NU
NU dan Komite Hijaz Dalam Missi Penyelamatan Makam Nabi SAW
Komite Hijaz mungkin saat ini masih ada orang yang belum tahu tentangnya, yaitu sebuah komite yang sangat melegenda dalam sejarah NU. Coba bayangkan, ketika itu Indonesia belum merdeka dari penjajahan Belanda, dalam keadaan serba susah para Ulama Aswaja di Jawa masih sempat mencermati apa yang tengah terjadi di Hijaz (Arab saudi). Waktu itu di Hijaz sedang dalam masa-masa awal berdirinya kerajaan arab Saudi.
Waktu itu betapa para Kiyai dan ulama Jawa gundah gulana mendengar kabar bahwa makam Rasulullah Saw akan diratakan dengan tanah atau dibongkar oleh penguasa Saudi yang ditopang penasehat Wahabi. Para ulama Jawa waktu itu berupaya keras mencari cara bagaimana mencegah pihak penguasa Hijaz agar tidak membongkar makam Nabi Muhammad saw. Sungguh ini pekerjaan berat, dalam keadaan serba sulit di masa penjajahan Belanda, dimana transportasi dan alat komunikasi yang terbatas, para kiyai harus berangkat ke Hijaz dalam missi penyelamatan makam Rasulullah saw.
KH Hasyim Asy’ari Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan
PERAN K H HASYIM ASY’ARI DALAM DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Mbah Hasyim Asy’ari, Berjuang sampai Mati
KH Hasyim Asy’ari di Jombang waktu malam tanggal 25 Juli 1947. Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, beberapa saat selepas sembahyang tarawih 7 Ramadhan 1366 H. Tak lama kemudian, datang dua utusan Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Bung Tomo, pembangkit semangat perjuangan.
Salah seorang utusan itu bernama Kiai Gufron, pemimpin Sabilillah Surabaya. Keduanya mengabarkan situasi bangsa selepas Agresi Militer Belanda I 21 Juli 1947. Karena agresi itu, wilayah Indonesia makin menciut; tinggal selembar daun kelor. Wilayah itu cuma meliputi garis Mojokerto di sebelah timur, dan Gombong di Kebumen. Di sebelah barat tinggal Yogyakarta sebagai pusatnya. Continue reading
Kiai Wahab Hasbullah Pahlawan Berkalung Sorban Diponegoro
PERAN KIAI WAHAB HASBULLAH DALAM KEMERDEKAAN INDONESIA
Mengenal Kiai Wahab Hasbullah, Pahlawan Tanpa Gelar
KIAI HAJI WAHAB HASBULLAH adalah seorang tokoh pergerakan dari pesantren. Ia dilahirkan di Tambakberas – Jombang, tahun 1888. Sebagai seorang santri yang berjiwa aktivis, ia tidak bisa berhenti beraktivitas, apalagi melihat rakyat Indonesia yang terjajah, hidup dalam kesengsaraan, lahir dan batin.
Sepulang dari Mekkah 1914, Wahab, tidak hanya mengasuh pesantrennya di Tambakberas, tetapi juga aktif dalam pergerakan nasional. Ia tidak tega melihat kondisi bangsanya yang mengalami kemerosotan hidup yang mendalam, kurang memperoleh pendidikan, mengalami kemiskinan serta keterbelakanagan yang diakibatkan oleh penindasan dan pengisapan penjajah.
Melihat kondisi itu, pada tahun 1916 ia mendirikan organisasi pergerakan yang dinamai Nahdlatul Wathon (kebangkita negeri), tujuannya untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia. Continue reading
NU Sebagai Salah Satu Benteng Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia
Klik dan Ikuti: Ahlussunnah Wal Jamaah dari Jalur NU Sampai ke Rasulullah Saw
Semenjak zaman awal-awal berdirinya NU, ternyata Syaikh KH. Muhammad Hasyim asyari sang pendiri NU sudah mendeteksi lalu-lintas dan hilir-mudiknya pemahaman Wahabi yang terinpirasi pemikiran Syaikh… Continue reading
Alhamdulillah, Terbukti Kaum Sarungan NU Kini Semakin Maju dan Modern
RAKORNAS LKNU: RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) yang digelar di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang selamat tiga hari, 13-15 April 2012, juga diramaikan dengan pameran UKM… Continue reading
Wahabi Tak Berkutik di Arena Dialog Terbuka di Balikpapan
Flexi ASWAJA, HP Produk Telkom untuk Kebangkitan Da’wah ASWAJA
Flexy Aswaja
Flexi bekerjasama dengan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (AsWaJa) mengeluarkan HP dengan konten-konten Islami.
NU Luncurkan Ensiklopedia yang Monumental
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyiapkan buku ensiklopedia berisikan tentang perjalanan panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.… Continue reading
Kisah Nyata: Subhanallah…, Santri ‘Nakal’ Itu Akhirnya Jadi Wali!
Manaqib Kiyai Kholil Bisri Rembang (Teronggosongized)
Oleh: Yahya C. Staquf
FRAGMEN I: SANTRI MBELING DI LIRBOYO
Sewaktu mondok di Lirboyo, partner mbeling terdekat Kyai Kholil adalah Gus Mik (Kyai Hamim Jazuli). Pernah, ditengah pelajaran Madrasah, Santri Kholil yang tempat duduknya didekat jendela, disapa Gus Mik dari luar.
“Keluar, Gus!” kata Gus Mik, setengah berbisik.
“Ada apa?”
“Nonton bioskop… ada filem bagus!”
Santri Kholil ragu,
“Masih pelajaran ini…”
“Lompat saja!”
Ketika guru menghadap papan tulis, Santri Kholil melompat keluar dari jendela. Santri-santri lain tak berani menegur tingkah gus-gus itu.
Buku-buku Sesat Buatan Para Aktifis Wahabisme di Indonesia
-
Amaliyah Sesat di Bulan Ramadhan
-
Bongkar Kesesatan Debat Terbuka Kyai NU di Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya
-
Buku Putih Kyai NU
-
Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik
-
Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan… Continue reading
Afrokhi Al-Wahabi Ngumpet Saat Dikunjungi Densus 99 Anti Teroris Aqidah
Hasil Investigasi “Densus 99 Anti Teroris Aqidah” Terhadap Afrokhi Al Mujassim Al Wahhabi
Afrokhi Abdul Ghoni dengan buku batilnya yg berjudul “Buku Putih Kyai NU” telah menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam. Dengan beraninya ia mengatasnamakan sebagai kyai NU padahal ia mengusung konsep-konsep sesat wahhabi yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah Wal-Jama`ah. Seharusnya ia tidak mengatasnamakan NU, karena konsep yang di bawanya berbeda dengan konsep Ahlussunnah Wal Jama`ah yang selama ini diikuti warga NU. Jika penyimpangan ini dibiarkan, maka akan menjadi sebuah bom waktu yang sangat berbahaya bahkan bisa menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Continue reading

Print halaman ini


















