ummat islam
Kami Sekeluarga dan Teman-teman Mungkin Jadi Korban Cuci Otak Ala Wahabi
Sesekali waktu kita mesti melakukan muhasabah atau introspeksi diri tentang agama yang kita ikuti. Yang jelas di sini kita sudah beragama Islam, agama yang asalnya diajarkan oleh Rasul Muhammad Saw. Akan tetapi, banyak orang awam seringkali tidak tahu bahwa… Continue reading
Ahlussunnah Waljamaah Menjawab Tuntas Tudingan Kaum Wahabi
KATA PENGANTAR
Buku Lengkap Tentang Jawaban Fitnah Kaum Wahabi
Mayoritas ummat Islam Indonesia, bahkan di dunia adalah penganut aliran Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ajaran-ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah begitu berakar dan membumi dalam tradisi, budaya dan kehidupan keseharian masyarakat muslim Indonesia. Memang ajaran-ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah bisa terwujud dalam manifestasi yang beragam di berbagai belahan dunia Islam karena cara hidup, kebiasaan dan adat istiadat masing-masing kawasan dunia Islam yang berbeda. Namun ada benang merah yang menyatukan semua adat-adat yang berbeda itu. Ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah selalu menjiwai berbagai tradisi-tradisi keagamaan tersebut. Di relung-relung tradisi-tradisi tersebut pasti ada ajaran-ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah yang menjadi substansi dan penggeraknya. Continue reading
Menyibak Misteri Salafy Wahabi dan Tipu Dayanya Kepada Ummat Islam
MENYINGKAP TIPU DAYA: FITNAH KEJI FATWA-FATWA KAUM SALAFI WAHABI KERESAHAN TERHADAP ALIRAN SESAT
Harga buku masing-masing Rp. 20.000, jika membeli keduanya dapatkan dengan harga Rp. 30.000. Biaya belum termasuk ongkos kirim. Hubungi 021 99110702
Belakangan ini, Indonesia sedang dilanda gelombang besar paham baru keislaman yang beraneka ragam bentuknya dan sangat menyesatkan. Munculnya sikap-sikap ekslusif dan arogan dari para pengusung atau pengikut masing-masing paham tersebut telah semakin meresahkan masyarakat. Merasa diri berhak berupaya mengkaji al-Qur’an atau hadis, merasa diri paling benar dan yang lain salah, menganggap kesesatan itu hanya Allah yang berhak memvonisnya, dan menganggap pemahaman umat Islam tentang agama selama ini keliru, semua dalih itu telah menyebabkan perbedaan pendapat yang memicu perpecahan di kalangan ummat Islam.
Para ulama pun tidak tinggal diam, demi menyaksikan “kekacauan” tersebut. Sebagai wujud tanggung jawab mereka kepada Allah, maka mereka terus berupaya membentengi umat dari serangan paham-paham sesat tersebut, baik secara perorangan melalui mimbar-mimbar masjid atau majlis-majlis ta’lim, maupun secara lembaga seperti yang dilakukan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Upaya itu mereka wujudkan dalam bentuk penjelasan-penjelasan atau fatwa-fatwa yang menyatakan bahwa paham-paham tersebut sesat dan menyesatkan. Continue reading
Keteladanan Seorang Syeikh Wahabi
Ini adalah kisah yang mengungkap sikap keteladanan dari seorang Syekh Wahabi. Tokoh ini namanya cukup terkenal, tapi mengenai kisah nyata ini kami baru mengetahuinya. Seperti kita maklumi, bahwa di kalangan Wahabi, yang namanya kesyirikan memang menjadi agenda penting untuk memeranginya.… Continue reading
Agar Syubhat Terungkap Jelas
Oleh: Ahmad Khoiruddin
Bagaimana sikap saya terhadap tuduhan kafir, musyrik, penyembah kuburan dan ahlul bid’ah yang ditujukan kepada mayoritas kaum muslimin Indonesia? Duh…, memang ini problem yang benar-benar terus berkecamuk di tengah –tengah Ummat Islam. Efek fitnahnya sungguh luar biasa. Tapi alhamdulillah, insya Allah Ummat Islam bisa bersabar akan semuanya itu. Bahkan secara pribadi saya mengapresiasi semua tuduhan miring yang terkadang kelewat kasar dalam penyampaiannya. Lewat tulisan ini sebenarnya saya ingin memberikan suatu wacana yang agak sejuk. Saya akan tetap khusnudlon jika seandainya ada yang tidak menerima. Artinya ya tidak apa-apa, gitu lho, saya tidak akan emosi….
Atau saya tidak akan berbalik menyesatkan Para Penuduh karena berbeda dengan saya. Sungguh, saya sadar Ummat Islam pun berhak beribadah dengan cara yang diyakininya, yang diajarkan oleh guru-gurunya yang menurut mereka benar. Cuma pesan saya, setelah membaca tulisan ini hendaknya jangan terlalu gemar mennyesatkan atau membid’ahkan atau memvonis orang lain sesat hanya karena berbeda pandangan. Nah, saya untuk selanjutnya akan sering berganti nama menjadi “kami”, sebab saya akan mencoba mewakili aspirasi orang-orang yang saya bela dalam tulisan ini. Continue reading

Print halaman ini












