN IA MEMPUNUAI EMPAT TIANG ADA TIANG BERUPA TAWAKAL, ADA TIANG BERUPA SABAR, ADA TIANG BERUPA YAKIN DAN ADA TIANG BERUPA KEMULIAAN, DAN IA JUGA MEMPUNYAI EMPAT PINTU, PINTU ILMU, PINTU SANTUN, PINTU RIDHO DAN PINTU SABAR, DAN ATAS SEMUANYA ADA PIKIRAN, ITULAH HATI<br />
mungkin ini bisa menjadi plajaran untuk kita semua sudahkah kita menjadikan diri kita seperti yg tertera pada firman alloh s.w.t di atas.. ( semoga bermanfaat)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32385</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 12:23:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32385</guid>
		<description><![CDATA[sama2 mas abi raka semoga kita mendapat ilmu manfaat.. dan terimakasih kepada mas ibnu ilyas yang sudi menggembleng kami]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sama2 mas abi raka semoga kita mendapat ilmu manfaat.. dan terimakasih kepada mas ibnu ilyas yang sudi menggembleng kami</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32379</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 08:51:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32379</guid>
		<description><![CDATA[@alfeyd

mantaf kang alfeyd saya jadi tahu arabnya dan keterangan ulama lain walaupun saya hanya ngerti bahasa arab dikit syukron katsir !]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@alfeyd</p>
<p>mantaf kang alfeyd saya jadi tahu arabnya dan keterangan ulama lain walaupun saya hanya ngerti bahasa arab dikit syukron katsir !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by syauqi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32374</link>
		<dc:creator>syauqi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 07:46:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32374</guid>
		<description><![CDATA[permisi.. awa lagi baca wawancara di link ini :

http://www.mosleminfo.com/dr-ahmad-karimah-ikhwan-dan-salafi-berusaha-tutup-al-azhar-wawancara-eksklusif/

terus tertarik dengan pernyataan DR. Ahmad Karimah (Gur Besar Syariah Islam Al-Azhar Kairo) yang mengomentari orang-orang salafi dengan hadist Rasul saw... saya coba googling rujukan hadisnya apa, ternyata nyampe disini..

salam kenal akang-akang sekalian.. baru pertama kali dapet laman aswaja dengan hujjah yang komprehensif..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>permisi.. awa lagi baca wawancara di link ini :</p>
<p><a href="http://www.mosleminfo.com/dr-ahmad-karimah-ikhwan-dan-salafi-berusaha-tutup-al-azhar-wawancara-eksklusif/" rel="nofollow">http://www.mosleminfo.com/dr-ahmad-karimah-ikhwan-dan-salafi-berusaha-tutup-al-azhar-wawancara-eksklusif/</a></p>
<p>terus tertarik dengan pernyataan DR. Ahmad Karimah (Gur Besar Syariah Islam Al-Azhar Kairo) yang mengomentari orang-orang salafi dengan hadist Rasul saw&#8230; saya coba googling rujukan hadisnya apa, ternyata nyampe disini..</p>
<p>salam kenal akang-akang sekalian.. baru pertama kali dapet laman aswaja dengan hujjah yang komprehensif..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32372</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 07:31:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32372</guid>
		<description><![CDATA[Kata Jabir:Tapi perlu saya jelaskan bahwa kami Aswaja barmazhab Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali di bidang fikih (hukum syari’ah). Sedangkan Kami bermazhab asy’ariyah dan atau maturidiyah di bidang akidah.
Emangya dr keempat Imam Madzhab tersebut enggak ada pengajaran aqidah ya, koq pake diambil dr yg lain... atau aqidah ke empat Imam Madzhab itu tidak sesuai dengan hawa nafsu...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kata Jabir:Tapi perlu saya jelaskan bahwa kami Aswaja barmazhab Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali di bidang fikih (hukum syari’ah). Sedangkan Kami bermazhab asy’ariyah dan atau maturidiyah di bidang akidah.<br />
Emangya dr keempat Imam Madzhab tersebut enggak ada pengajaran aqidah ya, koq pake diambil dr yg lain&#8230; atau aqidah ke empat Imam Madzhab itu tidak sesuai dengan hawa nafsu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32349</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 17:37:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32349</guid>
		<description><![CDATA[buat mas ibnu ilyas silahkan direnungi

فالزواج بنية الطلاق: لا يخلو من حالتين: إما أن يشترط في العقد بأنه يتزوجها لمدة شهر أو سنة أو حتى تنتهي دراسته فهذا نكاح متعة وهو حرام، والعقد فاسد.
وإما أن ينوي ذلك بدون أن يشترطه، فمذهب الجمهور عدم منعه، والمشهور من مذهب الحنابلة أنه حرام وأن العقد فاسد، لأنهم يقولون: إن المنوي كالمشروط، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: &quot;إنما الأعمال بالنيات وانما لكل امرئ ما نوى&quot; متفق عليه، ولأن الرجل لو تزوج امرأة من شخص طلقها ثلاثا من أجل أن يحللها له ثم يطلقها فإن النكاح فاسد، وإن كان ذلك بغير شرط ،لأن المنوي كالمشروط، فإذا كانت نية التحليل تفسد العقد فكذلك نية المتعة تفسد العقد. هذا هو قول الحنابلة
والقول الثاني لأهل العلم: أنه يصح أن يتزوج المرأة وفي نيته أن يطلقها إذا فارق البلد كهؤلاء الغرباء الذين يذهبون إلى الدراسة ونحو ذلك، قالوا: لأن هذا لم يشترط، والفرق بينه وبين المتعة أن المتعة إذا تم فيها الأجل حصل الفراق شاء الزوج أم أبى، بخلاف هذا فإنه يمكن أن يرغب في الزوجة، وتبقى عنده وهذا أحد القولين لشيخ الإسلام ابن تيمية. وهذا الكلام صحيح، من جهة أنه لا ينطبق عليه تعريف المتعة، ولكن لقائل أن يقول إنه محرم من جهة أنه غش للزوجة وأهلها، وقد حرم النبي صلى الله عليه وسلم الغش والخداع.
فإن الزوجة لو علمت بأن هذا الرجل لا يريد أن يتزوجها إلا لهذه المدة ما تزوجت به، وكذلك أهلها كما أنه هو لا يرضى أن يتزوج ابنته شخص في نيته أن يطلقها إذا انتهت حاجته منها، فكيف يرضى لنفسه أن يعامل غيره بما لا يرضاه لنفسه؟ يقول النبي صلى الله عليه وسلم: &quot;لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه&quot; متفق عليه. ومثل هذا الفعل غش وخداع وتغرير، ولأن فتح هذا الباب يترتب عليه مفاسد كبيرة، حيث إن أكثر الناس لا يمنعهم الهوى من تعدي محارم الله، وقد كرهه مالك رحمه الله.. وقال: إنه ليس من أخلاق المسلمين. وعلى القول بالحرمة فلافرق في الحكم بين المسلمة والنصرانية فالغش حرام ومذموم في التعامل مع أي إنسان كا


 قال النووي رحمه الله :
قال القاضي : وأجمعوا على أن من نكح نكاحا مطلقا ونيته أن لا يمكث معها إلا مدة نواها فنكاحه صحيح حلال، وليس نكاح متعة. وإنما نكاح المتعة ما وقع بالشرط المذكور. ولكن قال مالك: ليس هذا من أخلاق الناس . وشذ الأوزاعي فقال : هو نكاح متعة ولا خير فيه.أ.هـ. &quot; شرح مسلم&quot; (9/182).

ج- وقال الإمام ابن قدامة رحمه الله :
وإن تزوجها بغير شرط، إلا أن في نيته طلاقها بعد شهر، أو إذا انقضت حاجته في هذا البلد فالنكاح صحيح في قول عامة أهل العلم، إلا الأوزاعي قال : هو نكاح متعة. والصحيح : أنه لا بأس به ، ولا تضر نيته، وليس على الرجل أن ينوي حبس امرأته، وحسبه إن وافقته وإلا طلقها .أ.هـ. &quot;المغني&quot; (7/573).
imam nawawi berkata para ulama&#039; sepakat bahwa nikah tersebut memang shohih dan halal dan bukan merupakan nikah mut&#039;ah.
dan Al auza&#039;i mengatakan itu merupakan nikah mut&#039;ah
(tapi kalau menurut saya: karena beliau cuma memandang pengertian mut&#039;ah dan tidaknya atau istilahnya amrun dakhilnya tidak mengharamkan sedangkan amrun khorij yang mengharamkanya. coba sampean simak keterangan yang saya copas di bawah ini...)
قلت:
ويظهر أن المراد من قول ابن قدامة رحمه الله &quot;أنه لا بأس به، ولا تضر نيَّتُه&quot; إنما هو في صحة العقد، فإن أراد أنه لا شيء عليه من الإثم: فلا يظهر أنه صواب، ومثله قول من قال إنه &quot;نكاح متعة&quot;، لكن الأظهر أنه غير جائز لما فيه من خداع ولي أمر المرأة، وإفساد علاقة الناس بعضهم ببعض، وهو ما سيأتي إن شاء الله في كلام الشيخ ابن عثيمين حفظه الله، والشيخ رشيد رضا رحمه الله.

د- وقال الشيخ محمد الصالح بن عثيمين رحمه الله :
لو نوى زوج &quot;المتعة&quot; بدون شرط يعني: نوى الزوج بقلبه أن يتزوج هذه المرأة لمدة شهر، ما دام في هذا البلد فقط، فهل نقول إن هذا حكمه حكم المتعة أم لا؟ في هذا خلاف، فمنهم من قال &quot; إنه في حكم نكاح المتعة&quot; لأنه نوى وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم &quot; إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى&quot; (2) . وهذا الرجل قد دخل على نكاح مؤقت &quot;المتعة&quot; ، فكما أنه إذا نوى التحليل وإن لم يشترطه: صار حكمه حكم المشترط، فكذلك إذا نوى المتعة وإن لم يشترطها ، فحكمه كمن نكح نكاح متعة، وهذا القول - كما ترى - قول قوي.

وقال الآخرون: إنه ليس بنكاح متعة ، لأنه لا ينطبق عليه تعريف &quot; نكاح المتعة&quot; فنكاح المتعة أن ينكحها نكاحا مؤقتا إلى أجل، ومقتضى هذا النكاح المؤجل : أنه إذا انتهى الأجل انفسخ النكاح ولا خيار للزوج فيه ولا للزوجة، وهو أيضا: ليس فيه رجعة، لأنه ليس طلاقا ، بل هو انفساخ النكاح، وإبانة للمرأة ، فهذا هو نكاح المتعة، لكن من نوى هل يلزم نفسه بذلك إذا انتهى الأجل ؟ الجواب : لا، لأنه قد ينوي الإنسان أنه لا يريد أن يتزوجها إلا ما دام في هذا البلد، ثم إذا تزوجها ودخل عليها رغب فيها ولم يطلقها، فحينئذ لا ينفسخ النكاح بمقتضى العقد، ولا بمقتضى الشرط لأنه لم يشرِط ولم يُشترَط عليه. فيكون النكاح صحيحا وليس من &quot;نكاح المتعة&quot;.

وشيخ الإسلام رحمه الله اختلف كلامه في هذه المسألة ، فمرة قال بجوازه، ومرة قال بمنعه. والذي يظهر لي أنه ليس من نكاح المتعة، لكنه محرم من جهة أخرى، وهي خيانة الزوجة ووليها. لأن الزوجة ووليها لو علما بذلك : ما رضوا وما زوجوه. ولو شرطه عليهم صار نكاح متعة .

فنقول : إنه محرم لا من أجل أن العقد اعتراه خلل يعود إليه، ولكن من أجل أنه من باب الخيانة والخداع

semoga mas ibnu ilyas merenungkannya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>buat mas ibnu ilyas silahkan direnungi</p>
<p>فالزواج بنية الطلاق: لا يخلو من حالتين: إما أن يشترط في العقد بأنه يتزوجها لمدة شهر أو سنة أو حتى تنتهي دراسته فهذا نكاح متعة وهو حرام، والعقد فاسد.<br />
وإما أن ينوي ذلك بدون أن يشترطه، فمذهب الجمهور عدم منعه، والمشهور من مذهب الحنابلة أنه حرام وأن العقد فاسد، لأنهم يقولون: إن المنوي كالمشروط، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: &#8220;إنما الأعمال بالنيات وانما لكل امرئ ما نوى&#8221; متفق عليه، ولأن الرجل لو تزوج امرأة من شخص طلقها ثلاثا من أجل أن يحللها له ثم يطلقها فإن النكاح فاسد، وإن كان ذلك بغير شرط ،لأن المنوي كالمشروط، فإذا كانت نية التحليل تفسد العقد فكذلك نية المتعة تفسد العقد. هذا هو قول الحنابلة<br />
والقول الثاني لأهل العلم: أنه يصح أن يتزوج المرأة وفي نيته أن يطلقها إذا فارق البلد كهؤلاء الغرباء الذين يذهبون إلى الدراسة ونحو ذلك، قالوا: لأن هذا لم يشترط، والفرق بينه وبين المتعة أن المتعة إذا تم فيها الأجل حصل الفراق شاء الزوج أم أبى، بخلاف هذا فإنه يمكن أن يرغب في الزوجة، وتبقى عنده وهذا أحد القولين لشيخ الإسلام ابن تيمية. وهذا الكلام صحيح، من جهة أنه لا ينطبق عليه تعريف المتعة، ولكن لقائل أن يقول إنه محرم من جهة أنه غش للزوجة وأهلها، وقد حرم النبي صلى الله عليه وسلم الغش والخداع.<br />
فإن الزوجة لو علمت بأن هذا الرجل لا يريد أن يتزوجها إلا لهذه المدة ما تزوجت به، وكذلك أهلها كما أنه هو لا يرضى أن يتزوج ابنته شخص في نيته أن يطلقها إذا انتهت حاجته منها، فكيف يرضى لنفسه أن يعامل غيره بما لا يرضاه لنفسه؟ يقول النبي صلى الله عليه وسلم: &#8220;لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه&#8221; متفق عليه. ومثل هذا الفعل غش وخداع وتغرير، ولأن فتح هذا الباب يترتب عليه مفاسد كبيرة، حيث إن أكثر الناس لا يمنعهم الهوى من تعدي محارم الله، وقد كرهه مالك رحمه الله.. وقال: إنه ليس من أخلاق المسلمين. وعلى القول بالحرمة فلافرق في الحكم بين المسلمة والنصرانية فالغش حرام ومذموم في التعامل مع أي إنسان كا</p>
<p> قال النووي رحمه الله :<br />
قال القاضي : وأجمعوا على أن من نكح نكاحا مطلقا ونيته أن لا يمكث معها إلا مدة نواها فنكاحه صحيح حلال، وليس نكاح متعة. وإنما نكاح المتعة ما وقع بالشرط المذكور. ولكن قال مالك: ليس هذا من أخلاق الناس . وشذ الأوزاعي فقال : هو نكاح متعة ولا خير فيه.أ.هـ. &#8221; شرح مسلم&#8221; (9/182).</p>
<p>ج- وقال الإمام ابن قدامة رحمه الله :<br />
وإن تزوجها بغير شرط، إلا أن في نيته طلاقها بعد شهر، أو إذا انقضت حاجته في هذا البلد فالنكاح صحيح في قول عامة أهل العلم، إلا الأوزاعي قال : هو نكاح متعة. والصحيح : أنه لا بأس به ، ولا تضر نيته، وليس على الرجل أن ينوي حبس امرأته، وحسبه إن وافقته وإلا طلقها .أ.هـ. &#8220;المغني&#8221; (7/573).<br />
imam nawawi berkata para ulama&#8217; sepakat bahwa nikah tersebut memang shohih dan halal dan bukan merupakan nikah mut&#8217;ah.<br />
dan Al auza&#8217;i mengatakan itu merupakan nikah mut&#8217;ah<br />
(tapi kalau menurut saya: karena beliau cuma memandang pengertian mut&#8217;ah dan tidaknya atau istilahnya amrun dakhilnya tidak mengharamkan sedangkan amrun khorij yang mengharamkanya. coba sampean simak keterangan yang saya copas di bawah ini&#8230;)<br />
قلت:<br />
ويظهر أن المراد من قول ابن قدامة رحمه الله &#8220;أنه لا بأس به، ولا تضر نيَّتُه&#8221; إنما هو في صحة العقد، فإن أراد أنه لا شيء عليه من الإثم: فلا يظهر أنه صواب، ومثله قول من قال إنه &#8220;نكاح متعة&#8221;، لكن الأظهر أنه غير جائز لما فيه من خداع ولي أمر المرأة، وإفساد علاقة الناس بعضهم ببعض، وهو ما سيأتي إن شاء الله في كلام الشيخ ابن عثيمين حفظه الله، والشيخ رشيد رضا رحمه الله.</p>
<p>د- وقال الشيخ محمد الصالح بن عثيمين رحمه الله :<br />
لو نوى زوج &#8220;المتعة&#8221; بدون شرط يعني: نوى الزوج بقلبه أن يتزوج هذه المرأة لمدة شهر، ما دام في هذا البلد فقط، فهل نقول إن هذا حكمه حكم المتعة أم لا؟ في هذا خلاف، فمنهم من قال &#8221; إنه في حكم نكاح المتعة&#8221; لأنه نوى وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم &#8221; إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى&#8221; (2) . وهذا الرجل قد دخل على نكاح مؤقت &#8220;المتعة&#8221; ، فكما أنه إذا نوى التحليل وإن لم يشترطه: صار حكمه حكم المشترط، فكذلك إذا نوى المتعة وإن لم يشترطها ، فحكمه كمن نكح نكاح متعة، وهذا القول &#8211; كما ترى &#8211; قول قوي.</p>
<p>وقال الآخرون: إنه ليس بنكاح متعة ، لأنه لا ينطبق عليه تعريف &#8221; نكاح المتعة&#8221; فنكاح المتعة أن ينكحها نكاحا مؤقتا إلى أجل، ومقتضى هذا النكاح المؤجل : أنه إذا انتهى الأجل انفسخ النكاح ولا خيار للزوج فيه ولا للزوجة، وهو أيضا: ليس فيه رجعة، لأنه ليس طلاقا ، بل هو انفساخ النكاح، وإبانة للمرأة ، فهذا هو نكاح المتعة، لكن من نوى هل يلزم نفسه بذلك إذا انتهى الأجل ؟ الجواب : لا، لأنه قد ينوي الإنسان أنه لا يريد أن يتزوجها إلا ما دام في هذا البلد، ثم إذا تزوجها ودخل عليها رغب فيها ولم يطلقها، فحينئذ لا ينفسخ النكاح بمقتضى العقد، ولا بمقتضى الشرط لأنه لم يشرِط ولم يُشترَط عليه. فيكون النكاح صحيحا وليس من &#8220;نكاح المتعة&#8221;.</p>
<p>وشيخ الإسلام رحمه الله اختلف كلامه في هذه المسألة ، فمرة قال بجوازه، ومرة قال بمنعه. والذي يظهر لي أنه ليس من نكاح المتعة، لكنه محرم من جهة أخرى، وهي خيانة الزوجة ووليها. لأن الزوجة ووليها لو علما بذلك : ما رضوا وما زوجوه. ولو شرطه عليهم صار نكاح متعة .</p>
<p>فنقول : إنه محرم لا من أجل أن العقد اعتراه خلل يعود إليه، ولكن من أجل أنه من باب الخيانة والخداع</p>
<p>semoga mas ibnu ilyas merenungkannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32340</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 12:41:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32340</guid>
		<description><![CDATA[hehehe kang ibnu ilyas kenapa sampean bertanya?  apakah sampean jago bahasa terjemah ? lagian kenapa sampen gak berani.. 
di forum ini gak ada orang yang niat ngajari mas.. semua sama rata masih dalam tahap belajar.. adakah kata2 saya yang hendak mengajari sampean... ???  
loo.. yang melencengkan pembahsan siapa mas???
sampean kok gak mau mengakui kalau kita masih sekelas muqolid mas.. gak usah belagak mujtahid.. mas.. dikit2 hadist.. dikit2 hadist.. sedangkang yang sampean tanyakan sudah di bahs di ummati.. kenapa golongan anda senengnya mengulang2.. 
dan saya lebih percaya lajnah daimah saudi arabia mengenai najd dibanding sampean .....
saya cuma mau meyakinkan apakah sampean sama dengan firanda atau tidak???? kalau sampean masih mau melanjutkan diskusi dengan saya silahkan tampilkan tulisan arabnya saja.. kalau tidak mau ya berarti pertukaran ilmu kita cuma sampai di sini saja.. saya tidak ingin mengganggu orang laen yang mau belajar di blog ini]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe kang ibnu ilyas kenapa sampean bertanya?  apakah sampean jago bahasa terjemah ? lagian kenapa sampen gak berani..<br />
di forum ini gak ada orang yang niat ngajari mas.. semua sama rata masih dalam tahap belajar.. adakah kata2 saya yang hendak mengajari sampean&#8230; ???<br />
loo.. yang melencengkan pembahsan siapa mas???<br />
sampean kok gak mau mengakui kalau kita masih sekelas muqolid mas.. gak usah belagak mujtahid.. mas.. dikit2 hadist.. dikit2 hadist.. sedangkang yang sampean tanyakan sudah di bahs di ummati.. kenapa golongan anda senengnya mengulang2..<br />
dan saya lebih percaya lajnah daimah saudi arabia mengenai najd dibanding sampean &#8230;..<br />
saya cuma mau meyakinkan apakah sampean sama dengan firanda atau tidak???? kalau sampean masih mau melanjutkan diskusi dengan saya silahkan tampilkan tulisan arabnya saja.. kalau tidak mau ya berarti pertukaran ilmu kita cuma sampai di sini saja.. saya tidak ingin mengganggu orang laen yang mau belajar di blog ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Jabir</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32337</link>
		<dc:creator>Jabir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 12:27:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32337</guid>
		<description><![CDATA[ummu hasanah@

kajian teman2 di atas tidak ada yg mengatakan Imam Syafi&#039;i berakidah as&#039;ariyah, yang bilang Imam Syafi&#039;i  beraqidah Asy&#039;ariyah adalah antum sendiri yg mempersepsikan seperti itu, bukan kami. Walaupun ini tidak salah, hanya kebalik urutannya, sebab antara kedua Imam tsb sama2 beraqidah ajaran Rasulullah saw. 

Tapi perlu saya jelaskan bahwa kami Aswaja barmazhab Imam Syafi&#039;i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali di bidang fikih (hukum syari&#039;ah). Sedangkan Kami bermazhab asy&#039;ariyah dan atau maturidiyah di bidang akidah. 

Yang menjadi kebingungan anda adalah, anda berpikir kalau begitu Imam Syafi&#039;i berakidah Asy&#039;ariyah, ingat... ini pikiran anda sendiri sebab kami tidak berpikir seperti itu. Itu urutannya terbalik sebab Imam Syafi&#039;i lebih dulu Wafat sebelum Iamam Asy&#039;ari lahir. 

