salafy wahabi
Abuubaidah.com VS Imam Nawawi Tentang Faham Allah Ada Di Langit
Imam Nawawi
says: April 15, 2010 at 10:22 am
menyatakan Allah ada di atas langit sama juga mengatakan Allah ada dimana-mana, karena di atas bumi langit, di bawah bumi langit, di kanan bumi langit, di kiri bumi juga langit, jadi langit ada dari segala penjuru bagi makhluk yg tinggal di bumi. Continue reading
Koreksi Ahlussunnah Wal-Jama’ah Kepada Salafy Wahabi Soal Tawassul
Bagi Anda yang pernah belajar ilmu agama Islam tahu bahwa Allah Swt memerintahkan orang-orang beriman (mukminin) untuk bertawassul sebagaimana firman-NYA: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah/patuhlah kepada Alloh swt dan carilah perantara yang dapat mendekatkan kepada Alloh SWT dan berjuanglah di jalan Alloh swt, agar kamu mendapatkan keberuntungan” (QS.Al-Maidah-35). Jadi, bertawassul adalah perintah Allah Swt, dan merupakan amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Termasuk amalan Tawassul adalah berdo’a dengan menggunakan perantara, bisa dengan amal shalih, atau dengan kedudukan Kenabian Nabi Muhammad Saw atau kedudukan orang-orang Shalih di sisi Allah Swt, baik ketika masih hidup dan setelah wafatnya. Banyak hadits-hadits shahih yang menjelaskan akan hal ini, dan banyak contoh orang-orang beriman yang shalih melakukan do’a tawassul yang demikian itu.
Tapi celakanya akhir-akhir ini ada sekte Islam yang mengingkari amalan do’a tawassul dengan Nabi Saw setelah wafatnya, dengan alasan orang yang telah wafat tidak mampu memberikan manfaat atau mudhorot apa-apa. Para pengikut sekte sempalan ini lupa atau mungkin tidak menyadari bahwa pada hakekatnya yang memberi manfaat atau mudhorot adalah Tuhan satu-satunya yaitu Allah Azza Wajalla.
Bagi orang-orang yang mampu berpikir lebih dalam tentang kekuasaan Allah Swt akan menyadari, sesungguhnya tak ada perbedaan antara yang hidup dan yang mati dalam hal memberi manfaat sebab semuanya tidak ada yang mustahil dengan kekuasaan dan izin Allah swt. Yang hidup tak akan mampu berbuat melainkan dengan izin Allah swt dan yang mati pun bukan mustahil memberi manfaat bila memang dikehendaki oleh Allah swt. Pengingkaran akan kekuasaan Allah swt atas orang yang mati dalam hal kemanfaatan adalah kekufuran yang sangat jelas, karena hidup ataupun mati tidak membedakan kekuasaan Allah dan tidak bisa membatasi kemampuan Allah SWT.
Ketakwaan Nabi Saw dan orang-orang shalih dan kedekatan mereka kepada Allah Swt tetap abadi walau mereka telah wafat. Maka jelaslah semua ini sangat erat berkaitan dengan ibadah tawassul yang diperintahkan Allah dan dicontohkan oleh Rasul Saw. Akan tetapi ketika kaum muslimin menjalani tawassul serta-merta dianggap musyrik. Sebab menurut paham ajaran sesat itu, orang bertawassul itu disamakan dengan menyembah selain Allah Swt. Bertawassul sudah diperintahkan oleh Allah, tetapi saat ada yang bertawassul dianggap musyrik, bukankah ini suatu kontradiksi yang sangat jelas? Hal inilah yang dikoreksi oleh seorang facebooker ASWAJA terhadap tulisan artikel Ustadz Muhammad Umar As-Sewed seorang pentolan Salafy Wahabi Indonesia. Mari kita simak bersama mudah-mudahan kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah, amin….
Perpecahan Sekte Salafy Wahabi Akibat Ajaran Sesat Atau Rebutan Proyek Petro Real?
Baku Hantam Sesama “Salafy” (baca: Wahhabi)
Oleh: Abu Qatadah
Salafi meyakini bahwa hanya ada satu golongan yang selamat dan masuk syurga, yakni salafi Wahabi, dari sekian banyak golongan yang ada saat ini (73 golongan). Salafi menggunakan landasan hadits Nabi saw, berikut ini:
Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.”Ditanyakan kepada beliau: “Siapakah mereka, wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang yang mengikutiku dan para sahabatku.” (HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim).
Kemudian diperkuat lagi dengan kaidah yang mereka gunakan bahwa: “Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali”, kebenaran yang satu ada pada salafi Wahabi!
