UmmatiPress Terpaksa Beroperasi Via Warnet
Alhamdulillah wa syukru lillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah Muhammad ibni abdillah, wa ala alihi washahbihi ajma’iin….
Yang bikin kami terkaget-kaget saat pertama membuka Dashboard Ummati Press, sedemikian banyak koment-koment tersangkut di daftar tunggu moderasi. Ada koment dar Mas Ucep,… Continue reading
Duka Lara dan Nestapa di Hari-hari Lebaran
Semoga selamat sampai di tujuan
Setiap tahun di Indonesia, khususnya di tanah Jawa hari-hari lebaran tidak mesti berarti kegembiraan. Bahkan bisa jadi lebaran bermakna duka lara dan nestapa. Bagaimana tidak? Menurut kabar yang beredar, lebih dari 700 pemudik tewas dalam kecelakaan dan 3600 orang lainnya mengalami luka-luka, parah dan atau pun ringan. Semoga mereka yang mengalaminya bisa bersabar dan ridho dengan apa yang telah terjadi atas diri mereka, amin….
Sementara itu duka-lara dan nestapa juga mendera saudara-saudara kita dalam hari-hari lebaran di Jakarta. Continue reading
KH Hasyim Asy’ari Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan
PERAN K H HASYIM ASY’ARI DALAM DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Mbah Hasyim Asy’ari, Berjuang sampai Mati
KH Hasyim Asy’ari di Jombang waktu malam tanggal 25 Juli 1947. Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, beberapa saat selepas sembahyang tarawih 7 Ramadhan 1366 H. Tak lama kemudian, datang dua utusan Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Bung Tomo, pembangkit semangat perjuangan.
Salah seorang utusan itu bernama Kiai Gufron, pemimpin Sabilillah Surabaya. Keduanya mengabarkan situasi bangsa selepas Agresi Militer Belanda I 21 Juli 1947. Karena agresi itu, wilayah Indonesia makin menciut; tinggal selembar daun kelor. Wilayah itu cuma meliputi garis Mojokerto di sebelah timur, dan Gombong di Kebumen. Di sebelah barat tinggal Yogyakarta sebagai pusatnya. Continue reading
Kiai Wahab Hasbullah Pahlawan Berkalung Sorban Diponegoro
PERAN KIAI WAHAB HASBULLAH DALAM KEMERDEKAAN INDONESIA
Mengenal Kiai Wahab Hasbullah, Pahlawan Tanpa Gelar
KIAI HAJI WAHAB HASBULLAH adalah seorang tokoh pergerakan dari pesantren. Ia dilahirkan di Tambakberas – Jombang, tahun 1888. Sebagai seorang santri yang berjiwa aktivis, ia tidak bisa berhenti beraktivitas, apalagi melihat rakyat Indonesia yang terjajah, hidup dalam kesengsaraan, lahir dan batin.
Sepulang dari Mekkah 1914, Wahab, tidak hanya mengasuh pesantrennya di Tambakberas, tetapi juga aktif dalam pergerakan nasional. Ia tidak tega melihat kondisi bangsanya yang mengalami kemerosotan hidup yang mendalam, kurang memperoleh pendidikan, mengalami kemiskinan serta keterbelakanagan yang diakibatkan oleh penindasan dan pengisapan penjajah.
Melihat kondisi itu, pada tahun 1916 ia mendirikan organisasi pergerakan yang dinamai Nahdlatul Wathon (kebangkita negeri), tujuannya untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia. Continue reading
Selamat Hari Raya Idul Fithri 1433 H – 19 Agustus 2012
Selamat Idul Fitri minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin
Ummati Press Mengucapkan:
“Selamat hari raya idul fithri 1433 H - 19 Agustus 2012
Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin
Taqobballlohu minna waminkum, Allohumma taqobbal yaa kariim….”
