Berdasar Al Qur'an – Al Sunnah Menurut Pemahaman Salafus Shalih
Inspirasi Islam
Dijaga Aki Ismet

Ust. Muhammad Idrus Ramli

Selain Ahlussunnah Wal-Jama’ah, Ajarannya Menyesatkan Ummat Islam

Ust. Idrus Ramli: Kita Melayani yang Berbahasa Indonesia

ustaz idrus ramli

Literatur akidah terus bertebaran di dunia Islam. Meski tidak patah atau hilang, literatur akidah terus tumbuh dan berganti. Pengarangnya adalah ulama-ulama terkemuka dari berbagai kalangan: Sunni, Syiah, Wahabi, dan yang lain. Mereka seperti hidup di atas papan catur raksasa: bertahan dan menyerang, baik melalui forum perdebatan maupun karya tulis. Ini seperti sisi kehidupan yang tak selesai-selesai, sejak masa ulama terdahulu hingga sekarang. Untuk dapat “menonton” pertarungan itu, berikut hasil wawancara majalah Maktabatuna Pondok Pesantren Sidogiri dengan tokoh yang terlibat langsung di dalamnya: Ust. Muhammad Idrus Ramli, penulis buku Madzhab Al-Asy’ari: Benarkah Ahlusunnah Wal-Jamaah?

Sejak kapan literatur-literatur akidah, baik yang Ahlusunah atau bukan, mulai berkembang?

Kalau di Indonesia, masuknya literatur-literatur di luar Ahlusunah Waljamaah, seperti yang dijelaskan oleh Hadlratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari, itu sejak 1330 H, mungkin awal abad ke-19 M. Sejak itu, yang mulai banyak masuk ke Indonesia adalah ajaran Wahabi, ajaran Syiah, ajaran Kebatinan, dan lain sebagainya. Dan sebelum masuknya semua faham itu, Indonesia murni Ahlusunah Waljamaah, paduan dari akidah Asy’ari dan ideologi Syafi’i. Kemudian, setelah era 70-an ke belakang, produksi kitab di Timur Tengah semakin maju pesat. Akhirnya, masing-masing dari aliran berlomba-lomba untuk menerbitkan masing-masing kitabnya, lalu banyak diekspor ke Indonesia. Sekitar tahun 80-an, kitab-kitab Syiah disebarkan ke Indonesia, pertahunnya hampir mencapai satu kapal. Continue reading

habib habaib

Diskusi Pengunjung