Sekali lagi saya tegaskan, yang perlu anda ketahui adalah bahwa antara Imam Syafi&#039;i dan Imam Asy&#039;ari dan Maturidi adalah sama-sma beraqidah dg aqidah yang diajarkan oleh Allah dan rasul-NYA. Hanya saja perkembangan ilmu aqidah menjadi ilmu yg sitematis dimulai sejak Imam Asy&#039;ariyah. Sedangkan pada zaman Imam Syafi&#039;i Ilmu aqidah belum dikembangkan menjadi susunan ilmu yg sitematis. Kalau pada zaman Imam Syafi&#039;i yang berkembang adalah ilmu FIKIH / Syari&#039;at. 

Jadi anda harus tahu sejarah ini biar tidak asal mempersepsikan secara sembarangan bahwa kami berkeyakinan Imam Syafi&#039;i Beraqidah Asy&#039;ariyah, ini namanya kebalik, dan kami tentu tidak sebodoh itu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu hasanah@</p>
<p>kajian teman2 di atas tidak ada yg mengatakan Imam Syafi&#8217;i berakidah as&#8217;ariyah, yang bilang Imam Syafi&#8217;i  beraqidah Asy&#8217;ariyah adalah antum sendiri yg mempersepsikan seperti itu, bukan kami. Walaupun ini tidak salah, hanya kebalik urutannya, sebab antara kedua Imam tsb sama2 beraqidah ajaran Rasulullah saw. </p>
<p>Tapi perlu saya jelaskan bahwa kami Aswaja barmazhab Imam Syafi&#8217;i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali di bidang fikih (hukum syari&#8217;ah). Sedangkan Kami bermazhab asy&#8217;ariyah dan atau maturidiyah di bidang akidah. </p>
<p>Yang menjadi kebingungan anda adalah, anda berpikir kalau begitu Imam Syafi&#8217;i berakidah Asy&#8217;ariyah, ingat&#8230; ini pikiran anda sendiri sebab kami tidak berpikir seperti itu. Itu urutannya terbalik sebab Imam Syafi&#8217;i lebih dulu Wafat sebelum Iamam Asy&#8217;ari lahir. </p>
<p>Sekali lagi saya tegaskan, yang perlu anda ketahui adalah bahwa antara Imam Syafi&#8217;i dan Imam Asy&#8217;ari dan Maturidi adalah sama-sma beraqidah dg aqidah yang diajarkan oleh Allah dan rasul-NYA. Hanya saja perkembangan ilmu aqidah menjadi ilmu yg sitematis dimulai sejak Imam Asy&#8217;ariyah. Sedangkan pada zaman Imam Syafi&#8217;i Ilmu aqidah belum dikembangkan menjadi susunan ilmu yg sitematis. Kalau pada zaman Imam Syafi&#8217;i yang berkembang adalah ilmu FIKIH / Syari&#8217;at. </p>
<p>Jadi anda harus tahu sejarah ini biar tidak asal mempersepsikan secara sembarangan bahwa kami berkeyakinan Imam Syafi&#8217;i Beraqidah Asy&#8217;ariyah, ini namanya kebalik, dan kami tentu tidak sebodoh itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32330</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 09:33:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32330</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah

jeng ummu hasanah yang pinter banget, jangan mengalihkan gitu dong jeng yang sedang di bicarakan kan ibnu hajar dan imam nawawi bukan imam syafi&#039;i....?
jeng saya tau wahabi adanya belakangan yang di gerakan oleh Muhammad bin abdul wahab dan beliau taklid sama ibnu taimiyah, jadi saya menyebut wahabi untuk untuk orang-orang yang taklid sama ibnu taimiyah ngerti jeng...?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah</p>
<p>jeng ummu hasanah yang pinter banget, jangan mengalihkan gitu dong jeng yang sedang di bicarakan kan ibnu hajar dan imam nawawi bukan imam syafi&#8217;i&#8230;.?<br />
jeng saya tau wahabi adanya belakangan yang di gerakan oleh Muhammad bin abdul wahab dan beliau taklid sama ibnu taimiyah, jadi saya menyebut wahabi untuk untuk orang-orang yang taklid sama ibnu taimiyah ngerti jeng&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32324</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 08:12:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32324</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas 

pertanyaan saya yang lain mana jawabannya....?
masih saya tunggu loh....!
terus yang saya heran ente begitu husnudzon sama ulama ente walaupun uacapan salah, tapi sama orang lain ente langsung suudzon walaupun belum tahu maksud dari ucapannya!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas </p>
<p>pertanyaan saya yang lain mana jawabannya&#8230;.?<br />
masih saya tunggu loh&#8230;.!<br />
terus yang saya heran ente begitu husnudzon sama ulama ente walaupun uacapan salah, tapi sama orang lain ente langsung suudzon walaupun belum tahu maksud dari ucapannya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32323</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 08:09:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32323</guid>
		<description><![CDATA[Abi raka, pertanyaan anda tuh menunjukkan kwalitas keilmuan anda.
1. Kapan gerakan yg anda maksud wahabi itu timbul?
2. Dan Kapan Al Hafidz Ibnu Hadjar dan Al Imam Nawawi itu wafat?
Pertanyaan anda itu timbul dikarenakan kerancuan cara berpikir anda yg meyakini Al Imam Asy syafi&#039;i itu beraqidah asy&#039;ariyah. Gimana bisa? Al Imam Asy syafi&#039;i wafat ratusan tahun sebelum Abul Hasan Al Asy&#039;ari itu lahir. Itu sama juga anda bilang kl Pangeran Diponegoro itu adalah anak buah bung karno.
Akhirnya sekarang anda samakan juga kondisi itu dengan kedua Imam tersebut. Mikiiiir]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abi raka, pertanyaan anda tuh menunjukkan kwalitas keilmuan anda.<br />
1. Kapan gerakan yg anda maksud wahabi itu timbul?<br />
2. Dan Kapan Al Hafidz Ibnu Hadjar dan Al Imam Nawawi itu wafat?<br />
Pertanyaan anda itu timbul dikarenakan kerancuan cara berpikir anda yg meyakini Al Imam Asy syafi&#8217;i itu beraqidah asy&#8217;ariyah. Gimana bisa? Al Imam Asy syafi&#8217;i wafat ratusan tahun sebelum Abul Hasan Al Asy&#8217;ari itu lahir. Itu sama juga anda bilang kl Pangeran Diponegoro itu adalah anak buah bung karno.<br />
Akhirnya sekarang anda samakan juga kondisi itu dengan kedua Imam tersebut. Mikiiiir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32322</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 08:05:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32322</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Mas Abi raka..
Mengenai fatwa syaikh bin baz tentang nikah dengan niat thalaq..
Maka dapat saya jelaskan sebagai berikut :

Pernikahan ini juga merupakan jenis pernikahan yang belakangan marak, khususnya bagi mereka yang berada jauh dari negeri asalnya untuk satu urusan (pekerjaan, studi, atau yang lainnya), sebagaimana nikah mis-yaar. Bentuknya : Ia merencanakan dalam hatinya untuk menceraikan wanita yang hendak ia nikahi setelah urusannya di negeri tersebut selesai. Para ulama berbeda pendapat tentang penghukuman nikah dengan niat thalaq. Jumhur ulama membolehkannya dan sebagian yang lain mengharamkannya (dengan menyerupakannya dengan nikah mut’ah).
An-Nawawi rahimahullah berkata :
قَالَ الْقَاضِي : وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ مَنْ نَكَحَ نِكَاحًا مُطْلَقًا وَنِيَّته أَلَّا يَمْكُث مَعَهَا إِلَّا مُدَّة نَوَاهَا فَنِكَاحه صَحِيح حَلَال ، وَلَيْسَ نِكَاح مُتْعَة ، وَإِنَّمَا نِكَاح الْمُتْعَة مَا وَقَعَ بِالشَّرْطِ الْمَذْكُور ، وَلَكِنْ قَالَ مَالِك : لَيْسَ هَذَا مِنْ أَخْلَاق النَّاس ، وَشَذَّ الْأَوْزَاعِيُّ فَقَالَ : هُوَ نِكَاح مُتْعَة ، وَلَا خَيْر فِيهِ . وَاَللَّه أَعْلَم .
“Al-Qaadli berkata : Para ulama telah bersepakat bahwa siapa saja yang melakukan nikah mutlak dengan niat (dalam hati) hanya akan bersamanya dalam waktu terbatas, maka nikahnya sah dan halal. Ini bukan nikah mut’ah. Nikah mut’ah adalah nikah yang dilaksanakan disertai syarat yang disebutkan. Akan tetapi Malik berkata : ‘Ini tidak termasuk akhlaq manusia (generasi salaf)’. Sedangkan Al-Auza’i mempunyai pendapat yang berbeda, dimana ia berkata : ‘Hal itu adalah nikah mut’ah dan tidak ada kebaikan di dalamnya’. Wallaahu a’lam” [Syarh Shahih Muslim lin-Nawawi, 9/182].
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :
وإن تزوجها بغير شرط إلا أن في نيته طلاقها بعد شهر أو إذا انقضت حاجته في هذا البلد‏,‏ فالنكاح صحيح في قول عامة أهل العلم إلا الأوزاعي قال‏:‏ هو نكاح متعة والصحيح أنه لا بأس به‏,‏ ولا تضر نيته وليس على الرجل أن ينوي حبس امرأته وحسبه إن وافقته وإلا طلقها‏.‏
“Dan apabila seseorang menikah dengan tanpa syarat, namun dalam hatinya meniatkan untuk menceraikannya sebulan kemudian atau ketika kebutuhannya di negeri itu telah selesai, maka nikahnya sah menurut pendapat ulama secara umum, kecuali Al-Auza’i. Ia (Al-Auza’i) berkata : ‘Itu adalah nikah mut’ah’. Yang benar, tidak mengapa dengannya sekalipun ada niat demikian. Si laki-laki tidak boleh berniat untuk mengurung istrinya [
Boleh saja ia melakukan itu apabila istrinya menyetujui; namun jika tidak, maka ia harus menceraikannya” [Al-Mughniy, 10/48-49]
Pernah diajukan pertanyaan kepada Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah :
هل يجوز الزواج بنية الطلاق ؟
“Apakah boleh menikah dengan niat thalaq ?
Maka beliau menjawab :
لا حرج في ذلك إذا كان ذلك بينه وبين ربه من دون شرط من المرأة أو أوليائها وترك ذلك أفضل لأن ذلك أكمل في الرغبة، وهذا قول جمهور أهل العلم كما ذكر ذلك أبو محمد بن قدامة في المغني - رحمه الله - .
“Tidak mengapa mengenai hal itu bila niatnya hanya diketahui ia dan Allah saja, tanpa ada syarat dari pihak wanita atau dari walinya. Namun membuang niat tersebut lebih utama (afdlal), sebab yang demikian itu lebih sempurna keinginannya. Ini adalah pendapat jumhur ulama, sebagaimana yang disebutkan Abu Muhammad bin Qudamah dalam Al-Mughniy – rahimahullah” [Fataawaa Islaamiyyah, dihimpun dan disusun oleh Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz Al-Musnid, hal. 235, Asy-Syaikh Ibnu Baaz – melalui perantaraan Fataawaa ‘Ulamaa’ Al-Baladil-Haraam, hal. 453].
Pertanyaan lain kepada Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah :
يذكر أحد الإخوة أنه قرأ عن سماحتكم إنه يجوز الزواج بنية الطلاق بدون تحديد وقت الطلاق وأنكم تنصحون الشباب المغتربين بالزواج على هذه الصفة وأنه من الممكن أن تتولد بينهم المحبة أو يرزقهم الله بولد فيستمر فهل هذا صحيح أرجو التوضيح أثابكم الله ؟
“Salah seorang rekan menyebutkan bahwa ia pernah membaca dari Syaikh yang terhormat, bahwasannya boleh menikah dengan niat thalaq dengan tidak dibatasi kapan waktu thalaqnya. Dan bahwasannya Syaikh juga menasihatkan kepada para pemuda yang bepergian jauh agar menikah dengan cara seperti itu, dan bahwasannya sangat mungkin akan lahir rasa saling mencintai di antara mereka berdua dan dikaruniai anak oleh Allah ta’ala sehingga pernikahan menjadi langgeng. Apakah ini benar ? Kami mohon penjelasannya”.

