bid’ah
Wahabi dan Ironisme Pemahaman Bid’ah ( bagian 1 )
Sebuah kata paling top di zaman ini adalah kata “BID’AH”, tapi bila salah memahami dan menempatkanya dapat menyebabkan kita termasuk dalam sabda baginda Nabi Saw dalam shohih Al-Bukhori : “sungguh sebesar-besar kejahatan diantara… Continue reading
Penting Buat Kaum Wahabi: Segera Menyadari Kesalahan Dalam Memahami Bid’ah
Penting Bagi Kaum Wahabi Segera Menyadari Kesalahannya dalam Memahami Bid’ah
KESALAHAN KAUM WAHHABI DALAM MEMAHAMI BID’AH
Bismillaahirrohmaanirrohiim…, Alhamdu lillahi rabbil alamiin…, Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad wa alihi wa ashabihi ajma’iin…..
Sebagaimana yang kami janjikan di postingan terdahulu… Continue reading
Mau Sampai Kapan Berkubang Dalam Kesalahan Memahami Bid’ah?
Di dalam blognya ustadz Firanda, salah satu postingan terbarunya masih saja mencoba ngeyel mengingkari realitas Bid’ah Hasanah. Dengan argumentasi yang khas seakan-akan ‘ilmiyyah’, beliau menguraikan kengeyelannya sambil mengkait-kaitkannya dengan apa yang menurutnya sebagai back-ground keluarnya hadits “MAN SANNA SUNNATAN HASANANTAN … dst”. Bagi ummat Islam yang sudah maklum dan memahami benar-benar apa itu BID’AH, maka apa yang diuraikan oleh ustadz Firanda mengenai bid’ah menjadi cukup membingungkan karena di situ terdapat banyak pertentangan yang menyebabkan inkonsistensi ilmu sehingga menjadi kontra dengan realitas.
Nah, untuk meluruskan pemahaman yang salah mengenai hal-hal Bid’ah maka sangat mendesak untuk dijelaskan mengenai pemahaman bid’ah yang sesuai dengan pemahaman para Ulama Salafus shalihin. Karena iltulah kami akan segera memposting artikel yang membahas tuntas maslah bid’ah sehingga menjadi lebih jelas. Jangan sampai ummat Islam terbelenggu terus menerus dalam kesalahan memahami bid’ah, sebab salah memahami bid’ah ini bisa menimbulkan fitnah terhadap ajaran Islam. Bukan saja ajaran Islam yang terfitnah akan tetapi fitnah-fitnah tersebut berimbas lebih luas kepada para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dan Ummat Islam. Continue reading
Kirim Pahala dalam Literatur Salafy Wahabi, Ternyata Oke Juga
Transfer Pahala Atawa Kirim Pahala Dalam Literatur Salafi – Wahabiyah
Salah satu hal yang berkaitan dengan permasalahan orang meninggal adalah menghadiahkan pahala untuk mayit. Dalam syari’ah Islam ada beberapa amaliah yang dapat membantu orang yang telah meninggal. Amaliah yang dilakukan… Continue reading
Dialog Tentang Bid’ah Hasanah itu Akhirnya Berakhir, Alhamdulillah….
Tahlilan, Maulid Nabi, Dzikir Berjama’ah, Yasinan Adalah Amal-amal Shalih
Waspadai Dirimu, Siapa Tahu Anda Termasuk Penjahat Terbesar Bagi Kaum Muslimin
Sebagai seorang Muslim, maukah anda menjadi Penjahat Besar bagi kaum Muslimin? Pastinya anda tidak mau kan? Tapi secara tidak sadar selama ini mungkin anda sudah termasuk bagian dari Penjahat-penjahat… Continue reading
Kesalahan Ahli Bid’ah dalam Memahami “Bid’ah” Sehingga Menjadi Fitnah Islam
Bid’ah Itu Tidak Otomatis Haram Atau Berdosa
Vonis Bid’ah ala Wahabi terhadap amalan-amalan Kaum Muslimin benar-benar terbukti menjadi Fitnah Islam. Bagaimana tidak menjadi fitnah Islam ketika ada orang baca surat Yasin dalam “Yasinan” divonis berdosa? Baca Tahlil dalam tahlilan… Continue reading
Koreksi Total Buat Abahna Jibril Atas Pembelaannya Terhadap Pembagian Tauhid
Koreksi total buat Abahna Jibril atas pembelaannya terhadap Pembagian Tauhid ini adalah bantahan dari Mas Ahmad Syahid untuk artikel di Blog Perisai Islam yang ditulis oleh Abahna Jibril sang pemilik blog wahabisme. Tulisan di blog Abahna Jibril itu… Continue reading
Membantah Pembagian Tauhid Jadi 3 (Trinitas) dengan Dalil-dalil Shahih
Bicara mengenai Pembagian Tauhid Jadi Tiga yaitu Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Asma Wa Sifat, di situs web Ummati Press ini Pernah terjadi diskusi panjang. Diskusi antara akhi @Dufal (Wahabi) dengan Mas Baihaqi dan dilanjut berikutnya antara Mas Joyo Marto dengan akhi @Abu Fathul (Wahabi). Inti yang ingin disampaikan oleh Mas Baihaqi dan Mas Joyo Marto dalam diskusi tersebut adalah bahwa pembagian Tauhid Jadi 3 itu tidak memiliki dalil sama sekali.
Oleh karena itu pembagian tersebut masuk dalam kategori bid’ah dholalah. Bahkan dalam diskusi tersebut disinyalir ada kemiripan antara ajaran Tauhid 3 dengan ajaran Trinitas Kristen dalam segi definisinya. Akhi @Dufal mendifinisikan bahwa Tauhid 3 adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan yang berarti seseorang tidak disebut bertauhid jika salah satu dari unsur ketiga tauhid tersebut tidak ada dalam dirinya. Hal ini secara sepintas tampak seperti kebenaran, akan tetapi sangat membingungkan sebab bagi Ummat Islam otomatis akan menganggap Rabb (Tuhan Pencipta-Pengatur) adalah sekaligus Ilah (Tuhan satu-satunya yang wajib kita beribadah kepada-NYA).
Lalu apakah benar ada kemiripan dengan ajaran Trinitas Kristen jika ditinjau dari segi definisinya? Mari kita lihat, sebenarnya konsep Trinitas Kristen pun merupakan doktrin gereja yang sangat kontroversial sepanjang sejarah. Kontroversial konsep Trinitas dimulai sejak awal diperkenalkannya doktrin tersebut. Definisi Trinitas adalah kesatuan dari tiga yang tak terpisahkan, lihatlah persamaannya dengan definisi Tauhud Tiga di atas. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah (tuhan bapa), tuhan Yesus dan tuhan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Artinya, dalam ajaran Kristen tidak disebut tuhan jika “kurang” salah satu dari ketiga unsur tersebut.
Bagaimana duduk persoalan mengenai Pembagian Tauhid 3, apakah hal tersebut termasuk kebenaran ataukah kebatilan? Silahkan simak presentasi ilmiyah yang disampaikan oleh Abu Fateh berikut ini….
Bid’ah ! Akibat Salah Memahami Bid’ah Akhirnya Muncul Fitnah Bid’ah
Bid’ah ! Akibat Salah Memahami Bid’ah Akhirnya Muncul Fitnah Bid’ah. Amalan bid’ah di dalam ibadah adalah perkara yang harus dihindari oleh kaum muslimin. Semua kita tahu bahwa kita harus hati-hati dengan amalan ibadah yang bid’ah (dholalah) sebab akan sia-sia… Continue reading

Print halaman ini




