Keyakinan ini berdasarkan hadits Nabi saw:
Rasulullah saw bersabda: ‘Inilah jalan Allah yang lurus’ Lalu beliau membuat beberapa garis kesebelah kanan dan kiri, kemudian beliau bersabda: ‘Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai, atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak kearahnya’ (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim)
Kemudian beliau membaca ayat, yang artinya:
Dan (katakanlah): ‘Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa (Al-An’am 153).
Sehingga salafi Wahabi meyakini bahwa semua golongan sesat, bid’ah, tidak selamat dan tidak masuk syurga.
Dengan keyakinan ini maka salafi Wahabi merasa dirinya paling benar (karakter 1),
sedangkan ulama/golongan lain selalu salah, sesat dan bid’ah.
Sehingga golongan sesat dan bid’ah ini layak untuk dicela (karakter 2), harus diungkapkan semua keburukannya dan jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya, karena khawatir nanti diikuti oleh umat Islam. lihat 4,
Sehingga bertaburanlah dalam pengajian, daurah, seminar, buku-buku dan website-website salafi pernyataan bahwa hanya salafi-lah yang paling sesuai dengan as-sunnah dan celaan sesat dan bid’ah kepada ulama/golongan selain salafi.
Berpecah-belah sesamanya
Tetapi ada satu hal yang aneh dan sangat bertolak belakang dengan keyakinan diatas, pada saat kita mencoba lebih jauh mengenal salafi maka akan dijumpai fakta bahwa secara internal salafi berpecah-belah sesamanya.
Dialog Ilmiyah Aktifis Salafy Wahabi VS Pembela Ahlussunnah Wal-Jama’ah
He he he…. ketawa dulu biar nggak tegang. Judul postingan kali ini dibuat keren sedemikian rupa supaya memiliki nilai komersil. Semoga best-seller seperti halnya buku-buku terbitan Salafy Wahabi yang mencatut Nama Besar Kiyai NU, bukunya jadi laris manis bak kacang goreng. Dengan demikian sehingga diharapkan diskusi (debat) yang walaupun semula berawal dari iseng-iseng bisa berkembang jadi Debat Ilmiyah. Dialog ini dimulai dari seorang aktifis dakwah Wahabisme bernama Abahna Jibril yang menitipkan link blog-nya di blog Ummati Press ini.
Tapi karena nama blog yang memang aneh dan ngedap-edapi menurut istilah Munib Muslih (seorang komentator blog ini), maka mengundang orang yang melihatnya menjadi kaget. Siapakah nama yang menggemparkan tersebut, tidak lain yaitu “Bapak Malaikat Jibril (maaf,hanya plesetan)”. Tak heran jika mengundang komentar dari seorang bernama Ahmad Syahid yang seakan ingin menggugat penamaan yang aneh tersebut. Ahmad Syahid adalah seorang pembela ASWAJA di blog ini yang sangat terkenal namanya sejajar dengan Abah Zahra, Mutiara Zuhud, Gondrong dll. Dan tak kalah populernya juga Arumi dkk yang baru saja menyatakan hengkang sementara dari aktifitas komentar di blog kesayangan kita ini karena tersangkut “problem” akibat ulah su’udzon-nya Abah Jibril ini. Bahkan blog ini pun dituduhnya sebagai blog Syi’ah seperti yang yang ditulisnya dipermalink postingannya http://abahnajibril.wordpress.com/2011/02/26/sandiwara-komentator-blog-syiah/#comment-196, sebuah tudahan yang tak berdasar samasekali. Baiklah, tidak perlu berpanjang kalam lagi mari kita simak bersama debat Ilmiyah yang semakin seru ini, semoga bisa diambil faedahnya…. Continue readingKetika Sufi Dianggap Musyrik, Justru Para Sufi Lebih Fasih Bicara Kemusyrikan
Pemahaman yang dianut Salafy Wahabi itu memang aneh tapi nyata. Di mana-mana para aktivis Salafy Wahabi mengkampanyekan bahwa para sufi adalah kaum musyrik. Mereka menulis propaganda hitamnya itu di berbagai mass media, baik di dunia nyata maupun di jagad internet. Kampanye mereka yang gigih tersebut memang membuahkan hasil gemilang. Sekarang ini semakin banyak anak-anak muda menjadi latah berteriak bahwa para sufi adalah musyrikin. Para pemuda korban penipuan gaya Salafy Wahabi itu tidak merasakan kalau diri mereka sudah kena tipu habis-habisan.
Sungguh kita merasa kasihan, makanya postingan ini kami persembahkan dengan segenap rasa cinta, semoga para korban kebohongan Salafy Wahabi itu segera menemukan dirinya telah terpedaya oleh propaganda hitam dan murahan. Bahkan sampai hari ini kampanye hitam tentang tasawuf dan para sufi masih terus menerus dikobarkan, seakan-akan mereka sudah benar-benar di atas kebenaran.
