wahhabi
Katakanlah dengan Bangga: “Ana Wahabi Why Not?”
WAHABI KAUM MINDER
Dulu semasa hidupnya Gus Dur pernah bilang bahwa kaum Wahabi adalah kaum yang minder, dan itu ternyata benar adanya. Karena minder, mereka sekarang tidak berani berdialog tentang hal-hal kontroversial yang dibuatnya sendiri secara terbuka yang ditonton oleh banyak orang. Kalau terpaksa nekad, mereka akan jadi bahan tertawaan di forum-forum diskusi atau debat karena seringnya mereka terjebak oleh katan-kata dan pernyataannya sendiri. Hal ini bisa kita lihat dalam Debat Terbuka NU – Wahabi, anatara Wakil Wahabi Ustadz Muamal Hamdi berhadapan dengan anak-anak muda NU Jember. Sang Wakil Wahabi ketika itu membuat pernyataan yang sangat lucu khas juhala’ Wahabi, yaitu dia bikin istilah “MUKMIN MUSYRIK”. Jelas ini ngawur tanpa landasan dalil apapun, baik dari Al Qur’an, Al Hadits, Al Atsar ataupun perkataan ulama. Akhirnya debat tersebut ditutup karena tidak layak dilanjutkan. Continue reading
Inilah Faktanya : Wahhabi Sedikit Pun Tak Layak Mengaku Ahlussunnah!
Fakta kuat : Sekte Wahhabi Sedikit Pun Tak Layak Mengaku Ahlussunnah Wal Jamaah!
Kholil Abou Fateh
Bahkan Ulama Ahlussunnah Terkemuka Sekelas Imam Ibn Hajar al-Asqalani Dituduh Sesat Oleh Kaum Wahhabi !!! Na’udzu Billah !!
Masalah yang paling banyak mendapat… Continue reading
Inilah Ciri-ciri Aliran Sesat, Semuanya Ada di Salafy Wahabi
TANDA-TANDA ALIRAN SESAT MENURUT IMAM AS-SYATIBHI
Oleh: Muhammad Idrus Ramli
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Pada beberapa waktu yang lalu, Majlis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang sesatnya aliran Ahmadiyah. Terdapat sekian banyak dalil yang diajukan oleh MUI sebagai bukti-bukti kesesatan Ahmadiyah. Dalam sebuah pertemuan di Surabaya saya mengemukakan bahwa aliran Wahhabi atau Salafi juga termasuk aliran sesat. Mendengar pernyataan ini salah seorang peserta diskusi mengajukan pertanyaan, apa bukti-bukti atau dalil-dalil kesesatan Wahhabi?
Menjawab pertanyaan tersebut, saya menjelaskan, bahwa al-Imam Abu Ishaq Asy-Syathibi telah menguraikan dalam kitabnya, al-I’tisham tentang tanda-tanda ahli bid’ah atau aliran sesat. Menurut beliau ada dua macam tanda-tanda aliran sesat.
(1) tanda-tanda terperinci, yang telah diuraikan oleh para ulama dalam kitab-kitab yang menerangkan tentang sekte-sekte dalam Islam seperti al-Milal wa al-Nihal, al-Farq bayna al-Firaq dan lain-lain.
(2) tanda-tanda umum. Menurut Asy-Syathibi, secara umum tanda-tanda aliran sesat itu ada tiga.
Perpecahan dan Perceraiberaian
Pertama, terjadinya perpecahan di antara mereka. Hal tersebut seperti telah diingatkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka”, (QS. 3 : 105).
“Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat”, (QS. 5 : 64).
Dalam hadits shahih, melalui Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ridha pada kamu tiga perkara dan membenci tiga perkara. Allah ridha kamu menyembah-Nya dan janganlah kamu mempersekutukannya, kamu berpegang dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai…”
INILAH DAFTAR SEBAGIAN PARA USTADZ PENYEBAR WAHHABISME DI INDONESIA
Perpecahan dan kontradiksi di kalangan Salafy Wahabi, bukti ajaran yang tidak shahih!
Allah Swt telah pecah belahkan golongan-golangan mujassimmah musyabbihah yang menyimpang dari aqidah ahlusunnah wal jamaah.“Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (tauhidnya menyimpang seperti mujasimmah dan musyabihah/mensifati Allah dengan sifat makhluq) dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” [30:32]
Ini adalah sebuah catatan buat kita untuk mengenali siapa-siapa saja ustadz-ustadz yang menyebarkan ajaran Wahabisme di Indonesia. Tujuan kita mengenali mereka agar kita bisa membentengi kelurga, teman dan orang-orang yang kita cintai tidak jatuh terjerumus dalam bahaya lingkaran Wahabisme. Di sini kami memperoleh daftar sebagian nama para ustadz wahhabi yang dilansir oleh mereka sendiri (dan jaringannya sudah menyebar ke seluruh Indonesia). Harap berhati-hati dengan provokasi para wahhabi ini. Para aktifis wahhabisme ini dalam gerakannya memakai kedok Salafi. Mereka tidak memakai nama Wahhabi, tetapi Salafi bahkan terkadang mereka juga menisbatkan diri mereka sebagai Ahlussunnh Waljama’ah, padahal sesungguhnya mereka adalah tidak lebih dan tidak kurang adalah Asli Wahhabi.