Beliau rahimahullah menjawab :
قد صدرت هذه الفتوى من اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء في المملكة العربية السعودية برئاستي واشتراكي وهذه هو قول جمهور أهل العلم كما ذكر ذلك موفق الدين بن قدامة رحمه الله في كتابه المغني على أن يكون ذلك بينه وبين الله سبحانه وليس ذلك من نكاح المتعة.
أما لو اتفق مع أهل المرأة على ذلك  أو شرط ذلك لمدة معلومة فإن ذلك منكر لا يجوز ويعتبر النكاح نكاح متعة باطلًا لأن الرسول صلى الله عليه وسلم نهى عنه وأخبر أن الله قد حرمه إلى يوم القيامة، وبالله التوفيق.
“Fatwa itu memang telah dikeluarkan oleh Al-Lajnah Ad-Daaimah lil-Buhuuts wal-Ifta’ Kerajaan Saudi Arabia yang saya pimpin dan dengan keterlibatan saya di situ. Ini adalah pendapat jumhur ulama, sebagaimana disebutkan oleh Muwafiquddin Ibnu Qudamah rahimahullah dalam kitabnya Al-Mughniy. Namun niat tersebut hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Allah saja. Itu tidak termasuk nikah mut’ah.
Adapun jika hal itu disepakati bersama pihak keluarga wanita atau dengan syarat waktu tertentu saja, maka nikah seperti ini munkar, tidak boleh dilakukan dan termasuk dalam katagori nikah mut’ah nan bathil. Karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya dan telah memberitahukan bahwa Allah telah mengharamkannya hingga hari kiamat. Wabillaahit-Taufiq” [Fataawaa Islaamiyyah, dihimpun dan disusun oleh Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz Al-Musnid, hal. 235, Asy-Syaikh Ibnu Baaz – melalui perantaraan Fataawaa ‘Ulamaa’ Al-Baladil-Haraam, hal. 454].
Pertanyaan lain kepada Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah :
سمعت لك فتوى على أحد الأشرطة بجواز الزواج في بلاد الغربية، وهو ينوي تركها بعد فترة معينة، كحين انتهاء الدورة أو الابتعاث، فما هو الفرق بين هذا الزواج وزواج المتعة ؟
“Saya pernah mendengar fatwa Syaikh yang mulia melalui sebuah kaset yang membolehkan seseorang menikah di negara lain (tujuan safar) dengan niat akan meninggalkannya pada waktu tertentu, seperti sesudah selesai mengikuti pelatihan atau selesai melakukan tugas. Maka apa perbedaan antara nikah tersebut dengan nikah mut’ah ?”
Maka beliau rahimahullah menjawab :
نعم لقد صدرت من اللجنة الدائمة وأنا رئيسها بجواز النكاح بنية الطلاق إذا كان ذلك بين العبد وبين ربه، إذا تزوج في بلاد غربة ونيته أنه متى انتهى من دراسته أو من كونه موظفًا وما أشبه ذلك أن يطلق فلا بأس بهذا عند جمهور العلماء، وهذه النية تكون بينه وبين الله - سبحانه - وليست شرطًا.
والفرق بينه وبين المتعة : أن نكاح المتعة يكون فيه شرط مدة معلومة كشهر أو شهرين أو سنة أو سنتين ونحو ذلك. فإذا انقضت المدة المذكورة انفسخ النكاح هذا هو نكاح المتعة الباطل، أما كونه تزوجها على سنة الله ورسوله ولكن في قلبه أنه متى انتهى من البلد سوف يطلقها، فهذا لا تضره وهذه النية قد تتغير وليست معلومة وليست شرطًا، بل هي بينه وبين الله فلا يضره ذلك، وهذا من أسباب عفته عن الزنى والفواحش وهذا قول جمهور أهل العلم حكاه عنهم صاحب المغني موفق الدين بن قدامة رحمه الله.
“Benar. Sudah ada fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Lajnah Ad-Daaimah dan saya adalah pimpinannya, tentang diperbolehkannya menikah dengan niat thalaq bila niat tersebut hanya diketahui oleh dirinya dan Allah saja. Apabila seseorang menikah di negara lain dan niatnya adalah menceraikannya apabila studinya telah selesai atau setelah tugasnya sebagai pegawai selesai. Menurut pendapat jumhur ulama, nikah seperti itu diperbolehkan, namun niatnya hanya diketahui oleh ia (si laki-laki) dan Allah saja, dan itu bukan termasuk syarat.
Perbedaannya dengan nikah mut’ah adalah bahwa nikah mut’ah itu ada syaratnya yaitu untuk waktu tertentu, seperti sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, atau semisalnya. Lalu apabila habis masa itu, maka nikahpun dengan sendirinya menjadi gugur (bubar/cerai otomatis). Inilah yang disebut nikah mut’ah yang bathil itu. Adapun menikah berdasarkan ajaran Allah dan Rasul-Nya, akan tetapi di dalam hatinya ada niat akan menceraikannya apabila telah selesai melaksanakan tugas di negara lain tersebut, maka nikah seperti ini tidak mengapa, karena niat seperti itu bisa berubah. Ia tidak diketahui dan bukan sebagai syarat. Niat itu hanya diketahui oleh ia sendiri dan Allah saja. Maka tidak apa-apa yang demikian itu. Ini merupakan cara pemeliharaan diri dari zina dan perbuatan keji. Ini adalah pendapat jumhur ulama, sebagaimana disebutkan oleh penulis kitab Al-Mughniy, yaitu Muwaffiquddin Ibnu Qudamah rahimahullah” [Fataawaa Islaamiyyah, dihimpun dan disusun oleh Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz Al-Musnid, hal. 236, Asy-Syaikh Ibnu Baaz – melalui perantaraan Fataawaa ‘Ulamaa’ Al-Baladil-Haraam, hal. 455].
Sebagai pelengkap, mari kita ambil pelajaran yang sarat faedah dari Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah :
لو نوى المتعة بدون شرط، يعني نوى الزوج في قلبه أنه متزوج من هذه المرأة لمدة شهر ما دام في هذا البلد فقط، فهل نقول: إن هذا حكمه حكم المتعة أو لا؟ في هذا خلاف، فمن العلماء من قال: إنه حرام وهو المذهب لأنه في حكم نكاح المتعة؛ لأنه نواه، وقد قال النبي صلّى الله عليه وسلّم: «إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى» ، وهذا الرجل قد دخل على نكاح متعة مؤقت، فكما أنه إذا نوى التحليل وإن لم يشترطه صار حكمه حكم المشترط، فكذلك إذا نوى المتعة وإن لم يشترطها فحكمه كمن نكح نكاح متعة، وهذا القول قول قوي.
وقال آخرون: إنه ليس بنكاح متعة؛ لأنه لا ينطبق عليه تعريف نكاح المتعة، فنكاح المتعة أن ينكحها نكاحاً مؤقتاً إلى أجل، ومقتضى هذا النكاح المؤجل أنه إذا انتهى الأجل انفسخ النكاح، ولا خيار للزوج ولا للزوجة فيه؛ لأن النكاح مؤقت يعني بعد انتهاء المدة بلحظة لا تحل له هذه المرأة، وهو ـ أيضاً ـ ليس فيه رجعة؛ لأنه ليس طلاقاً بل هو انفساخ نكاح وإبانة للمرأة، والناوي هل يُلزِم نفسه بذلك إذا انتهى الأجل؟
الجواب: لا؛ لأنه قد ينوي الإنسان أنه لا يريد أن يتزوجها إلا ما دام في هذا البلد، ثم إنه إذا تزوجها ودخل عليها رغب فيها ولم يطلقها، فحينئذٍ لا ينفسخ النكاح بمقتضى العقد، ولا بمقتضى الشرط؛ لأنه ما شرط ولا شُرط عليه، فيكون النكاح صحيحاً وليس من نكاح المتعة.
وشيخ الإسلام ـ رحمه الله ـ اختلف كلامه في هذه المسألة، فمرة قال بجوازه، ومرة قال بمنعه، والذي يظهر لي أنه ليس من نكاح المتعة، لكنه محرم من جهة أخرى، وهي خيانة الزوجة ووليها، فإن هذا خيانة؛ لأن الزوجة ووليها لو علما بذلك ما رضيا ولا زوجاه، ولو شرطه عليهم صار نكاح متعة، فنقول: إنه محرم لا من أجل أن العقد اعتراه خلل يعود إليه، ولكن من أجل أنه من باب الخيانة والخدعة.
فإذا قال قائل: إذا هم زوَّجوه، فهل يلزمونه بأن تبقى الزوجة في ذمته؟ فمن الممكن أن يتزوج اليوم ويطلق غداً؟
قلنا: نعم، هذا صحيح أن الأمر بيده إن شاء طلق وإن شاء أبقى، لكن هنا فرق بين إنسان تزوج نكاح رغبة، ثم لما دخل على زوجته ما رغب فيها، وبين إنسان ما تزوج من الأصل إلا نكاح متعة بنيته، وليس قصده إلا أن يتمتع هذه الأيام ثم يطلقها.
فلو قال قائل: إن قولكم إنه خيانة للمرأة ووليها غير سديد؛ وذلك لأن للرجل عموماً أن يطلق متى شاء، فالمرأة والولي داخلان على مغامرة ومخاطرة، سواء في هذه الصورة أو غيرها؛ لأنهما لا يدريان متى يقول: ما أريدها.
قلنا: هذا صحيح لكنهما يعتقدان ـ وهو أيضاً يعتقد ـ أنه إذا كان نكاح رغبة أن هذا النكاح أبدي، وإذا طرأ طارئ لم يكن يخطر على البال، فهو خلاف الأصل، ولهذا فإن الرجل المعروف بكثرة الطلاق لا ينساق الناس إلى تزويجه، ولو فرضنا أن الرجل تزوج على هذه النية، فعلى قول من يقول: إنه من نكاح المتعة ـ وهو المذهب ـ فالنكاح باطل، وعلى القول الثاني ـ الذي نختاره ـ أن النكاح صحيح، لكنه آثم بذلك من أجل الغش، مثل ما لو باع الإنسان سلعة بيعاً صحيحاً بالشروط المعتبرة شرعاً، لكنه غاشٌ فيها، فالبيع صحيح والغش محرم،
“Apabila ia (laki-laki) meniatkan nikah agar bisa mendapatkan kenikmatan/kesenangan tanpa ada syarat, yaitu calon suami berniat dalam hatinya untuk menikahi wanita ini selama sebulan - selama masih berada di negerinya saja - , maka apakah akan kita katakan bahwa nikah ini hukumnya sama dengan nikah mut’ah atau tidak ? Dalam perkara ini ada perselisihan di kalangan ulama. Di antara mereka ada yang berkata : Hukumnya sama dengan nikah mut’ah; sebab ia telah meniatkan, sedangkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : ‘Sesungguhnya semua amalan itu hanya tergantung dengan niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan’ [2]. Laki-laki ini telah masuk dalam pernikahan yang ia niatkan mendapatkan kenikmatan untuk sementara waktu, maka sebagaimana jika ia niatkan untuk penghalalan – sekalipun tidak mensyaratkan – maka hukumnya sama dengan hukum bersyarat. Demikian pulalah jika ia berniat sekedar mengambil kenikmatan – sekalipun tidak mensyaratkannya - , hukumnya sama dengan hukum nikah mut’ah. Pendapat ini sebagaimana dapat engkau lihat sendiri adalah pendapat yang kuat.
Yang lain berpendapat : Ini bukan nikah mut’ah; sebab tidak terpenuhi padanya definisi nikah mut’ah. Nikah mut’ah adalah ia menikahinya sampai waktu tertentu, di saat waktu itu telah sampai maka nikah itu bubar dengan sendirinya tanpa ada pilihan bagi suami ataupun istri. Juga pada nikah mut’ah tidak boleh kembali setelahnya, sebab perpisahan keduanya bukan karena thalaq, tetapi dengan sebab bubarnya pernikahan dan terlepasnya istri. Inilah nikah mut’ah. Sedangkan orang yang sekedar berniat, apakah dia harus melakukannya setelah tiba masa itu ? Jawabnya : Tidak. Sebab, terkadang seseorang berniat hanya ingin mempertahankan pernikahan selama di negeri ini saja, lalu ternyata setelah ia menikahinya dan melakukan hubungan dengannya, ia pun senang kepadanya dan tidak mau menceraikannya. Maka ketika itu nikahnya tidak bubar berdasarkan akad atau syarat, sebab dirinya tidak mensyaratkan dan tidak pula diberi syarat. Maka kesimpulannya : Nikahnya sah, dan bukan nikah mut’ah.
Syaikhul-Islam mempunyai pendapat beragam dalam masalah ini. Beliau pernah mengatakan boleh dan pernah juga mengatakan tidak boleh. Sedangkan yang nampak benar bagiku, ini bukan nikah mut’ah. Hanya saja ia diharamkan dengan sebab lain, yaitu tindakan penipuan terhadap istri dan walinya. Dimana istri dan wali kalau mengetahui hal tersebut, maka tidak akan mau dan tidak akan menikahkan dengannya, sedangkan kalau dia terang-terangan menjadikannya sebagai syarat di hadapan mereka, maka ini menjadi nikah mut’ah. Maka kami katakan : Ia haram bukan karena terjadinya cacat pada akad, tetapi karena ia termasuk pengkhianatan dan penipuan.
Kalau seseorang berkata : Bagaimana kalau para wali telah menikahkannya, apakah mereka boleh memaksa si laki-laki untuk memelihara terus pernikahannya ? Sebab, bisa jadi mereka menikahkannya pada hari ini lalu esok hari ia menthalaqnya.
Kami katakan : Ya, ini benar bahwasannya keputusan berada di tangannya (suami), apakah ia mau menthalaq atau mempertahankan pernkahan. Akan tetapi ada perbedaan antara seorang yang menikah karena memang suka lalu sekamar dengan istri yang dicintainya dengan seorang yang sejak awal memang meniatkan sekedar kenikmatan dalam hatinya. Orang kedua ini hanyalah menginginkan kenikmatan dalam beberapa hari lalu habis itu diapun menthalaqnya. 
Apabila ada seseorang yang berkata : Ucapanmu bahwa ini sebuah pengkhianatan terhadap pihak wanita dan walinya tidaklah benar, sebab pihak suami mempunyai pilihan kapan saja dia hendak menceraikannya, sehingga pihak wanita telah mempertaruhkan diri dalam tantangan besar, dimana mereka tidak tahu kapan suami akan menceraikannya. 
Kami katakan : Ini benar. Akan tetapi apabila pernikahan didasari cinta, maka pihak wanita maupun laki-laki sama-sama menginginkan agar pernikahan ini abadi. Jika ternyata di belakang hari terjadi sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terlintas di benak mereka, maka ini suatu hal yang datang kemudian yang berbeda dengan maksud awal. Oleh sebab itu, seorang yang dikenal suka menthalaq (menceraikan), orang-orang tidak akan senang menikahkan keluarganya dengan laki-laki tersebut.
Apabila ada seorang laki-laki yang melakukan nikah dengan niat yang demikian, maka berdasarkan pendapat yang mengatakan ia termasuk nikah mut’ah, maka nikah ini bathil (tidak sah). Sedangkan berdasarkan pendapat kedua – inilah yang kita pilih – pernikahannya sah, akan tetapi dia telah berdosa dengan sebab menipu. Ia semisal dengan seorang yang menjual suatu barang dengan syarat yang syar’iy, akan tetapi dia melakukan penipuan. Maka jual belinya sah, sedangkan penipuannya haram” [Asy-Syarhul-Mumti’, 12/76].
Demikianlah keadaan fatwa para ulama mengenai nikah dengan niat thalaq. 
Terdapat khilaf yang mu’tabar di dalamnya. Bahkan, pendapat yang mengatakan sahnya nikah jenis ini adalah merupakan pendapat jumhur ulama. Namun kemudian mereka (jumhur) berbeda dalam perinciannya. 
Kami cenderung sependapat dengan pendapat Syaikh Utsaimin untuk menghindari subhat dan demi kehati-hatian. Kami tidak sepakat jika hal ini sampai pada derajat haram, karena unsur penipuan yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin pun bersifat kemungkinan atau nisbi. Apalagi jika ada seseorang yang menikah dengan cara ini dengan niat (yang benar) agar tidak terjerumus pada zina, maka sangat sulit mengatakan bahwa apa yang ia lakukan itu dihukumi haram. Bahkan ia boleh melakukannya sebagaimana dijelaskan Asy-Syaikh Ibnu Baaz !!
Oleh karena itu, sungguh sangat naif dan culas jika ada sebagian pihak yang menisbatkan adanya praktek penyimpangan atas dua jenis pernikahan ini kepada ulama yang membolehkannya -. 
Entahlah, saya tidak tahu, apakah anda mengetahui duduk permasalahan ini atau tidak dalam pembahasan para ulama. Mengapa sikap sinis anda tidak sekalian saja dialamatkan kepada jumhur ulama seperti Ibnu Qudamah dan An-Nawawi rahimahumallah atau yang lainnya ?. Kesalahan sikap menggampangkan dan penyimpangan yang dilakukan segelintir orang seharusnya hanya dinisbatkan kepada orangnya. Sedangkan para ulama bara’ (berlepas diri) terhadap penyimpangan-penyimpangan itu. Itu seperti halnya jika ada ulama yang menjelaskan kebolehan poligami kemudian ada beberapa pihak yang ‘bermudah-mudah’ dan berlaku dhalim dalam urusan ini; apakah kemudian kita nisbatkan sebab musababnya pada ulama yang membolehkannya ? 
Janganlah kita jadikan sebagian ketidaktahuan (kejahilan) kita menjadi sebab kita mencela apa yang seharusnya tidak perlu dicela !! 
Jika kita perhatikan dengan cermat apa yang difatwakan leh Asy-Syaikh Ibnu Baaz sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kebanyakan yang menyandarkan perbuatannya kepada fatwa beliau. 
Wallaahu a’lam bish-shawwaab.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Mas Abi raka..<br />
Mengenai fatwa syaikh bin baz tentang nikah dengan niat thalaq..<br />
Maka dapat saya jelaskan sebagai berikut :</p>
<p>Pernikahan ini juga merupakan jenis pernikahan yang belakangan marak, khususnya bagi mereka yang berada jauh dari negeri asalnya untuk satu urusan (pekerjaan, studi, atau yang lainnya), sebagaimana nikah mis-yaar. Bentuknya : Ia merencanakan dalam hatinya untuk menceraikan wanita yang hendak ia nikahi setelah urusannya di negeri tersebut selesai. Para ulama berbeda pendapat tentang penghukuman nikah dengan niat thalaq. Jumhur ulama membolehkannya dan sebagian yang lain mengharamkannya (dengan menyerupakannya dengan nikah mut’ah).<br />
An-Nawawi rahimahullah berkata :<br />
قَالَ الْقَاضِي : وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ مَنْ نَكَحَ نِكَاحًا مُطْلَقًا وَنِيَّته أَلَّا يَمْكُث مَعَهَا إِلَّا مُدَّة نَوَاهَا فَنِكَاحه صَحِيح حَلَال ، وَلَيْسَ نِكَاح مُتْعَة ، وَإِنَّمَا نِكَاح الْمُتْعَة مَا وَقَعَ بِالشَّرْطِ الْمَذْكُور ، وَلَكِنْ قَالَ مَالِك : لَيْسَ هَذَا مِنْ أَخْلَاق النَّاس ، وَشَذَّ الْأَوْزَاعِيُّ فَقَالَ : هُوَ نِكَاح مُتْعَة ، وَلَا خَيْر فِيهِ . وَاَللَّه أَعْلَم .<br />
“Al-Qaadli berkata : Para ulama telah bersepakat bahwa siapa saja yang melakukan nikah mutlak dengan niat (dalam hati) hanya akan bersamanya dalam waktu terbatas, maka nikahnya sah dan halal. Ini bukan nikah mut’ah. Nikah mut’ah adalah nikah yang dilaksanakan disertai syarat yang disebutkan. Akan tetapi Malik berkata : ‘Ini tidak termasuk akhlaq manusia (generasi salaf)’. Sedangkan Al-Auza’i mempunyai pendapat yang berbeda, dimana ia berkata : ‘Hal itu adalah nikah mut’ah dan tidak ada kebaikan di dalamnya’. Wallaahu a’lam” [Syarh Shahih Muslim lin-Nawawi, 9/182].<br />
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :<br />
وإن تزوجها بغير شرط إلا أن في نيته طلاقها بعد شهر أو إذا انقضت حاجته في هذا البلد‏,‏ فالنكاح صحيح في قول عامة أهل العلم إلا الأوزاعي قال‏:‏ هو نكاح متعة والصحيح أنه لا بأس به‏,‏ ولا تضر نيته وليس على الرجل أن ينوي حبس امرأته وحسبه إن وافقته وإلا طلقها‏.‏<br />
“Dan apabila seseorang menikah dengan tanpa syarat, namun dalam hatinya meniatkan untuk menceraikannya sebulan kemudian atau ketika kebutuhannya di negeri itu telah selesai, maka nikahnya sah menurut pendapat ulama secara umum, kecuali Al-Auza’i. Ia (Al-Auza’i) berkata : ‘Itu adalah nikah mut’ah’. Yang benar, tidak mengapa dengannya sekalipun ada niat demikian. Si laki-laki tidak boleh berniat untuk mengurung istrinya [<br />
Boleh saja ia melakukan itu apabila istrinya menyetujui; namun jika tidak, maka ia harus menceraikannya” [Al-Mughniy, 10/48-49]<br />
Pernah diajukan pertanyaan kepada Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah :<br />
هل يجوز الزواج بنية الطلاق ؟<br />
“Apakah boleh menikah dengan niat thalaq ?<br />
Maka beliau menjawab :<br />
لا حرج في ذلك إذا كان ذلك بينه وبين ربه من دون شرط من المرأة أو أوليائها وترك ذلك أفضل لأن ذلك أكمل في الرغبة، وهذا قول جمهور أهل العلم كما ذكر ذلك أبو محمد بن قدامة في المغني &#8211; رحمه الله &#8211; .<br />
“Tidak mengapa mengenai hal itu bila niatnya hanya diketahui ia dan Allah saja, tanpa ada syarat dari pihak wanita atau dari walinya. Namun membuang niat tersebut lebih utama (afdlal), sebab yang demikian itu lebih sempurna keinginannya. Ini adalah pendapat jumhur ulama, sebagaimana yang disebutkan Abu Muhammad bin Qudamah dalam Al-Mughniy – rahimahullah” [Fataawaa Islaamiyyah, dihimpun dan disusun oleh Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz Al-Musnid, hal. 235, Asy-Syaikh Ibnu Baaz – melalui perantaraan Fataawaa ‘Ulamaa’ Al-Baladil-Haraam, hal. 453].<br />
Pertanyaan lain kepada Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah :<br />
يذكر أحد الإخوة أنه قرأ عن سماحتكم إنه يجوز الزواج بنية الطلاق بدون تحديد وقت الطلاق وأنكم تنصحون الشباب المغتربين بالزواج على هذه الصفة وأنه من الممكن أن تتولد بينهم المحبة أو يرزقهم الله بولد فيستمر فهل هذا صحيح أرجو التوضيح أثابكم الله ؟<br />
“Salah seorang rekan menyebutkan bahwa ia pernah membaca dari Syaikh yang terhormat, bahwasannya boleh menikah dengan niat thalaq dengan tidak dibatasi kapan waktu thalaqnya. Dan bahwasannya Syaikh juga menasihatkan kepada para pemuda yang bepergian jauh agar menikah dengan cara seperti itu, dan bahwasannya sangat mungkin akan lahir rasa saling mencintai di antara mereka berdua dan dikaruniai anak oleh Allah ta’ala sehingga pernikahan menjadi langgeng. Apakah ini benar ? Kami mohon penjelasannya”.</p>
<p>Beliau rahimahullah menjawab :<br />
قد صدرت هذه الفتوى من اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء في المملكة العربية السعودية برئاستي واشتراكي وهذه هو قول جمهور أهل العلم كما ذكر ذلك موفق الدين بن قدامة رحمه الله في كتابه المغني على أن يكون ذلك بينه وبين الله سبحانه وليس ذلك من نكاح المتعة.<br />
أما لو اتفق مع أهل المرأة على ذلك  أو شرط ذلك لمدة معلومة فإن ذلك منكر لا يجوز ويعتبر النكاح نكاح متعة باطلًا لأن الرسول صلى الله عليه وسلم نهى عنه وأخبر أن الله قد حرمه إلى يوم القيامة، وبالله التوفيق.<br />
“Fatwa itu memang telah dikeluarkan oleh Al-Lajnah Ad-Daaimah lil-Buhuuts wal-Ifta’ Kerajaan Saudi Arabia yang saya pimpin dan dengan keterlibatan saya di situ. Ini adalah pendapat jumhur ulama, sebagaimana disebutkan oleh Muwafiquddin Ibnu Qudamah rahimahullah dalam kitabnya Al-Mughniy. Namun niat tersebut hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Allah saja. Itu tidak termasuk nikah mut’ah.<br />
Adapun jika hal itu disepakati bersama pihak keluarga wanita atau dengan syarat waktu tertentu saja, maka nikah seperti ini munkar, tidak boleh dilakukan dan termasuk dalam katagori nikah mut’ah nan bathil. Karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya dan telah memberitahukan bahwa Allah telah mengharamkannya hingga hari kiamat. Wabillaahit-Taufiq” [Fataawaa Islaamiyyah, dihimpun dan disusun oleh Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz Al-Musnid, hal. 235, Asy-Syaikh Ibnu Baaz – melalui perantaraan Fataawaa ‘Ulamaa’ Al-Baladil-Haraam, hal. 454].<br />
Pertanyaan lain kepada Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah :<br />
سمعت لك فتوى على أحد الأشرطة بجواز الزواج في بلاد الغربية، وهو ينوي تركها بعد فترة معينة، كحين انتهاء الدورة أو الابتعاث، فما هو الفرق بين هذا الزواج وزواج المتعة ؟<br />
“Saya pernah mendengar fatwa Syaikh yang mulia melalui sebuah kaset yang membolehkan seseorang menikah di negara lain (tujuan safar) dengan niat akan meninggalkannya pada waktu tertentu, seperti sesudah selesai mengikuti pelatihan atau selesai melakukan tugas. Maka apa perbedaan antara nikah tersebut dengan nikah mut’ah ?”<br />
Maka beliau rahimahullah menjawab :<br />
نعم لقد صدرت من اللجنة الدائمة وأنا رئيسها بجواز النكاح بنية الطلاق إذا كان ذلك بين العبد وبين ربه، إذا تزوج في بلاد غربة ونيته أنه متى انتهى من دراسته أو من كونه موظفًا وما أشبه ذلك أن يطلق فلا بأس بهذا عند جمهور العلماء، وهذه النية تكون بينه وبين الله &#8211; سبحانه &#8211; وليست شرطًا.<br />
والفرق بينه وبين المتعة : أن نكاح المتعة يكون فيه شرط مدة معلومة كشهر أو شهرين أو سنة أو سنتين ونحو ذلك. فإذا انقضت المدة المذكورة انفسخ النكاح هذا هو نكاح المتعة الباطل، أما كونه تزوجها على سنة الله ورسوله ولكن في قلبه أنه متى انتهى من البلد سوف يطلقها، فهذا لا تضره وهذه النية قد تتغير وليست معلومة وليست شرطًا، بل هي بينه وبين الله فلا يضره ذلك، وهذا من أسباب عفته عن الزنى والفواحش وهذا قول جمهور أهل العلم حكاه عنهم صاحب المغني موفق الدين بن قدامة رحمه الله.<br />
“Benar. Sudah ada fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Lajnah Ad-Daaimah dan saya adalah pimpinannya, tentang diperbolehkannya menikah dengan niat thalaq bila niat tersebut hanya diketahui oleh dirinya dan Allah saja. Apabila seseorang menikah di negara lain dan niatnya adalah menceraikannya apabila studinya telah selesai atau setelah tugasnya sebagai pegawai selesai. Menurut pendapat jumhur ulama, nikah seperti itu diperbolehkan, namun niatnya hanya diketahui oleh ia (si laki-laki) dan Allah saja, dan itu bukan termasuk syarat.<br />
Perbedaannya dengan nikah mut’ah adalah bahwa nikah mut’ah itu ada syaratnya yaitu untuk waktu tertentu, seperti sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, atau semisalnya. Lalu apabila habis masa itu, maka nikahpun dengan sendirinya menjadi gugur (bubar/cerai otomatis). Inilah yang disebut nikah mut’ah yang bathil itu. Adapun menikah berdasarkan ajaran Allah dan Rasul-Nya, akan tetapi di dalam hatinya ada niat akan menceraikannya apabila telah selesai melaksanakan tugas di negara lain tersebut, maka nikah seperti ini tidak mengapa, karena niat seperti itu bisa berubah. Ia tidak diketahui dan bukan sebagai syarat. Niat itu hanya diketahui oleh ia sendiri dan Allah saja. Maka tidak apa-apa yang demikian itu. Ini merupakan cara pemeliharaan diri dari zina dan perbuatan keji. Ini adalah pendapat jumhur ulama, sebagaimana disebutkan oleh penulis kitab Al-Mughniy, yaitu Muwaffiquddin Ibnu Qudamah rahimahullah” [Fataawaa Islaamiyyah, dihimpun dan disusun oleh Muhammad bin ‘Abdil-‘Aziiz Al-Musnid, hal. 236, Asy-Syaikh Ibnu Baaz – melalui perantaraan Fataawaa ‘Ulamaa’ Al-Baladil-Haraam, hal. 455].<br />
Sebagai pelengkap, mari kita ambil pelajaran yang sarat faedah dari Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah :<br />
لو نوى المتعة بدون شرط، يعني نوى الزوج في قلبه أنه متزوج من هذه المرأة لمدة شهر ما دام في هذا البلد فقط، فهل نقول: إن هذا حكمه حكم المتعة أو لا؟ في هذا خلاف، فمن العلماء من قال: إنه حرام وهو المذهب لأنه في حكم نكاح المتعة؛ لأنه نواه، وقد قال النبي صلّى الله عليه وسلّم: «إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى» ، وهذا الرجل قد دخل على نكاح متعة مؤقت، فكما أنه إذا نوى التحليل وإن لم يشترطه صار حكمه حكم المشترط، فكذلك إذا نوى المتعة وإن لم يشترطها فحكمه كمن نكح نكاح متعة، وهذا القول قول قوي.<br />
وقال آخرون: إنه ليس بنكاح متعة؛ لأنه لا ينطبق عليه تعريف نكاح المتعة، فنكاح المتعة أن ينكحها نكاحاً مؤقتاً إلى أجل، ومقتضى هذا النكاح المؤجل أنه إذا انتهى الأجل انفسخ النكاح، ولا خيار للزوج ولا للزوجة فيه؛ لأن النكاح مؤقت يعني بعد انتهاء المدة بلحظة لا تحل له هذه المرأة، وهو ـ أيضاً ـ ليس فيه رجعة؛ لأنه ليس طلاقاً بل هو انفساخ نكاح وإبانة للمرأة، والناوي هل يُلزِم نفسه بذلك إذا انتهى الأجل؟<br />
الجواب: لا؛ لأنه قد ينوي الإنسان أنه لا يريد أن يتزوجها إلا ما دام في هذا البلد، ثم إنه إذا تزوجها ودخل عليها رغب فيها ولم يطلقها، فحينئذٍ لا ينفسخ النكاح بمقتضى العقد، ولا بمقتضى الشرط؛ لأنه ما شرط ولا شُرط عليه، فيكون النكاح صحيحاً وليس من نكاح المتعة.<br />
وشيخ الإسلام ـ رحمه الله ـ اختلف كلامه في هذه المسألة، فمرة قال بجوازه، ومرة قال بمنعه، والذي يظهر لي أنه ليس من نكاح المتعة، لكنه محرم من جهة أخرى، وهي خيانة الزوجة ووليها، فإن هذا خيانة؛ لأن الزوجة ووليها لو علما بذلك ما رضيا ولا زوجاه، ولو شرطه عليهم صار نكاح متعة، فنقول: إنه محرم لا من أجل أن العقد اعتراه خلل يعود إليه، ولكن من أجل أنه من باب الخيانة والخدعة.<br />
فإذا قال قائل: إذا هم زوَّجوه، فهل يلزمونه بأن تبقى الزوجة في ذمته؟ فمن الممكن أن يتزوج اليوم ويطلق غداً؟<br />
قلنا: نعم، هذا صحيح أن الأمر بيده إن شاء طلق وإن شاء أبقى، لكن هنا فرق بين إنسان تزوج نكاح رغبة، ثم لما دخل على زوجته ما رغب فيها، وبين إنسان ما تزوج من الأصل إلا نكاح متعة بنيته، وليس قصده إلا أن يتمتع هذه الأيام ثم يطلقها.<br />
فلو قال قائل: إن قولكم إنه خيانة للمرأة ووليها غير سديد؛ وذلك لأن للرجل عموماً أن يطلق متى شاء، فالمرأة والولي داخلان على مغامرة ومخاطرة، سواء في هذه الصورة أو غيرها؛ لأنهما لا يدريان متى يقول: ما أريدها.<br />
قلنا: هذا صحيح لكنهما يعتقدان ـ وهو أيضاً يعتقد ـ أنه إذا كان نكاح رغبة أن هذا النكاح أبدي، وإذا طرأ طارئ لم يكن يخطر على البال، فهو خلاف الأصل، ولهذا فإن الرجل المعروف بكثرة الطلاق لا ينساق الناس إلى تزويجه، ولو فرضنا أن الرجل تزوج على هذه النية، فعلى قول من يقول: إنه من نكاح المتعة ـ وهو المذهب ـ فالنكاح باطل، وعلى القول الثاني ـ الذي نختاره ـ أن النكاح صحيح، لكنه آثم بذلك من أجل الغش، مثل ما لو باع الإنسان سلعة بيعاً صحيحاً بالشروط المعتبرة شرعاً، لكنه غاشٌ فيها، فالبيع صحيح والغش محرم،<br />
“Apabila ia (laki-laki) meniatkan nikah agar bisa mendapatkan kenikmatan/kesenangan tanpa ada syarat, yaitu calon suami berniat dalam hatinya untuk menikahi wanita ini selama sebulan &#8211; selama masih berada di negerinya saja &#8211; , maka apakah akan kita katakan bahwa nikah ini hukumnya sama dengan nikah mut’ah atau tidak ? Dalam perkara ini ada perselisihan di kalangan ulama. Di antara mereka ada yang berkata : Hukumnya sama dengan nikah mut’ah; sebab ia telah meniatkan, sedangkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : ‘Sesungguhnya semua amalan itu hanya tergantung dengan niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan’ [2]. Laki-laki ini telah masuk dalam pernikahan yang ia niatkan mendapatkan kenikmatan untuk sementara waktu, maka sebagaimana jika ia niatkan untuk penghalalan – sekalipun tidak mensyaratkan – maka hukumnya sama dengan hukum bersyarat. Demikian pulalah jika ia berniat sekedar mengambil kenikmatan – sekalipun tidak mensyaratkannya &#8211; , hukumnya sama dengan hukum nikah mut’ah. Pendapat ini sebagaimana dapat engkau lihat sendiri adalah pendapat yang kuat.<br />
Yang lain berpendapat : Ini bukan nikah mut’ah; sebab tidak terpenuhi padanya definisi nikah mut’ah. Nikah mut’ah adalah ia menikahinya sampai waktu tertentu, di saat waktu itu telah sampai maka nikah itu bubar dengan sendirinya tanpa ada pilihan bagi suami ataupun istri. Juga pada nikah mut’ah tidak boleh kembali setelahnya, sebab perpisahan keduanya bukan karena thalaq, tetapi dengan sebab bubarnya pernikahan dan terlepasnya istri. Inilah nikah mut’ah. Sedangkan orang yang sekedar berniat, apakah dia harus melakukannya setelah tiba masa itu ? Jawabnya : Tidak. Sebab, terkadang seseorang berniat hanya ingin mempertahankan pernikahan selama di negeri ini saja, lalu ternyata setelah ia menikahinya dan melakukan hubungan dengannya, ia pun senang kepadanya dan tidak mau menceraikannya. Maka ketika itu nikahnya tidak bubar berdasarkan akad atau syarat, sebab dirinya tidak mensyaratkan dan tidak pula diberi syarat. Maka kesimpulannya : Nikahnya sah, dan bukan nikah mut’ah.<br />
Syaikhul-Islam mempunyai pendapat beragam dalam masalah ini. Beliau pernah mengatakan boleh dan pernah juga mengatakan tidak boleh. Sedangkan yang nampak benar bagiku, ini bukan nikah mut’ah. Hanya saja ia diharamkan dengan sebab lain, yaitu tindakan penipuan terhadap istri dan walinya. Dimana istri dan wali kalau mengetahui hal tersebut, maka tidak akan mau dan tidak akan menikahkan dengannya, sedangkan kalau dia terang-terangan menjadikannya sebagai syarat di hadapan mereka, maka ini menjadi nikah mut’ah. Maka kami katakan : Ia haram bukan karena terjadinya cacat pada akad, tetapi karena ia termasuk pengkhianatan dan penipuan.<br />
Kalau seseorang berkata : Bagaimana kalau para wali telah menikahkannya, apakah mereka boleh memaksa si laki-laki untuk memelihara terus pernikahannya ? Sebab, bisa jadi mereka menikahkannya pada hari ini lalu esok hari ia menthalaqnya.<br />
Kami katakan : Ya, ini benar bahwasannya keputusan berada di tangannya (suami), apakah ia mau menthalaq atau mempertahankan pernkahan. Akan tetapi ada perbedaan antara seorang yang menikah karena memang suka lalu sekamar dengan istri yang dicintainya dengan seorang yang sejak awal memang meniatkan sekedar kenikmatan dalam hatinya. Orang kedua ini hanyalah menginginkan kenikmatan dalam beberapa hari lalu habis itu diapun menthalaqnya.<br />
Apabila ada seseorang yang berkata : Ucapanmu bahwa ini sebuah pengkhianatan terhadap pihak wanita dan walinya tidaklah benar, sebab pihak suami mempunyai pilihan kapan saja dia hendak menceraikannya, sehingga pihak wanita telah mempertaruhkan diri dalam tantangan besar, dimana mereka tidak tahu kapan suami akan menceraikannya.<br />
Kami katakan : Ini benar. Akan tetapi apabila pernikahan didasari cinta, maka pihak wanita maupun laki-laki sama-sama menginginkan agar pernikahan ini abadi. Jika ternyata di belakang hari terjadi sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terlintas di benak mereka, maka ini suatu hal yang datang kemudian yang berbeda dengan maksud awal. Oleh sebab itu, seorang yang dikenal suka menthalaq (menceraikan), orang-orang tidak akan senang menikahkan keluarganya dengan laki-laki tersebut.<br />
Apabila ada seorang laki-laki yang melakukan nikah dengan niat yang demikian, maka berdasarkan pendapat yang mengatakan ia termasuk nikah mut’ah, maka nikah ini bathil (tidak sah). Sedangkan berdasarkan pendapat kedua – inilah yang kita pilih – pernikahannya sah, akan tetapi dia telah berdosa dengan sebab menipu. Ia semisal dengan seorang yang menjual suatu barang dengan syarat yang syar’iy, akan tetapi dia melakukan penipuan. Maka jual belinya sah, sedangkan penipuannya haram” [Asy-Syarhul-Mumti’, 12/76].<br />
Demikianlah keadaan fatwa para ulama mengenai nikah dengan niat thalaq.<br />
Terdapat khilaf yang mu’tabar di dalamnya. Bahkan, pendapat yang mengatakan sahnya nikah jenis ini adalah merupakan pendapat jumhur ulama. Namun kemudian mereka (jumhur) berbeda dalam perinciannya.<br />
Kami cenderung sependapat dengan pendapat Syaikh Utsaimin untuk menghindari subhat dan demi kehati-hatian. Kami tidak sepakat jika hal ini sampai pada derajat haram, karena unsur penipuan yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin pun bersifat kemungkinan atau nisbi. Apalagi jika ada seseorang yang menikah dengan cara ini dengan niat (yang benar) agar tidak terjerumus pada zina, maka sangat sulit mengatakan bahwa apa yang ia lakukan itu dihukumi haram. Bahkan ia boleh melakukannya sebagaimana dijelaskan Asy-Syaikh Ibnu Baaz !!<br />
Oleh karena itu, sungguh sangat naif dan culas jika ada sebagian pihak yang menisbatkan adanya praktek penyimpangan atas dua jenis pernikahan ini kepada ulama yang membolehkannya -.<br />
Entahlah, saya tidak tahu, apakah anda mengetahui duduk permasalahan ini atau tidak dalam pembahasan para ulama. Mengapa sikap sinis anda tidak sekalian saja dialamatkan kepada jumhur ulama seperti Ibnu Qudamah dan An-Nawawi rahimahumallah atau yang lainnya ?. Kesalahan sikap menggampangkan dan penyimpangan yang dilakukan segelintir orang seharusnya hanya dinisbatkan kepada orangnya. Sedangkan para ulama bara’ (berlepas diri) terhadap penyimpangan-penyimpangan itu. Itu seperti halnya jika ada ulama yang menjelaskan kebolehan poligami kemudian ada beberapa pihak yang ‘bermudah-mudah’ dan berlaku dhalim dalam urusan ini; apakah kemudian kita nisbatkan sebab musababnya pada ulama yang membolehkannya ?<br />
Janganlah kita jadikan sebagian ketidaktahuan (kejahilan) kita menjadi sebab kita mencela apa yang seharusnya tidak perlu dicela !!<br />
Jika kita perhatikan dengan cermat apa yang difatwakan leh Asy-Syaikh Ibnu Baaz sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kebanyakan yang menyandarkan perbuatannya kepada fatwa beliau.<br />
Wallaahu a’lam bish-shawwaab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32321</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 07:43:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32321</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Mas Abi raka..
Benar mas, tidak ada yang ma’shum kecuali rasulullah shalallahu alaihi wa sallam..
Tapi ketahuilah mas, andaikan ulama kami, melakukan perbuatan dan perkataan seperti yang gusdur katakan dan lakukan..  Maka pasti ulama tersebut sudah kami tinggalkan bahkan kami tidak akan segan-segan untuk mengutuknya..
Ini khan beda dengan anda dan para mukallid-mukallid gusdur..
Sudah jelas-jelas perkataan dan perbuatan gusdur sangat jauh melenceng dari agama ini, kok masih di taklidi juga, bahkan disanjung dan di puja-puji serta tidak terima jika ada orang yang menyalahkan perkataan dan perbuatannya.. Ini kan aneh...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Mas Abi raka..<br />
Benar mas, tidak ada yang ma’shum kecuali rasulullah shalallahu alaihi wa sallam..<br />
Tapi ketahuilah mas, andaikan ulama kami, melakukan perbuatan dan perkataan seperti yang gusdur katakan dan lakukan..  Maka pasti ulama tersebut sudah kami tinggalkan bahkan kami tidak akan segan-segan untuk mengutuknya..<br />
Ini khan beda dengan anda dan para mukallid-mukallid gusdur..<br />
Sudah jelas-jelas perkataan dan perbuatan gusdur sangat jauh melenceng dari agama ini, kok masih di taklidi juga, bahkan disanjung dan di puja-puji serta tidak terima jika ada orang yang menyalahkan perkataan dan perbuatannya.. Ini kan aneh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32320</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 07:42:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32320</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Mas Gandi..
Mengenai raja arab yang mempunyai istri 30 dan bekerjasama dengan yahudi??
Maaf mas, saya nggak kenal dengan raja ini, dan kami juga bukan orang yang taklid kepadanya.. Kalau memang dia salah, ya kami berani menyalahkannya.. Tidak seperti anda dan kaum anda yang taklid buta dengan kyainya yang jelas-jelas melakukan pelanggaran agama yang sangat berat...
Dan lagi, apa benar berita ini??  Kalau raja ini kawin dengan 30 wanita tapi dengan tidak mengumpulkannya (yakni dengan cara kawin cerai), kemudian menyisakan 4 wanita, maka ini tidak masalah...
Lalu yang dia bekerjasama dengan yahudi?? Anda ambil berita darimana? Kayaknya saya nggak pernah dengar berita itu... 
Kemudian anda mengatakan kerajaan arab saudi melakukan perbuatan “maha bid’ah”??..
Maha itu kan artinya, yang paling besar ya... Bisa dijelaskan mas perbuatan apa itu??, supaya tidak menjadi fitnah disini...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Mas Gandi..<br />
Mengenai raja arab yang mempunyai istri 30 dan bekerjasama dengan yahudi??<br />
Maaf mas, saya nggak kenal dengan raja ini, dan kami juga bukan orang yang taklid kepadanya.. Kalau memang dia salah, ya kami berani menyalahkannya.. Tidak seperti anda dan kaum anda yang taklid buta dengan kyainya yang jelas-jelas melakukan pelanggaran agama yang sangat berat&#8230;<br />
Dan lagi, apa benar berita ini??  Kalau raja ini kawin dengan 30 wanita tapi dengan tidak mengumpulkannya (yakni dengan cara kawin cerai), kemudian menyisakan 4 wanita, maka ini tidak masalah&#8230;<br />
Lalu yang dia bekerjasama dengan yahudi?? Anda ambil berita darimana? Kayaknya saya nggak pernah dengar berita itu&#8230;<br />
Kemudian anda mengatakan kerajaan arab saudi melakukan perbuatan “maha bid’ah”??..<br />
Maha itu kan artinya, yang paling besar ya&#8230; Bisa dijelaskan mas perbuatan apa itu??, supaya tidak menjadi fitnah disini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32319</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 07:41:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32319</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Mas Gandi..
Anda benar mas, memang fir’aun, hitler, marcos dan simon peres di kenal dengan tokoh yang cerdas otaknya, tapi rapuh hati dan mentalnya...
Tapi secerdas-cerdasnya mereka, tidak ada tuh yang berani menghina kesucian kitab suci, apalagi kitab sucinya sendiri,  beda dengan gusdur.. 
Mungkin saking cerdasnya sehingga keluar dari mulutnya hinaan terhadap kitab sucinya sendiri, bahkan dengan berani mengatakan bahwa kitab suci Al qur’an lebih porno daripada kitab-kitab suci agama lain.. (Na’udzu billahi min dzalik...).. 
Sebuah perkataan dusta dan aneh...
Mas, mas... orang kayak gitu kok masih aja di bela bahkan di taklidi... 
Tobat mas..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Mas Gandi..<br />
Anda benar mas, memang fir’aun, hitler, marcos dan simon peres di kenal dengan tokoh yang cerdas otaknya, tapi rapuh hati dan mentalnya&#8230;<br />
Tapi secerdas-cerdasnya mereka, tidak ada tuh yang berani menghina kesucian kitab suci, apalagi kitab sucinya sendiri,  beda dengan gusdur..<br />
Mungkin saking cerdasnya sehingga keluar dari mulutnya hinaan terhadap kitab sucinya sendiri, bahkan dengan berani mengatakan bahwa kitab suci Al qur’an lebih porno daripada kitab-kitab suci agama lain.. (Na’udzu billahi min dzalik&#8230;)..<br />
Sebuah perkataan dusta dan aneh&#8230;<br />
Mas, mas&#8230; orang kayak gitu kok masih aja di bela bahkan di taklidi&#8230;<br />
Tobat mas..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32318</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 07:40:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32318</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah...
@Mas Alfeyd..
Wah wah, rupanya anda ini jago bahasa arab ya?? Sampai sedemikian PD nya mau ngajarin bahasa arab segala..
Maaf mas, kalau untuk belajar bahasa arab saya rasa bukan disini tempatnya..
Lagipula kenapa pembahasan kita bisa melenceng jauh begini ya??
Mendingan kita kembali ke tema awal pembahasan saja mas...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;<br />
@Mas Alfeyd..<br />
Wah wah, rupanya anda ini jago bahasa arab ya?? Sampai sedemikian PD nya mau ngajarin bahasa arab segala..<br />
Maaf mas, kalau untuk belajar bahasa arab saya rasa bukan disini tempatnya..<br />
Lagipula kenapa pembahasan kita bisa melenceng jauh begini ya??<br />
Mendingan kita kembali ke tema awal pembahasan saja mas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by vijay</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32312</link>
		<dc:creator>vijay</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 03:02:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32312</guid>
		<description><![CDATA[Kapan ya blog wahaby bisa FAIR seperti ummatipress, no moderasi, 100% dijamin pasti tampil commentnya... orang seperti ummu hasanah senengnya ngacak2 blog ini... kalo emang mau cari kebenaran mestinya disinilah tempatnya dan manfaatkanlah sebaik-baiknya, karena disini ga ada yg harus ditutup-tutupi, kenapa juga harus ditutupi klo memang benar???, beda sama blog wahaby katanya aja ajaran yg paling tauhid, paling nyunnah tapi kok sulit bisa mendptkan kebenaran disana, sulit sekali bisa comment panjang lebar disana... mungkin bisa buat bahan renungan utk sdri ummuhasanah yg membela ajarannya dengan membabi buta.
Wallohualam...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan ya blog wahaby bisa FAIR seperti ummatipress, no moderasi, 100% dijamin pasti tampil commentnya&#8230; orang seperti ummu hasanah senengnya ngacak2 blog ini&#8230; kalo emang mau cari kebenaran mestinya disinilah tempatnya dan manfaatkanlah sebaik-baiknya, karena disini ga ada yg harus ditutup-tutupi, kenapa juga harus ditutupi klo memang benar???, beda sama blog wahaby katanya aja ajaran yg paling tauhid, paling nyunnah tapi kok sulit bisa mendptkan kebenaran disana, sulit sekali bisa comment panjang lebar disana&#8230; mungkin bisa buat bahan renungan utk sdri ummuhasanah yg membela ajarannya dengan membabi buta.<br />
Wallohualam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Jabir</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32304</link>
		<dc:creator>Jabir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 19:32:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32304</guid>
		<description><![CDATA[thank you linknya Mas, keren webnya bakal menambah barisan aswaja di dunia maya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thank you linknya Mas, keren webnya bakal menambah barisan aswaja di dunia maya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Utuhnya Jenazah &#8220;Dedengkot&#8221; Ahlul Bid&#8217;ah Setelah Dikubur Beratahun-tahun by ardana putra basuki</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/06/10/utuhnya-jenazah-dedengkot-ahlul-bidah-setelah-dikubur-beratahun-tahun/comment-page-1/#comment-32301</link>
		<dc:creator>ardana putra basuki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 18:51:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=6523#comment-32301</guid>
		<description><![CDATA[sebagai mana di katakan sahabat nabi besar muhamad s.a.w saidina ali karomahu wajha.. sesungguhnya aku berdebat dengan siapa saja pasti menang cma dng dua orang yg aku gak bisa menang 1orang bodoh 2orang ngeyel(merasa benar)....... islam bukan agama yg suka mengkafirkan akan tetapi islam agama yg menjujung tinggi perdamain, dan kerukunan..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai mana di katakan sahabat nabi besar muhamad s.a.w saidina ali karomahu wajha.. sesungguhnya aku berdebat dengan siapa saja pasti menang cma dng dua orang yg aku gak bisa menang 1orang bodoh 2orang ngeyel(merasa benar)&#8230;&#8230;. islam bukan agama yg suka mengkafirkan akan tetapi islam agama yg menjujung tinggi perdamain, dan kerukunan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by assajjad</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32299</link>
		<dc:creator>assajjad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 17:55:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32299</guid>
		<description><![CDATA[Selamat berjuang kawan2 Aswaja....

