Berdasar Al Qur'an – Al Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Shalih
Inspirasi Islam
Dijaga Aki Ismet

Shalawat Nariyah

Muslim Ngawur: Bershalawat Kepada Nabi Saw Kok Dibilang Musyrik?

Ya Alloh, berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan (khusnul khotimah), hujan diturunkan berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuanMU.

Tidak Ada Shalawat yang Berisi Hal-hal Syirik (Musyrik)

Entah pemahaman macam apa yang mereka pelajari sehingga orang bershalawat untuk Nabi Muhammad Saw, dan dengan shalawat tersebut kita bermaksud berdo’a kepada Allah Swt, lantas mereka bilang musyrik. Hal ini bisa kita lihat ucapan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu (tokoh panutan kaum wahabi) ketika mengomentari sholawat Nariyah. Menurutnya dalam sholawat ini berisi kesyirikan yang terang-terangan.

 

Sungguh sangat mengherankan apa yang menjadi pandangannya, apakah karena sang Syaikh itu keterlaluan pintarnya atau entah apa sebabnya sehingga dia melihat kesyirikan yang terang-terangan menurutnya dalam shalawat nariyah. Sebagai seorang Ulama muslim mestinya benar-benar tahu bahwa dalam kalimat-kalimat shalawat tersebut penuh dengan sanjungan kepada Rasulullah Saw. Dan Rasulullah memang benar seperti itu, siapa yang mengingkarinya maka jangan lah ngaku-ngaku beriman kepada beliau. Dan sanjungan kita setinggi langit pun tidak kita maksudkan untuk menyamakan beliau dengan Allah yang mengutusnya sebagai Rasul Pilihan, sebagai sayyidul anbiya’ wal mursaliin, pimpinan para Nabi dan Para Rasul.

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Shalawat Nariyah cukup populer di banyak kalangan dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan atau demi menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara terang-terangan di dalamnya“.

Syaikh Wahabi tersebut selanjutnya berkata:

“Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur’an Al Karim dan diajarkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah semata yang berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati, menyingkirkan kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meskipun yang di serunya adalah malaikat utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur’an ini telah mengingkari perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para wali….” Anda bisa lihat selengkapnya di Muslim.or.id. sebuah Website corong ajaran Wahabi di Indonesia.

Padahal dalam susunan sholawat Nariyah tersebut tidak ada sepotong pun kalimat yang berisi do’a kepada nabi Muhammad, do’a tersebut tidak ditujukan kecuali hanya kepada Allah Swt. Barang siapa memahami sholawat tersebut berisi do’a kepada Nabi Saw, maka mereka wajib belajar lagi cara memahami kalimat. Sebab pemahaman tersebut telah menimbulkan fitnah dengan menuduh kaum muslimin berdo’a kepada selain Allah Swt. Bagi kalian yang mengikuti pendapat Syaikh Muhammad Jamil Zainu, coba tunjukkan kalimat mana yang berisi do’a kepada Rasul saw?

Sebenarnya yang mejadi sebab kanapa mereka mengalami salah paham sampai sejauh itu karena berangkat dari pemahaman bahwa sholawat yang redaksinya bukan dari Nabi saw adalah bid’ah (versi Wahabi setiap bid’ah itu terlarang atau haram). Baiklah, jika memang begitu maunya apakah mereka masih konsisten dengan pendapatnya  jika yang bersholawat dengan sholawat bid’ah itu Syaikh-syaikh Wahabi semacam Syaikh Albani dan Syaikh bin Baz?

 

Agar bisa langsung melihat shalawat bid’ah hasanah buatan Syaikh-syaikh Wahabi, mari kita simak tulisan berikut ini dimulai dari alenia paling bawah, lalu alenia di atasnya dan di atasnya lagi. Selamat menyimak…. selanjutnya bacalah dari atas kembali agar mendapat pemahaman yang benar tentang shalawat.  Dan semoga anda-anda yang sudah terlanjur memusyrikkan muslimin yang bershalawat, semoga anda segera menyadari bahwa selama ini anda telah menjadi muslim-muslim yang ngawur maka segeralah bertaubat. Barokallohu fikum ajma’iin…. Continue reading

habib habaib

Diskusi Pengunjung