Berdasar Al Qur'an – Al Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Shalih
Inspirasi Islam
Dijaga Aki Ismet

Contact Us

Silahkan Hubungi Kami,

Untuk menghubungi kami, silahkan tulis apa yang ingin anda sampaikan, berupa kritik membangun, informasi penting, dan lain-lain.Atau jika anda berkenan ingin menyalurkan dana bantuan untuk sewa hosting dan pengelolaan Website UmmatiPress, silahkan hubungi kami di sini. Syukron, barokallohu fikum ajma’iin, amin….

[contact-form-7 id="7588" title="Contact form 1"]

25 Responses to Contact Us

  • budi suci says:

    adakah anda memberikan jawaban kepada firanda yg memfitnah penyampaian hb munzir?, mohon kejelasan dan jawaban, jika berkenan sampaikan pada email saya, terimakasih saudaraku tercinta

    • Joyo Marto says:

      Kalau untuk Firanda yg memfitnah Hb Munzir sebaiknya tidak usah diurus, sebab ibaratnya Firanda itu seperti sedang kentut di depan publik. Kalu diurusi malah untung Firandanya, derajatnya langsung naik dah. Makanya sudah benar selama ini, soal fitnah Firanda kpd Hb Munzir tidak usah dipikirin, biar Allah yg ngurus Firanda. Wallohu a’lam.

  • ogi janggo says:

    Cerita Khuruj dariku untukmu Sahabatku yang ingin berjuang dijalan Allah SWT :

    Aku biasa dipanggil hasbar, lengkapnya hasbar pamid nyosa yaitu hasma basri (nama kedua orang tuaku), pamid “paweloi mido (nama orang tua ayahku), nyosa “nyompa sadiq (nama orang tua ibuku), dan aku dilahirkan di daerah Tinggi Matahari (Tanreassona), kota perubahan (Kab. Pinrang-sulsel). Suatu waktu aku pulang kedaerah ini setelah menyelesaikan studi dimakassar, setelah beberapa minggu aku tinggal dikampung lalu aku bertemu dengan salah seorang sahabatku yang bernama Yusuf Hamzah, kemudian ia mengajakku masuk dalam sebuah kelompok aneh yaitu kelompok yang memakai baju mirip Daster dan berjenggot yang ia geluti, akupun menerima tawarannya tanpa banyak tanya karena ia adalah sahabatku, agar ia tidak kecewa padaku, dan akupun merangkat bersamanya selama 3 hari, dan aku diajarkan 6 sifat olehnya, akupun menganggu’anggu’ saja, karena belum faham atas usaha tersebut setelah itu ia lalu berangkat berlayar karena ia memang adalah nahkoda kapal keluaran dari AIPI Makassar sekaligus meneruskan usaha da’wahnya. Dua tahun kemudian aku mendengar kabarnya bahwa sahabatku itu meninggal dunia “innalillahi wainna ilaihi rajiunn” dalam usaha da’wahnya, akupun tersentak dengan kematiannya yang tiba-tiba (semoga Allah SWT menerima segala amal kebaikannya amin), tapi apa hendak dikata demikianlah Allah SWT, telah menetapkan ketetapannya.

    Setahun setelah sahabatku itu meninggal, akupun mengalami kesulitan hidup dan cobaan yang bertubi-tubi, semua usahaku macet, utang menumpuk dan aku kehilangan pekerjaan dibeberapa sekolah arena sesuatu hal kecuali tinggal 1 sekolah saja tempat aku mengajar sebagai guru honorer. Tiba-tiba sahabatku itu terasa ada disekitarku seakan membisikkan kata-kata bahwa kembalilah kamu dalam usaha da’wah itu dan jauhilah tipu daya dunia ini sungguh dunia ini hanyalah fatamorgana, demikianlah ia berbisik kepadaku. Ringkas cerita , akupun berangkat ke sebuah masjid kecil yang biasa disebut (mahallah markas jamaah tabligh bagian selatan kab.pinrang), takkala orang-orang berkumpul musyawarah aku melihat beberapa keluargaku diantara orang-orang itu, sampai waktu untuk dikeluarkan jamaah maka akupun mengangkat tanganku untuk keluar 40 hari, orang-orang pada menoleh kepadau karena aku baru pertama kali ke masjid itu, maka amir musyawarah bertanya apakah kamu sudah pernah keluar 3 hari sehingga kamu langsung ingin keluar 40 hari, maka kuceritakanlah keinginanku itu, hingga dibolehkan aku keluar. Demikianlah Allah SWT, menuntun seseorang untuk terpilih keluar dijalan Allah SWT.