Sekali lagi saya ingatkan berdebat dengan wahabi dan turunan2nya ibarat &quot;Memberi obat kpd orang yg sudah mati &quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat berjuang kawan2 Aswaja&#8230;.</p>
<p>Sekali lagi saya ingatkan berdebat dengan wahabi dan turunan2nya ibarat &#8220;Memberi obat kpd orang yg sudah mati &#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32297</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 16:15:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32297</guid>
		<description><![CDATA[ikut nyimak mbuletnya umuhasanah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ikut nyimak mbuletnya umuhasanah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Abdusysyukur</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32292</link>
		<dc:creator>Abdusysyukur</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 11:55:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32292</guid>
		<description><![CDATA[Kabar gembira , sekarang ada blog baru dari temen kite. yuu berkunjung ke 
http://www.islam-institute.com

Sungguh engkau pandai bersilat L wahai saudari..
ane ade pertanyaan buat saudari,
sebelum abad XII Hijriah mayoritas umat islam apakah bertauhid 3 (Uluhiyah,Rububiyah,Asmasifah)?
Apakah Imam Ibnu Hajar dan Imam Nawawi membagi tauhid 3 ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar gembira , sekarang ada blog baru dari temen kite. yuu berkunjung ke<br />
<a href="http://www.islam-institute.com" rel="nofollow">http://www.islam-institute.com</a></p>
<p>Sungguh engkau pandai bersilat L wahai saudari..<br />
ane ade pertanyaan buat saudari,<br />
sebelum abad XII Hijriah mayoritas umat islam apakah bertauhid 3 (Uluhiyah,Rububiyah,Asmasifah)?<br />
Apakah Imam Ibnu Hajar dan Imam Nawawi membagi tauhid 3 ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by nizam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32287</link>
		<dc:creator>nizam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 09:08:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32287</guid>
		<description><![CDATA[ummul khasanah@ ngaji dulu yang bener...jangan banyak ngomong ketahuan tu kalo kosong....sip deh buat ummati semoga manfaat]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummul khasanah@ ngaji dulu yang bener&#8230;jangan banyak ngomong ketahuan tu kalo kosong&#8230;.sip deh buat ummati semoga manfaat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by mudzoffar</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32283</link>
		<dc:creator>mudzoffar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 07:57:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32283</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Saudariku @ummu hasanah :

anda katakan :Mau paksa sy utk mengatakan Imam Nawawi dan Ibnu Hadjar itu Asy’ariyah? Wallahi kalla tsumma kalla.

Tanggapan kami : Kalo begitu biar saya yang memaksa anda untuk mengakui bahwa Ibnu Hajar -rahimahulloh- adalah Asy&#039;ariyah. Berikut pernyataan Ibnu Hajar :

واما قول المجسمة ففاسد أيضا لأن الاستقرار من صفات الأجسام ويلزم منه الحلول والتناهي وهو محال في حق الله تعالى ولائق بالمخلوقات 

&quot;Adapun pendapat Mujassimah maka pendapat tersebut adalah pendapat yang rusak juga, karena Istiqror/menetap/bersemayam adalah termasuk sifat-sifat jisim/benda/materi yang mengharuskan untuk bertempat dan berbatas, dan itu muhal bagi Alloh dan hanya layak bagi makhluk.&quot; (Fathul Bari. 13/406)

Kami sarankan anda belajar sebelum berucap, agar tidak menimbulkan fitnah...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Saudariku @ummu hasanah :</p>
<p>anda katakan :Mau paksa sy utk mengatakan Imam Nawawi dan Ibnu Hadjar itu Asy’ariyah? Wallahi kalla tsumma kalla.</p>
<p>Tanggapan kami : Kalo begitu biar saya yang memaksa anda untuk mengakui bahwa Ibnu Hajar -rahimahulloh- adalah Asy&#8217;ariyah. Berikut pernyataan Ibnu Hajar :</p>
<p>واما قول المجسمة ففاسد أيضا لأن الاستقرار من صفات الأجسام ويلزم منه الحلول والتناهي وهو محال في حق الله تعالى ولائق بالمخلوقات </p>
<p>&#8220;Adapun pendapat Mujassimah maka pendapat tersebut adalah pendapat yang rusak juga, karena Istiqror/menetap/bersemayam adalah termasuk sifat-sifat jisim/benda/materi yang mengharuskan untuk bertempat dan berbatas, dan itu muhal bagi Alloh dan hanya layak bagi makhluk.&#8221; (Fathul Bari. 13/406)</p>
<p>Kami sarankan anda belajar sebelum berucap, agar tidak menimbulkan fitnah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32281</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 07:46:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32281</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah

gimana sich pertanyaan saya belum di jawab, yang tegas donk....! 
jawaban anti belum jelas karena yang saya tanya kedua imam itu wahabi atau as&#039;ariyah?
bukan ahlussunah atau bukan?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah</p>
<p>gimana sich pertanyaan saya belum di jawab, yang tegas donk&#8230;.!<br />
jawaban anti belum jelas karena yang saya tanya kedua imam itu wahabi atau as&#8217;ariyah?<br />
bukan ahlussunah atau bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ANDA PERLU TAHU SIAPA SALAFI WAHABI, AGAR BISA WASPADA TERHADAPNYA by mohammad.bisri</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/04/anda-perlu-tahu-siapa-salafi-wahabi-agar-bisa-waspada-terhadapnya/comment-page-1/#comment-32280</link>
		<dc:creator>mohammad.bisri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 07:26:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8829#comment-32280</guid>
		<description><![CDATA[Wahabi tidak beda dg setan penghasut..cuekin aja..tp kalau berani nongol dan pongah tinggal usir atau gebuk aja pakai tongkat..dijamin lari...gimana ndak lari wong keyakinan cu a mengandalkan otak saja sdgkan  hatinya penjh dengki...alllahu akbar..selamat berjuang membersihkan diri kita.....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahabi tidak beda dg setan penghasut..cuekin aja..tp kalau berani nongol dan pongah tinggal usir atau gebuk aja pakai tongkat..dijamin lari&#8230;gimana ndak lari wong keyakinan cu a mengandalkan otak saja sdgkan  hatinya penjh dengki&#8230;alllahu akbar..selamat berjuang membersihkan diri kita&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32279</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 07:20:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32279</guid>
		<description><![CDATA[Shofy, mengenai kedua Imam ini sdh sy jawab. Masih kurang puas?. Mau paksa sy utk mengatakan Imam Nawawi dan Ibnu Hadjar itu Asy&#039;ariyah? Wallahi kalla tsumma kalla.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shofy, mengenai kedua Imam ini sdh sy jawab. Masih kurang puas?. Mau paksa sy utk mengatakan Imam Nawawi dan Ibnu Hadjar itu Asy&#8217;ariyah? Wallahi kalla tsumma kalla.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by nizam</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32276</link>
		<dc:creator>nizam</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 06:49:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32276</guid>
		<description><![CDATA[ibnuIlyas@ udahlah kang ilyas jalanin aja kehidupanmu dengan keyakinamu itu jangan ngeyel terus dan jangan pengaruhi orang,tar kalo kamu mati juga tahu mana yang salah dan mana yang benar..tapi sebelum itu terjadi berfikirlah dengan pikiranmu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibnuIlyas@ udahlah kang ilyas jalanin aja kehidupanmu dengan keyakinamu itu jangan ngeyel terus dan jangan pengaruhi orang,tar kalo kamu mati juga tahu mana yang salah dan mana yang benar..tapi sebelum itu terjadi berfikirlah dengan pikiranmu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by mamak</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32273</link>
		<dc:creator>mamak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 05:46:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32273</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah,

Saudariku @ummu hasanah, katanya kajiannya syarah riyadhus sholihin, apa nama kitabnya, dan siapa syarihnya, serta pada halaman berapa ada penjelasan haramnya rebana?