Tahukah anda bahwa para sufi itu ternyata lebih fasih dibanding kaum Wahabi ketika menjelaskan tentang seluk beluk kemusyrikan? Kami akan suguhkan fakta tentang penjelasan bermutu tinggi yang mengupas tuntas apa itu musyrik dan kemusyrikan. Penjelasan disampaikan oleh seorang Mursyid (guru pembimbing sufi) bernama KH. MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI dari Semarang.
Berikut ini adalah penjelasan beliau dalam kajian sebuah kitab tasawuf Al-Hikam karya Syaikh Ibnu Atho’illah ( Abu Fadhil Ahmad bin Muhammad bin Abdul Karim bin Abdurrahman Ibnu Atho’illah ). Tokoh Sufi dan ilmu tasawwuf legendaris yang hidup sezaman dengan Ibnu Taymiyah ini, bahkan diantara keduanya pernah “BERDEBAT” secara langsung di sebuah Masjid seusai Shalat Isa’. Insyaallah nanti akan kami posting juga kisah perdebatan mereka yang pasti seru dan berhikmah, sekaligus membuktikan bahwa para tokoh Sufi adalah orang-orang Shalih yang brilliant.
Sekarang mari kita ikuti penjelasan KH. MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI tentang kemusyrikan dan atau ksyirikan yang juga merupakan penjelasan mendetail dan ecxelent…. Continue reading
Shalat Pakai Sandal Jepit, Sujud di Tanah Mau Mencontoh Nabi ?
H. Mahrus Ali: Mau Ittiba’ Rasul Shalat Pakai Sandal Jepit!
Kelompok Wahabi pecah; satu dengan lainnya saling menyesatkan, bahkan saling mengkafirkan. Salah satu sub sektenya adalah Ajaran Mahrus Ali dengan kelompoknya yang memandang shalat di atas ubin (tempat yang dikramik) atau semacamnya adalah bid’ah sesat. Mereka mengatakan di zaman Rasulullah; masjid nabi berlantaikan tanah, dan Rasulullah serta para sahabatnya shalat di atas tanah. Semoga kita dan keluarga kita terhindar dari ajaran bid’ah dlalalah yang dirintis ’MUJTAHID’ Wahabi semacam H. Mahrus Ali (memakai gelar Haji di depan namanya bid’ah apa sunnah ?).
Di bawah ini adalah Foto-foto Eksklusif salah satu Gaya Shalat Wahabi yang dipraktekkan Oleh H. Mahrus Ali dan jama’ahnya. Sosok wahabis yang pernah mengaku sebagai matan Kiyai Nu ini rupanya ingin berlagak jadi Mujtahid abad ini. Seperti inilah hasil ijtihad dari seseorang yang yang tidak memenuhi persyaratan sebagai Mujtahid. Mestinya orang setengah awam itu tidak perlu berijtihad sendiri cukup jadi muqallid saja lebih selamat dari membuat amalan ibadah bid’ah (dlalalah). Apalagi ibadah Shalat pastinya sudah ada contoh dari Nabi jangan sampai membuat gaya baru. Ini mungkin bisa menjadi contoh amalan bid’ah (dlalalah) yang nyata, bagaimana komentar anda? Continue reading
Awas, tangan-tangan Wahabi Merubah Rute Ibadah Haji
Ingatkan Saudara-saudara Kita Yang Berangkat Haji:”Awas Salah Tempat Sa’i, Harus Di Tempat Sa’i Yang Lama”
<<< Sangat Penting >>>
oleh Abou Fateh
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.
Kaum Wahabi tidak merasa cukup hanya dengan berusaha merusak aqidah orang-orang Islam, selain itu mereka juga merusak ibadah haji orang-orang Islam yang tengah mereka kerjakan.
Sesungguhnya semenjak zaman Rasulullah seluruh orang Islam melakukan ibadah sa’i antara Shafa dan Marwah di tempat khusus yang telah ditetapkan oleh Raslullah. Dalam sebuah hadits Rasulullah memberikan pelajaran tentang tata cara berhaji, beliau bersabda:
???? ??? ????????
“Ambilah dariku tata cara ibadah haji kalian”.
Rasulullah tidak perah berkata: “Ambilah tata cara ibadah kalian dari para penguasa wahabi”.
Tepatnya tanggal 24 Februari 2008 kaum Wahabi memulai proyek pelebaran tempat ibadah sa’i yang sebelumnya telah mereka rencanakan. Mereka ingin “dikenang sejarah” agar dicatat bahwa pelebaran tempat ibada sa’i telah dibangun oleh “tangan mereka”, tidak peduli walaupun itu menyalahi ketentuan-ketentuan syari’at.
