Berdasar Al Qur'an – Al Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Shalih
Inspirasi Islam
Dijaga Aki Ismet

Sahabat

Shahih Bukhori: Rasulullah Saw Bertawassul Dengan Tanah Dan Air Liur Muslimin

Tawassul Dalam Perspektif Hadits

Oleh: Ahmad Ar-Rifa’i*

??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ??????????? ???????? ???????????? ??????????? ??? ????????? ??????????? ???????????

 

” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”. (al-ma’idah :35)

Tawassul adalah berdoa dengan perantara, sedari dulu ulama dipenjuru dunia memperbolehkan dan mengamalkan tawassul baik dengan amal sholih, ataupun dengan pribadi dan kedudukan nabi Muhammad SAW serta para auliya’. Hanya saja semenjak datangnya gelombang pembaharuan yang dihembuskan oleh Muhammad Bin Abdul wahhab, maka terjadi goncangan ditubuh umat Islam. Mereka yang mengamalkan tawassul kepada Nabi dan para wali dicap sebagai biang Bid’ah dan Syirik. Bukan cuma itu, sejumlah auliya’ Alloh dihujat habis-habisan mulai dari Syaikh Ahmad Badawi sampai para wali songo di tanah jawa.  ( Ada CD rekaman ceramah ustadz mereka pada penulis ).

Sebenarnya Allah Swt memerintahkan kepada kita untuk mengambil perantara antara kita dengan Allah. ( Lihat QS. Al Maidah : 35 di atas ). Rasulullah saw adalah sebaik-baik perantara, dan beliau  sendiri bersabda : “Barangsiapa yang mendengar adzan lalu menjawab dengan doa : “Wahai Allah Tuhan Pemilik Dakwah yang sempurna ini, dan shalat yang dijalankan ini, berilah Muhammad (saw) hak menjadi perantara dan limpahkan anugerah, dan bangkitkan untuknya Kedudukan yang terpuji sebagaimana yang telah kau janjikan padanya”. Maka halal baginya syafaatku” (Shahih Bukhari hadits no.589 dan hadits no.4442)

Hadits ini jelas bahwa Rasul menunjukkan bahwa beliau  tak melarang tawassul pada beliau saw, bahkan orang yang mendoakan hak tawassul untuk beliau  sudah dijanjikan syafaat beliau dan hak untuk menjadi perantara ini tidak dibatasi oleh keadaan beliau, baik ketika masih hidup ataupun di saat wafatnya.

Continue reading

Salafy Wahabi Anti Dzikir Jama’ah Jangan Mengaku Ahlussunnah

Dzikir Berjamaah sejak Zaman Rosul SAW

By: Ustadz M. Arifin Ilham

 

Arifin Ilham - Habib Munzir

Sekte wahabi muncul pada abad 14 hijriah, mereka ini merupakan penyakit dalam tubuh kaum muslimin yang telah menyerang hampir seluruh Negara muslimin dimuka bumi.Mereka ini selalu mengada-adakan dan mempermasalahkan hal-hal yang tidak pernah dipermasalahkan oleh Ulama Besar, Para Imam, para Tabi’in, para sahabat, bahkan Rasul saw.

Hal ini para ulama tidak mengkategorikan Ibn Abdulwahhab sebagai Imam Madzhab (dalam arti Mujtahid), karena seorang Imam Madzhab adalah orang yang suci dari mencaci maki muslimin, apalagi menganggap musyrik pada ahli syahadat, atau menganggap perbuatan sahabat rasul radhiyallahu’anhum adalah Bid’ah munkarah. Imam madzhab adalah pewaris Rasul saw, orang yg berjiwa arif dan lidahnya selalu basah berdzikir kepada Allah, mendoakan yang sesat, mendoakan hidayah bagi orang kafir, demikian pulalah Lidah Rasul saw.  Continue reading

habib habaib

Diskusi Pengunjung