Usul buat mas admin@. Jika saudari kita ummu hasanah tidak dapat bercomment selain provokatif, mohon disediakan tempat husus buat saudari kita ini agar bisa berucap sepuasnya, dan teman-teman aswaja nggak perlu menanggapinya...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,</p>
<p>Saudariku @ummu hasanah, katanya kajiannya syarah riyadhus sholihin, apa nama kitabnya, dan siapa syarihnya, serta pada halaman berapa ada penjelasan haramnya rebana?</p>
<p>Usul buat mas admin@. Jika saudari kita ummu hasanah tidak dapat bercomment selain provokatif, mohon disediakan tempat husus buat saudari kita ini agar bisa berucap sepuasnya, dan teman-teman aswaja nggak perlu menanggapinya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by mohammad.bisri</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32269</link>
		<dc:creator>mohammad.bisri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 04:29:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32269</guid>
		<description><![CDATA[Sudah jangan ladeni wahabi penipu macam pencari kebenaran ini...sya sudah pernah melihat model orang seperti danberdebat..yg pali g tepat jawaban dan membubat kawan saya terdiam adalh ..itulah sikap pribadi saya apa adanya atas dasar keyakinan saya..anda mau apa?..setan itu kerjaannya untuk membuat keraguan dan membuang buang waktu untuk debat konyol..percayalah kalau anda,ketemu orang yg mengaku PK ini  saya jamin anda pasti pingin segera menempeleng atau seperti saya dulu bilang..kalau kamu tidak bisa diam...gue lempar sandal lu...dan..tau nggak bbrp bulan kemudian dia ini memang seorang penipu dan oleh pak kyai dia dilarang masuk ke pesantren smpai batas wkt tertentu.....ya mungkin sampai dia sadar kali...jadi PK ini sudah cukuplah..wong sdh jelas belangnya kalau saya ketemu dia mungkin sdh kena tonjok banyak orang mknya dia takut ketemu langsung...c]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah jangan ladeni wahabi penipu macam pencari kebenaran ini&#8230;sya sudah pernah melihat model orang seperti danberdebat..yg pali g tepat jawaban dan membubat kawan saya terdiam adalh ..itulah sikap pribadi saya apa adanya atas dasar keyakinan saya..anda mau apa?..setan itu kerjaannya untuk membuat keraguan dan membuang buang waktu untuk debat konyol..percayalah kalau anda,ketemu orang yg mengaku PK ini  saya jamin anda pasti pingin segera menempeleng atau seperti saya dulu bilang..kalau kamu tidak bisa diam&#8230;gue lempar sandal lu&#8230;dan..tau nggak bbrp bulan kemudian dia ini memang seorang penipu dan oleh pak kyai dia dilarang masuk ke pesantren smpai batas wkt tertentu&#8230;..ya mungkin sampai dia sadar kali&#8230;jadi PK ini sudah cukuplah..wong sdh jelas belangnya kalau saya ketemu dia mungkin sdh kena tonjok banyak orang mknya dia takut ketemu langsung&#8230;c</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Firanda Kenapa Dendam Kepada Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti by mohammad.bisri</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/24/firanda-kenapa-dendam-kepada-syaikhmohammad-said-ramadhan-al-bouti/comment-page-1/#comment-32268</link>
		<dc:creator>mohammad.bisri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 04:27:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9115#comment-32268</guid>
		<description><![CDATA[Sudah jangan ladeni wahabi penipu macam pencari kebenaran ini...sya sudah pernah melihat model orang seperti danberdebat..yg pali g tepat jawaban dan membubat kawan saya terdiam adalh ..itulah sikap pribadi saya apa adanya atas dasar keyakinan saya..anda mau apa?..setan itu kerjaannya untuk membuat keraguan dan membuang buang waktu untuk debat konyol..percayalah kalau anda,ketemu orang yg mengaku PK ini  saya jamin anda pasti pingin segera menempeleng atau seperti saya dulu bilang..kalau kamu tidak bisa diam...gue lempar sandal lu...dan..tau nggak bbrp bulan kemudian dia ini memang seorang penipu dan oleh pak kyai dia dilarang masuk ke pesantren smpai batas wkt tertentu.....ya mungkin sampai dia sadar kali...jadi PK ini sudah cukuplah..wong sdh jelas belangnya kalau saya ketemu dia mungkin sdh kena tonjok banyak orang mknya dia takut ketemu langsung...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah jangan ladeni wahabi penipu macam pencari kebenaran ini&#8230;sya sudah pernah melihat model orang seperti danberdebat..yg pali g tepat jawaban dan membubat kawan saya terdiam adalh ..itulah sikap pribadi saya apa adanya atas dasar keyakinan saya..anda mau apa?..setan itu kerjaannya untuk membuat keraguan dan membuang buang waktu untuk debat konyol..percayalah kalau anda,ketemu orang yg mengaku PK ini  saya jamin anda pasti pingin segera menempeleng atau seperti saya dulu bilang..kalau kamu tidak bisa diam&#8230;gue lempar sandal lu&#8230;dan..tau nggak bbrp bulan kemudian dia ini memang seorang penipu dan oleh pak kyai dia dilarang masuk ke pesantren smpai batas wkt tertentu&#8230;..ya mungkin sampai dia sadar kali&#8230;jadi PK ini sudah cukuplah..wong sdh jelas belangnya kalau saya ketemu dia mungkin sdh kena tonjok banyak orang mknya dia takut ketemu langsung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DI BALIK PENGHANCURAN SITUS-SITUS SEJARAH ISLAM DI MAKKAH &#8211; MADINAH by mohammad.bisri</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/03/19/di-balik-penghancuran-situs-situs-sejarah-islam-di-makkah-madinah/comment-page-1/#comment-32265</link>
		<dc:creator>mohammad.bisri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 03:45:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9067#comment-32265</guid>
		<description><![CDATA[Ya sudahlah..semua masih memperoleh kesempatan untuk menyempurnakan amaliahnya kzrena Allah semata..marilah kita kembangkan sikap saling asuh asih dan saling berupaya mmenggunakan bahasa bantahan dg lebih baik,  tp apa perlunya debat kalau hanya menggelapkan hatikita..pesanGus Dur sebelum meninggal..fpi wahabi dan kelompok keras lainnya jangan dimusuhi tp harus dicintai jg sbg anak bengal ygperlu didoakan dan dipergauli dg baik , soal nanti memperoleh hidayah atau tidak itu hak mutlak alloh..ya karena siapa yg menjamin nasib kita....cuma Allah yg maha tahu tp bisa kok merasakannya coba jujur dan rasakan dgsegenap relungrasa batin anda..ya........Allah..............ya......Allah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya sudahlah..semua masih memperoleh kesempatan untuk menyempurnakan amaliahnya kzrena Allah semata..marilah kita kembangkan sikap saling asuh asih dan saling berupaya mmenggunakan bahasa bantahan dg lebih baik,  tp apa perlunya debat kalau hanya menggelapkan hatikita..pesanGus Dur sebelum meninggal..fpi wahabi dan kelompok keras lainnya jangan dimusuhi tp harus dicintai jg sbg anak bengal ygperlu didoakan dan dipergauli dg baik , soal nanti memperoleh hidayah atau tidak itu hak mutlak alloh..ya karena siapa yg menjamin nasib kita&#8230;.cuma Allah yg maha tahu tp bisa kok merasakannya coba jujur dan rasakan dgsegenap relungrasa batin anda..ya&#8230;&#8230;..Allah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..ya&#8230;&#8230;Allah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Jawaban untuk Wahabi yang Rindu Dihentikannya Penentangan Terhadap Wahabi by mohammad.bisri</title>
		<link>http://ummatipress.com/2012/03/14/jawaban-atas-kerinduan-dihentikannya-penentangan-muslimin-kepada-wahabi/comment-page-1/#comment-32264</link>
		<dc:creator>mohammad.bisri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 03:01:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=5895#comment-32264</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya orang bodoh fasik itu untuk menutupi kebodohannya ya dg menyerang orang lain..tp ketika diserang balik..kelihatan deh kelabakan  apalagikalau sdh ketutup dg hidayah..makin payah deh..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya orang bodoh fasik itu untuk menutupi kebodohannya ya dg menyerang orang lain..tp ketika diserang balik..kelihatan deh kelabakan  apalagikalau sdh ketutup dg hidayah..makin payah deh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by shofy</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32261</link>
		<dc:creator>shofy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 02:05:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32261</guid>
		<description><![CDATA[PINDAH TOPIK .... Gmn Pembahasan Tentang Akidah Imam Nawawi dan  Imam Ibnu Hajar belum selasai ? Ga ada bukti yg mendukung  yah, kalu pemahaman tauhid kedua imam tersebut tidak mengikuti Imam Abu Hasan Alasyari ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PINDAH TOPIK &#8230;. Gmn Pembahasan Tentang Akidah Imam Nawawi dan  Imam Ibnu Hajar belum selasai ? Ga ada bukti yg mendukung  yah, kalu pemahaman tauhid kedua imam tersebut tidak mengikuti Imam Abu Hasan Alasyari ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32260</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 01:45:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32260</guid>
		<description><![CDATA[Di masjid tempat sy rutin hadir kajian tiap pekan juga membahas syarah kitab riyadhushsholihin, sepekan dua kali. Yang berbeda, wkt ustadz-nya yg dulu cuma baca-baca aja, jadi yg hadir sedikit krn bosen dan merasa tdk ada manfaatnya. Nah, kira2 beberapa bulan terakhir ini ustadz-nya ganti, alumni Saudi.
Alhamdulillah yg hadir tambah banyak dan ilmunya juga bermanfaat.
Gimana dong? yg salah kitabnya? ustadz-nya? atau pemahamannya?  Sekarang masjid itu jadi lebih makmur. tp udah gak ada keramaian spt beduk/rebana, umbul2 dll.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di masjid tempat sy rutin hadir kajian tiap pekan juga membahas syarah kitab riyadhushsholihin, sepekan dua kali. Yang berbeda, wkt ustadz-nya yg dulu cuma baca-baca aja, jadi yg hadir sedikit krn bosen dan merasa tdk ada manfaatnya. Nah, kira2 beberapa bulan terakhir ini ustadz-nya ganti, alumni Saudi.<br />
Alhamdulillah yg hadir tambah banyak dan ilmunya juga bermanfaat.<br />
Gimana dong? yg salah kitabnya? ustadz-nya? atau pemahamannya?  Sekarang masjid itu jadi lebih makmur. tp udah gak ada keramaian spt beduk/rebana, umbul2 dll.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by Abdusysyukur</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32251</link>
		<dc:creator>Abdusysyukur</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 22:45:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32251</guid>
		<description><![CDATA[Ummu Hasanah semoga semoga hatimu juga Hasanah,
Ucapanmu juga Hasanah, tulisanmu juga Hasanah

Semasa hidup Imam Ibnu Hajar, Imam Nawawi belum ada wahabiyah tetapi yg sudah ada Wahbiyah
Pembagian tauhid 3(Uluhiyah,Rububiyah,dan Asmawasifah) beliau berdua menetangnya , cobalah baca syarah atau terjemahan yg bukan dari ulama;2 wahabi. cobalah dan bandingkan mana yg ilmiah.

Coba ya..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ummu Hasanah semoga semoga hatimu juga Hasanah,<br />
Ucapanmu juga Hasanah, tulisanmu juga Hasanah</p>
<p>Semasa hidup Imam Ibnu Hajar, Imam Nawawi belum ada wahabiyah tetapi yg sudah ada Wahbiyah<br />
Pembagian tauhid 3(Uluhiyah,Rububiyah,dan Asmawasifah) beliau berdua menetangnya , cobalah baca syarah atau terjemahan yg bukan dari ulama;2 wahabi. cobalah dan bandingkan mana yg ilmiah.</p>
<p>Coba ya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32239</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 15:12:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32239</guid>
		<description><![CDATA[@ummu hasanah

jawaban anti masih klise tidak sesuai pertanyaan, ga mudeng ya pertanyaan saya...? yang saya tanya wahabi apa as&#039;ariyah.....? biar tegas gitu jeng klo wahabi bilang wahabi, klo as&#039;ariyah bilang as&#039;ariyah gitu aja susah bener...!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ummu hasanah</p>
<p>jawaban anti masih klise tidak sesuai pertanyaan, ga mudeng ya pertanyaan saya&#8230;? yang saya tanya wahabi apa as&#8217;ariyah&#8230;..? biar tegas gitu jeng klo wahabi bilang wahabi, klo as&#8217;ariyah bilang as&#8217;ariyah gitu aja susah bener&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32234</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 12:13:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32234</guid>
		<description><![CDATA[ibnu ilyas, udah jelas  iyalah bang  orang bisa jadi pemimpin itu salah satunya adalah karena kecerdasannya, contoh ya seperti  Fir&#039;aun, Hitler, Marcos, Soeharto mereka adalah orang-orang yang cerdas. Bahkan Raja Abdul Azis bin Abdurrahaman Al-Saudi  yang konon mempunyai 30 istri , dengan kecerdasannya menggandeng yahudi bisa mendirikan kerajaan Arab Saudi. coba kalau dia gak cerdas mana bisa jadi raja ? Sepakat kan bang .......
 
 pepatah : &quot; semut diseberang lautan tampak, tetapi gajah didepan mata justru tidak nampak&quot; emang sangat tepat buat ulama wahabi ....  contohnya : bid&#039;ah dinegeri Indonesia tampak, tetapi maha bid&#039;ah di di kerajaan Arab Saudi justru tidak nampak.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibnu ilyas, udah jelas  iyalah bang  orang bisa jadi pemimpin itu salah satunya adalah karena kecerdasannya, contoh ya seperti  Fir&#8217;aun, Hitler, Marcos, Soeharto mereka adalah orang-orang yang cerdas. Bahkan Raja Abdul Azis bin Abdurrahaman Al-Saudi  yang konon mempunyai 30 istri , dengan kecerdasannya menggandeng yahudi bisa mendirikan kerajaan Arab Saudi. coba kalau dia gak cerdas mana bisa jadi raja ? Sepakat kan bang &#8230;&#8230;.</p>
<p> pepatah : &#8221; semut diseberang lautan tampak, tetapi gajah didepan mata justru tidak nampak&#8221; emang sangat tepat buat ulama wahabi &#8230;.  contohnya : bid&#8217;ah dinegeri Indonesia tampak, tetapi maha bid&#8217;ah di di kerajaan Arab Saudi justru tidak nampak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by abi raka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32232</link>
		<dc:creator>abi raka</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 09:11:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32232</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas

1. aneh ente bilang bahwa bin baz bukan seorang yang ma&#039;sum, bisa saja salah terus kenapa ente tidak menganggap hal yang sama pada gusdur dan ulama2 aswaja..? malah ente buat daftar dosa kaya ente tuhan aja yang bisa nentuin dosa apa nggak, buat saya ente malah ngeduluin tuhan menetukan orang dosa apa ga. berfikirlah wahai sodaraku

2. coba bandingkan gusdur bicara bukan dalam rangka memberikan fatwa, tapi pendapat dia sendiri yang bukan fatwa apalagi di bukukan dan katanya berdasarkan jumhur ulama? efeknya lebih besar mana boz? 
trus jumhur ulama mana yang membolehkan nikah dengan niat talak? tolong cariin kitabnya klo bs scan kitabnya trus posting disini

3.satu pertanyaan saya bagaimana hukumnya menurut ente kalo seseorang wahabi melakukan nikah dengan niat talak dengan alasan bin baz membolehkan..?
boleh apa nggak?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas</p>
<p>1. aneh ente bilang bahwa bin baz bukan seorang yang ma&#8217;sum, bisa saja salah terus kenapa ente tidak menganggap hal yang sama pada gusdur dan ulama2 aswaja..? malah ente buat daftar dosa kaya ente tuhan aja yang bisa nentuin dosa apa nggak, buat saya ente malah ngeduluin tuhan menetukan orang dosa apa ga. berfikirlah wahai sodaraku</p>
<p>2. coba bandingkan gusdur bicara bukan dalam rangka memberikan fatwa, tapi pendapat dia sendiri yang bukan fatwa apalagi di bukukan dan katanya berdasarkan jumhur ulama? efeknya lebih besar mana boz?<br />
trus jumhur ulama mana yang membolehkan nikah dengan niat talak? tolong cariin kitabnya klo bs scan kitabnya trus posting disini</p>
<p>3.satu pertanyaan saya bagaimana hukumnya menurut ente kalo seseorang wahabi melakukan nikah dengan niat talak dengan alasan bin baz membolehkan..?<br />
boleh apa nggak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32231</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 08:10:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32231</guid>
		<description><![CDATA[apakah koment saya kurang jelas mas baik saya ulangi lagi
 &quot;silahkan tampilkan teks arabnya saja
kemudian kita mencoba latihan memaknai
dengan tatacara memahami bahsa arab
seauai dengan ilmu yang telah saya
sampaikan dalam setiap koment saya..&quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah koment saya kurang jelas mas baik saya ulangi lagi<br />
 &#8220;silahkan tampilkan teks arabnya saja<br />
kemudian kita mencoba latihan memaknai<br />
dengan tatacara memahami bahsa arab<br />
seauai dengan ilmu yang telah saya<br />
sampaikan dalam setiap koment saya..&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32229</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 07:51:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32229</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah...
@Mas Alfeyd..
Saya akan buktikan bahwa tulisan dalam blog ini sama sekali tidak menyentuh kebenaran :

Nggak usah jauh-jauh mas, dalam artikel ini judulnya saja sudah profokatif dan tidak menyentuh kebenaran, yakni : “Investigasi hadits : kaum wahabi adalah pengikut manhaj dzul khuwaishirah at tamimi”

Itu sama saja dengan mengatakan bahwa wahaby adalah sesat.. 

Mas.., apa anda sudah membaca fatwa MUI tentang salafy wahaby??  Kalau belum ini salah satu artikelnya : artikelassunnah.blogspot.com/2009/12/fatwa-mui-tentang-manhaj-salafy.html#.UUvB2lt-U1I

Lalu ciri-ciri wahabby yang di maksud sesuai dengan hadits nabi mengenai khawarij itu jauh sekali dengan ciri-ciri wahaby..
Coba mas perhatikan dan bandingkan :
1.  Kaum khawarjij suka ngebom, salafy wahaby justru yang paling anti dengan bom dan teroris..

2. Kaum khawarij bercukur gundul, salafy wahaby justru mensunnahkan untuk membiarkan rambut.. Kalau wahaby bercukur gundul, tentu orang makkah dan madinah yang wahabby itu sudah gundul semua..
Coba mbak baca : kitab : Al Haq al mubin hal 45, dari Da’awi al munawi hal 190, disitu tertulis : Bahwa menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membiarkan rambut adalah sunnah, atau antum baca kitab majmu’ah muallafat syaikh ibnu abdil wahhab.. dan banyak kitab-kitab yang lain yang justru mengisyaratkan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membenci cukur gundul dan mensunnahkan untuk membiarkan rambut..

3.  Fitnah datangnya dari Najed?..
Semua ulama yang lurus dari zaman dulu sampai sekarang menafsirkan bahwa dimaksud arah timur adalah Iraq, sesuai dengan hadits berikut :
Riwayat Ath-Thabaraaniy dalam Mu’jamul-Kabiir.
Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Aliy Al-Ma’mariy : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Mas’uud : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Aun, dari ayahnya, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Beliau mengatakannya beberapa kali. Saat beliau mengatakan yang ketiga kali atau keempat, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah, dari juga ‘Iraaq kami ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sana lah muncul tanduk setan” [Al-Mu’jamul-Kabiir, 12/384 no. 13422; sanadnya jayyid].

Hadits diatas lebih diperkuat lagi dengan hadits yang lain sebagai berikut :
Riwayat Muslim dalam Shahih-nya. :
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Umar bin Abaan, Waashil bin ‘Abdil-A’laa, dan Ahmad bin ‘Umar Al-Wakii’iy (dan lafadhnya adalah lafadh Ibnu Abaan); mereka semua berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail, dari ayahnya, ia berkata : Aku mendengar Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar berkata : “Wahai penduduk ‘Iraaq, aku tidak bertanya tentang masalah kecil dan aku tidak mendorong kalian untuk masalah besar. Aku pernah mendengar ayahku, Abdullah bin ‘Umar berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu &#039;alaihi wa salam bersabda : ‘Sesungguhnya fitnah itu datang dari sini - ia menunjukkan tangannya ke arah timur - dari arah munculya dua tanduk setan’. Kalian saling menebas leher satu sama lain. Musa hanya membunuh orang yang ia bunuh yang berasal dari keluarga Fir&#039;aun itu karena tidak sengaja. Lalu Allah &#039;azza wa jalla berfirman padanya : &#039;Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.&quot; (Thaahaa: 40)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905 (50)].

Adapun tentang hadits dengan lafadz “Najd”, maka para ulama menafsirkan bahwa kata najd yang dimaksud adalah tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya..
Silakan merujuk kembali dalam kamus bahasa ‘Arab, Ibnul-Mndhuur menyebutkan :

 “Semua tanah yang tinggi dari Tihaamah sampai tanah ‘Iraaq, maka itu Najd” [lihat dalam Lisaanul-‘Arab].