    Aku khuruj waktu itu di daerah perbatasan majene-mamuju selama 40 hari, pada hari ke 13 ramadhan mulai muncul keanehan-keanehan yang tidak masuk diakal, waktu sore hari sahabat-sahabat pergi kepasar hendak membeli ikan tapi harga ikan waktu itu sangat mahal Rp. 25.000 satu ekor dengan ukuran 3 jari. Maka iapun hanya membeli dua ekor saja untuk persiapan sahur (lagi irit karena waktu khuruj masih cukup lama), setelah shalat shubuh aku ditunjuk untuk khidmat bersama dengan pak tua berjenggot putih, setelah matahari pagi muncul tiba-tiba pak tua mengajakku untuk pergi memancing ikan dilaut, kebetulan dibelakang masjid tempat kami menginap adalah laut, akupun menyetujui ajakan beliau. Maka berangkatlah kami membeli alat panci tradisional dengan biaya Rp. 5000 dengan 2 pancingan lalu terus kearah laut dan memasang pancing tersebut. Nasib ya nasib, tiap kali pak tua melempar pancingnya ke laut, kail dari pada pancing tersebut selalu tersangkut dikarang, maka dengan terpaksa akupun menyelam dengan berpakaian juba karena tidak sempat berganti pakaian untuk melepaskan pancing tersebut. Lima kali hal tersebut berulang kamipun belum mendapatkan ikan. Tiba-tiba sebuah perahu melintas didepan kami dan salahseorang dari atas perahu itu memberi salam Assalamu Alaikum, kamipun menjawab waalaikum mussalam wr,wb. Lalu ia menghampiri kami dan memanggil kami lalu memberikan ikan kepada kami tanpa sepatah katapun sebanyak lima ekor yang besarnya sebesar bahu kemudian ia pergi. Kami pun mengucapkan terima kasih sambil menatap orang tersebut menjalankan perahunya hingga ia hilang dipandangan mata.

    Malam ke 17 ramadhan dimasjid yang lain, aku berzikir sebelum tidur sebagaimana yang telah diajarkan dan sahabat-sahabat telah pada tidur semua, tiba-tiba aku terbawa hanyut tanpa sadar dalam zikirku kesebuah alam pertempuran dengan pasukan berkuda, akupun masuk kemedan pertempuran tersebut dengan membawa sebuah pedang sambil berteriak “Allahu Akbar” lalu kulihat sebuah anak panah menuju kepadaku tepat sejajar dengan jidakku, tiba-tiba kulihat Amir rombongan datang menarikku dari belakang dan memindahkan aku kekudanya hingga anak panah itu melesit kesamping telingaku, akupun tersentak sadarkan diri dan kulihat sahabat-sahabat sedang mengelilingi aku dan amir tepat berada diatas kepalaku sedang memegang kepalaku dengan telapak tangannya. Lalu sahabat-sahabatpun menceritakan kejadian itu kepadaku bahwa ia terbangun karena mendengar aku berteriak dengan keras sambil menggoyang-goyangkan badan ibarat orang sedang menunggangi kuda.

    Pada Malam ke 29 dimasjid lain, seperti biasanya takkala kami ingin tidur maka amir rombongan tidur lebih akhir dan mematikan semua lampu kecuali lampu diluar masjid. Waktu itu aku terbangun dari tidurku karena mendengar seseorang shalat dengarn bacaan surah dengan suara yang keras, lalu aku menoleh kedepan mimbar tempat biasa imam memimpin shalat, dan aku melihat seseorang sedang berdiri didekat mimbar tersebut dengan jubah putih memakai surban, akupun mendekati orang tersebut dengan maksud hendak melihat wajahnya karena tidak seperti biasanya ada orang shalat tengah malam dengan suara yang keras. Ketika aku mendekati orang itu tiada tampak bagiku kecuali pantulan cahaya dari luar, akupun terkejut lalu kembali ke tempatku semula kemudian aku menoleh lagi orang itu masih ada namun tidak lagi terdengar suara darinya, kemudian kuhampiri lagi tapi tetap pantulan cahaya yang nampak olehku, maka aku kembali lagi ketempatku lalu kulihat lagi orang itu maka kuusap wajahku hanya hayalanku saja, tiba-tiba orang itu menghilang dan yang nampak hanyalah pantulan cahaya lampu dari luar, bulu kudukupun merinding dan akhirnya kubungkus diriku dengan selimut karena rasa takutku mulai muncul sampai sahabat-sahabat bangun barulah aku beranjak untuk berudhu karena hendak shalat tahajjud bersama sahabat-sahabat yang lainnya. Setelah shalat subuh kuceritakan kejadian ini kepada sahabat-sahabat khuruj ternyata ada juga salah seorang yang mendengar suara itu namun ia sudah merinding duluan hingga ia pura-pura tidur sambil menunggu sahabat yang lain pada bangun semua.

