kaum Musyabbihah
Membantah Pembagian Tauhid Jadi 3 (Trinitas) dengan Dalil-dalil Shahih
Bicara mengenai Pembagian Tauhid Jadi Tiga yaitu Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Asma Wa Sifat, di situs web Ummati Press ini Pernah terjadi diskusi panjang. Diskusi antara akhi @Dufal (Wahabi) dengan Mas Baihaqi dan dilanjut berikutnya antara Mas Joyo Marto dengan akhi @Abu Fathul (Wahabi). Inti yang ingin disampaikan oleh Mas Baihaqi dan Mas Joyo Marto dalam diskusi tersebut adalah bahwa pembagian Tauhid Jadi 3 itu tidak memiliki dalil sama sekali.
Oleh karena itu pembagian tersebut masuk dalam kategori bid’ah dholalah. Bahkan dalam diskusi tersebut disinyalir ada kemiripan antara ajaran Tauhid 3 dengan ajaran Trinitas Kristen dalam segi definisinya. Akhi @Dufal mendifinisikan bahwa Tauhid 3 adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan yang berarti seseorang tidak disebut bertauhid jika salah satu dari unsur ketiga tauhid tersebut tidak ada dalam dirinya. Hal ini secara sepintas tampak seperti kebenaran, akan tetapi sangat membingungkan sebab bagi Ummat Islam otomatis akan menganggap Rabb (Tuhan Pencipta-Pengatur) adalah sekaligus Ilah (Tuhan satu-satunya yang wajib kita beribadah kepada-NYA).
Lalu apakah benar ada kemiripan dengan ajaran Trinitas Kristen jika ditinjau dari segi definisinya? Mari kita lihat, sebenarnya konsep Trinitas Kristen pun merupakan doktrin gereja yang sangat kontroversial sepanjang sejarah. Kontroversial konsep Trinitas dimulai sejak awal diperkenalkannya doktrin tersebut. Definisi Trinitas adalah kesatuan dari tiga yang tak terpisahkan, lihatlah persamaannya dengan definisi Tauhud Tiga di atas. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah (tuhan bapa), tuhan Yesus dan tuhan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Artinya, dalam ajaran Kristen tidak disebut tuhan jika “kurang” salah satu dari ketiga unsur tersebut.
Bagaimana duduk persoalan mengenai Pembagian Tauhid 3, apakah hal tersebut termasuk kebenaran ataukah kebatilan? Silahkan simak presentasi ilmiyah yang disampaikan oleh Abu Fateh berikut ini….
Catatan Penting Tentang Kaum Wahabi Musyabbih Mujassim
Tulisan Ini Dari Depan Sampai Belakang Berisi Bantahan Terhadap Kaum Musyabbihah (Wahabi Sekarang), Waspadai Wahabi!!
Oleh Abou Fatehبسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد
Allah berfirman:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىءٌ ( سورة الشورى : 11… Continue reading
Awas, Terjerumus Dalam Akidah Tasybih!
Masih banyak orang Islam yang belum mengerti apa itu tasybih bagi Allah, yang mana ini dilarang dalam Islam. berikut ini sekedar gambarannya, maka perhatikanlah bagaimana tasybih ini tidak pantas disandangkan bagi Allah yang memiliki sifat Agung dan Maha Suci. Ketika anda mendengar kata “turun”, bisakah anda tidak membayangkan proses turun itu sendiri? Turun dari satu tempat ke tempat lain adalah salah satu sifat dari sifat-sifat atau perilaku benda-benda dan segala sesuatu yang baharu.
Turun dalam pengertian ini membutuhkan kepada tiga perkara; Benda yang pindah itu sendiri, Tempat asal pindahnya benda itu, dan Tempat tujuan bagi benda itu. Makna semacam ini jelas mustahil bagi Allah. Jika Hadîts an-Nuzûl dimaknai bahwa Allah turun dengan Dzat-Nya secara hakekat, maka berarti pekerjaan turun tersebut terus-menerus terjadi pada Allah setiap saat dengan pergerakan dan perpindahan yang banyak sekali, supaya bertepatan dengan sepertiga akhir malam. Hal ini karena kejadian sepertiga akhir malam terus terjadi dan bergantian di setiap belahan bumi. Dengan demikian hal itu menuntut turunnya Allah setiap siang dan malam dari suatu kaum kepada kaum yang lain. Hal itu juga berarti bahwa Allah pada saat yang sama turun naik antara langit dunia dan arsy. Itulah sekedar gambaran keyakinan tasybih, menyerupakan atau menyamakan perilaku Allah Swt dengan makhluk-Nya. Tentunya pendapat semacam ini tidak akan diungkapkan oleh seorang yang berakal sehat. Mari kita simak uraian Abou Fateh agar lebih jelas memahami tentang akidah tasybih yang tidak layak bagi Allah Swt…. Continue reading

Print halaman ini