Wallahu a’lam..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;<br />
@Mas Alfeyd..<br />
Saya akan buktikan bahwa tulisan dalam blog ini sama sekali tidak menyentuh kebenaran :</p>
<p>Nggak usah jauh-jauh mas, dalam artikel ini judulnya saja sudah profokatif dan tidak menyentuh kebenaran, yakni : “Investigasi hadits : kaum wahabi adalah pengikut manhaj dzul khuwaishirah at tamimi”</p>
<p>Itu sama saja dengan mengatakan bahwa wahaby adalah sesat.. </p>
<p>Mas.., apa anda sudah membaca fatwa MUI tentang salafy wahaby??  Kalau belum ini salah satu artikelnya : artikelassunnah.blogspot.com/2009/12/fatwa-mui-tentang-manhaj-salafy.html#.UUvB2lt-U1I</p>
<p>Lalu ciri-ciri wahabby yang di maksud sesuai dengan hadits nabi mengenai khawarij itu jauh sekali dengan ciri-ciri wahaby..<br />
Coba mas perhatikan dan bandingkan :<br />
1.  Kaum khawarjij suka ngebom, salafy wahaby justru yang paling anti dengan bom dan teroris..</p>
<p>2. Kaum khawarij bercukur gundul, salafy wahaby justru mensunnahkan untuk membiarkan rambut.. Kalau wahaby bercukur gundul, tentu orang makkah dan madinah yang wahabby itu sudah gundul semua..<br />
Coba mbak baca : kitab : Al Haq al mubin hal 45, dari Da’awi al munawi hal 190, disitu tertulis : Bahwa menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membiarkan rambut adalah sunnah, atau antum baca kitab majmu’ah muallafat syaikh ibnu abdil wahhab.. dan banyak kitab-kitab yang lain yang justru mengisyaratkan bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membenci cukur gundul dan mensunnahkan untuk membiarkan rambut..</p>
<p>3.  Fitnah datangnya dari Najed?..<br />
Semua ulama yang lurus dari zaman dulu sampai sekarang menafsirkan bahwa dimaksud arah timur adalah Iraq, sesuai dengan hadits berikut :<br />
Riwayat Ath-Thabaraaniy dalam Mu’jamul-Kabiir.<br />
Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Aliy Al-Ma’mariy : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Mas’uud : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Aun, dari ayahnya, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Beliau mengatakannya beberapa kali. Saat beliau mengatakan yang ketiga kali atau keempat, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah, dari juga ‘Iraaq kami ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sana lah muncul tanduk setan” [Al-Mu’jamul-Kabiir, 12/384 no. 13422; sanadnya jayyid].</p>
<p>Hadits diatas lebih diperkuat lagi dengan hadits yang lain sebagai berikut :<br />
Riwayat Muslim dalam Shahih-nya. :<br />
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Umar bin Abaan, Waashil bin ‘Abdil-A’laa, dan Ahmad bin ‘Umar Al-Wakii’iy (dan lafadhnya adalah lafadh Ibnu Abaan); mereka semua berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail, dari ayahnya, ia berkata : Aku mendengar Saalim bin ‘Abdillah bin ‘Umar berkata : “Wahai penduduk ‘Iraaq, aku tidak bertanya tentang masalah kecil dan aku tidak mendorong kalian untuk masalah besar. Aku pernah mendengar ayahku, Abdullah bin ‘Umar berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu &#8216;alaihi wa salam bersabda : ‘Sesungguhnya fitnah itu datang dari sini &#8211; ia menunjukkan tangannya ke arah timur &#8211; dari arah munculya dua tanduk setan’. Kalian saling menebas leher satu sama lain. Musa hanya membunuh orang yang ia bunuh yang berasal dari keluarga Fir&#8217;aun itu karena tidak sengaja. Lalu Allah &#8216;azza wa jalla berfirman padanya : &#8216;Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan.&#8221; (Thaahaa: 40)” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2905 (50)].</p>
<p>Adapun tentang hadits dengan lafadz “Najd”, maka para ulama menafsirkan bahwa kata najd yang dimaksud adalah tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya..<br />
Silakan merujuk kembali dalam kamus bahasa ‘Arab, Ibnul-Mndhuur menyebutkan :</p>
<p> “Semua tanah yang tinggi dari Tihaamah sampai tanah ‘Iraaq, maka itu Najd” [lihat dalam Lisaanul-‘Arab].</p>
<p>Wallahu a’lam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32227</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 07:14:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32227</guid>
		<description><![CDATA[saya masih menunggu ibnu ilyas, silahkan tampilkan artikel umati yang menurut sampean &quot;tidak menyentuh kebenaran&quot;..!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya masih menunggu ibnu ilyas, silahkan tampilkan artikel umati yang menurut sampean &#8220;tidak menyentuh kebenaran&#8221;..!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by urun rembug</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32225</link>
		<dc:creator>urun rembug</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 07:04:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32225</guid>
		<description><![CDATA[bismillah. ummu hasanah, sebaiknya anti belajar fiqh ala madzhab syafi`i dari ulama yang bermadzhab syafi`i. boleh saja baca kitab madzhab lain sebagai pembanding. tetapi ingat ummu, seorang murid lebih menguasai maksud yang disampaikan seorang gurunya ketimbang orang yang tidak berguru dan hanya mengira2. dan anti juga jangan menyimpulkan perkataan imam syafii tentang idza shohhal hadits...dst sebagai sebuah peluang untuk berijtihad bagi para muqollid. apakah anti sudah menguasai semua disiplin ilmu sbagai syarat menjadi mujtahid. kalau belum, jangan bawa2 perkataan imam syafi`i itu, itu ditujukan kepada orang yang  sudah menguasai semua disiplin ilmu untuk berijtihad. jangan deh ummu...berhati2 menggunakan statement orang lain, jika kita bukan ahlinya.
anti juga telah menyesatkan orang2 yang berfaham asyariyyah. berapa banyak ulama pembela agama di Indonesia dari jaman sebelum kemerdekaan ini sampai sekarang yang bermadzhab asyariyyah maturidiyah yang telah anti sesatkan. apakah anti berani bertanggung jawab di hadapan Allah. bagaimana dengan KH Hasyim Asyari dan sahabat2nya dari kalangan para ulama baik  di indonesia ataupun yang di tanah haram sana yang nota bene mereka lah para pejuang islam. fasaluu ahladzikri inkuntum la ta`lamuun, ya ukhtiiii..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah. ummu hasanah, sebaiknya anti belajar fiqh ala madzhab syafi`i dari ulama yang bermadzhab syafi`i. boleh saja baca kitab madzhab lain sebagai pembanding. tetapi ingat ummu, seorang murid lebih menguasai maksud yang disampaikan seorang gurunya ketimbang orang yang tidak berguru dan hanya mengira2. dan anti juga jangan menyimpulkan perkataan imam syafii tentang idza shohhal hadits&#8230;dst sebagai sebuah peluang untuk berijtihad bagi para muqollid. apakah anti sudah menguasai semua disiplin ilmu sbagai syarat menjadi mujtahid. kalau belum, jangan bawa2 perkataan imam syafi`i itu, itu ditujukan kepada orang yang  sudah menguasai semua disiplin ilmu untuk berijtihad. jangan deh ummu&#8230;berhati2 menggunakan statement orang lain, jika kita bukan ahlinya.<br />
anti juga telah menyesatkan orang2 yang berfaham asyariyyah. berapa banyak ulama pembela agama di Indonesia dari jaman sebelum kemerdekaan ini sampai sekarang yang bermadzhab asyariyyah maturidiyah yang telah anti sesatkan. apakah anti berani bertanggung jawab di hadapan Allah. bagaimana dengan KH Hasyim Asyari dan sahabat2nya dari kalangan para ulama baik  di indonesia ataupun yang di tanah haram sana yang nota bene mereka lah para pejuang islam. fasaluu ahladzikri inkuntum la ta`lamuun, ya ukhtiiii..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32224</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 06:55:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32224</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
Bismillah..
@Mas gandi..
Kalau kecerdasan itu diukur dari pernahnya dia jadi pemimpin.. 
Ketahuilah, Fir’aun, Hitler, Marcos dan Simon Perez juga jadi pemimpin, bahkan ketokohannya diakui lebih hebat daripada gusdur…
Mungkin dia cerdas dalam satu hal, tapi dalam hal pikiran dan mental, maka apakah anda berani menjamin bahwa perkataan gusdur “ Al qur’an adalah kitab suci paling porno di dunia” itu adalah perkataan yang cerdas dan di ucapkan oleh orang yang mentalnya sehat??

Mengenai syaikh bin baz yang mengatakan bumi itu datar : 
Begitulah kebiasaan ahlul bid’ah yang suka memotong-motong berita.  
Adapun kabar selengkapnya adalah sebagai berikut :
Sebagaimana diketahui teori bumi terbagi menjadi 2 pendapat, yakni pendapat Ibnu Hazm yang menyatakan bahwa bumi adalah bulat.  Dan pendapat Imam Al qurthubi yang berpendapat bahwa bumi adalah rata.
Sebagaimana halnya Imam al-Qurthubi yang berpendapat bahwa bumi itu rata, Syaikh Bin Baz pada awalnya juga merupakan seorang yang mempercayai bahwasanya bumi itu rata. 
Namun suatu ketika ada seseorang yang mengabarkan pada Syaikh Bin Baz perihal ekspedisi luar angkasa yang dilakukan oleh beberapa ilmuan barat, dan hal ini membuktikan kebenaran tafsir Imam Ibnu Hazm dalam menafsirkan sebuah ayat didalam Al-Qur&#039;an yaitu surat Al-Gashiyyah ayat 20. Imam Ibnu Hazm berpendapat bahwa penekanan kata &quot;dihamparkan&quot; pada surat Al-Ghasiyyah ayat 20 menunjukkan bahwa sebenarnya bentuk bumi itu tak rata dan terhampar sebagaimana karpet, namun karena kekuasaan Allah sehingga bumi yang tak rata itu seakan-akan terhampar pada bagian permukaannya dan makhluk hidup pun bisa tinggal serta berjalan-jalan diatasnya.
&quot;Dan (apakah mereka tidak memperhatikan) bumi, bagaimana ia dihamparkan&quot; (QS. Al-Gashiyyah: 20)
Sejak saat itu maka muncul sebuah fatwa rujuknya Syaikh Bin Baz dari pendapat bahwa bumi itu rata dan beliaupun berhujjah dengan pendapat Imam Ibnu Hazm diatas..
Adalah sesuatu yang wajar, seorang ulama melakukan kesalahan dalam berfatwa, apalagi beliau telah rujuk dengan pendapat yang benar..
Tidak ada seorangpun yang dianggap ma’sum kecuali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam…
Jangankan syaikh bin baz, para imam dan ulama besar, dan bahkan sahabat nabi saja pernah melakukan kesalahan dalam beritjihad. Tidakkah kalian perhatikan kesalahan ijtihad dari sahabat mu’awiyah, thalhah, zubair, bahkan aisyah radiyallahu anha ketika memerangi Imam Ali radiyallahu anhu..

Lagipula kenapa anda sibuk-sibuk ngurusi kesalahan ijtihad syaikh bin baz, padahal di depan mata kalian, ulama panutan kalian yang kalian puja puji melakukan banyak sekali kesalahan dan kekacauan dalam berpikir dan berucap. Dari seorang kyai yang mengatakan al qur’an porno, semua agama adalah sama, niat melakukan hubungan dagang dengan Israel (yahudi), melukis dengan lukisan aneh “zikir bersama inul”, sampai yang mengatakan bahwa hampir semua sahabat rasulullah murtad setelah wafatnya rasulullah kecuali sebagian kecil saja, namun itupun bukan karena keimanan, tetapi karena fanatisme kabilah (ini sama saja mengatakan bahwa para sahabat r.a. adalah munafik), na’udzu billahi min dzalik…
Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran nyleneh dari tokoh-tokoh anda, namun anda sendiri kok tenang-tenang saja,  malahan taklid kepada mereka…
Ibarat pepatah : “Semut diseberang lautan tampak, tetapi gajah didepan mata justru tidak nampak”.
Aneh bin ajaib..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
Bismillah..<br />
@Mas gandi..<br />
Kalau kecerdasan itu diukur dari pernahnya dia jadi pemimpin..<br />
Ketahuilah, Fir’aun, Hitler, Marcos dan Simon Perez juga jadi pemimpin, bahkan ketokohannya diakui lebih hebat daripada gusdur…<br />
Mungkin dia cerdas dalam satu hal, tapi dalam hal pikiran dan mental, maka apakah anda berani menjamin bahwa perkataan gusdur “ Al qur’an adalah kitab suci paling porno di dunia” itu adalah perkataan yang cerdas dan di ucapkan oleh orang yang mentalnya sehat??</p>
<p>Mengenai syaikh bin baz yang mengatakan bumi itu datar :<br />
Begitulah kebiasaan ahlul bid’ah yang suka memotong-motong berita.<br />
Adapun kabar selengkapnya adalah sebagai berikut :<br />
Sebagaimana diketahui teori bumi terbagi menjadi 2 pendapat, yakni pendapat Ibnu Hazm yang menyatakan bahwa bumi adalah bulat.  Dan pendapat Imam Al qurthubi yang berpendapat bahwa bumi adalah rata.<br />
Sebagaimana halnya Imam al-Qurthubi yang berpendapat bahwa bumi itu rata, Syaikh Bin Baz pada awalnya juga merupakan seorang yang mempercayai bahwasanya bumi itu rata.<br />
Namun suatu ketika ada seseorang yang mengabarkan pada Syaikh Bin Baz perihal ekspedisi luar angkasa yang dilakukan oleh beberapa ilmuan barat, dan hal ini membuktikan kebenaran tafsir Imam Ibnu Hazm dalam menafsirkan sebuah ayat didalam Al-Qur&#8217;an yaitu surat Al-Gashiyyah ayat 20. Imam Ibnu Hazm berpendapat bahwa penekanan kata &#8220;dihamparkan&#8221; pada surat Al-Ghasiyyah ayat 20 menunjukkan bahwa sebenarnya bentuk bumi itu tak rata dan terhampar sebagaimana karpet, namun karena kekuasaan Allah sehingga bumi yang tak rata itu seakan-akan terhampar pada bagian permukaannya dan makhluk hidup pun bisa tinggal serta berjalan-jalan diatasnya.<br />
&#8220;Dan (apakah mereka tidak memperhatikan) bumi, bagaimana ia dihamparkan&#8221; (QS. Al-Gashiyyah: 20)<br />
Sejak saat itu maka muncul sebuah fatwa rujuknya Syaikh Bin Baz dari pendapat bahwa bumi itu rata dan beliaupun berhujjah dengan pendapat Imam Ibnu Hazm diatas..<br />
Adalah sesuatu yang wajar, seorang ulama melakukan kesalahan dalam berfatwa, apalagi beliau telah rujuk dengan pendapat yang benar..<br />
Tidak ada seorangpun yang dianggap ma’sum kecuali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam…<br />
Jangankan syaikh bin baz, para imam dan ulama besar, dan bahkan sahabat nabi saja pernah melakukan kesalahan dalam beritjihad. Tidakkah kalian perhatikan kesalahan ijtihad dari sahabat mu’awiyah, thalhah, zubair, bahkan aisyah radiyallahu anha ketika memerangi Imam Ali radiyallahu anhu..</p>
<p>Lagipula kenapa anda sibuk-sibuk ngurusi kesalahan ijtihad syaikh bin baz, padahal di depan mata kalian, ulama panutan kalian yang kalian puja puji melakukan banyak sekali kesalahan dan kekacauan dalam berpikir dan berucap. Dari seorang kyai yang mengatakan al qur’an porno, semua agama adalah sama, niat melakukan hubungan dagang dengan Israel (yahudi), melukis dengan lukisan aneh “zikir bersama inul”, sampai yang mengatakan bahwa hampir semua sahabat rasulullah murtad setelah wafatnya rasulullah kecuali sebagian kecil saja, namun itupun bukan karena keimanan, tetapi karena fanatisme kabilah (ini sama saja mengatakan bahwa para sahabat r.a. adalah munafik), na’udzu billahi min dzalik…<br />
Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran nyleneh dari tokoh-tokoh anda, namun anda sendiri kok tenang-tenang saja,  malahan taklid kepada mereka…<br />
Ibarat pepatah : “Semut diseberang lautan tampak, tetapi gajah didepan mata justru tidak nampak”.<br />
Aneh bin ajaib..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32223</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 06:17:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32223</guid>
		<description><![CDATA[catatan aja bang...
ummu hasanah disuruh  ngajinya jangan di  radio roja lho.. soalnya kalo ngajinya disana ummu hasanah namanya pasti udah sip.  Gak kaya   nama nama budi, wisnu, bambang dll yang menurut ustadz roja itu semua adalah nama nama hindu dan harus diganti namanya he he....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>catatan aja bang&#8230;<br />
ummu hasanah disuruh  ngajinya jangan di  radio roja lho.. soalnya kalo ngajinya disana ummu hasanah namanya pasti udah sip.  Gak kaya   nama nama budi, wisnu, bambang dll yang menurut ustadz roja itu semua adalah nama nama hindu dan harus diganti namanya he he&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by gandi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32221</link>
		<dc:creator>gandi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:58:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32221</guid>
		<description><![CDATA[ibnu ilyas lo mikir dong.... jangan cuma ngurusin bid&#039;ah orang lain aja.........
kalau gak cerdas mana bisa Gusdur jadi presiden RI ? Kalau gak cerdas mana bisa Gusdur diakui ketokohannya oleh dunia ?  atau menurut ibnu Ilyas yang cerdas itu macam ulama wahabi yang mengatakan bahwa  bumi datar  ya. ?????... xi xi xi xi]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibnu ilyas lo mikir dong&#8230;. jangan cuma ngurusin bid&#8217;ah orang lain aja&#8230;&#8230;&#8230;<br />
kalau gak cerdas mana bisa Gusdur jadi presiden RI ? Kalau gak cerdas mana bisa Gusdur diakui ketokohannya oleh dunia ?  atau menurut ibnu Ilyas yang cerdas itu macam ulama wahabi yang mengatakan bahwa  bumi datar  ya. ?????&#8230; xi xi xi xi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32220</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:56:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32220</guid>
		<description><![CDATA[tanggapi tulisan saya yang atas mas ibnu ilyas... bagaimana... tunjukan bahwa hujjah anda memang paatut untuk sampean bela sampek mati...

setelah itu kita bahas tulisan saya yang di bawahnya kemudian bawahnya lagi biar tertib tidak ngalor ngidul]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tanggapi tulisan saya yang atas mas ibnu ilyas&#8230; bagaimana&#8230; tunjukan bahwa hujjah anda memang paatut untuk sampean bela sampek mati&#8230;</p>
<p>setelah itu kita bahas tulisan saya yang di bawahnya kemudian bawahnya lagi biar tertib tidak ngalor ngidul</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32219</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:50:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32219</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@Mas Alfeyd..
Anda berkata : maka sekali lagi.. jangan sampai
menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada
orang yang sahadat..

Jawab : Mas, kalimat tersebut mestinya anda pakai untuk menasehati kawan-kawan anda dan (mungkin) kepada diri anda sendiri supaya tidak sembarangan mengucap kata murtad, kafir, musyrik, pengikut dajjal, pengikut khawarij, kepada orang-orang yang berpegang teguh dengan manhaj salaf yang kalian sebut dengan wahaby itu..
Karena kaum salafy wahaby juga bersahadat bahkan dengan sahadat yang benar, sehingga mereka dikenal dengan ahlul tauhid..

Apakah kalian, hai orang NU Aswaja pernah disebut sebagai ahlul tauhid..??

Apakah blog ini bisa disebut dengan blog yang menyentuh kebenaran, jika tidak bisa menerapkan apa yang diucapkannya sendiri..?  
Yakni disatu sisi mencela orang yang telah menuduh mereka dengan ahlul bid’ah dan banyak melakukan kesyirikan, padahal di sisi lain mereka sendiri justru menuduh kaum wahaby dengan tuduhan yang lebih parah…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@Mas Alfeyd..<br />
Anda berkata : maka sekali lagi.. jangan sampai<br />
menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada<br />
orang yang sahadat..</p>
<p>Jawab : Mas, kalimat tersebut mestinya anda pakai untuk menasehati kawan-kawan anda dan (mungkin) kepada diri anda sendiri supaya tidak sembarangan mengucap kata murtad, kafir, musyrik, pengikut dajjal, pengikut khawarij, kepada orang-orang yang berpegang teguh dengan manhaj salaf yang kalian sebut dengan wahaby itu..<br />
Karena kaum salafy wahaby juga bersahadat bahkan dengan sahadat yang benar, sehingga mereka dikenal dengan ahlul tauhid..</p>
<p>Apakah kalian, hai orang NU Aswaja pernah disebut sebagai ahlul tauhid..??</p>
<p>Apakah blog ini bisa disebut dengan blog yang menyentuh kebenaran, jika tidak bisa menerapkan apa yang diucapkannya sendiri..?<br />
Yakni disatu sisi mencela orang yang telah menuduh mereka dengan ahlul bid’ah dan banyak melakukan kesyirikan, padahal di sisi lain mereka sendiri justru menuduh kaum wahaby dengan tuduhan yang lebih parah…</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by shofy</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32218</link>
		<dc:creator>shofy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:34:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32218</guid>
		<description><![CDATA[mbak dari pada jelasinnya muter-muter kayak orang bingung, kasih buktinya dong ...kalu kedua imam itu ikut aliran wahabi bukan Asy’ariyah, tp buktinya jgn copy paste terjemahan nya, harus  dr kitab-kitab karya kedua imam besar sunni dan halaman berapa? kalu cuma ngalor ngidul modal ngeyel, anak SD jg bisa]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mbak dari pada jelasinnya muter-muter kayak orang bingung, kasih buktinya dong &#8230;kalu kedua imam itu ikut aliran wahabi bukan Asy’ariyah, tp buktinya jgn copy paste terjemahan nya, harus  dr kitab-kitab karya kedua imam besar sunni dan halaman berapa? kalu cuma ngalor ngidul modal ngeyel, anak SD jg bisa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32217</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:29:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32217</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
Anda katakan gusdur cerdas??
Itu artinya anda juga meyakini bahwa perkataan gusdur : Al qur’an adalah kitab suci paling porno di dunia” adalah perkataan yang keluar dari otak orang yang sangat cerdas”.. Berarti anda meyakini kebenaran perkataan tersebut.. Astaghfirullahal adzhiim..
Mas alfeyd, sadarlah, dan bertobatlah…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
Anda katakan gusdur cerdas??<br />
Itu artinya anda juga meyakini bahwa perkataan gusdur : Al qur’an adalah kitab suci paling porno di dunia” adalah perkataan yang keluar dari otak orang yang sangat cerdas”.. Berarti anda meyakini kebenaran perkataan tersebut.. Astaghfirullahal adzhiim..<br />
Mas alfeyd, sadarlah, dan bertobatlah…</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32216</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:21:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32216</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah…
Apa anda sudah baca koment-koment kawan-kawan anda dalam blog ini?? mana yang lebih kejam dari apa yang saya tuliskan??
Saya hanya menyoroti satu orang kyai NU saja, tapi kawan-kawan anda dan (barangkali) anda sendiri menuduh seluruh pengikut manhaj salaf di seluruh dunia sebagai kafir, musyrik, munafik, pengikut dajjal, penghuni neraka, menuduh sebagai khawarij.. Bahkan ada yang mendoakan dengan “laknatullah alaih (naudzu billahi min dzalik..)..
Seperti itukah akhlak seorang muslim?? Saling mendoakan dengan keburukan??