(Idhul Fitri 1433 H Jatuh Hari Minggu, 19 Agustus 2012)
Untuk saling sapa di hari Idul Fitri kepada sesama pengunjung…. K L I K D I S I N I
Artikel Pengantar Jadi Orang-orang Beriman dan Taqwa
Daftar Isi Ummati Press:
- August 2012 (3)
- 19: KH Hasyim Asy’ari Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan (0)
- 19: Kiai Wahab Hasbullah Pahlawan Berkalung Sorban Diponegoro (0)
- 18: Selamat Hari Raya Idul Fithri 1433 H – 19 Agustus 2012 (18)
- 08: Katakanlah dengan Bangga: “Ana Wahabi Why Not?” (59)
- 06: Kalau Bisa Silahkan Berbangga Jika Disebut Wahabi (15)
- 03: icon-share button and icon-translate Button (0)
- July 2012 (6)
- 30: KISAH NYATA: Ustadz Firanda Jadi Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri (39)
- 26: Ustadz Firanda Bisa Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri (60)
- 23: Senjata Makan Tuan: FIRANDA Bisa Musyrik Gara-gara Pendapatnya Sendiri (14)
- 13: Salah Memahami Ibadah Menyebabkan Kaum Wahabi Terkenal Ngawur (110)
- 10: Muslim Ngawur: Bershalawat Kepada Nabi Saw Kok Dibilang Musyrik? (25)
- 02: Nah…, Ini Dia! Profil Singkat Universitas Al Agaff Republik Yaman (1)
- June 2012 (4)
- 28: INILAH CALON MAHASISWA UNIVERSITAS AL-AHGAFF YAMAN TAHUN 2012 (8)
- 21: Kembali ke Al Qur’an – Al Sunnah Itu Kalau Anda Seorang Mujtahid Mutlaq (135)
- 10: Utuhnya Jenazah “Dedengkot” Ahlul Bid’ah Setelah Dikubur Beratahun-tahun (33)
- 04: Fakta Wahabi : Kata Ulama Wahabi Abu Jahal CS Lebih Murni Imannya (6)
- May 2012 (6)
- 29: Daftar Penerbit Wahabi dari Berbagai Variant Wahabi di Indonesia (14)
- 27: Habib Ali al Jufri: Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj di Monas Bersama Majelis Rasulullah Saw (0)
- 26: Banser dalam Peringatan Harlah GP Ansor Nasional Ke-78 di Solo (8)
- 23: Inilah Tasawuf, Ilmu Tentang Membersihkan Hati yang Berkarat (3)
- 13: Silahkan Komentari Artikel Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi Tentang Tabarruk (21)
- 08: Fakta-fakta Tentang Wahabi (70)
- April 2012 (13) Continue reading
Katakanlah dengan Bangga: “Ana Wahabi Why Not?”
WAHABI KAUM MINDER
Dulu semasa hidupnya Gus Dur pernah bilang bahwa kaum Wahabi adalah kaum yang minder, dan itu ternyata benar adanya. Karena minder, mereka sekarang tidak berani berdialog tentang hal-hal kontroversial yang dibuatnya sendiri secara terbuka yang ditonton oleh banyak orang. Kalau terpaksa nekad, mereka akan jadi bahan tertawaan di forum-forum diskusi atau debat karena seringnya mereka terjebak oleh katan-kata dan pernyataannya sendiri. Hal ini bisa kita lihat dalam Debat Terbuka NU – Wahabi, anatara Wakil Wahabi Ustadz Muamal Hamdi berhadapan dengan anak-anak muda NU Jember. Sang Wakil Wahabi ketika itu membuat pernyataan yang sangat lucu khas juhala’ Wahabi, yaitu dia bikin istilah “MUKMIN MUSYRIK”. Jelas ini ngawur tanpa landasan dalil apapun, baik dari Al Qur’an, Al Hadits, Al Atsar ataupun perkataan ulama. Akhirnya debat tersebut ditutup karena tidak layak dilanjutkan. Continue reading
Kalau Bisa Silahkan Berbangga Jika Disebut Wahabi
Apakah anda seorang penganut ajaran wahabi? Dan apakah anda merasa malu dan minder ketika disebut Wahabi? Jika ya, kami support anda agar bisa berbangga sebagai kaum Wahabi. Bukankah menurut anda ajaran Wahabi adalah ajaran yang paling benar? Bukankah anda adalah… Continue reading
icon-share button and icon-translate Button
KISAH NYATA: Ustadz Firanda Jadi Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri
Hati-hati menimba ilmu dari Ulama Najd
SAMBUNGAN KISAH NYATA: Ustadz Firanda Menjadi Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri
( BAGIAN TERAKHIR: Efek Menuntut Ilmu kepada Ulama Najd )
Dalam postingan ini yang merupakan sambungan dari postingan terdahulu di sini, semakin memperjelas siapa sebenarnya ustadz Firanda. Sungguh payah pemahamannya tentang ajaran Islam, payah dalam arti yang sebenarnya. Pesan kami, hati-hatilah mengikuti pemahamannya, jangan sampai anda pun ikut-ikutan terjerat dalam pemahaman yang batil yang disebarkannya di muka bumi ini.