    Dua hari setelah lebaran aku meminta pamid kepada sahabat-sahabat khuruj untuk daftari karena hendak masuk mengajar kembali, maka akupun berangkat menuju terminal, setelah sampai diterminal aku menemukan mobil terakhir angkutan polman-pinrang setelah shalat ashar, akupun naik kemobil tersebut hingga sekitar 20 kilo lagi mobil yang kutumpangi itu akan tiba dipinrang kota tujuanku, maka terdengarlah adzan dikomandankan di beberapa masjid, maka aku minta kepada supir untuk berhenti sejenak sambil mengajaknya untuk shalat berjamaah, tetapi supir tersebut berkata aku tidak bisa karena aku sudah ada janjian dengan seseorang yang hendak rental mobil aku, kalo bisa nanti sampai dipinrang bapak shalat karena ini adalah mobil terakhir, mobil panther dan bus itu tidak akan mau mengambil muatan jarak dekat. Tapi semangat untuk shalat tepat waktu didalam diriku bergejolak alias joss sehingga akupun minta berhenti dan turun karena hendak shalat magrib. Setelah shalat magrib aku kembali menunggu mobil ternyata kata-kata pak supir yang tadi benar bahwa mobil angkutan makassar tidak mau mengambil muatan jarak dekat, 5 menit lagi shalat isyah akan dikomandankan, akupun berfikir bahwa kalaulah aku mendapatkan mobil maka tentu aku akan singgah lagi karena tidak mungkin mobil tersebut akan sampai dalam waktu 5 menit maka kuputuskan untuk berangkat setelah shalat isya, akupun ikut shalat shalat isya berjamaah bersama dengan penduduk sekitar kampung tersebut. Setelah shalat isya aku kembali menunggu mobil namun tak satupun mobil yang singgah. Maka tiba-tiba terbersit dipikiranku untuk masuk kemasjid melaksanakan shalat hajat memohon kepada Allah SWT, agar aku bisa sampai malam ini ke markas halaqah selatan dan akupun beranjak menuju kemasjid shalat hajat, setelah shalat hajat aku keluar kemasjid ingin kembali menunggu mobil tiba-tiba seseorang berteriak “ojek pak”, akupun spontan menjawab ya, lalu akupun bertanya apakah bapak menuju kepinrang, jawab tukang ojek tersebut, ya, maka akupun naik kemotor si tukang ojek itu. Dengan perasaan legah akupun mengucapkan syukur “alhamdulillah” kepada Allah SWT, tiba-tiba muncul kembali perasaan cemas dari dalam diriku, bahwa uang aku tinggal Rp. 20.000 ribu dan aku belum tanya kepada si tukang ojek itu tentang berapa ongkosnya, tapi aku hanya diam saja sambil memohon kepada Allah SWT, semoga saja di halaqah masilah ada orang disana, sehingga bila uang yang ada disakuku tidak cukup maka bolehlah aku pinjam uang teman dulu yang ada dihalaqah, sepanjang perjalanan dengan perasaan cemas tiada berkata-kata lagi sambil berdoa terus menerus, tibalah kami di halaqah. Maka akupun bertanya kepada si tukang ojek tersebut, “ongkosnya berapa pak dengan perasaan gelisah karena melihat masjid halaqah sudah pada kosong”, lalu situkang ojek itupun menjawab sepuluh ribu saja pak, maka akupun mengucapkan terima kasih kepada situkang ojek itu lalu masuk ke masjid langsung sujud syukur sambil berkata Allah kuasa mahluk tidak kuasa, Allah kuasa atas segala sesuatu dan Dia memberi kemudahan kepada hambahnya yang ia kehendaki, Dia pemilik alam semesta. Demikianlah cerita pengalaman khuruj yang saya lalui semoga ada manfaatnya bagi kita semua terutama kepada diri saya sendiri. Amin ya Rabbal Alamin.