Sekali lagi, mana yang lebih kejam mas alfeyd????...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah…<br />
Apa anda sudah baca koment-koment kawan-kawan anda dalam blog ini?? mana yang lebih kejam dari apa yang saya tuliskan??<br />
Saya hanya menyoroti satu orang kyai NU saja, tapi kawan-kawan anda dan (barangkali) anda sendiri menuduh seluruh pengikut manhaj salaf di seluruh dunia sebagai kafir, musyrik, munafik, pengikut dajjal, penghuni neraka, menuduh sebagai khawarij.. Bahkan ada yang mendoakan dengan “laknatullah alaih (naudzu billahi min dzalik..)..<br />
Seperti itukah akhlak seorang muslim?? Saling mendoakan dengan keburukan??</p>
<p>Sekali lagi, mana yang lebih kejam mas alfeyd????&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32214</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:01:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32214</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah…
@Alfeyd..
Sehingga jelas bagi kami bahwa fatwa albani berdasarkan qorinah2 tadi adalah mengusir rakyat palestina dengan halus.. YANG AKHIRNYA TUDUHAN KAMI BUKAN FITNAH
Anda mengatakan “tuduhan kami bukan fitnah”.. Kalimat tersebut justru secara jelas mengungkapkan fitnah yang anda lontarkan.. 

Adapun yang saya tuliskan : 
“Dibaptis. Ini pertanda bahwa gusdur barangkali munafik”.
Masih ada kata “barangkali”…

Mana yang lebih kejam????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah…<br />
@Alfeyd..<br />
Sehingga jelas bagi kami bahwa fatwa albani berdasarkan qorinah2 tadi adalah mengusir rakyat palestina dengan halus.. YANG AKHIRNYA TUDUHAN KAMI BUKAN FITNAH<br />
Anda mengatakan “tuduhan kami bukan fitnah”.. Kalimat tersebut justru secara jelas mengungkapkan fitnah yang anda lontarkan.. </p>
<p>Adapun yang saya tuliskan :<br />
“Dibaptis. Ini pertanda bahwa gusdur barangkali munafik”.<br />
Masih ada kata “barangkali”…</p>
<p>Mana yang lebih kejam????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by hariadi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32213</link>
		<dc:creator>hariadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 04:31:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32213</guid>
		<description><![CDATA[sesungguhnya yang mengatakan asy&#039;ariyah sesat adalah mereka yang di hati dan pikirannya ditutupi kebodohan dan kedengkian]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sesungguhnya yang mengatakan asy&#8217;ariyah sesat adalah mereka yang di hati dan pikirannya ditutupi kebodohan dan kedengkian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by Ahmad Ziidan AlFikri</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32212</link>
		<dc:creator>Ahmad Ziidan AlFikri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 04:24:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32212</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT lah yang menjamin kemurnian islam sejak Nabi Muhammad SAW wafat sampai akhir zaman nanti,bukan wahabi dkk.Wahabi muncul jauh setelah Nabi SAW wafat dan tiba2 menganggap golongan selain mereka sesat,,,berfikirlah yang jernih dengan tanpa emosi wahai para wahabiyun,kalian telah bertaqlid buta kepada ulama2 kalian khususnya dlm hal sesat menyesatkan,siapa2 yang disesatkan oleh abdulwahab,ibnu taimiyah,albani dkk kalian ikuti tanpa ada sedikitpun penolakan,tanpa mempelajari dl,terimalah kenyataan raja king abdullah slh 1 orang kebanggaan kalian sangat dekat dengan orang yahudi,mudah kok kalo pengen tau tinggal lihat di youtube.
Jadilah umat yang membawa kedamaian bagi umat lain,terimalah perbedaan karena perbedaan adalah hidayah dari Allah SWT]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allah SWT lah yang menjamin kemurnian islam sejak Nabi Muhammad SAW wafat sampai akhir zaman nanti,bukan wahabi dkk.Wahabi muncul jauh setelah Nabi SAW wafat dan tiba2 menganggap golongan selain mereka sesat,,,berfikirlah yang jernih dengan tanpa emosi wahai para wahabiyun,kalian telah bertaqlid buta kepada ulama2 kalian khususnya dlm hal sesat menyesatkan,siapa2 yang disesatkan oleh abdulwahab,ibnu taimiyah,albani dkk kalian ikuti tanpa ada sedikitpun penolakan,tanpa mempelajari dl,terimalah kenyataan raja king abdullah slh 1 orang kebanggaan kalian sangat dekat dengan orang yahudi,mudah kok kalo pengen tau tinggal lihat di youtube.<br />
Jadilah umat yang membawa kedamaian bagi umat lain,terimalah perbedaan karena perbedaan adalah hidayah dari Allah SWT</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32210</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 03:30:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32210</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas: Dalil yang mana mas..
Semua dalil-
dalil yang anda dan kawan-kawan anda
sampaikan sama sekali tidak menyentuh
kebenaran..
mas mas.. sudah berapa lama golongan
anda mengikuti perkembangan blok ini,
dan apakh hujah golongan anda pernah
bertahan lama menghadapi hujah-hujah
aswaja.. ? pernahkah itu terpikirkan oleh
kalian… ???
kalau sampean mengatakan “jauh dari
kebenaran” bisa sampean sebutkan di
bagian mana hal tersbt terjadi atau dalam
pembahasan apa? mari kita kupas lagi
dengan hati ikhlas… kalau anda mau
silahkan tampilkan teks arabnya saja
kemudian kita mencoba latihan memaknai
dengan tatacara memahami bahsa arab
seauai dengan ilmu yang telah saya
sampaikan dalam setiap koment saya..
ibnu ilyas:
Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani
bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk
mengusir rakyat Palestina??
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur)
pernah turun langsung ke Palestina untuk
membantu rakyat palestina??
saya: adakah koment saya menuduh
albani.. saya mengatakan “berdasarkan
qorinah”
dan apakah sampean juga tau isi hati
albani..??
mengenai gusdur apakah sampean juga
tau isi hati gusdur? bahkan sampean
sudah berani mengatakan “murtad” lantas
kejam mana tulisan saya dibanding tulisan
anda..??
la nek sampean tetap mempermasalahkan
gusdur ingat beliau adalah tokoh
kontroversial yang kemampuan IQnya di
atas rata2 dan saya yaqin kemampuan
saya dan sampean belum mampu untuk
menguak apa yang dikehendaki gusdur..
silahkan klik
www.gusdur.net/Opini/Print_page?
id=232/hl=id/
Mencangkok_Kecerdasan_Gus_Dur
sedangkan bukti2 sumber lain yang telah
saya carikan “untuk anda” itu juga tidak
bisa menjamin bahwa itu yang dikendaki
gusdur.. maka sekali lagi.. jangan sampai
menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada
orang yang sahadat..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas: Dalil yang mana mas..<br />
Semua dalil-<br />
dalil yang anda dan kawan-kawan anda<br />
sampaikan sama sekali tidak menyentuh<br />
kebenaran..<br />
mas mas.. sudah berapa lama golongan<br />
anda mengikuti perkembangan blok ini,<br />
dan apakh hujah golongan anda pernah<br />
bertahan lama menghadapi hujah-hujah<br />
aswaja.. ? pernahkah itu terpikirkan oleh<br />
kalian… ???<br />
kalau sampean mengatakan “jauh dari<br />
kebenaran” bisa sampean sebutkan di<br />
bagian mana hal tersbt terjadi atau dalam<br />
pembahasan apa? mari kita kupas lagi<br />
dengan hati ikhlas… kalau anda mau<br />
silahkan tampilkan teks arabnya saja<br />
kemudian kita mencoba latihan memaknai<br />
dengan tatacara memahami bahsa arab<br />
seauai dengan ilmu yang telah saya<br />
sampaikan dalam setiap koment saya..<br />
ibnu ilyas:<br />
Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..<br />
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani<br />
bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk<br />
mengusir rakyat Palestina??<br />
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur)<br />
pernah turun langsung ke Palestina untuk<br />
membantu rakyat palestina??<br />
saya: adakah koment saya menuduh<br />
albani.. saya mengatakan “berdasarkan<br />
qorinah”<br />
dan apakah sampean juga tau isi hati<br />
albani..??<br />
mengenai gusdur apakah sampean juga<br />
tau isi hati gusdur? bahkan sampean<br />
sudah berani mengatakan “murtad” lantas<br />
kejam mana tulisan saya dibanding tulisan<br />
anda..??<br />
la nek sampean tetap mempermasalahkan<br />
gusdur ingat beliau adalah tokoh<br />
kontroversial yang kemampuan IQnya di<br />
atas rata2 dan saya yaqin kemampuan<br />
saya dan sampean belum mampu untuk<br />
menguak apa yang dikehendaki gusdur..<br />
silahkan klik<br />
<a href="http://www.gusdur.net/Opini/Print_page?" rel="nofollow">http://www.gusdur.net/Opini/Print_page?</a><br />
id=232/hl=id/<br />
Mencangkok_Kecerdasan_Gus_Dur<br />
sedangkan bukti2 sumber lain yang telah<br />
saya carikan “untuk anda” itu juga tidak<br />
bisa menjamin bahwa itu yang dikendaki<br />
gusdur.. maka sekali lagi.. jangan sampai<br />
menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada<br />
orang yang sahadat..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32209</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 03:20:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32209</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas: Jawab : Dalil yang mana mas..
Semua dalil-
dalil yang anda dan kawan-kawan anda
sampaikan sama sekali tidak menyentuh
kebenaran..
mas mas.. sudah berapa lama golongan
anda mengikuti perkembangan blok ini,
dan apakh hujah golongan anda pernah
bertahan lama menghadapi hujah-hujah
aswaja.. ? pernahkah itu terpikirkan oleh
kalian… ???
kalau sampean mengatakan “jauh dari
kebenaran” bisa sampean sebutkan di
bagian mana hal tersbt terjadi atau dalam
pembahasan apa? mari kita kupas lagi
dengan hati ikhlas… kalau anda mau
silahkan tampilkan teks arabnya saja
kemudian kita mencoba latihan memaknai
dengan tatacara memahami bahsa arab
seauai dengan ilmu yang telah saya
sampaikan dalam setiap koment saya..
ibnu ilyas:
Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani
bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk
mengusir rakyat Palestina??
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur)
pernah turun langsung ke Palestina untuk
membantu rakyat palestina??
saya: adakah koment saya menuduh
albani.. saya mengatakan “berdasarkan
qorinah”
dan apakah sampean juga tau isi hati
albani..??
mengenai gusdur apakah sampean juga
tau isi hati gusdur? bahkan sampean
sudah berani mengatakan “murtad” lantas
kejam mana tulisan saya dibanding tulisan
anda..??
la nek sampean tetap mempermasalahkan
gusdur ingat beliau adalah tokoh
kontroversial yang kemampuan IQnya di
atas rata2 dan saya yaqin kemampuan
saya dan sampean belum mampu untuk
menguak apa yang dikehendaki gusdur..
silahkan klik
www.gusdur.net/Opini/Print_page?
id=232/hl=id/
Mencangkok_Kecerdasan_Gus_Dur
sedangkan bukti2 sumber lain yang telah
saya carikan “untuk anda” itu juga tidak
bisa menjamin bahwa itu yang dikendaki
gusdur.. maka sekali lagi.. jangan sampai
menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada
orang yang sahadat..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas: Jawab : Dalil yang mana mas..<br />
Semua dalil-<br />
dalil yang anda dan kawan-kawan anda<br />
sampaikan sama sekali tidak menyentuh<br />
kebenaran..<br />
mas mas.. sudah berapa lama golongan<br />
anda mengikuti perkembangan blok ini,<br />
dan apakh hujah golongan anda pernah<br />
bertahan lama menghadapi hujah-hujah<br />
aswaja.. ? pernahkah itu terpikirkan oleh<br />
kalian… ???<br />
kalau sampean mengatakan “jauh dari<br />
kebenaran” bisa sampean sebutkan di<br />
bagian mana hal tersbt terjadi atau dalam<br />
pembahasan apa? mari kita kupas lagi<br />
dengan hati ikhlas… kalau anda mau<br />
silahkan tampilkan teks arabnya saja<br />
kemudian kita mencoba latihan memaknai<br />
dengan tatacara memahami bahsa arab<br />
seauai dengan ilmu yang telah saya<br />
sampaikan dalam setiap koment saya..<br />
ibnu ilyas:<br />
Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..<br />
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani<br />
bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk<br />
mengusir rakyat Palestina??<br />
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur)<br />
pernah turun langsung ke Palestina untuk<br />
membantu rakyat palestina??<br />
saya: adakah koment saya menuduh<br />
albani.. saya mengatakan “berdasarkan<br />
qorinah”<br />
dan apakah sampean juga tau isi hati<br />
albani..??<br />
mengenai gusdur apakah sampean juga<br />
tau isi hati gusdur? bahkan sampean<br />
sudah berani mengatakan “murtad” lantas<br />
kejam mana tulisan saya dibanding tulisan<br />
anda..??<br />
la nek sampean tetap mempermasalahkan<br />
gusdur ingat beliau adalah tokoh<br />
kontroversial yang kemampuan IQnya di<br />
atas rata2 dan saya yaqin kemampuan<br />
saya dan sampean belum mampu untuk<br />
menguak apa yang dikehendaki gusdur..<br />
silahkan klik<br />
<a href="http://www.gusdur.net/Opini/Print_page?" rel="nofollow">http://www.gusdur.net/Opini/Print_page?</a><br />
id=232/hl=id/<br />
Mencangkok_Kecerdasan_Gus_Dur<br />
sedangkan bukti2 sumber lain yang telah<br />
saya carikan “untuk anda” itu juga tidak<br />
bisa menjamin bahwa itu yang dikendaki<br />
gusdur.. maka sekali lagi.. jangan sampai<br />
menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada<br />
orang yang sahadat..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32208</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 03:07:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32208</guid>
		<description><![CDATA[ummu hasanah : Mas Alfeyd, bukankah yg
sedang antum jelaskan itu ttg
pendapat antum bahwa w9 yang meng-
Islamkan orang hampir se-Asia
menggunakan bahasa Indonesia?
Apakah layak memahami bahasa Indonesia
dengan kaidah bahasa yg lain?

saya: sekali lagi saya tegaskan yang saya tanyakan benar apa salah? ??]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu hasanah : Mas Alfeyd, bukankah yg<br />
sedang antum jelaskan itu ttg<br />
pendapat antum bahwa w9 yang meng-<br />
Islamkan orang hampir se-Asia<br />
menggunakan bahasa Indonesia?<br />
Apakah layak memahami bahasa Indonesia<br />
dengan kaidah bahasa yg lain?</p>
<p>saya: sekali lagi saya tegaskan yang saya tanyakan benar apa salah? ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32207</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 03:05:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32207</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah…
@Mas abi raka..
Dalam masalah ini (nikah dengan niat talak), demi sifat kehati-hatian, kami mengambil pendapat dari Syaikh Utsaimin..
Tapi kami juga tidak menyalahkan pendapat syaikh bin baz, karena beliau telah berfatwa berdasarkan pendapat jumhur ulama dari kalangan ulama ahlu sunnah, jadi bukan dengan hawa nafsu beliau..
Anggaplah bahwa fatwa syaikh bin baz itu dianggap sebagai suatu kesalahan, maka hal itu adalah sesuatu yang wajar, seorang ulama melakukan kesalahan dalam berfatwa, apalagi beliau berfatwa dengan mengambil pendapat dari banyak ulama salaf..
Tidak ada seorangpun yang dianggap ma’sum kecuali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam…
Jangankan syaikh bin baz, para imam dan ulama besar, dan bahkan sahabat nabi saja pernah melakukan kesalahan dalam beritjihad. Tidakkah anda perhatikan kesalahan ijtihad dari sahabat mu’awiyah, thalhah, zubair, bahkan aisyah radiyallahu anha ketika memerangi Imam Ali radiyallahu anhu..?
Dan tidakkah anda perhatikan perbedaan pendapat dari para imam mazhab?  Beranikah kita mengatakan bahwa mereka itu sesat?
Pikirkanlah wahai saudaraku…

Wallahu a’lam..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah…<br />
@Mas abi raka..<br />
Dalam masalah ini (nikah dengan niat talak), demi sifat kehati-hatian, kami mengambil pendapat dari Syaikh Utsaimin..<br />
Tapi kami juga tidak menyalahkan pendapat syaikh bin baz, karena beliau telah berfatwa berdasarkan pendapat jumhur ulama dari kalangan ulama ahlu sunnah, jadi bukan dengan hawa nafsu beliau..<br />
Anggaplah bahwa fatwa syaikh bin baz itu dianggap sebagai suatu kesalahan, maka hal itu adalah sesuatu yang wajar, seorang ulama melakukan kesalahan dalam berfatwa, apalagi beliau berfatwa dengan mengambil pendapat dari banyak ulama salaf..<br />
Tidak ada seorangpun yang dianggap ma’sum kecuali Rasulullah shalallahu alaihi wasallam…<br />
Jangankan syaikh bin baz, para imam dan ulama besar, dan bahkan sahabat nabi saja pernah melakukan kesalahan dalam beritjihad. Tidakkah anda perhatikan kesalahan ijtihad dari sahabat mu’awiyah, thalhah, zubair, bahkan aisyah radiyallahu anha ketika memerangi Imam Ali radiyallahu anhu..?<br />
Dan tidakkah anda perhatikan perbedaan pendapat dari para imam mazhab?  Beranikah kita mengatakan bahwa mereka itu sesat?<br />
Pikirkanlah wahai saudaraku…</p>
<p>Wallahu a’lam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by indra</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32206</link>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 02:56:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32206</guid>
		<description><![CDATA[@Ummu H. Daripada pusing, mari refreshing sebentar dengan game nahwu. Ada 3 pertanyaan:

1. Nama ummu hasanah itu menurut bahasa Arab jika tidak diwaqafkan menjadi apa? Ummu Hasanatan, Ummu Hasanatin, atau Ummu Hasanatun? Dan menurut qoidah mengapa bisa begitu.
2. Nama ummu hasanah itu termasuk idhof idhofah, na&#039;tun man&#039;ut, atau mubtada&#039; khobar?

Jika @ummu hasanah belum bisa menjawab karena keterbatasan wawasan ilmu alat, mohon belajar dan ngaji lagi. Tapi bukan kitab fotokopian lho, apalagi kitab yang sudah ditambahkurangi. Saran saya, bisa ngaji di pesantren2 salaf yang tersebar di Indonesia, dan juga yang terdekat di kota Anda, tapi salafi yang asli lho, bukan salafi yang wahabi.
Ngomong omong, dilihat dari namanya lagi, anaknya namanya Hasanah ya? Belum baligh ya? Mumpung itu, Um...ngaji dulu umminya sebelum nanti anaknya ikut ikutan faham umminya yang sekarang. :-)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ummu H. Daripada pusing, mari refreshing sebentar dengan game nahwu. Ada 3 pertanyaan:</p>
<p>1. Nama ummu hasanah itu menurut bahasa Arab jika tidak diwaqafkan menjadi apa? Ummu Hasanatan, Ummu Hasanatin, atau Ummu Hasanatun? Dan menurut qoidah mengapa bisa begitu.<br />
2. Nama ummu hasanah itu termasuk idhof idhofah, na&#8217;tun man&#8217;ut, atau mubtada&#8217; khobar?</p>
<p>Jika @ummu hasanah belum bisa menjawab karena keterbatasan wawasan ilmu alat, mohon belajar dan ngaji lagi. Tapi bukan kitab fotokopian lho, apalagi kitab yang sudah ditambahkurangi. Saran saya, bisa ngaji di pesantren2 salaf yang tersebar di Indonesia, dan juga yang terdekat di kota Anda, tapi salafi yang asli lho, bukan salafi yang wahabi.<br />
Ngomong omong, dilihat dari namanya lagi, anaknya namanya Hasanah ya? Belum baligh ya? Mumpung itu, Um&#8230;ngaji dulu umminya sebelum nanti anaknya ikut ikutan faham umminya yang sekarang. <img src='http://ummatipress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32204</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 02:36:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32204</guid>
		<description><![CDATA[Anda menuduh Syaikh Al Albani tidak mengetahui kondisi ummat saat ini..
Justru sebaliknya mas, Syaikh Al albany tahu betul kondisi rakyat Palestina, sehingga tidak memfatwakan untuk melawan Israel dengan kekuatan senjata.. Anda tahu kenapa mas??
Ketahuilah mas, kondisi ummat Islam saat ini sangat lemah, belum saatnya bagi kita untuk melawan kekuatan israel yang didukung oleh Amerika serikat dan sekutu-sekutunya..
Ada saatnya dimana janji Allah akan terwujud yakni dengan kemenangan ummat Islam atas yahudi, tapi bukan saat ini mas..   
Jika anda tahu bahwa janji Allah tidak akan meleset, maka anda pasti akan bersabar menanti saat-saat itu, yakni saat-saat kemenangan bagi ummat Islam..