Lebar tampat ibadah sa’i sebenarnya adalah sekitar 35 hasta; atau sekitar 17,5 meter. Namun sekarang telah dirubah oleh dinasti Wahabi menjadi 55 meter, dengan menambahkan sekitar 38 meter dari yang telah ditentukan oleh Rasulullah. Proyek pelebaran ini tidak lain hanya untuk “memenuhi keinginan perut dan kekuasaan” mereka.
Al Imam al Hafizh an Nawawi dalam kitab al Majmu’, juz. 2, hlm. 77, meriwayatkan perkataan Imam asy Syafi’i, menuliskan: “Imam asy Syafi’i berkata: Jika seseorang melakukan sa’i di suq al ath-tharin maka sa’i-nya tersebut tidak sah”. Continue reading
Mengapa Salafy Wahabi Dianggap Meresahkan
Konsep Dasar Ajaran Salafy dan Wahabi
Salafi atau Salafiyah adalah sebutan untuk kelompok atau paham keagamaan yang dinisbatkan kepada Ahmad Taqiyuddin Ibnu Taimiyah ( 661 H-728 H) atau yang sering dikenal dengan panggilan Ibnu Taimiyah. Salafi atau Salafiyah itu sering dipahami sebagai gerakan untuk kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw. beserta para Sahabat beliau.
Wahabi atau Wahabiyah adalah sebutan untuk kelompok atau paham keagamaan yang dinisbatkan kepada pelopornya yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab (1702 M-1787 M/ 1115 H-1206 H). sebetulnya, nama Wahabi ini tidak sesuai dengan nama pendirinya, Muhammad, tetapi begitulah orang-orang menyebutnya. Sedangkan para pengikut Wahabi menamakan diri mereka dengan al-Muwahhiduun (orang-orang yang mentauhidkan Allah), meskipun sebagian mereka juga mengakui sebutan Wahabi. Continue reading
Awas Tertipu Promosi Salafy Wahabi Sebagai Islam Murni
Kesombongan Sikap Salafy Wahabi Memicu Respons Ummat Islam
Awas Tertipu Promosi Salafy Wahabi Sebagai Islam Murni
Dalam beberapa postingan artikel sebelumnya, kita telah memperoleh penjelasan bahwa salafy merasa dirinya paling benar, selamat dan masuk syurga. Sehingga hanya salafy saja golongan yang harus tetap eksis di dunia. Sedangkan golongan lain sesat, bid’ah dan tidak selamat karena musyrik sehingga tidak layak kebeadaannya, dan harus dicela dalam forum-forum dan jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya.
Sangat Populer kisah ini, yaitu ketila Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya tentang golongan yang selamat, dia berkata: “Mereka adalah para ulama salaf. Dan setiap orang yang mengikuti jalan para salafush-shalih”.
Tetapi faktanya yang mereka maksudkan dengan jalan para salafush-shalih adalah golongan SALAFY sendiri. Bukan salafus shalih dalam arti sesungguhnya, juga bukan golongan-golongan yang lain! Ini dibuktikan bahwa pandangan Salafy Wahabi selalu bertentangan dengan ajaran para salafus shalih. Continue reading
Fakta Ekstrim Tentang Salafy Wahabi
Perjalanan Ekstrim Dakwah Salafy Wahabi!
berdo'a agar selamat dari fitnah wahabi
Bukan sekali terjadi, benturan antara Salafy dengan gerakan Islam yang ada. Sehingga menimbulkan gelombang penolakan. Di Lippo Cikarang, kajian Salafy terpaksa diliburkan selama sebulan, karena adanya tekanan (ancaman) dari kelompok tertentu untuk membubarkan halaqah ini. Kemudian di Matraman, Jakarta, pernah terjadi penyerbuan kelompok jamaah dzikir yang dipimpin oleh seorang yang mengklaim dirinya habaib, terhadap masjid jamaah Salafy, seraya menuntut masjid itu tidak difungsikan lagi untuk penyelenggaraan shalat Jum’at. Alhasil, tuntutan itu sukses.
Gelombang penolakan juga terjadi di luar Jawa, di Lombok Barat (NTB), sudah beberapa kali terjadi perusakan fasilitas milik ”penganut” Salafy oleh warga setempat. Akibat kesalahpahaman di kedua belah pihak, warga di Dusun Mesangguk, Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok, menyerang jamaah Salafy dengan lemparan batu. Sebelumnya, November 2005, ribuan warga Desa Sesela menyerbu Yayasan Pondok Pesantren Ubay bin Kaab di Dusun Kebon Lauk. Continue reading

Print halaman ini