Daftar ini di luar kelompok New-wahhabi/Neo-wahhabi seperti HTI (dalam gerakan pengkafiran-pengkafirannya, juga hobby memusrikkan kaum Muslimin yang berziarah kubur, dan kekerasan-kekerasannya), dan sejenisnya. Ciri-ciri dakwah mereka bahwa mereka gemar membuat provokasi dan menebar isu-isu bid’ah, isu-isu kafir-musyrik, dan mengharamkan tahlilan, Maulid Nabi Saw, mencemooh ratib, mengharamkan Tawassul kepada Nabi Saw setelah wafatnya, dan mengkafir-musyrikkan ummat Islam yang bukan wahhabi. Demikianlah mereka adalah para wahhabi yang sejak lama memang menganggap praktik-praktik amaliah kaum ASWAJA sebagai bid’ah.
Panduan Cara Cepat Pintar Berdebat Dengan Wahabi
Ancaman Ajaran Wahabi kepada kaum muslimin tampak semakin serius dari waktu ke waktu. Bahkan terkadang kaum wahabi itu sampai bertindak keterlaluan yaitu mereka mengajak berdebat kepada orang-orang awam. Tentu kaum muslimin yang tidak mendalami ilmu masalah-masalah bid’ah akan… Continue reading
Kaum Wahabi Merusak Hasyiyah ash-Shawi Ala Tafsir al Jalalain
Hasyiyah Tafsir al-Jalalain Dirusak Wahabi
(1)
Bismillah, Wa al Hamdu Lillah, ash Shalat Wa as Salam Ala Rasulillah….
Saudaraku, silahkan anda lihat dengan mata kepala sendiri…!
Di antara kitab peninggalan Ulama Ahlussunnah Waljama’ah adalah Hasyiyah ash-Shawi Ala Tafsir al Jalalain… Continue reading
Al-Albani sang Penghujat Seluruh Ahli Hadits Sejak Generasi Salaf
Posisi Hadis Dha’if dalam Pandangan Ulama
Oleh: Idrus Ramli*
Dewasa ini perkembangan ilmu hadits di dunia akademis mencapai fase yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya kajian-kajian ilmu hadits dari kalangan ulama dan para pakar yang hampir menyentuh terhadap seluruh cabang ilmu hadits seperti kritik matan, kritik sanad, takhrij al-hadits dan lain sebagainya. Kitab-kitab hadits klasik yang selama ini terkubur dalam bentuk manuskrip dan tersimpan rapi di rak-rak perpustakaan dunia kini sudah cukup banyak mewarnai dunia penerbitan.
Namun sayang sekali, di balik perkembangan ilmu hadits ini, ada pula kelompok-kelompok tertentu yang berupaya menghancurkan ilmu hadits dari dalam. Di antara kelompok tersebut, adalah kalangan yang anti hadits dha’if dalam konteks fadhail al-a’mal, manaqib dan sejarah, yang dikomandani oleh Muhammad Nashiruddin al-Albani, tokoh Wahhabi dari Yordania, dan murid-muridnya. Baik murid-murid yang bertemu langsung dengan al-Albani, maupun murid-murid yang hanya membaca buku-bukunya seperti kebanyakan Wahhabi di Indonesia.
Masa Depan Kredibilitas Syeikh al-Albani yang Semakin Memburuk
Kedudukan Syaikh Nashiruddin al-Albani Dalam Menilai Hadits
Syaikh Nasir Al-Albani
Syaikh Nashiruddin al-AlBani adalah nama yang tidak asing di kalangan para pelajar ilmu hadis belakangan ini. Namanya banyak dicantumkan oleh para penulis buku-buku Islam (terutama yang berpaham Salafi & Wahabi) saat mengomentari suatu hadis. Karya-karyanya juga sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh para pengagumnya, sehingga namanya kini juga banyak didapati di toko-toko buku dan stan-stan pameran buku, berhubung penerbit-penerbit buku atau majalah berhaluan Salafi & Wahabi belakangan sudah semakin menjamur.
Akan tetapi, tahukah anda, bahwa sesungguhnya kepiawaian Syaikh Nashiruddin al-Albani dalam menilai hadis diragukan oleh para ulama hadis, bahkan cenderung tidak diakui, menimbang bahwa beliau tidak memiliki jalur keilmuan yang jelas dalam bidang tersebut. Lebih jelasnya, penulis akan menyebutkan sekelumit gambaran tentang pribadi Syaikh al-Albani ini sebagaimana ditulis oleh Tim Bahtsul Masa’il PCNU Jember di dalam buku Membongkar Kebohongan Buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik” (H. Mahrus Ali), halaman 245-247 sebagai berikut: Continue reading
Otak Ngeres Wahabi: Pelacur Lebih Mulia Daripada Muslim Bertahlil
Anda Lihat? Wahhabi Benar-benar Pengacau; menulis “Derajat Orang Tahlil Lebih Rendah Dari Pelacur” (Sedikit Bantahan Terhadap Mereka)
Oleh: Abou Fateh
Itulah kebiasaan orang-orang wahhabi; membuat kekacauan. Mereka berkedok dengan kata2 manis, mengatakan “kami hanya berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Sunnah”, “kita perangi TBC (tahayul, bid’ah dan khurafat)”, “kami bermadzhab salaf”, dan lain sebagainya. Mereka mengaku memerangi bid’ah, tapi sebenarnya mereka sendiri ahli bid’ah.
Mereka mengaku hanya berpegang teguh kepada al-Qur’an dan Sunnah, tapi sebenarnya mereka menghancurkan pemahaman al-Qur’an dan Sunnah. Anda lihat, bagaimana mereka membuat judul “derajat orang-orang tahlil labih rendah dari seorang pelacur”, A’udzu Billah. Itulah tradisi yang mereka warisi dari pimpinan mereka; Muhammad ibn Abd al-Wahhab, mangklaim sesat dan bahkan mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Hasbunallah. Continue reading

Print halaman ini
