    Dan alhamdulillah semua utangku telah lunas karena seseorang memberiku kemudahan kredit yang bernama KUR bank BRI dengan bunga yang ringan dan temankupun menelpon dari makassar menawarkan pekerjaan yang menjanjikan, dan Allah kuasa mahluk tidak kuasa usaha itu benar-benar menjanjikan dan inilah yang aku geluti sekarang, sambil menjalankan dakwah. Semoga Allah meridhoi segala yang aku kerjakan dibuminya. Amin.

  • ahmadsyahid says:

    mas admin , jika layak ( komentar saya terhadap bantahan ustadz firanda , atas artikel ustadz Abu salafy ). mohon untuk di edit supaya enak dibaca dan diposting , definisi Ibadah yang dipilih firanda tolong di blok , karena berawal dari definisi yang keliru inilah akhirnya firanda banyak keliru.

    sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

    • Ummati says:

      Mas Ahmad Syahid, artikel antum di bagian terakhir sepertinya terputus sedikit, monggo dicek dan seandainya benar terputus silahkan dikirim lagi bagian yg terputus.

      • ahmadsyahid says:

        pembaca yang budiman , demikianlah perjalanan bersama Ustadz Firanda dan Ustadz Abu Salafy semoga ada manfaat dan ada faidahnya ….amien…..
        Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Aku lebih dahulu wafat daripada kalian, dan aku menjadi saksi atas kalian, dan aku demi Allah, sungguh aku melihat telagaku sekarang, dan aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi atau kunci-kunci bumi, demi Allah, saya tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang aku khawatirkan atas kalian adalah kalian berlomba-lomba mendapatkannya. ( harta dan kekayaan ) ” (HR Bukhari 6102)
        Kesimpulan :
        1. vonis syirk terhadap pelaku Tawassul dan Istighitsah ternyata Muncul dari 1. kekeliruan dalam meng-identifikasi ” penyebab kemusyrikan ” kafir Quresy , 2. kekliruan dalam mendefinisikan kata ” Ibadah ” , , dan 3. kekeliruan dalam memaknai kata Doa`. terbukti dengan kekeliruan ini ustadz firandapun menjadi Musyrik karenanya , Vonis yang keluar dari kekeliruan ini akan memunculkan mafsadah / kerusakan besar dimuka bumi .
        2. tawassul dan istighitsah adalah masyru` baik dengan yang masih hidup maupun dengan yang sudah wafat , hukumnya jaiz alias boleh. Dan dilakukan oleh seluruh Ummat Islam pemeluk 4 madzhab.
        3. hendaknya kaum wahabi segera membenahi kekeliruan mereka dalam meng-identifikasi kata ” Ibadah ” , dan membenahi identifikasi penyebab kemusyrikan kafir quresy. Kekeliruan ini telah banyak menimbulkan vonis syirik yang salah kaprah serta terlalu banyak korban dari kekeliruan ini.

        dikomentari oleh H. Ahmad Syahid 18 juli 2012.

  • tanyasyiah says:

    boss, elo (ummatipress.com) syiah bukan?

    trus gimana tanggapan elo mengenai sahabat muawiyah apakah kafir atau mukmin?

    gw tunggu ye boss jawaban elo

    • Ummati says:

      Afwan Akhi, sementara ini prioritas kami masih tetap berurusan dg fitnah-fitnah Wahabi. Demikian akhi.

      Kami belum tertarik membahas masalah Syiah, sebab resistensi Syiah dan Wahabi di masyarakat kita, fitnah Wahabi resistnsinya jauh lebih dominan dibanding Syiah.

  • Wong Jowo says:

    Ketahuan, admin teriak-teriak di sini ketika ada kabar burung bahwa Konon katanya orang-orang yang dicap wahabi suka mengklafirkan orang lain (Padahal tidak), akan tetapi admin diam seribu bahasa ketika orang2 Syi’ah mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Ustman dan para sahabat yang lainnya.
    Apakah Anda Syiah?
    Pantas saja, kerjaan anda hanya mengadu domba sesama sunni.
    Udah, pergi aja ke Iran laknatulloh sana !!!

    • Ummati says:

      Kenapa kami sampai saat ini belum membahas soal Syiah, sebabnya adalah kami belum tahu banyak tentang Syiah, bertemu dengan orang Syiah pun belum pernah. Tetapi dengan orang-orang Wahabi kami sering bertemu bahkan berdiskusi…. dan kami tahu tentang Wahabi secara global bisa kami katakan mereka bukan Sunni, wallohu a’lam.