Wallahu’alam...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anda menuduh Syaikh Al Albani tidak mengetahui kondisi ummat saat ini..<br />
Justru sebaliknya mas, Syaikh Al albany tahu betul kondisi rakyat Palestina, sehingga tidak memfatwakan untuk melawan Israel dengan kekuatan senjata.. Anda tahu kenapa mas??<br />
Ketahuilah mas, kondisi ummat Islam saat ini sangat lemah, belum saatnya bagi kita untuk melawan kekuatan israel yang didukung oleh Amerika serikat dan sekutu-sekutunya..<br />
Ada saatnya dimana janji Allah akan terwujud yakni dengan kemenangan ummat Islam atas yahudi, tapi bukan saat ini mas..<br />
Jika anda tahu bahwa janji Allah tidak akan meleset, maka anda pasti akan bersabar menanti saat-saat itu, yakni saat-saat kemenangan bagi ummat Islam..</p>
<p>Wallahu’alam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by nasir eks wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32202</link>
		<dc:creator>nasir eks wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 01:43:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32202</guid>
		<description><![CDATA[Dan bagi anda pengikut wahabi serta kakitangannya di Indonesia tercinta ini adalah budaknya zionis yahudi yg dijadikan jongos untuk memporak porandakan umat islam di bumi nusantara tercinta ini, tidak sadarkah anda sudah dijadikan alat untuk menghancurkan Islam dan bangsa sendiri.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dan bagi anda pengikut wahabi serta kakitangannya di Indonesia tercinta ini adalah budaknya zionis yahudi yg dijadikan jongos untuk memporak porandakan umat islam di bumi nusantara tercinta ini, tidak sadarkah anda sudah dijadikan alat untuk menghancurkan Islam dan bangsa sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32201</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 01:31:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32201</guid>
		<description><![CDATA[@ibnu ilyas:  Jawab : Dalil yang mana mas.. Semua dalil-
dalil yang anda dan kawan-kawan anda
sampaikan sama sekali tidak menyentuh
kebenaran..

mas mas.. sudah berapa lama golongan anda mengikuti perkembangan blok ini, dan apakh hujah golongan anda pernah bertahan lama menghadapi hujah-hujah aswaja.. ? pernahkah itu terpikirkan oleh kalian... ???
kalau sampean mengatakan &quot;jauh dari kebenaran&quot; bisa sampean sebutkan di bagian mana hal tersbt terjadi atau dalam pembahasan apa?  mari kita kupas lagi dengan hati ikhlas... kalau anda mau silahkan tampilkan teks arabnya saja kemudian kita mencoba latihan memaknai dengan tatacara memahami bahsa arab seauai dengan ilmu yang telah saya sampaikan dalam setiap koment saya..

ibnu ilyas:  
 Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani
bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk
mengusir rakyat Palestina??
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur)
pernah turun langsung ke Palestina untuk
membantu rakyat palestina??

saya: adakah koment saya menuduh albani.. saya mengatakan &quot;berdasarkan qorinah&quot;
dan apakah sampean juga tau isi hati albani..??
mengenai gusdur apakah sampean juga tau isi hati gusdur?  bahkan sampean sudah berani mengatakan &quot;murtad&quot; lantas kejam mana tulisan saya dibanding tulisan anda..??
la nek sampean tetap mempermasalahkan gusdur ingat beliau adalah tokoh kontroversial yang kemampuan IQnya di atas rata2 dan saya yaqin kemampuan saya dan sampean belum mampu untuk menguak apa yang dikehendaki gusdur.. silahkan klik
 www.gusdur.net/Opini/Print_page?id=232/hl=id/Mencangkok_Kecerdasan_Gus_Dur
 
sedangkan bukti2 sumber lain yang telah saya carikan &quot;untuk anda&quot; itu juga tidak bisa menjamin bahwa itu yang dikendaki gusdur.. maka sekali lagi.. jangan sampai menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada orang yang sahadat..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ibnu ilyas:  Jawab : Dalil yang mana mas.. Semua dalil-<br />
dalil yang anda dan kawan-kawan anda<br />
sampaikan sama sekali tidak menyentuh<br />
kebenaran..</p>
<p>mas mas.. sudah berapa lama golongan anda mengikuti perkembangan blok ini, dan apakh hujah golongan anda pernah bertahan lama menghadapi hujah-hujah aswaja.. ? pernahkah itu terpikirkan oleh kalian&#8230; ???<br />
kalau sampean mengatakan &#8220;jauh dari kebenaran&#8221; bisa sampean sebutkan di bagian mana hal tersbt terjadi atau dalam pembahasan apa?  mari kita kupas lagi dengan hati ikhlas&#8230; kalau anda mau silahkan tampilkan teks arabnya saja kemudian kita mencoba latihan memaknai dengan tatacara memahami bahsa arab seauai dengan ilmu yang telah saya sampaikan dalam setiap koment saya..</p>
<p>ibnu ilyas:<br />
 Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..<br />
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani<br />
bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk<br />
mengusir rakyat Palestina??<br />
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur)<br />
pernah turun langsung ke Palestina untuk<br />
membantu rakyat palestina??</p>
<p>saya: adakah koment saya menuduh albani.. saya mengatakan &#8220;berdasarkan qorinah&#8221;<br />
dan apakah sampean juga tau isi hati albani..??<br />
mengenai gusdur apakah sampean juga tau isi hati gusdur?  bahkan sampean sudah berani mengatakan &#8220;murtad&#8221; lantas kejam mana tulisan saya dibanding tulisan anda..??<br />
la nek sampean tetap mempermasalahkan gusdur ingat beliau adalah tokoh kontroversial yang kemampuan IQnya di atas rata2 dan saya yaqin kemampuan saya dan sampean belum mampu untuk menguak apa yang dikehendaki gusdur.. silahkan klik<br />
 <a href="http://www.gusdur.net/Opini/Print_page?id=232/hl=id/Mencangkok_Kecerdasan_Gus_Dur" rel="nofollow">http://www.gusdur.net/Opini/Print_page?id=232/hl=id/Mencangkok_Kecerdasan_Gus_Dur</a></p>
<p>sedangkan bukti2 sumber lain yang telah saya carikan &#8220;untuk anda&#8221; itu juga tidak bisa menjamin bahwa itu yang dikendaki gusdur.. maka sekali lagi.. jangan sampai menuduh murtad, kafir, musrik dll kepada orang yang sahadat..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by nasir eks wahabi</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32200</link>
		<dc:creator>nasir eks wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 01:27:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32200</guid>
		<description><![CDATA[Cukuplah bagi kita untuk memahami bahwa, wahabiyun itu sekte bentukan yahudi laknatullah yang kerjanya mengadu domba memecah belah umat islam dan fahamlah bagi kita bahwa wahabi itu malapetaka dan bencana bagi umat Islam sedunia, cukup pula bagi kita mengetahui bahwa dinasti saud biangnya wahabi satu trah dengan yahudi alias masih keturunan zionis yahudi laknatullah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cukuplah bagi kita untuk memahami bahwa, wahabiyun itu sekte bentukan yahudi laknatullah yang kerjanya mengadu domba memecah belah umat islam dan fahamlah bagi kita bahwa wahabi itu malapetaka dan bencana bagi umat Islam sedunia, cukup pula bagi kita mengetahui bahwa dinasti saud biangnya wahabi satu trah dengan yahudi alias masih keturunan zionis yahudi laknatullah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by salman</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32196</link>
		<dc:creator>salman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 01:19:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32196</guid>
		<description><![CDATA[Kayaknya ummu hasanah muter2 aja pendapatnya. Nggak jelas bgt komennya dan nggak bisa ngasih rujukan kitab mana yang menandakan bhw asy&#039;ariyah sesat dan ibnu hajar asqolani bukan asy&#039;ariyah. Wahabi...... Tobatlah, 

Maju terus aswaja dan patahkan pendapat2 para pendusta dalam agama.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kayaknya ummu hasanah muter2 aja pendapatnya. Nggak jelas bgt komennya dan nggak bisa ngasih rujukan kitab mana yang menandakan bhw asy&#8217;ariyah sesat dan ibnu hajar asqolani bukan asy&#8217;ariyah. Wahabi&#8230;&#8230; Tobatlah, </p>
<p>Maju terus aswaja dan patahkan pendapat2 para pendusta dalam agama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32195</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:56:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32195</guid>
		<description><![CDATA[Mas Alfeyd, bukankah yg sedang antum jelaskan itu ttg pendapat antum bahwa w9 yang meng-Islamkan orang hampir se-Asia menggunakan bahasa Indonesia?
Apakah layak memahami bahasa Indonesia dengan kaidah bahasa yg lain?
Kenapa sy ngeyel? krn pendapat antum itu telah mengecilkan peran para shahabat ridwanallahu ajma&#039;in yg telah menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia, termasuk Asia. Bukankan semua pusat perkembangan Islam (kecuali mesir) semuanya ada di Asia. Sedangkan W9 itu kebanyakan adalah para saudagar yg kebetulan beragama Islam. 
Jadi, cukuplah bagi kita utk mengatakan bahwa W9 berjasa menyebar agama Islam di Indonesia.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Alfeyd, bukankah yg sedang antum jelaskan itu ttg pendapat antum bahwa w9 yang meng-Islamkan orang hampir se-Asia menggunakan bahasa Indonesia?<br />
Apakah layak memahami bahasa Indonesia dengan kaidah bahasa yg lain?<br />
Kenapa sy ngeyel? krn pendapat antum itu telah mengecilkan peran para shahabat ridwanallahu ajma&#8217;in yg telah menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia, termasuk Asia. Bukankan semua pusat perkembangan Islam (kecuali mesir) semuanya ada di Asia. Sedangkan W9 itu kebanyakan adalah para saudagar yg kebetulan beragama Islam.<br />
Jadi, cukuplah bagi kita utk mengatakan bahwa W9 berjasa menyebar agama Islam di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by salman</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32194</link>
		<dc:creator>salman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:51:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32194</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdullilah, hasil mediasi menyatakan mereka trans7 minta maaf dan akan menayangkan kembali acara tersebut yang containnya berbeda dan mendukung tawasul, ziarah kubur dan shalawat pada bulai mei 2013, kita tunggu janjinya dari pihak trans7
http://www.elhooda.net/2013/04/hasil-mediasi-kpi-dan-trans7-khazanah-akan-tetap-tayang-dengan-perubahan-konten-acara/#!prettyPhoto
http://www.kpi.go.id/index.php/lihat-terkini/38-dalam-negeri/31294-trans-7-penuhi-undangan-dialog-kpi-pusat-soal-tayangan-khazanah
Supaya tidak menimbulkan fitnah dari media seperti arrahmah.com, ini cuplikan pertemuannya di KPI.
www.youtube.com/watch?v=CA-_VZzlg58
Kalau dilihat dari rubriknya sich, memang orang yang di rekruit adalah dari golongan wahabi/salafy, jadi wajar khazanah sudah disusupi oleh aliran wahabi. Tetapi ingat para penganut wahabi salafy sepintar2nya anda menyampaikan paham yang sesat, kaum aswaja akan selalu membentengi umat dari paham wahabi.

Semoga Allah SWT melindungi kita semua.Amin]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdullilah, hasil mediasi menyatakan mereka trans7 minta maaf dan akan menayangkan kembali acara tersebut yang containnya berbeda dan mendukung tawasul, ziarah kubur dan shalawat pada bulai mei 2013, kita tunggu janjinya dari pihak trans7<br />
<a href="http://www.elhooda.net/2013/04/hasil-mediasi-kpi-dan-trans7-khazanah-akan-tetap-tayang-dengan-perubahan-konten-acara/#!prettyPhoto" rel="nofollow">http://www.elhooda.net/2013/04/hasil-mediasi-kpi-dan-trans7-khazanah-akan-tetap-tayang-dengan-perubahan-konten-acara/#!prettyPhoto</a><br />
<a href="http://www.kpi.go.id/index.php/lihat-terkini/38-dalam-negeri/31294-trans-7-penuhi-undangan-dialog-kpi-pusat-soal-tayangan-khazanah" rel="nofollow">http://www.kpi.go.id/index.php/lihat-terkini/38-dalam-negeri/31294-trans-7-penuhi-undangan-dialog-kpi-pusat-soal-tayangan-khazanah</a><br />
Supaya tidak menimbulkan fitnah dari media seperti arrahmah.com, ini cuplikan pertemuannya di KPI.<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=CA-_VZzlg58" rel="nofollow">http://www.youtube.com/watch?v=CA-_VZzlg58</a><br />
Kalau dilihat dari rubriknya sich, memang orang yang di rekruit adalah dari golongan wahabi/salafy, jadi wajar khazanah sudah disusupi oleh aliran wahabi. Tetapi ingat para penganut wahabi salafy sepintar2nya anda menyampaikan paham yang sesat, kaum aswaja akan selalu membentengi umat dari paham wahabi.</p>
<p>Semoga Allah SWT melindungi kita semua.Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by ummu hasanah</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32192</link>
		<dc:creator>ummu hasanah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:41:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32192</guid>
		<description><![CDATA[Mamak, tentang asy&#039;ariyah sudah jelas bagi kita semua tentang kesesatannya.
Abi Raka, Al Hafidz Ibnu hadjar dan Al Imam An nawawi adalah keduanya ulama ahlussunah wal jama&#039;ah. Tapi ahlusunnah yg asli bukan yg cuma ngaku-ngaku aja.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mamak, tentang asy&#8217;ariyah sudah jelas bagi kita semua tentang kesesatannya.<br />
Abi Raka, Al Hafidz Ibnu hadjar dan Al Imam An nawawi adalah keduanya ulama ahlussunah wal jama&#8217;ah. Tapi ahlusunnah yg asli bukan yg cuma ngaku-ngaku aja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32190</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:29:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32190</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah...
@Mas Alfeyd
Anda berkata : ibnu ilyas, belum cukupkah dalil naqli dan aqli yang di jelaskan oleh teman2 aswaja buat kalian… ????

Jawab : Dalil yang mana mas.. Semua dalil-dalil yang anda dan kawan-kawan anda sampaikan sama sekali tidak menyentuh kebenaran..

Anda berkata : 
saya: yang menjadi pertanyaan kami ialah kenapa al bani tidak pernah memberikan fatwa kepada seluruh negara islam di dunia atau minimal negara islam di jazirah arab untuk membantu palestina ??? bahkan arab saudi rela bandaranya ditempati tentara kafir.. sudahkah sampean merenungi qorinah yang saya sampaikan..
Sehingga jelas bagi kami bahwa fatwa albani berdasarkan qorinah2 tadi adalah mengusir rakyat palestina dengan halus.. YANG AKHIRNYA TUDUHAN KAMI BUKAN FITNAH
kalau sampaian menyamakan perang israel vs palestina dengan kondisi perang pada zaman nabi vs kufar makkah sudahkah sampean liat kondisi umat islam pada waktu itu yang kondisinya menurut kami tidak sama.. sampean dan kaumu menggunakan metode qiyas dalam membuat fatwa, tapi disisi lain kalian tidak mengakui bahwa qiyas bisa digunakan sebagai sumber hukum.. aneh..
wallohu ‘alan

Jawab : Mas alfeyd.. Syaikh Al Albani tidak saja memberikan fatwa untuk membantu rakyat Palestina, bahkan beliau turun langsung ke Palestina untuk menjadi mentor bagi raktyat Palestina, bahkan hampir juga Syaikh al-Albani berjuang disana sebelum pemerintah di negrinya mengetahui hal ini dan serta merta memulangkan Syaikh al-Albani.. (Bukankah sudah saya tuliskan mas.. Anda nggak baca ya??)..

Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk mengusir rakyat Palestina??
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur) pernah turun langsung ke Palestina untuk membantu rakyat palestina??  
Bahkan sebaliknya, dia malah pernah mendapatkan penghargaan dari Amerika  atas perjuangannya membela perjuangan Israel :

Berikut beritanya :
Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya. Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia. (hidayatullah.com)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;<br />
@Mas Alfeyd<br />
Anda berkata : ibnu ilyas, belum cukupkah dalil naqli dan aqli yang di jelaskan oleh teman2 aswaja buat kalian… ????</p>
<p>Jawab : Dalil yang mana mas.. Semua dalil-dalil yang anda dan kawan-kawan anda sampaikan sama sekali tidak menyentuh kebenaran..</p>
<p>Anda berkata :<br />
saya: yang menjadi pertanyaan kami ialah kenapa al bani tidak pernah memberikan fatwa kepada seluruh negara islam di dunia atau minimal negara islam di jazirah arab untuk membantu palestina ??? bahkan arab saudi rela bandaranya ditempati tentara kafir.. sudahkah sampean merenungi qorinah yang saya sampaikan..<br />
Sehingga jelas bagi kami bahwa fatwa albani berdasarkan qorinah2 tadi adalah mengusir rakyat palestina dengan halus.. YANG AKHIRNYA TUDUHAN KAMI BUKAN FITNAH<br />
kalau sampaian menyamakan perang israel vs palestina dengan kondisi perang pada zaman nabi vs kufar makkah sudahkah sampean liat kondisi umat islam pada waktu itu yang kondisinya menurut kami tidak sama.. sampean dan kaumu menggunakan metode qiyas dalam membuat fatwa, tapi disisi lain kalian tidak mengakui bahwa qiyas bisa digunakan sebagai sumber hukum.. aneh..<br />
wallohu ‘alan</p>
<p>Jawab : Mas alfeyd.. Syaikh Al Albani tidak saja memberikan fatwa untuk membantu rakyat Palestina, bahkan beliau turun langsung ke Palestina untuk menjadi mentor bagi raktyat Palestina, bahkan hampir juga Syaikh al-Albani berjuang disana sebelum pemerintah di negrinya mengetahui hal ini dan serta merta memulangkan Syaikh al-Albani.. (Bukankah sudah saya tuliskan mas.. Anda nggak baca ya??)..</p>
<p>Jangan suudzan mas.. apalagi memfitnah..<br />
Apakah anda tahu isi hati syaikh al Albani bahwa tujuan fatwa itu adalah untuk mengusir rakyat Palestina??<br />
Lalu apakah ulama sampeyan (gusdur) pernah turun langsung ke Palestina untuk membantu rakyat palestina??<br />
Bahkan sebaliknya, dia malah pernah mendapatkan penghargaan dari Amerika  atas perjuangannya membela perjuangan Israel :</p>
<p>Berikut beritanya :<br />
Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya. Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia. (hidayatullah.com)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Investigasi Hadits: Kaum Wahabi Adalah Pengikut Manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi by ibnu ilyas</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/02/23/investigasi-hadits-kaum-wahabi-adalah-pengikut-manhaj-dzul-khuwaishirah-at-tamimi/comment-page-4/#comment-32189</link>
		<dc:creator>ibnu ilyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 00:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8946#comment-32189</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah..
@alfeyd :
Anda berkata :  JANGAN SUKA MEMOTONG-MOTONG UCAPAN ORANG LAIN APALAGI MEMLINTIRNYA.. lihat, cermati, perhatikan, gali dari berbagai sumber, gunakan akal sehat, pakai ilmu yang saya sampaikan tadi dengan tertib.. dst.. kalau anda belum mengenal ilmu tadi.. belajarlah.. ojo ngeyel tok 
Jawab :  Kang alfeyd, sebaiknya anda sendiri yang menerapkan ilmu yang anda sudah tulis itu..  Jangan memotong-motong ucapan (bukankan sudah saya tampilkan hasil wawancara gusdur selengkapnya?).. Anda lihat,anda cermati, gunakan akal sehat, perhatikan dan gali dari berbagai sumber yang independent, dan anda buat perbandingan.. ojo ngeyel tok,  pasti anda akan menemukan kebenaran..

Wallahu a’lam..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..<br />
@alfeyd :<br />
Anda berkata :  JANGAN SUKA MEMOTONG-MOTONG UCAPAN ORANG LAIN APALAGI MEMLINTIRNYA.. lihat, cermati, perhatikan, gali dari berbagai sumber, gunakan akal sehat, pakai ilmu yang saya sampaikan tadi dengan tertib.. dst.. kalau anda belum mengenal ilmu tadi.. belajarlah.. ojo ngeyel tok<br />
Jawab :  Kang alfeyd, sebaiknya anda sendiri yang menerapkan ilmu yang anda sudah tulis itu..  Jangan memotong-motong ucapan (bukankan sudah saya tampilkan hasil wawancara gusdur selengkapnya?).. Anda lihat,anda cermati, gunakan akal sehat, perhatikan dan gali dari berbagai sumber yang independent, dan anda buat perbandingan.. ojo ngeyel tok,  pasti anda akan menemukan kebenaran..</p>
<p>Wallahu a’lam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ajaran Wahabi yang Menyusup ke KHAZANAH TRANS 7 Akhirnya Terbongkar by zaka</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/18/ajaran-wahabi-yang-menyusup-ke-khazanah-trans-7-akhirnya-terbongkar/comment-page-1/#comment-32178</link>
		<dc:creator>zaka</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 16:31:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9347#comment-32178</guid>
		<description><![CDATA[ibnu  Suradi memang Licin....Ilmu NINJAnya top markotop.....
Dahsyatnya lg kl dah kepentok Hilang alias kabur ngacir.......ENTAH KEMANA.....
Buktikan kl gak percaya di beberapa artikel sebelumya telah DIBABAT Pasukan ASWAJA....
Kita nantikan Jurus Nongol dan Ngacirnya Ibnu suradi di episode Berikut....
SELAMAT MENYIMAK.....Pertarungan Si Belut Licin Ibnu Suradi DKK dengan Satria Aswaja.......
wekwkkkeeeekkkeekkkkkk........SERU DEH.........]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ibnu  Suradi memang Licin&#8230;.Ilmu NINJAnya top markotop&#8230;..<br />
Dahsyatnya lg kl dah kepentok Hilang alias kabur ngacir&#8230;&#8230;.ENTAH KEMANA&#8230;..<br />
Buktikan kl gak percaya di beberapa artikel sebelumya telah DIBABAT Pasukan ASWAJA&#8230;.<br />
Kita nantikan Jurus Nongol dan Ngacirnya Ibnu suradi di episode Berikut&#8230;.<br />
SELAMAT MENYIMAK&#8230;..Pertarungan Si Belut Licin Ibnu Suradi DKK dengan Satria Aswaja&#8230;&#8230;.<br />
wekwkkkeeeekkkeekkkkkk&#8230;&#8230;..SERU DEH&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pengakuan Cinta Dusta Kaum Wahabi Terhadap Ahlul Bait Nabi Saw by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/17/pengakuan-cinta-dusta-kaum-wahabi-terhadap-ahlul-bait-nabi-saw/comment-page-1/#comment-32169</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 12:45:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=9332#comment-32169</guid>
		<description><![CDATA[ummuhasanah bisakah sampean tampilkan sumber biografi beliau berdua yang telah sampean baca..?? kalau bisa scan bukunya.. biar ilmiah gitu...
golongan anda kan senang yang ilmiah-ilmiah..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummuhasanah bisakah sampean tampilkan sumber biografi beliau berdua yang telah sampean baca..?? kalau bisa scan bukunya.. biar ilmiah gitu&#8230;<br />
golongan anda kan senang yang ilmiah-ilmiah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by alfeyd</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32166</link>
		<dc:creator>alfeyd</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 11:59:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32166</guid>
		<description><![CDATA[betul mas mansyur.. dan saya curiga jangan-jangan2 dia tidak tau mksud dari namanya..?!
umu hasanah.. umu hasanah..
sampean kok koyok wong kabotan jeneng..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul mas mansyur.. dan saya curiga jangan-jangan2 dia tidak tau mksud dari namanya..?!<br />
umu hasanah.. umu hasanah..<br />
sampean kok koyok wong kabotan jeneng..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengenal Istilah Qoul atau Pendapat Ulama dalam Madzhab Syafi&#8217;iyyah by mansyur</title>
		<link>http://ummatipress.com/2013/04/07/mengenal-istilah-qoul-atau-pendapat-ulama-dalam-madzhab-syafiiyyah/comment-page-1/#comment-32164</link>
		<dc:creator>mansyur</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 10:48:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ummatipress.com/?p=8915#comment-32164</guid>
		<description><![CDATA[Mas alfeyd dan kang Nasir , nggak usah di ladenin omongannya Ummu Hasanah , tidak akan memberikan faedah jika di perpanjang karena memang sudah jadi tabiatnya untuk memperkeruh suasana , tidak sepadan dengan kun-yah yang disandangnya .......HASANAH..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas alfeyd dan kang Nasir , nggak usah di ladenin omongannya Ummu Hasanah , tidak akan memberikan faedah jika di perpanjang karena memang sudah jadi tabiatnya untuk memperkeruh suasana , tidak sepadan dengan kun-yah yang disandangnya &#8230;&#8230;.HASANAH..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.764 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-19 09:38:23 -->