Tulisan yang diblock quote adalah dari Ustadz Firanda, sedangkan yang tanpa block quote adalah komentar atau jawaban H. Ahmad Syahid. Selamat mennyimak semoga bermanfaat bagi kita semua untuk memperoleh pemahaman yang benar tentang dienul Islam yang sesuai Al Qur’an dan Hadits menurut penjelasan yang diajarkan para Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah.
Sambungan dari Postingan: “Ustadz Firanda Bisa Musyrik Akibat Pemahamannya Sendiri“
Ustadz Firanda melanjutkan :
Lantas bagaimana ustadz abu Salafy menyatakan bahwasanya jika seseorang berdoa kepada selain Allah, kepada Nabi atau kepada wali maka itu bukanlah kesyirikan selama tidak disertai keyakinan bahwasanya wali atau nabi tersebut ikut mencipta dan mengatur alam semesta serta memberi rizki??!!
Perkataan seseorang “Wahai Rasulullah, sembuhkanlah aku!!!” ini bukanlah kesyirikan??, perkataan seseorang, “Wahai Abdul Qodir Jailani, tolonglah aku…!!”, ini juga bukan kesyirikan??!!, iya bukan kesyirikan, selama tidak meyakini Nabi dan Abdul Qodir Jailani ikut mencipta dan mengatur alam semesta..!!!!, demikianlah keyakinan Abu Salafy.
Dan saya harap para pembaca memperhatikan ayat-ayat dan hadits di atas yang bersifat umum tentang doa. Allah dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam tidak pernah mengecualikan bahwasanya jika berdoa kepada makhluk dengan keyakinan bahwasanya makhluk tersebut (baik malaikat atau nabi atau wali) tidak ikut mencipta, mengatur, dan memberi rizki secara independent maka bukan kesyirikan.
Lebih aneh lagi Abu Salafy tidak menganggap istighotsah sebagai ibadah. Abu Salafy berkata ((Sebab inti masalahnya sebenarnya terletak pada pemahaman menyimpang Ibnu Taimyah dan para mukallidnya seperti Ibnu Abdil Wahhâb dan kaum Wahhâbi mukallidnya dalam mendefinisikan makna ibadah…di mana mereka memasukkan meminta syafa’at, beristighatsah, bertawassul dll. misalnya sebagai bentuk kemusyrikan… sementara para mufassir klasik yang selama ini dirujuk kaum Wahhâbiyyûn dan Salafiyyûn sama sekali tidak memasukkannya dalam daftar kemusyrikan!)) (lihat http://abusalafy.wordpress.com/2011/01/08/benarkan-kaum-musyik-arab-beriman-kepada-tauhid-rububiyyah-allah-bantahan-untuk-ustad-firanda-i/).
Jawaban Ahmad Syahid:
Di point ini saya tidak berkomentar banyak, saya serahkan kepada pembaca Budiman untuk menilai siapakah yang benar dan siapakah yang salah. Siapakah yang lebih berhak menjadi Ustadz…? Apakah Abu salafy yang kokoh argumentasinya atau Firanda yang telah menjerat dirinya sendiri dengan argumentasinya dalam kubangan kemusyrikan?

Print halaman ini






