  • woko aswaja says:

    Assalamu’alaikum warrahmatullah, mohon maaf sebelumnya sekiranya ane mengganggu aktifitas admin ummati, ane hanya ingin minta tolon untuk cek link berikut apakah bagus isinya dan bukan dari wahaby atau yg sesat semacamnya, berikut ini link nya :

    http://www.kitabklasik.net/2008/05/download-page.html

    di web itu banyak terdapat kitab” klasik, jika bagus mungkin bisa jadi referensi teman” aswaja untuk mendownload kitab klasik atau tafsir yg ada di web itu, terima kasih atas bantuannya, wassalam…

  • Bejo says:

    Maaf @mod, di contact us form isi konten emailnya ko gag ada ya??
    Apa krna sy cm akses via hp/ gmn??
    Kalo boleh, sy mau mnta email @ummaty
    Satu lagi, knapa web ummaty bgitu berat di akses via opera mini HP?? Padahal @ummaty sangat brperan pnting dlm mneggkan dkwah dan daf’ul fitnah..
    Sprtinya bnyak script2 yg prlu dirapikan @mod, biar bs full akses jg walo cm via HP..
    Syukron jazilan

  • Stella Fair says:

    It’s a fact: more people find out about your business on Facebook or Twitter than on search engines. Making these sites work maybe tricky for you, but it’s business as usual for us. Let us improve your visibility and enhance your image. It’s part of our complete Internet Marketing package. We’ll be more than your friends — we’ll be your partners.

    • Ummati says:

      Baik mas Khoiruddin, besok malam kita bisa ngomong2, sebab nanti malam ada Maulidan di depan rumah kami, dan sekarang sedang bekerja, jadi maaf belum bisa ngomong2 sekarang.
      Syukron atas atensinya.

  • Adi says:

    Bang Admin, Kalo sy boleh berkeluh kesah, mav sebelumnya. Sy awalnya berkenalan dengan wahabi dimulai dengan sahabat saya sendiri yang mulai memcopas artikel-artikel bernada islam yang meresahkan “bagi hati saya”. Sy sering menanyakan sudah berapa lama kamu mondok dan dari mana artikel ini kamu peroleh sebagai bahan konfirmasi. Tapi beliaunya tidak pernah sama sekali menjawab dengan akal yang sehat alias seperti terdoktrin. Selain itu sy juga di invite dalam sebuah grup dari kampung yang bernafaskan Islam (karena semboyan mereka yang kembali ke salafus sholeh). Namun postingan mereka banyak yang tidak mencerminkan akhlak seorang ustad tapi “mekso” jadi ustad. Sy mencoba membagi literatur2 dari kalangan syiah, sunni, dan karya sastra sufi, itu setelah saya diconclusikan melenceng karena beberapa kali mencoba menengahi postingan berbau syiah agar lebih dulu konfirmasi sehingga keputusan yang diambil lebih tepat. Dan seketika itu juga sy di bann. Lalu saya berkenalan dengan website “lecture” Firanda yang kemudian mengantarkan pada dua poros wahabi dan pembela Aswaja. Sy memang lebih condong tidak se sisi dengan Lc firanda dkk, tapi sy juga merasakan keresahan yang sama dari poros lain terutama dalam “perdebatan dan komentar” yang mungkin tersulut oleh sikap wahabi sendiri yang terlalu memaksakan doktrin “bidah – dolalah – nar”, “syiah – rafidoh – sesat – nar”.

    Karena website ini website muslim, tentunya sy ingin bang admin melakukan atau setidaknya memberi peringatan pada komentar-komentar yang tidak to-the-point dan banyak makiannya, ini semata-mata untuk mencegah penyakit hati “hasd”.

    Selain itu, harap semua komentar diperingati bahwa selain kita sibuk dengan penyaksian kita pada SifatNya, Perbuatan-perbuatanNya, KekuasaanNya, Kodrat dan IradatNya agar kita juga sibuk dengan KesaksianNya yang maha meliputi dan mengetahui isi hati agar dari setiap lisan (walaupun berbentuk tulisan) yang keluar senantiasa “basmalah” dan tercermin sifat “berserah diri” seperti dikatakan seorang muslim adalah seorang yang berserah diri. Demikian agar kita terhindar dari tergelincir menuhankan nafs dan pemikiran kita sendiri. Demikian saja sekedar keluh kesah seorang hamba. Trims ilmunya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


one + 2 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

habib habaib

Diskusi Pengunjung